Mine Always Mine

(Seq. Mine is Yours)

Title : Mine Always Mine (Sequel Mine is Yours)

Writer : MrsDoubleV

Rated : M18+

Genre : Romance, Family(?)

Main Casts : Jeon Jungkook, Kim Taehyung

Other Casts : Kim Seokjin, Min Yoongi

Semua cast milik Tuhan, para orang tua dan diri mereka masing-masing serta Big Hit ent. Saya hanya meminjam mereka disini.

Warning : GS (Gender Switch), OOC, typo(s), bahasa non baku dan bahasa asing tidak sesuai grammar, NC inside

Ide, alur cerita semua milik saya so DON'T BE A PLAGIATOR! Tinggalkan jejak setelah membaca..

.

.

.

MrsDoubleV

.

.

.

Pipp

Seorang namja baru saja mematikan jam alarm nya tepat sebelum jam alarm itu berbunyi dengan nyaringnya. Ia melirik ke sebelah kirinya dan nampaklah seorang yeoja cantik yang masih terlelap di alam mimpinya. Namja itu tersenyum melihat wajah cantik sang yeoja.

"Morning, Kookie..." ujar namja itu, Taehyung, lalu mengecup singkat kening Jungkook yang masih terlihat terlelap.

Taehyung sangat mengagumi wajah damai Jungkook yang masih tertidur. Ia begitu mengagumi sebuah hasil karya Tuhan itu yang menurutnya sangatlah sempurna. Taehyung mengelus pipi kiri Jungkook perlahan agar tidak mengganggu tidur yeoja itu, yeoja yang sudah hampir 1 tahun ini terus menemaninya dan terus ada untuknya.

Sudah hampir 1 tahun ini Taehyung dan Jungkook terikat tali pertunangan dan kedua keluarga mereka pun tentu sudah sama-sama tahu dan merestui hubungan mereka bahkan terkadang tak sabar untuk segera menikahkan mereka. Sejak pertunangannya, kini Jungkook sudah kembali tinggal dan akan menetap terus di Korea dan meninggalkan pekerjaan lamanya yang sebagai assdos di salah satu univeristas di Paris tempatnya ia kuliah dulu. Dan keputusan Jungkook itu tentu saja membuat Taehyung sangat senang, mengingat ia jadi bisa sering bertemu dengan Jungkook.

Dan ohh mengingat soal pernikahan, Taehyung hanya bisa menghela nafasnya. Pasalnya, ia masih belum yakin untuk menikahi Jungkook. Bukan karena ia tidak mau atau tidak mencintai Jungkook. Hanya saja ia masih butuh waktu, masih ada hal yang perlu di pikirkan matang-matang lagi olehnya. Padahal jika di pikir, hal apalagi yang perlu di pikirkannya matang-matang? Sama-sama saling mencintai, usia juga sudah mencukupi, kedua orangtua sudah merestui, karier bagus dan sudah mapan, lalu apalagi? Hahh jawabannya mungkin hanya ada pada dirinya dan mungkin pada diri Jungkook juga.

Taehyung mendudukkan dirinya di atas tempat tidur itu lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur membuat tubuh bagian atasnya yang memang ehemm topless terkekspos sempura. Tangan sebelah kanannya mengambil ponsel miliknya yang letaknya berada di atas meja nakas di samping kanannya.

Taehyung segera menyalakan ponselnya setelah semalaman ia dengan sengaja menonaktifkannya karena ia ingin menghabiskan waktu berdua dengan Jungkook semalaman agar tidak mendapat gangguan dari siapapun.

Terlihat 10 panggilan dan 5 pesan yang belum di lihat oleh Taehyung. Dan hampir semuanya berasal dari Pak Shin, sekretarisnya dan juga eommanya. Mengingat soal eommanya, Taehyung jadi bingung karena tidak biasanya eommanya menghubunginya apalagi sampai beberapa kali seperti itu. Dan jika sudah seperti ini, ini pasti merupakan hal yang penting.

Mau tidak mau, akhirnya kini giliran Taehyung yang menghubungi sang eomma. Ia penasaran karena sepertinya ada hal penting yang ingin di sampaikan oleh sang eomma.

"Yeobosaeyo? Eom-"

-Aigoo, Tae... Kenapa ponselmu mati? Astaga eomma sudah beberapa kali menghubungimu semalam.-

"Mian, eomma. Semalam baterai ponselku habis." Bohong Taehyung.

"Lalu ada apa semalam eomma menghubungiku?" Lanjutnya.

-Ani. Eomma hanya ingin memberitahumu kalau eomma dan appa sudah sampai di Seoul dan kami..-

"Mwo? Appa dan eomma pulang? Kenapa mendadak sekali? Ada apa sebenarnya? Lalu..."

-Memang appa dan eomma tidak boleh pulang, eoh? Lalu kau dimana sekarang? Kenapa dari semalam kau tidak ada di rumah?- tanya sang eomma membuat Taehyung bingung untuk mencari alasan yang tepat. Tidak mungkin kan ia akan bilang jika semalam ia dan Jungkook berada di apartment baru mereka -yang tentu tidak diketahui oleh kedua orang tua mereka jika mereka sudah membeli sebuah apartment- dan melakukan yang 'iya-iya'. Jika begitu, mungkin sekarang ini eommanya akan langsung menyeretnya dan Jungkook ke depan pastor dan sesegera mungkin menikahkan mereka. Hahhh..

"Ahh itu... Aku menginap di kantor eomma... Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan jadi aku memutuskan untuk lembur." Bohong Taehyung lagi.

-Lembur dikantor? Bukan lembur dengan Jungkook kan?- tanya sang eomma dengan penuh selidik. Taehyung sangat mengerti kemana arah pembicaraan eommanya itu.

"A-ahhh a-apa yang eomma pikirkan? I-itu.. sama sekali tidak be-benar.. Aku sekarang sedang ada di kantor kok." Elak Taehyung dengan gugup.

-Jinjja? Tapi jika kau berada di kantor, kenapa kau tidak ada di ruanganmu ya?- Taehyung sudah tidak dapat mengelak lagi sekarang. Ia sudah tidak punya alasan yang pas untuk mengelak lagi.

"MWO? Jadi eomma ada di kantor sekarang?" Teriak Taehyung panik.

-Hahaha ani, eomma hanya bercanda. Eomma ada di rumah kok. Makanya kau cepatlah menikahi Jungkook. Kau tahu? Eomma kan juga sudah tidak sabar untuk menimang cucu dari kalian...- ujar Nyonya Kim membuat Taehyung hanya bisa menghela nafasnya. Ia bosan mendengar perkataan eommanya yang seperti itu.

"Eomma, sudah berapa kali aku katakan. Kami masih belum ingin menikah dulu. Jadi kami..."

-Ne, ne, ne eomma tau... Hahh.. sudah dulu ya eomma harus menyiapkan sarapan untuk appamu. Oh ya dan salam untuk Kookie dari eomma, ne..- balas sang eomma lalu memutuskan sambungan telepon itu begitu saja.

-Pernikahan. Hahh selalu saja...- batin Taehyung.

Taehyung hanya bisa menghela nafasnya saat panggilan itu di akhiri sepihak oleh sang eomma. Ia melirik lagi ke arah Jungkook yang ternyata sedang mengerjap-ngerjapkan matanya sepertinya ia sudah terbangun dari tidur lelapnya. Mungkin karena teriakannya tadi Jungkook jadi terbangun. Atau mungkin sejak tadi Jungkook juga mendengar pembicaraannya dengan eommanya di telepon tadi?

"Taetae? Wae?" Tanya Jungkook dengan mata yang masih setengah terpejam.

"Aniya.. Apa aku mengganggu tidurmu, hmm? Mianhae..." Ujar Taehyung sambil mengelus surai cokelat Jungkook dengan lembut.

"Ani, aku memang sudah ingin bangun kok." Balas Jungkook lalu mencoba mendudukkan dirinya di sebelah Taehyung. Ia menarik sedikit selimutnya untuk menutupi tubuhnya yang polos hingga sebatas dada karena 'kegiatan'nya semalam bersama Taehyung.

Taehyung menyandarkan kepala Jungkook pada bahu kirinya dan mendekap tubuh Jungkook dengan lengan kirinya. Taehyung memandangi wajah Jungkook yang menurutnya tetap terlihat cantik dan akan selalu cantik meski tanpa make up apalagi wajah polos saat baru bangun tidur seperti ini. Benar-benar terlihat imut seperti bayi.

"Wae? Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Jungkook karena Taehyung terus menatapnya.

"Memang aku tidak boleh menatapmu, hmm?" Ujar Taehyung sambil menggoyangkan hidungnya dengan hidung Jungkook.

"Bodoh!" Balas Jungkook setengah terkekeh.

"Ehh? Kau bilang aku apa? Bodoh? Kau berani padaku, hmm?" Ujar Taehyung berpura-pura kesal.

"Ne, aku berani! Memang kenapa? Weeekkk..." Jungkook menjulurkan lidahnya tanda mengejek Taehyung.

"Hahahaha hentikan! Hahaha" ujar Jungkook kegelian karena Taehyung yang tiba-tiba menggelitik pinggangnya.

"Tidak akan aku hentikan sampai kau minta maaf padaku!" Ujar Taehyung dan masih dengan kegiatannya menggelitik Jungkook.

"Hahahaha hentikan hahahha geli hahaha.." Jungkook menggerak-gerakkan tubuhnya tidak beraturan karena sensasi geli yang di terimanya dari Taehyung. Bahkan tubuhnya pun jadi meringsut dari posisi duduknya tadi akibat terus bergerak-gerak tak beraturan.

"Tidak akan aku hentikan sebelum kau minta maaf padaku!" Ulang Taehyung.

"Hahaha baik-baik hahaha mian, Taetae hahaha.." ujar Jungkook akhirnya.

"Apa? Aku tidak mendengarnya.. Tadi kau bilang apa?" Tanya Taehyung berpura-pura tidak mendengar.

"Hahaha mianhae, Ta-" perkataan Jungkook terpotong saat ia menyadari kini jarak di antara wajahnya dengan wajah Taehyung sudah sangat dekat karena Taehyung sudah berada di atasnya dengan kedua tangannya menopang tubuhnya agar tidak menimpa tubuh Jungkook.

