Chapter 4: Complicated

Tittle : I Can't Trust You

Author : Yue m00nlight

Pair : ChanBaek

Cast : Temukan seiring waktu

Genre : Romance, little bit Angst

Fantasi

Rate : T – T+

Lenght : Chaptered

Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.

Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.

A/N : Anyyeong^^ readersdeul...

Berhubung hari ini adalah ultah nya Yue jd spesial update untuk semua ff yg Yue buat untuk readersdeul semua #kiss&hug

Juga...Jengjengjeng spesial di chap ini beberapa pertanyaan readers bakalan terjawab. Trus untuk yang selalu tanya siapa namja Jepang itu, sebenarnya Yue udah kasih clue di setiap kemunculannya. Dan lebih jelas lagi di chap ini, kalau readers semua teliti dan lebih jeli...Hehehehe #ditabokreaders

Hmm, Yue boleh donk minta tlg ma readers semua? Tolong panggil saya dengan sebutan Yue, biar lebih akrab gitu soalnya klo di panggil author kayanya gmna gtuuuuu #SKSD kemarin ada juga yg tnya lewat PM, Yue itu 94line dan pastinya yeoja donk^^

Welcome untuk readers baru yang udah mau mampir dan memberikan review untuk cerita ini^^ Yue jadi terhura liat review kalian semua :* Baeklah ga perlu banyak bacot...Kamera, roll, ACTION!

.

.

.

.

This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me

please close the tab now!

.

.

.

NO BASH, NO FLAME, NO PLAGIATOR

AND DON'T BE SIDERS

.

.

.

.

.

.

.

~Hope you enjoy this story~

Langkah Baekhyun terhenti, koridor sekolah sedang sepi sekarang. Maklum hari masih terlalu pagi untuk berangkat sekolah tapi tidak dengan Baekhyun. Dengan adanya namja pervert yang berhasil membuat hatinya babak belur kemarin, dia memutuskan untuk berangkat sangat pagi hari ini. "Sebaiknya kau keluar, aku tahu kau mengikutiku sedari tadi" ujar Baekhyun dingin sambil menoleh ke arah belakangnya.

Tampak siluet seseorang keluar dari persembunyian, berjalan mendekat menyisahkan empat langkah di belakang Baekhyun. "Apa maumu? Tidak bosan apa setiap hari mengawasiku terus" Baekhyun memutar tubuhnya menghadap sosok tersebut.

Sosok didepannya hanya menatap tanpa kata, perasaan bersalah kembali menyergap hatinya melihat bagimana sikap dingin yang Baekhyun tujukan padanya. Berbanding terbalik dengan dulu. Dulu ketika mereka masih berteman sangat dekat atau kau bisa menyebutnya dengan kata sahabat.

Kembali melihat wajah itu dari dekat, membuat Baekhyun muak setengah mati. Ternyata dia masih punya nyali, untuk menampakkan wajahnya di depan Baekhyun setelah melakukan hal paling menyakitkan dan paling di benci. Penghianatan.

"Kalau tidak ada yang ingin kau bicarakan, aku pergi"

Sosok tersebut panik, melihat Baekhyun mengambil ancang-ancang untuk pergi. Sebenarnya banyak yang ingin di sampaikan kepada Baekhyun tapi entah kenapa samua kata tersebut tersangkut di tenggorokannya. "Mianhe" hanya itu yang sanggup dia ucapkan sekarang.

Baekhyun melipat tangannya di depan dada, mendongakkan wajahnya dengan arogan. "Kurasa itu sudah sangat terlambat, HYUNG" Baekhyun memang sengaja menekan kata hyung untuk menyindir.

Sementara sosok yang di panggil hyung menundukkan kepalanya. Dia tahu Baekhyun menyindir dirinya, tapi dia juga tahu kalau dirinya salah. Salah besar malah.

"Mian..." lagi suara itu terdengar lirih.

Ini menyebalkan. Dengan cepat Baekhyun membalikkan badannya, memunggungi sosok itu. "Lupakan saja, lagipula kalian terlihat serasi bersama" ujarnya dingin dengan tatapan datar. "Dan juga, jangan harap aku akan memaafkan kalian berdua. Karena aku akan membalas kalian berdua sama seperti yang kau lakukan dulu" desis nya dengan suara rendah. Baekhyun kembali meneruskan perjalanannya ke kelas mengabaikan sosok yang terdiam.

Sosok tersebut menegakkan kepalanya, mata itu membulat kaget. Dia tahu kalau Baekhyun tidak akan memaafkannya dengan mudah. Apalagi kesalahannya sangat fatal. Dia telah berselingkuh dengan kekasih Baekhyun, sahabatnya.

