Mine is Yours

Title : Mine is Yours (Chapt6)

Writer : MrsDoubleV

Genre : Drama, Hurt/Comfort, Family, Romance

Rated : T

Main Cast : Kim Taehyung, Jeon Jungkook

Other Casts : Bangtan's members

Semua cast milik Tuhan, para orang tua dan diri mereka masing-masing serta Big Hit ent. Saya hanya meminjam mereka disini.

Warning : GS (Gender Switch), typo(s), bahasa non baku dan ada sedikit dirty talk, NC inside

Ide, alur cerita semua milik saya so DON'T BE A PLAGIATOR! Lihat rated! M 18+ untuk -18, lebih baik out dari sini ya *pyong*

.

.

MrsDoubleV

.

.

Jungkook sudah membuka matanya saat sinar matahari mulai masuk dan menerangi kamar tidurnya di pagi hari itu. Jungkook merasa tidurnya malam itu sangat lelap bahkan ia mendapat sebuah mimpi yang... Wajah Jungkook langsung memerah saat ia mengingat mimpinya semalam. Jungkook menutup wajahnya dengan kedua tangannya namun senyum tidak terlepas dari dirinya. Ia terlihat sangat senang saat mengingat mimpi itu.

"Kookie, waeyo? Kenapa kau jadi begini? Aigoo hanya karena mimpi saja kau senang sekali." Ujar Jungkook sambil menepuk-nepuk kedua pipinya.

"Tapi... Mimpi itu terlihat nyata dan... ciuman itu... ahh aku saja bisa merasakannya sampai sekarang di bibirku." Jungkook memegangi bibirnya dan wajahnya kembali memerah.

"Eommaaaaaa" teriak Jungkook tanpa sadar.

Sudah hampir seminggu lamanya kejadian itu berlalu dan membuat Jungkook jadi uring-uringan. Ia selalu kepikiran tentang mimpinya itu. Jimin dan Hoseok terkadang jadi bingung dengan sikap nona majikannya yang berubah jadi sering melamun. Mereka pernah sesekali bertanya pada Jungkook apa ia memiliki masalah namun Jungkook selalu menjawab tidak membuat mereka jadi semakin bingung.

"Nona?" Panggil Jimin namun Jungkook tidak menjawabnya.

"Nona? Nona Jeon?" Panggil Jimin lagi namun Jungkook tetap tidak menjawab.

"Nona Jeon?"

"Ahh iya, Jimin..." jawab Jungkook akhirnya setelah tersadar dari lamunannya.

"Haaahh nona lagi-lagi melamun. Jika nona ada masalah, ceritakan saja padaku atau Hoseok. Siapa tahu kami bisa membantu." Ujar Jimin yang mendapat gelengan kepala dari Jungkook.

"Ani, Jimin. Aku tidak ada masalah kok. Oh ya ada apa?" Tanya Jungkook penasaran kenapa Jimin tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.

"Itu nona. Di bawah ada seseorang yang mencari nona." Jelas Jimin.

"Siapa?"

"Teman nona, Taehyung."

"Eoh? Taehyung? Ahh bilang padanya tunggu aku sebentar ya aigoo kenapa dia datang di saat yang tidak tepat sih... Aigoo..." keluh Jungkook sambil membenarkan penampilannya yang sedikit berantakan.

"Jimin kenapa masih disini? Tolong bilang padanya tunggu aku sebentar ya. Aku harus membenarkan penampilanku dulu, aigoo..." ujar Jungkook lagi saat sadar jika Jimin masih ada di dalam kamarnya.

"Nona sudah kelihatan cantik kok. Tapi baiklah akan saya sampaikan pada Tuan Taehyung." Ujar Jimin lalu berlalu dari dalam kamar Jungkook.

Jimin pun turun kembali ke lantai bawah tepatnya ke ruang tamu tempat Taehyung duduk untuk menunggu Jungkook. Jimin bisa melihat raut gelisah di dalam wajah Taehyung. Meski dari luar Taehyung tampak sangat cuek namun Jimin tahu jika Taehyung pasti merasa sangat canggung berada disana.

"Maaf tuan. Tuan diminta oleh nona untuk menunggu sebentar." Ujar Jimin menyampaikan pesan dari Jungkook.

"Oh ya. Terima kasih." Balas Taehyung sambil tersenyum ramah.

"Tuan ingin minum apa? Biar saya siapkan."

"Apa saja asal tidak merepotkan."

"Sama sekali tidak, tuan. Baiklah saya siapkan dulu ya, tuan." Jimin pun berjalan ke arah belakang tempat dimana ruang dapur berada dan kembali meninggalkan Taehyung sendirian di dalam ruang tamu yang besar itu.

Taehyung bangkit dari posisi duduknya. Ia melihat ke sekitar ruang tamu itu dan melihat banyak terdapat figura foto di dinding berwarna putih itu serta sebuah lemari besar yang penuh dengan piala dan medali. Taehyung melihat foto itu satu persatu. Taehyung dapat melihat sebuah figura yang paling besar dan menampilkan seorang yeoja yaitu Jungkook bersama kedua orang tuanya. Di dalam foto itu Jungkook benar-benar terlihat sangat manis dengan sebuah gaun berwarna peach dengan rambut cokelatnya yang tergerai indah. Ia berdiri tengah-tengah orang tuanya kemungkinan besar foto itu belum lama di ambil oleh mereka karena penampilan Jungkook di dalam foto itu lebih mirip penampilannya yang sekarang daripada yang dulu.

Di sebelah figura besar tadi, Taehyung juga dapat melihat foto-foto Jungkook dengan keluarganya. Mulai dari Jungkook bayi hingga beranjak remaja. Taehyung sangat terpesona dengan kecantikan alami Jungkook karena dari kecil tak ada yang berubah dari Jungkook. Jungkook tetap terlihat lucu dan menggemaskan.

Setelah puas melihat-lihat foto, Taehyung kini melihat ke dalam isi lemari besar yang penuh dengan piala dan medali. Taehyung membaca satu persatu tulisan yang ada pada piala itu dan terkagum-kagum. Pasalnya hampir semua piala itu adalah piala dari berbagai kompetisi menyanyi dan juga prestasi akademik. Bahkan setiap piala itu juga tertulis nama Jungkook sebagai pemenang.

"Tae? Sedang apa?" Tanya Jungkook saat dirinya baru saja turun dari kamarnya.

"Kookie..." Tanpa sadar Taehyung langsung memeluk tubuh Jungkook membuat Jungkook terkejut.

"Bogoshipoyo..." ujar Taehyung dengan suara pelan.

"Ne?" Jungkook tidak mendengar apa yang Taehyung ucapkan padanya.

"Ahh mi-mianhae..." ujar Taehyung sambil melepas pelukannya. Ia menggaruk tengguknya yang tidak gatal karena merasa malu dan juga canggung karena tiba-tiba ia langsung memeluk Jungkook.

"Gwe-gwenchana..." balas Jungkook tidak kalah gugup. Bisa dilihat wajah Jungkook kini sudah memerah.

"Ehem, maaf... Ini tuan minumannya." Ujar Jimin saat ia kembali dengan 2 gelas minuman yang ia bawa menggunakan nampan.

"Ahh ya gomawo Jimin... Silakan duduk Tae." Ujar Jungkook memecah kecanggungan selepas kepergian Jimin kembali ke dapur.

"Hmm sebenarnya ada apa?" Tanya Jungkook.

"Ada apa apanya?" Taehyung balik bertanya karena merasa bingung.

"Kau kemari... Sebenarnya karena apa?"

"Oh itu hmm aku kemari hanya karena... Hmm akuinginbertemudenganmusaja." ujar Taehyung cepat membuat Jungkook bingung karena tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

"Ne? Karena apa?"

