DON'T LIKE DON'T READ (DLDR)
CRACKHACKERZ
NARUTO © Masashi Kishimoto
STORYLINE & FICTION COVER:
CrackHackerz © Huicergo Montediesberg™
The cover was created by Huicergo Montediesberg
"DON'T STEAL OTHER PEOPLE'S WORK, IF YOU DON'T WANT YOUR WORK BE STOLEN!"
WARNINGS:
OOC, OC, miss typo(s), WIP, terdapat adegan baku hantam, jadwal update tidak tetap, and many more inside.
GENRE:
Crime, Action, Romance(Coming Soon), Thriller(maybe), Friendship
RATED:
Just T... perhaps
COMMAND:
"SSSHH... DON'T DISTURB!
BECAUSE
SASUKE IN HIS ACTIVITY NOW!"
.
"HAPPY READING AND ENJOY IT, PAL!"
.
.
YAHOO ATTACHMENT!
YOU HAVE 11 NEW E-MAIL
WHICH YOU SELECTED?
READ MORE
"Oh, ya? Kalau begitu mari kita berbincang sejenak,"
Sasuke tersenyum kecil. Sangat kecil dan tipis hingga keempat orang yang berada di depannya tidak bisa memastikannya dengan pasti apakah ia tersenyum atau tidak.
Sedangkan Naruto hanya bisa menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Sasuke sambil berharap apa yang didoakan oleh Sasuke tadi—dan semoga Sasuke berdoa mengenai keselamatan mereka sekarang—dapat dikabulkan oleh Tuhan dengan sangat cepat dan mudahnya. Sekarang juga.
Secara tiba-tiba listrik padam dengan sendirinya hingga membuat sinar bulan yang terang kini menjadi penghias background dari seorang Uchiha Sasuke dan Uzumaki Naruto.
Melihat mata mereka berdua, seorang pemuda berambut merah yang bernama kecil Sasori membelalakkan matanya tidak percaya.
Dia... ucap Sasori dalam hati.
Seorang pemuda yang bernama klan Yakushi mendengus kencang seraya tertawa guna menghalau rasa keterkesimaan dari adegan yang baginya memukau di hadapannya. "Wow, apa yang kalian lakukan di sini, Tuan-Tuan? Bisakah kalian melepas topeng Anda? Apakah Anda tahu, tidak boleh ada orang lain yang sembarangan masuk ke dalam pesta ini kecuali para undangan?" tanya Kabuto dengan bertubi-tubi.
Naruto maju satu langkah. "Kami di—"
Belum Naruto menyelesaikan kalimatnya, Sasuke sudah memotongnya, "Apakah di sini ada pesta?" Sasuke mengedarkan pandangannya ke segala arah. "Ah, kalau begitu kami salah masuk," terka Sasuke sekenanya.
Kiba mengepalkan jemarinya dan menggeram, "Tidak ada orang yang salah masuk, kecuali penyusup."
Di luar dugaan, dua orang anggota The Four Prince of Memoriam, yang bernama kecil Kiba dan Kabuto, menyerang Sasuke dan Naruto secara bersamaan.
Ketika kepalan tinju Kiba hampir mengenai wajahnya, Sasuke dengan cepat menangkis kepalan tangan itu, memutarnya, dan menendang perut Kiba tanpa rasa segan sedikit pun. Membuat Kiba terpental lumayan jauh. Sasuke meladeni Kiba dengan sedikit dari seluruh ilmu bela diri dari yang pernah ia pelajari.
Sedangkan Naruto, saat Kabuto meluncurkan beberapa serangan ke arahnya, ia berusaha menghindar dengan sekuat tenaga. Bisa dianggap sebagai mengulur waktu. Pada waktu ia menemukan celah pada Kabuto, Naruto meraup sebelah lengan atas Kabuto, membalikkan badannya, dan menendang bagian belakang Kabuto dengan sekuat tenaga hingga Kabuto terpental lumayan jauh dari dirinya. Naruto meladeni Kabuto dengan seluruh bagian ilmu bela diri yang hanya disukainya. Tidak lupa juga dengan keberuntungan yang selalu menyertainya.
"Sial!" geram Kiba dengan sangat kesal.
Ketika Kiba dan Kabuto ingin kembali beradu fisik dengan tamu tak diundang yang masih berdiri dengan tangguh di depannya, suara Neji menghentikan pergerakkan mereka, "Berhenti! Kabuto, Kiba!"
Perintah dari Neji membuat pemuda dari keluarga Inuzuka dan Yakushi itu mengurungkan niat mereka untuk kembali melawan.
Melihat kedua temannya sudah kembali rileks seperti biasa, Neji mengalihkan pandangannya ke arah dua pemuda asing di depannya. "Kalau tidak salah, kita pernah bertemu sebelumnya. Aa... Di perpustakaan, benar?"
"Hn."
"Apakah kalian murid sekolah Konoha Memoriam of School?" tanya Neji lagi.
"Bukan. Tapi kami hanya dua orang tamu yang sedang bertamu di sana," jawab Sasuke sejujurnya.