PUK

Bahunya di tepuk pelan, membuat Baekhyun menoleh dan melihat Kyungsoo baru tiba di kelas sambil meletakkan tas ke atas meja. "Apa yang kau lamunkan pagi-pagi begini, Baek?" lalu mendudukan dirinya di sebelah Baekhyun. Baekhyun memasang wajah datarnya kembali, "Tidak ada" setidaknya Kyungsoo bisa memaklumi sikap Baekhyun yang suka berubah-ubah, terkadang ramah dan terkadang seperti sekarang. Dingin.

Tatapan mereka berdua lurus ke depan kelas, keheningan menyelimuti keduanya. Tapi ini bukan karena suasana canggung atau apa. Justru keheningan itu terasa menyenangkan. "Apa kau tahu? Ku rasa aku beruntung bisa sebangku denganmu"

Kyungsoo memutarkan kepalanya ke samping, menghadap Baekhyun. "Apa maksudmu?" sebelah alisnya terangkat, jujur saja dia tidak mengerti ucapan Baekhyun barusan.

"Maksudku kau bukan tipe berisik seperti para yeoja itu" jari telunjuk Baekhyun mengarah pada sekumpulan yeoja yang sibuk bergosip di dekat pintu kelas. Kyungsoo terkekeh, "Aku tidak suka bergosip seperti ahjumma penjual ikan di pasar" canda Kyungsoo membuat mereka berdua tertawa pelan.

Setidaknya mereka berdua akan cocok menjadi teman sebangku.

.

.

.

~ I Can't Trust You ~

.

.

.

Pintu toilet terbuka, menampakkan sosok namja yang paling malas untuk Baekhyun lihat hari ini. Sudah cukup tadi pagi mereka bertemu, apa dia tidak mengerti dengan perkataan Baekhyun. Namja yang lebih tinggi beberapa senti darinya, berdiri di depan westafel di samping Baekhyun. Menatap dalam diam.

Keran mati, Baekhyun selesai mencuci tangannya. Sebaiknya dia segera ke kantin karena Kyungsoo sudah pasti menunggu disana. "Baek, maafkan hyung" perkataan tersebut menghentikan langkah kaki Baekhyun. "Hyung benar-benar tidak sengaja-" namun perkataannya terpotong oleh Baekhyun.

"Dengar ya Luhan hyung, aku rasa sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Jadi berhentilah mengatakan hal-hal tidak berguna seperti itu" dengan acuh Baekhyun meninggalkan sosok Luhan untuk kedua kalinya hari ini.

Luhan mendesah kecewa.

Tubuhnya bersandar di dinding, matanya terpejam. Menyesali perbuatannya di masa lalu, walau dia tahu itu semua sia-sia.

Tangan kirinya masuk ke kantung celana, mengambil smartphone dan membuka kuncinya. Ditatapnya wallpaper tersebut dengan sendu. Foto selca dirinya dan Baekhyun dulu di taman, saat keadaan mereka masih baik-baik saja.

Jarinya mengetuk layar beberapa kali, menampakkan foto seorang namja dari galeri ponsel. Ibu jarinya mengusap-usap foto seorang namja tinggi, bersurai cokelat, mata tajam, berkulit putih pucat. "Seandainya kau disini sekarang" gumamnya pelan.

Sepertinya Luhan harus memberitahukan berita tentang Baekhyun kepadanya. Seseorang yang pernah ada di dalam hidup mantan sahabatnya tersebut.

Puas memandang dan sesekali mengusap foto tersebut, dengan cepat Luhan mendial sebuah kontak di smartphone miliknya. Terdengar beberapa kali suara sambungan, sampai akhirnya suara khas seorang namja terdengar."Yeoboseo?"

Luhan menghela napas sebelum menjawab, "Kau dimana? Bisa kita bertemu sore nanti?"

.

.

.

~ I Can't Trust You ~

.

.

.

Tatapan mata itu masih sama seperti sebelumnya. Tetap tajam dan mengintimidasi siapa pun yang berani menatapnya secara langsung. Tapi jika diperhatikan dengan baik, kau akan menemukan hal lain di kedua manik tersebut. Hampa, tatapan tersebut terasa hampa dan kosong seperti tidak ada kehidupan di dalamnya.

"Hyung, bagaimana keadaanmu hari ini?" Baekhyun menatap sedih sosok di depannya. Sosok tinggi, putih, bersurai pirang keemasan itu, mengacuhkan keberadaan Baekhyun yang duduk di atas tempat tidur miliknya saling berhadapan.

"..."

"Kau tahu hyung, mulai sekarang aku akan mengunjungimu setiap hari sepulang sekolah" sosok itu tetap diam bahkan sedari tadi, dia masih setia menatap keluar jendela melihat langit sore. Mengabaikan keberadaan Baekhyun hampir satu jam yang lalu. "Apa kau tidak merindukan dongsaeng satu-satumu ini, hyung?" tangannya bergerak untuk menggenggam tangan kanan hyungnya.

"..."

Hyung Baekhyun memutar kepalanya menatap Baekhyun yang mulai berkaca-kaca. Namun dia tetap bungkam. Membuat hati Baekhyun berdenyut pedih.

