Mine Always Mine II

(Seq. Mine is Yours)

Title : Mine Always Mine (Sequel Mine is Yours) Chap II

Writer : MrsDoubleV

Rated : M

Genre : Romance, Family

Main Casts : Jeon Jungkook, Kim Taehyung

Other Casts : Kim Seokjin, Min Yoongi, Choi Junhong, Moon Jongup, Mr and Mrs Kim, Mr and Mrs Jeon

Semua cast milik Tuhan, para orang tua dan diri mereka masing-masing serta Big Hit ent. Saya hanya meminjam mereka disini.

Warning : GS (Gender Switch), OOC, typo(s), bahasa non baku dan bahasa asing tidak sesuai grammar, NC inside

Ide, alur cerita semua milik saya so DON'T BE A PLAGIATOR! Tinggalkan jejak setelah membaca..

.

.

.

MrsDoubleV

.

.

.

Gaun? Cincin? Lalu apa lagi yang dibutuhkan untuk sebuah pernikahan? Sebenarnya kedua benda itu bukanlah hal yang paling penting di dalam sebuah pernikahan. Hal terpenting adalah rasa cinta di antara kedua pengantin. Itulah yang paling di butuhkan dan harus ada di dalam suatu ikatan yang bernama pernikahan.

Jeon Jungkook, atau mungkin sebentar lagi akan menjadi Kim Jungkook, sedang berada di dalam sebuah bridal. Bridal? Ya, ia datang untuk mencari sebuah gaun. Bukan gaun biasa tentunya, namun sebuah gaun yang akan ia kenakan di dalam pernikahannya. Catat! PERNIKAHANNYA!

Bersama dengan Jin yang berinisiatif ingin menemaninya, ia sedang melihat-lihat beberapa gaun yang terpajang di manekin di dalam bridal itu. Ada banyak warna dan juga model yang tentu saja sangat cantik membuat Jungkook sedikit kebingungan.

"Itu gaun koleksi terbaru kami, Nona. Nona bisa mencobanya jika nona mau." Ujar seorang pekerja di dalam bridal itu saat Jungkook memandang sebuah gaun berwarna putih gading tanpa lengan dengan bagian dada yang jatuh membuat kesan seksi namun juga anggun dengan ekor belakang gaun yang panjang.

"Kami juga memiliki beberapa koleksi terbaru. Seperti gaun ini." Pekerja itu juga memperlihatkan salah satu koleksi gaun terbaru di bridal itu.

Kali ini gaun dengan warna cream berbahan sutra dengan banyak pita yang menutupi area sekitar dada dengan panjang gaun hanya sebatas lutut membuat siapapun yang memakainya akan nampak sangat imut.

"Jika Nona ingin gaun yang berkesan elegan, Nona bisa mencoba gaun ini." Pekerja itu kemudian menunjukkan koleksi gaun lainnya kepada Jungkook.

Kini gaun berwarna putih tulang yang sangat cantik berlengan pendek dengan banyak payet di bagian depan gaun sementara di bagian belakangnya hanya terlapisi dengan kain tipis yang mampu memperlihatkan punggung sang pengantin wanita. Gaun itu pun tidak terlalu panjang membuat siapapun yang memakainya terasa nyaman.

"Anda bisa mencoba ketiganya, Nona." Ujar pekerja itu kepada Jungkook. Jungkook melirik ke arah Jin yang sedang duduk di kursi yang tidak jauh dari tempatnya berdiri kini.

"Coba saja.. Nanti akan aku bantu memilih yang paling cocok denganmu, Kook." Ujar Jin meyakinkan. Mendengar hal itu, Jungkook pun berjalan menuju ke ruang ganti untuk mencoba ketiga gaun cantik itu.

Srekk

Tirai berwarna merah itu terbuka menampilkan sosok Jungkook dengan balutan gaun berwarna putih gading yang sangat cantik dan pas pada tubuhnya. Jin di buat kagum dengan kecantikan Jungkook.

"Eotteokhae?" Tanya Jungkook sedikit malu. Ia ingin mendengar pendapat Jin tentang gaunnya ini.

"Bagus. Kau terlihat sangat cantik, Kook." Puji Jin yang membuat Jungkook nampak merona.

"Aigoo aigoo lihat wajahmu memerah, Kook. Kau masih saja malu mendengar pujian. Padahal Taetae sendiri sering memujimu." Ujar Jin sedikit bercanda.

Jungkook pun kembali mencoba gaun-gaun lainnya. Dan semua gaun yang di coba terlihat sangat pas dan cocok untuk Jungkook membuat Jin dan Jungkook sendiri kebingungan untuk memilihnya. Setelah berpikir dan berdebat cukup lama, akhirnya Jungkook sudah memutuskan satu gaun yang akan di kenakannya pada pernikahannya nanti.

...

"Eonnie... Apa eonnie lelah?" Tanya Jungkook pada Jin yang berjalan di sampingnya saat mereka berdua keluar bersama dari bridal.

"Aniya.. Nan gwenchana.. Tak perlu khawatir." Balas Jin sambil tersenyum.

"Jika eonnie lelah, eonnie bilang padaku. Yoon oppa kan sudah berpesan padaku agar tidak membuat eonnie kelelahan. Oppa sangat mengkhawatirkanmu dan aegi kalian, eonnie." Ujar Jungkook yang hanya di balas senyuman dari Jungkook.

Saat ini, Jin memang sedang mengandung. Perutnya memang masih belum terlihat begitu membesar karena usia kandungannya baru berusia 24 minggu. Usia yang cukup rawan bagi seorang ibu hamil. Karena khawatir dengan keadaan istri dan calon bayinya, Yoongi memang menitipkan banyak pesan kepada Jungkook. Membuat Jungkook jadi seperti memiliki tanggung jawab besar di bahunya.

Awalnya Jungkook memang tidak berniat mengajak Jin untuk menemaninya ke bridal untuk mencari gaun, mengingat yeoja itu memang sedang mengandung. Namun Jin bersikeras ingin menemani Jungkook untuk pergi mencari gaun membuat Yoongi pun menyerah dan mengijinkan sang istri untuk pergi bersama dengan Jungkook.

"Kookie... Ayo makan tteokbeokki." Ajak Jin.

Lagi. Inilah kebiasaan Jin yang baru di saat mengandung seperti ini. Mengidam. Dan kali ini ia ingin memakan makanan yang bernama tteokbeoki atau kue beras dengan kuah pedas yang biasa di jual di banyak tempat. Tidak sulit untuk menemukan makanan ini. Mulai dari pedagang di pinggir jalan, kedai kecil bahkan restaurant juga sering menyediakan makanan ini.

"Baiklah. Tapi berjanji jangan makan terlalu banyak ya, eonnie. Aku tidak mau eonnie sakit perut lagi seperti waktu itu." Pesan Jungkook pada Jin.

Ya, dulu Jin memang sempat mengalami sakit perut yang sangat dahsyat sehabis melahap beberapa porsi tteokbeoki. Ia beralasan jika sang aegi yang memintanya sehingga ia jadi banyak menghabiskam porsi tteokbeoki. Padahal lambungnya tidak bisa mentolerir makanan yang terlalu pedas. Akibatnya hingga 2 hari ia di rawat di rumah sakit.

...

Jungkook dan Jin kini sudah sampai di sebuah kedai tteokbeoki yang letaknya tidak terlalu jauh dari letak bridal tadi. Hanya memakan waktu 3 menit berjalan kaki saja mereka sudah sampai di kedai yang terlihat ramai itu.

Dua porsi tteokbeoki kini sudah ada di hadapan Jungkook dan juga Jin. Mereka melahap tteokbeoki itu dengan nikmat. Terlebih Jin yang terlihat sangat menikmati tteokbeoki tersebut. Bahkan dalam waktu 5 menit saja piring tteokbeoki miliknya sudah habis. Hanya tersisa kuah pedas tteokbeokinya saja. Sementara tteok nya sendiri sudah habis di lahapnya.

Jungkook hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja melihat ibu hamil itu yang sepertinya hendak memesan seporsi tteokbeoki lagi. Sedangkan tteokbeoki dirinya sendiri saya masih tersisa setengah.

"Eonnie, ingat. Ini porsi terakhir ya.." ujar Jungkook mengingatkan saat seorang pelayan mengantarkan seporsi tteokbeoki pesanan Jin.

"Ne, ne kali ini adalah yang terakhir." Balas Jin lalu melahap porsi baru tteokbeoki itu lagi.

Jungkook sudah menghabiskan seporsi tteokbeokinya begitupula dengan Jin yang sudah menghabiskan 2 porsi tteokbeokinya. Setelah membayar semua pesanan mereka, mereka pun keluar dari dalam kedai. Hari sudah me jelang sore dan sudah waktunya untuk pulang.

...

Di depan kedai, terlihat ada sebuah mobil sedan berwarna biru berhenti tepat di hadapan mereka tepat saat mereka keluar dari kedai. Itu adalah mobil milik Yoongi. Yoongi bermaksud menjemput sang istri, Jin sehabis pulang dari kantornya.

"Kookie kau yakin tidak mau kami antar?" Tanya Jin pada Jungkook.

"Ani. Aku akan mencari taksi saja. Lagipula kita kan tidak searah, eonnie. Aku tidak mau merepotkan kalian." Tolak Jungkook.

"Aigoo sama sekali tidak merepotkan. Masuklah." Tawar Yoongi dari balik kemudi.

"Aniya, oppa. Tidak perlu. Aku bisa naik taksi." Tolak Jungkook lagi. Yoongi hanya bisa menghela nafasnya.

"Baiklah kalau begitu kami pulang ya. Hati-hati." Ujar Jin sambil masuk ke dalam mobil Yoongi.

"Ne, eonnie. Kalian juga hati-hati ya. Oppa jangan mengebut!" Balas Jungkook.

Akhirnya mobil sedan berwarna biru itu pun sudah melaju dari hadapan Jungkook. Jungkook masih berdiri di tepi jalan bermaksud untuk menunggu taksi yang lewat. Namun sudah hampir 15 menit ia menunggu, tak ada taksi yang lewat. Jika pun ada, sudah ada penumpang lain di dalamnya.

"Ini sudah terlalu sore. Dan sebentar lagi akan gelap. Hahh..." keluh Jungkook melihat langit semakin lama semakin berubah warna dari orange mulai berubah menghitam.

"Baiklah. Naik bis saja." Putus Jungkook akhirnya.

Jungkook melangkahkan kakinya untuk menuju ke halte yang untung saja jaraknya tidak jauh. Halte itu hanya berjarak 200m dari tempatnya berdiri tadi.

