Chapter 2: I'm Trap!

Tittle : I Can't Trust You

Author : Yue m00nlight

Pair : ChanBaek

Cast : Temukan seiring waktu

Genre : Romance, little bit Angst

Fantasi

Rate : T – T+

Lenght : Chaptered

Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.

Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.

A/N : Anyyeong^^ readersdeul...

Yue balik lagi dengan Chap 2 yang super gaje, sebelumnya terima kasih buat para readersdeul yang udah kasih ide untuk cast bahkan alur cerita^^ Daebak! Yue gak nyangka bakalan dapat respon sebaik ini dari kalian semua, gomawo~ oke deh gak perlu banyak bacot ini dia chap 2 nya...Kamera, roll, ACTION!

.

.

.

.

This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me

please close the tab now!

.

.

.

NO BASH, NO FLAME, NO PLAGIATOR

AND DON'T BE SIDERS

.

.

.

.

.

.

.

Dahi mulus yang terlihat berlipat berubah menjadi datar kembali, Baekhyun sudah menemukan jawaban iblis mengerikan namun tampan di hadapannya ini. Sebelum menjawab Baekhyun berdehem sejenak untuk membersihkan tenggorokannya yang terasa kering, "Baiklah aku sudah tahu apa tiga keinginan pertamaku"

Iblis tampan hanya mendengarkan dengan tampang tertarik, sebenarnya tanpa diberitahupun dia sudah membaca pikiran baekhyun tapi dia diam untuk mendengar suara si mungil yang enak didengar olehnya.

Baekhyun melanjutkan ucapannya karena si iblis masih terdiam mendengar tanpa berniat menjawab, "Tiga keinginanku yang pertama adalah . . .

.

.

.

.

.

.

.

~Hope you enjoy this story~

BAEKHYUN POV

Gelap! Semua nya terasa gelap dan juga sedikit panas. Sebenarnya ini dimana? Apa aku sudah mati? Tapi tidak, tidak aku yakin aku belum mati.

Suara apa itu? Dan kenapa mulutku terasa kaku dan tidak bisa digerakkan? Ahh, sial! Apa iblis itu menjebakku? Aku yakin aku belum mati, karena tidak mungkin di akhirat ada suara mesin mobil bukan?

Dan sekarang aku tahu, kenapa gelap.

Pasti mata dan mulutku disumpal kain.

Tapi siapa yang melakukan ini? Jangan-jangan iblis keparat itu. Shit! Tahu seperti ini aku tidak akan mau mengikat janji dengan dia.

Aku jadi teringat kejadian saat dimana aku mengikat kontrak dengan si iblis-tampan-namun-brengsek-itu...

FLASHBACK ON

Baekhyun melanjutkan ucapannya karena si iblis masih terdiam mendengar tanpa berniat menjawab, "Tiga keinginanku yang pertama adalah . . .

"Pertama, aku ingin tahu siapa namamu?" ujar Baekhyun sambil memandang si iblis tampan dengan serius. Hei, sebelum dia meminta yang lain dia harus tahu namanya bukan? Tidak mungkin terus memanggilnya dengan iblis atau devil terus menerus. Mereka pasti punya nama di tempat asli mereka bukan.

Si iblis mengerutkan dahi bingung, dia sedang berpikir sekarang. Di neraka ada peraturan tak tertulis yang melarang setiap iblis untuk memberitahukan nama mereka pada manusia.

Alasannya itu terlarang, dan hanya mereka lah yang tahu.

"Nama? Aku tidak punya nama Baek. . . kaulah yang harus memberi nama padaku" memang selama ini mereka diberi nama oleh para manusia yang melakukan kontrak dengan mereka.

Baekhyun kesal, dia pikir Baekhyun bodoh apa. "Tidak mungkin kau tidak punya nama" baekhyun menatap si iblis yang duduk di depannya dengan ekspresi mengejek. "Bahkan gelandangan saja punya nama" ungkapnya semakin kesal.

Si iblis hanya tersenyum maklum, manusia satu ini memang unik. "Ayolah Baek, tidak usah dipermasalahkan. Lagipula masa kau mau membuang permintaanmu hanya untuk tahu namaku?"

Baekhyun berpikir, memang benar apa yang dikatakan iblis menjengkelkan ini. Apalagi dia hanya punya tujuh permintaan saja. Tapi dia sangat penasaran, sungguh.

"Itu penting, aku mau tahu namamu dan kau tidak bisa menolaknya bukan?" tantang Baekhyun sambil membusungkan dadanya angkuh.

Hah, kalau tidak ingat hyung nya yang akan menghajarnya habis-habisan disana. Pasti dia akan menculik si mungil tapi keras kepala ini, membawanya ke neraka, memeliharanya, membelai-belainya seperti boneka dengan sayang dan menjadikan mainan paling menarik yang pernah dia miliki selama ini. "Aku akan memberitahukan namaku nanti" dilihatnya si mungil menggerutu tak jelas. "Setelah kau menyebutkan dua keinginanmu yang lainnya. Janji"

Si mungil tersenyum sumringah dia bahkan berteriak kencang dengan kedua tangan mengepal di atas kepalanya. "Yeay!" dasar, kelakuannya itu seperti anak kecil yang senang mendapatkan permen kapas setelah membujuk ibunya seharian sambil merengek-rengek.