"Haaahhh begini, aku kemari karena aku ingin bertemu denganmu. Apa tidak boleh?" Jawab Taehyung dengan jelas bahkan sangat jelas karena ia menekankan dan memberi jeda dalam setiap kata-katanya.

"Bertemu denganku? Hmm ya tapi kar-"

"Aku merindukanmu..." jawab Taehyung dengan suara pelan namun masih bisa di dengar oleh Jungkook.

"Aku datang kemari karena aku merindukanmu, Jeon Jungkook. Aku merindukanmu." Ujar Taehyung lagi dan membuat pipi chubby Jungkook jadi memerah.

Jungkook menundukkan wajahnya. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia rasa jantungnya pun berdetak semakin cepat saat mendengar kata-kata dari Taehyung tadi. Senang? Ya Jungkook sangat senang mendengarnya. Melihat tidak ada respon dari Jungkook, Taehyung bangkit dari posisi duduknya dan berjalan mendekat ke arah Jungkook duduk. Taehyung memposisikannya duduk di samping kanan Jungkook.

"Aku serius. Selama beberapa hari kita tidak ketemu, aku selalu kepikiran tentangmu. Aku sangat merindukanmu. Bolehkan aku merasakan itu?" Tanya Taehyung sambil memegangi dagu Jungkook agar ia bisa bertatapan langsung dengan wajah Jungkook.

"Tapi... Kenapa? Kita kan..."

"Karena aku mencintaimu, Jeon Jungkook. Jeongmal saranghae, Kookie..." Dengan lantangnya Taehyung mengungkapkan perasaannya kepada Jungkook.

Jungkook membalikkan tubuhnya memunggungi Taehyung. Jungkook sudah merasa dirinya mungkin sudah benar-benar gila sekarang. Jantungnya terus berdetak dengan cepat apalagi saat mendengar pengakuan cinta dari Taehyung. Kata-kata itu bahkan terdengar berulang-ulang di telinganya. Namun sebuah senyum terukir di wajahnya.

"Kook?" Panggil Taehyung karena Jungkook terus diam dan memunggunginya.

"Mian, mungkin aku terlalu cepat mengatakannya kepadamu. Tapi aku sudah tidak bisa menyembunyikan perasaan ini padamu lebih lama. Karena itu aku..."

GREBB

Tiba-tiba Jungkook berbalik dan langsung memeluk tubuh Taehyung. Taehyung membulatkan matanya menandakan jika ia benar terkejut dengan aksi Jungkook barusan. Namun sedetik berikutnya sebuah senyum terukir di wajahnya. Taehyung membalas pelukan Jungkook tidak kalah erat.

"Apa ini tandanya kau juga mencintaiku?" Tanya Taehyung memastikan dan Jungkook menganggukan kepalanya di dalam pelukan itu.

"Hmm? Benarkah?"

"Ne. A-aku juga mencintaimu..." balas Jungkook malu-malu lalu kembali menyembunyikan wajahnya di dada bidang Taehyung.

"Saranghae, Kookie... Jeongmal saranghae..."

-Dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakanmu lagi. Tidak akan.- batin Taehyung.

Jungkook menyandarkan kepalanya di dada bidang Taehyung. Sementara tangan keduanya saling bertautan. Taehyung sesekali menyesap aroma yang terkuar dari rambut cokelat Jungkook yang menyebarkan aroma rose yang memabukannya.

"Tae, apa yang membuatmu menyukaiku?" Tanya Jungkook pada Taehyung di sela-sela keheningan mereka.

"Hmm apa ya? Karena kau lucu dan juga menggemaskan. Semua sikapmu yang sering kekanak-kanakan kadang bisa membuatku tertawa." Ujar Taehyung membuat wajah Jungkook memerah.

"Lalu apa yang kau sukai dariku?" Tanya Taehyung pada Jungkook.

"Hmm? Apa ya? Aku tidak tahu." Balas Jungkook.

"Tidak tahu? Apa karena aku tampan?" Tanya Taehyung bermaksud menggoda Jungkook.

"Tidak. Siapa yang bilang kau tampan?"

"Banyak yang bilang jika aku tampan. Dan aku juga mendengarnya darimu."

"Hah? Aku? Tapi aku saja sama sekali tidak pernah bilang jika kau itu tampan."

"Benarkah? Tapi aku tahu hatimu mengatakan itu."

"Kau terlalu percaya diri, Tae!" Ujar Jungkook acuh namun seulas senyum terukir di bibir pinknya.

Keheningan kembali menyelimuti Taehyung dan Jungkook. Tidak ada satupun dari mereka yang berniat membuka obrolan kembali lebih dulu. Mereka lebih memilih menikmati waktu mereka berdua seperti itu. Dengan tangan saling bertautan dan saling menyandarkan kepala mereka.

"Tae... Aku ingin bertanya."

"Ne? Bertanya tentang apa?"

"Tentang kalian. Kau dan Jin eonnie." Ujar Jungkook sedikit gugup. Jungkook bisa merasakan ketegangan yang ada di raut wajah Taehyung sekilas sebelum tersenyum kembali.

"Kalian... Kenapa saat itu bisa memutuskan untuk berpisah? Padahal jika aku lihat kalian yahh mungkin cocok." Ujar Jungkook.

"Jadi kau ingin tahu kenapa aku dan Jin memutuskan untuk berpisah?" Tanya Taehyung yang dibalas anggukan kepala dari Jungkook.

"Itu semua karena aku. Aku lebih memilih orang lain di banding dirinya." Jawab Taehyung.

"Jadi maksudmu, kau..."

"Kau berpikir aku berselingkuh? Hmm aku juga tidak tahu itu di namakan apa. Tapi apa kau bisa melepaskan seseorang yang benar-benar tulus mencintaimu hanya karena sebuah kebodohan yang kau buat sendiri?"

"Kebodohan?"

"Ya. Kebodohan. Karena kebodohanku orang itu selalu menangis. Selalu tersakiti oleh semua ucapanku. Aku merasa sangat jahat pada seseorang yang baik sepertinya." Jelas Taehyung namun Jungkook hanya diam.

"Lalu Jin eonnie?"

"Jin yang membuatku harus memilih. Sebenarnya aku juga sulit untuk melepaskannya. Namun aku juga tidak ingin berlarut-larut menyakiti hatinya karena kebodohanku yang ia ketahui itu. Aku rela melepasnya dan ingin melihat kebahagiaannya. Aku sadar kebahagiaan Jin bukan padaku. Dan kau lihat sendiri bukan? Jin tampak bahagia dengan siapa?" Jelas Taehyung dan mendapat anggukan dari Jungkook.

"Lalu kau memilih yeoja itu? Apa kau juga bahagia?" Tanya Jungkook lagi dan membuat Taehyung menegang.

"Di saat aku memutuskan untuk memilih dirinya, dia pergi."

"Kenapa dia memutuskan untuk pergi? Apa dia tidak mencintaimu?"

"Bukan. Dia memilih pergi justru karena dia mencintaiku."

"Aku... Sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikirannya." Ujar Jungkook bingung.

"Sudah jangan di bahas lagi. Yang penting aku beruntung bisa memilikimu sekarang." Ujar Taehyung yang dibalas sebuah anggukan kepala oleh Jungkook.

-Beruntung karena kau kembali padaku, Kookie.- batin Taehyung.

SKIP

Jungkook mematut dirinya di depan cermin. Ia berputar-putar dengan beragam pakaian yang dipilihnya. Ia bingung karena belum menemukan pakaian yang dirasanya pas untuk ia kenakan di ehem kencan pertamanya dengan Taehyung.