Suara Baekhyun bergetar, mengandung kerinduan yang mendalam. "Hanya kau satu-satunya keluarga yang ku miliki hyung" sebelah tangan Baekhyun mengusap setetes air mata yang baru turun di pipinya. "Baekki mohon, cepat sembuh hyung. Aku...A-aku hiks menyayangimu hyunggg" kali ini Baekhyun tidak bisa menghentikan air matanya.

Dia menangis sambil menundukkan kepala, sedangkan hyung yang sedari tadi di ajak berbicara hanya terdiam.

Air mata turun membanjiri pipi Baekhyun, rasanya sangat sakit. Melihat bagaimana satu-satunya keluarga berada disini. Rumah sakit jiwa. Depresi karena kehilangan orangtua membuat nya harus di rawat.

Bahkan dia tidak bisa mengenali Baekhyun. Apa kau bisa merasakan penderitaan yang dirasakan olehnya.

Jika saja Kai bisa membuat keadaan hyungnya normal seperti dulu, dalam artian waras atau normal. Maka Baekhyun bersedia melakukan apapun yang di minta oleh si iblis tampan.

CKLEK

Pintu ruangan terbuka, membuat pandangan Baekhyun beralih untuk melihat siapa yang datang ke kemar rawat hyungnya. Namja tinggi itu masuk, menutup pintu di belakangnya dengan pelan. Berjalan mendekat dan berdiri di samping Baekhyun. Kedua tangannya menakup pipi Baekhyun, ibu jarinya menghapus sisa air mata itu dengan lembut. Kemudian di tutup dengan sebuah ciuman lembut di dahi Baekhyun. "Ayo kita pulang, sudah sore" sebelah tangannya menautkan jari-jari mereka.

Menarik tubuh mungil Baekhyun pelan agar beranjak dari tempat tidur. Sebelum langkah mereka terlalu jauh, Baekhyun memutar badan menghadap hyungnya yang masih saja menatap tempat tidur yang diduduki Baekhyun barusan.

"Baekki pulang dulu hyung, cepat sembuh ne? Saranghae Kris hyung" pamitnya lalu beranjak keluar kamar dan menutup pintu tersebut.

BLAM

Begitu pintu tertutup dan suara langkah kaki adiknya menjauh. Kris menutup kedua matanya, dan setetes air mata mengalir turun. Bibirnya bergetar menahan tangis yang mendesak keluar. Namun dia harus menahannya karena dia seorang namja. "Maafkan hyung, Baekki" cukup lama dia menatap pintu kamar, "Hyung menyayangimu"

.

.

.

~ I Can't Trust You ~

.

.

.

Namja itu sesekali melirik gelisah sosok di sebelahnya. Sejak keluar dari tempat hyungnya di rawat dia hanya diam. Bagi namja tinggi itu, lebih baik melihat reaksi Baekhyun yang menangis seharian seperti kemarin setelah dirinya mengajak si mungil untuk bertemu dengan hyungnya kembali.

Matanya terus melihat jalanan di depan, fokus menyetir. Dia tidak tahu apa yang dirasakan Baekhyun sekarang. Wajahnya datar tanpa emosi, menatap lurus jalanan didepan.

Sampai di basement dan memakirkan mobilnya Baekhyun tetap terdiam. Saat berjalan, di lift bahkan setelah berada dalam apartemen mereka berdua si mungil masih dengan ekspresi tak terbacanya. "Baby Bunny, aku mohon jangan seperti ini" ungkap si namja tinggi frustasi. Sudah cukup dia menahannya dari tadi, ini tidak bisa dibiarkan lebih lama lagi.

Ditariknya tubuh Baekhyun kedalam pelukan hangat. Berharap setidaknya dia bisa memberitahukan Baekhyun bahwa dia sangat cemas dari bahasa tubuh. "Aku mohon Baekki, jangan membuatku cemas seperti ini" bisiknya di telinga Baekhyun.

Wajah Baekhyun mendongak, hingga mata mereka bertatapan. Terlihat pancaran kekhawatiran di sana, membuat Baekhyun mengeluarkan suara. "Mian membuatmu cemas...A-aku hanya lelah"

Namja tinggi itu mendesah lega, setidaknya dia tahu Baekhyun hanya kelelahan.

Dengan cepat, dia membawa tubuh Baekhyun ke kamar mereka ala bridal style. Biasanya jika diperlakukan seperti itu si mungil protes, namun kali ini dia hanya diam dan menyembunyikan wajahnya didada bidang si namja.

