Chapter 7: Our

Tittle : I Can't Trust You

Author : Yue m00nlight

Pair : ChanBaek

Cast : Temukan seiring waktu

Genre : Romance, little bit Angst

Fantasi

Rate : T – T+

Lenght : Chaptered

Disclaimber : Semua cast milik orang tua mereka masing-masing, SM Entertainment, dan pastinya milik EXO L, hehehehe. Sedangkan ceritanya asli dua kelinci dan murni keluar dari otak Yue, setelah bertapa dan berpuasa di EXO Planet.

Warning : Yaoi! BoyxBoy, typo(s) berserakan, OOC, cerita gaje plus abal.

.

.

.

Kamera, roll, ACTION!

.

.

.

This is Yaoi, if you dont like this story, cast or me

please close the tab now!

.

.

.

NO BASH, NO FLAME, NO PLAGIATOR

AND DON'T BE SIDERS

.

.

.

.

.

.

.

~Hope you enjoy this story~

Mobil-mobil sport dengan kecepatan tinggi meliuk, mengikuti jalur balap yang mereka ikuti. Saling berpacu untuk menjadi yang terdepan dan juga yang tercepat, "Apa namja itu ada disana?" Luhan hanya diam saat mendengar suara Chanyeol.

"Yah, dia sedang balapan. Mobil berwarna hitam dengan gambar anjing-anjing yang saling berkejaran berwarna magma itu adalah miliknya" Minho –teman Chanyeol- menunjuk mobil yang balapan paling depan, memimpin pertandingan.

Chanyeol mengangguk, mata nya kembali fokus melihat jalannya pertandingan.

Sebelumnya lelaki jangkung itu tidak menyangka, bisa bertemu dengan mudah nya dengan Kai. Padahal baru tadi siang mereka berdua bertemu di restoran.

Mungkin ini berkat Minho juga, lelaki tinggi berambut hitam itu yang membantu nya agar bisa bertemu dengan Kai. Karena mereka memiliki hobi yang sama, balapan liar.

Luhan menghela napas, kedua tangannya masuk ke dalam mantel coklat gelap yang dia kenakan. Dia tidak tahu, apa dengan datang dan bertemu Kai adalah keputusan yang tepat.

Tanpa bisa di cegah, ingatan nya melayang jauh mundur ke belakang.

.

FLASHBACK ON

Sebenarnya Luhan hanya merasa kecewa dengan Sehun.

Namja itu jelas-jelas tahu perasaannya, memberi dia harapan palsu dengan segala bentuk perhatiannya dengan bersikap manis dan memanjakan Luhan.

Membuat Luhan terlena, dan pada akhirnya dengan segala keberanian yang dia punya dia menyatakan perasaannya.

Tapi lelaki pucat itu hanya tersenyum tipis, dan mengatakan jika Luhan hanya seorang sahabat baginya. Ketika Luhan mencoba untuk mengungkit semua perhatian dari Sehun, lelaki itu malah mengatakan itu hanya bentuk perhatian seorang sahabat dan tak pernah lebih.

Sakit dan kecewa, itu yang dirasakan Luhan.

Hingga dengan bodohnya dia malah melakukan hal yang selalu di sesalinya sejak dulu. Mendatangi Chanyeol yang sudah seperti sahabat dekatnya, dengan berurai air mata mengatakan jika hatinya hancur.

Perasaan terluka membuatnya egois, membuat pikiran jahat itu bebas merajalela di kepalanya dan merusak persahabatan mereka.

Dengan kesadaran penuh, Luhan sangat iri dengan kisah cinta Baekhyun.

Bagaimana mungkin Baekhyun bisa mendapatkan kekasih tampan dan begitu tulus menyayanginya. Sedangkan dia, hanya bisa mendapat perhatian dari namja yang dia cintai dengan label persahabatan.

Melihat Chanyeol juga perhatian dengannya, dan juga rasa iri serta bisikan iblis yang kuat memperngaruhi. Luhan mengambil langkah nekat, dia dengan sengaja mendekati Chanyeol yang notabene nya adalah kekasih sahabatnya.

Dia mulai memberikan sinyal-sinyal khusus pada Chanyeol, sikap manis dan menggoda, hingga memberikan perhatian lebih yang akhir-akhir itu jarang didapatkan Chanyeol dari Baekhyun.

Baik Luhan maupun Chanyeol tidak tahu, jika hidup sahabat dan kekasih mereka sedang hancur karena ulah jahat dari saudara orang tuanya.

Hingga akhirnya, Chanyeol jatuh dalam pesona dan juga perhatian seorang Luhan.

Sore itu adalah saat terakhir mereka bertemu dengan Baekhyun, sebelum namja manis itu menghilang selama beberapa bulan selanjutnya.

Kenyataan pahit yang Baekhyun dapatkan adalah, bagaimana dengan mata kepala nya sendiri dia menyaksikan jika Luhan dan Chanyeol berpagutan mesra di taman dekat rumah Chanyeol.