"Apa saja yang kalian dengar dari pembicaraan kami di—"
"Kalian adalah keempat orang yang bermuka dua. Di depan umum, kalian bersayap malaikat. Tetapi di belakang umum, kalian bersayap iblis. Dan dapat kusimpulkan dari pembicaraan kemarin bahwa kalian adalah keempat pemuda yang hanya bisa menjadi sampah negara, bahkan lebih rendah dari sampah yang berada di pinggir jalan sana," kata Sasuke seraya menunjukkan jalan yang ia maksud dengan gerakan kepalanya ke arah luar jendela kaca besar di belakangnya.
Neji mengepalkan kedua tangannya dan menggertakkan giginya. "Apa katamu?"
Sasuke mendengus meremehkan. "Tidak perlu kuulang. Kurasa kau sudah tahu apa maksud perkataanku tadi, Tuan Muda Hyuuga Neji."
Neji tertegun sesaat. "Dari mana kau tahu namaku?"
"Mudah sekali. Temanmu yang berkacamata itu bernama Yakushi Kabuto. Lalu, yang sering menyebarkan tawa bahagianya itu bernama Inuzuka Kiba. Dan terakhir, yang berada di sebelahmu—pemuda berambut merah itu bernama Akasuna no Sasori."
Dalam beberapa detik, iris Sasuke dan iris Sasori saling bertumbukkan dengan pandangan yang sama-sama sulit diartikan.
"Walau aku masih belum tahu apa maksud dari nama lengkapmu itu," lanjut Sasuke kepada Sasori dengan sangat pelan.
Suara Sasuke yang terdengar lirih dapat membuat Sasori yang berdiri di sana merasa terpaku. Seorang pemuda yang ia duga seorang Uchiha berbicara kepadanya. Seorang Uchiha yang keluarganya banggakan. Seorang Uchiha yang menjadi panutan dalam keluarganya. Seorang Uchiha.
Tatapan mata mereka pun terputus sejak Sasuke memalingkan kepalanya kembali ke arah Neji. Dan pada saat itulah, entah kenapa dugaan Sasori bahwa pemuda berambut raven di hadapannya adalah seorang Uchiha kini menjadi sebuah kepastian yang sangat berarti. Yah, pemuda di depannya adalah seorang keturunan Uchiha.
"Apa maksud perkataanmu, Tuan?" tanya Kabuto yang sudah berhasil meredakan emosinya.
Sasuke menghela napas kencang. "Tidak ada yang perlu dijelaskan karena aku juga malas untuk menjelaskan panjang dan lebar." Iris onyx Sasuke memandang satu persatu The Four Prince of Memoriam di hadapannya.
"Dengar baik-baik, aku hanya mengucapkannya sekali. Aku sudah tahu perusahaan apa saja yang telah kalian jalankan dan untuk apa kalian menjalankan perusahaan yang sudah kotor itu. Ah, dan tidak lupa juga bahwa aku sudah tahu permainan licik apa yang telah kalian mainkan sebagai pondasi kemajuan perusahaan kalian hingga saat ini," ucap Sasuke dengan sangat lugas dan tanpa beban.
Ucapan Sasuke bagaikan sebuah anak panah yang langsung menancap di setiap jantung para targetnya. The Four Prince of Memoriam tidak bisa berkomentar apa-apa. Rahasia yang sudah mereka tutupi hingga saat ini terbongkar sudah.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan saat sudah mengetahui rahasia kami semua?" tanya Kiba. Perasaan kesal dan menyesal kini menjadi satu.
Sasuke memandang ke arah Kiba. "Yang aku lakukan setelah ini? Yang aku lakukan setelah ini... sepertinya melaporkan masalah ini ke tangan yang berwajib." Ia merasa sebuah getaran di saku celananya. Sasuke menampilkan senyuman kecil. Pada akhirnya, waktu yang ditunggu-tunggunya telah tiba.
"Jangan berharap kau bisa melaporkannya," tukas Kabuto singkat.
Sasuke menyeringai tajam. "Oh, ya? Kalau begitu, kita tunggu tanggal mainnya."
Dengan sigap dan cepat, Sasuke menarik kembali lengan Naruto yang sedari tadi berdiam diri mendengarkan pembicaraan antara dirinya dengan The Four Prince of Memoriam dan tanpa pikir panjang lagi, Sasuke menerobos kaca jendela yang luas itu sehingga suara kaca pecah terdengar nyaring memantul di ruangan tersebut dan serpihan kaca itu berserakan ke mana-mana.
Mereka melompat ke luar jendela.
Naruto pun berteriak dengan histeris karena adegan ini dilakukan tanpa sepengetahuannya dan tiba-tiba.
Ketika mereka berdua sebentar lagi akan menyentuh tanah, sebuah mobil Porsche 911 Carrera S Cabriolet bergerak dan berhenti tepat berada di bawah mereka sehingga Sasuke dan Naruto mendarat tepat di barisan belakang mobil yang tidak beratap itu.
Aksi nekat Sasuke membuat The Four Prince of Memoriam tertegun karena sama sekali tidak menduga pemuda berambut raven itu akan menerobos kaca jendela untuk melarikan diri keluar. Apalagi sekarang mereka berada di lantai dua kediaman keluarga Hyuuga. Apakah mereka mati?
"Sialan!" rutuk Neji keras seraya berlari mendekat ke arah kaca jendela bagian rumahnya yang sudah pecah tak beraturan diikuti oleh yang lainnya.