Namja tinggi itu sangat perhatian, dia memandikan Baekhyun, memakaikan piyama, dan dengan pelan membaringkan tubuh Baekhyun ke atas ranjang. Baekhyun juga mengatakan tidak lapar saat namja tersebut menawarkan makan malam. Namja itu dengan sabar menaikkan selimut hingga sebatas dada, kemudian mengecup sayang dahi Baekhyun cukup lama. "Istirahatlah baby Bunny" Baekhyun membalas tersenyum lemah, "Kau tidak tidur?" tanyanya ketika si namja tinggi beranjak keluar kamar.

"Nanti, tidurlah duluan. Aku masih harus mengurus beberapa berkas" jawabnya sambil tersenyum lembut menghadap Baekhyun. "Jangan terlalu lama bekerja" ucap Baekhyun sebelum menutup kelopak matanya tidur.

HAAAH

Dia mendesah pelan. Tubuhnya bersandar di pintu kamar, setelah keluar dan memastikan Baekhyun tertidur. "Sial, hampir saja aku menyerangnya" rutuk si namja sambil memijat pangkal pelipisnya. Memang sejak dua hari tiba disini, dia belum sempat menggagahi tubuh menggoda Baekhyun seperti perkataannya dulu.

Tapi dia masih punya hati, apalagi dia tidak tega melihat keadaan Baekhyun yang kacau menurutnya. Kemarin dia memang mengajak si mungil berisik yang suka mengumpat padanya ke tempat hyungnya di rawat.

Bukan tanpa alasan, dia tahu pasti kekasihnya itu merindukan orang itu. Sejak dia mendapatkan Baekhyun dalam balapan, dia langsung menyuruh orang kepercayaannya Tuan Lee untuk menyelidiki latar belakang si mungil. Setelah mendapatkan laporannya, dia cukup terkejut karena kondisi Baekhyun yang sangat sangat sangat menderita. Andai saja dia bertemu lebih cepat dengannya, pasti si mungil tidak akan menderita separah ini. "Aku berjanji akan membahagiakanmu Baekki" ujarnya mantap.

Begitu kakinya sampai di ruangan kerja, dengan segera dia mengambil smartphone miliknya dan mendial nomor seseorang. "Ya Tuan?" terdengar suara namja paruh baya.

"Apa kau sudah menemukan yang aku minta kemarin Pak Lee?" tubuhnya bersandar di kursi kerja, matanya terpejam.

"Sudah Tuan muda, apa anda ingin melihatnya sekarang?" terdengar suara kertas bergesekan di seberang telpon. Mata tersebut melirik jam, 8.05pm belum terlalu larut. "Tidak, nanti saja jika Baekhyun tidak di rumah" ujarnya mantap.

"Baiklah Tuan muda" sebelum sambungan terputus dia harus memastikan sesuatu. "Tolong hubungi kepala sekolah Baekhyun. Katakan besok dia tidak bisa masuk. Kondisinya sedang tidak baik" orang kepercayaannya itu mengiyakan lalu memutuskan sambungan telpon. Setelah meletakkan smartphone nya di atas meja, tangan kanannya terjulur mengambil sebuah figura yang berisi foto Baekhyun tersenyum dengan menampakkan eyesmilenya.

"Aku ingin melihat senyum indahmu ini setiap hari my baby Bunny" ujarnya pelan sambil mengusap foto tersebut dan tersenyum tipis.

.

.

.

~ I Can't Trust You ~

.

.

.

Other Side

Dua orang namja terlihat bergandengan tangan, menyusuri jalanan kota Seoul. Langkah mereka terhenti ketika sampai di sebuah taman. Walau sudah malam, ternyata banyak juga orang-orang yang mendatangi tempat tersebut. Kaki lelah mereka terhenti didepan bangku taman, seharian ini mereka berdua jalan-jalan tanpa tujuan. "Luhannie, sebenarnya kau kenapa hem?" tangan namja itu terulur merapikan poni Luhan yang menutup matanya.

Luhan tersenyum, menikmati belaian tangan namja itu merapikan poninya dengan lembut. "Aku bertemu dengan Baekhyun-" sengaja Luhan menjeda kalimatnya, melihat reaksi namja disebelahnya. Dia terlihat terkejut. "-dan dia kembali bersekolah lagi" lanjut Luhan.

"Sepertinya dia masih sangat membenci kita, maaf ini semua salahku" lirih Luhan sambil menundukkan kepalanya.

Sementara si namja yang duduk disebelah Luhan terdiam. Dia masih sulit percaya jika Baekhyun –seseorang yang pernah menjadi namjachingunya, kembali bersekolah padahal terakhir dia mendenagar kabar kalau hartanya sudah di rebut oleh keluarga appa Baekhyun.

"Bagaimana mungkin?"

Luhan mengerti pertanyaan barusan. Dia menegakkan kepala menatap nanar pemandangan taman didepannya. "Aku juga tidak tahu bagaimana dia bisa kembali. Yang jelas kabar yang kudengar dia memiliki seorang wali kaya raya dan berpengaruh di negara kita" Luhan memang mendengar sedikit gosip tentang kembalinya Baekhyun ke sekolah mereka.