Grebb

Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik tangan kirinya dari belakang membuat ia terkejut akibat tarikan itu. Jungkook pun sedikit panik dan ketakutan. Ia berpikiran jika ada orang jahat yang berniat untuk mengganggunya. Namun saat ia berbalik, ia menemukan seorang namja yang sangat di kenalnya sedang tersenyum hangat padanya.

"Aigoo Taetae kau mengejutkanku.." ujar Jungkook sedikit cemberut.

"Aku sudah memanggilmu tadi. Tapi kau tidak menoleh juga. Jadi mau tidak mau aku menghampirimu." Balas Taehyung sambil menautkan kedua tangan mereka dan segera berjalan menuju ke tempatnya memarkirkan mobilnya.

"Jinjjayo?"

"Hahaha aniya.. Sebenarnya aku melihatmu jalan sendirian saat aku pulang. Dan aku tidak akan mungkin membiarkanmu pulang sendiri. Jadi aku menghampirimu." Jelas Taehyung sambil membukakan pintu mobil untuk Jungkook.

"Tapi aku kan bisa naik taksi atau bis, Taetae." Balas Jungkook saat Taehyung sudah duduk di kursi kemudinya.

"Jadi kau tidak senang aku mengantarmu pulang, begitu? Kita kan sudah lama tidak bertemu." Ujar Taehyung sedikit kecewa.

"Ani.. Bukan begitu hanya saja..."

"Hahahaha aku hanya bercanda. Sejak kita di putuskan tidak boleh tinggal satu apartment untuk sementara, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak, kau tahu?" Ujar Taehyung.

Ya selama beberapa minggu ini Jungkook dan Taehyung memang tinggal terpisah. Bukan karena mereka sedang ada masalah namun mereka memang sengaja di pisahkan selama menjelang pernikahan mereka atau yang lebih di kenal dengan istilah pingit. Jungkook tinggal di rumah lamanya sementara Taehyung tetap tinggal di apartment mereka.

Seharusnya, jika kedua calon pengantin itu di pingit, mereka di larang untuk bertemu satu sama lain. Namun karena rasa rindu sudah sangat membuncah membuat mereka pun diam-diam menyempatkan diri untuk bertemu seperti ini. Mengantar Jungkook sebenarnya hanyalah alasan Taehyung sendiri agar ia bisa bertemu dan melepas rindu dengan calon istrinya itu.

"Hmm apa kau lapar?" Tanya Taehyung.

"Ani. Aku kan baru saja makan tteokbeoki dengan Jin eonnie. Apa kau sendiri lapar?"

"Ne, sangat. Temani aku makan, ne?"

"Ne, ne aku akan menemanimu.." balas Jungkook membuat Taehyung tersenyum mendengarnya.

...

Kini mobil sedan hitam itu sudah terparkir manis di depan sebuah restaurant Eropa yang terlihat cukup ramai oleh pengunjung. Jungkook dan Taehyung berjalan masuk ke dalam restaurant itu dan di sambut baik oleh salah satu pelayan.

"Selamat sore. Selamat datang di Ed La Restaurant." Ujar pelayan itu sambil membukakan pintu kayu untuk Jungkook dan Taehyung.

Jungkook dan Taehyung pun duduk di kursi kosong yang terletak tidak jauh dari pintu masuk, tepatnya di dekat jendela. Taehyung dan Jungkook pun mulai sibuk memilih-milih menu yang ada.

Dan pada akhirnya sepiring Chicken Breast With Lemon Sauce serta 2 Caramel Latte menjadi menu pilihan mereka. Sambil menunggu makanan pesanan mereka datang, mereka berdua pun mulai membuka suara.

"Lalu bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan gaunnya?" Tanya Taehyung yang diangguki oleh Jungkook.

"Ne. Aku sudah mendapatkannya. Ini berkat Jin eonnie. Jika Jin eonnie tidak membantuku untuk memilih, mungkin sampai sekarang aku belum menemukan gaunnya." Ujar Jungkook.

Waktu pernikahan mereka sudah bisa terhitung dengan jari. 2 minggu lagi pernikahan mereka pun sudah akan di gelar. Selama beberapa minggu kebelakang, Jungkook memang di sibukkan dengan hal-hal lain seputar pernikahannya hingga melupakan salah satu hal terpenting, yaitu gaun pernikahan. Sementara Taehyung sendiri jauh lebih santai karena menyerahkan segala urusan pernikahan mereka kepada Jungkook. Dan ia sendiri lebih di sibukkan dengan tugas-tugasnya di perusahaan yang semakin hari semakin bertambah banyak.

"Hahh tidak terasa waktu berjalan sangat cepat. Bahkan sebentar lagi kita akan resmi menikah." Ujar Taehyung yang di setujui Jungkook.

"Padahal aku masih mengingat dengan jelas waktu itu saat abeonim dan eommonim menyuruhmu untuk segera menikahiku, kau bersih keras belum mau menikah. Tapi selang beberapa waktu kau sendiri tiba-tiba langsung menyematkan cincin di jari manisku dan melamarku. Aku sungguh tidak pernah menyangkanya." Ujar Jungkook sedikit menyindir Taehyung.

"Apa kau tahu?" Taehyung meraih satu tangan Jungkook dan menggenggamnya erat. Kedua matanya pun menatap lurus pada mata bulat Jungkook.

"Pada waktu itu, saat dimana aku masih belum memutuskan untuk menikahimu, aku masih memiliki sedikit keraguan pada diriku. Kau tahu? Aku selalu berpikir jika aku masih belum bisa memberikan apa yang di sebut dengan 'kebahagiaan' untukmu. Namun semakin lama aku sadar. Setiap kali, setiap melihat kau tersenyum padaku, entah darimana kepercayaan diri itu pun semakin lama semakin tumbuh dan memantapkan diriku jika aku memang pantas untukmu. Hingga pada akhirnya aku bisa sampai melamarmu dan memintamu untuk menjadi istriku." Jelas Taehyung membuat Jungkook terenyuh. Ia tahu jika saat ini Taehyung memang sedang mengutarakan kebenaran. Semuanya terlihat dari tatapan mata Taehyung sendiri.

"Dan aku masih ingat dengan jelas bagaimana caramu melamarku. Tidak romantis tapi itu sangat berkesan untukku." Ujar Jungkook setengah tertawa.

"Ne, aku akui aku memang bukan orang yang romantis. Namun seperti yang kau bilang. Aku ingin membuatmu terkesan dengan caraku." Balas Taehyung mencoba membela diri.

"Dengan cara melamarku di depan kedua orang tuaku langsung? Itu memang sangat berkesan bahkan aku masih tidak percaya hingga sekarang. Pergi ke Paris dan menemui kedua orang tuaku untuk meminta ijin menikahiku itu adalah cara yang manly." Puji Jungkook. Taehyung hanya tersenyum saat mengingatnya saat dimana ia berbicara langsung sendiri dengan kedua orang tua Jungkook untuk meminta ijin menikahi Jungkook.

Pada akhirnya pembicaraan itu pun berakhir tepat saat makanan pesanan mereka datang. Sepiring Chicken Breast With Lemon Sauce sudah berada di hadapannya. Taehyung pun segera melahap makanannya karena ia sudah tidak dapat menolerir lagi rasa laparnya.

"Pelan-pelan saja, makannya. Lihat caramu makan. Seperti anak kecil. Berantakan." Ujar Jungkook sambil menghapus noda sauce di sudut bibir Taehyung dengan tissue.

"Aaa~"

"Ne?"

"Buka mulutmu. Aa~"

"Aniya. Aku sudah makan tadi. Kau makanlah." Tolak Jungkook.

"Aku tidak suka penolakan. Sekarang buka mulutmu. Aa~"

Jungkookpun pada akhirnya membuka mulutnya membiarkan Taehyung menyuapkan sepotong ayam untuk dirinya. Taehyung pun tersenyum puas saat Jungkook menuruti perkataannya.

"Makan sendirian itu tidak menyenangkan." Ujar Taehyung lalu menyuapkan kembali makanannya.

...

Selesai menghabiskan dan membayar seluruh makanannya, Jungkook dan Taehyung pun segera keluar dari dalam restaurant itu. Sesungguhnya mereka ingin menghabiskan banyak waktu berdua di dalam restaurant itu. Namun sebuah telepon dari eomma Jungkook membuat mereka harus segera pulang. Taehyung pun melajukan mobil sedannya ke kediaman keluarga Jeon.

Tak perlu memakan waktu lama, pada akhirnya mobil yang di kendarai Taehyung pun sudah berhenti tepat di kediaman keluarga Jeon yang terlihat sangat besar dan megah. Pagar besi tinggi yang ada di depan rumah bernuansa serba putih itu terlihat sangat kokoh.

"Apa kau ingin mampir dulu?" Tanya Jungkook.

"Ingin. Tapi sepertinya Nyonya Jeon yang tidak akan mengijinkan. Kau lupa? Kita kan sedang di pingit, Kookie.." balas Taehyung gemas sambil mencubit pelan ujung hidung Jungkook dengan gemas.

"Aigoo aku lupa hehehe... Baiklah kalau begitu aku turun sekarang. Hati-hati ya..." baru saja Jungkook berniat membuka pintu mobil. Namun tangan kirinya sudah di tarik lebih dahulu oleh Taehyung. Dan Cup satu kecupan Jungkook dapatkan di bibirnya.

"Masuklah ke dalam." Ujar Taehyung setelahnya. Dengan wajah sedikit memerah Jungkook pun turun dari mobil Taehyung.

Tepat di saat Jungkook masuk ke dalam rumahnya, mobil Taehyung pun melaju meninggalkan kediaman keluarga Jeon untuk segera kembali ke apartment mengingat hari sudah semakin malam dan ia sudah merasa lelah setelah seharian bekerja di kantornya.

...

Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba. Hari dimana Taehyung dan Jungkook akan mengikrarkan janji suci mereka di depan altar yang akan menandakan jika mereka akan resmi menjadi suami-istri. Jungkook menatap dirinya pada cermin yang ada di hadapannya. Sesekali ia pun menghela nafas panjang karena merasa gugup. Ya, hari ini adalah hari yang sangat menegangkan tentunya baginya.

"Pada akhirnya kau juga merasakan kan bagaimana gugupnya aku saat pernikahanku waktu itu." Ujar Jin saat memasuki ruangan tunggu Jungkook, sang pengantin wanita yang terlihat sepi tanpa ada orang lain selain Jungkook sendiri.

"Ne, eonnie. Akhirnya aku tahu mengapa saat itu kau terlihat sangat gugup, eonnie." Balas Jungkook merendah.