Dilihatnya sebuah mobil Porsche tengah mengangkut mereka berdua menuju ke luar daerah kediaman Hyuuga-nya. Itu pertanda bahwa mereka selamat. Tidak mati.
Sasori yang mengetahui bahwa mereka—lebih tepatnya hanya untuk pemuda keturunan Uchiha saja—selamat dengan mudahnya, hanya bisa tersenyum tipis karena perasaan lega yang menyelimutinya.
"Argh! Damn it!" rutuk Neji frustasi sekali lagi.
.
~Crack or Hack?~
.
"Teme! Kau sudah gila, ya? Untung aku tidak mempunyai kelainan jantung!" teriak Naruto memaki Sasuke yang berada di sebelahnya dengan suara yang bernada tinggi.
"Bisakah kau tidak berkomentar, Naruto? Kau masih berada di sebelahku sekarang saja sudah keajaiban sekali bagimu. Memangnya kau mau kutinggal di sana sendirian, hah?" balas Sasuke tidak mau kalah.
Mobil Porsche 911 Carrera S Cabriolet yang ditumpangi oleh mereka kini melesat di tengah jalan raya yang ramai. Berbagai macam warna lampu pertokoan di bagian kiri dan kanan jalan menghiasi gelapnya malam di tengah-tengah kota. Bahkan pada jam setengah sepuluh malam ini saja, masih banyak orang-orang yang berlalu-lalang.
Naruto sejenak memikirkan perkataan Sasuke. "Tidak juga, sih... Tapi lebih baik beritahu aku dulu kalau kau ingin melakukan adegan-yang-ekstrim-bagiku-dan-tidak-ekstrim-bagimu itu, mengerti?"
"Hn, namanya juga mendadak dan tidak ada jalan lain."
"Oh iya, jangan-jangan kau juga yang merencanakan pemadaman lampu di rumah Hyuuga itu, ya?" terka Naruto sesuai dengan apa yang dipikirkannya.
Sasuke menyunggingkan sebuah senyuman miring. "Ya. Aku menyuruh pelayanku, Iruka, memadamkan lampu rumah itu semuanya, tanpa terkecuali."
Naruto masih menunggu kelanjutan cerita dari Sasuke.
"Dan, aku juga yang menyuruh Iruka untuk bersedia di suatu daerah sisi rumah yang kumaksudkan karena aku sudah mempertimbangkan untuk melakukan adegan ekstrim yang tadi bersamamu. Lalu aku berpesan singkat padanya, misscall aku ketika kau sudah sampai di bawah daerah sisi rumah yang kumaksud."
Kepala Naruto menggangguk sebanyak dua kali. Mengerti dalam pembicaraan ini. "Lalu, kapan kau menyuruh Iruka?"
Sasuke menyunggingkan sebuah senyuman kepada Naruto. "Sebelum aku mendorongmu hingga menabrak guci di belakangmu."
Tiba-tiba Naruto teringat pada saat Sasuke mengeluarkan handphone dari saku celananya dan berbuat sesuatu dengan Samsung S 4-nya. Sekaligus menjadi suatu aktivitas yang dengan mudahnya membuat seorang Uzumaki Naruto merasa penasaran. "Ah, pada saat itu ternyata. Sial kau, Teme! Hari ini kau berhasil membuat aku penasaran sekaligus membuat jantungku hampir berpindah dari tempatnya."
"Sama-sama, Dobe. Ah, dan terima kasih kepada Dewi Fortuna yang telah membuatmu memanggilku dengan sebutan Teme di depan mereka, bukan Sasuke."
Naruto tertawa mengingat kejadian itu. "Kurasa kau ini memang selalu dilindungi oleh Dewi Fortuna, keberuntungan."
"Bukan aku, tapi kau yang selalu dilindungi oleh Dewi Fortuna. Buktinya, tadi kau bisa melawan si kacamata itu dengan sangat cermat, tidak seperti biasanya," tambah Sasuke.
Salah satu tangan Naruto bergerak untuk menggaruk bagian belakang kepalanya. "Tidak juga, itu hanya sebuah kebetulan dan sedikit keberuntu—"
"Dewi Fortuna."
Naruto mengangkat kedua tangannya. "Yah, baiklah. Terserah kau saja." Tiba-tiba Naruto teringat suatu hal. "Bagaimana kau bisa mengganti mobil ini dengan cepat? Bukannya tadi kita ke pesta menggunakan Roll Royce Phantom?"
Iruka, sang sopir kepercayaan Uchiha Sasuke, hanya dapat tersenyum melihat kaca spion tengah yang memantulkan wajah Naruto dan tuannya. Ia pun mengambil alih untuk menjelaskan, "Saya menghubungi dua orang sopir keluarga Uchiha yang lain untuk segera datang ke kediaman Hyuuga dengan menggunakan mobil, dan saat mereka tiba saya menyuruh salah satu dari mereka untuk membawa pulang Roll Royce Phantom yang saya bawa kembali ke kediaman Uchiha."
Sasuke menautkan kedua alisnya. "Lalu, bagaimana kau bisa menemukan mobil ini?"
"Kalau masalah mobil ini di dapat dari mana itu mudah. Aku mengambil mobil ini secara acak tanpa memikirkan merek mobil ini di barisan parkiran kediaman Hyuuga tadi. Yang aku pikirkan hanya mencari sebuah mobil yang tanpa atap."