Sepasang mata rusa itu menatap namja yang masih mengenggam tangan mereka. "Kurasa kita harus bersiap menghadapi Baekhyun" kata-kata ambigu barusan membuat namja itu mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti.

Luhan mendesah, memandang langit malam diatas kepala mereka.

Ingatannya kembali pada kejadian ketika pertemuan dua kali mereka di sekolah. Bahkan ekspresi dingin Baekhyun terpatri dengan jelas di kepalanya. Membuat perasaan Luhan sedikit takut, karena entah kenapa ucapan Baekhyun terasa sangat menakutkan.

"Dia mengatakan akan membalas kita, dengan cara yang sama seperti kita dulu" kepala Luhan menunduk kembali sambil menutup matanya sedih. "Maafkan aku, seandainya saja saat itu aku-" ucapannya terpotong karena bibirnya di kecup.

Namja yang di ketahui mantan Baekhyun itu, melepas ciuman mereka. "Dengarkan aku Luhannie, apapun yang terjadi kita akan menghadapinya bersama" ujarnya meyakinkan sambil menatap mata rusa didepannya. Mata yang membuatnya tergila-gila hingga dengan teganya menyelingkuhi Baekhyun yang masih berstatus sebagai namjachingunya saat itu.

Kepala Luhan disandarkan ke dadanya, mencoba memberi keyakinan bahwa mereka akan tetap bersama dan baik-baik saja apapun yang terjadi. "Ya, kita akan menghadapinya bersama" ujar Luhan pelan.

.

.

.

~ I Can't Trust You ~

.

.

.

Sinar mentari menerobos masuk ke dalam sebuah kamar, secara tidak langsung membangunkan Baekhyun yang masih menggosok-gosok matanya mengantuk. "Hoaam" Baekhyun menguap sambil meregangkan kedua tangannya ke atas kepala.

Matanya melirik sisi kasur sebelahnya, kosong. Apa mungkin namja itu tidak tidur disini tadi malam. Dengan malas Baekhyun turun dari ranjang dan beranjak ke kamar mandi. Sepertinya orang itu baru selesai mandi karena aroma sabun masih cukup kuat didalam sini. Sebenarnya Baekhyun ingin membolos sekolah hari ini, di merasa lelah entah kenapa.

Mungkin karena semalam bertemu dengan Kris.

Selesai mandi dan berpakaian, kaki mungilnya beranjak ke dapur. Tercium aroma telur dari sana, aroma menggoda membuat perut Baekhyun meronta minta di isi. Apalagi tadi malam dia juga tidak makan.

Dengan manja Baekhyun memeluk namja tinggi itu dari belakang. Menggesek-gesekkan hidung mancungnya di punggung si namja. Terdengar kekehan pelan darinya. "Duduklah baby Bunny, sebentar lagi sarapannya siap" mendengar itu Baekhyun mengintip ke samping si namja, melihat apa yang dia masak.

Namun belum sempat terlihat, dengan cepat si namja berbalik menghadap Baekhyun setelah mematikan kompor. "Kau ini tidak sabaran" di kecupnya bibir Baekhyun sebentar. "Duduklah disana, aku akan menyajikannya sekarang" dengan halus dia mendorong tubuh Baekhyun ke meja makan. Beberapa menit kemudian dia muncul membawa dua piring makanan yang baru saja dia masak dan mendudukan tubuhnya di sebelah Baekhyun. "Ini dia baby Bunny" ujarnya sambil meletakkan piring di depan Baekhyun.

Mata sipir Baekhyun berbinar menatap menu sarapan mereka pagi ini, Omurice. Satu suapan masuk ke dalam mulutnya dengan cepat. "Wah, mashita" pujinya sambil tersenyum lebar menampakkan eyesmile yang di sukai namja Jepang.

"Baguslah kalau kau menyukainya baby" tangannya mengusap kepala Baekhyun sayang. Ternyata usahanya bangun pagi dan memasak sarapan tidak sia-sia. Terbukti dia bisa melihat senyum manis Baekhyun. "Kau juga harus makan" ujar Baekhyun menyendok kembali makanan ke dalam mulutnya. Si namja mengangguk dan menyuap makanan.

"Hari ini tidak usah sekolah dulu, aku sudah menyuruh pak Lee untuk menghubungi kepala sekolah" ujar si namja di sela-sela makan. Baekhyun hanya bergumam senang, setidaknya namja ini tahu apa yang di butuhkan oleh Baekhyun.

Suara ponsel berbunyi, membuat Baekhyun menghentikan kegiatan makannya sebentar.

"Yeoboseo?" tenyata ponsel si namja tinggi yang berbunyi.

"..."

"Begitu, jam berapa?" terdengar suara samar dari seberang sana. Baekhyun kembali makan, acuh dengan si namja.

"..."