Si iblis tertawa geli, cih! Rasanya dia semakin tidak sabar menyeret si mungil ke neraka sekarang. "Baiklah, apa dua keinginanmu yang lainnya" Baekhyun membuka mulutnya ingin menjawab tapi-

"Dengar, ada beberapa peraturan di duniaku yang tidak bisa kami langgar" si iblis kembali melipat kedua tangannya didada dan memasang ekspresi serius. Sementara Baekhyun menutup mulutnya dan mendengarkan.

"Pertama, kami tidak bisa mencabut nyawa manusia begitu saja" jari telunjuknya berada beberapa senti didepan wajah Baekhyun.

"Kedua, kami tidak bisa mempengaruhi perasaan seseorang. Seperti jatuh cinta, benci, takut, atau gila sekalipun"mendengar kata gila, mengingatkan Baekhyun tentang hyungnya.

"Ketiga, kami tidak bisa memonopoli kekuasaan atau harta seseorang. kami hanya bisa mempengaruhi pikiran mereka saja Baek. Semua itu harus dengan proses alami dan itu adalah peraturannya" Baekhyun hendak protes kembali, "Jika tidak terima silahkan protes saja pada ayahku, Pak tua Lucifer" si iblis mendengus kesal karena teringat ayahnya.

Baekhyun pusing sekarang, padahal awalnya dia ingin membuat semua orang yang menyakitinya dulu mati mengenaskan. Lalu mengembalikan pikiran hyungnya agar bisa waras. Tapi-

"Pikirkan lah dengan baik Baek, kalau tidak kau akan menyesal dan itu tidak berguna" sekarang sosok iblis tersebut membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Disampingnya terlihat Baekhyun bersedekap dada sambil menekuk wajah imutnya berpikir keras.

Baekhyun menghempaskan tubuhnya dengan keras diranjang membuat si iblis kaget. "Haah, kalau begini aku jadi pusing sendiri. Kenapa peraturan kalian konyol sekali?" bibirnya mengerucut sempurna, membuat si iblis menahan hasratnya untuk menyerang si mungil yang tampak menggairahkan ini mati-matian.

"Coba saja" perkataan itu membuat Baekhyun mengernyit tidak suka. Dia lupa kalau iblis disebelahnya ini bisa membaca pikirannya. Mereka berdua masih setia memandang satu sama lain, membuat si iblis mulai gerah.

Baekhyun mendudukan dirinya kembali, membuat si iblis mengikuti. "Keinginan keduaku adalah" Baekhyun menggantungkan kalimatnya, sebenarnya dia tidak yakin dengan keinginannya ini tapi tidak ada salahnya mencoba. "Aku ingin memiliki harta dan kekuasaan yang besar sehingga tidak ada yang bisa menentang keinginanku" lanjutnya mantap.

Si iblis hanya mengangguk pelan, menyetujui keinginan si mungil. "Lalu keinginan ketigaku adalah aku ingin memiliki pesona mematikan. Hingga setiap orang yang aku inginkan akan bertekuk lutut dihadapanku" kali ini suaranya terdengar lebih lantang. Seolah-olah memberi tahu pada seluruh dunia bahwa dia adalah sang penguasa disini.

"Deal, maka terjadilah" ucap si iblis tiba-tiba. Membuat kertas yang ditanda tangani Baekhyun bersinar terang dan menghilang mendadak seperti kemunculannya. "Berikan tangan kiri mu"

Baekhyun ragu, namun tetap mengulurkan tangan kirinya seperti yang diminta. Si iblis mendekatkan wajahnya seperti ingin mengecup telapak tangan nya. "Ini agak sedikit sakit jadi tahanlah" setelah berkata demikian tanpa memandang Baekhyun, si iblis tanpa diduga menggigit telapak tangannya dengan kuat hingga darah mengalir.

Sakit, Baekhyun berusaha menarik tangannya yang digigit. Namun tenaganya kalah jauh dari si iblis dan perlahan kesadaran Baekhyun mulai menurun dan pandangannya menggelap.

FLASHBACK OFF

Benar juga, bukankah dimana-mana semua juga jelas? Kalau iblis akan merayu manusia dengan kata-kata manis nan menggoda dan pada akhirnya tanpa kau sadari kau sudah Terjebak oleh rayuan busuknya.

Menyesal? Aku bahkan bingung harus menyesal atau tidak dalam situasi ini.

Aku berusaha protes, saat tanganku dicekal oleh seseorang dengan kuat bahkan memaksa ku berdiri begitu saja mengeluarkan aku entah dari mana. Dan hei suara apa itu? Aku harap aku hanya salah dengar. God please save me now!

AUTHOR POV

Dingin dan asing, itulah yang dirasakan Baekhyun sekarang.

Dirinya hanya memakai kaos lengan pendek dan celana jeans, sementara udara disini dingin menusuk. Dan asing karena bahasa dari beberapa orang atau banyak orang yang didengarnya tidak dia kenali.

