Chapter 2: Trouble
Tittle : I Can't Trust You
Author : Yue m00nlight
Pair : ChanBaek
Cast : Temukan seiring waktu
Genre : Romance, little bit Angst
Fantasi
Rate : T – T+
Lenght : Chaptered
Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.
Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.
A/N : Anyyeong^^ readersdeul...
Sebelumnya Yue mau ucapin sama para readers yang udah mau nungguin ff abal-abal ini^^ dan Yue juga mau ucapin makasih untuk Neli amelia yang udah ingatin Yue buat lanjutin cerita ini lewat PM. Jujur aja sebenarnya Yue pengen update minggu depan karena kurangnya ilham serta kehilangan feel akibat wisuda dan juga kerjaan yang padat banget.
Yue juga mau ucapin Welcome untuk readers baru yang udah mau mampir dan memberikan review untuk cerita ini^^ Yue jadi terhura liat review kalian semua :* nagi readers semua mampir juga donk di ff Yue yang lainnya, yah? Yah? Yah? Baeklah ga perlu banyak bacot...Kamera, roll, ACTION!
.
.
.
.
This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me
please close the tab now!
.
.
.
NO BASH, NO FLAME, NO PLAGIATOR
AND DON'T BE SIDERS
.
.
.
.
.
.
.
~Hope you enjoy this story~
Dentingan piano mengalun dengan indah, membuat sepasang mata terpejam menikmati permainan piano tersebut. Dia tidak tahu, dia bingung, dia resah bahkan dia merasa...ah, entahlah saat ini dia tidak tahu bagaimana perasaannya.
"Kai, sejak kapan kau datang?" suara itu mengusik lamunan Kai, mata tajamnya menatap sosok mungil Baekhyun yang beranjak dari piano yang dimainkannya duduk di sebelah Kai di sofa ruang tengah apartemen si mungil. "Hei, kemana saja kau selama beberapa hari ini?" lanjut Baekhyun karena Kai masih diam dan menatapnya.
Kai berjalan menjauh dari Baekhyun, memang dia merasa bahwa menghindari makhluk mungil ini adalah yang terbaik sekarang.
"Aku pergi dulu" setelahnya sosok iblis tampan bernama Kai menghilang dalam sekejap mata. Baekhyun bingung, setelah insiden tabrakan yang di sengajanya tiga hari yang lalu sosok Kai tidak pernah muncul.
Polisi memang sempat datang beberapa jam setelah penabrakan tersebut ke apartemen, awalnya mereka menyudutkan Baekhyun dengan segala saksi dan juga bukti kecelakaan yang membuat pamannya meninggal ditempat. Bahkan mereka juga ingin menjembloskan Baekhyun ke dalam penjara, seperti keinginan bibinya.
Sayang, itu adalah hal yang mustahil di lakukan.
Dengan santai, Baekhyun menghubungi si namja Jepang. Menjelaskan masalah penabrakan yang dia lakukan seolah-olah bahwa itu tidak disengaja.
Hasilnya, tidak lama polisi tersebut mendapat telpon dari atasan mereka. Mengatakan bahwa itu murni kecelakaan, dan memerintahkan mereka segera menutup kasus tersebut tanpa banyak tanya. Polisi-polisi tersebut bingung, namun tetap menjalankan perintah atasan mereka dan meninggalkan apartemen mewah milik Baekhyun.
Setelah mereka keluar apartemen, Baekhyun tidak menemukan sosok Kai yang sebelumnya berada di samping dalam wujud tak terlihat. Hanya sebuah catatan kecil di atas meja dari Kai, mengatakan bahwa dirinya harus pergi karena ada urusan. Sejak itulah Baekhyun tidak melihat sosok iblis tampan itu sampai hari ini. "Sebenarnya dia kenapa? Seperti menghindariku" monolog Baekhyun seorang diri.