"Karena itu juga aku datang kemari untuk menyemangatimu. Semua pasti akan berjalan dengan lancar. Kau tidak perlu khawatir." Ujar Jin menenangkan Jungkook yang mulai mengalami kegugupan.

Tok Tok

Cklek

"Sudah waktunya kau keluar, Kookie." Ujar seorang namja paruh baya, Tuan Jeon, appa Jungkook dari balik pintu.

"Kajja aku bantu." Ujar Jin sambil membantu mengangkat ekor gaun Jungkook yang panjang.

...

Dentingan piano pun mulai terdengar memenuhi seluruh ruangan gereja tempat dimana Jungkook dan Taehyung akan mengikrarkan janji pernikahan mereka. Dengan sebuket bunga mawar di tangan dan rangkulan pada lengan sang appa, Jungkook siap memasuki aula gereja.

Dengan perlahan, Jungkook berjalan menuju ke arah altar tempat dimana Taehyung sudah menunggunya lengkap dengan jas berwarna putih yang membuatnya semakin tampan. Seluruh tatapan para tamu pun tertuju padanya dan semua nampak sangat terpesona oleh kecantikan Jungkook.

Hingga sampai di depan altar, tepatnya di depan pastor, Jungkook sudah tidak bisa menyembunyikan lagi kegugupannya. Taehyung yang mengerti jika Jungkook sangat gugup pun berusaha menenangkannya dengan cara menggenggam satu tangan Jungkook dan memberikan senyum terbaiknya untuk Jungkook.

Pastor pun mulai memberikan nasihat kepada kedua calon pengantin hingga kata 'saya bersedia' keluar dari kedua mulut pembelai yang menandakan jika mereka kini sudah resmi sebagai pasangan suami-istri.

Riuh tepuk tangan pun menggema ke seluruh aula gereja. Tangis haru pun terlihat dari eomma kedua mempelai saat melihat kedua anak tunggal mereka kini sudah resmi sebagai suami-istri. Senyum pun tak lepas dari wajah kedua pengantin. Kelegaan pun mencuat dari keduanya.

Tepuk tangan dan sorakan pun semakin riuh terdengar disaat kedua mempelai mempertemukan bibir keduanya dalam suatu ciuman lembut dan sangat lama. Kedua mempelai nampak sangat bahagia.

"Chukkae, Kookie... Taetae.. Akhirnya kalian sudah resmi menjadi suami-istri." Ujar Jin lengkap dengan senyum cerianya.

"Gomawo, eonnie..." Balas Jungkook sambil memeluk tubuh Jin dengan cukup erat.

"Chukkae, Tae-ah. Chukkae Jungie..." ujar Yoongi sambil menjabat tangan kedua mempelai.

"Gomawo.. Chukkae juga untuk aegya kalian.. Aku belum mengucapkannya secara langsung kepada kalian." Balas Taehyung.

"Cheonma.."

"Kajja kita foto bersama dulu." Ajak Jungkook.

...

Jarum pendek jam dinding itu sudah berada di angka 3 yang menandakan kini sudah jam 3 sore, 3 jam sebelum pesta resepsi pernikahan mereka. Jungkook dan Taehyung kini sudah berada di dalam sebuah kamar hotel yang mereka sewa. Jungkook sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan sebuah baju santai yang memang sudah ia siapkan sebelumnya. Ia sudah mengganti gaunnya karena gaunnya cukup menyusahkannya untuk berbaring. Ia merasa sedikit lelah terlebih heels setinggi 12cm nya cukup menyiksa dirinya berdiri terlalu lama menyambut tamu di aula gereja tadi.

"Kau tidak lelah?" Tanya Jungkook pada Taehyung yang sedang berdiri menghadap ke jendela di dalam kamar itu. Jas putihnya sudah ia tanggalkan. Kedua lengan kemeja putih panjangnya sudah ia gulungkan sebatas siku. Dasi kupu-kupu hitam yang di kenakannya tadi sudah di lepas dan kedua kancing kemeja atasnya sudah ia buka. Ia merasa cukup gerah.

"Ani. Kau tidurlah. Aku tahu kau pasti sangat lelah." Balas Taehyung.

Tak puas dengan jawaban Taehyung, Jungkook pun bangkit dari posisi berbaringnya dan berjalan menghampiri Taehyung yang masih berdiri menghadap ke jendela dan memeluk pinggang Taehyung dari belakang.

"Wae? Bukankah kau bilang kau lelah? Istirahatlah dulu." Ujar Taehyung sambil membalikkan tubuhnya menjadi berhadapan dengan Jungkook.

"Aku tidak mau istirahat jika kau juga tidak istirahat." Balas Jungkook sambil mempoutkan bibirnya.

"Aigoo.. Baiklah-baiklah. Kita istirahat bersama. Kajja!" Taehyung pun langsung menautkan kedua tangan mereka bermaksud untuk bersama-sama menuju tempat tidur. Namun sepertinya Jungkook menahan Taehyung membuat Taehyung jadi bingung.

"Wae? Bukankah kau ingin kita sama-sama istirahat?"

"Gendong..." rengek Jungkook manja membuat Taehyung hanya terkekeh saja mendengarnya.

Pada akhirnya Taehyung pun menggendong Jungkook dengan gaya bridal style hingga ke tempat tidur. Taehyung membaringkan tubuh Jungkook perlahan diikuti membaringkan tubuhnya sendiri di samping tubuh Jungkook. Keduanya masih sama-sama terdiam dengan mata saling menatap satu sama lain.

"Wae? Kenapa menatapku begitu?" Tanya Jungkook penasaran.

"Ani. Kajja tidurlah." Balas Taehyung sambil memejamkan matanya. Melihat hal itu, Jungkook pun ikut memejamkan matanya.

Detik berikutnya Taehyung kembali membuka matanya dan tersenyum menatap Jungkook yang sedang mencoba untuk tertidur. Taehyung memperhatikan lekat-lekat wajah sang istrinya.

-Terima kasih Tuhan. Kau telah memberikan malaikat cantik ini sebagai pendamping hidupku. Aku berjanji aku akan memberikan semua kebahagiaan untuknya. Jangan buat kesedihan mengisi hari-harinya. Jagalah kami berdua selalu dalam lindunganMu.- batin Taehyung.

...

Dengan sebuah kemeja putih dan jas hitam, Taehyung telah siap menuju ke pesta resepsi pernikahannya. Begitupula dengan Jungkook yang terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna soft pink melekat di tubuhnya. Gaun itu membentuk indah tubuh Jungkook dan mengekspos punggung putih mulus Jungkook menambah kesan seksi namun anggun baginya.

Pasangan pengantin baru ini pun sama-sama turun menuju ke taman hotel tempat pesta resepsi pernikahan mereka di adakan. Taman hotel itu sudah di disain sedemikian rupa membuat taman yang indah itu menjadi lebih menakjubkan. Beberapa tamu pun sudah terlihat menghadiri pesta, begitupula Jin dan Yoongi serta Junhong dan Jongup.

"Nahh ini dia pengantinnya." Sambut Junhong dengan semangat.

"Wahh chukkae Kook, Taehyung." Sambungnya sambil menjabat tangan kedua pengantin.

"Gomawo.. Gomawo juga sudah menyempatkan datang ke pesta resepsi kami." Balas Jungkook tak kalah ceria. Ia senang Junhong datang.

"Cheonma. Lagipula kami memang sedang ingin melakukan beberapa survei disini untuk pernikahan kami." Ujar Junghong yang di angguki oleh Jongup.

"Ne? Kalian akan menikah?" Jungkook membelalakan matanya karena terkejut.

"Ne, beberapa bulan kedepan. Karena itu kami sudah disibukkan dalam persiapan pernikahan." Kini Jongup yang mulai menjelaskan.

"Wahhh chukkae..." balas Jungkook dengan sumringah.

Pesta resepsi pernikahan pun berjalan dengan lancar. Kedua pengantin pun terlihat berbaur dengan para tamu undangan. Pujian pun banyak Jungkook dan Taehyung dapatkan dari para tamu yang menyebutkan jika mereka adalah pasangan yang sangat serasi. Di pertengahan acara, pasangan pengantin itu pun mulai berdansa dan diikuti oleh para tamu. Suasana pesta itu sangat meriah dan penuh dengan kebahagiaan.

Hari semakin malam. Jam sudah menunjukkan pukul 23.00 KST sudah hampir tengah malam dan satu persatu tamu pun mulai pamit pulang. Ini sudah terlalu larut bagi mereka untuk melanjutkan pesta. Jungkook dan Taehyung sang pengantin pun nampak sudah sangat lelah. Setelah para tamu dan kerabat pulang, Jungkook dan Taehyung pun kembali ke kamar hotel mereka. Mereka memang berencana menginap semalam di hotel tersebut sebelum mereka pergi untuk bulan madu esok hari.

Untuk bulan madu, Taehyung berencana akan membawa Jungkook dan menghabiskan waktu bulan madu mereka di Bali. Bali? Taehyung sudah pernah sekali kesana dalam tujuan bisnisnya dan menurutnya Bali merupakan tempat eksotis dengan beragam pantai yang indah. Selain karena Bali memiliki pantai yang indah, Bali juga masih memiliki kebudayaan yang khas serta pemandangan alam yang menakjubkan membuat siapapun pasti ingin kesana. Jadi tak ada salahnya jika Taehyung menjadikan Bali sebagai tempat untuk menghabiskan waktu berbulan madunya bersama sang istri tercinta.

...

Drrttt drrrttt

'Yes you're my only girl neoneun naege choego.. Neoui harureul algo sipeo, neoui hansumi doego sipeo.. Yes you're my only girl neoneun naege choego

yeonghwa sogeseona isseul geotman gatdeon geu saram..'

Tidur nyenyak pasangan pengantin baru pun mulai terganggu. Taehyung yang paling merasa terganggu terlebih itu adalah ponsel miliknya yang berbunyi. Dengan mata masih setengah terpejam, Taehyung pun mengambil ponselnya yang berada di atas nakas di samping kirinya.

Pipp

"Ne, yeobeosaeyo?"

"..."

"Ne"

"..."

"Ne"

"..."

"Ne, eomma.."

"..."

"Ne, annyeong."

Taehyung pun memutuskan sambungan teleponnya dan meletakkan kembali ponselnya ke atas nakas. Ia sempat melirik jam yang ada di ponselnya yang masih menunjukkan pukul 05.00 KST. Taehyung berniat untuk tidur kembali.

"Waeyo? Kenapa eomma menelepon?" Tanya Jungkook setengah sadar kepada Taehyung.

"Eomma dan appa akan kembali ke Amerika sekarang. Ada sedikit masalah di perusahaan appa disana." Jelas Taehyung sambil memeluk tubuh Jungkook dan mencoba kembali memejamkan matanya. Masih terlalu pagi untuk dirinya bangun.

