Chapter 6: Relationship?
Tittle : I Can't Trust You
Author : Yue m00nlight
Pair : ChanBaek
Cast : Temukan seiring waktu
Genre : Romance, little bit Angst
Fantasi
Rate : T – T+
Lenght : Chaptered
Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.
Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.
A/N : Anyyeong^^ readersdeul...
Khusus chap ini seperti janji Yue di chap sebelumnya, para cast akan menampakkan wujudnya (?) Yue berharap kalian semua tidak kecewa dengan pemilihan cast disini, karena mereka ada berdasarkan permintaan kalian sebelumnya saat melakukan voting cast. Mian kalo ceritanya membosankan, karena seginilah kemampuan Yue dalam menulis.
.
.
.
Kamera, roll, ACTION!
.
.
.
This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me
please close the tab now!
.
.
.
NO BASH, NO FLAME, NO PLAGIATOR
AND DON'T BE SIDERS
.
.
.
.
.
.
.
Luhan dan Baekhyun terbelalak kaget melihat sosok tinggi tersebut. Tentu saja mereka berdua kenal dengn sosok tinggi tersebut, kecuali Sehun. "C-chanyeol?" panggil Luhan dan Baekhyun bersamaan.
Namja itu –Park Chanyeol atau yang biasa di panggil Chanyeol tersenyum.
"Boleh aku bergabung di meja kalian?"
.
.
.
.
.
~Hope you enjoy this story~
Keempat pasang mata itu menatap seseorang yang baru saja berjalan ke sana dan berdiri di sebelah Chanyeol. "Tentu saja tidak, kemarilah" dengan cepat Sehun mempersilahkan seseorang itu.
Dua robot pelayan membawakan dua buah kursi lagi untuk mereka, dan sekarang mereka duduk berlima dengan tatapan bertanya yang kentara.
"Jadi ada yang bisa menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya?" Kai menatap keempat orang di meja yang sama dengannya. Pertanyaan bagus, karena mereka juga agak sedikit bingung apa yang terjadi disini.
Luhan memang mengenal Chanyeol, Sehun dan Baekhyun. Tapi tidak dengan namja tampan berkulit tan yang berpakaian rapi serba hitam ini.
Sehun berdehem, menarik perhatian yang lain. "Baiklah, sebelumnya aku akan memperkenalkan temanku" mata elangnya terarah ke Kai. "Dia adalah temanku, dari komunitas drift. Namanya Kai" lanjutnya.
Kai tersenyum menawan, "Anyyeonghaseo, Kai imnida" dia berdiri dan sedikit membungkuk. Mata nya menatap arah kanan Baekhyun dan Sehun. Sementara kirinya Luhan dan Chanyeol. Dia duduk di tengah mereka dalam posisi melingkar.
Luhan balas tersenyum manis. "Xi Luhan imnida, kau bisa memanggilku Luhan. Dan di sebelahku ini Park Chanyeol" Chanyeol sedikit mengangguk pada Kai.
Sehun menatap Chanyeol, dia memang tidak mengenal pria ini. Tapi bukan berarti dia tidak tahu siapa Chanyeol.
Keluarga Park yang cukup terkenal di Korea karena firma hukum yang mereka miliki. Sehun juga tahu kalau namja manis miliknya –Baekhyun- pernah memiliki hubungan spesial dengan namja tiang itu.
Dari mana Sehun tahu? Tentu saja dia tahu karena si manis Baekhyun. Dia sudah menyelidiki latar belakang kekasih nya ini. Dan nama Park Chanyeol serta Luhan ikut masuk di dalamnya.
"Aku Oh Sehun, senang berkenalan dengan anak dari pengacara terkenal Park" Sehun tersenyum tipis.
Chanyeol ikut tersenyum. Berarti sekarang mereka semua sudah saling mengenal. Tapi tentu saja itu hanya secara nama bukan?
Robot pelayan datang dan menyajikan makanan yang sebelumnya sudah mereka pesan. Setelah si robot berlalu, mereka mulai menyantap makan siang mereka dengan benak yang penuh pertanyaan.
"Baby Bunny, kalau makan itu pelan-pelan" Sehun mengusap sudut bibir Baekhyun yang ada noda saus dengan ibu jarinya. Baekhyun hanya menatap sebentar kemudian kembali mengunyah makanannya.