Penjelasan dari Iruka mampu membuat Naruto tertawa terbahak-bahak dan Sasuke tertawa kecil. Iruka menceritakan seluruh ceritanya dengan sangat polos.
Sasuke tertawa kecil. "Mungkin kau ini juga mempunyai selera yang cukup mahal, ya, Iruka?"
Iruka menatap Tuan Muda-nya, Uchiha Sasuke, dengan tatapan bertanya. "Memangnya kenapa, Tuan Muda?"
Mata Sasuke melihat Iruka melalui kaca spion tengah. "Karena mobil ini mempunyai nilai seharga kurang lebih tiga setengah milyar."
Mendengar nominal yang disebutkan oleh Sasuke mengenai mobil ini, Iruka membelalakan matanya. Tidak percaya kepada dirinya sendiri. "Wow, mungkin ini karena pengaruh aku bekerja di keluarga Uchiha."
"Yah, bisa juga!" celetuk Naruto.
Perjalanan pulang mereka menuju kembali ke kediaman keluarga Uzumaki—mengingat Sasuke masih menginap di sana—dipenuhi oleh beberapa cerita yang sesekali melibatkan Iruka di dalamnya. Ada canda dan tawa. Kira-kira seperti itulah.
Tiga puluh menit sudah mereka tempuh selama ini dan pada akhirnya mereka sampai di kediaman klan Uzumaki. Iruka memberhentikan mobil Porsche hasil curiannya di kediaman Hyuuga itu tepat di depan pintu masuk rumah tersebut. Sasuke dan Naruto lekas turun dari mobil yang ditumpanginya, lalu membalikkan tubuh mereka untuk melihat Iruka.
Sasuke menatap Iruka yang sudah menatapnya terlebih dahulu. "Pulanglah, lalu sampaikan salamku pada ayah dan ibu di rumah bahwa aku di sini baik-baik saja dan selalu bercukupan, jadi jangan khawatirkan aku." Sebelum Sasuke membalikkan badannya untuk masuk ke dalam rumah, tiba-tiba ia ingat dengan suatu hal. "Ah, dan jangan lupa untuk membuang mobil itu."
Iruka menganggukkan kepalanya seraya tersenyum kepada Tuan Muda-nya yang terkenal dingin dan pendiam itu. "Baik, Tuan Muda Sasuke. Jika Anda perlu apa-apa, panggil saya saja."
"Hn."
"Kalau begitu saya permisi dahulu. Selamat malam."
Usai memberi salam perpisahan untuk Sasuke dan Naruto yang masih berdiri di bawah anak tangga pintu rumah, Iruka segera melesatkan mobil Porsche-nya itu kembali bersatu dengan jalanan di luar sana.
"Sampai jumpa! Terima kasih, ya!" seru Naruto seraya melambaikan tangannya ke arah Iruka yang telah berlalu. Naruto menghela napas pelan. "Akhirnya, kita dapat menyelesaikan malam ini dengan sangat memuaskan! Iya, 'kan, Sasuke?" tanya Naruto seraya memalingkan kepalanya ke samping kanan di mana Sasuke berada.
"Hn." Sasuke langsung membalikkan badannya dan berjalan masuk ke dalam rumah setelah menjawab pertanyaan Naruto singkat.
Karena melihat Sasuke telah berjalan masuk lebih dulu daripada dirinya, Naruto memutuskan untuk menyusul Sasuke. "Oi, oi, Teme... Ini rumahku, kenapa kau berjalan masuk lebih dulu seakan-akan ini adalah rumahmu, hah?"
Sasuke melirik Naruto yang masih berada di belakangnya sekilas melalui ekor matanya, lalu kembali melihat ke depan. "Oh, ya? Tapi, kenapa aku merasa rumah ini tidak memiliki tuan rumah, ya?"
"Argh, Teme! Kau menginjak-injak harga diriku!"
Dan, percakapan mereka yang saling melontarkan ejekan satu sama lain itu pun terus berlanjut hingga mereka berada di dalam rumah.
.
~Crack or Hack?~
.
"KURANG AJAR!"
Perkataan itu keluar diikuti dengan suara bantingan pintu yang kencang di belakangnya. Seorang Hyuuga Neji tengah merutuki dua orang pemuda misterius yang baru saja berhadapan dengannya. Neji merasa mereka datang untuk menghancurkan seluruh rencana yang telah ia bangun susah payah sampai sekarang ini.
Ketiga temannya yang dari tadi memang sudah berada di kamar Neji hanya bisa terdiam mendengar seluruh ocehan dan pelampiasan dari Neji.
Kabuto yang kasihan melihat salah satu temannya frustasi seperti sekarang hanya bisa mengeluarkan kata-kata untuk menenangkannya, "Tenanglah, Neji. Yang perlu kau lakukan sekarang adalah menjernihkan pikiranmu terlebih dahulu, lalu berpikir."
Neji melihat Kabuto dengan tatapan tajam. "Berpikir? Apa yang harus kupikirkan, hah?"
"Yah, berpikir untuk menaklukkan mereka atau mengatasi masalah ini. Memangnya ingin berpikir untuk apa lagi?" jawab Kabuto.