Padahal hari itu Baekhyun ingin datang dan meminta maaf, karena dia mengabaikan panggilan atau pun pesan yang di kirim kekasihnya tersebut.

Pikiran nya terlalu kacau karena kepergian kedua orang tuanya dan juga keadaan hyung nya yang menjadi labil.

Namun bukan hal baik yang dia dapatkan, justru pemandangan panas dan menyesakkan hatinya yang dia lihat.

Chanyeol melepaskan ciuman panas nya dengan Luhan, begitu kaget karena kedatangan Baekhyun yang mendadak. Dia mencoba menjelaskan apa yang terjadi sementara Luhan hanya terdiam di samping lelaki jangkung itu.

"Kau berengsek! Aku pikir kedekatan kalian hanya sebatas teman tapi, ARGH!" Chanyeol berpikir lelaki bermata sipit itu akan menamparnya dan bersiap menerima hal tersebut.

Tapi setelah beberapa menit tanpa rasa sakit, Chanyeol membuka matanya dan melihat kalau tangan kanan Baekhyun yang bersiap menampar nya hanya mengambang di udara.

Dengan pipi yang telah basah oleh air mata, Baekhyun menurunkan tangannya dan menatap nyalang ke arah Luhan dan Chanyeol. "Tangan ku yang bersih ini, tidak sepantasnya menyentuh namja menjijikkan seperti kalian" desis nya geram.

Setelah nya Baekhyun pun meninggalkan mereka berdua yang terdiam di taman.

FLASHBACK OFF

.

.

.

"Apa yang kau pikirkan?" Luhan menoleh ke samping, melihat wajah Chanyeol yang menyandar di bahu nya. Lelaki itu memeluk nya dari samping.

Luhan menggeleng, pertandingan sudah selesai dan mobil yang mereka tunggu mendekat ke arah mereka bertiga. "Tidak ada, siapa yang menang?" Minho terkekeh di sebelah mereka, menggeleng maklum melihat kemesraan kedua namja tersebut.

"Dia" Chanyeol menegakkan badannya, Kai baru turun dan berjalan ke arah mereka dengan senyum mengembang.

Luhan menyadari sesuatu saat melihat Kai, lelaki itu penuh dengan aura misterius dan juga menggoda. Seperti ada suatu selimut aura transparan mengelilingi lelaki tersebut.

Misterius, menarik dan menggoda. Mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan Kai.

"Ada yang bisa ku bantu?" Minho memang sudah memberi tahukan pada Kai sebelum lelaki itu bertanding tadi, jika ada dua orang namja yang ingin menemuinya selesai bertanding.

Minho menyentuh pundak Kai yang memakai kaus hitam ketat di balut jaket yang lagi-lagi berwarna hitam. Kaki jenjang nya di balut celana jeans biru gelap dan sepatu berwarna senada.

"Ini adalah dua orang yang aku katakan tadi" Kai tersenyum ke arah Minho, dan tersenyum ke arah Luhan dan Chanyeol. "Karena kau sudah menemui mereka sebaiknya aku pergi sekarang"

Chanyeol dan Luhan menggumamkan kata terima kasih sebelum namja itu pergi ke arah kerumunan pembalap lainnya.

"Jadi?" tanya Kai, sedangkan kedua namja di hadapannya hanya terdiam dan bergerak canggung. "Kau masih mengingat kami bukan?" tanya Chanyeol balik.

Kai mengangguk mantap, "Tentu saja, kalian teman Sehun dan Baekhyun bukan?" lega rasanya mengetahui Kai masih mengingat mereka berdua. Walaupun Luhan yakin, namja ini tidak mungkin melupakan mereka begitu cepat.

"Bisa kita pindah tempat? Mungkin kita bisa mencari tempat yang lebih nyaman dari pada tempat ini untuk bicara" Luhan menatap resah sekumpulan pembalap lain yang berjarak satu kilo meter dari mereka.

"Tentu saja" Kai beranjak masuk ke mobil nya, sebelum pergi seorang lelaki memberikan amplop cokelat berisi uang pertandingan yang di menangkan Kai.

Chanyeol dan Luhan masuk ke dalam mobil mereka dan mengikuti mobill Kai yang meluncur ke suatu tempat.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Baekhyun bergerak resah dalam tidurnya, entah kenapa sepertinya mata nya sulit untuk di ajak tidur. Sehun yang merasakan pergerakan Baekhyun terbangun, kemudian mendekati namja yang lebih pendek dari nya itu dari belakang. "Ada apa?" di liriknya jam yang ada di nakas menunjukkan pukul tiga dini hari.

Suara khas Sehun mengagetkan Baekhyun, dia menolehkan kepala nya kebelakang dan ujung hidung kedua nya bersentuhan. "Susah tidur".

Sehun menumpukkan kepala nya di bahu kiri Baekhyun, tangan kiri nya mengusap perut Baekhyun yang telanjang. "Apa aku bermain terlalu kasar tadi?" yah, mereka baru saja selesai melakukan 'itu' satu jam yang lalu.