Baekhyun memang sudah terbiasa dengan segala perhatian Sehun selama ini. Yah, sejak dia resmi menjadi milik seorang Oh Sehun, namja Jepang tampan berotak pervert.
Namun reaksi semua orang tentu tidak sama.
Luhan menampakkan wajah shock nya, bagaimana mungkin Sehun bisa bersikap begitu manis pada Baekhyun. Dari di sekolah tadi, Luhan heran kenapa dua orang namja ini saling mengenal, dan ada hubungan apa mereka.
Chanyeol juga terkejut, namun dia masih bersikap biasa saja.
Kalau si handsome devil, alias Kai. Dia hanya menatap intens Baekyun. 'Berhenti menatapku seperti itu, kau mau melubangi wajahku?'Baekhyun mengirim telepati yang hanya bisa dia lakukan bersama Kai.
'Yang benar saja? Tapi sejak kapan kau jadi dekat dengan dia?' Kai melanjutkan makannya seperti Baekhyun yang tidak mau menatapnya.
Baekhyun meneguk air putih di gelasnya dan mengelap mulutnya menggunakan serbet. Dia selesai makan dengan cepat, dan mulai mengotak-atik ponselnya sebentar. 'Bukankah itu idemu iblis jelek tukang hilang'. Baekhyun masih kesal dengan sikap Kai tempo hari.
Kai hampir saja tertawa, namun dia masih ingat jika ada orang lain selain mereka berdua di sana. dia hanya mengulas senyum tipis dan mengelap mulutnya. Dia juga selesai makan, 'Mian, kemarin aku sedang stres. Jadi yah begitulah'.
Tidak lama mereka semua selesai makan dan menikmati hidangan pencuci mulut.
"Apa kita masih lama?" Baekhyun buka suara setelah hening cukup lama. Sehun menatapnya dan tersenyum lembut, "Tidak juga, apa baby bunny lelah?".
Tangan Sehun mengusap pipi putih Baekhyun pelan, tatapan matanya lembut dan terkesan penuh dengan cinta. Dia tidak bisa memungkiri, bahwa dia langsung jatuh pada pesona si manis nan imut pecinta eyeliner di sampingnya ini. "Yah, aku lelah jadi ingin secepatnya istirahat" jawab Baekhyun cepat.
Jujur dia malas satu meja dengan mereka berdua. Luhan dan Chanyeol.
Mantan sahabat yang berkhianat di belakangnya dan juga mantan pacar yang menyelingkuhinya.
Untuk Kai dia tidak ada masalah. Walaupun masih kesal karena sikap Kai tempo hari, tapi dia tidak pernah keberatan dengan kehadiran iblis itu.
Tentu saja Chanyeol tahu situasi aneh di sekitar mereka saat ini. Bagaimana mungkin Baekhyun –mantan namjachingu nya- bisa bertemu dengan Luhan –namjachingu nya sekrang- disini bersama dengan pria berkulit pucat bernama Oh Sehun. Ah, jangan lupakan juga namja berkulit eksotis bernama Kai ini.
Di bawah meja, Luhan menggenggam tangan Chanyeol. Dia ingin bertanya sesuatu yang mengganjal benaknya sedari tadi. "Sehun, dari mana kau bisa mengenal Baekhyun?" baik, itu pertanyaan bagus.
Sehun menoleh, menatap mata rusa Luhan sebentar kemudian mengalihkan pandangannya pada Baekhyun yang menatap dia. "Aku mengenal Baekhyun dari Kai. Anggap saja dia cupid kami" dia melirik Kai yang mendengus sebal karena kata 'cupid' untuk nya. "Dan juga Baekhyun adalah namjachingu ku sekarang" dan sebuah kecupan singkat di bibir Baekhyun mengakhiri penjelasan Sehun yang tersenyum bahagia.
"Pervert!" umpat Baekhyun pelan setelah Sehun mencuri kecupan dari bibirnya.
Sehun terkekeh dan mengacak rambut hitam Baekhyun, gemas. "Jangan marah baby bunny, kau jadi semakin menggemaskan jika seperti itu" dia mencolek dagu baekhyun, yang langsung memukul lengan kirinya.
Bagaimana mungkin ini terjadi, apa Baekhyun ingin membalas dia sekarang. Atau jangan-jangan ini yang di maksud Baekhyun, ketika dia mengatakan akan membalas Luhan dengan cara yang sama seperti dulu dia merebut Chanyeol dari Baekhyun.
