Chapter 5: Start Now
Tittle : I Can't Trust You
Author : Yue m00nlight
Pair : ChanBaek
Cast : Temukan seiring waktu
Genre : Romance, little bit Angst
Fantasi
Rate : T – T+
Lenght : Chaptered
Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.
Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.
A/N : Anyyeong^^ readersdeul...
Khusus chap ini seperti janji Yue di chap sebelumnya, para cast akan menampakkan wujudnya (?) Yue berharap kalian semua tidak kecewa dengan pemilihan cast disini, karena mereka ada berdasarkan permintaan kalian sebelumnya saat melakukan voting cast. Mian kalo ceritanya membosankan, karena seginilah kemampuan Yue dalam menulis setelah mengalami kegalauan akut akibat EXO.
.
.
.
Kamera, roll, ACTION!
.
.
.
This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me
please close the tab now!
.
.
.
NO BASH, NO FLAME, NO PLAGIATOR
AND DON'T BE SIDERS
.
.
.
.
.
.
.
Berbeda dengan Baekhyun yang memasang ekspresi datar untuk menutupi keterkejutannya, si tuan rumah penyelenggara pesta malah membelalakkan matanya melihat sosok Baekhyun yang terasa seperti hantu.
"B-byun Baek-hyun..."
.
.
.
.
~Hope you enjoy this story~
Seorang namja melangkahkan kakinya menuju sebuah ruangan, kamar pasien tempat seseorang yang dia sayangi berada. Langkahnya terhenti di depan pintu kamar –tempat seseorang dirawat.
CKLEK
Namja itu masuk, menutup pintu dibelakangnya dan menghampiri seseorang yang duduk di kursi dekat jendela. Sepertinya orang tersebut tidak menyadari keberadaannya, "Hari ini cukup cerah ya Kris gege" nadanya riang dan ceria, senyum mengembang di bibirnya yang lucu seperti kucing.
Kris tersentak dan menoleh ke arah namja yang baru menyapanya.
Seperti sebelumnya dia hanya berekspresi datar dan kosong. Namja yang baru menyapanya menghela napas berat, selalu seperti ini. "Jangan menatapku seperti itu Kris ge, aku tahu kau tidak gila" nadanya terdengar kesal.
Kris, namja yang di kunjungi segera mengubah ekspresinya. "Mau apa kau datang kemari?" nada dingin yang Kris keluarkan membuat namja tersebut meringis. Dia tahu ini akan sulit.
"Tentu saja aku ingin mengunjungimu" Kris mendengus, terlalu banyak alasan. "Hei, jangan seperti itu Kris ge. Lagipula aku ini kan namjachingu-mu jadi wajar aku kemari karena merindukanmu bukan?" rengek namja tersebut sambil bergelanyut manja di tangan Kris dan menyandarkan kepalanya di bahu Kris.
Kris tidak menolak perkataan ataupun sikap manja si namja, karena yang dia katakan memang benar. "Sebutkan saja alasanmu, karena aku tahu betul kau namja seperti apa" Kris kembali menatap langit dari jendela.
Ucapan Kris barusan tepat sasaran.
Namja itu menautkan jari-jari mereka berdua. Matanya terpenjam, sekilas memori manis tentang mereka berdua kembali terputar di kepalanya.
Namun ini bukan saatnya untuk bernostalgia.
"Kau benar ge, aku kemari karena ada sesuatu" namja itu menegakkan kepalanya, matanya menatap wajah tampan Kris dari samping dengan nanar. "Aku bertemu dengan adikmu, Baekhyun tadi malam ada di pesta perusahaan" kris masih memasang ekspresi datarnya.
"Lalu?"
"Kurasa sebentar lagi kita impas Kris ge" lirihnya pelan namun masih terdengar Kris. "Kalian kehilangan orangtua dan mungkin sebentar lagi kami akan kehilangan semuanya" kepalanya tertunduk dalam, air mata mulai menggenang di pelupuk mata.