"Kembalilah tidur. Masih terlalu pagi untuk kita bangun." Sambung Taehyung saat ia merasakan gerakan dari Jungkook. Pada akhirnya Jungkook pun pasrah dan kembali ikut tertidur bersama Taehyung.

...

Jungkook mulai mengerjap-ngerjapkan matanya saat sinar matahari memaksa masuk ke matanya. Hari sudah semakin siang dan matahari sudah mulai semakin meninggi. Jungkook menolehkan kepalanya ke sebelah kiri dan tidak mendapati Taehyung berada disana.

"Kau sudah bangun? Sarapanlah dulu. Aku sudah memesankan sarapan untuk kita." Ujar Taehyung saat keluar dari dalam kamar mandi.

"Kau sudah mandi? Kenapa tidak membangunkanku?" Ujar Jungkook sedikit kesal.

"Mana mungkin aku membangunkanmu jika kau terlihat nyenyak begitu." Balas Taehyung sambil mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur, berhadapan dengan Jungkook.

"Tapi kan tetap saja aku..."

"Sudahlah.. Kajja kita sarapan!" Ajak Taehyung sambil mencubit ujung hidung Jungkook dengan gemas.

2 piring pancake with maple syrup dan 2 cangkir teh hangat menjadi menu sarapan pagi mereka berdua. Dengan obrolan ringan yang sering mereka lakukan, mereka pun mulai menikmati menu sarapan pagi mereka.

"Sudah selesai sarapan? Sekarang waktunya tuan putri untuk mandi dan bersiap-siap. Ingat kan jam 9 kita sudah harus berada di bandara, yeobo.." Ujar Taehyung sambil mencuri sebuah kecupan dari bibir Jungkook.

...

Taehyung mendorong satu troli besar berisi koper dan barang bawaan lainnya saat mereka tiba di bandara. Jungkook sungguh tidak sabar ingin segera sampai ke Bali. Ia sudah sangat mengidam-idamkan surganya para turis itu. Melihat sang istri senang, Taehyung pun merasa senang. Ia jadi tidak merasa sia-sia sudah menyiapkan semuanya.

"Jadi apa kau senang?" Tanya Taehyung saat mereka kini sedang berada di dalam ruang tunggu.

"Tentu saja. Gomawo, yeobo.." balas Jungkook malu-malu. Ia masih belum terbiasa memanggil Taehyung dengan sebutan 'yeobo'.

Ting Tong

'Kepada seluruh penumpang pesawat dengan nomor QZ567R dengan tujuan Bali, dipersilakan memasuki pesawat karena sebentar lagi pesawat akan take off. Sekali lagi..'

Mendengar panggilan itu Jungkook dan Taehyung pun mulai bersiap. Seluruh barang bawaan mereka sudah masuk ke dalam bagasi pesawat. Dengan tiket berada di tangan keduanya, mereka pun segera berjalan menuju ke dalam pesawat.

"Tuan Taehyung Kim dan Nyonya Jungkook Kim silakan duduk di kursi anda." Ujar salah seorang pramugari sambil mengarahkan Jungkook dan Taehyung ke tempat duduk mereka di dalam pesawat.

Jungkook duduk di bagian pinggir dekat jendela. Ia sangat menyukai tempat duduk seperti itu karena ia senang melihat ke arah luar jendela. Berbeda dengan Taehyung yang lebih memilih duduk di bagian dalam dan sibuk dengan majalah yang di pinjamnya dari pramugari pesawat itu.

Penerbangan yang mereka tempuh bukanlah penerbangan yang sebentar mengingat tempat yang akan mereka tuju ini cukup jauh dan memakan berjam-jam waktu penerbangan. Jungkook mulai merasa lapar mengingat jam kini sudah memasuki waktu makan siang. Taehyung pun merasakan hal yang sama membuat mereka segera memesan makanan kepada sang pramugari untuk mengisi perut mereka.

...

Dan pada akhirnya setelah menempuh berjam-jam penerbangan, pesawat yang ditumpangi oleh Jungkook dan Taehyung mendarat dengan sempurna dan selamat di bandara. Tulisan besar nama bandara di Bali, Ngurah Rai pun menarik perhatian kedua pasangan pengantin baru itu.

"Kajja setelah kita ambil barang-barang kita, kita langsung pergi ke penginapan." Ajak Taehyung.

Kedua pengantin baru itu pun kini sudah berada di dalam mobil. Taehyung sendiri yang mengendarai mobil sedan dengan kap terbuka itu membuat mereka jadi lebih leluasa melihat pemandangan indah Bali dan menikmati udara yang sangat indah di Bali. Seperti yang di bilang oleh Taehyung. Ia sudah menyiapkan segala sesuatunya selama mereka di Bali termasuk menyewa mobil, mereservasi penginapan dan lainnya.

Setelah menempuh setengah jam perjalanan, akhirnya mobil yang di kendarai Taehyung berhenti pada sebuah penginapan yang bertepatan di pinggir pantai. Penginapan itu tak terlihat ramai malah terlihat sepi dan tenang. Taehyung dan Jungkook pun turun dari mobil untuk masuk ke dalam penginapan itu.

"Kenapa disini sepi sekali?" Tanya Jungkook saat mereka sudah masuk ke dalam kamar.

"Memang. Aku memang sengaja membuat tempat ini sepi dan dikhususkan untuk kita berdua saja." Balas Taehyung.

"Mana bisa seperti itu. Jangan bilang jika kau menyewa semua tempat ini! Kau terlalu boros, Tae." Ujar Jungkook sedikit kesal.

"Aniya. Aku tidak membayar uang sewa sepeserpun. Untuk apa? Toh semua ini memang milikku." Balas Taehyung dengan entengnya. Jungkook hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya tidak percaya.

"Ne? Milikmu?"

"Dan milikmu juga, Kim Jungkook. Sekarang kau kan sudah jadi istriku. Jadi apa yang kumiliki jadi milikmu juga. Bagaimana? Kau suka tempat ini?" Ujar Taehyung sambil memeluk tubuh Jungkook dari belakang sambil melihat ke arah pantai dari balik jendela kamar.

"Tentu. Aku sangat suka. Gomawo, yeobo.." Sebagai ucapan terima kasih, Jungkook pun mengecup singkat pipi kanan Taehyung.

"Eyyy kau pikir ciuman di pipi saja cukup untuk berterima kasih?" Ujar Taehyung sambil menyembunyikan kepalanya di ceruk leher Jungkook yang sangat sensitif.

"Henti- ahhh kan Tae.." Jungkook tidak dapat menahan desahannya saat Taehyung mulai meniup-niup ceruk lehernya.

Mendengar desahan Jungkook, niat usil Taehyung pun semakin muncul. Dengan sengaja Taehyung mulai memainkan jari-jarinya di sekitar pinggang Jungkook yang tak kalah sensitif membuat Jungkook jadi semakin resah di dalam kungkungan Taehyung.

"Ahhh Taehyung.." Jungkook merasa lemas sekarang. Kedua tangannya menggenggam kedua lengan Taehyung. Ia sengaja melakukannya agar bisa menahan tubuhnya agar tetap berdiri.

"Sudah cukup main-mainnya. Nanti malam akan kita lanjutkan. Sekarang, kajja kita jalan-jalan!" Ujar Taehyung sambil menggendong tubuh Jungkook keluar dari dalam kamar.

...

Kini Taehyung dan Jungkook sedang berjalan-jalan di pinggir pantai. Dengan tangan saling bertautan, mereka berkeliling pantai dan sesekali menyapa penduduk asli maupun turis asing yang ditemuinya.

Di tepi pantai yang di lewati oleh mereka, terdapat banyak kedai makan sampai restaurant di tepi pantai. Terdapat banyak juga kedai toko souvenir khas Bali yang menarik perhatian mereka berdua, terutama Jungkook. Hasrat untuk berbelanjanya pun mulai tumbuh. Jungkook langsung menarik tangan Taehyung dan membawanya ke salah satu toko souvenir.

"Aigoo... Kau ingin berbelanja berapa banyak, Kookie?" Tanya Taehyung pada Jungkook yang tak henti-hentinya memilih barang untuk ia beli. Sudah hampir 2 jam lamanya mereka di dalam toko itu dan mungkin sudah ada sekitar 10 barang belanjaan dan Jungkook masih belum berniat untuk keluar.

"Sebentar lagi, Taetae. Lihat barang-barang disini sungguh bagus dan unik-unik." Balas Jungkook tanpa mengalihkan pandangannya dari pernak-pernik yang dipegangnya.

Taehyung pun hanya pasrah dan menunggui Jungkook hingga selesai berbelanja. Taehyung sesungguhnya sudah merasa sangat bosan berlama-lama di dalam toko itu. Namun demi menghargai sang istri, ia pun hanya diam di samping Jungkook yang sibuk memilih barang yang ingin dibelinya.

5 kantung belanjaan pun sudah berada di tangan. Setelah 2 jam menghabiskan waktu di dalam toko, akhirnya Jungkook mau juga keluar membuat Taehyung bernafas lega. Kini mereka pun kembali melanjutkan jalan-jalan mereka sampai jam sudah menunjukkan jam 6 sore yang membuat mereka harus kembali ke dalam penginapan.

Jungkook meletakkan kantung-kantung belanjaannya tadi di sudut kamar. Setelahnya ia pun langsung membaringkan diri di atas tempat tidur. Melihat kelakuan sang istri, Taehyung hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja.

"Lelah setelah belanja banyak, hmm?" Ujar Taehyung setengah menyindir.

"Jadi kau tidak senang jika aku belanja?" Balas Jungkook sedikit cemberut.

"Bukan begitu.. Hanya saja aku sebal kau acuhkan selama belanja." Balas Taehyung membuat Jungkook terdiam, merasa bersalah.

"Aigoo.. Mianhae... Sebagai permintaan maaf, bagaimana jika besok gantian aku yang akan menemanimu? Bagaimana?" Tawar Jungkook.

"Kemanapun?"

"Ne, kemanapun. Bagaimana?"

"Baiklah-baiklah.. Kajja!"

"Ne? Sekarang? Aku bilang kan besok.."

"Memang siapa yang ingin mengajakmu jalan-jalan?"

"Lalu?"

"Kajja kita mandi bersama."

"Ya! Dasar pervert!" Balas Jungkook sambil melempar bantal ke arah Taehyung.

...