Jungkook mempaskan sebuah dress berwarna ungu pastel namun seketika ia menggantinya dengan dress lainnya. Ia nampak sangat bingung memilih yang mana.

"Ahh apa yang harus aku pakai?" Tanya Jungkook pada dirinya sendiri.

Drrrtttt Drrttttt Drrrrrttt

Jungkook melihat ponselnya bergetar di atas meja riasnya. Jungkook segera mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang meneleponnya. Dan wajahnya nampak sangat senang saat mengetahui seseorang yang meneleponnya adalah Taehyung.

"Ne?"

-Apa kau sudah siap?-

"Ahh ne. Tentu."

-5 menit lagi aku berangkat ke rumahmu ya. Bye, Kookie. Sampai ketemu nanti.- ujar Taehyung dari ujung telepon sebelum ia mematikan sambungan teleponnua dengan Jungkook.

"Aigoo aku harus cepat!" Jungkook langsung memilih asal dressnya karena ia harus buru-buru sebelum Taehyung sampai di rumahnya.

Jungkook mengenakan dress yang dipilihnya asal tadi. Ia menyisir rambut cokelat panjangnya lalu menjepitnya di sebelah kiri. Tidak lupa ia memoleskan bedak dan lipgloss tipis di wajahnya. Jungkook juga menyemprotkan sebuah parfume favoritnya sebelum ia melangkah keluar dari kamarnya.

Kini Jungkook sudah terlihat sangat cantik dengan balutan dress tanpa lengan berwarna merah duduk di ruang tamunya. Ia menunggu kedatangan Taehyung dengan perasaan gugup. Ia tidak ingin terlihat jelek di hadapan Taehyung karena itu ia berusaha tampil secantik mungkin meski ia memang sudah terlihat cantik secara alami.

Ting Tong

Jungkook mendengar bell rumahnya berbunyi. Segera ia bangkit dan melihat siapa yang datang. Ia sangat yakin jika itu adalah Taehyung yang menjemputnya. Wajah Jungkook tidak terlepas dari senyuman.

"Morning, Kookie..." ujar Taehyung saat pintu itu terbuka.

"Morning, Tae..." balas Jungkook sambil tersenyum malu-malu.

"Special gift for you, Kookie.." Taehyung memberikan seikat bunga mawar putih untuk Jungkook.

"Gomawo, Tae." Balas Jungkook sambil menerima seikat bunga mawar yang diberikan oleh Taehyung untuknya.

"Kajja kita berangkat sekarang."

Taehyung mengulurkan sebelah tangannya pada Jungkook dan di terima baik olehnya. Jungkook dan Taehyung berjalan bergandengan menuju pekarangan rumah Jungkook tempat Taehyung memarkirkan mobilnya. Taehyung membukakan pintu penumpang untuk Jungkook kemudian baru masuk ke dalam pintu kemudi.

"Tae, sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Jungkook penasaran.

"Ke suatu tempat. Kau pasti sangat menyukainya." Balas Taehyung sambil melajukan mobilnya meninggalkan rumah Jungkook.

"Tapi sebelum itu kita makan dulu ya. Aku yakin pasti kau belum sarapan, bukan?" Tanya Taehyung dan mendapat anggukan dari Jungkook sebagai balasannya.

"Ternyata benar. Kau ingin makan apa?"

"Apa saja. Terserah padamu."

"Baiklah. Tapi jangan menyesal ya jika aku mengajak kau makan yang aneh-aneh."

"Hah?"

"Ani. Aku hanya bercanda. Kau suka sup rumput laut?"

"Ne, aku suka. Hahh sudah lama sekali aku tidak makan sup rumput laut."

"Baiklah kita makan sup rumput laut. Aku tahu dimana kedai sup yang enak."

Dan mobil hitam itu pun terus melaju membelah jalanan kota Seoul. Berbeda dari sebelum-sebelumnya, suasana di antara Taehyung dan Jungkook tidak terasa canggung lagi. Mereka terus berganti topik pembicaraan membuat suasana di dalam mobil itu tidak terasa canggung. Sesekali mereka pun saling tertawa di kala ada perkataan yang lucu. Sampai akhirnya mereka sampai ke kedai sup yang dimaksud oleh Taehyung.

"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" Ujar seorang pelayan dan mempersilakan Taehyung dan Jungkook duduk.

"Kami memesan 2 sup rumput laut dan 2 gelas teh oolong." Ujar Taehyung pada pelayan itu sebelum pelayan itu berlalu ke dapur.

"Aku tidak tahu jika kau sering makan disini." Ujar Jungkook tidak percaya.

"Wae?"

"Berbeda dari penampilanmu. Aku kira kau suka makan di restaurant mewah. Tapi nyatanya di kedai seperti ini." Puji Jungkook.

"Hahaha atau jangan-jangan kau sendiri yang baru pertama kali makan disini?" Tanya Taehyung yang diangguki oleh Jungkook.

"Aku sama sekali belum pernah diajak makan di kedai seperti ini. Eomma dan appa selalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Teman pun hahh aku tidak punya. Jadi setiap hari aku hanya makan masakan Jimin. Terkadang aku iri melihat orang-orang yang makan di kedai seperti ini ataupun memakan jajanan bersama teman ataupun keluarga mereka." Ujar Jungkook lesu.

Taehyung langsung menggenggam tangan Jungkook yang duduk dihadapannya. Jungkook mendongakkan kepalanya dan memandang Taehyung yang tersenyum padanya.

"Jadi aku orang pertama yang mengajakmu makan disini? Kau tinggal katakan padaku kau ingin makan apa nanti aku yang akan menemanimu. Jangan sedih begitu. Sekarang kau kan sudah punya aku." Ujar Taehyung yang mendapat balasan sebuah senyuman dari Jungkook.

"Gomawo, Tae. Aku sangat beruntung memilikimu." Ujar Jungkook.

"Maaf, ini pesanannya. 2 sup rumput laut dan 2 teh oolong. Selamat menikmati." Ujar pelayan itu sambil membungkuk setelah mengantarkan pesanan Taehyung dan Jungkook.

"Nah ini dia. Makanlah. Aku ingin tau bagaimana rasanya menurutmu." Taehyung mempersilakan Jungkook untuk mencicipinya.

"Huaaa ini enak sekali!" Komentar Jungkook setelah mencicipi sup rumput laut hangat itu.

"Kau menyukainya?"

"Hmm sangat!"

"Nah makanlah kalau kau menyukainya. Habiskan ne?"

Taehyung dan Jungkook menyantap sup rumput laut itu dengan nikmat terkadang di selingi dengan beberapa obrolan ringan sebelum sup itu benar-benar habis di dalam mangkuk. Taehyung bisa melihat Jungkook yang meneguk habis teh oolong nya beberapa menit setelah ia menghabiskan sup dan teh nya. Taehyung tersenyum melihat ekspresi senang yang di tunjukkan oleh Jungkook.

"Sudah kenyang? Apa kita bisa melanjutkan perjalanan kita lagi?" Tanya Taehyung yang dibalas sebuah anggukan antusias dari Jungkook.

"Tunggulah di mobil dulu. Aku mau membayar sebentar." Taehyung pun berjalan ke arah kasir yang ada sementara Jungkook berjalan menuju ke arah mobil Taehyung terparkir.

"Mian lama menunggu. Kita berangkat sekarang saja ya." Taehyung menyalakan mesin mobilnya kembali.