"Bagus jika itu memang benar terjadi"
Namja itu tertawa miris."Ya, aku rasa itu balasan setimpal" dia kembali menatap Kris yang ternyata sudah memandang nya entah sejak kapan. "Kau tahu ge, sepertinya perang yang sebenarnya akan dimulai" matanya menerawang.
"Apa semua yang ku lakukan belum cukup?" Kris menatap tajam namja disebelahnya, dan melepas tautan tangan mereka berdua. "Kurasa ini waktunya kau pergi, Lee Zitao" Kris bangkit, menuju pintu dan membukanya lebar.
Zitao atau yang biasa dipanggil Tao menatap Kris dengan pandangan bertanya. "Keluar sekarang, sebelum aku berubah pikiran"
Tao berdiri tepat didepan pintu yang terbuka lebar, matanya menatap Kris yang melihat ke arah lain. "Appa sudah meninggal, dan itu karena ulah Baekhyun. Walaupun kami sudah meminta polisi menyelidiki ulang namun mereka menolak"
Kris masih diam tanpa mau melihatnya.
"Tao tahu, jika Tao pantas dibenci oleh kalian berdua" wajahnya menyiratkan kesedihan yang mendalam, kenapa dia harus terlibat dengan semua ini. "Namun ketahuilah Ge, rasa cinta Tao pada Kris ge bukan sebuah kebohongan" Tao melangkah keluar dari kamar tersebut. Kris segera menutup pintu begitu Tao keluar.
Sebelum beranjak pergi dari pintu tersebut, Tao berkata pelan dan berharap Kris dapat mendengarnya. "Wo ai ni ge. Saranghae, jeongmal saranghae Kris ge"
Setetes air mata mengalir turun di pipi Tao, namun namja tersebut menghapusnya cepat. Lebih baik dia segera pergi dari sini sebelum hatinya berperang batin kembali. Perang batin antara memilih keluarga atau orang yang dicintai.
Dibalik pintu Kris bisa mendengar ucapan Tao. "Nado... nado saranghae baby panda" sama seperti Tao yang harus memilih antara keluarga atau hatinya, Kris harus memilih antara berkata jujur dan semua terungkap atau tetap bungkam selamanya.
Cinta memang buta, dan itulah yang di rasakan Kris saat ini.
Kris tidak bisa berbohong jika dia sangat mencintai Tao. Orang yang sudah menjadi kekasihnya selama hampir satu tahun. Dan dia bersedia melakukan segalanya, termasuk menutupi fakta kematian orangtuanya dari semua orang.
Bahkan menutupinya dari, Baekhyun.
.
.
.
~ I Can't Trust You ~
.
.
.
Sore itu, Luhan berjalan keluar sekolah. Bel pulang berbunyi beberapa saat yang lalu, dengan lesu Luhan berjalan keluar sekolah. Namun matanya menangkap sesosok namja tampan, tinggi, putih pucat nyaris albino dan berambut coklat sedang bersandar di mobilnya depan gerbang sekolah.
Tangan Luhan mengucek matanya, takut salah lihat. Namun sosok tersebut tidak menghilang, berarti namja itu nyata.
Bagaimana mungkin dia bisa ada disini.
"SEHUN!" Luhan langsung berlari kencang ke arah namja tersebut, mengabaikan tatapan siswa lain karena teriakannya yang cukup keras.
Merasa ada yang memanggil, Sehun mengedarkan pandangannya ke area sekolah. Senyumnya terkembang kala melihat seorang namja cantik berlari riang ke arahnya. Tentu Sehun tahu siapa dia, "Sehun, sedang apa kau disini?" Luhan berhenti tepat di depannya dan tersenyum manis.
Namja pucat itu terkekeh, "Jangan lari-lari nanti jatuh" Luhan mempoutkan bibirnya kesal, dia bukan anak kecil yang akan terjatuh ketika berlari. "Aku bukan anak kecil Hunnie".
Tangan Sehun mengacak rambut Luhan gemas. "Arraseo Hannie, dan berhentilah memajukan bibirmu kalau tidak ingin kucium" canda Sehun. Mendengar itu wajah Luhan merona malu, "Pervert!" tangannya memukul lengan Sehun manja.
Sehun tertawa melihat tingkah childish Luhan.