Baekhyun merebahkan dirinya di sofa, memejamkan mata dan pikirannya melayang ke kejadian saat dia masuk ke sekolah untuk pertama kalinya bahkan dengan kelas yang sama dan teman munafik plus menyebalkan yang sama.
.
.
.
FLASHBACK ON
Semua mata memandang kagum, bagaimana mungkin ada seseorang yang sama namun tampak berbeda sekarang? Tubuh mungil, berkulit putih, surai hitam, mata sipit bereyeliner, masih sama namun kenapa memiliki pesona berbeda.
Semua mata yang memandangnya, merasa bingung sekaligus kagum. Kenapa Baekhyun yang notabene nya adalah mantan siswa disini bisa kembali.
Tidak hanya itu, dia juga memiliki mobil mewah. Bukannya dia sudah berhenti beberapa bulan yang lalu karena jatuh miskin. Dan gosip yang beredar, dia kembali ke sini dengan kekayaan yang tidak main-main mengalahkan kekayaannya yang dulu. Ada lagi perubahan pada diri Baekhyun, dia menjadi sosok yang arogan. "Ck, menjauh dariku. Aku sudah bilang kalau aku tidak kenal dengan kalian semua" matanya menatap sinis pada teman sekelas yang mendekat ke mejanya. "Aku murid baru disini, jadi mana mungkin aku mengenal kalian"
Semua murid di situ memandang heran, bagaimana mungkin Baekhyun mengatakan bahwa dia tidak mengenal mereka. Padahal dulu mereka selalu pergi shoping ke mall menggunakan kartu kredit Baekhyun membelikan mereka apapun.
"Jangan berbohong Baekki, aku tahu kau mengenal kami" rayu Daehyun yang di angguki setuju oleh teman-teman lainnya. "Kami minta maaf jika dulu menjauhimu, tapi kami menyesal jadi jangan marah lagi ne" cih, dia pikir Baekhyun tidak tahu kalau itu semua bohong, pasti mereka mendekat karena uang, uang dan uang.
Seorang pemuda bersurai pink mendekat ke meja Baekhyun, "Hei Baekki, aku dengar walimu seorang pengusaha muda kaya raya asal Jepang. Lalu bagaimana dengan walimu yang lama? Aku dengar paman mu meninggal dua hari yang lalu karena tertabrak. Kau sudah mengunjungi mereka?" Baekhyun menatap sinis Zelo, pemuda bersurai pink sekilas.
Dia berdiri dari bangkunya melangkah keluar kelas, "Dengar ya, aku tidak perduli apapun yang terjadi dengn mereka. Itu juga bukan urusan kalian dan-" Baekhyun membalikkan badannya memberi death glare kepada setiap pasang mata yang menatapnya. "Menjauhlah dariku, sebelum kalian menyesal!" desis Baekhyun dingin dan berjalan keluar kelas, meninggalkan teman sekelasnya yang cengo.
FLASHBACK OFF
.
.
.
.
Mata sipit itu terbuka, lamunannya terusik getaran ponsel di atas meja depan sofa tempat Baekhyun berbaring. Terlihat 'Pervert namja' di layar ponselnya, dengan malas Baekhyun mengangkatnya. "Yeoboseo?" terdengar kekehan namja dari seberang telpon. 'Tumben sekali dia menelpon sesore ini, biasanya kan dia menelpon ku menjelang waktu tidur' pikir Baekhyun.
"Kenapa suaramu seperti itu baby Bunny? Apa kau sedang kesal?" terdengar suara namja di seberang sana.
Baekhyun menghela napas, memang tidak bisa dipungkiri dia sedang kesal saat ini. "Lumayan, tidak kerja?" tanya Baekhyun to the point. "Maaf, aku sedang bad mood hari ini" sesal Baekhyun.