Namja tersebut melirik Baekhyun sekilas, "Baiklah aku rasa ini saatnya. Aku akan membawa dia bersamaku" dan sambungan telpon itu terputus.

Si namja meneguk air putih, tidak melanjutkan sarapannya. "Baby, apa kau keberatan jika aku mengajakmu ke suatu tempat?" tanya si namja, ketika melihat Baekhyun selesai makan. Baekhyun hanya bergumam mengiyakan ajakan si namja. "Bagus, aku yakin kau akan suka pergi ke acara tersebut" lanjutnya sambil mengusap pipi Baekhyun.

Baekhyun mengerutkan dahinya dalam, barusan dia bilang acara. "Memang kita mau kemana?" Baekhyun menyipitkan matanya menatap curiga namja yang masih mengelus pipinya.

Sebuah seringian muncul di wajah tampannya, oh tidak sepertinya ini bukan berita bagus. "Tenang saja, kau pasti akan berterima kasih padaku setelah ini" Baekhyun menatap horor ke arahnya, astaga apa lagi yang direncanakan orang ini. "Tidak perlu curiga begitu padaku, sekarang bersiaplah kita harus berbelanja beberapa baju baru untuk kau kenakan ke acara nanti"

Beberapa jam mereka berdua berkeliling di dalam pusat perbelanjaan. Membeli pakaian untuk mereka berdua. Setelah mendapatkan apa yang di cari, mereka segera pulang ke apartemen. Berganti baju dan merapikan tampilan mereka dalam balutan jas mewah dan sepatu bermerk serta parfum mahal yang menguar dari tubuh keduanya. Setelah menempuh perjalanan dua puluh menit, mereka sampai di depan sebuah hotel mewah. Sepertinya ada acara besar-besaran disini, melihat tamu undangan yang datang sangat banyak dan berasal dari keluarga terpandang. "Kajja, kita masuk baby" dan Baekhyun hanya menurut mengikuti si namja tanpa protes.

Selama didalam tidak sedikit orang-orang menyalami si namja Jepang. Sepertinya dia memang orang yang berkuasa dan cukup terkenal, terbukti dari banyaknya orang yang mengobrol bersamanya. "Ayo kita temui penyelenggara pesta" ajak si namja tinggi menarik tangan Baekhyun ke tengah ruangan tempat acara berlangsung.

Ketika langkah mereka terhenti ditengah ruangan dan bertemu si penyelenggara pesta, Baekhyun bersumpah akan mengubur hidup-hidup namja tinggi ini sekarang juga.

Kenapa dia harus bertemu dengan orang ini lagi? Salah satu orang yang paling di benci Baekhyun dalam hidupnya.

Berbeda dengan Baekhyun yang memasang ekspresi datar untuk menutupi keterkejutannya, si tuan rumah penyelenggara pesta malah membelalakkan matanya melihat sosok Baekhyun yang terasa seperti hantu.

"B-byun Baek-hyun..."

.

.

.

~ I Can't Trust You ~

.

.

.

KAI POV

Haah... Aku tidak tahu entah kenapa semua jadi kacau seperti sekarang. Kenapa mereka suka sekali mempersulit diriku? Aku masih bingung kenapa Baekhyun bisa mempunyai keistimewaan seperti itu.

Lalu kenapa Kyuhyun hyung juga tidak memberi tahu ku dari awal?

Byun Baekhyun

Sebenarnya siapa kau dan mengapa takdir kita harus seperti ini? Kenapa kau tidak seperti yang lainnya saja sehingga semua tidak akan menjadi rumit seperti sekarang.

Aku benar-benar muak dengan tingkah laku mereka. Dasar tetangga menyebalkan. Dari dulu sampai sekarang selalu saja mengganggu hidupku. Apa yang kalian inginkan dariku. Ck! Semakin di bahas semakin membuatku sakit kepala.

Kenapa takdir seolah mempermainkan kita?

Kau tahu Baek, kau mengingatkan ku padanya. Pada seseorang yang tidak bisa kumiliki, kau seperti dia karena itu aku selalu melakukan yang terbaik untukmu.

Namun mengapa takdir begitu kejam?

Dia selalu mengambil orang-orang yang ku sayangi. Apakah salah ku jika terlahir menjadi seorang iblis. Hingga tuhan menghukum diriku dengan cara memisahkan aku dengan mereka yang ingin ku miliki.

Sial!

Semakin dipikirkan semakin kacau. Apa pikiranku menjadi kacau karena sedang berada diperbatasan? Kalian tahu, aku memang masih didunia kami. Disebuah daerah netral yang berada ditengah-tengah dunia kami para iblis, dengan dunia mereka para malaikat. Akan ku beritahu sebuah rahasia pada kalian. Kami para iblis tidak bisa masuk ke dunia malaikat, karena jika memaksa masuk tubuh kami akan hancur tidak bersisa. Begitu juga sebaliknya, jika malaikat masuk ke dunia kami mereka juga akan bernasib sama.