Dengan jarak sedekat itu, Taehyung dapat benar-benar melihat dengan jelas setiap inci wajah Jungkook, yeoja yang sangat di cintainya. Bahkan ia bisa merasakan hembusan nafas Jungkook di wajahnya. Mata Taehyung kini mengarah pada satu titik. Satu titik itu adalah sesuatu yang bisa membuat candu dirinya. Sesuatu yang tak pernah bosan ingin ia rasakan. Sesuatu itu adalah bibir pink Jungkook yang sangat menggoda.

Taehyung mulai mendekatkan wajahnya perlahan ke arah Jungkook. Sedikit memiringkannya agar membuatnya bisa lebih menikmati bibir pink nan menggoda itu. Jungkook yang mengerti akan apa yang ingin di lakukan Taehyung pun memejamkan matanya. Semakin lama wajah mereka semakin dekat dan bibir keduanya pun bertemu. Taehyung hanya menempelkan bibirnya pada bibir pink itu cukup lama. Ia hanya ingin menyesapi manisnya bibir penuh candu untuknya itu.

"Thanks for that morning kiss, Kookie..." ujar Taehyung setelah melepaskan tautan bibir mereka dan tersenyum lembut pada Jungkook yang merona.

Taehyung kini sudah terlihat rapi. Ya, ia baru saja selesai mandi terlihat dari rambutnya yang kini berwarna cokelat tua masih terlihat sedikit basah membuat bagian bahu kemeja yang dikenakannya ikut menjadi basah karena tetesan-tetesan air dari setiap ujung rambutnya.

"Aigoo kenapa tidak di keringkan dulu sih.." ujar Jungkook dan kembali mengambil handuk untuk membantu mengeringkan rambut Taehyung.

Jungkook berdiri di hadapan Taehyung yang duduk di tepi tempat tidur. Dengan sebuah handuk yang diikat di atas kepalanya untuk mengeringkan rambut panjangnya, Jungkook membantu Taehyung mengeringkan juga rambutnya. Sedikit usil, Taehyung menggelitik kecil pinggang Jungkook dari luar dress yang di kenakannya membuat Jungkook kegelian.

"Tae! Hentikan! Tidak cukupkah tadi kau membuatku kegelian, eoh?" Ujar Jungkook sedikit kesal.

"Aku suka melihatmu kegelian. Kau tahu? Saat melihatmu begitu, rasanya aku jadi benar-benar ingin segera menerkammu hehehe.." Ujar Taehyung lalu memeluk pinggang ramping Jungkook dan menyenderkan kepalanya tepat di bagian perut rata Jungkook.

"Aigoo Taetae! Jangan seperti ini! Aku kan jadi susah mengeringkan rambutmu.." Keluh Jungkook dan mencoba melepaskan pelukan Taehyung dari pinggangnya.

"Tidak akan aku lepaskan!" Taehyung semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Jungkook.

"Taetae! Jebal..." ujar Jungkook sedikit merengek.

"Aigoo.. Ne, ne mian... Jangan cemberut seperti itu ya..." akhirnya Taehyung melepaskan pelukannya dari pinggang Jungkook karena tidak tahan dengan rengekan manja dari Jungkook padanya.

Jungkook pun kembali mengusak rambut dark brown Taehyung yang masih basah. Bibirnya terus saja mengerucut, mungkin karena masih kesal atas perbuatan Taehyung tadi. Melihat sang yeoja yang mengerucutkan bibirnya lucu, Taehyung jadi gemas dan benar-benar jadi ingin meraup bibir pink nan menggoda itu.

"Jika kau masih cemberut seperti itu, maka aku tidak akan segan-segan memakanmu kembali." Ancam Taehyung dan segera mendapat pukulan gratis dari Jungkook pada bahu kirinya.

"Kookie... Bagaimana jika kita jalan-jalan setelah ini? Lagipula hari ini hari Sabtu dan aku juga kan sedang libur." Ajak Taehyung sambil sedikit meringis menahan sakit di bahu kirinya setelah mendapat pukulan gratis dari Jungkook.

"Hmm... Mian, Tae. Tapi aku sudah ada janji." Balas Jungkook masih tetap dengan kegiatannya mengeringkan rambut Taehyung.

"Janji? Dengan siapa?" Taehyung sangat penasaran dengan seseorang yang sudah berjanji dengan Jungkook. Lagipula selama ini Jungkook juga jarang memiliki kesibukan selain datang ke kantor dan pergi makan siang dengannya ataupun menghabiskan waktu berdua dengannya.

"Hmm.. Seseorang tentu saja.." balas Jungkook sedikit terkekeh. Ia tahu pasti Taehyung sangat penasaran dan itu membuatnya senang.

"Namja?" Tebak Taehyung asal.

"Menurutmu?" Kini Jungkook balik bertanya dan tetap mencoba bersikap biasa membuat Taehyung semakin penasaran.

"Jadi kau sudah mencoba ingin berselingkuh di belakangku?" Tanya Taehyung lagi dan membuat Jungkook semakin tertawa di dalam hati.

"Jika pun aku selingkuh, aku akan selingkuh diam-diam. Mana mungkin aku akan memberitahumu hahaha.."

"Jadi benar? Kau? Selingkuh? Di belakangku?" Taehyung kini sudah berdiri di hadapan Jungkook, membuat Jungkook terkejut karena Taehyung yang tiba-tiba berdiri di hadapannya dan mencengkram kedua lengannya.

"Bodoh!" Balas Jungkook lalu mengecup bibir Taehyung sekilas membuat Taehyung mengerjapkan matanya bingung.

"Kookie! Kau belum menjawab pertanyaanku! Jadi apa benar kau..."

"Tentu tidak, bodoh! Wae? Cemburu dengan 'orang' itu?" Jungkook mengalungkan kedua tangannya pada leher Taehyung.

"Jika pun iya, jangan marahi Jin eonnie ya..." lanjutnya dengan senyum merekah di bibir pinknya.

"Jin? Ada apa dengan Jin?" Tanya Taehyung dengan bodohnya.

"Karena yang memiliki janji denganku itu ya Jin eonnie..."

"Hah? Jadi bukan nam-"

"Bodoh! Tentu saja bukan! Lagipula aku mana berani selingkuh di belakangmu. Bisa-bisa kau pasti akan membuatku tidak bisa berjalan berhari-hari jika aku ketahuan selingkuh olehmu hahaha..." ujar Jungkook sedikit bercanda.

"Aku akan biarkan namja itu habis di tanganku jika berani menyentuh dan merebutmu dariku!" Ujar Taehyung lalu mengecup kembali bibir pink Jungkook.

SKIP

Jungkook kini sudah berada di dalam sebuah bridal bersama dengan Jin. Ya, ia sudah berjanji akan menemani Jin untuk fitting terakhir gaun pengantinnya mengingat minggu depan adalah hari dimana Jin sudah akan resmi menyandang sebagai Mrs. Min. Yoongi sedang ada meeting yang tidak dapat di tunda dan itu yang membuat Jin meminta Jungkook untuk menemaninya ke bridal. Karena kan tidak mungkin ia harus pergi sendirian ke bridal.

Jungkook melihat ke sekelilingnya. Ruangan tempatnya berdiri ini penuh dengan gaun-gaun pengantin yang sangat cantik-cantik. Melihatnya, membuatnya jadi ingin mencobanya satu persatu. Diantara banyaknya gaun, mata Jungkook kini terpusat pada salah satu gaun pengantin cantik berwarna putih tulang yang dikenakan pada sebuah manekin. Gaun itu tidak terlihat mewah namun terkesan sangat sederhana dan cantik. Gaun berlengan panjang dengan banyak payet pada bagian lengan, bahu serta dadanya menambah kesan anggun dan kesempurnaan seperti seorang putri Eropa. Ekor gaun itu pun tidak terlalu panjang membuat siapa saja yang memakainya akan merasa nyaman dan tidak takut gaun itu akan terinjak.

"Kyeoppta... Gaun ini cantik sekali..." puji Jungkook. Tanpa sadar tangannya memegangi ujung gaun cantik itu. Sebuah senyum pun terukir di bibirnya.

"Bagaimana ya tanggapan Taetae jika aku mengenakan gaun cantik ini di depan altar suatu saat nanti? Hahaha..." Ujar Jungkook tanpa menghilangkan senyum di wajah cantiknya.

"Ahh kau selalu mengkhayal lagi, Kook." Keluh Jungkook menyadari jika dirinya berkhayal lagi.

"Kookie?" Panggil Jin membuat Jungkook segera mengalihkan pandangannya dari gaun cantik tadi kepada Jin yang berada di belakangnya.

"Menurutmu, bagaimana Kook?" Tanya Jin yang tubuhnya kini sudah berbalut dengan sebuah gaun cantik tanpa lengan berwarna putih gading dengan ekor gaun yang menjuntai panjang ke bawah.

"Hoahhh eonnie kau tampak sangat cantik!" Puji Jungkook membuat Jin tersenyum senang.

"Gomawo..." balas Jin.

Perhatian Jungkook kini kembali kepada gaun tadi. Entah kenapa ia sangat ingin mencoba gaun cantik itu. Gaun itu seolah sedang memanggilnya agar ia mau mencobanya. Jin yang menyadari Jungkook terus mengamati gaun di manekin itu pun hanya tersenyum.

"Kookie? Kau ingin mencoba gaun itu?" Tanya Jin membuat Jungkook gelagapan dan kemudian mengalihkan pandangannya lagi dari gaun itu.

"A-ani, eonnie... Aku hanya sedang melihat-lihat. Dan gaun itu sangat cantik ya..." balas Jungkook.

"Anda bisa mencobanya, nona. Kebetulan gaun itu adalah design terbaru." Ujar salah seorang pegawai di bridal itu.

"Tap-tapi... Bukan aku yang akan menikah... Jadi ma-"

"Jika mencoba tidak apa bukan?" Tanya Jin dan di angguki oleh sang pegawai.

"Nah. Setelah aku mengganti ini, kau harus mencoba gaun itu ya.." Jin pun menutup tirainya untuk segera berganti pakaian. Mengganti gaun pengantinnya itu dengan dress yang di kenakannya semula.