Luhan berhenti memukul lengan Sehun, "Sedang apa Hunnie disini? Mau menjemputku, eoh?" tanya Luhan sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda yang sukses membuat Sehun tertawa keras. Sejak kapan rusa kesayangannya ini jadi nakal, bahkan sudah berani menggoda dia di sekolahnya. "Berhenti tertawa!" sungut Luhan sambil menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.
Astaga bagaimana mungkin dia bertingkah manja seperti anak kecil, padahal dirinya sudah besar.
Sehun berhenti tertawa, dia tidak ingin membuat rusa cantiknya mengamuk.
Tangan kanannya mengelus pipi kiri Luhan lembut, dari matanya terpancar rasa sayang. Luhan kaget dan merona karena perlakuan Sehun padanya. "Aku datang karena ingin menjemput seseorang, tidak mungkin aku kesini karena mau berobat kan?" ternyata Sehun ingin bercanda sekarang, baik Luhan akan meladeninya.
"Jinjja? Tapi wajar juga kalau Hunnie berobat kemari" Sehun mengernyit bingung, apa maksud Luhan? Dia kan hanya bercanda. "Maksudnya?" serius Sehun bingung sekarang.
Luhan semakin mendekatkan dirinya ke Sehun, hanya tersisa satu langkah jarak di antara mereka berdua. Luhan mendongakkan kepalanya, menatap mata tajam tersebut. Sehun balas menatap Luhan dengan pandangan tidak mengerti.
Kedua tangan Luhan memegang kerah kemeja Sehun, berpura-pura merapikannya. "Hunnie datang kemari untuk mengobati rasa rindu pada Hannie kan?" bisiknya pelan.
Jadi itu, Sehun mengerti sekarang.
Sepasang tangan Sehun melingkari pinggang Luhan, menariknya lebih dekat hingga dada keduanya menempel tanpa cela. "Kalau iya bagaimana?" bisik Sehun di telinga Luhan. Sial, wajah Luhan sangat merah sekarang, Luhan hanya mampu menundukkan kepalanya. Dia tidak mau Sehun melihatnya merona seperti ini. Sangat memalukan.
Awalnya Sehun masih ingin menggoda Luhan yang terlihat malu-malu, sungguh itu sangat menggemaskan baginya.
Di rengkuhnya tubuh mungil Luhan ke dalam pelukan hangatnya. Wajahnya di telusupkan di leher namja tersebut, aroma manis dan bayi menghampiri indra penciuman Sehun.
Wangi yang selalu di sukai Sehun dari dulu.
Luhan balas memeluk tubuh Sehun erat, mengabaikan fakta bahwa tindakannya saat ini akan menuai berbagai pertanyaan dari teman sekolahnya termasuk-
"Sehun..." suara terkesiap itu membuat kedua insan yang berpelukkan erat menoleh ke sumbernya. Terlihat dua orang namja di dekat mereka. Dengan cepat mereka berdua melepas pelukan tersebut, dan terlihat salah tingkah.
Luhan menatap dua orang namja tersebut dengan pandangan khawatir, bagaimana mungkin dia bisa kelepasan seperti ini di sekolah apalagi di depan Baekhyun dan temannya.
Kedua namja itu adalah Byun Baekhyun dan juga Do Kyungsoo. Awalnya dua orang tersebut berjalan ke luar gerbang dengan biasa, namun ketika mata sipit Baekhyun melihat seseorang yang tidak asing dimatanya dengan cepat dia menghampiri mereka. Baekhyun ingin memastikan bawa dia tidak salah lihat. Sedangkan Kyungsoo hanya mengikuti langkah Baekhyun tanpa bertanya.
Ekspresi terkejut terlihat jelas di wajah Sehun, namja itu tidak menyangka akan kepergok Baekhyun ketika dia sedang memeluk Luhan seperti tadi.
Apa yang harus dia katakan sekarang.
.
.
.
~ I Can't Trust You ~
.
.
.
Kai tersenyum begitu melihat tubuh mungil Baekhyun keluar kelas. Entah kenapa dia sangat merindukan si mungil Baekhyun dan ingin bertemu dengannya.