Mobil sport hitam itu kini kembali berjalan membelah kota Seoul. Melewati gedung-gedung tinggi dan jalanan beraspal yang padat oleh kendaraan yang berlalu lalang. Kota Seoul memang kota yang sibuk setiap harinya. Taehyung sesekali melirik ke arah Jungkook yang asik melantunkan beberapa lirik lagu seirama dengan lagu yang di putar olehnya di dalam mobil itu. Taehyung sangat menikmati suara lembut Jungkook yang sampai ke dalam gendang telinganya. Suara Jungkook begitu indah di dengar.

Tak terasa mobil itu terus melaju hingga keluar dari jalanan padat Seoul menuju ke pinggiran kota Seoul yang lebih sepi. Terlihat jarang banyak kendaraan yang lewat. Sepanjang perjalanan terlihat hamparan birunya laut yang begitu indah. Jalanan beraspal yang mereka lewati pun kini jadi semakin menyempit dan sepi. Taehyung terus melanjukan mobilnya dengan kecepatan standar mengingat jika sebentar lagi mereka akan sampai ke tempat tujuan mereka.

Taehyung memarkirkan mobilnya di sebuah padang rumput yang sangat luas. Taehyung mematikan mesin mobilnya dan melirik ke arah Jungkook yang entah sejak kapan sudah tertidur lelap. Taehyung tersenyum lalu mencoba membangunkan Jungkook.

"Kookie? Kookie..." panggil Taehyung namun sama sekali tidak mendapat jawaban dari Jungkook.

"Kookie? Kita sudah sampai..." panggil Taehyung lagi namun tetap tidak mendapat jawaban dari Jungkook.

Taehyung pun menghela nafasnya. Dilihatnya wajah polos Jungkook yang tertidur. Taehyung mengelus pipi chubby Jungkook dan sesekali merapikan letak poni Jungkook yang menutupi kedua matanya.

CUP~

Taehyung mengecup singkat dahi Jungkook sebelum ia keluar dari dalam mobil itu meninggalkan Jungkook yang masih di dalam mimpi indahnya. Ia tidak ingin mengganggu tidur lelap Jungkook. Tak lupa sebelumnya Taehyung juga menurunkan sedikit sandaran di jok tempat Jungkook duduk agar Jungkook lebih merasa nyaman.

"Engg" Jungkook menggerakkan tubuhnya ke samping.

Dughh

"Akhh appo..." keluh Jungkook karena kepalanya terbentur sesuatu.

Seketika Jungkook pun membuka matanya dan mengelus kepalanya yang sakit. Ia pandangi sekelilingnya. Ia sadar jika ia berada di dalam mobil. Matanya terbelalak saat ia ingat jika dirinya tidak sendiri. Ia tadi bersama Taehyung. Jungkook menolehkan kepalanya ke sebelah kiri dan melihat kursi kemudi itu kosong. Jungkook langsung bangkit dari posisi tidurnya tadi dan mencoba mencari Taehyung.

"Tae?" Panggil Jungkook saat ia keluar dari mobil itu. Jungkook mengedarkan pandangannya kesekeliling. Ia tidak menemukan Taehyung yang ada hanya hamparan rumput hijau di sekitarnya.

"Tae?" Panggil Jungkook lagi namun tidak ada jawaban dari Taehyung. Jungkook terus melangkahkan kakinya maju meninggalkan mobil itu. Ia masih penasaran kemana perginya Taehyung.

"Tae? Kau dimana?" Panggil Jungkook lagi namun masih sama tak ada jawabn dari Taehyung. Jungkook terus melangkahkan kakinya maju. Telinganya menangkap sebuah suara deburan ombak.

"Tae? Taehyung kau dimana?" Panggil Jungkook lagi dan akhirnya ia bisa melihat siluet seorang namja yang berdiri memunggunginya di ujung sebuah tebing. Jungkook sangat mengenali namja itu. Namja dengan sebuah t-shirt putih serta jaket merah yang disampirkan ke bahu kirinya serta rambut orange yang semakin terlihat nyata saat matahari menyorotnya. Dialah, Taehyung.

GREBB

Jungkook langsung memeluk tubuh Taehyung dari belakang membuat Taehyung tersentak karena terkejut. Namun ia tersenyum saat menyadari jika Jungkook yang memeluknya. Taehyung melepaskan pelukan Jungkook dan membalikkan tubuhnya untuk menatap Jungkook. Ia bisa melihat wajah cantik Jungkook yang sedang tersenyum ke arahnya.

"Aku kira kau pergi meninggalkanku." Ujar Jungkook pada Taehyung.

"Aku tidak mungkin meninggalkanmu. Kau lihat kan aku masih ada disini? Di hadapanmu, hmm?" Ujar Taehyung sambil mengelus pipi chubby Jungkook.

"Aku hanya takut... Kau me-"

"Sttt... Sudah jangan dibahas lagi. Kajja kemarilah." Taehyung menggandeng tangan Jungkook dan mengajaknya berdiri di sampingnya.

"Bagaimana? Indah bukan?" Ujar Taehyung sambil menatap wajah Jungkook yang terkagum-kagum dengan apa yang dilihatnya di depannya.

Jungkook tidak bisa menyembunyikan wajah kagumnya begitu melihat pemandangan yang sangat indah yang belum pernah di lihatnya sebelumnya. Pemandangan laut serta pegunungan yang bisa ia lihat dari atas tebing tempatnya berdiri saat ini. Tebing tempat mereka berdiri ini memang terlihat sangat curam namun juga sangat indah karena tebing itu di kelilingi pohon-pohon pinus dan hamparan rerumputan hijau serta bunga-bunga cemomile membuat tebing itu tampak sangat indah.

"Ini sangat-sangat indah. Aku sangat menyukainya." Ujar Jungkook sambil menatap Taehyung.

"Bagaimana kau bisa tahu tempat seindah ini?" Tanya Jungkook penasaran.

"Ini tempat pertama yang aku pernah temukan saat aku kecil. Saat itu aku terpisah dari teman-teman sekolahku dalam study tour. Dan aku pernah berjanji akan mengajak kekasihku kelak ke tempat ini. Dan disinilah kita. Kau yeoja pertama dan kekasihku yang pertama yang pernah aku ajak kemari." Jelas Taehyung membuat wajah Jungkook memerah.

"Jeongmal?"

"Ne. Aku serius. Dan aku senang kau menyukai tempat ini." Ujar Taehyung sambil memeluk tubuh Jungkook dari belakang.

Taehyung memeluk pinggang Jungkook dan menyandarkan kepalanya pada ceruk leher Jungkook. Taehyung bisa menyesap aroma khas yang terkuar dari tubuh Jungkook. Taehyung memejamkan matanya dan menyesap aroma khas tubuh Jungkook yang membuatnya mabuk. Sementara Jungkook hanya terdiam dan terus memandang ke depan melihat birunya lautan dan suara deburan ombak yang membuatnya merasa damai.

Entah sudah berapa lama Jungkook dan Taehyung masih dalam posisi mereka seperti tadi hingga sekarang mereka duduk beralaskan koran yang Taehyung ambil dari dalam mobilnya. Mereka duduk di bawah sebuah pohon pinus yang membuat mereka berteduh dari sengatan sinar matahari yang semakin gencar memancarkan sinarnya. Jungkook menyandarkan kepalanya pada bahu tegap Taehyung. Tangannya memeluk lengan kiri Taehyung dan sesekali memain-mainkan jari jemari Taehyung yang bersandar pada batang pohon pinus.

"Apa kau mengantuk?" Tanya Jungkook pada Taehyung yang terlihat menutup mulutnya saat menguap.

"Ani." Elak Taehyung.

"Jika kau mengantuk, tidurlah..." ujar Jungkook namun Taehyung menggelengkan kepalanya.