Srekkk

Tirai berwarna merah itu pun terbuka dan kini menampilkan seorang Jeon Jungkook dengan sebuah gaun pengantin cantik berwarna putih tulang yang sangat cocok dikenakannya. Jungkook nampak semakin cantik mengenakan gaun itu. Jin yang melihatnya pun hanya tersenyum dan memuji Jungkook.

"Wah.. Kau nampak semakin cantik mengenakan gaun itu." Puji Jin membuat pipi Jungkook memerah.

"Aku yakin jika Taetae melihatnya, ia pasti akan segera menikahimu. Kau nampak begitu mempesona dengan gaun itu, Kook." Puji Jin lagi dan membuat Jungkook merasakan panas di kedua pipinya.

"Eonnie... Jangan begitu. Aku kan malu..." balas Jungkook malu-malu.

"Hahh untuk apa malu? Lagipula, apa sih yang di pikirkan oleh si bodoh itu? Kenapa ia tidak langsung melamarmu saja dan kalian bisa langsung menikah. Lagipula bukankah kedua orang tua kalian juga sudah sama-sama ingin menikahkan kalian? Kenapa malah kalian selalu menolak? Memang apalagi yang kalian tunggu?" Ujar Jin panjang lebar.

"Tidak semudah itu, eon. Pernikahan itu bisa berlangsung nanti, jika waktunya sudah tepat, eon. Lagipula..."

"Nanti? Yang kau maksud nanti itu kapan? Memang kalian tidak pernah berpikir untuk segera meresmikan hubungan kalian ke jenjang pernikahan?" Potong Jin membuat Jungkook terdiam.

"Bukan aku ingin ikut campur dengan urusanmu. Hanya saja... Hahh Kook, aku tahu. Sebenarnya kau juga ingin bukan membuktikan keseriusan Taehyung padamu? Melamar dan menikahimu itu adalah jawaban keseriusan dari seorang pria." Lanjut Jin.

"Sudahlah, eon. Lagipula aku juga masih belum memikirkannya. Lagipula kami juga baru satu tahun bertunangan. Jadi tidak ada masalah bukan?" Balas Jungkook.

"Ne, tapi kan Kook..."

"Sudahlah, eon. Hahh aku mau mengganti baju dulu. Kan tidak baik mencoba gaun cantik ini lama-lama." Ujar Jungkook lagi dan segera menutup tirai merah itu untuk berganti pakaian kembali.

Jin dan Jungkook kini sudah meninggalkan bridal tadi. Dengan sebuah paper bag besar berisi gaun milik Jin, mereka pun pulang dengan menggunakan taksi mengingat mereka yang sama-sama tidak membawa mobil. Jin dan Jungkook bertemu di bridal tempat Jin memesan gaun pengantinnya itu diantar oleh para kekasihnya. Taksi yang mereka tumpangi membawa mereka ke apartment, tempat tinggal Jin. Lagipula Jungkook juga sudah meminta Taehyung untuk menjemputnya disana.

"Ahh eonnie... Aku sudah tidak sabar ingin melihatmu dengan gaun ini di depan altar..." ujar Jungkook membuat Jin tersenyum.

"Wae?"

"Aku yakin Yoon oppa pasti akan kagum dengan kecantikan eonnie saat mengenakan gaun ini. Uhh aku tidak sabar menunggu hari itu."

"Ahh kau ini... Aku juga tidak sabar ingin melihatmu menikah dengan Taetae hehe.."

"Eonnie... Jangan bahas masalah ini lagi..." Jungkook mempoutkan sedikit bibirnya.

"Hehehe mian, mian.. Jangan marah, ne?" Ujar Jin mencoba meminta maaf kepada Jungkook.

SKIP

Seorang yeoja cantik terlihat sangat gelisah. Berulang kali ia mencoba mengatur nafas dan detak jantungnya. Ia benar-benar merasa gugup sekarang karena hari yang sudah lama di tunggunya akhirnya datang juga. Hari dimana dirinya akan berstatus menjadi seorang istri dari namja yang di cintainya. Yeoja itu terus memandangi dirinya di depan cermin dan menggumamkan sesuatu untuk menyemangati dirinya.

"Eonnie..." ujar seorang yeoja cantik yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.

"Eonnie merasa gugup, ne?" Tanya yeoja itu lagi.

"Ne, Kookie. Eonnie merasa sangat gugup karena seperti yang kau tahu. Hari ini hari bersejarah untukku. Karena..."

"Karena Jin eonnie sebentar lagi akan menjadi Nyonya Min kan? Chukkae, eonnie..." Ujar yeoja itu yang ternyata adalah Jungkook dan segera memeluk tubuh Jin.

"Gomawo, Kookie... Hahh aku gugup sekali..." keluh Jin lalu kembali memandangi dirinya pada pantulan cermin.

Tok Tok Tok

"Maaf, sudah waktunya..." ujar seseorang dari luar pintu ruangan itu membuat Jin semakin merasa gugup.

"Kajja, eonnie! Tenanglah, semua pasti akan berjalan dengan lancar." Jungkook mencoba menyemangati Jin.

Dengan gaun panjang berwarna putih gading, Jin berjalan perlahan keluar dari ruang tunggunya tadi bersama Jungkook dan beberapa orang lain. Sesekali Jungkook mencoba menepuk-nepuk lengan Jin menyalurkan rasa semangat.

"Eonnie, fighting! Tenanglah semua pasti berjalan dengan lancar." Ujar Jungkook pada Jin yang sudah berdiri di depan pintu gereja tempat acara pemberkatan itu di laksanakan.

Beberapa detik setelahnya, pintu kayu itu pun terbuka. Terdengar lantunan lagu pernikahan menggema ke seluruh ruangan. Semua mata para tamu undangan pun kini beralih pada pintu yang terbuka itu lebih tepatnya ke arah Jin yang digandeng oleh sang appa. Tepat di depan altar terlihat sosok namja tampan yang nampak sangat kagum dengan sang pengantin wanita, Jin yang sebentar lagi akan resmi menjadi istri dan calon ibu dari anak-anaknya kelak.

Jungkook mendudukkan dirinya di bangku paling belakang tempat dimana Taehyung sudah menunggunya. Taehyung tersenyum saat mendapati Jungkook yang kini sudah berdiri di sampingnya, dan ikut menyambut kedatangan sang pengantin wanita, Jin.

Grepp

Taehyung merangkul pinggang ramping Jungkook membuat jarak di antara mereka menjadi sangat sangat dekat. Kemudian Taehyung seperti membisikkan sesuatu pada telinga Jungkook dan mengecup singkat pipi kanan Jungkook membuat pipi Jungkook terlihat menjadi memerah.

Suara tepuk tangan bergema di seluruh ruang gereja itu saat Jin dan Yoongi sudah selesai mengikrarkan janji sehidup semati di depan pastor. Kini mereka berdua telah resmi menjadi sepasang suami istri. Riuh tepuk tangan dan pekikan serta siulan semakin bergemuruh disaat kedua pengantin itu mencium bibir satu sama lain. Jungkook yang melihatnya jadi ikut terharu dan juga senang.

"Kook? Wae?" Tanya Taehyung saat menyadari ada setetes air mata jatuh di pipi Jungkook.

"Kau menangis?" Taehyung mengusap air mata di pipi Jungkook dengan ibu jarinya.

"Uhh aku menangis bahagia, tahu! Mereka nampak sangat serasi ya..." Balas Jungkook lalu mengambil selembar tissue dari dalam tasnya dan menghapus jejak air mata di pipinya.

"Aigoo kau membuatku khawatir. Aku kira kau kenapa, Kook." Balas Taehyung sambil mengusak sedikit rambut cokelat Jungkook yang tergerai.

"Kookie!" Teriak Jin lalu melambai-lambaikan tangannya ke arah Jungkook. Pemberkatan pernikahan itu memang sudah selesai. Banyak tamu undangan juga yang sudah pulang menyisakan beberapa anggota keluarga saja yang masih terlihat saling bercengkrama.

"Hahh Kookie aku gugup sekali tadi..." Ujar Jin sambil menggenggam tangan Jungkook.

"Tapi semua berjalan dengan lancar, kan? Chukkae eonnie..." Jungkook memeluk tubuh Jin yang di balas dengan pelukan tak kalah erat dari Jin.

"Ne, gomawo Kookie..."

"Chukkae Yoon! Kau sekarang sudah resmi menjadi seorang suami!" Ujar Taehyung lalu menjabat tangan Yoongi sang pengantin pria.

"Gomawo, Tae! Dan semoga kalian cepat menyusul kami ya! Bagaimana, Kook?" Ujar Yoongi namun tidak mendapat jawaban apapun dari Taehyung ataupun Jungkook. Mereka berdua hanya tersenyum menanggapi perkataan Yoongi tadi.

Jungkook lalu melirik sekilas ke arah Taehyung. Taehyung yang menyadari di tatap oleh Jungkook pun tersenyum manis ke arah Jungkook.

SKIP

Hari sudah semakin sore. Jam sudah menunjukkan pukul 18.30 KST. Seorang yeoja terlihat sedang sibuk bersolek di depan cermin. Dengan sebuah dress backless cantik berwarna merah, yeoja itu semakin terlihat sangat mempesona. Rambut cokelat panjangnya ia jepit pada bagian sisi kanan dan kiri di dekat telinganya. Wajahnya pun hanya di lapisi dengan make up tipis dan sebuah lipstick berwarna merah darah melapisi bibirnya senada dengan warna gaun yang di kenakannya.

Grepp

Tiba-tiba sebuah lengan kekar melingkar manis di pinggang Jungkook membuat Jungkook sedikit terhentak hingga lipstick yang hendak di oleskan pada bibirnya jadi sedikit berantakan. Ia pun melirik ke arah sang pelaku yang tak lain dan tak bukan adalah Taehyung.

"Aigoo... Kau mengejutkanku, Tae..." Ujar Jungkook sambil membersihkan noda lipstick yang berantakan di sudut bibirnya dengan tissue.

"Kau akan tetap selalu cantik di mataku meski tidak berdandan seperti ini, Kookie..." ujar Taehyung sambil meletakkan dagunya di perpotongan leher Jungkook membuat Jungkook sedikit bergerak resah karena kegelian.

"Tae... Hentikan... Geli.." Ujar Jungkook namun Taehyung menghiraukannya.