Dia tahu kalau sikap anehnya beberapa hari ini, pasti membuat Baekhyun kesal setengah mati padanya. Tapi mau bagaimana lagi, dia terlalu pusing memikirkan semuanya dan berakhir menjauh dari Baekhyun. Kai sedang dalam wujud tak terlihat dan dia juga berada di salah satu dahan pohon yang agak jauh dari posisi Baekhyun, hingga namja sipit yang menyukai eyeliner itu tak menyadari keberadaannya.
Mata Kai terus mengawasi pergerakan Baekhyun. Dari mulai dia berjalan sambil sesekali berbicara dengan teman sebangkunya, turun hingga ke lantai bawah dan ketika si manis Baekhyun berkata. "Sehun..."
Hei, apa yang dilakukan pria itu disini? Bukankah namja cantik disebelahnya itu adalah Luhan, mantan sahabat Baekhyun yang mengkhianati nya.
Kai masih setia mengawasi Baekhyun dan tetap diam tanpa menampakkan wujudnya. Bahkan ketika Baekhyun di tarik secara paksa oleh pria tersebut dan memasukkan nya ke dalam mobil bersama Luhan. Sedangkan Kyungsoo sudah berlalu pergi tanpa mau ikut campur, sepertinya.
Sosok iblis tampan tersebut terbang ke langit, ketika mobil yang membawa ketiga orang namja yang dia awasi pergi dari sana.
'Aku harus mengikuti mereka' putus Kai.
.
.
.
.
Other side
Tao masuk ke dalam rumahnya, langkah kakinya berhenti di depan sebuah pintu –ruang kerja eomma nya. Namja tersebut membuka begitu saja pintu tersebut tanpa berniat mengetuk terlebih dahulu, toh dia yakin eomma nya tidak akan marah.
Tampak seorang wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda di meja kerjanya. Di atas meja tersebut berserakan berkas-berkas perusahaan, seperti nya dia sedang memeriksa laporan perusahaan mereka.
"Kenapa diam saja disana Taotao?" wanita tersebut tersenyum, melihat putra semata wayangnya hanya terdiam di depan pintu. "Kemarilah" tangan wanita tersebut menepuk bangku yang berada didepannya.
Sebelum mendekati eomma nya, Tao menghela napas sejenak. "Eomma sudah dapat respon dari dia?" Tao langsung bertanya, begitu mendudukkan dirinya didepan sang eomma.
Lee Yoona –eomma Tao menghela napas berat. Wajah nya berubah lesu, "Belum, sepertinya anak itu akan mempersulit hidup kita" dia berujar sambil menyandarkan tubuhnya di bangku. Tao sudah tahu hal ini pasti terjadi, Baekhyun tidak akan membantu mereka begitu saja.
Tapi ada hal yang membuat dia penasaran.
Tao mencondongkan tubuhnya ke depan, wajah manis miliknya terlihat serius. "Sebenarnya apa yang terjadi eomma? Bagaimana mungkin Baekhyun bisa kenal dengan namja itu? Bahkan kemarin namja tersebut, mengenalkan Baekhyun sebagai namjachingu-nya" rasa penasaran itu hampir mencekik Tao karena berbagai pertanyaan yang mendera kepalanya.
Yoona memijit pelipisnya, dia juga tidak tahu jawabannya. "Molla... eomma sudah mengirim orang untuk menyelidikinya, tapi tidak ada informasi apapun" hanya itu yang bisa dia katakan.
Jawaban yang dia dapat sangat tidak memuaskan, namun mau bagaimana lagi. Tao jadi teringat peristiwa malam tadi dimana dia bertemu Baekhyun.
FLASHBACK ON
Seorang yeoja paruh baya menggandeng seorang namja yang berusia lebih muda. Mereka berdua adalah tuan rumah dari pesta perusahaan yang sedang berlangsung. Setiap tamu memandang kagum kedua orang tersebut. "Aku ucapkan selamat ulang tahun untuk perusahaanmu nyonya Lee, saya harap perusahaan ini terus berkembang pesat ke depannya" kira-kira begitu lah setiap ucapan yang ditujukan pada yeoja paruh baya tersebut.