Chanyeol merasakan tangan Luhan makin erat menggenggam tangannya.
"Benarkah, chukkae Baekhyun-ah" suara Chanyeol terdengar ceria, dia juga tersenyum lebar pada mereka berdua. Tapi entah kenapa jauh di lubuk hatinya, dia merasa sedikit tidak terima jika Baekhyun sudah memiliki kekasih sekarang. Kau cemburu Park Chanyeol?
Baekhyun jengah dengan semua sandiwara murahan yang tampil di depannya saat ini. Dia ingin sekali menghajar si tiang listrik begitu melihatnya, dan semakin ingin menghancurkan wajahnya karena dia bisa memberi selamat tanpa merasa bersalah.
What the... lupakan, Baekhyun harus pergi sekarang sebelum emosinya meledak-ledak tak terkendali. "Gomawo, Chanyeol. Bisakah kita pergi sekarang Sehunnie?" tanya Baekhyun mengeluarkan puppy eyes andalannya.
"Baiklah, kita pergi sekarang" Sehun berdiri bersama Baekhyun. "Hm, aku permisi pulang duluan semuanya". Seorang pelayan mengembalikan kartu kredit yang di berikan Sehun tadi padanya. "Kai, kau bisa datang ke apartemen jika mau" tawar Sehun.
Kai berdiri juga, dia menatap Baekhyun yang mengandeng tangan Sehun.
"Tidak sekarang, nanti malam saja. Aku rasa Baekhyun butuh istirahat sore ini" Sehun mengangguk dan keluar restoran bersama Baekhyun disusul Kai.
Sementara Luhan dan Chanyeol keluar terakhir kali dari restoran. "Mampir ke apartemenku Luhannie?" tanya Chanyeol yang di jawab anggukan lemas dari Luhan.
Tanpa mereka semua sadari, setelah Kai keluar dari restoran dan mobil hitam Sehun pergi dari hadapannya. Kai langsung membuat sosok nya menghilang dan mengintai Luhan serta Chanyeol. "Lebih baik aku mengikuti mereka, karena aku yakin mereka adalah kunci yang sebenarnya" batin Kai mengikuti dua namja tersebut.
.
.
.
~ I Can't Trust You ~
.
.
.
Didalam mobil Baekhyun masih diam. Aura nya memancarkan kekesalan yang mendalam, bahkan Sehun bisa merasakannya. "Kenapa wajahmu seperti itu baby Bunny?" Sehun masih menatap jalanan di depannya, fokus menyetir.
Baekhyun masih saja diam.
Sehun menghela napas, seperti nya dia harus meluruskan apa yang terjadi. "Please jangan diam terus seperti ini"
"..."
"Baby?"
"..."
"Hm, apa kau mau tahu apa hubunganku dengan lulu- maksudku Luhan?" Sehun hampir saja memanggil Luhan dengan sebutan sayangnya.
"..."
Sebelah tangan Sehun mengusap wajahnya kasar, kenapa Baekhyun masih diam saja sih. Baiklah, terserah jika kau mau mendengarnya atau tidak. Luhan dan aku berteman sejak lama, kami saling mengenal karena ayahnya adalah kolega bisnis ayahku" Sehun melirik Baekhyun yang masih diam dan menatap lurus ke depan.
Dia melanjutkan ceritanya. "Kami sudah berteman selama empat tahun, dan karena kami memiliki banyak kesamaan jadi yah kami sangat dekat. Hanya itu" tanpa Sehun sadari bibirnya tersenyum.
Baekhyun mendengus kesal, bahkan Sehun saja seperti mengagumi sosok Luhan. Memang apa hebatnya sih namja penghianat seperti dia. "Ya ya ya, semua orang selalu memuja Luhan. Bukankah itu hebat?" tanya Baekhyun dengan nada sarkastik.
Sungguh, rasanya Baekhyun ingin sekali memutilasi tubuh Luhan. Memisahkan setiap bagian tubuhnya, kemudian membuang mayat itu ke kandang singa agar di lahap tak berbekas.
Kedengaran sadis, tapi tidak untuk Baekhyun.
Karena Luhan adalah salah satu orang yang membuat hidupnya menderita. Mungkin dia harus mempertimbangkan ide ini bersama Kai, karena iblis itu selalu membantunya bukan.