"Jangan bohong. Aku tahu jika kau mengantuk. Tidurlah. Disini." Ujar Jungkook sambil menepuk pahanya. Namun Taehyung hanya menatap Jungkook dalam diam.

"Sudah tidurlah. Aku tahu kau pasti mengantuk." Jungkook memaksa Taehyung untuk berbaring dan menjadikan pahanya sebagai bantalan kepala Taehyung.

"Nah sekarang tidurlah. Begini lebih nyaman, bukan?" Ujar Jungkook sambil tersenyum dan menatap wajah Taehyung.

"Bernyanyilah."

"Ne?"

"Aku ingin mendengarmu menyanyi."

"Baiklah..."

'Eonje buteonga jeom jeom, yeonlakage dwae naega meonjeo

Niga eopneun goseseon beolsseo, neol baby-ro bulleo nado cham ugyeo'

Jungkook mulai menyanyikan sebait lagu dengan merdu. Taehyung masih belum mau memejamkan matanya. Ia masih ingin menatap Jungkook yang sedang bernyanyi untuknya.

'You're my chocolate, my sweetest chocolate, I really wanna have you

Neomuna dalkom han neol neol gajigo shipeo, gajigo shipeo'

Taehyung tersenyum saat melihat Jungkook tersenyum ke arahnya. Taehyung sangat menikmati lantunan suara merdu Jungkook yang baru pertama kali di dengarnya dan hanya khusus diperdengarkan untuknya.

'Naege sarangiran geol seonmul hangeon, yeah that's you

Naege nunbushin sarangeul jun danhan sarameun

That's what you are, oh yeah, oh yeah, oh yeah'

Jungkook masih terus bernyanyi. Ia menyanyikan lagu itu dengan segenap perasaannya. Taehyung juga mulai memejamkan matanya dan mencoba untuk tertidur diiringi suara lembut Jungkook sebagai pengantar tidur untuknya.

'Nal bara boneun neoyege ije neo maneul wihan noraereul hae julkke, oh yeah, oh yeah'

Jungkook menatap Taehyung dan ia tersenyum saat melihat Taehyung yang sudah memejamkan matanya.

'You're my candy, a lollipop candy

I really wanna kiss you, I really wanna love you, yeah'

Jungkook mengakhiri nyanyiannya dengan sebuah senyuman ke arah Taehyung. Ia menatap Taehyung yang terlihat sudah tertidur di pangkuannya. Ia bisa mendengat deru nafas teratur dari Taehyung.

Jungkook menyentuh perlahan rambut Taehyung, merapikannya dan sesekali mengelus rambut orange nan halus itu. Jungkook merasa sangat beruntung bisa memiliki Taehyung. Ia senang dengan semua perlakuan Taehyung padanya. Jungkook merasakan semua perlakuan Taehyung padanya sangatlah tulus.

"Gomawo, Tae. Gomawo atas semua yang kau lakukan untukku. Gomawo sudah mau menjadi seorang yang spesial untukku. Aku senang sekali... Aku tidak pernah merasa senang seperti ini sebelumnya. Gomawo..." Ujar Jungkook di akhiri sebuah kecupan singkat di bibir Taehyung.

Jungkook menyandarkan punggungnya pada batang pohon pinus. Ia ikut memejamkan matanya dan menikmati tiupan angin sepoi-sepoi ke arah wajahnya. Dan akhirnya Jungkook pun ikut tertidur kembali bersama Taehyung.

SKIP

Taehyung mengerjapkan matanya saat setetes air mengenai wajahnya. Taehyung bangkit dari posisi tidurnya tadi dan melihat Jungkook yang tertidur dengan bersandar sebuah batang pohon. Taehyung mendudukkan dirinya di samping Jungkook. Ia mengarahkan kepala Jungkook agar bersandar pada bahunya perlahan takut membangunkan Jungkook. Taehyung mengambil jaket merahnya yang tergeletak begitu saja dan menyelimuti tubuh Jungkook dengan jaket itu.

Taehyung menggenggam tangan Jungkook dan mengecup keningnya sesekali. Taehyung dapat melihat langit yang semula biru ini kini semakin terlihat gelap. Awan gelap mulai berkumpul menutupi matahari. Siang yang semula cerah kini berubah menjadi mendung. Gerimis pun turun.

"Astaga! Hujan!" Ujar Taehyung saat merasakan tetes-tetesan air yang lebih banyak mengenai dirinya.

"Aku harus cepat kembali ke mobil sebelum hujan bertambah besar." Ujar Taehyung dan mencoba menggendong Jungkook. Ia tidak ingin menggangu tidur lelap Jungkook.

Taehyung menggendong tubuh Jungkook dengan bridal style. Tak lupa ia menutupi kepala Jungkook. Taehyung berjalan perlahan menuju ke mobilnya yang terparkir sedikit jauh dari tempatnya dan Jungkook berteduh tadi membuatnya harus merelakan dirinya sendiri basah terkena hujan yang semakin bertambah besar.

Taehyung menidurkan Jungkook pada jok tempat duduknya yang sandarannya masih di turunkan memudahkan dirinya untuk membaringkan tubuh Jungkook. Setelahnya Taehyung langsung berlari dan masuk ke dalam mobilnya.

"Aigoo jadi basah begini. Tapi untunglah Jungkook tidak apa-apa." Ujar Taehyung sambil menyalakan penghangat di dalam mobilnya.

"Hujan memang tidak pernah bisa di tebak kapan datangnya." Ujar Taehyung sambil mencoba mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang selalu ia sediakan di dalam mobilnya.

"Hatchii" Taehyung terkejut saat mendengar suara bersin dari Jungkook. Ia menolehkan kepalanya dan melihat Jungkook yang sudah terbangun.

"Aigoo kau sudah bangun?" Tanya Taehyung masih dengan kegiatannya mengeringkan rambutnya.

"Hmm.. Sejak kapan kita disini? Apa kau yang membawaku ke mobil?" Tanya Jungkook.

"Ne. Di luar hujan jadi..."

"Aigoo kau jadi basah kuyup begini. Kau bisa sakit jik- hatchii"

"Sepertinya kau yang akan sakit, bukan aku. Aigoo bajumu ternyata basah juga?" Ujar Taehyung saat tersadar dress yang di kenakan oleh Jungkook juga basah. Rambut Jungkook juga terlihat basah padahal ia sudah berusaha menutupinya dengan jaket miliknya yang sekarang mungkin sudah benar-benar sangat basah.

"Sebentar, sepertinya aku punya baju ganti di belakang." Taehyung mengambil sebuah tas yang ada di bawah jok belakang tempatnya duduk. Dan benar saja ada sebuah t-shirt di dalamnya.

"Ini pakailah. Kau bisa sakit jika harus menggunakan baju basah seperti itu." Ujar Taehyung sambil menyerahkan t-shirt miliknya.

"Tapi bajumu lebih basah daripada bajuku." Ujar Jungkook menolak.

"Aku namja dan aku tidak ingin kau sakit. Pakailah. Hmm kau bisa ganti di belakang. Aku tidak akan mengintip." Ujar Taehyung dan akhirnya Jungkook mengambil t-shirt itu.

Jungkook pun berjalan ke jok belakang untuk mengganti dressnya yang basah dengan t-shirt yang dipinjamkan Taehyung untuknya. Jungkook duduk di jok di paling kiri di belakang tempat Taehyung duduk. Perlahan ia mulai membuka kancing dressnya dan sesekali melirik ke arah Taehyung. Jungkook menggelengkan kepalanya menghilangkan pikiran dan kecurigaannya pada Taehyung.

Dan akhirnya kini Jungkook sudah mengenakan t-shirt pemberian Taehyung tadi. Beruntung Jungkook tadi mengenakan hot pants sebagai dalaman dressnya sehingga ia tidak terlihat aneh saat mengenakan t-shirt yang nampak kebesaran di tubuhnya itu.