"Dan penampilanmu yang seperti ini, sungguh membuatku resah, Kook..." Ujar Taehyung lalu membalikkan tubuh Jungkook hingga berhadapan dengannya.

"Taeta- ahh..." Desah Jungkook saat jari-jari tangan Taehyung mulai bermain di punggung polosnya membentuk pola tak beraturan.

Taehyung dibuat gila saat melihat penampilan Jungkook yang sangat menggoda dengan gaun backless di atas lutut yang bahkan hanya menutupi setengah paha putihnya. Dan Taehyung semakin menjadi gila saat menyadari jika Jungkook tidak mengenakan bra! Sekali lagi, Jungkook tidak mengenakan bra membuat kedua gundukan besar nan menggoda nyaris terlihat karena perpotongan dress yang dikenakannya. Bahkan jika Jungkook membungkuk, mungkin akan terlihat dengan jelas kedua gundukan itu membuat Taehyung semakin menjadi gila membayangkannya.

"Ahh Kook kau sungguh membuatku sesak, disini..." ujar Taehyung dan semakin mendekatkan dirinya pada tubuh Jungkook membuat Jungkook terhimpit diantara meja rias dan tubuh Taehyung.

"Tae, hentikan.. Ingat, kita harus ke pesta!" Ujar Jungkook mengingatkan membuat Taehyung langsung menghentikan kegiatannya mengecupi leher putih Jungkook.

"Huhh jika bukan karena pesta Jin dan Yoongi yang harus kita datangi, aku pasti sekarang sudah 'memakan'mu, Kook." Ujar Taehyung lalu menjauhkan tubuhnya dari Jungkook.

"Ya!"

"Salahkan sendiri penampilanmu!"

"Memang apa yang salah dengan penampilanku?"

"Ani, ani... Kajja!"

Setelah melalui perdebatan kecil, mereka berdua pun melenggang pergi meninggalkan kamar apartment mereka dengan saling bergandengan. Mereka benar-benar nampak sangat serasi satu sama lain dan tak jarang terkadang membuat orang lain iri dengan keserasian mereka.

Ballroom sebuah hotel mewah itu nampak sangat ramai. Terlihat berbagai kalangan tamu hadir di dalam pesta itu. Taehyung melangkahkan kakinya masuk ke dalam ballroom itu bersama dengan Jungkook yang mengamit lengan kirinya. Mereka berdua berjalan beriringan dan sangat terlihat serasi. Beberapa kali Taehyung menyapa beberapa orang yang dikenalnya. Sepertinya mereka adalah teman-teman kuliah Taehyung dulu yang kebetulan bisa bertemu kembali di pesta resepsi pernikahan Jin dan Yoongi ini.

"Hei Direktur Kim!" Panggil seseorang membuat Taehyung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.

"Ohh apa kabar Tuan Moon?" Sapa Taehyung lalu menerima jabatan tangan namja paruh baya yang menyapanya tadi itu.

"Tentu saja baik. Bagaimana dengan kabar Tuan Kim dan Nyonya Kim? Apa mereka masih sibuk di luar?" Tanya Tuan Moon ramah pada Taehyung.

"Ne. Tapi sesekali appa dan eomma masih suka pulang kemari. Apa Tuan Moon datang sendiri?" Tanya Taehyung karena menyadari namja paruh baya itu terlihat datang sendirian.

"Ani. Aku datang bersama putriku dan juga... Ahh tapi.. Dimana dia ya?" Tuan Moon terlihat sedang mencari dimana keberadaan putrinya di tengah pesta itu.

"Ahh mungkin ia sedang ke toilet. Ohh lalu... Siapa yeoja cantik ini?" Tanya Tuan Moon saat menyadari keberadaan Jungkook di antara mereka.

Taehyung segera merangkul pinggang Jungkook dengan mesranya dan membawa Jungkook agar lebih maju ke depan agar bisa memperkenalkannya dengan salah satu kerabat dari orang tuanya. Jungkook yang mengerti pun tersenyum ramah ke arah Tuan Moon.

"Annyeonghasaeyo, Jeon Jungkook imnida.." Ujar Jungkook dengan senyum manisnya.

"Kekasihmu?" Tanya Tuan Moon dan dibalas anggukan kepala dari Taehyung.

"Kau memang pintar memilih kekasih. Kekasihmu cantik." Puji Tuan Moon membuat Jungkook merona malu.

Taehyung dan Tuan Moon terlibat beberapa perbincangan mengenai masalah pekerjaan hingga mengenai masalah pribadi antara beliau dengan kedua orang tua Taehyung. Jungkook yang tidak mengerti apa-apa pun hanya bisa diam dan mendengarkan. Sebenarnya jika ia boleh jujur, ia merasa bosan. Karena secara tidak langsung Taehyung kan jadi mengacuhkannya karena sibuk mengobrol dengan Tuan Moon itu.

"Tae, aku ke toilet dulu ya." Bisik Jungkook tepat di telinga kiri Taehyung. Taehyung pun membalasnya dengan sebuah anggukan tanpa melihat lagi ke arah Jungkook.

Setelah membungkukkan badannya sedikit ke arah Tuan Moon, Jungkook pun berjalan mencari letak toilet yang ada. Sebenarnya ia tidak ingin buang air atau sejenisnya. Ia hanya mencari alasan karena sudah tidak tahan jika terus-terusan diam dan mendengarkan perbincangan yang sama sekali tidak ia mengerti. Jadi ia lebih memilih untuk pergi ke toilet atau kemanapun daripada terus menjadi seperti patung di antara kedua orang yang asik bertukar cerita itu.

"Jungkookie!" Panggil seseorang membuat Jungkook menolehkan kepalanya ke arah sumber suara tepatnya ke arah seorang namja tinggi yang sedang melambaikan tangannya kepada Jungkook.

"Eoh? Junhong? Kau ada disini?" Ujar Jungkook dengan mata membulat karena terkejut. Tidak menyangka ia bisa bertemu dengan Junhong di pesta itu. Karena yang ia tahu, Junhong masih menetap di Paris.

"Hai! Aku tidak menyangka kita bisa bertemu disini." Ujar Junhong saat berhadapan dengan Jungkook.

"Harusnya aku yang bilang begitu. Aku benar-benar terkejut saat melihatmu disini." Balas Jungkook antusias.

"Hahaha... Kau ini! Apa sebegitu mengejutkankah kehadiranku disini? Hahahaha"

"Tentu saja! Lalu apa kau datang sendiri ke sini?" Tanya Jungkook dan melirik ke sekitar Junhong seperti sedang mencari seseorang.

"Aniya... Aku datang bersama Jongie, karena ia memintaku untuk menemani dirinya dan appanya hadir di pernikahan anak kerabat appanya ini." Jelas Junhong dan diangguki oleh Jungkook.

"Lalu dimana Jongup? Aku tidak melihatnya di sekitar sini." Jungkook menolehkan ke sekelilingnya dan tidak menemukan sosok yeoja bernama Jongup yang merupakan kekasih dari Junhong itu.

"Ia sedang pergi ke toilet. Lalu kau? Jangan bilang jika kau datang sendirian?"

"Ani. Aku datang dengan Taetae. Tapi ia sedang sibuk mengobrol dengan kerabat appanya. Dan aku tidak mengerti dengan apa yang mereka obrolkan." Balas Jungkook dan mendapat kekehan dari Junhong.

"Hahaha dasar... Bagaimana jika aku menemanimu? Lagipula sepertinya Jongie juga akan lama di toilet." Tawar Junhong.

"Penawaran yang baik." Balas Jungkook.

Dengan segelas coktail di tangan, Jungkook dan Junhong saling berbincang. Sesekali merekapun tertawa jika mendengar sesuatu yang lucu. Seperti biasa, Junhong pasti selalu bisa membuat Jungkook tertawa tanpa henti dengan beragam lelucon yang diceritakannya. Namun mengingat jika mereka masih berada di tengah pesta, Jungkook mencoba dengan sekuat tenaga menahan tawanya agar tidak mengganggu tamu lain dan membuat dirinya sendiri malu.

"Tuan Moon!" Panggil seorang namja paruhbaya lain pada namja yang berdiri di hadapan Taehyung itu.

"Oh! Baiklah Direktur Kim. Saya permisi." Ujar Tuan Moon dan pergi dari hadapan Taehyung untuk menghampiri namja lain yang memanggilnya tadi.

"Kookie dimana? Kenapa ke toilet saja lama sekali ya?" Keluh Taehyung saat menyadari jika Jungkook belum juga kembali.

Taehyung masih berdiri di tempatnya semula tadi. Ia masih menunggu Jungkook disana. Namun tak ada tanda-tanda kehadiran Jungkook membuat Taehyung melangkahkan dirinya untuk mencari Jungkook. Ia menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri di tengah keramaian pesta sesekali ia juga membalas sapaan beberapa orang yang di kenalnya. Pada akhirnya ia menemukan sosok Jungkook yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri kini.

"Ohh itu dia... Tapi... Siapa namja itu?" Ujar Taehyung saat melihat Jungkook yang sedang tidak sendirian. Jungkook nampak akrab mengobrol dengan seorang namja yang berdiri membelakanginya.

Taehyung pun berjalan mendekati Jungkook dengan namja itu. Jujur, ia sedikit merasa tak suka melihat Jungkook terlihat akrab dengan namja lain. Apalagi sampai bisa membuat Jungkook tertawa dan terlihat bahagia seperti itu. Kau tahu, kali ini Kim Taehyung sedang merasa amat cemburu.

"Ehemm.." deham Taehyung membuat Jungkook sedikit terkejut.

"Ahh Taetae!" Jungkook langsung menarik tangan Taehyung agar berdiri di sampingnya.

"Hai! Apa kabar!" Sapa Junhong ramah pada Taehyung yang menatapnya dengan sedikit terkejut.

"Ohh hai!" Balas Taehyung sambil mencoba tersenyum ramah pada Junhong. Ia tentu masih mengingat namja tinggi di hadapannya itu. Bagaimana tidak? Dulu ia kan juga sempat hampir ehemm merelakan Jungkooknya untuk bersama dengan namja tinggi bernama Junhong itu.

"Lama kita tidak berjumpa. Apa kau datang sendiri?' Ujar Taehyung.