Nyonya Lee atau Yoona hanya tersenyum dan membalas ucapan tersebut, berjalan anggun ke tamu lainnya bersama namja yang lebih muda –Tao ke setiap tamu yang datang.
Walaupun kini suaminya Lee Seunggi sudah tiada, dia akan tetap menjalankan perusahaan ini bersama anaknya. Lagi pula dia tidak mau terus menerus berlarut dalam kesedihan karena kematian suaminya,yang belakangan di ketahui ulah keponakannya sendiri –Baekhyun.
Nuansa pesta mewah dengan musik klasik berubah sedikit riuh karena ulah beberapa yeoja. Mereka langsung heboh melihat pintu yang baru saja dibuka dan dua orang namja datang beriringan ke dalam pesta.
"Astaga, dia datang... dia datang!"
"Dia semakin tampan dalam balutan tuksedo hitamnya!"
"Kapan ya dia mau menjadi kekasih ku?"
"Bahkan dalam usia nya yang masih muda, dia sudah bisa memimpin perusahaan sebesar itu"
"Tapi siapa namja manis yang datang bersama nya? Apa dongsaeng-nya?"
"Mana mungkin, dia kan anak tunggal"
"Lalu siapa dia?"
Pertanyaan demi pertanyaan terus terlontar keluar, begitu Baekhyun dan juga si namja Jepang memasuki pesta. Tatapan penasaran terus Baekhyun dapat selama dia menemani si namja pervert itu bertukar sapa dengan para tamu undangan yang berbicara dengannya. "Bisa kita pulang, aku muak di tatap seperti penjahat oleh mereka semua" Baekhyun berbisik ketika hanya berdua saja dengan si namja Jepang.
Namja Jepang tetap melangkah kan kakinya, ke arah tuan rumah yang masih sibuk mengobrol dengan beberapa tamu. "Kau tidak nyaman berada disini baby Bunny?" dia melirik Baekhyun disebelahnya yang menggembungkan pipinya sambil meniup poni kesal.
Dengan gemas dia mengusak rambut hitam Baekhyun dan terkekeh pelan, "Yak! Kau membuat rambut ku berantakan bodoh!" tangan mungil Baekhyun segera merapikan rambutnya yang berantakan.
"Maaf sayang, setelah kita menemui tuan rumah kita langsung pulang" secepat kilat si namja Jepang mencuri ciuman dari bibir merah Baekhyun.
Baekhyun melotot kaget. "Pabo! Bagaimana kalau ada yang melihat?" jari lentiknya mencubit perut si namja yang meringis sakit. "Aaakk, makanya jangan menggodaku. Aku juga tidak sabar mau pulang, untuk 'menyantap' dirimu di ranjang sayang" jari panjangnya menoel hidung Baekhyun.
"Pervert!" umpat Baekhyun pelan.
Namja itu menggenggam tangan Baekhyun dan menariknya ke arah si tuan rumah yang baru selesai berbicara dengan tamu lainnya. "Ayo kita temui penyelenggara pesta" ajak si namja tinggi menarik tangan Baekhyun ke tengah ruangan tempat acara berlangsung.
Ketika langkah mereka terhenti ditengah ruangan dan bertemu si penyelenggara pesta, Baekhyun bersumpah akan mengubur hidup-hidup namja tinggi ini sekarang juga.
Kenapa dia harus bertemu dengan orang ini lagi? Salah satu orang yang paling di benci Baekhyun dalam hidupnya.
Berbeda dengan Baekhyun yang memasang ekspresi datar untuk menutupi keterkejutannya, si tuan rumah penyelenggara pesta malah membelalakkan matanya melihat sosok Baekhyun yang terasa seperti hantu.
"B-byun Baek-hyun..." suara yeoja paruh baya itu tergagap melihat sosoknya. Tao yang berada di sebelah sang eomma juga kaget, namun dia masih bisa mengendalikan dirinya.