"Gwaenchana, sebenarnya aku sedang di kantor sekarang" terdengar suara lain di seberang telpon seperti suara yeoja. "Tapi entah kenapa, aku jadi teringat dirimu" lanjut namja tersebut, dan kali ini terdengar dia juga ikut berbisik-bisik.
Dahi Baekhyun berkerut, kalau dia memang sedang sibuk kenapa harus menelpon Baekhyun. "Kalau memang sibuk, kenapa menelponku Tuan Tampan" terselip sindiran didalamnya. Hei, Baekhyun paling tidak suka di acuhkan. Walaupun tidak sopan, karena namja yang menelponnya sekarang ini adalah namja yang menjadi pemiliknya sekaligus walinya sekarang.
Suara tawa terdengarr dari seberang telpon, "Maaf baby Bunny, tadi sekretarisku sedang meminta tanda tangan untuk beberapa berkas dan juga menjelaskan ulang jadwalku hari ini" nada itu melembut, kelihatannya dia tahu kalau dia harus bersabar menghadapi Baekhyun.
"Terserah!" ketus Baekhyun.
"Jangan marah, dan berhentilah memajukan bibirmu seperti itu kalau tidak ingin aku cium" candanya sambil tertawa. Baekhyun kaget, bagaimana dia tahu kalau Baekhyun sedang mengembungkan pipinya dan mengerucutkan bibirnya kesal. "Pervert!" umpat Baekhyun dan namja itu hanya tertawa renyah menanggapi.
Setelah tawanya reda, namja itu melanjutkan ucapannya. "Aku hanya pervert denganmu saja chagi~" godanya membuat pipi Baekhyun merona hebat. "Baiklah sepertinya aku harus jujur padamu sekarang" namja itu terdengar serius membuat Baekhyun terduduk karena perubahan nada bicara si namja. Ya tuhan semoga ini bukan berita buruk, Bakhyun tidak ingin lagi ada masalah baru. Cukup Kai saja yang sudah membuat dia pusing dengan kelakuannya.
"Baby Bunny, kau masih disana kan?" Baekhyun baru ingat, jika dia hnya terdiam sejak tadi. "T-tentu, apa yang i-ingin kau bicarakan?" astaga, Bekhyun benar-benar gugup sekarang bahkan tangannya terasa dingin dan suasanan mulai mencekam baginya.
Terdengar helaan napas berat di sana, sepertinya namja itu juga berat ingin menyampaikan hal itu pada Baekhyun. Otomatis Baekhyun semakin takut, sampai-sampai dia dengan tidak sadar menggigit bawahnya menunggu lanjutan ucapan si namja. Namja yang menjadi namjachingunya sekarang sekaligus wali baru Baekhyun.
"Hmm, aku harap kau bisa menerima hal ini Baekki" bahkan sekarang dia tidak memanggil Baekhyun dengan sebutan baby Bunny seperti tadi.
"T-tentu, katakan saja"
"Aku...ingin minta maaf padamu Baekki. Mianhe" nadanya terdengar melemah, terkesan ada penyesalan mendalam.
Suasanan semakin tegang untuk Baekhyun, apa dia akan di tinggalkan lagi. "Untuk apa?" Baekhyun berusaha memberi nada datar, seolah dia tidak tegang. Namun sayang, namja itu bisa merasakan perasaan tegang dari Baekhyun. "Aku...Aku minta maaf karena-" namja itu sengaja menggantungkan kalimatnya, tidak tahu apa kalau Baekhyun bahkan menahan napasnya.
"-Karena aku akan menerkanmu beronde-ronde di ranjang begitu aku tiba di Korea besok" dan suara tawa menyebalkan itu sukses membuat Baekhyun mengumpat dengan suara kuat. "Shit! Dasar namja pabo, pervert, menyebalkan!" sembur Baekhyun sambil melempar bantal sofa yang sedari tadi diremasnya gugup ke lantai.