"Ne. Lama tidak berjumpa. Ani, aku datang kemari dengan..."

"Junhongie.." panggil seseorang dengan nada manja membuat Junhong, Taehyung dan Jungkook menolehkan kepalanya ke arah sumber suara.

"Mianhae.. Apa aku terlalu lama meninggalkanmu?" Tanya seorang yeoja cantik yang kini sudah bergelayut manja pada lengan kekar Junhong.

"Aniya, Jongie... Ahh ya.. Jongie apa kau masih ingat dengan Jungkook temanku yang pernah aku kenalkan padamu itu?" Tanya Junhong pada Jongup sang kekasih.

"Jungkook? Ahh ya, tentu saja aku masih mengi- ohh kau Jungkook? Hai... Apa kabar?" Tanya Jongup saat menyadari kehadiran Jungkook.

"Baik seperti biasa, eonnie. Bagaimana kabar eonnie sendiri?" Balas Jungkook ramah. Taehyung yang tidak mengerti apa-apa pun hanya diam mendengarkan.

"Baik. Ahh sudah lama kita tidak bertemu ya.." balas Jongup sambil tersenyun dengan ramah.

Mereka pun melanjutkan perbincangan ringan mereka. Mereka tampak terlihat sangat akrab meski baru bertemu beberapa kali. Mungkin karena Jongup orangnya ramah dan dapat berbaur dengan siapapun, dan memiliki tingkat humor yang setara dengan Junhong, membuat semua perbincangan mereka nampak sangat ringan. Mereka pun tidak terlihat canggung satu sama lain yang ada bibir mereka tidak pernah berhenti tersenyum dan tertawa menanggapi pernyataan-pernyataan dan cerita yang keluar dari bibir Jongup ataupun Junhong.

Dan dari perbincangan itu, Taehyung baru menyadari jika ternyata Jongup, kekasih dari Junhong ini merupakan anak dari Tuan Moon yang tadi sempat berbincang dengannya di pesta itu. Taehyung sempat merasa sedikit canggung mengingat yeoja cantik itu adalah anak dari salah seorang kerabat terdekat keluarganya. Dan ia merasa sedikit malu juga karena ia tidak mengingat Jongup meski dulu mereka pernah sempat beberapa kali bertemu pada pesta yang sering di adakan perusahaan keluarga mereka.

SKIP

Taehyung dan Jungkook kini sudah berada di dalam mobil sedan hitam milik Taehyung. Pesta resepsi pernikahan antara Jin dan Yoongi baru saja usai dan para tamu lain serta keluarga dan kerabat yang hadir pun sudah mulai kembali ke rumah mereka masing-masing. Taehyung melirik ke arah kanannya dan mendapati Jungkook yang sedang sibuk mengenakan seatbeltnya.

"Wae? Kenapa menatapku begitu?" Tanya Jungkook bingung saat menyadari Taehyung yang terus memperhatikan setiap gerak geriknya.

"Ani. Apa kita pulang sekarang?" Tanya Taehyung dan diangguki langsung oleh Jungkook.

Kini mobil sedan sport hitam itu pun mulai melaju meninggalkan area parkir hotel tempat di langsungkannya pesta pernikahan antara Jin dan Yoongi. Suasana di dalam mobil itu pun cukup hening. Yang terdengar hanyalah suara lantunan lagu dari tape yang memang sengaja di putar oleh Taehyung. Taehyung terus menatap lurus ke arah jalan raya sementara Jungkook sendiri mulai mencoba menyamankan posisinya pada jok mobil. Ia sudah merasa amat lelah dan mengantuk mengingat ini sudah hampir lewat tengah malam.

"Tidurlah, aku tau kau lelah. Akan aku bangunkan jika sudah sampai." Ujar Taehyung sedikit melirik ke arah Jungkook.

Mendengar perkataan Taehyung, Jungkook pun mulai menyandarkan kepalanya pada bahu jok membuat dirinya senyaman mungkin untuk mencoba terlelap. Mata bulat Jungkook sudah mulai terpejam seiring dengan deru nafas teratur darinya.

Taehyung terus menyetir mobilnya melewati jalanan lenggang Seoul. Sesekali Taehyung terus melirik ke sebelah kanannya memastikan jika Jungkook sudah benar-benar terlelap. Senyum tak terlepas dari bibirnya saat melihat wajah damai Jungkook yang tertidur pulas.

Ckittt

Kini mobil hitam itu sudah berhenti pada parkiran basement. Ya, mereka memang sudah memutuskan untuk tinggal di apartment mereka berdua. Ini sebagai persiapan mereka untuk ehemm menjalani hidup rumah tangga nantinya. Beberapa hari yang lalu mereka sudah menceritakan akan keberadaan apartment ini pada kedua orang tua mereka dan kedua orang tua dari Taehyung maupun Jungkook sama sekali tidak mempermasalahkannya. Hanya saja, mengingat mereka yang sudah memutuskan untuk tinggal berdua, membuat kedua orang tua mereka mendesak keduanya agar segera mencoba mempersiapkan pernikahan. Dan lagi-lagi, dengan berbagai alasan, mereka tentu masih menolak untuk segera menikah membuat kedua orang tua merekapun hanya bisa pasrah dan bersabar dengan keputusan anak-anak mereka.

"Kookie?" Bisik Taehyung tepat di telinga kiri Jungkook.

"Kookie?" Bisiknya lagi karena tidak ada pergerakan dari Jungkook. Sepertinya Jungkook sudah benar-benar terlelap sekarang.

"Mau bagaimana lagi..."

Taehyung melenggang keluar dari mobilnya dan membuka pintu sebelah kanan mobilnya. Taehyung melepaskan seatbelt yang masih terpasang di tubuh Jungkook sebelum ia melingkarkan kedua lengan Jungkook pada lehernya dan menggendongnya ala bridal style masuk ke dalam gedung apartment.

Pipp

CKLEK

Pintu apartment itu pun terbuka dan Taehyung dengan segera membawa tubuh Jungkook yang sudah terlelap masuk ke dalam kamar dan membaringkannya di tempat tidur nyaman mereka. Taehyung melepaskan kedua heels Jungkook agar Jungkook bisa tidur lebih nyaman lalu menyelimuti tubuhnya hingga sebatas dada.

Taehyung pun berjalan langsung menuju ke arah lemari pakaian. Ia mengambil sebuah kaos dan juga sebuah celana pendek untuk menggantikan kemeja dan celana panjang yang di kenakannya. Matanya juga sudah merasa mengantuk apalagi mengingat jam kini sudah menunjukkan pukul 01.00, sudah lewat tengah malam. Taehyung memposisikan dirinya di samping kiri Jungkook. Sesekali Taehyung masih menatap wajah damai Jungkook dan diam-diam mencuri sebuah kecupan pada bibir Jungkook.

"Good night, Kookie..." Ujar Taehyung lalu ikut terlelap bersama dengan Jungkook.

Tak terasa matahari kini sudah mulai menunjukkan sinarnya. Malam kini sudah berganti pagi. Pagi yang cerah dan bagus untuk memulai aktifitas. Seorang yeoja menggeliat tak nyaman saat sinar matahari serasa menusuk matanya. Dia adalah Jungkook.

Jungkook mengerjap-ngerjap kan matanya dan menguap beberapa kali. Ia melirik ke arah kanannya dan mendapati Taehyung yang masih terlihat terlelap di dalam tidurnya. Seulas senyum tipis terbentuk di bibir Jungkook.

"Morning, Taetae..." ujar Jungkook lalu bangkit dari posisi tidurnya.

Ia baru menyadari jika sejak semalam ia tidur masih dengan menggunakan dressnya. Jungkook pun langsung berniat untuk segera mandi meninggalkan Taehyung yang mungkin masih berada di dalam mimpi indahnya.

CKLEK

Dengan sebuah bathrobe yang menutupi tubuhnya, Jungkook berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian. Sebuah kaos putih serta hotpants berwarna senada menjadi pilihannya kali ini.

Setelah berpakaian, Jungkook pun segera beranjak keluar dari kamar. Ia berniat untuk membuat sarapan untuknya dan untuk Taehyung juga, tentu saja.

Jungkook sedang sibuk membongkar isi lemari pendingin yang ada di dalam dapur apartment itu. Ia bingung harus memasak apa. Seperti yang diketahui, Jungkook memang tidak ahli dalam hal yang namanya memasak. Namun beruntung dari pengalaman kursus memasak singkat yang di tutori langsung oleh Jin yang sangat jago memasak, keahlian memasak Jungkook pun sedikit demi sedikit mulai meningkat meski masih tidak sejago Jin.

"Pagi ini udara cukup dingin. Mungkin sesuatu yang hangat sangat baik untuk sarapan." Putusnya lalu mengambil beberapa bahan dan meletakkan kembali bahan lainnya yang tidak ia butuhkan ke dalam lemari pendingin lagi.

Tuk Tuk Tuk

Suara pisau yang berbenturan dengan alas kayu sebagai tempat untuk memotong pun memenuhi dapur mini itu. Jungkook sudah memotong beberapa sayur menjadi potongan yang lebih kecil setelah ia mencucinya. Setelah sayuran itu sudah terpotong, Jungkook lalu memasukannya ke dalam panci berisi air yang sudah mendidih lalu mengaduk-aduknya.

Slurppp

"Apa ya yang kurang?" Ujar Jungkook setelah mencicipi supnya yang kini sudah matang.

"Astaga garam! Aku lupa memasukkan garam!" Ujar Jungkook panik lalu segera mengambil garam yang ada di lemari dapur.

Slurppp

"Nah ini lebih baik." Ujar Jungkook sambil tersenyum saat mencicipi sup buatannya untuk yang kedua kalinya.

Kompor itu pun kini sudah di matikan tanda jika sup itu sudah benar-benar matang dan siap untuk di santap. Sebuah mangkuk kini sudah di ambil oleh Jungkook. Mangkuk itu ia gunakan untuk menuangkan sup ayam sayur yang telah dimasaknya.

"Nah semua sudah selesai..." Ujar Jungkook senang setelah selesai menyiapkan menu sarapan untuknya dan Taehyung di atas meja makan.

"Saatnya untuk membangunkan Taetae." Jungkook pun kembali berjalan masuk ke dalam kamar.