Hari sudah semakin malam dan jam pun sudah menunjukkan pukul 19.30 KST. Sudah lewat jam untuk makan malam. Setelah beristirahat sejenak, Taehyung dan Jungkook pun pada akhirnya merasa sangat lapar. Setelah bersiap-siap, mereka pun keluar kamar untuk menuju ke cafe atau restaurant terdekat.

"Kau ingin makan apa Kookie?" Tanya Taehyung pada Jungkook yang terlihat sedang memilih-milih cafe yang berada tak jauh dari tempat peginapan mereka.

"Hmm aku ingin mencoba makan makanan khas Bali. Apa ya yang enak?" Tanya Jungkook pada Taehyung.

"Aku juga tidak tahu. Kajja aku juga ingin mencobanya." Balas Taehyung lalu segera menarik tangan Jungkook menuju ke sebuah restaurant khas Bali yang ada.

Taehyung dan Jungkook pun masuk ke dalam sebuah restaurant yang sangat kental dengan ciri khas Balinya. Mereka pun di sambut baik oleh pelayan disana. Taehyung dan Jungkook duduk di kursi yang terletak di luar restaurant tepatnya di tepi pantai. Angin laut pun berhembus ke arah mereka dan mereka menyukainya. Terlebih pemandangan malam di tepi pantai juga cukup menarik. Terlebih mereka juga bisa melihat beberapa aksi orang-orang yang sedang Fire Dancing di tepi pantai.

Dengan baik, pelayan di restaurant itu pun merekomendasikan banyak menu khas Bali. Taehyung dan Jungkook pun nampak serius memilih menu makanan yang ingin mereka cicipi dan mendengarkan penjelasan yang di berikan sang pelayan dengan baik. Mereka tidak ingin salah dalam memilih makanan.

"For maincourse, I recommend Bebek Betutu." Ujar pelayan itu dengan bahasa Inggris. Menyadari tamu nya kali ini adalah turis asing.

"Pardon?"

"Special menu from this restaurant is Bebek Betutu." Ujar pelayan itu lagi.

"Be-bebek? What is bebek? And Betutu?" Tanya Jungkook tidak mengerti.

"Bebek is duck. And about Betutu, Betutu is special sauce from Bali." Jelas pelayan itu penuh kesabaran. Memaklumi pertanyaan-pertanyaan dari pelanggan.

"Duck? Okay I wanna try this." Balas Jungkook.

"I wanna that too. So please give us 2 portion." Sambung Taehyung setelahnya.

"With rice or not?"

"Yes, with rice."

"And for drink?" Tanya pelayan itu lagi.

"Give me lemon tea please. Taetae?"

"Same. Give me lemon tea too." Balas Taehyung. Pelayan itu pun mencatat semua pesanan Taehyung dan Jungkook sebelum berjalan menuju ke arah dapur.

Selama menunggu makanan mereka datang, Jungkook dan Taehyung pun kembali melihat-lihat menu yang ada. Dan hampir dari semuanya mereka tidak mengerti dan tidak mengetahui jenis makanan itu. Sepertinya makanan-makanan di dalam menu itu memang benar-benar makanan khas Bali yang belum pernah mereka coba sebelumnya.

"Eomma..." ujar sebuah suara yang ditujukan ke arah Jungkook. Mendengarnya Jungkook dan Taehyung pun langsung mengalihkan perhatian mereka kepada seorang anak perempuan cantik yang usianya kira-kira baru menginjak 2tahun.

"Ne? Aigoo... Kau imut sekali.." ujar Jungkook sambil mencubit gemas pipi kanan yeoja mungil itu.

"Eomma... Eomma..." panggil yeoja mungil itu lagi. Dan panggilan itu di tujukan ke arah Jungkook. Yeoja mungil itu pun mengulurkan tangannya ke arah Jungkook untuk di gendong.

"Aigoo aku bukan eommamu. Taetae bagaimana ini?" Tanya Jungkook bingung.

"Mungkin ia terpisah dari orang tuanya. Untuk sementara waktu biarkan ia disini dulu." Balas Taehyung.

"Aigoo siapa namamu cantik, hmm?" Tanya Taehyung yang di tujukan kepada yeoja mungil itu.

"Halu." Ujar yeoja mungil itu dengan aksen cadel khas anak-anak. Mata sipit yeoja mungil itu pun mengerjap-ngerjap lucu membuat Taehyung gemas. Terlebih pipi gembilnya yang membuat Taehyung tidak tahan untuk tidak mencubitinya.

"Jadi namamu Haru? Nama yang sangat cantik. Sama sepertimu." Puji Taehyung. Mendengar pujian seperti itu, Haru -yeoja mungil- itu pun tersenyum malu-malu.

"Haru-ya.. Apa Haru sudah makan?" Tanya Jungkook dan dibalas gelengan kepala dari Haru.

"Belum? Kalau begitu nanti Haru harus makan. Setelah itu, kita akan mencari orang tuamu. Arraseo?" Ujar Jungkook yang dibalas cengiran oleh Haru.

"Dia anak yang lucu." Puji Taehyung lagi. Sambil menunggu makanan mereka datang, Taehyung dan Jungkook pun sibuk mengajak Haru untuk bercanda. Haru nampak sangat senang berada di antara keduanya.

"Excuse me, sir and ma'am." Ujar seorang turis asing lainnya.

"Yes? Can I help you?"

"Hmm is she your daughter, sir and ma'am?"

"What?"

"Sorry. I'm from Australia and I came here for search about social tourist life in Indonesia. When I see you, you look like a sweet family." Ujar turis itu.

"Thank you. But actually she isn't our daughter." Balas Taehyung.

"Ahh sorry. Actually I wanna take a picture but-"

"Take a picture?"

"Yes. Hmm can I?"

"Of course you can."

"Thank you..."

Setelah mendapat beberapa gambar, turis asing itu pun pamit sambil mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Taehyung pun di berikan selembar foto polaroid dari hasil jepretan turis asing itu. Taehyung tersenyum saat melihat hasil foto yang di berikan. Jika di lihat-lihat, mereka benar-benar nampak seperti sebuah keluarga.

"Bagaimana hasilnya? Apa bagus?" Tanya Jungkook penasaran. Taehyung pun memperlihatkan hasil foto itu.

"Wahh hasilnya bagus sekali. Aku akan menyimpannya." Balas Jungkook lalu menyimpan foto tadi di dalam tas yang dibawanya.

Tak lama, makanan yang mereka tunggu-tunggu pun telah datang. 2 porsi nasi Bebek Betutu dan 2 gelas lemon tea sudah berada di hadapan mereka. Haru mencoba meraih piring berisi nasi Bebek Betutu namun di halangi oleh Taehyung mengingat nasi itu masih panas. Ia tidak ingin tangan Haru terluka.

"Aigoo.. Apa Haru sudah sangat lapar?" Tanya Jungkook. Dengan suara khas anak kecil, Haru pun menjawab pertanyaan Jungkook dengan antusias.

"Baiklah-baiklah.." Jungkook meniup sesendok nasi sebelum menyuapkan nasi itu untuk Haru. Ia tidak ingin Haru kepanasan saat menikmati nasi itu.

Taehyung, Jungkook beserta Haru pun menikmati makan malam mereka dengan nikmat. Sesekali mereka tertawa melihat tingkah menggemaskan Haru. Anak itu terkadang bergerak-gerak tak beraturan dan menyentuh apapun yang dilihatnya mengingat anak berusia segitu memang sedang aktif-aktifnya dan masih senang untuk bermain.

Setelah selesai menyantap makanan mereka, mereka pun segera membayarnya dan berencana untuk mencari kedua orang tua Haru. Mereka yakin jika kedua orang tua Haru pastilah masih berada di dekat sana. Sehingga mereka pun memutuskan untuk berjalan di sekitar cafe dan pantai.

"Ma.. Eomma... Eomma..." teriak Haru riang. Jungkook dan Taehyung pun bingung dengan teriakan Haru tersebut.

"Itu.. Eomma.. Eomma..." jari telunjuk mungil Haru menunjuk ke satu arah, tepatnya ke arah seorang yeoja berambut hitam sebahu yang terlihat kebingungan.

"Jadi itu eomma Haru?" Tanya Jungkook yang dibalas sebuah anggukan dari Haru.

"Eomma! Eomma! Yeahh Eomma!" Teriak Haru lagi.

"Baiklah-baiklah. Kita kesana." Jungkook menggendong Haru. Dan bersama dengan Taehyung, mereka bertiga pun menghampiri yeoja itu.

"Eomma!" Panggil Haru. Yeoja itu pun segera membalikkan tubuhnya dan sangat senang saat bertemu kembali dengan Haru. Sepertinya benar yeoja itu adalah eomma dari Haru. Dilihat dari kemiripan di wajah mereka.

"Aigoo.. Haru-ya.." yeoja itu pun segera mengambil alih Haru dari gendongan Jungkook. Ia memeluk tubuh mungil Haru dengan erat seolah takut kehilangan.

"Kamsahamnida sudah menjaga putriku.. Kamsahamnida..." ujar yeoja itu sambil membungkukkan badannya ke arah Taehyung dan Jungkook.

"Ne, cheonma.." Balas Jungkook ramah.

"Sudah waktunya kita pamit. Appa sudah menunggu kita, Haru-ya. Sekali lagi, kamsahamnida... Haru-ya bilang kamsahamnida kepada ahjumma dan ahjushi." Ujar yeoja itu kepada Haru.

"Kamcahamnida..." ujar Haru. Dan setelahnya mereka pun pergi.

"Haru sangat lucu ya.." ujar Jungkook di kala melihat Haru yang sudab terlihat semakin menjauh dari pandangannya.

"Ne. Tapi akan lebih lucu aegy-aegy kita nantinya." Balas Taehyung sedikit bercanda.

"Ya!"

"Wae? Lagipula kita datang kemari memang sedang melakukan program untuk membu- auuuu.." Ucapan Taehyung terpotong setelah mendapat pukulan dari Jungkook pada lengan kanannya.

"Wae? Kenapa memukulku? Aku benar kan?"

"Ya! Diamlah!" Ujar Jungkook sambil berlalu meninggalkan Taehyung.

"Hey! Tunggu! Aku kan hanya bercanda, Kookie... Hey!" Teriak Taehyung saat Jungkook berjalan semakin jauh dari hadapannya.

...

Hari sudah semakin menjelang malam namun cafe-cafe di pinggir pantai itu malah terlihat semakin ramai. Semakin malam semakin banyak turis-turis yang datang. Jungkook dan Taehyung memang masih belum kembali ke penginapan. Mereka memang sengaja menghabiskan malam di tepi pantai.

"Hoamm.." Jungkook menutup mulutnya saat ia menguap. Melihat hal itu, Taehyung pun segera mengajak Jungkook untuk kembali ke penginapan.