Di seberang telpon, namja Jepang itu tertawa puas karena berhasil mengoda Baekhyun. Tidak ada hiburan menyenangkan seperti ini, selain membuat baby Bunny nya mengamuk serta mengutuk dirinya sedari tadi.
"Hahahahhaha...baby, jangan hmpft, mrah lagi ne?" rayu si namja sambil berusaha menahan tawanya yang hampir keluar.
Baekhyun menghentak-hentakkan kakinya ke lantai dengan kesal, sial sekali dia karena sudah di kerjai. "Diam kau namja pabo, aku akan mengganti password apartemen agar kau tidak bisa masuk ke dalam besok" ancam Baekhyun membuat si namja sweetdrop.
"Ya, jangan seperti itu baby. Nanti kalau aku tidak bisa masuk, siapa yang akan menemanimu tidur, hem? Dan juga nanti siapa yang akan membuat mu mendesah-desah sexy tanpaku? Serta yang paling penting, 'adikku' sangat merindukan hole hangat dan sempitmu itu chagi~" sial, wajah Baekhyun merah seperti kepiting rebus karena ucapan vulgar barusan.
Dengan cepat baekhyun mematikan sambungan telpon, setelah sebelumnya meneriakkan kata pervert dengan nada tujuh oktaf melengking miliknya. Biarkan saja jika namja pervert itu jadi tuli, toh salahkan saja dirinya yang berhasil membuat Baekhyun malu plus emosi.
Drrt Drrtt
Sebuah pesan masuk ke ponsel milik Baekhyun.
From: Pervert Namja
To: Baby Bunny
Hei baby Bunny
Tidak usah malu seperti itu
Aku tahu kau merindukan 'adikku' juga kan?
Tenang, aku akan tiba besok pagi ;)
Dan membuatmu mendesahkan namaku dengan seksi :*
Sial, sial, sial, sepertinya Baekhyun memang harus mengganti password apartemennya. Sebelum dia...hiii, Baekhyun bergidik ngeri membayangkan apa yang akan terjadi padanya saat si namja pabo-pervert itu tiba besok.
To: Pervert Namja
From: Baby Bunny
Jangan harap kau bisa masuk,
Aku tidak merindukan 'adikmu' dasar PERVERT
Setelah jarinya menekan tombol send, Baekhyun meletakkan kembali ponselnya di meja beranjak ke dapur mengambil makanan yang dia beli sepulang sekolah tadi. Berurusan dengan namja sepervert itu memang menguras tenaga, bahkan rasanya lebih baik jika Baekhyun lari maraton satu jam non-stop dari pada harus meladeni dia.
.
.
.
.
.
.
.
Baekhyun terlihat sedang berbicara dengan akrab bersama seorang namja di kantin sekolah, mengabaikan sepasang mata yang sesekali terlihat mengawasi mereka. 'Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Baekhyun bisa kembali ke sini? Apa aku harus mengabarkan berita ini padanya?' mata itu masih melihat Baekhyun yang tertawa bersama teman sebangkunya di kantin.
"-itu benar Baek, hah aku jadi sakit perut membayangkannya" ujar namja bermata bulat, bernama Do Kyungsoo memegang perutnya karena terlalu banyak tertawa.
Baekhyun berhasil berhenti tertawa, "Iya aku saja heran, bagaimana jadinya jika ada manusia seperti Mr. Been di dunia ini" mereka tertawa kembali. Memang topik yang sedang mereka bicarakan adalah Mr. Been yang terkenal karena kebodohannya di televisi.
Do Kyungsoo atau yang biasa di panggil Kyungsoo. Seorang namja pindahan dari Busan sebulan yang lalu ke Seoul karena pekerjaan orang tua mereka. Namja ini juga teman sebangku sekaligus satu-satunya teman Baekhyun. Berhubung dia baru pindah, dia tidak mengetahui tentang Baekhyun yang juga baru pindah ke sekolah ini –menurutnya. Sikap baik dan polosnya, berhasil membuat Baekhyun mendekati serta menjadikan si mata bulat sebagai temannya. "Kurasa aku akan bolos hari ini" gumam Baekhyun tanpa sadar saat membaca sebuah pesan yang baru saja masuk ke ponselnya.