Terlihat Taehyung masih saja bergelung di dalam selimut. Nampaknya Taehyung masih benar-benar terlelap padahal jam sudah menunjukkan pukul 09.00 KST, tidak biasanya Taehyung bangun siang seperti ini. Mungkin karena efek kelelahan membuatnya jadi tertidur lebih lama.

Jungkook sebenarnya tidak tega membangunkan Taehyung yang terlihat masih tertidur dengan damainya. Namun karena hari sudah semakin siang dan mereka juga belum sarapan, dengan terpaksa Jungkook pun mencoba membangunkan Taehyung.

"Taetae? Ireona..." Ujar Jungkook sambil menepuk-nepuk lengan Taehyung perlahan. Namun sayang tak ada gerakan apapun dari Taehyung.

"Taetae? Palli ireona.. Sudah pagi..." Ujar Jungkook lagi dan lagi-lagi menepuk lengan Taehyung kali ini sedikit lebih kuat.

"Tae-"

Belum sempat Jungkook melanjutkan perkataannya, sebelah lengan Taehyung sudah menarik kedua tangan Jungkook hingga Jungkook jatuh di atas tubuh Taehyung.

"Taetae..."

"Stt biarkan seperti ini..." balas Taehyung masih dengan mata terpejam. Taehyung memeluk tubuh Jungkook dengan erat seolah tidak rela membiarkan Jungkook pergi.

Jungkook pun mau tak mau hanya terdiam dengan perlakuan Taehyung. Ia cukup mengerti dengan sikap Taehyung yang seperti ini karena ini tidak hanya sekali terjadi.

"Tae... Aku sudah membuatkan sarapan. Apa kau tidak lapar?" Tanya Jungkook namun Taehyung hanya diam. Sepertinya Taehyung sedang mencoba kembali untuk tidur.

"Taetae!" Rengek Jungkook karena diacuhkan oleh Taehyung.

"Stt diamlah... Sebentar saja, ne?" Balas Taehyung kemudian dan semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Jungkook.

"Tae.. Supnya nanti jadi dingin. Kau kan tidak suka makanan dingin. Pasti nanti kau tidak mau memakannya lagi meski aku sudah memanaskannya. Nanti bagaimana jika kau lapar, hmm?" Ujar Jungkook sambil menatap ke arah wajah Taehyung.

"Mudah saja. Aku bisa memakanmu." Balas Taehyung tiba-tiba saat mencoba membuka mata dan menyeringai ke arah Jungkook.

"Ya! Taetae! Ini ma-"

Belum sempat Jungkook melanjutkan kata-katanya, tiba-tiba Taehyung langsung saja membungkam mulut Jungkook dengan bibirnya. Awalnya Taehyung hanya menempelkan kedua bibir mereka saja. Namun lama kelamaan Taehyung semakin menuntut di dalam ciumannya. Jungkook pun hanya bisa memejamkan mata dan mengikuti alur permainan Taehyung.

"Engg" erangan terdengar dari mulut Jungkook di saat Taehyung membalikkan posisi mereka.

Kini Taehyung membaringkan tubuh Jungkook di atas tempat tidur dengan dirinya yang berada di atas dengan kedua lengan menopang tubuhnya agar tidak jatuh menimpa Jungkook. Tautan bibir mereka pun tidak pernah terlepas.

"Taetae..." ujar Jungkook lemah saat Taehyung mulai menjilati sudut bibir, pipi, hingga leher putih Jungkook mengikuti benang-benang saliva yang mereka ciptakan.

Taehyung semakin gencar dengan kegiatannya mencium, menjilat, dan menggigit-gigit kecil serta menghisapi sepanjang leher jenjang Jungkook menciptakan banyak kissmark disana yang terlihat sangat kontras dengan kulit putihnya.

"Stop!" Ujar Jungkook dan sedikit mendorong tubuh Taehyung.

"Hmm? Wae?" Tanya Taehyung sedikit kesal karena Jungkook tiba-tiba menghentikannya.

"Kita harus sarapan sekarang. Aku kan sudah susah-susah mencoba membuat sarapan untuk kita..." ujar Jungkook dengan tampang cemberut.

"Hahh baiklah-baiklah... Tapi setelah itu kita lanjutkan ini, hmm?" Balas Taehyung dengan menaik-turunkan alisnya bermaksud menggoda Jungkook.

"Ya! Ja-"

"Yasudah kalau begitu aku tidak mau sarapan. Karena dengan adanya kau saja aku sudah kenyang..." Taehyung kembali ingin menerjang Jungkook.

"Baiklah-baiklah... Tapi kita harus sarapan dulu, arraseo?" Balas Jungkook akhirnya.

"Arraseo, Baby Kook~"

Taehyung dan Jungkook kini sudah duduk saling berhadapan di meja makan mereka. Semangkuk sup di hadapan mereka sudah tersisa setengah. Mereka makan dengan cukup hikmat. Apalagi Taehyung. Namja itu tidak henti-hentinya menikmati sup ayam sayur yang di buat oleh Jungkook membuat Jungkook senang. Setidaknya makanan yang coba ia buat tidak seburuk yang dipikirkannya. Terbukti dengan Taehyung yang sepertinya sangat menyukai sup buatannya itu.

"Bukankah tadi kau yang mengajak kita untuk sarapan? Tapi kenapa kau tidak makan dan hanya senyun-senyum memperhatikanku, hmm? Aku tahu aku sangat tampan.." Tegur Taehyung membuat Jungkook tersadar dari lamunannya.

"Siapa juga yang memperhatikanmu? Cih.." decih Jungkook lalu kembali menyuapkan sup itu ke dalam mulutnya.

"Ihh makanmu lambat sekali seperti bayi sih..." keluh Taehyung lalu mengambil alih sendok dari genggaman tangan Jungkook.

"Aaa~ buka mulutmu..." ujar Taehyung sambil menyodorkan sesendok sup ke mulut Jungkook membuat Jungkook bingung.

"Cepat makan... Aaa~" lanjutnya. Jungkook pun hanya diam dan membuka mulutnya membuat Taehyung tersenyum di sela kegiatannya menyuapi Jungkook.

"Nahh begitu... Anak pintar.." puji Taehyung lalu kembali menyuapi Jungkook hingga sup itupun habis.

Jungkook menegak air nya sampai habis membuat Taehyung tersenyum semakin lebar. Tanpa Jungkook sadari, Taehyung kini sudah berdiri di belakangnya. Jungkook bergidik ngeri saat Taehyung tiba-tiba meniup-niup pangkal lehernya membuatnya kegelian.

"Taetae..."

Ucapan Jungkook itu membuat Taehyung langsung segera memutar tempat duduk yang di tempati Jungkook agar bisa berhadapan dengannya. Taehyung mengambil gelas kosong yang masih dipegang Jungkook dan meletakannya di meja makan.

"Kau tahu, Kook? Aku sungguh tidak sabar." Ujar Taehyung.

Taehyung membungkukkan tubuhnya sedikit menyesuaikan tingginya dengan Jungkook. Kedua mata mereka saling menatap dalam. Perlahan-lahan Taehyung pun semakin mempersempit jarak mereka. Sadar akan apa yang akan terjadi, Jungkook pun mulai memejamkan matanya.

Kedua bibir itu pun sudah saling menempel dengan cukup lama sebelum pada akhirnya Taehyung memiringkan kepalanya ke kanan dan memperdalam ciuman mereka. Sesekali Taehyung bahkan menggigit kecil bibir atas dan bawah Jungkook bergantian. Membuat Jungkook membalas perlakuan yang sama untuk Taehyung.

Jari-jari Taehyung kini mulai pergerak di sekitar pinggang Jungkook membuat Jungkook bergerak resah akibat kegelian. Perlahan jari-jari panjang itu mulai masuk ke dalam kaos yang di kenakan Jungkook. Mendapat perlakuan seperti itu, Jungkook pun membalasnya. Kedua tangannya kini sudah mulai menelusup masuk ke dalam kaos yang di kenakan oleh Taehyung juga. Sesekali ia mulai memainkan jari-jarinya di sekitar perut berabs Taehyung hingga ke bagian dada.

"Mulai nakal, eoh?" Ujar Taehyung saat tautan bibir mereka terlepas. Kedua tangan Taehyung masih berada di dalam kaos Jungkook dan tak berhenti bermain-main di sekitar perut rata Jungkook dan semakin lama semakin naik hingga ke dada.

"Ughh kau pikir hanya kau yang bisa nakal, hmm?" Tanpa di duga, Jungkook menarik tengkuk Taehyung dan kembali melumat bibir namja itu hingga membuat Taehyung terkejut dengan perbuatan Jungkook.

Tak hanya itu. Jungkook pun mulai berdiri dan mendorong tubuh Taehyung agar duduk di kursi yang di tempatinya tadi tanpa melepas tautan bibir mereka. Setelah itu Jungkook segera duduk di pangkuan Taehyung dan kembali memperdalam ciuman mereka.

"Kau nakal, ya..." Ujar Taehyung saat tautan bibir mereka terlepas. Jungkook pun hanya menunjukkan senyumnya tanpa berkata apa-apa.

Jari-jari tangan Jungkook kini mulai bermain-main di sekitar wajah Taehyung. Mulai dari dahi, kedua mata, hidung, kedua telinga, pipi, bibir hingga semakin lama semakin turun ke bawah.

"Taetae! Apa ini? Hahaha..." Ujar Jungkook saat melihat sesuatu menyembul di balik celana yang dikenakan Taehyung.

"Ohh 'adik kecil' ini sudah sesak disini, eoh?" Ujar Jungkook sedikit meledek membuat Taehyung terdiam, antara menahan malu dan menahan hasratnya.

"Ohh.." desah Taehyung saat Jungkook dengan sengaja menyentuh 'sesuatu' itu perlahan dari luar.

"Oohhh... Kookie..." desah Taehyung lagi saat dengan sengaja Jungkook meremas 'sesuatu' itu.

"Oohhh you're so- ya! Kenapa berhenti?" Jerit Taehyung tak rela saat Jungkook menghentikan kegiatannya.

"Menikmatinya, hmm?" Bisik Jungkook tepat di telinga kanan Taehyung membuat libido Taehyung semakin naik.