Namja Jepang itu terkekeh, sepertinya Baekhyun salah paham dengan hubungan antara dia dan Luhan. "Tenang saja baby Bunny, kami hanya berteman tidak lebih. Karena hatiku hanya untuk mu saja" Sehun mengecup pipi Baekhyun kilat, mendapat tatapan tidak suka dari empunya.
"Ayo turun" ternyata mereka sudah sampai di bassment apartemen.
.
.
.
.
Luhan menghempaskan tubuhnya di sofa Chanyeol, merileks kan sedikit tubuhnya yang tegang karena makan siang dengan suasana awkward tadi.
Walaupun begitu, dia bisa dengan mudahnya menutupi ketegangan yang di rasakan dengan baik di depan mereka semua. Padahal Baekhyun selalu melirik sinis dirinya dan juga Chanyeol bergantian.
Kalau saja tatapan Baekhyun tadi bisa melubangi tubuhnya, bisa di pastikan tubuh mereka berdua sudah tak berbentuk karena terlalu banyak bagian yang bolong.
"Apa yang kau pikirkan Luhannie?" Chanyeol duduk di sebelahnya sambil meletakkan camilan yang baru di ambil nya dari kulkas.
Luhan menggeleng, "Baekhyun?" tebak Chanyeol tepat sasaran.
Namja bermata rusa itu tersenyum miris. "Begitulah"
Chanyeol memeluknya, berharap bisa memberi sebuah ketenangan pada namja yang berstatus sebagai namjachingu-nya ini. "Kurasa aku harus menjelaskan sesuatu padamu Yeollie" Luhan melepas pelukan mereka dan menatap serius Chanyeol.
Luhan rasa ini adalah saatnya untuk jujur, tentang satu fakta yang tidak diketahui mereka selama ini. "Sebenarnya aku dan Sehun saling mengenal. Kami sudah berteman cukup lama, dan jujur aku sangat kaget ketika tahu Sehun dan Baekhyun saling mengenal dan juga memiliki hubungan spesial".
"Jadi kau tidak tahu kalau mereka saling mengenal sebelumnya?" Chanyeol penasaran, karena selama ini baik Luhan maupun Baekhyun tidak pernah terlihat atau membicarakan namja yang kelewat putih itu.
Tentu saja Luhan tidak tahu jawabannya. "Tidak Yeol, aku juga tidak tahu. Padahal selama ini aku tidak pernah mengenalkan mereka berdua, terlebih lagi Sehun sering berada di Jepang daripada di sini karena urusan bisnis".
Chanyeol berpikir, bukankah sejak Baekhyun keluar dari rumahnya dia menghilang tidak terlalu lama. Lalu dimana dia mengenal namja itu? Kai, bukan kah tadi Sehun mengatakan jika mereka berkenalan karena namja berkulit eksotis tersebut. "Kurasa jika ingin mengetahui hal tersebut kita harus bertanya pada Kai?"
Kai? Namja yang tadi mereka temui saat makan siang? "Lalu bagaimana cara kita menemui Kai? tidak mungkinkan kita menanyakan nya pada Sehun atau Baekhyun, mereka pasti curiga" jelas Luhan panjang lebar.
Namun otak encer Chanyeol, bekerja cepat. "Tenang saja, kita bisa menemuinya di tempat drift. Aku punya beberapa kenalan, dan kurasa mereka tidak keberatan jika aku minta tolong pada mereka" Chanyeol tersenyum sumringah karena ide briliannya.
"Baiklah, kurasa ide itu juga patut di coba. Kapan kita menemui temanmu?" Luhan juga ikut tersenyum, setidaknya mereka bisa mencari sedikit info tentang hubungan Baekhyun dan juga Sehun. Tapi kenapa kalian berdua penasaran sekali, apa kalian menyukai kedua orang tersebut?
Chanyeol melirik jam dindingnya, "Kurasa nanti malam saja, tapi aku harus menghubungi mereka terlebih dahulu".
Luhan mengangguk ceria. Dia tidak sabar menunggu nanti malam, saat sedikit rasa penasarannya akan terjawab jika Kai mau bekerja sama. "Hm, Yeolli kurasa aku harus mengatakan ini sebelumnya padamu" Luhan menggaruk tengkuknya kikuk.
Sementara namja tinggi kelebihan kalsium itu hanya menatap tingkah gugup Luhan.
"Sebenarnya Sehun itu adalah cinta pertamaku. Lebih tepatnya cinta pada pandangan pertama" jelas Luhan dan sukses membuat Chanyeol cengo di tempat.