Daerah netral ini berada ditengah-tengahnya. Menghubungkan kedua daerah, agar bisa saling bertemu tanpa saling membunuh. Tempat dimana para pemimpin untuk mengadakan pertemuan membahas hal-hal yang menurutku membosankan.

Para iblis dan juga malaikat bisa datang ke sini tanpa takut.

Indah, pepohonan, sungai, padang rumput, dan semilir angin sejuk ada disini. Tempat yang indah namun menyakitkan. Kenapa? Karena disini aku akan melihat-

"Kai!" tuh kan, baru saja aku bilang orang nya sudah muncul.

AUTHOR POV

"Kai!" seorang namja berseru dan terbang menghampiri Kai yang duduk santai di bawah pohon oak. Kai hanya menatap malas-malasan pada sosok tersebut, yang selalu tersenyum menawan. "Sedang apa kau disini?" dia mendudukan dirinya di sebelah Kai.

Sosok namja manis, memakai baju putih, selalu tersenyum lembut dan sepasang sayap putih dipunggungnya yang baru hilang. Kai sangat tahu dia siapa, salah satu angel yang masuk dalam daftar terakhir ingin dilihat Kai. "Berhentilah sok akrab denganku!" ketus Kai. Sosok tersebut hanya terkekeh pelan, sudah biasa menghadapi sikap Kai yang menyebalkan. "Aku tahu kau sedang memikirkan manusia bernama Baekhyun kan?" Kai melotot mendengar nama Baekhyun disebut.

"Bagaimana kau tahu?"

Namja itu mengerling, "Sudah lah, kau tidak perlu tahu dari siapa aku tahu" angel itu mendongak menatap langit biru. "Sebaiknya kau turuti saja keinginan ayahmu" Kai mendengus, kenapa semua orang suka sekali ikut campur dalam urusannya.

"Bukan urusanmu" Kai menutup mata, kedua tangan dilipatnya di belakang kepala menjadi bantalan. "Lagipula kenapa aku harus mendengarkanmu, toh kau tahu aku membencimu bukan". Lancar tanpa perasaan. Kenapa Kai bisa mengucapkan kata menusuk seperti itu dengan lancar dan tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Angel itu tersenyum sedih, menatap Kai yang masih menutup mata –tak ingin melihat sosok dia. "Aku tahu kau sangat membenciku Kai" dia menghela napas berat sambil menundukkan kepala. "Tapi aku mengatakan ini karena aku perduli padamu, aku hanya tidak ingin kau juga mengalami hal yang sama dengan-"

"STOP! HENTIKAN!" Kai bangkit dari duduknya, menatap sosok angel yang balas menatap dirinya dengan sendu. "Kau!" jari telunjuk Kai mengarah ke wajah di angel.

"Berhentilah mencampuri urusanku, aku tahu kau mendengar itu dari Kyuhyun hyung bukan?" angel itu menganggukan kepala, membenarkan. Mata Kai berubah warna menjadi merah, dadanya naik turun, tanda jika dia sangat marah. "Mulai sekarang, menjauhlah dari hidupku dan juga duniaku" desis Kai tajam, kedua tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Kai tidak ingin lepas kendali sekarang.

Angel tersebut berdiri, mensejajarkan dirinya dengan Kai. "Tapi aku bersikap seperti ini karena aku perduli padamu Kai" tangan kanannya terulur, mencoba memegang tangan Kai.

PLAK

Dengan kasar, Kai menepis tangan angel tersebut. "KAU PIKIR KAU SIAPA HINGGA PERDULI DENGAN KU, HAH ?!" Kai membentak keras, membuat si angel tertunduk sedih.

"Mianhe" lirih si angel, matanya berkaca-kaca menatap mata Kai yang penuh amarah. Bahkan air mata sudah menggenang, bersiap tumpah jika dia mengedip sedikit saja.

Iris Kai berubah kembali menjadi hitam.

Hatinya mencelos sedih, 'Astaga, apa yang sudah kulakukan´ hatinya mengatakan agar Kai memeluk dan menenang kan si angel, sedangkan egonya mengatakan bahwa tindakan Kai adalah hal wajar. Kedua perasaan itu berperang dalam diri Kai, membuat dirinya semakin pusing. "Aku peringatkan kau hyung, sebaiknya menjauhlah darinya sebelum aku melakukan hal yang buruk padamu" dan egonya menang.

Kai berjalan menjauh, bersiap memasuki dunianya. Meninggalkan si angel yang meneteskan air mata sedih.

"Aku tidak mau kejadian seperti dulu terulang kembali, karena itu aku akan mendapatkan Baekhyun walaupun itu artinya aku harus melawan kalian semua" sosok Kai menghilang dari pandangan si angel.

Dia mendengarnya. Angel itu mendengar ucapan terakhir Kai, walaupun iblis tampan tersebut berkata dengan sangat pelan.