"Memangnya kau mau kemana?" Kyungsoo menyesap jus di tangannya, sambil memperhatikan Baekhyun yang sedang membalas pesan dari seseorang sambil menggerutu tak jelas.
Baekhyun memasukkan ponsel ke kantung celana, "Aku ada urusan mendadak Kyungsoo" Baekhyun hampir saja pergi ke kelas untuk mengambil tasnya, sebelum sebuah tangan menahannya. "Ada apa Kyungsoo?" Baekhyun menaikkan sebelah alisnya heran.
Kyungsoo tersenyum simpul, "Kita sama-sama saja ke kelas, aku juga ingin membolos hari ini" Baekhyun menganggukkan kepala menyetujui dan mereka berdua keluar dari kantin menuju kelas.
Sebuah mobil sport hitam pekat berhenti. Seorang pegawai mengambil kunci mobil yang di berikan Baekhyun begitu turun dari mobil. Langkah kakinya menuju lantai dua restoran mewah, tempat seseorang menunggunya sedari tadi. "Ada apa?" tanpa basa-basi Baekhyun mendudukan dirinya di kursi begitu menemukan seorang namja familiar baginya di sudut restoran.
Namja tersebut baru saja memesan makanan, "Sekarang jam makan baby Bunny, dan aku tahu kalau kau belum makan" ujarnya santai menatap Baekhyun yang berdecih sebal di hadapannya. "Kalau kau tidak menyuruhku ke sini secara tiba-tiba, aku pasti sudah makan di kantin bersama Kyungsoo"
Namja tinggi berdarah Jepang melipat kedua tangannya di dada, menaikkan sebelah alisnya begitu mendengar nama asing. "Siapa itu Kyungsoo?"
Baekhyun memutar bola matanya dengan malas, "Dia teman sekelasku" jawab Baekhyun singkat. Tidak lama seorang pelayang menghampiri meja mereka sambil meletakkan hidangan yang sudah di pesan. Baekhyun menggumamkan kata terima kasih yang di balas senyuman dari si pelayan sambil berlalu pergi.
"Setelah kita selesai makan, kita akan menemui seseorang"
Mendengar ucapan terebut, membuat Baekhyun bertanya-tanya siap yang akan mereka berdua temui. "Siapa?" selama ini mereka jarang sekali menemui seseorang bersama.
Namja itu hanya tersenyum misterius, "Nanti juga tahu" dan mereka terdiam sambil menikmati makanan yang tersaji.
Sebenarnya Baekhyun bingung, entah kenapa perasaannya jadi gelisah sejak mereka meninggalkan restoran beberapa waktu lalu. Apalagi jalan ini terasa familiar baginya, namun setiap kali dia bertanya namja tinggi itu hanya menjawab sama 'Nanti juga tahu' sambil menyetir mobil tenang, berbeda dengan Baekhyun yang seperti cacing kepanasan.
Mata Baekhyun membelalak sempurna begitu mobil mereka berhenti di depan sebuah bangunan. Melihat bangunan besar di depannya membuat semua kenangan itu terputar kembali, kenangan menyedihkan tentang seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.
Namja tinggi itu menggenggam tangan mungil Baekhyun, kepala si mungil terus menunduk sepanjang perjalanan mereka ke dalam gedung bahkan saat mereka sampai di sebuah pintu. "Mau sampai kapan kau terus menunduk baby Bunny?" tangan kanannya yang bebas mengangkat dagu Baekhyun membuat tatapan mereka bertemu. Terlihat kesedihan, rindu dan juga takut di kedua mata Baekhyun.