.
Luhan POV
Baekhyun, kenapa kau membalasku dengan cara seperti ini? Apa kau sengaja mendekati Sehun untuk membalasku? Kau tahu, Sehun tidak seharusnya terlibat dalam rencana mu untuk membalasku dan juga Chanyeol.
Aku tahu aku salah karena telah merebut Chanyeol darimu, tapi sungguh sebenarnya tak pernah sedikitpun terpikir aku akan melakukannya.
Semua itu terjadi begitu saja.
Terjadi karena aku membutuhkan seseorang untuk ku jadikan sandaran, saat aku terpuruk karena kelemahanku atau juga karena hatiku lebih tepatnya.
Maaf jika aku tidak bisa menjaga kepercayaan mu padaku, karena di saat aku terpuruk karena rasa itu. chanyeol datang dan mengulurkan tangannya untuk membantuku.
Kau boleh membenciku Baekhyun, karena aku memang telah melakukan kesalahan yang besar. Tapi maafkan aku, jika aku terlalu egois saat ini. Disaat aku sudah bersama Chanyeol, aku masih menginginkan Sehun juga ada di sisiku.
Karena hatiku, masih tetap terjaga untuknya.
Aku mencintai Sehun, walau dia tidak pernah melihatku lebih dari sekedar seorang sahabat.
.
.
Chanyeol POV
"Sebenarnya Sehun itu adalah cinta pertamaku. Lebih tepatnya cinta pada pandangan pertama" nada Luhan bergetar, aku tahu dia pasti berat untuk mengatakan ini tapi.
Astaga, apalagi ini. Luhan pernah mencintai Sehun? Shit!
Aku tidak tahu harus mengatakan apa, tapi ini suatu fakta yang... AH, entahlah aku juga tidak tahu harus bagaimana mendekskripsikan saat ini.
Baek, jujur aku senang setelah sekian lama kita bisa bertemu kembali.
Beberapa bulan kita tak bertemu, ada perasaan kehilangan yang begitu besar di hatiku. Saat aku menghianatimu, aku tidak bisa berbohong lagi pada hatiku.
Aku adalah namja terbrengsek yang pernah ada.
Karena bisa-bisanya, aku jatuh cinta pada dua namja yang bersahabat baik dan merusaknya begitu saja. Aku memang nappeun namja, tapi bukan kah ketika cinta itu datang kita tidak bisa menolaknya apalagi menghindarinya?
Maafkan aku Baek, aku memang masih mencintaimu. Tapi aku juga mencintai Luhan.
.
.
Kai POV
Ah, aku tahu keputusan ku untuk mengikuti dua orang namja ini tidak salah.
Lihat saja, aku jadi tahu apa rencana mereka nanti malam. Yah, mencari dan bertanya padaku tentang si manis Baekhyun.
Luhan dan Chanyeol akan masuk dalam perangkapku. Aku sudah mempersiapkan semua rencana ini dengan matang dan berkat kehadiran mereka berdua, semuanya akan berjalan dengan mulus.
Baekhyun, Sehun, Luhan dan Chanyeol.
Empat namja yang memiliki hubungan satu sama lain. Aku dengan baik hati akan memasukkan kalian semua dalam skenario yang ku buat. Skenario kehidupan kalian, yang di penuhi masalah, amarah, kecewa, penghianatan dan juga balas dendam.
Sementara kalian semua mengikuti rencana indahku, aku akan menonton kalian semua dengan santai dan menikmati aksi kalian di atas panggung.
Aksi saling tikam, satu sama lain karena rasa kebencian dan ketidakpercayaan yang besar.
Menjadi iblis itu memang menyenangkan. Tugas kami hanya perlu menyesatkan kalian para manusia, karena hati lemah kalian yang mudah terpengaruh bujuk rayuan bangsa kami.
Tidak salah jika kami, sejak awal menentang kehadiran kalian di langit sejak pertama kali di ciptakan. Karena kalian adalah bangsa lemah dan tidak ada apa-apanya di bandingkan kami.
Makhluk yang lebih kuat, dan lebih hebat. Iblis.
.
.
.
~ I Can't Trust You ~
.
.
.
Author POV
Sehun menutup matanya, menikmati semilir angin yang membelai lembut wajahnya, dia menghirup aroma strawberri yang menguar dari leher Baekhyun. "Wangi, aku suka baunya" gumam Sehun semakin menghirup dalam di leher Baekhyun.