"Kajja kita kembali. Kau sudah mengantuk. Kita istirahat dan besok baru kita lanjutkan jalan-jalan kita." Ajak Taehyung dan segera di angguki oleh Jungkook.

Dengan tangan saling bertautan, mereka berdua pun berjalan kembali ke penginapan. Suasana di penginapan mereka dengan di pantai sangatlah berbeda. Jika di pantai penuh hiruk pikuk turis, di penginapan malah sebaliknya. Sangat sunyi dan tenang.

Jungkook segera merebahkan tubuhnya ke tempat tidur saat mereka baru saja masuk ke dalam kamar hingga tanpa sadar dress yang di kenakannya tersingkap dan mengekspos paha putih Jungkook. Taehyung yang melihatnya pun hanya bisa menarik nafasnya.

"Kau mau menggodaku, eoh?" Ujar Taehyung sambil mencubit gemas ujung hidung Jungkook.

"Menggoda apa?" Tanya Jungkook tidak mengerti sambil mengusap hidungnya yang kini terlihat memerah.

"Berpose seperti ini. Kau ingin menggodaku, kan?" Tanya Taehyung lagi. Mendengarnya Jungkook hanya tersenyum dan menutup tubuhnya dengan selimut tebal.

"Ya! Kau pikir dengan menutupnya kau sudah selesai, begitu? Urusan kita belum selesai!"

"Mwo? Apa ya-" belum sempat Jungkook melanjutkan ucapannya, bibir Taehyung sudah membungkam bibir pinknya dengan sebuah ciuman hangat.

Taehyung semakin lama semakin menuntut di dalam ciumannya. Ia menghisap bibir atas dan bawah Jungkook secara bergantian. Jungkook pun melakukan hal yang sama sebagai balasan kepada Taehyung. Kedua tangannya sudah ia lingkarkan di tengkuk Taehyung. Sementara kedua tangan Taehyung digunakan untuk mengangkat tubuh Jungkook dan menyandarkannya pada sandaran tempat tidur yang terbuat dari kayu.

Bunyi kecipak pun terdengar. Benang-benang saliva pun tercetak di sepanjang bibir keduanya. Sementara lidah mereka sibuk saling mendorong dan membelit satu sama lain mencoba untuk saling mendominasi. Tautan bibir mereka pun pada akhirnya terlepas di saat kebutuhan oksigen ke paru-paru mereka semakin menipis. Jungkook mengambil nafas banyak-banyak, begitu juga dengan Taehyung.

Tangan Taehyung terulur untuk menghapus jejak saliva yang masih tercetak di sudut bibir Jungkook dan mencuri sebuah kecupan di bibir pink Jungkook membuat Jungkook sendiri jadi terkejut.

"Mau kita lanjutkan, hmm?" Bisik Taehyung seduktif di telinga kanan Jungkook. Dengan malu Jungkook pun menganggukkan kepalanya.

"Baiklah. Tapi aku ingin kau yang memulai. Bagaimana?" Bisik Taehyung lagi.

Mendengar ucapan Taehyung yang seperti itu, membuat Jungkook jadi malu. Karena selama ini, selama mereka melakukannya, Taehyung lah yang selalu memulai. Ia tidak tahu bagaimana ia harus memulainya untuk pertama kali. Dulu ia memang pernah melakukannya. Namun ia sudah lupa bagaimana cara untuk memulai. Melihat ekspresi kebingungan di wajah Jungkook tak membuat Taehyung menarik perkataannya tadi. Justru raut kebingungan di wajah Jungkook itulah yang membuatnya semakin gemas.

Tanpa di duga, Jungkook pun langsung menerjang tubuh Taehyung hingga Taehyung jatuh terlentang di atas tempat tidur. Jungkook mulai meraup bibir Taehyung dan mulai mengajak lidah Taehyung untuk bertarung kembali.

Kedua tangan Jungkook yang bebas pun kini mulai bermain-main di sekitar dada bidang Taehyung membuat Taehyung sendiri tidak menyangka jika Jungkook bisa menjadi semenggoda seperti ini. Sebenarnya Taehyung sudah sedikit merasa hard namun ia mencoba untuk menahannya sampai Jungkook melakukan hal yang lebih padanya.

Jari-jari lentik Jungkook kini mulai membuka satu persatu kancing kemeja yang di kenakan oleh Taehyung membuat dada bidang dan perut sixpack Taehyung menjadi terekspos secara sempurna. Dengan sigap Jungkook pun melepaskan kemeja yang di kenakan oleh Taehyung membuat Taehyung kini sudah setengah naked.

Jungkook segera melepaskan tautan bibir mereka. Ia menatap ke tubuh sempurna Taehyung, suaminya. Ia membuat ekspresi dan pose semenggoda mungkin untuk menggoda Taehyung karena Jungkook tahu saat ini Taehyung sedang berusaha untuk tetap diam. Bahkan ia pun sengaja mendudukkan dirinya di perut Taehyung.

Dengan sengaja, Jungkook pun mulai melepaskan ikatan tali dress pada kedua bahunya membuat dress yang di kenakannya pun menjadi terlepas dengan mudah. Taehyung pun hanya bisa menegak salivanya melihat tindakan Jungkook tadi.

Setelah kedua tali dress di bahu Jungkook berhasil di lepas, Jungkook pun segera menanggalkan dressnya, meninggalkan bra dan underware berwarna hitam melekat di tubuhnya. Dengan tubuh yang masih sama-sama setengah naked, Jungkook pun memulai rencananya kembali untuk menggoda Taehyung.

Jungkook memundurkan sedikit posisi duduknya hingga kini ia duduk berada di antara selangkangan Taehyung. Jungkook dapat merasakan jika sesuatu yang berada di antara selangkangan Taehyung itu pun mulai menyembul. Mendapati hal itu, Jungkook pun mulai menggoyangkan sedikit pinggulnya untuk menggesekkan 'sesuatu' itu dengan 'sesuatu' miliknya yang masih sama-sama terbungkus dengan kain.

Taehyung memejamkan matanya saat juniornya di gesekkan dengan kemaluan Jungkook. Ia katupkan bibirnya rapat-rapat agar ia tidak mengerluarkan desahan sedikitpun atau ia akan kalah.

Karena tak mendapat respon dari Taehyung, Jungkook pun menghentikan aktifitasnya. Taehyung pun kembali menatap Jungkook dengan raut bingung. Ia tidak memungkiri mungkin jika Jungkook melakukannya lebih lama, ia pasti sudah akan mencapai klimaksnya.

Mendapati caranya yang tadi gagal, Jungkook pun memulai rencana yang lain. Ia mulai menurunkan sedikit demi sedikit tali bra pada kedua bahunya. Melihat hal itu, Taehyung lagi-lagi hanya bisa menghela nafasnya.

Klekk

Jungkook pun sudah sukses melepaskan kaitan branya. Ia pun langsung melepaskan bra itu dan melemparkannya ke sembarang arah dan membuat tubuh bagian atasnya menjadi benar-benar polos, bebas dari secarik kain pun.

Dengan sengaja, Jungkook pun membungkukkan badannya membuat kedua breastnya bersentuhan langsung dengan dada bidang Taehyung. Semakin lama Jungkook semakin mendekatkan breastnya ke bagian wajah Taehyung. Taehyung pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk tidak meraup nipple pink nan menggoda milik Jungkook. Selagi Taehyung sibuk meraup dan memainkan nipplenya, kedua tangan Jungkook pun dengan usil masuk ke sela-sela celana pendek yang di kenakan Taehyung.

Dapat Jungkook rasakan jika junior Taehyung kini sudah benar-benar tegak dan berkedut-kedut saat ia mencengkram junior big size itu. Perlahan, Jungkook pun mulai menurunkan celana dan underware Taehyung dan melemparkannya lagi ke sembarang arah. Kini berkat Jungkook, Taehyung sudah benar-benar naked total.

"Ahhh Kookie" desah Taehyung akhirnya di sela-sela menghisap nipple Jungkook saat Jungkook mulai memanjakan juniornya.

Jungkook mulai mengocok junior Taehyung dengan tempo pelan. Karena juniornya sedang di manjakan, Taehyung pun jadi menunda aktifitasnya tadi meraup nipple-nipple penuh goda Jungkook. Ia hanya ingin fokus dengan kenikmatan yang diberikan oleh Jungkook.

Namun sepertinya Jungkook masih tidak puas. Ia pun menghentikan kocokannya. Taehyung pun segera menatap Jungkook dengan raut sedikit kesal. Melihat Taehyung memberenggut, Jungkook malah memasukkan junior big size Taehyung ke dalam mulutnya. Tidak bisa masuk semua memang namun mulut Jungkook terlihat sangat penuh dengan junior Taehyung.

Jungkook mulai mengulum pelan junior Taehyung persis seperti seorang anak kecil yang sedang mengulum permen lolipopnya. Taehyung yang merasa juniornya di hisappun hanya bisa memejamkan matanya.

Sebelah tangan Taehyung pun terulur ke kepala Jungkook dan menekannya sebagai tanda agar Jungkook lebih dalam mengulum juniornya. Jungkook pun menuruti permintaan Taehyung. Memasukkan junior Taehyung ke dalam mulutnya bahkan sampai ke pangkal tenggorokannya.

Semakin lama Jungkook semakin cepat mengulum junior Taehyung membuat Taehyung menjadi semakin menggila. Hingga cairan putih pun memenuhi mulut Jungkook. Bahkan ada sebagian yang keluar dari sudut bibir Jungkook. Jungkook menelan semua cairan itu tanpa menyisakan setetespun. Dada Taehyung kini naik turun. Ia ambil nafas sebanyak-banyaknya setelah tadi mencapai klimaks pertamanya.

Jungkook membaringkan tubuhnya di sebelah Taehyung. Ia tersenyum sambil menatap wajah Taehyung yang kini penuh dengan peluh. Ia ulurkan sebelah tangannya untuk menghapus peluh yang mulai mengalir di dekat mata Taehyung.

"Bagaimana? Apa sudah puas? Mau kita lanjutkan atau.."

Tanpa babibu kini Taehyung sudah merubah posisinya menjadi berada di atas Jungkook. Kedua tangannya ia gunakan sebagai penahan agar tubuhnya tidak langsung menimpa Jungkook. Taehyung mulai mendekatkan wajahnya kembali dan meraup bibir pink Jungkook yang terlihat sudah sedikit membengkak. French kiss pun terjadi kembali. Benang-benang saliva pun kembali tercetak di sekitar sudut bibir keduanya. Taehyung melepaskan tautan bibir mereka. Bibirnya kini mulai bermain-main pada ceruk-ceruk leher Jungkook. Ia mulai mencium, menggigit, menghisap dan meninggalkan beberapa tanda keunguan di sekitar leher dan dada Jungkook.