"Kau! Ahhh..." desah Taehyung kembali terdengar saat Jungkook menelusupkan satu tangannya ke dalam celana yang di kenakan Taehyung dan menyentuh 'adik kecil' Taehyung.

"Ya! Nappeun! Oohhhh..." ujar Taehyung tak beraturan karena ia sudah tidak bisa menahan diri lagi saat juniornya sudah di menjakan oleh Jungkook.

Jungkook memposisikan dirinya kini berjongkok di hadapan Taehyung. Perlahan ia mulai menurunkan celana hingga underware yang di kenakan oleh Taehyung dan melemparkannya ke sembarang arah. Dan kini terlihatlah junior Taehyung yang sudah benar-benar hard. Bisa di lihat dari junior itu yang sudah mulai terasa berkedut-kedut di tangan Jungkook saat Jungkook memegangnya. Jungkook mengecupi batang junior itu membuat Taehyung menutup mulut dan matanya rapat-rapat akibat sensasi yang di dapatkannya.

Perlahan namun pasti, Jungkook pun mulai memasukkan junior big size itu ke dalam mulutnya. Tidak bisa masuk semua memang namun itu sudah cukup membuat Taehyung mendesah hebat. Jungkook mulai mengemut junior itu seperti layaknya anak kecil yang sedang mengemut permen membuat Taehyung semakin terbang karena juniornya sungguh dimanjakan oleh Jungkook.

"Ohhh shit! This so ahhh.." erang Taehyung tak karuan saat Jungkook mulai memaju-mundurkan kepalanya dan semakin mengemut junior Taehyung dengan keras.

Jungkook dapat merasakan jika junior di dalam mulutnya itu sudah terasa semakin lama semakin berkedut-kedut menandakan jika sebentar lagi junior itu pasti akan menyemburkan cairannya. Dan benar saja. Selang beberapa detik kemudian, mulut Jungkook kini sudah penuh dengan cairan milik Taehyung. Jungkook menelan cairan itu seluruhnya bahkan sangkin banyaknya cairan yang keluar, cairan itu pun merembes keluar dari sudut-sudut bibir Jungkook.

Nafas Taehyung terngah-engah. Mendapat orgasme sama saja seperti berolahraga. Apalagi kini Taehyung pun juga sudah berkeringat hebat. Jungkook tersenyum setelah mengeluarkan junior Taehyung dari dalam mulutnya.

"Apa sudah cukup, hmm?" Tanya Jungkook lalu kembali memposisikan dirinya duduk di pangkuan Taehyung kembali dengan tubuh yang saling berhadapan.

"Ohhh" desah Taehyung lagi saat tanpa sengaja juniornya bergesekan dengan 'milik' Jungkook.

"Kau semakin nakal ya. Mau menggodaku, hmm?" Ujar Taehyung tak terima.

"Coba balas aku jika kau bisa!" Tantang Jungkook. Taehyung pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Dengan segera Taehyung kembali meraup bibir pink Jungkook. Kedua lengan Jungkook kini sudah melingkar indah pada leher Taehyung. Sementara kedua tangan Taehyung kini mulai meraba-raba setiap bagian tubuh Jungkook bermaksud memberikan sengatan-sengatan serta sentuhan-sentuhan kecil pada tubuh Jungkook yang sensitif.

Klek

Pengait bra yang di kenakan Jungkook pun kini sudah lepas. Entah sejak kapan Taehyung menelusupkan tangannya masuk ke dalam kaos Jungkook hingga ia bisa berhasil membuka kaitan bra Jungkook.

"Ohhh Taehhh..." desah Jungkook saat satu tangan Taehyung mulai meremas breast kanannya.

"Oohhh ahhh ahhh ahhh Taehhh..." desahan Jungkook semakin menjadi kala Taehyung tanpa henti meremas kedua breastnya dengan tempo cepat secara bergantian.

Taehyung menghentikan kegiatannya saat di rasa kaos yang masih melekat pada tubuh Jungkook sedikit menggangunya. Dengan segera ia melepaskan kaos beserta bra Jungkook dan melemparkannya ke sembarang arah.

"Ahhh ahhh ahh ahh Taetaehhh ahhh..." Jungkook semakin merasa menggila kala Taehyung tidak henti-hentinya memanjakan kedua breastnya.

Taehyung kembali meraup bibir pink Jungkook yang sudah membengkak itu tanpa menghentikan kegiatannya meremas bahkan mulai memelintir kedua nipple Jungkook bergantian.

Entah bagaimana ceritanya, kini mereka berdua sudah berada di dalam kamar mereka dengan tubuh yang sudah sama-sama naked. Kedua bibir mereka pun tak pernah lepas seolah bibir itu sudah di lem dengan sempurna.

"Hahhh hahhh hahhh..." Jungkook mulai mengambil nafas dalam-dalam saat pada akhirnya tautan bibir itu terlepas. Dadanya naik turun memompa paru-parunya agar bisa mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.

Taehyung kini mulai melebarkan kedua kaki Jungkook dan menekuk kedua lututnya. Ia tatapi 'milik' Jungkook itu dengan tatapan laparnya. Ia sudah benar-benar tidak sabar mencicipi 'milik' Jungkook yang benar-benar menggoda itu. Terlebih 'adik kecil' miliknya yang sudah kembali terbangun dari tidur sementaranya.

Pandangan Taehyung kini beralih pada wajah Jungkook. Ia mulai mengecupi setiap bagian wajah Jungkook tanpa terlewat. Semakin lama Taehyung mengecupi setiap bagian sisi tubuh Jungkook dan semakin turun ke bawah, lebih tepatnya ke area privasinya.

"Oohhh Taehhh.." desahan Jungkook kembali terdengar saat bibir Taehyung mulai mengecupi pangkal paha Jungkook.

"Ahhh Taehhhh shhh" Jungkook sudah tidak bisa menahan desahannya lagi saat bibir Taehyung mulai mengecupi bagian 'privasi'nya itu beberapa kali. Bahkan Taehyung pun mulai menjilati sekitar hole Jungkook membuat Jungkook bergerak resah akan sensai yang di dapatnya. Kedua tangannya sudah mencengkram sprai tempat tidurnya hingga sudah tak berbentuk lagi.

Benda tanpa tulang itu kini mendesak masuk ke dalam hole Jungkook membuat Jungkook hanya bisa memejamkan mata dan semakin kuat mencengkram sprai itu kuat-kuat.

"Kau menikmatinya, hmm?" Tanya Taehyung setelah puas bermain-main pada hole Jungkook.

"Apa kita langsung tuntaskan sekarang saja?" Tanya Taehyung lagi dan di balas sebuah anggukan oleh Jungkook.

"Mau aku siapkan dulu ata-"

"Langsung saja..."

"Tapi nanti akan sakit."

"Ani, aku bisa menahannya kok.." balas Jungkook pasrah.

Mendengar jawaban Jungkook seperti itu, Taehyung pun langsung mengarahkan kepala juniornya tepat di depan hole Jungkook. Sesekali ia melirik ke arah Jungkook meminta persetujuannya kembali.

Taehyung mencoba memasukkan juniornya perlahan ke dalam hole Jungkook saat mendapat anggukkan sebagai tanda persetujuan dari Jungkook. Jungkook hanya bisa memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya menahan sakit saat merasakan hole nya yang serasa disobek menjadi dua oleh sebuah benda keras. Taehyung yang melihatnya sedikit tidak tega. Meski mereka sudah beberapa kali melakukan ini, tapi biasanya Jungkook tidak pernah merasa sesakit ini sebelumnya. Mungkin karena Taehyung yang selalu mempersiapkan dahulu membuat rasa sakit itu jadi sedikit berkurang.

"Apa aku keluarkan saja? Kau sepertinya sangat kesakitan." Ujar Taehyung tak tega.

"Ani ahh cepat shh masukkan..." balas Jungkook susah payah dan mendesak Taehyung untuk segera memasukannya seluruhnya.

"Ahh.." terdengar suara kelegaan dari keduanya saat junior Taehyung sudah benar-benar tertanam seluruhnya di dalam hole sempit Jungkook.

Taehyung sengaja mendiamkannya sebentar, membiarkan Jungkook agar terbiasa dengan junior miliknya di dalam holenya itu.

"Bergeraklah.. Perlahan..." Ujar Jungkook. Mendengar itu, Taehyung pun mulai menggerakkan pinggulnya perlahan karena takut menyakiti Jungkook.

"Ohhh there! Faster Tae ahh ahhh shhh" ujar Jungkook saat junior Taehyung tepat mengenai prostatnya.

"Yehhh ahhh shh Taetae ahh ahh ahh ahh ohhh Taehhhh" racau Jungkook tidak jelas saat Taehyung lagi-lagi menusuk telak prostatnya.

Jungkook pun kini mulai menggerak-gerakkan pinggulnya berlawanan arah dengan Taehyung dan itu membuat junior Taehyung menumbuk telak dan keras pada prostatnya membuat dirinya mendapat kenikmatan yang berlebih.

"So tight ohhhh"

"There! There! Ahhh ahhh shhh ahh"

"Shit! Oohhhhh so tight ahhhh"

Kedua tubuh mereka terus bergerak dan terhentak-hentak. Bahkan tempat tidur mereka pun jadi ikut terhentak. Peluh mulai bercucuran di tubuh keduanya. Tanpa lelah mereka masih saja menggerakkan pinggul mereka tanpa henti seolah mereka sudah mendapatkan kenikmatan yang mereka cari selama ini. Hingga mereka tidak mau menyia-nyiakan kenikmatan yang mereka dapatkan sekarang.

"Ahhh I'm closehh ahhh"

"Me too shhh"

"Taetaehhhhhhh"

"Kookiehhhhhh"

Pada akhirnya mereka berdua pun sudah mencapai klimaks mereka. Jungkook jatuh terbaring di tempat tidur. Taehyung pun sama. Nafas mereka berdua pun mulai tersenggal-senggal. Peluh sudah benar-benar mengucur deras dari dahi hingga seluruh tubuh mereka. Jungkook merasakan sensasi hangat dan menggelitik di dalam perutnya saat junior Taehyung memuncratkan kembali cairannya di dalam tubuhnya.

"Lelah?" Tanya Taehyung namun di balas gelengan dari Jungkook.