Entah bahasa jepang, cina, atau hongkong mungkin. Tapi hanya satu yang pasti itu bukan bahasa korea, dan mungkin dia juga sudah meninggalkan tanah kelahirannya itu.

Lalu dimana si iblis yang melakukan perjanjian dengan Baekhyun, apa maksudnya semua ini. Tangannya masih dicekal dengan kuat, mata dan mulut yang tertutup, membuat Baekhyun tidak bisa melarikan diri dan pasrah berdiri menunggu nasib.

Sesaat semua orang itu menjauh dari Baekhyun dan orang yang memegangnya. Tidak lama terdengar suara mesin mobil menderu dengan keras, membuat Baekhyun berpikir bahwa dirinya ada di balapan liar atau sejenis nya tapi untuk apa dirinya disini. Kain yang menutup mata dan mulut Baekhyun terlepas, membuat mata sipitnya mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan keadaan disekeliling.

Mulut Baekhyun terganga dengan lebar, membuat orang yang masih memegang tangannya terkekeh geli. "Biasa saja, kau benar-benar menggelikan Baek" suara berat namun sexy itu tidak asing di telinga Baekhyun hingga membuat nya melihat si pelaku.

"Neo...kenapa aku disini dan ini dimana?" protes Baekhyun tak terima sambil melepaskan tangan si pria yang memegang lengannya.

"Dasar iblis brengsek...apa kau berniat menjualku HAH!"

Ya, pria disebelah Baekhyun adalah si iblis yang masih menatap geli ke arah Baekhyun yang mengamuk. "Aku mengabulkan keinginanmu Baek" jawabnya santai sambil menyandar di samping mobil sport dibelakang mereka.

Baekhyun menunjuk bagasi mobil dengan telunjuknya, "Apa tadi aku didalam sana?" masih dengan suara tinggi.

"Hmm" gumaman itulah jawabannya. Sementara mata iblis masih setia melihat balapan mobil di arena balap, mengabaikan Baekhyun yang hampir meledak karena amarah. "Kau tahu, siapa yang akan jadi pemenang?"

Kembali Baekhyun menghela napas dengan kasar, tapi mengikuti arah pandang si iblis. "Aku rasa mobil berwarna hitam pekat itu pemenangnya" mobil tersebut tampak cepat dan gesit membuat jarak yang jauh dengan mobil lainnya, seperti nya si pengemudi seseorang yang ahli. "Lihat, dia finish duluan!" heboh Baekhyun menarik-narik lengan jaket si iblis.

Si iblis menarik jaketnya kesal, tidak tahu apa kalau itu jaket mahal. "Ya, dan berarti dia adalah pemilikmu" seringaian tampan itu berganti dengan cepat, membuat mata Baekhyun melotot sempurna.

"Apa maksudmu dia adalah pemilikku? Apa kau menjual ku?" cecar Baekhyun tak terima.

Mobil hitam pekat sepekat malam mendekat kearah Baekhyun dan iblis, tidak lama nampak namja seumuran si iblis turun setelah mematikan mesin mobilnya. Si iblis tampak akrab dengan pemilik mobil itu, terbukti mereka saling menyapa dalam bahasa yang tidak di mengerti Baekhyun. "Aku mengabulkan keinginan kedua serta ketigamu sekaligus Baek" bisik iblis di telinga Baekhyun setelah berbincang sebentar dengan si pemenang balapan.

Kepala Baekhyun terasa sakit, bagaimana semua ini berhubungan dengan keinginan dia. Jelas-jelas dia dijadikan taruhan dalam balapan barusan dan namja pemenang ini akan menjadi pemiliknya.

"Kau bisa meminta itu sebagai keinginan ke empatmu sayang" ujar si iblis setelah membaca pikiran Baekhyun. Baekhyun mengangguk menyetujui perkataan si iblis dan terlihat si iblis memejamkan matanya sebentar lalu terbuka kembali. "Sudah" ujarnya santai.

"Jadi kita bisa telepati sekarang? Daebak!"

"Tentu Baek, itukan keinginan ke empatmu" terselip nada geli didalamnya.

"Lalu siapa pria ini? Sepertinya kalian cukup akrab?"

"Dia manusia jika itu yang kau maksud. Dan memang kami cukup akrab sebagai sesama pecinta balapan liar"

"Lalu apa hubungan keinginanku dengan kau menjadikan ku sebagai taruhan?" Baekhyun kesal, setelah pingsan karena tangannya digigit sekarang dia di jadikan taruhan.

Si iblis menatap Baekhyun lucu, "Karena dia sangat kaya dan memililki kekuasaan yang besar sayang" jelasnya sabar.

"Tapi aku tidak tahu bahasa apa yang kalian gunakan? Lagipula ini dimana? Dan apa dia tahu tentang perjanjian kita? Lalu bagaimana cara aku balas dendam lewat dia?" rentetan kalimat itu membuat si iblis tertawa keras.

Sebenarnya Baekhyun ini polos atau bodoh sih, masa hal gampang seperti ini saja tidak tahu. Tapi si iblis sadar, bahwa Baekhyun benar-benar membutuhkan bimbingannya dan pantas saja hidupnya menyedihkan. Dia terlalu polos yang lebih ke arah bodoh mungkin. Dia mainan yang sangat menarik.