Semakin lama bibir Taehyung semakin turun hingga menuju ke sesuatu yang sudah terlihat menegang disana. Breast montok Jungkook pun tak didiamkan lama-lama oleh Taehyung. Taehyung mulai menggigit danmenghisap nipple kanan dan kiri Jungkook secara bergantian membuat Jungkook bergerak resah di dalam kungkungan Taehyung.

Selain memainkan kedua breast dan nipple Jungkook secara bergantian, kedua tangan Taehyung pun mulai bergerilya di sekitar pinggang Jungkook membuat beberapa sengatan-sengatan kecil disana membuat Jungkook semakin bergerak resah.

Kedua tangan Taehyung pun tak puas hanya bermain-main di sekitar pinggang dan perut Jungkook saja. Kini kedua tangan itupun sudah mulai memasuki area privat Jungkook. Taehyung mulai mengelus paha dalam hingga kemaluan Jungkook yang masih tertutup dengan underware hitamnya dengan perlahan. Jungkook merasa terbang di buatnya terlebih dengan semua kenikmatan pada breast dan godaan pada area privasinya.

Tak tahan hanya bermain-main saja, Taehyung pun segera membuka underware hitam Jungkook membebaskan sesuatu yang sangat menggoda itu dari helaian kain apapun. Taehyung menatap lekat-lekat ke arah hole Jungkook yang sangat menggoda. Ia sudah tidak sabar mencicipi hole menggoda itu, terlebih juniornya yang sudah benar-benar hard sekarang. Sepertinya junior miliknya sudah tidak sabar memasuki sarangnya.

Taehyung mengarahkan kepala juniornya tepat di depan hole Jungkook. Perlahan-lahan Taehyung pun mulai memasukkan ujung kepala juniornya. Jungkook sedikit meringis menahan sakit pada bagian hole nya saat suatu benda asing yang besar terasa memaksa masuk dan membelah tubuhnya.

"Ahhh shit! Kenapa sempit sekali shhh" ujar Taehyung saat mencoba memasukkan juniornya semakin dalam ke hole sempit Jungkook.

"Ahh appo.." Keluh Jungkook sampai membusungkan dadanya karena rasa sakit tak tertahan yang ia dapatkan pada holenya.

"Mianhae.. Aku sama sekali tidak bermaksud menyakitimu. Sebentar ahh lagi akan ahhh.."

"Ahhh.." pada akhirnya junior Taehyung pun sudah tertanam dengan sempurna di dalam hole Jungkook.

Tak ada gerakan apapun dari keduanya di saat junior Taehyung sudah tertanam dengan sempurna di dalam hole sempit Jungkook. Mereka berdua masih mencoba membiasakan keadaan penyatuan tubuh mereka.

"Gerakan.. Perlahan.." ujar Jungkook terbata. Mendengar itu, Taehyung pun mulai menggerakkan sedikit pinggulnya.

"Ahhh there ahhh.." desah Jungkook saat ujung junior Taehyung menyentuh tepat di g spot nya.

Taehyung pun semakin mempercepat gerakan pinggulnya hingga membuat tubuh mereka berdua pun menjadi terhentak-hentak dengan cukup kuat. Kedua tangan Jungkook mencengkram kuat kedua bahu Taehyung untuk menyalurkan segala rasa nikmat yang di dapatinya.

Taehyung mulai mengangkat satu kaki Jungkook dan menahannya di bahunya agar ia bisa lebih dalam menyodokkan juniornya pada g spot Jungkook. Jungkook pun semakin memekik saat g spot nya sungguh di sodok dengan kuat oleh junior Taehyung. Jungkook merasa tubuhnya sudah benar-benar lemas sekarang. Taehyung menarik keluar juniornya membuat Jungkook merasa sedikit kecewa. Padahal sebentar lagi ia akan mencapai klimaksnya.

"Menungginglah." Ujar Taehyung dan Jungkook pun segera mengubah posisinya menjadi menungging.

Taehyung mulai kembali memasukkan juniornya pada hole Jungkook dalam satu sentakan membuat Jungkook memekik tak tertahan. Tubuhnya bahkan sampai terasa lemas. Ia cengkram sandaran tempat tidur yang terbuat dari kayu itu untuk menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

"Ahhh ahhh Tae ahhh Taetae shhh" desah Jungkook penuh kenikmatan terlebih kedua tangan Taehyung pun kembali meremas-remas kedua breastnya dan memelintir nipplenya.

Karena tindakan Taehyung itu, libido Jungkook menjadi semakin naik. Ia pun ikut menggerakkan pinggulnya berlawanan arah dengan Taehyung membuat g spot nya jadi tertumbuk dengan kuat.

Semakin lama mereka pun semakin mempercepat gerakan pinggul mereka membuat tubuh hingga ranjang yang mereka tempati pun ikut tersentak-sentak dengan kuat.

"Ahhh ahhh faster faster.." racau Jungkook tak karuan. Kini seluruh tubuhnya bahkan sudah mengeluarkan banyak keringat. Padahal AC di dalam ruangan itu masih menyala. Namun karena aktifitas panas mereka membuat diri mereka pun jadi berkeringat.

Jungkook dapat merasakan junior Taehyung yang sudah mulai berkedut-kedut di dalam hole nya. Taehyung juga dapat merasakan dinding-dinding hole Jungkook pun semakin lama semakin terasa mengetat seolah-olah meremas juniornya kuat-kuat. Mereka pun hampir mencapai klimaks mereka bersamaan.

"Taetaehhhhh.."

"Kookiehhhh..." desah mereka bersamaan saat cairan sperma Taehyung keluar memenuhi hole Jungkook. Bahkan ada sebagian dari mereka keluar hingga membasahi sprei.

"Hahhh hahhh hahhh..." deru nafas memburu dari keduanya saat mereka berdua mencapai klimaksnya secara bersamaan.

Kehangatan pun menjalar di seluruh tubuh Jungkook. Jungkook pun jatuh terbaring di atas tempat tidur, begitu pula dengan Taehyung yang terjatuh menimpa tubuhnya. Mereka berdua pun segera mengatur nafas mereka yang tadi memburu.

"One more round?" Tanya Taehyung di sertai dengan smirknya.

Jungkook pun segera membalikkan tubuhnya menjadi berhadapan dengan Taehyung. Mereka berdua saling bertatapan dengan tatapan penuh dengan nafsu dan kepuasan. Jungkook kembali mendorong tubuh Taehyung hingga terlentang di atas tempat tidur.

Jungkook memposisikan dirinya duduk di atas perut sixpack Taehyung. Melihat Jungkook seperti itu, Taehyung semakin mengembangkan senyumannya. Sebelah tangan Jungkook mulai mencari-cari junior Taehyung. Setelah mendapatkannya, ia menariknya sedikit membuat Taehyung memekik tertahan. Jungkook memundurkan kembali posisi duduknya. Sebelah tangannya yang lain mulai mencari-cari holenya sendiri.

"Ahhh..." desah mereka bersamaan saat kepala junior Taehyung kembali masuk kembali ke hole Jungkook.

"Ahh appo.." keluh Jungkook saat junior Taehyung sedikit tertarik dari dalam hole Jungkook saat Taehyung menjauhkan tubuhnya dari Jungkook.

"Mianhae.." balas Taehyung dan dengan perlahan dan hati-hati ia keluarkan juniornya dari dalam hole Jungkook. Ia takut akan menyakiti Jungkook jika tidak mengeluarkannya dengan perlahan dan hati-hati.

Kreett

Kreettt

Suara decitan ranjang kembali terdengar disaat Jungkook mulai menggerakan pinggulnya perlahan-lahan. Desahan demi desahan penuh kenikmatan pun juga kembali terdengar dari mulut keduanya. Kedua tangan Taehyung yang bebas pun melingkar indah di pinggang Jungkook bahkan ia sesekali mendorong tubuh Jungkook agar semakin mendekat membuat juniornya semakin dalam masuk ke dalam hole Jungkook.

Jungkook mendongakkan tinggi-tinggi kepalanya saat g spot nya kembali tertumbuk keras oleh junior Taehyung. Jungkook sudah benar-benar terasa terbang sekarang. Taehyung pun tak hanya diam saja. Di saat tempo gerakan pinggul Jungkook mulai sedikit melambat, kedua tangan Taehyung mulai bergerilya bermain-main ke sekitar dada Jungkook. Ia kembali meremas-remas breast Jungkook dengan tempo pelan awalnya dan semakin lama semakin mempercepat tempo remasannya. Tak puas hanya meremas, tangannya pun dengan usil mencubit, menarik, bahkan memelintir nipple-nipple Jungkook membuat libido Jungkook naik.

Karena sensasi yang di dapatnya, Jungkook pun kembali menambahkan tempo gerakan pinggulnya. Salahkan Taehyung yang sudah membuat libidonya naik kembali. Taehyung mendesah hebat di saat Jungkook mulai memainkan dinding-dinding pada hole nya membuat junior nya yang berada di dalam sana tercengkram dengan kuat.

"Ahhh deeper Kookie ahhhh" desah Taehyung kembali. Jungkook pun semakin menggila menggerakan pinggulnya. Rambut cokelat panjangnya yang basah akibat keringat terkibas membuatnya nampak sangat seksi. Apalagi seluruh tubuhnya yang berkeringat nampak sangat berkilauan saat diterpa lampu di ruangan itu.

Melihat pemandangan seksi di hadapannya tak ayal membuat libido Taehyung pun jadi ikut naik. Taehyung pun mulai ikut menggerakkan pinggulnya berlawanan arah dengan Jungkook. Sesekali ia menarik juniornya keluar dan detik berikutnya kembali memasukkan juniornya dalam satu sentakkan membuat Jungkook berteriak penuh nikmat.

"Ahhh I'm closehhh.." ujar Jungkook. Dan dapat Taehyung rasakan dinding-dinding di dalam hole nya pun semakin lama semakin menyempit dan membuat juniornya jadi benar-benar tercengkram dengan kuat.

"Nadohh Kookie ahhh..." Taehyung pun pada akhirnya mencapai klimaksnya kembali. Cairan spermanya pun menyembur kembali memenuhi hole Jungkook lagi.

Jungkook menjatuhkan dirinya di atas tubuh Taehyung. Ia mulai mengatur nafasnya. Jungkook sudah merasa amat lelah. Ia bahkan tidak memiliki tenaga lagi untuk bergerak. Melihatnya, Taehyung pun yang berinisiatif untuk berpindah.