"Apa yang bisa kutaklukkan dari mereka? Jangankan mengetahui namanya, melihat wajahnya saja aku tak pernah." Neji dengan langkah yang gontai berjalan ke arah kasurnya berada dan mendudukkan kirinya di sana. Wajahnya yang pucat ia tangkupkan dengan kedua tangannya.
Akasuna no Sasori yang melihat semua kejadian tadi hanya bisa menyandarkan punggungnya di dinding kamar Neji yang dingin. Matanya yang ber-style kantuk itu melihat ujung-ujung sepatu yang ia kenakan. Pikirannya melayang.
Melihat temannya yang sudah tak berdaya itu, Kiba berjalan mendekati Neji dan menepuk pundaknya. "Tenang saja. Kami selalu berada di pihakmu."
Sedetik kemudian, Kiba, Kabuto, dan Sasori saling bertatapan satu sama lain. Mereka terlihat seperti berkomunikasi dengan telepati karena mereka menganggukkan kepala mereka secara bersamaan, entah apa yang mereka setujukan.
Kini perasaan dan pikiran seorang Hyuuga Neji sedang kacau. Berbagai macam perasaan: takut, kesal, dan marah bercampur menjadi satu. Kini ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan nanti ke depannya. Yang ia tahu, cepat atau lambat ia akan mendapatkan masalah yang besar. Ingin rasanya membunuh kedua pemuda itu. Kalau ia bisa.
.
~Crack or Hack?~
.
"Oi, Sasuke," panggil Naruto yang sedang merebahkan dirinya di atas kasur seraya membentangkan kedua tangannya lebar.
"Hn."
Naruto membangunkan badannya dan mendudukkan dirinya di tepi kasur. "Kira-kira, bagaimana perasaan mereka sekarang, ya?"
Sasuke yang sedang duduk di kursi belajar Naruto seraya memutarnya ke kiri dan ke kanan menjawab pertanyaan Naruto sekenanya karena tampaknya Sasuke sedang memikirkan suatu hal—itu terlihat dari tatapan matanya yang kosong dan lurus ke bawah, "Entahlah, mungkin sekarang pikiran mereka sedang kacau."
Kini tatapan Naruto juga ikutan kosong. "Mungkin juga." Tetapi, tatapan matanya kembali normal dan menatap Sasuke yang masih setia dengan lamunannya. "Apakah kita terlalu kejam kepada mereka?"
"Hmm... Mungkin juga..." Eh? Sejak kapan Sasuke punya rasa kasihan? tambah Naruto dalam hati.
"Hah?" ucap Sasuke karena ia tiba-tiba tersadar dari lamunan panjangnya. "Kenapa aku berpikir seperti itu, ya? Seperti bukan diriku saja." Sasuke menggaruk belakang kepalanya dan mulai memposisikan dirinya di depan meja belajar Naruto yang sudah tersedia dua buah laptop; Macbook Sasuke dan laptop K-MOS.
Sasuke menggerakkan tangannya untuk membuka laptop K-MOS dan menekan tombol on/off laptop tersebut. Perbuatan Sasuke menarik minat Naruto untuk berjalan menghampiri Sasuke seraya berkata, "Apa yang akan kaulakukan, Sasuke?"
"Mencari tahu semua tentang mereka." Sasuke kembali menggerakkan jemarinya untuk membuka website rahasia sekolah yang kemarin sudah dibuka dan di bookmark oleh Naruto.
"Mereka?"
"The Four Prince of Memoriam."
"Aku tahu! Tapi, bukannya kau bilang kepada mereka bahwa kau sudah tahu mengenai seluruh rahasia mereka?" tanya Naruto yang sudah tiba di sebelah Sasuke seraya melipat kedua tangannya di depan dada.
Senyuman miring tersungging di bibir Sasuke. "Aku berbohong kepada mereka."
"Hei, sejak kapan Uchiha Sasuke belajar berbohong?" singgung Naruto dengan nada yang sedikit menggoda Sasuke.
"Hmm... Bukan berbohong, mungkin lebih tepatnya menjahili mereka." Setelah website rahasia K-MOS terbuka, Sasuke langsung bangkit berdiri dari kursi yang didudukinya. "Naruto, sekarang giliranmu."
Perintah Sasuke mampu membuat senyuman di bibir Naruto terkembang. "Sudah kuduga, seorang Uchiha Sasuke pasti tidak mau dirugikan," ucapnya seraya duduk di kuris belajarnya yang baru saja diduduki oleh Sasuke.
"Hn, tentu saja. Kalau aku mengerjai semuanya sendirian, untuk apa aku mengajakmu." Sasuke menumpu seluruh beban tubuhnya dengan satu tangan yang ia letakkan di sisi meja belajar.
Naruto mengangkat tangannya menyerah. "Baiklah, baiklah. Sekarang apa yang ingin kau cari, Uchiha Sasuke?"
Otak Sasuke berpikir sesaat. "Kita mulai dari yang kuduga otaknya terlebih dahulu. Cari data tentang Hyuuga Neji."
Setelah Sasuke mengucapkan salah satu nama dari anggota The Four Prince of Memoriam, Naruto mulai mencari nama Hyuuga Neji dari daftar yang telah ia bookmark dan tampillah seluruh data mengenai Neji mulai dari data biografi, akademis, dan latar belakang yang diketahui sekolah.