Sementara namja pemenang balapan, hanya menatap si mungil dan si iblis disebelahnya. Dia menerka-nerka dalam hati ada hubungan apa mereka. Lalu kenapa mereka berdua saling bertatapan seperti sedang berkomunikasi walaupun tidak ada suara yang keluar. Tapi dia tidak mau ambil pusing, toh yang dia inginkan sekarang adalah membawa si mungil itu ke apartemen pribadi miliknya secepat mungkin.

"Ekhem!" suara si pemenang terdengar berdehem, membuat Baekhyun dan si iblis memutuskan kontak mata diantara mereka. "Jadi aku bisa membawa dia pulang sekarang?" hei, ternyata dia bisa berbahasa korea, membuat Baekhyun tambah pusing.

Si iblis menyeringai ke arah nya, "Tentu saja, dude!" serunya semangat sambil mendorong tubuh Baekhyun ke arah si pengemudi. "Dia milik mu sekarang" untung saja tubuh Baekhyun di tangkap tepat waktu, jika tidak pasti dia akan terjatuh ke jalan dengan tidak elitnya karena di dorong mendadak tanpa persiapan.

Setelahnya mereka berdua masuk mobil, meninggalkan si iblis tampan di arena balap liar.

Sepanjang perjalanan, Baekhyun hanya menundukkan kepalanya. Tangannya terlihat meremas-remas ujung kaos yang dia kenakan. Sementara si namja pemenang hanya terdiam, fokus mengendarai mobilnya. Sesekali dia melirik makhluk mungil dan manis di sebelahnya yang masih menunduk.

Sebenarnya tadi di arena balap, ketika temannya yang notabene nya adalah si iblis tampan berkata bahwa hadiah malam ini adalah si makhluk manis tapi pemalu di sebelahnya dia tidak tertarik sama sekali.

Namun semua pikiran itu lenyap, ketika mata nya menatap wajah dan mata si manis. Seolah-olah seluruh dunia ini tidak penting kecuali dia, si mungil yang manis.

Bahkan teman-teman nya yang lain, juga berpikiran demikian. Si manis ini memiliki pesona luar biasa yang bisa membuat dunia mu jungkir balik seketika. Dia ikut taruhan ini, padahal dalam balapan drift ini di ikuti oleh senior yang lebih hebat. Tapi dia tidak gentar, karena ingin memiliki si manis yang kelihatan galak namun rapuh baginya.

Balapan liar, Tokyo drift adalah balapan luar biasa. Kau tidak hanya dituntut memiliki mobil cepat tapi juga harus memiliki skill drift yang hebat. Bahkan karena luar biasanya sampai di buat film tentang balapan ini.

Yang mengikuti balapan ini mayoritas orang jepang, namun tidak sedikit orang korea ikut. Dan seperti dirinya yang asli orang Jepang, dia juga ikut balapan ini karena berbagai alasan. Walaupun sekarang dia berdomisili di Korea bukan berarti dia melupakan semua tentang negara kelahirannya tersebut.

Mesin mobil mati, menurunkan dua orang yang berada didalamnya. Tidak berapa lama mereka tiba di depan pintu apartemen mewah, milik si namja. Tiba didalam dia berjalan santai memasuki kamarnya tapi tidak dengan Baekhyun.

Dia masih berdiri kaku di ruang tengah, membuat si namja membalikkan tubuhnya ketika berada di depan pintu kamar. "Kenapa kau diam disitu? Kemarilah" sebelah tangannya mengisaratkan Baekhyun mendekat kepadanya. Tapi si manis itu tetap terdiam di tempat, membuat si namja heran.

"Wuaahhh, APA YANG KAU LAKUKAN?" Baekhyun berteriak kesal karena, si namja tiba-tiba menghampirinya dan menggendong dia ala bridal style masuk ke kamar. "KYAAA, lepaskan aku dasar namja mesum!" tubuh Baekhyun diturunkan didepan pintu kamar mandi dan si namja berjalan ke lemari, mengambil sebuah handuk serta melemparkannya ke arah Baekhyun yang langsung di tangkap dengan sigap.

Si namja memperhatikan Baekhyun dari atas ke bawah, tidak tahu apa yang dipikirkannya. "Mandilah, kau kotor. Dan aku tidak bersemangat untuk menggenjot siapa pun malam ini, jadi berhentilah menatapku seperti itu"

Perkataan itu menyadarkan Baekhyun, oh dia lupa kalau dia menatap namja di hadapannya ini dengan pandangan menuduh. "Eh, em, itu, anu, m-maaf" ujar Baekhyun kikuk dan masuk ke kamar mandi dengan cepat. Si namja terkekeh pelan, Baekhyun sangat lucu menurutnya dan itu bagus.

Didalam kamar mandi Baekhyun berdiri didepan westafel, menarik napas lalu membuangnya perlahan beberapa kali untuk menenangkan diri.

Dia benar-benar tidak habis pikir, bagaimana hidupnya bisa kacau seperti ini. Setelah bertemu iblis aneh, sekarang dia di klaim milik si namja tampan pemenang taruhan. Lalu kemana si iblis, apa dia lepas tangan begitu saja.