"Wanna more round, baby?" Tanya Taehyung dan di balas seulas senyum dari Jungkook.

Taehyung segera membalikkan tubuh Jungkook dan membuatnya menungging ke arahnya. Taehyung pun mulai kembali menggerakkan pinggulnya mencoba kembali menumbuk telak prostat Jungkook membuat tubuh Jungkook lagi-lagi kembali terhentak-hentak. Desahan dan erangan kenikmatan pun kembali terdengar di seluruh penjuru ruangan sesaat setelah mereka kembali melanjutkan kegiatan mereka yang entah kapan akan berakhir itu.

"Ahhh ahhh ahhh Taetaehh ohhh inihh ahh nikmat ohhh"

"Ohhh ahhh so shhh tight ahhhh Kookie ahhh mmmpphh"

"There! Ohhh there! There! Ahh ahh ahh"

"Shit! You're so tight! Ahhhh mmphhh"

"Ahhh Taetae!" Pekik Jungkook saat Taehyung dengan sengaja menarik keluar juniornya dan mendorongnya kembali ke dalam beberapa detik berikutnya dengan hentakan kuat membuat junior itu sukses menumbuk telak prostat Jungkook.

"Taehh ahhh Taehh hmmpphhh" Jungkook tidak pernah bisa berhenti meracau akibat semua yang didapatnya. Kenikmatan saat junior Taehyung menumbuk-numbuk prostatnya hingga breast-breastnya yang kini kembali dimanjakan oleh kedua tangan Taehyung.

Taehyung dengan sengaja meremas-remas kembali breast montok Jungkook dengan tempo pelan hingga tempo cepat membuat Jungkook sudah tidak bisa lagi menahan desahan nikmatnya. Bahkan Taehyung kadang sesekali mulai mencubiti dan memelintir nipple-nipple itu.

"Ahhh Taehhh hmmpphhh I'm closehh ahh"

"Bersama baby..."

Taehyung semakin mempercepat pergerakan pinggulnya membuat tubuh Jungkook lagi-lagi semakin terhentak-hentak ke depan. Remasan di kedua breast Jungkook pun semakin menjadi-jadi membuat Jungkook mendapat kenikmatan double.

"Taetaehhhh ahhhhh"

"Shhhh Kookiehhhhh"

Taehyung jatuh terbaring di atas tempat tidurnya setelah dengan sukses memuncratkan kembali cairan miliknya di dalam Jungkook. Jungkook pun ikut berbaring menimpa tubuh Taehyung. Nafasnya sudah terengah-engah dan merasa lemas.

"Ahh" desah Jungkook lagi saat Taehyung dengan usil kembali meremas-remas breast Jungkook tanpa henti membuat tubuh Jungkook bergerak resah. Libido Jungkook pun jadi kembali naik.

Taehyung kembali membalikkan posisi mereka yang lagi-lagi menempatkan Jungkook berbaring di bawahnya. Kedua tangan Taehyung masih tidak henti-hentinya meremas bahkan memelintir nipple Jungkook terus menerus.

"Ahhh Taehhh hmmpphhh kulum ahhh" ujar Jungkook tanpa sadar dan segera menarik kepalanya Taehyung membuat Taehyung sedikit terkejut.

"Hmmpphhh hmmpphh ahhh Taehhh shh" desah Jungkook saat Taehyung mulai mengulum nipple kanannya yang sudah benar-benar menegang sempurna.

"Oohhh Teahhhh ahhhh yesss ahhh ohh" desah Jungkook tak beraturan.

Taehyung masih asik mengulum nipple-nipple Jungkook bergantian bahkan kedua tangannya pun masih belum berhenti dengan kegiatannya meremas breast Jungkook bahkan terkadang menekan dan memelintir nipple Jungkook membuat Jungkook meneriakan nama Taehyung berulang-ulang.

"Ohhhh Taehhh" dada Jungkook terangkat keatas karena bagian bawahnya tanpa sengaja bersentuhan kembali dengan milik Taehyung yang lagi-lagi kembali menegang.

Dengan sengaja Taehyung menggerak-gerakkan pinggulnya membuat miliknya sendiri bersentuhan dengan milik Jungkook membuat Jungkook semakin frustasi dengan semua yang didapatnya.

"You're wet, Kook.."

"I know it! Ahhh Taehhh I wanna ahh"

"What do you want? Ohh"

"I want that shit stupid jerk in my hole gain! Ahhh" erang Jungkook.

"If you want it, you must work alone, okay?"

"Okay!"

Taehyung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia rentangkan tangannya ke kanan dan kiri. Jungkook kini duduk di atas perut Taehyung. Terlihat raut wajah Jungkook yang sudah tidak sabar. Taehyung yang mengerti arti tatapan mata itu hanya tertawa saja.

"Okay, you can start it now. But I won't help you. You want it, you must work it." Ujar Taehyung.

Mendengar apa yang diucapkan oleh Taehyung, Jungkook hanya membalasnya dengan anggukan kepala. Setelahnya ia perlahan-lahan mulai meraba bagian bawah Taehyung. Ia sudah tidak sabar ingin merasakan kembali junior big size Taehyung di dalam lubangnya. Jangan anggap Jungkook itu pervert. Salahkan saja Taehyung yang sedaritadi sudah menaikkan kembali libido dan hasrat bercintanya kembali.

Dengan perlahan, Jungkook memasukkan batang junior itu kembali ke dalam lubang sempitnya. Matanya terpejam menahan rasa sakit saat junior itu mencoba masuk dan merobek kembali lubangnya. Taehyung hanya diam memandangi wajah Jungkook yang menurutnya sangat seksi itu.

"Ahhhh" Jungkook dan Taehyung mengeluarkan desahan mereka bersama saat junior itu sudah benar tertanam di dalam hole Jungkook sepenuhnya.

"Oohhhh oohhh hmmpphhh inihh ahh"

"Shhh Kookiehh you're soo ahhhh"

"Taehhh ahhh ini nikmat ohhh"

Jungkook mencoba menaik turunkan tubuhnya membuat junior Taehyung terasa seperti menumbuk prostatnya. Berawal dari gerakan pelan hingga semakin lama Jungkook semakin menambah tempo gerakannya membuat tubuhnya beserta Taehyung terhentak-hentak. Bahkan tempat tidur mereka kembali menimbulkan bunyi decitan yang cukup keras.

"Oohhh Taehhh I'm closehh ahhh"

Jungkook semakin mempercepat gerakannya karena ia merasa ia sudah hampir klimaks. Taehyung yang mengerti pun ikut menggerakkan pinggulnya naik turun sedikit mengikuti gerakan Jungkook. Ia merasa juniornya juga sudah mulai sedikit berkedut-kedut di dalam sana seperti siap memuntahkan cairannya kembali ke dalam Jungkook.

"Ahhh Taehhhh"

"Kookiehhh shh"

Akhirnya keduanya pun mencapai klimaks untuk yang ke sekian kalinya. Jungkook terbaring di atas tubuh Taehyung. Nafasnya terengah-engah di sertai dengan rasa hangat yang menjalar di setiap bagian tubuhnya mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.

"Kau lelah? Tidurlah.." ujar Taehyung lembut.

"Ahhh" erang Jungkook ke sakitan saat Taehyung tiba-tiba langsung menarik keluar junior nya yang tanpa Jungkook sadari masih tertanam di dalam hole nya.

"Mianhae.." ujar Taehyung meminta maaf. Jungkook pun hanya mengangguk dan memposisikan dirinya terbaring di samping Taehyung.

Taehyung sedikit memiringkan tubuhnya kekiri agar bisa berhadapan dengan Jungkook. Kedua mata mereka saling menatap tanpa ada satu di antara mereka yang berbicara. Mereka hanya saling diam memandangi wajah satu sama lain.

"Saranghae, Kook... Jeongmal saranghae..." ujar Taehyung lalu mengecup kening Jungkook dengan cukup lama.

"Nado jeongmal saranghae, Taetae..." balas Jungkook sambil tersenyum.

"Tidurlah... Aku tau kau lelah.." Taehyung menarik sebuah selimut untuk menutupi kedua tubuh polos mereka.

"Kau juga lelah, Tae.." ujar Jungkook lalu memeluk tubuh Taehyung dan membenamkan kepalanya pada dada bidang Taehyung.

"Tidurlah..." Taehyung mengelus punggung Jungkook dengan lembut dan perlahan.

"Have a nice dream, Kook..." ujar Taehyung sebelum memejamkan matanya dan tertidur bersama Jungkook di dalam pelukannya.

.

.

TBC/END?

.

.

.

Haii aku kembali! Uyeahhh... Mian udah lama aku gak balik" lagi yah karena yaaa aku lagi banyak kesibukan jadi tidak memiliki waktu banyak untuk nulis FF dan akupun sedih karena itu. Jujur sampe sekarang pun aku lagi masih bener-bener sibuk tapi sedikit-sedikit coba luangkan waktu untuk nulis FF dan taraaaa jadi deh SEQUEL ini! Hahaha... Mian kalo di seq ini masih banyak banget kekurangannya :(

Oh ya dan untuk FF lainnya masih tetep dilanjutin kok.. Tapi mian gk bisa fast update yahh aku minta maaf yang sebesar-besarnya gak bisa fast :( padahal aku juga pengen nuntasin semuanya dan buat FF baru karena jujur lagi banyak ide-ide baru yang muncul di kepala tapi masih belum terealisasikan karena kesibukan dan banyaknya FF yang masih terabaikan fiuhh~

Btw, thanks untuk dukungan para readers dan reviews para readers di FF Mine is Yours. Sungguh gak pernah nyangka dapet banyak respon positif dari kalian yang selalu buat aku semangat untuk terus nulis FF. Gomawo gomawo gomawoyo~ :)

Dan 1 lagi hal yang mau aku tanyain. Apa perlu sequel lagi untuk FF ini? Hahaha

Okelah cukup basa basinya karena sungguh aku udah gak punya banyak waktu luang lagi :( oh ya mian gak bisa balas review kalian satu-satu ya readers tapi sungguh udah aku baca semua kok reviewannya hehe thanks untuk segala supportnya dan commentnya juga! Akhir kata, bye.. Sampai jumpa lain waktu^^