Naruto mulai membacakan data itu satu persatu agar Sasuke mendengarnya. "Nama lengkapnya Hyuuga Neji, berat badannya—"
"Itu tidak penting." Sasuke menyelak perkataan Naruto. "Sebutkan intinya saja."
Naruto menghela napas berat. "Nama, Hyuuga Neji. Nilai yang diperolehnya dalam pelajaran di sekolahnya hampir sempurna. Oh, pantas saja ia dikagumi oleh para murid perempuan."
Sasuke melirik ke arah Naruto. "Tahu dari mana ia dikagumi?"
"Aku pernah melihatnya melalui jendela koridor lantai kelas kita. Saat bubaran sekolah, ia tampak dikelilingi oleh para perempuan."
Tidak ada respon dari Sasuke. Ia hanya memutar bola matanya bosan. "Selanjutnya?"
Naruto sedikit berdeham. "Menurut latar belakangnya, keluarga Hyuuga mempunyai sebuah usaha yang bergerak di bidang panti asuhan yang bernama Hyuuga's Orphanage. Panti asuhan ini banyak sekali melahirkan anak yang memiliki bakat yang sangat tinggi dikarenakan cara didikan panti asuhan itu berbeda dari panti asuhan yang biasanya.
"Keluarga Hyuuga juga melakukan sebuah penanaman saham di beberapa perusahaan besar, yakni The Worlds Pets of Inuzuka, Akasuna Licensed of United, dan Yakushi's Medicine and Sanitary. Dikabarkan, untuk mengadopsi anak yang berasal dari Hyuuga's Orphanage harus menyediakan uang yang bernominal tinggi."
Dari perkataan yang diucapkan Naruto, Sasuke merasa ada sesuatu yang pernah ia dengar. "Inuzuka... Akasuna... Yakushi..." Bukankah itu nama klan ketiga teman yang sering bersamanya? pikir Sasuke. "Naruto, coba kau cari data mengenai latar belakang temannya yang lain."
"Tunggu sebentar." Jemari Naruto kembali bergerak untuk meng-klik daftar bookmark yang lainnya. "Ini mengenai Inuzuka Kiba. Keluarga Inuzuka mempunyai perusahaan yang bergerak di bidang kehewanan, lebih khususnya binatang anjing, yang bernama The World Pets of Inuzuka. Perusahaan Inuzuka ini melakukan eksport-import binatang dan juga melayani permintaan perkawinan silang binatang dari ras yang berbeda."
Sasuke mulai merasa letih pada pergelangan tangannya yang sedari tadi menumpu berat badannya. Akhirnya, ia lebih memilih mendudukkan dirinya di atas meja belajar Naruto yang membuat Naruto shock seketika.
"Teme! Kau ingin menghancurkan meja belajarku, ya?" teriak Naruto dengan sekuat tenaga.
Sasuke mengkibas-kibaskan tangannya yang pegal. "Tenang saja, meja ini tidak mungkin hancur karena ulahku. Justru yang paling ditakutkan itu jika kau yang duduk di sini."
"Apa masalahnya? Ini, 'kan, meja belajarku!"
"Masalahnya itu karena kau sering memakan ramen yang bisa membuat berat badanmu... Ah, sudahlah! Cepat lanjutkan ke nama yang berikutnya."
Masih dengan wajah memberengut, Naruto memilih daftar bookmark yang lain. "Selanjutnya, Yakushi Kabuto. Klan Yakushi mempunyai perusahaan yang bernama Yakushi's Medicine and Sanitary. Perusahaan itu lebih fokus bergerak di bidang obat-obatan. Hampir seluruh rumah sakit menyarankan untuk menggunakan obat yang berasal dari perusahaannya. Keluarga ini juga mempunyai rumah sakit yang terkenal di seluruh dunia yang terletak di negara Rusia."
Sasuke mengangguk tanda mengerti. "Lalu yang terakhir?"
"Akasuna no Sasori. Berasal dari 'klan tersembunyi Akasuna'. Data apa-apaan ini? Klan ini ternyata mempunyai perusahaan yang sudah bertaraf Internasional selama 49 tahun lamanya, Sasuke! Perusahaan Akasuna Licensed of United memproduksi berbagai macam mainan anak di seluruh dunia mulai dari yang berumur dua tahun hingga mainan para remaja saat ini. Konon, bahkan karena terlalu rahasianya klan ini, seluruh anggota keluarganya memakai nama depan perusahaannya sebagai pengganti nama klannya."
Pikiran Sasuke kembali melayang untuk mencari data yang ia perlukan di dalam otaknya. "Akasuna... ya?"
Naruto menelengkan kepalanya ke arah Sasuke. "Kau pernah mengenalnya?"
Kepala Sasuke menggeleng pelan. "Entahlah. Daripada mengenal, mungkin lebih tepatnya aku pernah membacanya di suatu tempat." Ia memiringkan kepalanya. "Tapi, di mana, ya?"
Tangan kanan Naruto bergerak untuk memegang dagunya, pose berpikir. "Aku saja tidak pernah mendengar seluruh nama klan ini."
Sasuke menoleh ke arah Naruto yang tengah berpikir. "Itu karena kau masih belum tertarik dengan dunia perbisnisan."
"Bisa juga..." gumam Naruto.