"Hoi iblis jelek, dimana kau?"

Baekhyun hampir terpekik kuat kalau mulutnya tidak dibekap dengan cepat. Baekhyun kaget karena sehabis berpikir demikian si iblis muncul begitu saja disebelahnya, gila. "Kau ini bereaksi berlebihan Baek"

Dengan cepat Baekhyun melepas mulutnya yang di bekap, menatap kesal dan sinis iblis yang suka seenaknya ini dengan jengkel. "Makanya kalau mau muncul jangan mendadak begitu. Aku kan kaget, kalau si namja tahu bagaimana?" mereka memulai telepati lagi.

"Tenang saja, toh kalau dia kesini karena suara cemprengmu dia tidak akan bisa melihatku" tatapan meremehkan itu membuat Baekhyun muak sekaligus heran. "Jangan heran, aku tidak bisa dilihat oleh manusia manapun kalau aku menginginkannya dan begitu juga sebaliknya. Kecuali kau, karena kita sudah terikat perjanjian, ingat!"

Baiklah, pertanyaan Baekhyun terjawab sudah, tapi masih ada pertanyaan lain. "Apa yang kau lakukan?" si iblis terlihat mengisi bathtub dengan santai, sekarang Baekhyun sadar kalau tubuh si iblis melayang tapi kemana sayapnya tempo hari.

"Sebentar lagi kau mandi, biar orang yang diluar sana tidak curiga" si iblis melayang kembali ke arah Baekhyun. "Kalau aku melayang begini, manusia tidak bisa melihatku. Dan aku tidak membutuh kan sayap kecuali ingin terbang" dia mendorong tubuh baekhyun ke depan bathtub yang sudah terisi. "Dan kau harus menuruti apa yang dikatakan oleh orang diluar sana jika ingin balas dendam. Tenang saja dia cukup baik selama aku mengenalnya selama ini"

"Aku rasa aku tidak punya pilihan lain bukan?" si iblis mengedikkan bahu acuh, membuat tatapan Baekhyun menjadi sendu ke arah pintu kamar mandi yang sudah dia kunci sebelumnya.

"Dengarkan aku Baek. Kau sudah tahu resiko yang kau ambil saat menandatangani perjanjian ini, jadi terima semua fasilitas yang aku berikan." Kedua tangannya meremas bahu Baekhyun pelan. "Jika kau bisa membuat dia percaya padamu, maka semua yang kau inginkan akan kau dapatkan. Dia memiliki kekuasaan yang besar, bahkan jika dia mau dia bisa membunuh orang-orang yang kau benci tanpa jejak." Baekhyun kaget dengan ucapan itu, benarkah sebesar itu kekuasaannya. "Percayalah padaku, dan kau tidak akan menyesal Baek. Aku pergi dulu, buatlah dia percaya padamu dan kau akan mendapatkan apapun yang kau ingin kan didunia ini"

Setelah si iblis menghilang, dengan cepat Baekhyun membulatkan tekadnya. Dia harus melakukan apapun untuk membalaskan dendamnya, walaupun harus menyerahkan seluruh hidupnya pada namja diluar sana yang telah mengklaim dirinya.

Si namja menutup novel yang dia baca, matanya menatap Baekhyun yang baru keluar dari kamar mandi. Tubuhnya yang menyandar di kepala ranjang langsung terduduk sempurna, melihat pemandangan menggiurkan di hadapannya. Tubuh putih mulus tanpa cela, rambut dark brown nya yang menetes-neteskan air sambil sesekali di elap dengan handuk kecil oleh si pemilik. Handuk yang tadi diberikan melilit indah di pinggang si mungil.

Sempurna, semua yang dia inginkan ada pada si mungil nan manis yang menatapnya dengan malu. Ini bukan pertama kalinya dia melihat tubuh namja, sudah banyak dia lihat diluar sana bahkan menjamah tubuh mereka. Tapi tidak ada yang seperti ini.

Dengan perlahan si namja bangun dari ranjang, berjalan mendekat ke arah si mungil yang kembali menundukkan kepalanya. "Jadi, siapa namamu?" tangan kanannya mengangkat dagu si mungil sehingga mata mereka bertemu untuk pertama kalinya. Aroma khas lemon menguar dari tubuh si mungil, aroma sabun dan shampo miliknya.

"Byun Ba-baekhyun" gagap Baekhyun karena wajah mereka yang sangat dekat. Si namja menatap wajahnya dengan intens, memperhatikan mata, hidung dan bibir merah Baekhyun.

Tubuh Baekhyun mengejang, membuat si namja terkekeh pelan di lehernya. "Rileks baby Bunny, jangan takut begitu. Aku tidak akan bermain kasar" lidah nakal si namja mulai menjilat leher mulus Baekhyun sensual membuat si pemilik menggigit bibirnya kuat untuk menahan desahannya agar tidak keluar.