Namja Jepang itu tersenyum tipis melihat reaksi si tuan rumah, dia sudah bisa memprediksi hal ini. "Selamat malam Ny. Lee dan tuan muda Lee, aku ucapkan selamat ulang tahun untuk perusahaanmu dan juga semoga semakin jaya dan berkembang pesat" sepertinya Yoona masih belum bisa merespon apapun perkataan dari namja tersebut, karena itu Tao berinisiatif untuk menjawabnya. "Terima kasih sudah mau datang dan mengucapkan selamat untuk kami" mereka berdua berjabat tangan dan tersenyum.
Yoona yang sudah bisa mengendalikan dirinya, kembali tersenyum manis dan ikut menjabat tangan si namja Jepang. "Terima kasih" ujarnya.
Mata Yoona dan Tao kembali memperhatikan Baekhyun yang masih setia memasang raut datar. "Apa kalian berdua saling kenal?" Tao tahu itu pertanyaan sepele, karena melihat bagaimana kedua tangan namja itu berkaitan erat sudah pasti mereka saling mengenal bukan.
Namja itu menatap Baekhyun yang juga menatapnya. "Tentu saja kami saling mengenal, karena dia adalah namjachingu-ku" jawabnya dalam bahasa Korea yang sangat fasih. Walaupun dia orang Jepang, namun dia lebih sering tinggal di Korea karena tuntutan pekerjaaan dan mengharuskannya agar bisa berbahasa Korea juga.
Karena itulah dia tidak kesulitan berkomunikasi dengan Baekhyun selama ini.
Yoona, Tao, dan beberapa tamu undangan yang berada didekat mereka kaget mendengar jawaban yang dia lontarkan. "B-benarkah?" tanya Yoona tak percaya dan memperhatikan mereka berdua bergantian.
Baekhyun mendengus kesal, ternyata mereka masih saja meremeh kan dia. "Tentu saja, memang ada yang salah Ny. Lee?" tanya Baekhyun sarkastik.
Tao dengan cepat mengendalikan situasi, "Tentu saja tidak tuan Byun, itu bukan masalah buat kami" senyum dari bibir kucingnya mengembang. Astaga entah kenapa Baekhyun jadi sensitif melihat senyumannya, ingin sekali dia menonjok wajah pura-pura baik dan manis yang diperlihatkan sepupunya ini.
Namja Jepang itu kembali tersenyum tipis melihat reaksi Baekhyun, "Kurasa untuk tawaran kontrak kerjasama, perusahaan yang kemarin kalian tawarkan kepadaku harus aku pertimbangkan dulu" dia sengaja menggantungkan ucapannya sambil memperhatikan reaksi si tuan rumah. "Mian jika aku belum bisa menjawabnya sekarang, karena kulihat kekasih ku kurang nyaman berada disini. Jadi kami pamit pulang sekarang"
Selesai berkata demikian, sosok Bekhyun dan namja Jepang itu pun menjauh dari mereka berdua. Meninggalkan Tao dan Yoona yang terpaku mencerna ucapan si namja pada mereka.
FLASHBACK OFF
Lamunan Tao buyar karena tepukan pelan eommanya, "Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, kita pikirkan saja pelan-pelan bagaimana cara membujuk mereka agar mau bekerjasama dengan perusahaan kita"
Hanya gumaman yang terdengar dari Tao. Sebenarnya dia masih khawatir akan apa yang terjadi pada keluarga mereka ke depannya. Perasaannya mengatakan bahwa Baekhyun akan segera menyerang mereka dalam waktu dekat.
Apalagi dia tahu, kalau sepupunya itu seorang yang pendendam.
.
.
.
.
~ I Can't Trust You ~
.
.
.
.
KAI POV
Kurasa lebih baik aku melihat dia dari sini saja, tidak mungkin kan Baekhyun bisa melihat sosok ku yang berada di atas bangunan yang berseberangan dengan restoran eropa tempat dia berdiri sekarang.
"Lepas..." lihat, dengan keras kepala Baekhyun terus berusaha melepaskan dirinya dari si namja pucat bernama Sehun itu. Sayang karena badannya kecil tentu saja kekuataannya kalah dari Sehun.