"Sudahlah, jangan berpose seperti itu! Kau seperti orang yang terlewat pintar saja." Sasuke turun dari meja dan mendaratkan kakinya di atas lantai kamar Naruto.
Kepala Naruto tertoleh ke Sasuke seraya memberikan senyuman sumringahnya. "Aku memang pintar."
"Ya, dalam mimpimu."
Bisa ditebak, perkataan Sasuke sekarang berhasil membuat Naruto memberengutkan wajahnya untuk kedua kalinya.
Sasuke merenggangkan otot-otot badannya yang terasa pegal ke segala arah. Otak Sasuke kembali menjabarkan seluruh informasi yang baru saja didapatkan tadi, lalu mengambil kesimpulan yang ada. Yah, hanya kesimpulan singkat yang kecil.
"Hei, Dobe! Apakah kau merasa kasihan dengan nasib The Four Prince of Memoriam nanti?" tanya Sasuke yang membuat bingung Naruto.
Pemuda berambut jabrik kuning itu terlihat sedang memikirkan perkataan Sasuke dengan seksama. "Kalau iya, memangnya kenapa?"
"Demikian juga aku." Setelah sekian lama berpikir, Sasuke tersenyum kecil. Lalu, mengucapkan hasil akhir dari pemikiran panjangnya dengan tegas, "Sudah kuputuskan, aku hanya akan mempermasalahkan otak dari The Four Prince of Memoriam saja."
~CrackHackerz~
Tsuzuku
To be Continued...
Hari Kamis | Jakarta, 13 Desember 2012 | Pukul 20.33 WIB
Reply of Review:
Seijuurou Eisha-chan: Salam kenal. Kau tidak telat menemukan fict ini karena fict ini masih memasuki permulaan. Terima kasih atas pujiannya ,dan fict ini akan tetap kulanjutkan. Thanks for your review!
Rhikame: Review itu tidak harus berisi sebuah komen, tapi juga bisa diisi dengan rasa penasaranmu atau pertanyaan—walau akan kujawab tergantung pertanyaannya—dan lain-lain, kok. Thanks for your review!
Uchiha Cherry Rania17: Hai, salam kenal juga. Kalau semakin penasaran dengan cerita ini, ikuti terus ceritanya, ya. Maaf tidak bisa update kilat seperti maumu. Thanks for your review!
MerisChintya97: Yang menyuruhmu menebak jalan ceritanya itu siapa? Jika tidak ingin pusing, ikuti saja alur ceritanya, ya. Itu adalah jalan terbaik. Dan sayangnya, yang mereka bicarakan bukan Sakura. Sekian. Sorry tidak bisa update kilat. Thanks for your review!
Kasih hazumi: Tak perlu bingung, nanti kau pusing. Chara yang lain akan muncul di chapter-chapter yang akan datang karena ini masih awal cerita. Sabar, ya. Thanks for your review!
Ichiro Kenichi: Salam kenal juga. Semoga saja adegan action di chap ini termasuk kategori keren—walau singkat. Dan pemikiranmu mengenai Sasuke lompat dari jendela itu benar! Hebat, kau bisa membaca jalan ceritanya *applause*. Thanks for your review!
Sofi as : Sakura akan datang, percayalah. Masukkan darimu kuterima, kuusahkan buat yang romantis. Thanks for your review!
Maruyama Harumi: Maaf telah menunggu lama chap 10—bahkan chap 11 sendiri update lebih lama. Wow, baru klu pertama kau langsung menjawabnya… Baiklah, kutampung jawabanmu, terima kasih sudah berpartisipasi. Ryoukai. Thanks for your support and review!
EsterhazyTorte: Sudah lanjut, semoga kau sudah membacanya. Thanks for your review!
Akira Takigawa: Tak apa telat baca inbox, aku sendiri saja telat update. Opini yang kau punya banyak juga… Aku jadi ingin tahu apakah salah satu opinimu itu ada yang benar atau tidak. Kutunggu hasil "invesigasi"-mu. Silahkan lihat klu ke-dua setelah kolom ini. Thanks for your review!
Fany-san: Terima kasih atas pujiannya dan maaf tidak bisa update kilat. Klu tentang Sakura itu hanya berada di dalam A/N dan diberi tanda kutip (") setelah tsuzuku dan kolom Reply of Review, bukan di dalam ceritanya. Dan dari "kata" di dalam tanda kutip itu kau bisa memutar otakmu untuk menebak kira-kira maksud klu itu apa/kapan/bagaimana/dan lain-lain. Masukkan darimu kutampung dulu. Thanks for your review!
Zecka S. B. Fujioka: Terima kasih atas koreksian kata "sedangkan" serta "dan"-nya, akan kuteliti lagi mengenai kedua kata itu. Untuk yang lainnya sudah kita bahas di inbox, bukan? Semua tebakkan Moon-nee mudah-mudahan sudah terjawab di cerita ini. Benar, aku tidak mau mem-publish fict-ini karena "Nightmare" sudah berada di tengah jalan dengan pemikiran "takutnya L.I.N tidak akan selesai dan akhirnya putus di tengah jalan". Untuk chapter ini Sakura-nya masih ditahan, kok, tapi sepertinya Sasuke-nya sendiri sudah memintaku untuk mengeluarkan Sakura. Thanks for your review!