BRRUUUKKK

Tubuh Baekhyun terdorong ke atas ranjang, dengan cepat si namja menindih tubuhnya. Baekhyun mati-matian menahan desahan yang ingin keluar dari mulutnya yang sedang dilumat dengan ganas oleh si namja di atasnya. "Eungghhh..." satu erangan lolos keluar karena ulah bibir dan tangan nakal si namja di tubuh polosnya. Memainkan semua titik sensitif Baekhyun tanpa ampun membuat si empu menggelinjang nikmat.

Si namja menatap wajah Baekhyun setelah membuat beberapa kissmark indah dileher serta dada mulusnya. Gairah nya semakin naik melihat mata sayu Baekhyun, wajah merah padamnya, bibir setengah terbuka dan bengkak karena dilumat ganas dirinya, serta desahan frustasi nan sexy darinya karena tangan nakal si namja bermain-main di penis milik Baekhyun.

"Kau sangat indah baby Bunny" dengan cepat dia membuka bajunya, melempar ke sembarang arah dan handuk baekhun yang terlepas juga ikut terdampar (?) ke lantai. Sementara Baekhyun masih menikmati ulah tangan nakal si namja, tapi tidak lama dia kesal karena tangan besar itu berhenti.

Baekhyun hendak protes, tapi ucapan si namja membuat dia terdiam. "Desahkan namaku dengan suara sexymu itu baby Bunny, sampai suara mu serak" bisik nya dengan suara khas nya ditelinga Baekhyun sambil menjilatnya seduktif. "Namaku adalah..."

.

.

.

.

.

.

.

Dua minggu sudah Baekhyun tinggal di apartemen mewah ini, sedang kan si namja pemiliknya sudah kembali ke Jepang karena mengurus beberapa urusan bisnis di negeri sakura tersebut empat hari yang lalu.

Baekhyun berhasil membuat namja tersebut percaya padanya, tentu saja dengan bantuan dari pesona memikat dan mematikan yang diminta Baekhyun pada si iblis tampan.

Sekarang Baekhyun memiliki beberapa kartu kredit unlimited di dompetnya, mobil sport mewah milik si namja, bahkan dia baru saja mengurus sekolahnya yang sempat dia tinggalkan beberapa bulan yang lalu karena kekurangan dana. Tapi itu dulu bukan sekarang, bahkan pak tua kepala sekolah sialan itu juga tutup mulut melihat uang yang dibawa Baekhyun. Tatapan meremehkan itu berganti kekaguman karena jumlah uang yang dia miliki, belum lagi melihat nama wali baru Baekhyun yang bisa membuat si pak tua hampir kena serangan jantung mendadak.

Baekhyun memasuki mobil hitamnya, terlihat si iblis sedang duduk sambil meletakkan kedua kakinya di atas dashboard santai. Dia sedang menampakkan wujudnya, dan mengeluarkan cengirannya melihat Baekhyun datang. "Bagaimana? Kenapa tidak pindah sekolah saja sih, bukannya disana banyak orang-orang yang kau benci"

Baekhyun melajukan mobilnya di jalanan, "Dengan uang semua bisa terjadi" sahutnya acuh sambil melihat ke jalanan. "Bagaimana dengan tugas yang kuberikan tadi?" untunglah tadi Baekhyun ke sekolah saat jam belajar, hingga membuat dia tidak harus bertemu dengan mantan teman-teman brengseknya itu.

Si iblis menurunkan kakinya, membenarkan letak duduknya agar nyaman. "Aku sudah menemukan mereka, kau mau langsung ke sana?" Baekhyun mengangguk tanpa menatap si iblis yang masih setia berpakaian serba hitam di sampingnya.

"Ayo kita ke sana" dan mobil itu melaju kencang menuju suatu tempat.

~ I Can't Trust You ~

Disebuah perempatan jalan, terdapat sebuah coffee shop mewah berdiri. Didalamnya terdapat banyak sekali anak-anak muda berpasangan sedang menikmati minuman ataupun makanan yang tersedia di buku menu.

Tidak terkecuali sepasang kekasih yang terlihat menikmati waktu berduaan sambil menyandarkan kepala mereka satu sama lain disebuah meja. "Sebenarnya aku sedikit mencemaskan anak itu, yeobo" ujar si yeoja menatap suaminya.

"Apa yang kau khawatirkan istriku?" ucar sang suami sambil mengecup kepala istrinya sebentar. Ohh, ternyata mereka sepasang suami-istri toh. Mungkin karena awet muda, makanya dikira sepasang kekasih.

Si istri menegakkan tubuhnya, "Kau tahu, aku takut Baekhyun balas dendam dengan kita. Entah kenapa akhir-akhir ini perasaanku tidak enak, seperti ada sesuatu yang buruk akan terjadi" wajahnya menampakkan guratan khawatir disana. Si suami tampak berpikir sebentar, "Tenanglah, memangnya bisa apa bocah itu. Toh dia sudah tidak punya apapun lagi didunia ini kecuali hyungnya yang gila itu" jelasnya tersenyum remeh.

Yah, mereka adalah paman dan bibi Baekhyun yang telah merampas semua harta yang dimilikinya dulu, dan setelahnya dengan tanpa perasaan mereka membuang Baekhyun begitu saja ke jalanan tanpa rasa kasihan sedikitpun.