Napas hangat Sehun menggelitik lehernya, membuat Baekhyun bergidik geli. Dia menyandarkan punggungnya di dada Sehun.
Matanya menatap pemandangan langit sore dari balkon apartemen mereka. Baekhyun dengan tenang duduk di pangkuan Sehun, tangan Sehun memeluk perutnya possesif.
Beberapa saat pikiran Baekhyun kembali pada saat makan siang tadi. Mengabaikan panggilan Sehun sedari tadi, tahu jika namja manis di pangkuannya sedang melamun. Mau tak mau, Sehun jadi memikirkan sesuatu.
.
Sehun POV
Entah kenapa firasatku mengatakan, jika Baekhyun sedang memikirkan namja tinggi tadi. Orang yang bernama Park Chanyeol.
Jujur saja, aku tidak menyukai kehadirannya.
Bukan karena dia dekat dengan Luhan atau pun juga pernah menjadi kekasihnya Baekhyun. Hanya saja instingku mengatakan, jika kehadiran namja itu akan menjadi awal mula sesuatu yang tidak mengenakan.
Memang tidak baik menuduh orang tanpa bukti.
Hanya saja, karena dia pernah menjadi seseorang yang spesial di hati Baekhyun membuatku jadi kesal sendiri.
Hey, jangan kira aku minder dengan kehadiran tiang listrik itu ya. Aku yakin jika dia kembali mendekati Baekhyun. Namja manis ini akan menolaknya mentah-mentah.
Setidaknya, kisah mereka di masa lalu membuatku yakin akan hal tersebut.
Luhan. Aku tidak tahu, jika dia bisa berbuat hal seperti itu. merebut kekasih sahabatnya sendiri. Padahal sepengetahuanku, dia bukan tipe namja yang akan tega menyakiti hati orang lain. Bahkan menonton drama sedih saja dia langsung nangis seperti anak kecil.
Aku juga tahu, kalau sebenarnya Luhan memiliki perasaan khusus untuk ku.
Tapi maaf, bagiku dia hanya seorang teman saja tidak lebih tidak kurang. Ku yakinkan kalian, jika aku hanya mencintai namja manis di pangkuan ku ini. Aku rela melakukan apa saja yang dia inginkan. Termasuk membantunya dalam menghancurkan perusahaan milik nya dulu yang telah di rebut secara paksa.
Aku mencintaimu Byun Baekhyun.
Dan itu berarti, hanya aku satu-satunya orang yang bisa memiliki mu.
Jika ada orang yang berusaha merebutmu dariku, aku tidak akan segan-segan untuk melenyapkannya dari muka bumi ini.
.
.
Baekhyun POV
Kenapa aku harus bertemu kembali dengan namja brengsek itu. sial, Park Chanyeol apa yang kau inginkan.
Bisa-bisanya kau memberi selamat kepadaku tanpa beban.
Apa selama ini perasaan mu padaku hanya cinta sesaat. Walau aku membencimu, setidaknya tadi aku berpikir jika kau akan cemburu saat Sehun mengatakan kami sepasang kekasih. Jika kau cemburu, setidaknya aku bisa membuatmu panas atau sakit hati.
Tapi apa? Semua nya melenceng jauh dari perkiraanku.
Walau begitu, tak apa aku masih punya rencana lain. Jika dengan menyakiti Luhan, bisa membuatmu sakit juga maka aku akan melakukannya.
Jangan kira, jika aku tidak bisa melihat ekspresi Luhan tadi.
Di mata rusanya itu, aku bisa melihat jika dia menyukai atau mungkin mencintai Sehun. Aku tidak tahu mana yang pasti, tapi aku janji akan menyelidikinya.
Jika memang Sehun adalah kelemahan Luhan, dan Luhan adalah kelemahanmu Park Chanyeol. Maka aku bersedia, untuk melakukan semua keinginan dari namja Oh Pervert Sehun dengan senang hati didepan Luhan.
bukan perkara sulit, untuk melakukan skinship seperti pelukan dan ciuman dengan Sehun di hadapan Luhan.
Kalau memang hal itu bisa membuat dia menangis dan membuat ku tertawa bahagia di atas penderitaannya. Maka aku akan melakukannya dengan senang hati.