Universal Playgirl: Chap 11 sudah update, maaf menunggu lama hingga sebulan. Thanks for your review!
Hikari Ciel: Kuharap rasa penasaranmu terhadap apa yang Sasuke dan The Four Prince of Memoriam lakukan sudah terbayar. Semoga saja di clue ke dua ini kau sudah bisa memastikan jawabanmu, jika masih tidak bisa tidak apa, aku tidak memaksa untuk menjawab. Thanks for your review!
Dkrisan-chan: Hebat juga kau baru klu pertama sudah menjawab. Jawabanmu telah kukunci, terima kasih sudah berpartisipasi. Setting tempat pertemuan pertama mereka masih rahasia, lihat saja nanti. Thanks for your review!
Chitanda Chi-chan: Sakura sebentar lagi muncul, kok—Itu, pucuk kepala pink-nya sudah muncul. Jika masih penasaran juga, kau bisa ikut memcahkan klu yang kuberikan kepada reader semua. Terima kasih atas pujiannya. Enjoy saja ikuti ceritanya, lalu dibacanya pelan-pelan—jangan seperti dikejar-kejar. Thanks for your review!
Shaun: Meluruskan? Mungkin bisa jadi. Aku tidak mengerti bahasa Jawa, tapi aku sering mendengar beberapa pelayanku—karena pembantu terkesan rendah—berkata seperti itu. Tebakanmu tepat, Sasuke memang sedang melancarkan aksinya—walau singkat. Ikut tidaknya kau untuk berpartisipasi dalam "menebak klu Sakura" itu terserah dirimu, jika kau berpikiran nanti jadi kurang seru, ya sudah. Aku tidak pernah bosan membaca review orang. Thanks for your review!
Naabaka: Daripada kalimat "Sakura belum muncul", mungkin kalimat "Sakura akan muncul" lebih tepat dibicarakan. Thanks for your review!
Renvel: Sebenarnya aku tidak ada jadwal update yang tepat, yang pasti fict ini update antara hari rabu-kamis(sering) dan senin, selasa, jumat(jarang)—aku tidak pernah meng-update fict di hari sabtu dan minggu karena author-nya sendiri ingin "senang-senang". Dan yang pasti, semua pertanyaan dan kebingunganmu akan terjawab sejalan dengan cerita nanti. Mengenai pemotongan per chapter, entah kenapa, setiap aku mengetik cerita aku selalu memutuskan berhenti/bersambung di page dan dalam jumlah words yang sama. Words tidak bisa diperbanyak karena chap ini sudah termasuk stok story chap yang tersedia. Thanks for your review!
Eunike Yuen: Hai juga, aku tidak bosan lihat review-mu, kok. Aku sudah cek PM. Sakura akan muncul, tunggu saja. Semoga pertanyaanmu terjawab di dalam cerita ini. Thanks for your review!
Mia Dullindal: Salam kenal! Kau newbie? Selamat datang di FFN! Dan, semoga betah. Thanks atas sanjungannya dan sepertinya kau tidak suka dengan Naruto di sini, ya. Maklum, di sini Naruto kuposisikan sebagai pencair suasana agar para pembaca terhibur walau sedikit saja. Thanks for your review!
Yukina Itou Sephiienna Kitami: Cerita di atas cara Sasuke memperkenalkan diri kepada The Four Prince of Memoriam? Bisa jadi. Klan Uchiha dari awalnya saja sudah terlihat misterius, ya. Thanks for your review!
xLittleFallenAngel: Nasib Sasuke dan Naruto sudah kau ketahui di chap ini. Terima kasih atas partisipasinya, jawabanmu sudah kucatat. Thanks for your review!
Mitchiru1312jo: Terima kasih, silakan untuk membaca semua chapter yang sudah di-update dari fict ini. Thanks for your review!
Piyo piyo: Terima kasih atas sanjungannya, semoga bisa kupertahankan. Maksud dari "update cerita lebih banyak lagi" itu chapter fict-nya atau words per chapter-nya? Author-nya sendiri belum bisa memperkirakan CrackHackerz(CHz) akan tamat pada chap berapa, jadi ikuti saja dangan santai. Thanks for your review!
A/N: Sepertinya masih banyak para pembaca yang menunggu "kedatangan" Sakura. Dan, aku ingin mengucapkan terima kasih atas pertisipasinya bagi yang sudah memberikan jawabannya mengenai kedatangan Sakura—padahal masih klu pertama, tapi sudah berniat menjawab. Aku akan beritahu cara penilaianku bahwa: jawaban tunggal yang diberikan dalam kotak review akan menjadi "jawaban mati" a.k.a "tidak bisa diganti"; dan bagi yang mempunyai banyak opini/jawaban dalam satu review, dimohon untuk memastikan jawaban apa yang pasti di otak kalian. Jika beruntung, barangkali bisa mendapat "hadiah" dariku *evilsmirk*.
So, this is the second clue:
"DOS"
Apakah jadi tambah bingung? Pastinya. So, silakan memutar otak kalian lebih lanjut, ya. Selamat bersenang-senang.
And for the last words,
"Let's thinking about the second clue!"
Hints 1:
"Setiap klu yang kuberikan saling berkaitan satu sama lain".
Signature,
Huicergo Montediesberg