"Tapi yeobo, aku-"

Belum sempat si istri berucap, sang suami malah memotong perkataaannya. "Sudahlah, lebih baik kita pulang sekarang" dengan terpaksa si yeoja mengikuti suami yang menarik tangannya keluar cafe.

Lampu jalan berubah warna menjadi merah, mengijinkan para pejalan kaki menyebrang jalanan. Semua orang berlalu dengan cepat sebelum lampu berubah kembali.

Sepasang suami-istri yang baru keluar dari cafepun ikut menyebrang paling belakang. Awalnya semua tampak biasa, sampai-

TIIIN TIIINNNN

"YEOBO AWAAASSS!"

BBRAAAKKK

BRUUUUGGG

Sebuah tubuh terpental ke jalanan, aspal gelap tersebut berubah merah karena darah yang mengucur deras dari kepala seseorang yang tergeletak tak berdaya. Orang-orang mulai berlarian ke arah tubuh malang tersebut, tampak seorang yeoja menangis histeris disebelahnya sambil menguncang-guncang tubuh itu. "Bangun yeobo, jangan tinggalkan aku" di sekeliling mereka tampak orang-orang mulai menelpon ambulance dengan panik.

Sang yeoja tak menyangka, ucapannya barusan di cafe terjadi begitu saja. Bahkan entah kenapa dia merasa suaminya telah tiada, saat napas teratur seperti biasanya tak keluar dari hidung suaminya.

Tidak mungkin secepat inikan mereka berpisah, siapa yang melakukan ini pada suaminya. Jelas-jelas lampu tersebut masih merah ketika mereka menyebrang dan mobil itu- ya, mobil itu! dimana sang pengemudi? kenapa dia tidak turun sama sekali. Dengan cepat si yeoja mengedarkan pandangannya ke mobil sport hitam pekat yang sedikit terhalang keberadaannya karena tertutupi manusia lain.

Napas si yeoja memburu, matanya membelalak sempurna, wajahnya pucat, tangisan histerisnya berhenti begitu saja ketika melihat pengemudi gila yang menabrak suaminya.

Jari telunjuknya menunjuk si pengemudi yang terlihat karena menurunkan setengah kaca jendela mobil hitamnya. "N-neo-" bibirnya gemetaran dan nafasnya tercekat. Sementara yang ditunjuk hanya menyeringai mengerikan dengan wajah puas dan senyum mengejek di bibirnya.

Mobil itu melaju begitu saja ke jalanan, melesat dengan kecepatan tinggi begitu orang-orang mulai mendekati mobilnya dengan emosi karena insiden penabrakan barusan. "HAHAHAHAHA...MATI KAU LEE SEUNG GI! PERGILAH KAU KE NERAKA!"

Puas, perasaannya sangat puas karena berhasil membunuh si bajingan tengik.

Dengan begini satu orang telah mati, dia adalah ahjussi yang telah membuatnya menderita dan menendangnya ke jalanan seperti hewan. "Kau senang Baekki?" ujar penumpang disebelahnya.

"Tentu saja. Walaupun rencana awal adalah menghabisi mereka berdua, tapi tak apa yang penting salah satunya sudah mati. Aku sangat puas!" seru Baekhyun sambil memasukkan mobil sportnya ke tempat parkir apartemen mewah miliknya.

"Kalau kau senang, aku juga senang" sahut si iblis setelah turun dari mobil dan masuk ke apartemen dengan menggenggam tangan kanan Baekhyun. "Lalu, selanjutnya siapa?" lanjutnya setelah dia duduk di sofa dan mendudukkan si mungil Baekhyun di pangkuannya.

Sementara si mungil hanya mengeliat geli dipangkuan namja tersebut, "Eungghh...su-sudah Kaihhh...gelihhh" sementara si iblis yang dipanggil Kai menghentikan acara menjilat dan menghisap leher putih mulus nan menggoda Baekhyun sambil menyeringai mesum.

Dasar iblis PERVERT! Umpat Baekhyun dalam hati saat melihat pantulan dirinya dengan bercak-bercak merah samar di depan kulkas. Baekhyun heran dengan Kai, kadang sifatnya dewasa, kadang menyebalkan, dan terkadang begini, pervert!

Sementara Kai hanya tertawa keras mendengar umpatan Baekhyun, memang manusia yang satu ini sangat menarik. Hah, sangat sayang jika jiwanya akan menjadi makanan Kai setelah perjanjian mereka selesai. Tapi entahlah Kai juga merasa bersyukur, karena hal itulah dia bisa bertemu manusia menarik dan lucu yang sekarang mempoutkan bibirnya kesal.

"Lalu siapa selanjutnya? Apa kau mau membunuh si yeoja itu dulu?" tanya Kai setelah Baekhyun duduk disebelahnya.

Baekhyun menyesap susu strawberri di tangannya, "Tidak, aku akan membunuh Yoona ahjumma nanti saja. Aku masih ingin bermain-main dengan meneror dia dulu" Baekhyun tersenyum licik sambil memandang dan mengelus tanda di telapak tangannya.

Kai menaikan sebelah alisnya bingung, "Lalu kau ingin melakukan apa sekarang?"