Aahh, Baekhyun. Sayang sekali kau kalah dari Sehun, dan berakhir di seret masuk ke dalam bangunan itu.
Pasti tidak enak rasanya, jika kau harus duduk satu meja dengan namja yang kau benci bukan? Bukannya aku tidak mau membantu, tapi aku sedang menunggu saat yang tepat.
Tadi aku sudah menghubungi dia sebelum datang ke sini, namja yang aku tawarkan padamu.
Sebentar lagi aku akan datang ke sana dalam wujud terlihat pastinya. Aku juga cukup penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya, apalagi dengan tambahan satu orang lagi bersama kalian.
Nah itu dia, mobil sport itu sudah datang dan sesuai dengan tebakan yang turun pasti 'dia'. Orang yang akan semakin meramaikan acara makan siang ini.
Baiklah, karena yang di tunggu sudah datang. Aku juga harus segera masuk untuk melihat jalan cerita 'makan siang' yang sangat menarik ini.
Tunggu aku Baekhyun, karena aku sudah tidak sabar untuk menonton aksi kalian berempat.
.
.
.
.
.
AUTHOR POV
Sebuah mobil sport berhenti di depan bangun restoran eropa, sosok namja tinggi keluar dari dalam mobil tersebut dan melangkah masuk ke dalam bangunan. Wajah tampan, tinggi, berkulit putih dan memiliki mata bulat itu baru saja melihat seseorang masuk dengan di tarik paksa ke dalam bangunan yang sama.
Merasa kenal dengan sosok tersebut, dia mengurungkan niatnya untuk memesan meja dan juga makanan. Langkah kaki panjangnya mengikuti namja yang di lihatnya barusan, matanya terus mengawasi sosok tersebut hingga duduk di sebuah meja bersama dua orang namja lainnya. Semakin lama jarak dia dan meja yang di tempati itu semakin dekat, ternyata dia tidak salah lihat. Namja yang tadi di seret paksa itu adalah Baekhyun. Tapi kenapa dia bisa ada disini dan siapa namja yang menyeretnya barusan.
Baekhyun duduk berdampingan dengan namja yang menyeretnya masuk, sementara di depan mereka duduk seorang namja yang sepertinya dia kenal juga. Dari pada dia mati penasaran, maka dengan berani dibawa langkahnya berdiri di samping meja tersebut.
Namja itu mengenali sosok yang duduk di depan Baekhyun, tapi tidak dengan namja yang duduk di sampingnya.
Sepertinya, namja itu sengaja memilih meja di ujung dan di apit dinding. Buktinya Baekhyun duduk di dekat dinding dan di sebelahnya duduk namja yang tidak dia kenal. Mungkin agar Baekhyun tidak bisa kabur, melihat bagimana si manis itu harus di seret dulu masuk ke dalam.
Awalnya tiga orang itu tidak menyadari keberadaannya, mereka sibuk saling menatap dengan raut penasaran. "Baekhyun... Luhan... apa yang kalian berdua lakukan disini?" suara bass itu menyadarkan ketiganya, mereka mendongak dan melihat seorang namja tinggi menjulang berdiri di dekat mereka.
Luhan dan Baekhyun terbelalak kaget melihat sosok tinggi tersebut. Tentu saja mereka berdua kenal dengn sosok tinggi tersebut, kecuali Sehun. "C-chanyeol?" panggil Luhan dan Baekhyun bersamaan.
Namja itu –Park Chanyeol atau yang biasa di panggil Chanyeol tersenyum.
"Boleh aku bergabung di meja kalian?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Baiklah, diatas para pemain sudah bermunculan dan sedikit konflik juga udah muncul. Jadi apakah para readers sudah bisa menebak siapa 'namja Jepang' itu? Kai juga udah kembali ke dunia manusia dan berniat menemui Baekki. Segitu aja cuap-cuapnya, mari kita balas reviewnya chingu~
~Nenehcabill: Bikin deg-deg ser? Mank nya kita ge main roller coster ya? Jadi udah tahu siapa namja Jepangnya? Kalo belum silahkan tebak. Klo konflik nya Kai itu berhubungan dengan masa lalu dia dan juga tentang Baekhyun. Para cast juga udah muncul seperti janji.