Dengan pelan si namja merengkuh tubuh Baekhyun ke dalam pelukan. "Tidak usah khawatir, aku akan selalu ada disini" ujarnya sambil mengusap punggung Baekhyun dan sesekali mencium kepalanya sayang.
Setelah beberapa menit memeluk Baekhyun untuk menenangkannya, dia melepas pelukan tersebut dan dengan lembut menangkup wajah Baekhyun. "Kita masuk sekarang ne" dan Baekhyun hanya mengangguk pelan sebagai jawaban. Dengan perlahan si namja membuka pintu ruangan itu bersama Baekhyun yang merasa tidak siap untuk menghadapi sesuatu di dalam sana.
.
.
.
~ I Can't Trust You ~
.
.
.
Sementara itu di dalam neraka, terlihat Kai berjalan dengan terburu-buru memasuki ruangan hyungnya. Begitu pintu terbuka, tampak hyungnya menurunkan sebuah kertas di atas meja menatap Kai yang mendudukan dirinya di depan dia. "Seharusnya kau mengetuk dulu sebelum masuk Kai" ujarnya dengan nada bosan karena selalu mengingatkan adiknya hal yang sama berulang kali.
Wajah Kai terlihat kesal, ada emosi yang siap di keluarkannya sesaat lagi jika- "Kau tidak bisa merubah keputusan raja" ucapan tersebut membuat Kai mengeraskan rahangnya. Beberapa kali dia menarik dan mengeluarkan napas, agar emosinya berkurang jadi dia tidak perlu melampiaskan kekesalannya pada hyung satu-satunya ini. "Kenapa dia selalu bertindak seenaknya?" tanya Kai skeptis.
Hyung Kai hanya mengedikkan bahu, dia juga tidak tahu harus berkata apa. "Sudahlah, turuti saja keinginannya. Jangan membuat yang mulia raja tambah pusing karena ulahmu" mungkin beberapa nasihat bisa dia berikan untuk adiknya yang terkenal suka meledak-ledak.
BRAAAKKK
Meja kerja itu melayang menghantam dinding, membuat kertas yang ada di atasnya melayang-layang di udara. "TURUTI KEINGINANNYA ?! APA KAU SUDAH GILA HYUUUNG !" dan lagi sebuah kursi melayang menghantam tembok karena ulah Kai, yang berdiri dengan dada naik turun beserta napas memburu karena emosi yang baru saja dia keluarkan.
Hyung nya Kai menatap datar meja kerja serta sebuah kursi yang baru saja rusak karena ulah adiknya. "Memangnya kenapa? Apa kau tidak mau menuruti perintah ayah?" nadanya tetap pelan namun aura dingin membunuh mulai terasa di ruangan tersebut.
Kai menatap tajam hyungnya yang sudah berdiri di depannya. "Kau tahukan hyung kalau aku-" belum sempat Kai menyelesaikan ucapannya, suara hyungnya lebih dulu memotong. "Dengar Kai, kau sudah tahu peraturannya dari dulu. Dan kau melanggarnya, karena itu terima saja apapun keputusan ayah!"
Kepala Kai tertunduk, kepalanya terasa sakit karena terlalu banyak berpikir. "Tapi hyung tahukan kalau...kalau aku sangat menginginkan Baekki" lirih Kai. "Jebal, bantu aku Kyuhyun hyung"
Kyuhyun memijat pangkal hidungnya, semuanya terasa rumit sekarang. Sebagai hyung dan juga sebagai anak tertua dia menerima beban yang sangat berat selama ini. Dia menyayangi Kai sebagai dongsang satu-satunya yang dia miliki, seburuk apapun sikapnya. Bahkan Kuyuhyun rela melakukan apapun keinginan adiknya, tapi sekarang masalah ini tidak semudah biasanya. Karena berurusan langsung dengan yang mulia raja sekaligus ayah mereka.