Jungkook kembali ke posisi awal duduknya di samping kursi kemudi yang di tempati Taehyung. Taehyung melihat Jungkook dan tersenyum karena Jungkook sudah kembali dan mengenakan t-shirt yang diberikannya tadi.

"Seperti ini lebih nyaman, bukan?" Tanya Taehyung yang dibalas anggukan oleh Jungkook.

"Gomawo... Tapi bajumu juga basah... Aku jadi..."

"Aku bilang aku tidak apa-apa. Oh ya ini pakailah, keringkan rambutmu. Mian jika sudah basah. Daripada rambutmu hanya didiamkan seperti itu." Taehyung kembali memberikan handuk kecil yang tadi dipakainya untuk mengeringkan rambutnya.

"Apa kita pulang saja sekarang?" Tanya Taehyung pada Jungkook.

"Hmm begitu lebih baik. Aku tidak mau melihatmu mengenakan baju basah itu lebih lama." Balas Jungkook.

Akhirnya Taehyung pun menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari tempar itu karena hujan semakin bertambah deras dan sepertinya akan lama berhenti. Mobil sport hitam itu pun melaju meninggalkan tebing indah itu. Penghangat di dalam mobil itu pun terus di nyalakan mengingat udara yang semakin terasa dingin.

"Dingin sekali... Kau yakin baik-baik saja?" Ujar Jungkook saat menyentuh wajah Taehyung yang terasa dingin di tangannya.

"Ne, aku baik-baik saja. Jangan khawatir begitu." Balas Taehyung.

"Ne. Tapi kita pulang ke rumahmu ya."

"Untuk apa?"

"Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja."

"Tapi..."

"Aku mohon..."

"Baiklah-baiklah. Kita kerumahku." Jawab Taehyung akhirnya dan menghasilkan sebuah senyum di wajah Jungkook.

Jungkook kini sudah berada di dalam dapur di rumah Taehyung. Sementara Taehyung sedang mandi, Jungkook memilih membuat minuman hangat untuk Taehyung dan mencari obat untuknya. Keadaan rumah Taehyung sangat sepi karena Taehyung bilang ia tinggal sendiri dalam seminggu ke depan karena Bibi Go yang biasa membersihkan rumahnya sedang ijin untuk menjaga suaminya yang sakit di kampung.

Jungkook menemukan sekotak susu di dalam lemari dapur. Ia sudah memasak air terlebih dahulu tadi. Ia sedikit bingung karena ia jarang sekali berurusan soal dapur apalagi dia sedang berada di dapur orang lain. Di dapur rumahnya sendiri saja ia terkadang tidak hapal dimana letak bahan ataupun sesuatu yang ia butuhkan. Apalagi di dapur orang lain seperti ini. Jungkook membuka satu persatu lemari yang ada di dapur untuk mencari sekotak obat.

"Ahh ternyata disini." Akhirnya Jungkook menemukan sekotak obat P3K yang berisi obat ataupun alat-alat pertolongan pertama lainnya.

"Susu cokelat sudah jadi, obat juga sudah ada. Apa langsung aku bawa saja ya ke kamar Taetae?" Ujar Jungkook setengah berpikir.

"Baiklah. Aku bawa saja ke sana."

Jungkook berjalan ke lantai atas tepatnya ke kamar Taehyung dengan sebuah nampan berisi segelas susu cokelat hangat dan obat. Jungkook sudah berdiri di depan pintu berwarna cokelat yang ia yakini itu adalah kamar Taehyung.

CKLEK

Jungkook membuka pintu itu perlahan dan sedetik berikutnya langsung kembali menutupnya. Wajah Jungkook seketika memerah. Tidak lama pintu cokelat itu pun terbuka dan kepala Taehyung menyembul dari sana.

"Asataga, Kookie kau mengagetkanku saja. Masuklah. Aku sudah selesai kok." Ujar Taehyung.

"Mian, aku tidak tahu jika kau tadi sedang..."

"Gwenchana. Masuklah." Taehyung membuka pintu kamarnya lebar-lebar membiarkan Jungkook untuk masuk.

"Ini aku buatkan minuman hangat untukmu. Dan ada obat juga. Mian aku tidak memasakkan sesuatu untukmu tapi tadi aku sudah memesan makanan dan mungkin sebentar lagi akan diantar." Jelas Jungkook sambil memberikan segelas susu cokelat hangat untuk Taehyung.

"Gomawo. Harusnya kau tidak perlu repot seperti ini. Apa kau mau mandi juga? Pakailah kamar mandiku jika kau mau." Tawar Taehyung sambil menyesap susu cokelat hangatnya.

"Ani, tidak perlu. Jangan lupa minum obatnya. Aku tidak mau kau sakit." Ujar Jungkook yang dibalas seulas senyum dari Taehyung.

"Aku ingin ke bawah dulu. Sepertinya makanan pesananku sudah sampai." Ujar Jungkook lalu berjalan keluar dari kamar Taehyung.

Baru saja Jungkook melangkahkan kakinya menuruni tangga, bell rumah itu berbunyi. Jungkook sangat yakin jika itu pasti pengantar yang mengantarkan makanan pesanannya. Jungkook membuka pintu dan melihat seorang namja berdiri dengan sekantung makanan di tangan kanannya.

"Ini pesanan anda, nona." Ujar namja itu dan menyerahkan sekantung makanan yang dipegangnya.

"Gomawo. Bayarannya sudah aku transfer ya dan ini tip untukmu."

"Gomawo, nona dan selamat menikmati." Ujar namja itu dan pergi.

Jungkook kembali masuk ke dalam rumah Taehyung dengan membawa sekantung makanan yang tadi di pesannya. Jungkook berjalan ke arah dapur bukan kembali ke kamar Taehyung karena ia harus menyajikan makanan itu dan menyuruh Taehyung untuk segera makan.

Tok Tok Tok

"Tae? Kajja kita makan!" Ujar Jungkook dari balik pintu kamar Taehyung.

CKLEK

"Ne. Gomawo, Kookie..." Taehyung menggandeng tangan Jungkook dan berjalan turun bersama-sama menuju ke ruang makan.

"Untuk apa?"

"Untuk semuanya."

"Semua? Hahaha aku tidak melakukan apa-apa, Tae. Hanya memesan makanan jadi dari restoran. Mian..." ujar Jungkook sendu.

"Aniya. Aku menghargai usahamu. Aku senang kau perhatian padaku. Gomawo..." Taehyung mengusak rambut Jungkook sekilas.

"Hmm. Makanlah. Aku memesan samgyetang. Kau butuh makanan yang hangat-hangat, Tae. Oh kau juga sudah meminum obatnya kan tadi?" Jungkook memberikan semangkuk samgyetang kepada Taehyung.

"Ne. Aku sudah minum obatnya." Balas Taehyung.

"Makanlah selagi masih hangat." Ujar Jungkook dan di angguki oleh Taehyung.

SKIP

Pagi itu Jungkook sudah berada di dalam dapur. Ia mulai membuka satu persatu lemari dan kulkas di dapur rumahnya. Semalam setelah merasa Taehyung baik-baik saja, Jungkook memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Tidak mungkin kan dia menginap di rumah Taehyung? Apalagi di dalam rumah itu hanya ada Taehyung sendiri. Jungkook mengambil satu persatu bahan masakan yang disimpan oleh Jimin, maidnya. Ia berniat ingin membuat sesuatu yang hangat untuk sarapan Taehyung pagi itu.

"Nona sedang apa?" Ujar Jimin yang baru saja selesai membersihkan rumah.