Air mata kembali turun dari mata indahnya, "Maafkan hyung Kai, semua itu memang kesalahan hyung dimasa lalu karena tidak mau berjuang dan mempertahankannya"

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

Wuahahahahaha... semakin lama cerita ini semakin membingungknan dan banyak masalah, tapi memang itulah yang Yue inginkan #ketawaevilbarengKaidanKyuhyun

Semakin sakit kepala bacanya? Minum oskadon, wesewesewes bablas angine #stres Udahlah malas banyak bacot mari kita balas reviewnya chingu^^

~KT CB: Welcome^^ wah kayanya ini juga yg kesekian kalinya blg klo kaya black butler, tapi sayang nya bukan yah. Soalnya Yue jg baru tahu crta itu stlh ad yg review sblmnya. Ini memang ChanBaek kok^^ hahaha udah tau yah si Kris perannya disini. Klo itu udh bisa di tebak belom, krna udh bnyk clue yg di tinggalin tntg namja Jepang^^ Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Petiteboy0506: Mungkin di chap depan udah di kenalin chingu^^ kalau Kai itu silahkan tebak yah hehehehhehe... masa iya sih ? tenang chap ini udh di panjangin ya. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~ : Wah, kaya lagu dangdut donk (?) hmmm, kalau Kai udh muncul sdkt konflik nya disini jd udah bisa tebak belum? Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Neli amelia: Hahhaahahaha... sama" chingu^^ mungkin di chap depan udh terjawab siapa dia yg sesungguhnya. Udah terjawab ya si Baekki kemana, walau tebakan nya salah kkkkk~ kalau Kai jg udah ada clue kenapa dia kaya gtu, kalau HunBaek tunggu aja dengan sabar. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~SHINeexo: Halooo^^ hahahahaha... wangsit nya nyangkut di pohon tuh makanya ga dapat ;) Jinjja? Haruskah kita ubah jadi KaiBaek? Kyuhyun oppa itu bias nya Yue di Suju dan emang dia muka evil akut #ditendangKyuhyun

Chanyeol jadi raja iblis? Wah ketuan donk ma Baekhyun, trus masa saingan ma anak sendiri? Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~ : Namj Jepang? Kayanya banyak yg penasaran, tenang udah ada clue nya disini jadi silahkan di tebak ya. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Nenehcabill: Yaaaaaa, siapa yg PHP-in sih? Yue Cuma buat penasaran aja kok ;) #ditimpuk Hahahahha... kalau Yue dicekik trus dead, entar siapa yang lanjutin crtanya? Hayoooo... Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Baeklinerbyun: Ini udah lanjut chingu^^ iya tebakannya terbalik tuh, hehehehe... suka KaiBaek? Harus kah kita ubah kkkkk~ Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~ChanBaekLuv: Iya nama Chanyeol belum muncul, tenang aja di chap depan semua cast udah muncul beserta perannya kok^^ Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Guest: Welcome^^ wah black butler lagi yah? Mungkin karena pengaruh pakai iblis nya kali ya makanya banyak yg blg mirip. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Parkbaekyoda: Welcome^^ Kalau misalnya si Chanyeol jd iblis dia sama Baekhyun pun ga bisa jadi raja/ratu iblis soalnya ada hyung nya kn si Kyuhyun. Sudahkah anda bisa menebaknya sekarang? Tenang ini bukan crackpair^^ san ending? Maybe yes maybe no... Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Kim Chan Min: Rapopo telat review, yg pntg tetap review #nyengirgaje

Masa iya sih? Kaya nya udah mirip lah cirinya si kkamjong alias Kai sama si iblis. Harus Yue akui Kai thu emang temsek tapi seksehhh nya ga ketulungan #mimisan Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~KimChanMin: Neeeee? Tenang aja chap depan semua cast udah bakal muncul kok, dan sebenarnya dia juga udah muncul cuma masih dirahasiakan keberadaannya (?) untuk namja Jepang yg lagi ngehits (?) udah bisa tebak di chap ini belum ? Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Chanbaekssi: Wah gomawo karena udah suka^^ yandere? Hahahahha... Chansoo di bunuh? Mungkin bisa dipertimbangkan (?)Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Leekyukie: Kai ngamuk karena ga dapat jatah dari Yue kemarin, makanya dia gtu #narsismodeOn Namja Jepang itu seharusnya udah ketebak di chap ini karena udah ada kemunculan Luhan yg kasih clue. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

~Ikkikajung99: Anyyeong^^ welcome. Benarkah fantasi nya berasa? Wali, mantan dan selingkuhan seharusnya udah terjawab di chap ini ya chingu. Gomawo reviewnya, keep review chinguuu~

.

.

.

.

Bagi yg nama nya belum disebut, silahkan tulis di kotak review

Soalnya Yue juga manusia yg tak luput dari kesalahan

Please reviewnya chinguuu^^

~Yue m00nlight~