Taehyung memiringkan tubuhnya sedikit membuat Jungkook kini jadi ikut terbaring di atas tempat tidur bersamanya. Mereka masih saling berhadapan dan saling bertatapan.

"Kau lelah?" Tanya Taehyung dan dibalas sebuah anggukan dari Jungkook.

"Tidurlah.." ujar Taehyung dan mulai sedikit mengangkat tubuhnya untuk mengambil selimut yang berada di ujung tempat tidur mereka.

"Auu appo.." keluh Jungkook saat junior Taehyung sedikit tertarik saat Taehyung bergerak tadi.

"Mianhae.." Balas Taehyung dan kembali ke posisinya semula lengkap dengan sebuah selimut tebal di tangannya.

Taehyung mendekatkan kembali tubuhnya dan tak urung mengeluarkan juniornya dari dalam tubuh Jungkook. Ia tidak ingin Jungkook kesakitan dan jadilah ia hanya membiarkan juniornya tetap tertanam disana.

Selimut itu pun kini sudah membalut kedua tubuh polos Taehyung dan Jungkook hingga sebatas dada. Jungkook pun terlihat sudah memejamkan matanya karena mengantuk sekaligus lelah dengan kegiatan panasnya tadi bersama Taehyung. Taehyung tatap wajah damai Jungkook lekat-lekat. Sebelah tangannya terulur untuk mengelus lembut pipi tembam Jungkook yang terlihat sedikit memerah.

"Jaljayo, Kookie.." ujar Taehyung lalu mengecup kening Jungkook dengan cukup lama sebelum ikut tertidur bersama Jungkook.

...

Jungkook terbangun dari tidur lelapnya saat sebuah deru nafas hangat menerjang tepat di bagian wajahnya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya lucu yang dapat membuat Taehyun langsung menerjangnya jika saja ia melihatnya. Jungkook dapat melihat jika Taehyung masih terlelap di dalam tidurnya. Jungkook menggerakkan sedikit tubuhnya bermaksud untuk bangun. Namun gerakannya terasa sedikit berbeda. Ia merasa ada sesuatu asing yang mengganjal pada bagian bawahnya. Pada akhirnya Jungkook pun kembali ke posisinya semula tadi.

"Ahhh.." sebuah desahan keluar dari bibir Taehyung membuat Jungkook terkejut.

"Apa kau bermaksud menggodaku, eoh?" Tanya Taehyung dengan mata yang masih setengah terpejam. Jungkook hanya menyengir mendengarnya.

Grebb

Taehyung langsung memeluk erat tubuh Jungkook dan menyembunyikan kepala Jungkook di dadanya. Jungkook dapat mencium aroma khas tubuh Taehyung saat ia membenamkan kepalanya semakin dalam pada dada sang suami.

"Ya! Lepaskan... Aku ingin mandi.. Tubuhku lengket semua.. Dan bau.." ujar Jungkook.

"Kajja kita mandi bersama!" Balas Taehyung akhirnya dan langsung terbangun dari posisi tidurnya.

Taehyung menggendong Jungkook di depan, koala hug mengingat tubuh mereka masih menyatu. Taehyung enggan mengeluarkan juniornya dari dalam hole Jungkook.

...

Bathtub itu sudah terisi air setengahnya. Dengan panduan Jungkook, Taehyung pun sudah memberikan beberapa tetes sabun ke dalam bathtub membuat bathtub itu kini sudah terisi dengan banyak busa. Setelah di rasa cukup, mereka berdua pun segera masuk ke dalam bathtub.

"Mandikan aku! Dan nanti aku akan memandikanmu!" Ujar Taehyung.

Jungkook pun mulai mengambil spons dan sabun lalu mengusak tubuh Taehyung dengan spons itu. Gerakan Jungkook sedikit terbatas mengingat tubuh mereka masih menyatu seperti semalam. Jungkook semakin mendekatkan tubuhnya agar ia bisa lebih mudah menggosok punggung Taehyung yang sedikit jauh dari jangkauan tangannya membuat breast besarnya langsung bersentuhan dengan dada Taehyung.

"Ya! Dasar nakal! Kau mau menggodaku, hmm?" Ujar Taehyung sambil mencubit ujung hidung Jungkook dengan gemas.

"Ya! Siapa yang mau menggodamu? Aku hanya ingin membersihkan punggungmu." Balas Jungkook. Jungkook semakin mendekatkan tubuhnya agar tangannya bisa mencapai punggung Taehyung.

Taehyung hanya bisa terdiam dan menahan nafasnya saat dada montok Jungkook bergerak-gerak di dadanya mengikuti gerakan lengan Jungkook di punggungnya. Nipple-nipple Jungkook bahkan menari-nari indah dan bergesekan dengan nipple Taehyung.

"Sudah.." ujar Jungkook dengan riang lalu membilas tubuh Taehyung dengan air.

"Nah sekarang giliranku!" Taehyung langsung mengambil spons dari tangan Jungkook.

Setetes sabun cair sudah Taehyung tuangkan pada spons itu. Taehyung mulai mengusak bagian leher Jungkook dengan spons. Namun saat sudah mencapai dada, gerakan Taehyung pun terhenti. Ia menatap lekat-lekat ke bagian dada Jungkook.

"Ahhh Tae shh apah yang ahhh kau lakukan ahhh.." desah Jungkook saat Taehyung mulai meremas-remas breast nya.

"Aku sedang memandikanmu. Diamlah dan nikmati saja." Balas Taehyung dan kembali meremas-remas breast montok Jungkook membuat Jungkook bergerak-gerak resah.

Karena bathtub dan tubuh Jungkook penuh dengan sabun, tangan Taehyung jadi sedikit sulit meremas-remas breast Jungkook karena licin. Taehyung semakin memajukan tubuhnya membuat tubuh Jungkook jadi terhimpit ke tepi bathtub.

Jungkook merasa pipinya memanas sekarang. Libidonya naik hanya karena Taehyung memainkan breastnya. Dengan sengaja Jungkook pun mulai menggerakan pinggulnya mencari kenikmatan lain dari junior Taehyung yang masih tertanam dengan sempurna di dalam hole nya.

Jungkook mengalungkan kedua tangannya pada leher Taehyung saat kepala junior Taehyung menyentuh g spot nya. Taehyung yang awalnya bermain-main di breast Jungkook pun jadi ikut berhenti. Kedua tangannya kini beralih pada tepi bathtub untuk menahan tubuhnya. Ia juga ikut menggerakan pinggulnya seirama dengan Jungkook. Air di dalam bathtub itu pun ikut menimbulkan suara gemericik akibat aktifitas pagi pasangan pengantin baru itu membuat timbul banyak busa baru yang memenuhi bathtub hingga bisa menyembunyikan tubuh telanjang mereka berdua dengan sempurna.

Dengan adanya air dan sabun, kegiatan penyatuan tubuh mereka pun menjadi mudah. Pergerakan pinggul mereka pun terasa ringan membuat kenikmatan yang melimpah untuk mereka. Kedua lengan Jungkook menekan kuat tengkuk Taehyung dan mempertemukan bibir mereka tak peduli jika bibir mereka masih terlihat bengkak akibat semalam yang mereka inginkan sekarang adalah kepuasan dan kenikmatan.

Bibir mereka saling menghisap dan mengigit bibir satu sama lain tanpa ada yang mau mengalah. Bahkan benda tak bertulang milik mereka pun ikut berpartisipasi menunjukkan keunggulan mereka. Lidah mereka saling membelit satu sama lain membuat keadaan di dalam kamar mandi itu semakin panas.

"Ahh.." sebuah desahan lolos dari mulut Jungkook saat bibir Taehyung mulai turun dan bermain-main di sekitar leher dan dadanya yang terlihat ada beberapa bekas kiss mark disana.

"Ahh ahh ahh.." racau Jungkook tak karuan saat Taehyung menggerakan pinggulnya dengan tempo yang sangat cepat. Sangkin dahsyatnya sensasi yang di terimanya, Jungkook jadi mulai menarik rambut belakang Taehyung sebagai pelampiasan.

"Damn! You're so sexy Kookie ahhh.." racau Taehyung dan kembali menerjang bibir Jungkook mengajaknya ke ciuman panas kembali.

"Ahhh I'm closehhh.." ujar Taehyung. Dan benar saja. Sedetik berikutnya Taehyung pun menyemburkan cairannya kembali ke dalam hole Jungkook. Karena mereka masih berada di dalam bathtub yang penuh dengan air, tak semua cairan Taehyung masuk ke dalam tubuh Jungkook. Banyak darinya keluar bercampur dengan air dan busa-busa di dalam bathtub.

"Hahhh hahhh.. Sepertinya kita harus mandi lagi.." ujar Jungkook.

"Siapa bilang? Ayo kita lanjutkan ini kembali di kamar." Balas Taehyung lalu kembali menggendong tubuh Jungkook ke dalam kamar.

Dan berlanjutlah kegiatan panas mereka di pagi itu. Bahkan kegiatan itu yang awalnya akan di langjutkan di tempat tidur pun jadi urung di lakukan mengingat tempat tidur mereka sudah tidak bisa di katakan sebagai tempat tidur lagi karena keadaannya yang sudah sangat-sangat berantakan. Dan kegiatan mereka pun pada akhirnya jadi berpindah ke atas sofa. Suara desahan penuh kenikmatan pun kembali terdengar dari dalam kamar keduanya. Dan kita biarkan kedua pengantin baru itu melanjutkan kegiatan panas mereka sampai mereka merasa puas dan lelah.

.

.

.

To be continue...

.

.

.

Hohoho.. Aku hadir lagi dengan lanjutan Mine always Mine II hehehe.. akhirnya setelah cukup lama aku bisa lanjut mempost FF ini ulalalala~

Mian atas keterlambatan dalam mempost FF ini karena selain disibukkan dengan beragam macam tugas, internet jadi salah satu kendalanya juga. kini jadi susah di akses di beberapa operator mobile phone. Yes, selama ini aku memang selalu mempost FF aku dari mobile phone. Bahkan wifi yang selama ini bisa di andalkan pun malah jadi sama tidak bisa mengakses website ini :( jika mengklik website ini, selalu terarahkan ke internet positif :(

Dan aku ingin bertanya kepada kalian. Apa ada operator yang bisa mengakses website ini? Atau semua operator tidak bisa mengakses website ini? Jika masih ada operator yang bisa mengoperasikan website ini, tolong beritahu aku...

Oke cukup cuap-cuap dan curhatnya. Untuk kritik, saran sangat aku harapkan dari kalian.. Please follow, favorite atau review ya readersdul semua^^

Byebye^^ See you~^^

Psttt... Nantikan next chap dan seriesnya yahh^^/