"Aku ingin memasak sesuatu." Jawab Jungkook singkat.

"Aigoo sudah biar saya saja yang masak, nona. Saya..."

"Ani. Kali ini aku yang akan memasaknya. Aku tahu aku memang tidak bisa memasak tapi kalau tidak dicoba sampai kapanpun aku tetap tidak bisa memasak, bukan?" Ujar Jungkook lalu beralih kepada Pad miliknya. Ia sedang mencari resep masakan yang ada di internet.

"Nona ingin memasak apa? Biar aku bantu saja. Daripada nona kerepotan sendiri." Usul Jimin. Jungkook berpikir sebentar dan kemudian menganggukkan kepalanya.

"Aku ingin memasakkan sesuatu yang hangat. Mungkin sup." Ujar Jungkook.

"Sup?"

"Ne. Tapi aku tidak tahu ingin membuat sup apa." Ujar Jungkook sendu.

"Deonjangjjigae saja. Aku tahu cara membuatnya dan kebetulan semua bahannya ada disini." Ujar Jimin dan mengeluarkan satu persatu bahan yany di butuhkan seperti bahan utamanya, tahu.

"Gomawo Jimin mau membantuku."

"Ne, cheonma."

Jungkook kini sudah berada di perjalanan menuju ke rumah Taehyung. Karena rumah Taehyung tidak terlalu jauh dari rumahnya, ia memutuskan untuk berjalan kaki. Udara pagi itu cukup dingin membuat Jungkook harus mengenakan jaket sedikit tebal. Jungkook banyak menjumpai beberapa orang yang sedang berjogging bersama keluarga ataupun kekasihnya berpapasan dengannya. Jungkook menyunggingkan senyum saat orang-orang itu menyapanya. Meski ia tidak mengenal mereka, tidak salah kan bersikap ramah?

Jungkook pun akhirnya sampai di depan rumah Taehyung. Rumah Taehyung memang tidak terlalu besar namun terlihat sangat sepi. Jungkook yakin jika Taehyung pasti masih belum bangun karena lampu pekarangan di rumah itu yang masih menyala di saat matahari sudah bersinar seperti ini.

Klik

Jungkook mematikan satu persatu lampu di luar rumah Taehyung saat ia masuk ke dalam rumah itu. Jungkook berjalan masuk menuju ke arah dapur untuk memanaskan kembali sup yang tadi sempat ia buat di rumah bersama Jimin. Sup itu sudah sedikit mendingin mungkin karena ia yang berjalan terlalu lama atau karena suhu udara yang menurun. Entahlah.

Setelah merasa supnya sudah di panaskan dengan api kecil, Jungkook berjalan menuju ke kamar Taehyung di lantai. Ia berniat membangunkan Taehyung untuk sarapan.

CKLEK

Jungkook membuka kenop pintu itu perlahan. Jungkook bisa melihat kamar Taehyung yang masih gelap karena lampu kamar itu yang mati dan tirai yang masih belum di buka. Jungkook juga bisa melihat Taehyung masih bergumul di dalam selimut tebalnya. Jungkook berjalan perlahan mendekati Taehyung yang masih terlelap. Ia membuka tirai itu agar cahaya matahari bisa masuk sempurna ke dalam kamar Taehyung yang lumayan besar.

"Tae?" Jungkook mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur king size milik Taehyung dan mencoba membangunkan Taehyung.

"Tae? Taetae?"

"Engg?" Taehyung mengerjapkan matanya perlahan membuat Jungkook tersenyum.

"Sudah pagi. Bangun dan kita sarapan bersama." Ujar Jungkook sambil menatap Taehyung yang masih berusaha membuka matanya.

"Kookie?"

"Ne? Wae? Aigoo tubuhmu panas sekali... Kau demam? Aigoo aku harus mengompresmu dulu." Jungkook baru saja ingin beranjak pergi namun dihalangi oleh Taehyung.

"Ani. Aku baik-baik saja. Tetaplah disini..." ujar Taehyung dengan suara paraunya.

"Kau tidak baik-baik saja. Bagaimana mungkin tubuhmu panas begini kau bilang baik-baik saja? Aku harus mengompres panasmu dulu. Sebentar saja." Ujar Jungkook lalu berlari keluar dari kamar Taehyung.

5 menit kemudian Jungkook sudah kembali ke dalam kamar itu dengan membawa sebaskom air dan juga handuk kecil. Jungkook mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur Taehyung lagi. Jungkook membasahi handuk kecil itu dengan air di dalam baskom memerasnya sedikit lalu mengompres dahi Taehyung dengan handuk basah itu. Taehyung hanya terdiam sambil terus menatap Jungkook.

"Kau demam. Jangan pergi kuliah dulu ya." Ujar Jungkook sambil terus membasahi handuk di dahi Taehyung.

"Tapi..."

"Jebal, Tae. Kau demam kau harus banyak istirahat di rumah. Aku yang akan menemanimu disini sampai keadaanmu membaik." Ujar Jungkook tanpa bisa lagi menyembunyikan wajah khawatirnya.

Drrrrtttt Drrrtttt Drrtttt

Jungkook dapat mendengar suara getaran dari ponsel Taehyung yang di letakkan di atas meja nakas di dekat tempat tidur Taehyung. Jungkook mengambil ponsel itu dan melihat nama yang tertera di layar sentuh ponsel itu.

-Tae? Kau dimana? Tidak kuliah? Sebentar lagi dosen kita masuk.- ujar suara di ujung telepon. Jungkook melirik ke arah Taehyung sekilas dan bisa melihat Taehyung mengucapkan kata 'siapa' tanpa bersuara.

"Mian, Namjoon-ssi. Ini aku Jungkook. Taetae sedang sakit. Jadi ia tidak kuliah hari ini. Bisa minta tolong absenkan?" Ujar Jungkook.

-Oh begitu. Baiklah. Salam untuknya ya, Jungkook-ssi.- balas Namjoon lalu memutuskan sambungan telepon itu.

"Panasmu sudah sedikit menurun. Apa kau mau sarapan dulu? Kau bisa minum obat dan tidur kembali setelah sarapan."

"Ne. Gomawo, Kookie..."

"Sebentar ya aku ambilkan sup yang tadi aku bawa dari rumah. Dan juga obat untukmu."

Taehyung menghabiskan suapan terakhir sup dari Jungkook. Tubuh Taehyung kini sudah terlihat berkeringat mungkin karena efek dari sup panas yang dimakannya tadi. Tapi wajah Taehyung masih terlihat pucat dan tubuhnya masih sedikit hangat. Jungkook memberikan sebutir obat dan segelas air kepada Taehyung.

"Tidurlah. Kau perlu banyak istirahat, Tae. Aku akan disini sampai keadaanmu semakin membaik." Ujar Jungkook sambil menyelimuti tubuh Taehyung hingga sebatas dada.

Taehyung kembali memejamkan matanya. Jungkook membereskan semua mangkuk dan gelas kosong dan membawanya ke dapur untuk ia cuci. Tak lupa ia juga membawa baskom dan handuk kecil yang digunakannya tadi untuk menurunkan panas tubuh Taehyung.

Setelah membersihkan seluruh peralatan makan yang kotor tadi, Jungkook berkeliling sebentar di dalam rumah Taehyung. Ia menuju ke sebuah ruangan yang cukup besar yang ada di tengah rumah itu. Disana ia bisa melihat sebuah televisi besar serta berbagai macam piala ataupun medali yang diletakkan di lemari kaca di samping kanan dan kiri televisi itu. Jungkook berjalan mendekat ke salah satu lemari dan terkagum-kagum melihat berbagai piala yang didapatkan oleh Taehyung dalam kompetisi basket mulai dari sekolah dasar hingga sekarang.