~Devilcute: Ya nggak lah, gaswit mah kalo Baekhyun jadi angel.
~KT CB: Ahahahahha... Baek mank nasib banget jadi uke yg manis dan mempesona. Yang jadi angel masih tetap belum di buat disini karena nunggu saat yang pas.
~Neli amelia: Iya sayang, mantan sahabatnya tu Luhan. Klo putih pucat tu mank Sehun, kn udah jelas banget clue nya. Kris disini udah terjawab ya, kenapa dia pura-pura ga kenal Baek. Itu juga udah terjawab Baek di bawa kemana, dan untuk namja Jepang juga udah munculkan walau belum mengenalkan diri secara resmi sama kita xD. Spesial Baek masih rahasia, nanti si angel juga bakalan muncul tapi belum sekarang.
~Ikki Ka Jung99: Gomawo ucapannya ;) Jinjja? Berarti udah bisa nebak donk siapa namja Jepangnya? Iya konflik mank udah masuk sedikit demi sedikit biar ga maksa. Kai depresi karna eonni... hahahhaaha
~SHINeexo: Udah tahu kan siapa namja Jepangnya? Kris stres karena kamu ya, ayo kita bakar #siapinapi Luhan mank jadi penghianat disini, tapi bukan di dunia asli. Kalau itu udah tahu jawabannya? Tuh si Dobi udah muncul.
~Ririn Cross: Hm, udah terjawab belum pertanyaannya di chap ini? Baek di rekrut jadi angel? Bisa perang donnk si angel ma si Kai. Ngambang? Akan semakin di perjelas di chap depan bersama semua konflik dan juga castnya ya.
~Dianahyorie1: Gomawo udah bilang keren, tp untuk cerita nya atau Yue? Udah terjawab donk siapa dia.
~ : Udah terjawab ya semua pertanyaan nya di chap ini ;)
~Baeklinerbyun: Wah, jawaban nya... udah terjawab ya XD. Hyung si Kai kan Kyuhyun, angel itu lebih tua dari dia makanya kai panggil hyung. Namja Jepang itu penting, karena dia memiliki hotel mewah dan juga resort yang tersebar di berbagai negara. Jadi tentu saja kedudukan dia penting di mata para klien. Kalo bahasa mereka pake korea, karena si namja Jepang itu juga menguasainya. Baekhyun manggil Luhan dgn hyung karena Luhan satu tingkat di atas dia.
~Chanbaekssi: Wah, jadi ada yang di bunuh ma Baekhyun ga nih? #siapinpisau
~Izca RizcassieYJ: Udah terjawab belum siapa mereka berdua? Kai mank suka Baekhyun, makanya bakalan ribet. Kalo mati kn emang itu perjanjiannya sama Kai dulu.
~Tania3424: Semua udah terjawab kan? Cinta, Yue juga nggak ngerti cinta. #patahhati
~Song Jiseok: Wuaaaa... kabur, ada yang ngamuk! Chanyeol di atas sana tuh udah muncul #tunjukChanyeol. Ternyata ;)
~Tania3424: Emang ceritanya kenapa? Huhuhuhu #nangisGJ
~Kim Chan Min: Ne? Masa Yunho sih? Bawa kabur aja sonoh si Chanyeol. Si dobi udah keluarkan, walaupun dia juga udah keluar selama ini tanpa di ketahui. Eonni juga geleng-geleng pas baca review kamu sambil minum teh gelas.
~Baekhaan: Selamat membaca, kalo untuk crack couple bakalan ada kok disini jadi di tunggu aja ya. Si iblis tampan nan pervert itu mank udah suka kok ma Baekki. Udah terjwab ya pertanyaannya di chap ini. Jawabannya salah chingu, karena Kris di sini sebagai hyungnya Baekki bukan pacarnya. Yue juga bingung, ini ff atau tebak-tebakan cast... hahahahaha
.
.
.
.
Sekali lagi,
Please reviewnya chinguuu^^
~Yue m00nlight~