Tunggu saja, aku akan menghancurkan hati kalian berdua sekaligus.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Haaaaaaiiiiii, hah leganya udah siap ngetik ff ini. Setidaknya sekarang bisa fokus ngetik ff project baru dengan lebih tenang #promosi.
Eits, tapi Yue baru siap ngetiknya di laptop ya bukan berarti ff ini udah selesai di chapter ini. Ini masih bersambung kok, kkkk~
Nah lo, Yue juga udah kasih tu apa yang mereka pikirkan satu sama lain. Seenggak nya udah bisa kasih sedikit gambaran apa yang akan terjadi ke depannya. Untuk cast, Sehun itu berumur 22 tahun jadi dia udah tamat kuliah dan kerja sebagai CEO di perusahaan orang tuanya. Sedangkan untuk Luhan dan Chanyeol mereka berumur 18 tahun dan duduk di tingkat akhir SHS dan berbeda sekolah.
Untuk Baekhyun dan juga Kyungsoo, mereka berumur 17 tahun. Kris berumur 25 tahun dan Tao berumur 23 tahun. Kai, umurnya ga bisa di hitung alias udah udah tua tapi tetap kece badai bin sekseh.
Kenapa umur mereka bisa seperti itu? karena Yue lah yang udah merancang nya... muahahahahahahaha /di lempar swallow. Okeeeh, mari kita balas reviewnya chinguuu~
~Neli Amelia: Udah gak bingung lagikan siapa si namja Jepang. Alasan kenapa mereka bisa kenal Luhan juga udah di kasih. So, berhentilah jambak rambut sendiri XD.
~Baeklinerbyun: Namja Jepang nya Sehun. Kok bisa masuk nama mereka sih?
~Devilcute: hahahhaha... maaf tebakannya salah. Kalo Sehun cocok kan adi namja Jepangnya? Hehehhe
~KT CB: KrisTao mank sulit bersatu disini, tapi tenang aja cinta Kris gege tetap ma Tao kok. Si Baek itu mank banyak seme, pula nya muka imut banget kaya anak SD.
~Nenehcabill: Jangan teriak, nampak banget fangirling nya. Wuahahahahha... salah tebak ya? Jangan nangis ya^^ si Kai tu mank suka maen arisan, arisan berhadiah para uke EXO /plakk
~Dianahyorie1: Jinjja? Aduh jadi malu /kedip-kedip /timpuk sandal. Udah panjang tuh, ampe hampir 4k+ malah.
~ : Chan bisa kenal Luhan karena dia pacarnya.
~Sayakanoicinoe: Hhahahaha... mank itulah tujuan saya, buat para readers penasaran.
~SHINeexo: Hahahaha... Kris itu anggap aja lg akting, maklum kebanyakan maen film di Beijing sono. HunHan mesraa dikit kan ga papa, Wah ternyata fans nya Chanyeol kambuh lagi /Plaak
~Parkbaekyoda: Chanyeol kenal ma Luhan, karena dia pacarnya. Masa gak kenal pacar sendiri sih. Hm, untuk KaiSoo di pikir dulu ya^^
~ : Bukan, namja Jepang nya tu si Sehun. Chanyeol kenal Luhan lah, secara pacarnya kan.
~Ikki Ka Jung99: Ahahaha... udah di lanjut nih biar ga penasaran lagi.
~Guest: Namja Jepang itu Sehun ya bukan Chanyeol. Ini udah cukup panjang loh.
~Tania3424: Kalo patah mari kita obati, kkkkk~ Hubungan mereka itu sepasang kekasih.
~YOONA: Ya elah, masa bisa lupa sih chingu? Kok terkejut, makanya kemarin waktu tanda tangan ma Yue di baca dulu isi nya.
~Trabeulmakeo: Pairnya memang ChanBaek ya. Dan untuk cast yang lain udah di isi.
~Kim Chan Min: Ahahahahaha... mank kapan si Chanyeol mati pake diangkat dari sono? Andwee entar siapa yang gantiin dia di ff ini. Mian, tapi sekarang udah pada nampak kan wujud asli mereka di chap ini. Hah? Apa hubungannya film hantu sama konsultasi ke jamban /garukkepala. Wah, kok eonni berasa kaya dukun gitu ya makan kembang?
~ChanBaekLuv: Ahahahahaha... makasih doa nya biar Yue tetap langgeng hubungannya ma Chanyeol /plaak /dilempar dari lantai 20
.
.
.
.
Mind to RnR ?
~Yue m00nlight~