Pandangan Jungkook beralih kepada sebuah piala kecil yang ada di sudut lemari. Sebuah piala berbentuk alat musik saxophone dan nama Taehyung tertera disana. Di samping piala itu juga terdapat foto Taehyung kecil mungkin saat berumur sekitar 15 tahun sedang memainkan sebuah saxophone.

"Wah aku tidak tahu jika Taetae bisa main saxophone..." puji Jungkook.

Kini Jungkook melangkahkan kakinya menuju ke halaman belakang rumah Taehyung. Jungkook membuka pintu kaca dan seketika angin menerpa wajahnya. Jungkook melihat halaman belakang rumah Taehyung sangat indah. Ada kolam renang dan juga berbagai macam tanaman yang di tanam di sekitar kolam itu.

"Sepertinya eomma Tae sangat menyukai tanaman." Ujar Jungkook.

Setelah puas berkeliling rumah Taehyung, Jungkook memutuskan untuk kembali ke kamar Taehyung. Jungkook sudah berjanji pada Taehyung untuk tetap berada di sana sampai keadaan Taehyung sudah benar-benr membaik. Jungkook membuka kenop pintu kamar Taehyung dengan perlahan takut membangunkan Taehyung. Jungkook mendudukkan dirinya di sebuah kursi di dekat meja belajar Taehyung. Jungkook melihat banyak tumpukkan buku di atas meja belajar itu. Karena iseng Jungkook pun mulai membuka buku-buku itu satu persatu.

Jungkook membuka sebuah buku tebal bersampul dan ia tahu jika itu salah satu buku materi perkuliahan Taehyung yang tidak ia mengerti karena wajar jurusan yang mereka pilih tidaklah sama. Jungkook mengambil jurusan seni sementara Taehyung Komunikasi. Jungkook beralih ke buku berikutnya dan ternyata isinya sama dengan buku sebelumnya. Mungkin sudah ada sekitar 4 buku yang di buka dan di lihat Jungkook dan semua buku itu sama membahas materi perkuliahan Taehyung. Jungkook mengambil buku terakhir. Sebuah buku yang juga bersampul putih namun terlihat sedikit lecak. Jungkook penasaran dengan buku itu karena buku itu terlihat lebih tipis dan lebih kecil di bandingkan buku-buku Taehyung sebelumnya yang ia lihat.

PLUKK

Tiba-tiba ada sesuatu yang keluar dari dalam buku bersampul yang di pegang Jungkook itu. Jungkook mengambilnya dan melihat sebuah foto Taehyung. Jungkook mengamati foto itu dengan seksama. Dengan cuek Jungkook meletakkan foto Taehyung tadi di atas meja dan membuka sampul depan buku yang dipegangnya.

Kookie's Diary

Mata Jungkook terbelalak saat melihat lembar awal buku bersampul putih itu. Ia menolehkan kepalanya memandang Taehyung yang masih tertidur dan kembali menatap buku yang dipegangnya tepatnya ke lembar paling awal buku itu.

"Ini buku diaryku?"

.

.

.

.

Chap 6 update yeyyy hahhh finally dengan semangat dari kalian semua aku bisa nyelesaiin chap ini huftt tapi mian lagi karena chap ini -lagilagi- bukan ending nya yahh maafkan kekhilafan aku readersdul semua...

Dan oh ya aku liat ada yang nanya nih tentang Jimin Hoseok apa mereka berdua itu namja semua? Nah well disini aku akan jelasin. Ehem ehem sebenarnya yang jadi namja itu Hoseok makanya aku suka nyebut dia buttler dan Jimin itu aku jadiin yeoja *seriuslothor?* kaget kan? Gak nyangka kan? Jimin yang macho dengan badan kotak-kotak nya aku jadiin yeoja? Mian atas ide gila yang muncul ini. Dan karena itu kenapa Jimin biasa aku sebut sebagai maid. Aku membuat perbedaan antara maid dan buttler disini. Maid aku pakai untuk ngejelasin maid yeoja sementara Buttler aku pakai untuk ngejelasin maid namja. Masih pada bingung? Aku harap readersdul semua ngerti dengan penjelasan yang malah jadi makin gak jelas dari aku ini fiuhhh

Balasan Reviews :

*nam mingyu

Iya dong supaya Kook gk terus"an sedih sekali" di buat happy sm Tae gapapa kan? Heheh chapnya panjang duh sbnrnya aku sedikit males juga buat chap panjang" krn apa krn perlu banyak ide spy critanya bisa nyambung dan syngnya makin lama ide aku mkin buntu nih huhuhu tp jangan khawatir mungkin fict ini msih akan di terusin kok hehe gomawo ya udh review :)

*yehetmania

Greget? Jeongmal? Hehehe ini udh di lanjut kok chingu :) gomawo ya udah review :)

*melizwufan

Sabar ada saatnya Kookie diingatkan dengan masa lalunya dulu sm Tae hehe tp biarkan dia ngerasain seneng" dulu sama Tae sebelum yahhh begitu deh aku belum mau ksih bocoran dulu hehe gomawo ya udah review :)

*vakmalia9

Gwenchana dan gomawo atas pujiannya ahh buat aku jadi ngefly aja nih chingu hehehe chingu juga merasa aneh ya Jin di couplein sm Suga? Ahh mian ya chingu karena aku mmg lagi coba" buat couple baru dn jadi deh YoonJin tp spertinya gagal ya T^T ini udh dilanjut ya chingu :) mian lama update dan chap ini agak sedikit mengecewakan :) gomawo udh review :)

*ajid yunjae

Iya mereka udh makin deket dan pacaran kali ya bentar lagi hahaha gomawo ya udh review :)

*Lulu Auren

Ani sebenarnya Jimin sm Hoseok itu 2"nya bukan namja. Di dalam otakku sih aku buat Jimin disini jadi yeoja makanya aku selalu nyebut dia maid sementara Hoseok aku sebut buttler hehe mian kalo membingungkan ya dan ohhh DaeBaek? Apa mereka perlu dimasukkan jg di fict ini? *berpikirkeras* untuk Namjoon? Hmm biarkan dia menikmati kesendiriannya dulu hahaha gomawo ya udah review :)

*Zahee

Iya nih Kook udh gak jadi stalker lagi kasian dia kalo harus jadi stalker hehe Tae selalu di salahkan ya chingu haha iya ini udah di update kok :) mudah"an suka ya sm chap ini :) gomawo udah review :)

*JSBTS

So sweet kah? Romance nya dapetkah chingu? Gomawo kalo suka :) iya aku juga lg berpikiran bgitu tapi kita liat nanti aja deh ya hehe gomawo udh review chingu :)

*KyuraCho

Tenang chap ini TaeKook udah resmi jadian kok hehe tp mian kalo kurang sweet atau romance karena aku kurang berpengalaman soal begituan *curcol* hehehe gomawo ya udah review :)

*guest

Sabar chingu ada waktunya Kook tau masa lalunya sam Tae :) biarkan Kook seneng" dulu deh sama Tae jangan di buat sedih" galau" lagi kasian dia hehe gomawo ya udah review :)

Gomawo untuk semua yang udah review. Aku juga tetap nunggu review-review, kritik-kritik, saran-saran dan masukan-masukan dari kalian semua readersdul :) aku seneng waktu tahu banyak respon positif yang masuk setiap aku update setiap chap fict ini hehe dan mian untuk review-review yang belum dibalas atau review-review yang belum aku baca ya readersdul pokoknya lope yu pul ya readersdul semua tanpa kalian aku gak tahu bakal gimana fict ini :) see you and bye ^^