Biasanya dengan mudahnya, dia berjanji pada Kai dan menyelesaikan segala kekacauan yang di buat sang adik. Namun sekarang, masalah terlalu pelik hanya karena seorang manusia bernama Byun Baekhyun. "Aku tidak akan melepaskan Baekhyun, karena dia adalah milikku dan tidak akan ada seorangpun yang bisa menentangnya" setelah berucap demikian Kai keluar meninggalkan Kyuhyun menatap sedih punggung Kai yang berjalan menjauh.
Begitu kakinya keluar dari bangunan tersebut, Kai mengeluarkan sayapnya bersiap pergi ke dunia manusia tempat dimana Baekhyun, manusia yang membuat perjanjian dengan dia berada. 'Aku bersumpah, apapun yang terjadi kau tetap akan menjadi milikku Byun Baekhyun'.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Mianhe, Yue minta maaf banget karena lupa membalas beberapa review di chap sebelumnya. Sebagai permintaan maaf, Yue bakalan malas review kalian disini gapapa ya^^ Baeklah mari kita balas review kalian chingu.
~Byungege: Mian, karena Yue baru balas review nya sekarang. Pairnya disini ChanBaaek kok jadi jangan nangis ya, klo udah baca jangan lupa reviewnya donk^^ Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~Xbaek: Mian, kemarin lupa balas review kamu makanya baru balas sekarang jangan marah ya;) Sayangnya pair untuk cerita ini ChanBaek tapi entar bakalan ada kok HunBaeknya jadi tetap ikuti fic ini ya^^ Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~Izca RizcassieYJ: Welcome, ChanBaek shipper juga ya ? udah terjawab donk ya apa keinginan Baekki^^ Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~Nenehcabill: Kkaebsong, jangan teriak mulu kasihan entar ChanBaek jadi budeg xD berarti udah terjawab ya pertanyaannya. Yang jadi wali Baekhyun emang masih di rahasiakan dan bakalan terjawab di chap selanjutnya^^ mantan Baekhyun juga bakalan terjawab di chap selanjutnya jadi ikuti terus biar ga penasaran #modus Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~Neli amelia: Hahahaha...Yue juga seneng klo Neli seneng^^ hmm, itu masih rahasia ya ikuti aja ceritanya biar makin penasaran #nah, lho? Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~Devrina: Ini udah di next ya, untuk update kilat kayanya belum bisa^^ Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~Baeklinerbyun: Ahahaha, mian klo ga sesuai harapan ya ;) Yue ga bakalan buat ChanSoo karena jujur aja mereka ga cucok^^ Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~Shantyy941: Yehet! Berarti anda belum beruntung donk? Hahahaha...untuk itu silahkan di tebak aja deh soalnya ga mungkin di bocorin kan siapa dia? Entar ga penasaran lg^^ Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~ : Udah terjawab ya pertanyaannya^^ Ini Udah di lanjut chingu, cowo yang mana ya? Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~Supremeboy: Wah, kaya nya emang HunBaek cukup banyak ya^^ tenang HunBaek bakalan nyelip kok tapi belum sekarang ya^^ Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~Tania3424: Semangat 45, berjuang demi ChanBaek! Hohohohoho Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~SHINeexo: Welcome, sama Yue juga suka genre fantasi semoga ga mengecewakan ya^^ iya iblisnya emang Bang Kai (?) pembalapnya siapa ya? Entar juga tahu kok jadi ikuti aja ceritanya plus review juga^^ untuk hyung nya Kai udah terjawab ya di chap ini, HunHan ? bisa iya bisa enggak #dileparsepatu Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
~Leekyukie: Wah, kayanya emang banyak yang salah tebak klo iblisnya itu si Chanyeol padahalkan Bang Kai. Namja pemilik Baekhyun itu masih rahasia, Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~
Gomawooo utk yg meRiview, Fav / Follow
Fic Yue dan juga,
Please reviewnya chinguuu^^
~Yue m00nlight~