Baekhyun menatap iris kelam Kai, membuat Kai bisa merasakan aura hitam keluar dari tubuh si mungil yang terlihat rapuh namun sangat licik dan berbahaya di saat yang bersamaan.

"Aku ingin membalas dia, orang yang telah menghianatiku dengan sahabat yang paling kupercaya. Atau mantan sahabat yang paling ku percaya, AKAN KU BUAT MEREKA MERASAKAN SAKIT YANG KURASAKAN DULU" geram Baekhyun hingga giginya bergeletuk keras. Kai ikut tersenyum licik, namja itu merasa bahwa Baekhyun lah sebagai iblisnya disini bukan dirinya.

Baekhyun, kau benar-benar mengerikan.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

Bwuahahahahahaha... apa ini? Oke ini memang sangat absurd, setelah si iblis yang ternyata adalah Kai malah ada orang baru lagi yang ra ha sia. Sebenarnya Yue udah kasih clue yang cukup jelas di sini, jadi selamat menebak-nebak chinguuu~ Okeeeh kalo gitu mari kita balas review kalian semua chinguuu~

~Neli amelia: Iya sama2 neli, jinjja? Wah Yue juga seneng ada yang suka ff ini. Wah makasih ide untuk para castnya maaf ya kalo ga sesuai harapan. Untuk hyungnya devil di chap depan udah bakalan kebongkar siapa dia yg sebenarnya. Utk slight nya udah terjawab donk ya di chap ini, main cast nya Chanbaek kok sesuai dgn permintaan para readersdeul semua.

Baek spesial? Hmm, kasih tau ga ya ;) jiwa Baek jadi santapan Yue aja soalnya dia biasnya Yue di EXO #curhat utk fast update kali ini ga bisa karena sesuai dgn di chap kmrn setelah vote di tutup baru di update XD Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Baekhugs0420: hahahha, sumpah reviewnya ini bikin Yue ngakak XD udah jgn nangis depan rumah Yue, ntar digebukin ma kucing tetangga loh #eh,masa? Dan sekarang udah terjawab donk siapa main cast nya #kedip-kedip Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~ViviPExotics46: udah terjawab donk ya siap si handsome devilnya, nah kalo untuk Hunbaek bakalan ada tapi...#sokmisterius Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Oh HunHan Zelus: Nae dongsaeng, bogoshipeoooo ;( sekarang kita jarang berantem lagi gara-gara eonni udh pndh dari dorm exo ke dorm suju. Napa sih eonni dicuekin terus sekarang #pout utk tiga keinginannya udah kejawab di chap ini ya. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Nenehcabill: Bbbbbbbbbbbbb, noh main castnya si Chanbaek #tunjukChanbaek jadi jgn bacok Yue yah. Entar klo Yue mati siapa yg lanjutkan ff ini? Iya tuh Baek dosa, dengerin tuh kata si Nenehcabill. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Shantyy9411: Ne chinguuu~ udah di kabulin kan Chanbaeknya sesuai permintaan. Maaf ya chingu kalo ga semua pairnya sesuai dgn keinginan karena Yue jg harus sesuaikan dgn keadaan #Bow iya disini hyungnya Baek cukup penting, karena dia adalah salah satu kunci misteri kematian orang tua mereka #kokjadibukakartu? HunHan ? kalo untuk itu mereka bakalan ada tapi keberadaannya masih misteri disini chingu #wink gapapa kok, justru itu jadi sedikit kasih inspirasi alur cerita ini. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Baeklinerbyun: Hunbaek ya? Maaf chingu, tapi vote tertinggi disini adalah Chanbaek jadi jangan kecewa ya #Bow tapi kalo untuk Hunbaek moment bakalan ada disini tapi keberadaannya masih misteri ya. Kyu oppa emang evil akut, kkk dan rencananya dia bakalan Yue kontrak di fic ini, yehet ;) Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Chika Love Baby Baekhyun: santapan chanyeol? Sayangnya santapan Kai, kkkk. Kalo santapan diranjang hanya mereka lah yang tahu #lirikChanbaek aigooo hidup Baekki emang menyedihkan :( Pairnya Chanbaek sesuai dengan vote terbanyak, kaya nya cukup banyak Hunbaek shiper disini XD. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Yoona: wah, yadongers ternyata #ketawaevil adegan rated M ? aduh Yue ga bisa buatnya #pasangwajah polos #Kai: jadi yang tadi NC tapi di skip itu siapa yg buat? #Yue: ga tahu (siul-siul gaje)

Utk main castnya udah dikabulin ya Chanbaek, tapi kalo untuk Krisbaek kayanya bakalan Yue usahakan ya chingu. Kalo soal itu udah bisa nebak belum dari chap ini? #plakk sayangnya posisinya terbalik ya chingu. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Kimchanmin: Wuahahaha XD sayang nya tebakan anda SALAH! Kan suara si Kai yang berkulit hitam tapi sekseh itu juga berat and sekseh apalagi kalo lagi napsu dan NC an. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

Gomawooo utk yg meRiview, Fav / Follow

Ff Yue ini dan juga,

Please reviewnya chinguuu^^

~Yue m00nlight~