"Tidak, walaupun aku masih kesal karena kau menghajar ku beronde-ronde" Baekhyun mengelus tangan Sehun yang ada di perut nya.

"Hehehe... siapa suruh hole mu begitu sempit dan menggoda, maka nya aku jadi kelewatan" bahkan hanya dengan membicarakan hal itu saja, membuat Sehun sedikit horny?

Baekhyun langsung membalikkan tubuhnya menghadap Sehun, mata nya menyipit curiga. "Sebaiknya simpan otak pervert mu itu Tuan mesum, kalau kau mencoba untuk menyerangku lagi akan ku jepit junior kebanggaan mu itu di pintu" ucap Baekhyun sadis.

Hell, lubangnya masih sangat sakit karena perbuatan Sehun. Setelah nuansa romantis sore mereka di balkon, Sehun langsung menerkamnya di ranjang tanpa ampun.

Walaupun bermain lembut tapi tetap saja sakit, itulah susahnya menjadi uke.

"Mian baby, tapi lubang- Aww! baik aku tidak akan bicara apapun lagi" Sehun langsung terdiam begitu Baekhyun mencubit perut nya kuat hingga berwarna kemerahan.

Sehun menarik tubuh Baekhyun mendekat dan menarik selimut mereka setinggi dada. Baekhyun dengan nyaman tidur dalam pelukan Sehun, setelah namja itu mengusap-usap punggungnya dengan lembut. Disertai dengan beberapa kecupan kecil di pucuk kepalanya.

"Jaljayo baby" akhirnya Sehun pun memutuskan untuk menyusul ke dalam mimpi, saat mendengar suara dengkuran halus dari Baekhyun.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kai kembali menyesap kopi yang dia pesan, mata nya melirik ke depan tempat di mana dua namja tadi duduk bersama nya dalam sebuah cafe. "Apa yang ingin kalian tanyakan?" serius Kai bosan hanya berdiam diri seperti ini sejak 10 menit yang lalu masuk ke dalam cafe dan pesanan mereka di antar.

Chanyeol berdehem, dia menatap Kai dengan serius. "Dari mana kau kenal dengan Baekhyun?" yah, setidak nya Chanyeol perlu tahu hal ini dulu, sebelum bertanya lebih jauh bukan.

"Kami teman lama" dahi Luhan dan Chanyeol berkerut mendengar jawaban Kai. Karena mereka merasa kalau Baekhyun tidak penah mengatakan punya teman seperti dia.

Luhan bersidekap, "Kalau memang iya, kenapa Baekhyun tidak pernah mengatakan apapun tentang mu pada kami?" entah kenapa Luhan seperti sedang menginterogasi penjahat saat ini.

Kai mengedikkan bahu acuh, "Mana ku tahu, aku memang tidak tinggal di Korea sebelum nya dan bisa berkenalan dengan nya saat dia liburan ke Jepang" sangat pintar Kai, bahkan kebohongan mu bisa begitu lancar.

"Kalau memang begitu, bagaimana caramu bisa bertemu Baekhyun disini?" Chanyeol tidak bisa percaya dengan jawaban Kai.

Mata Kai terlihat menerawang, dia seperti mencoba mengingat sesuatu. "Aku tidak sengaja bertemu dengan nya di taman kota" itu memang sebuah fakta bukan? Mereka memang berjumpa di sana untuk pertama kalinya.

"Jinjja?" Chanyeol tetap tak yakin.

"Heum, kami bertemu disana. Dia tidak sengaja bertabrakan dengan ku, dan saat aku melihat wajahnya aku tahu kalau dia adalah Baekhyun" Kai kembali menyesap kopinya. "Dan juga aku menemukan dia dalam keadaan mengenaskan" sebuah ringisan terpatri di wajah Kai kala mengingat keadaan Baekhyun dulu.

Luhan memperhatikan ekspresi Kai seksama, mencoba untuk membaca kebohongan atau pun juga kegugupan dalam suara ataupun tingkah nya.

Namun dia harus kecewa karena tidak menemukan sedikit kebohongan di sana.

"Kalau begitu bagaimana ceritanya Baekhyun bisa berkenalan dengan Sehun dan mennjadi namjachingu-nya?" Kai tersenyum samar mendengar pertanyaan Luhan. Sepertinya namja rusa ini sangat penasaran akan kisah cinta mantan sahabatnya.

Chanyeol heran dengan nada tidak suka yang di dengar nya dalam pertanyaan Luhan. Apa mungkin Luhan masih menaruh harapan besar pada Sehun.

Kai tersenyum samar, prediksi nya selalu tepat. "Setelah pertemuan ku dengan Baekhyun, aku memaksanya untuk tinggal bersama ku" ucapan Kai terjeda, ingin melihat bagaimana reaksi kedua orang di depannya.

"Dan ketika Sehun datang berkunjung ke apartemenku, dia melihat Baekhyun dan langsung jatuh cinta begitu saja" baik, untuk itu memang bohong. Tidak mungkin kan dia bilang kejadian yang sebenarnya, lagi pula baik Sehun atau pun Baekhyun pasti tidak akan keberatan dengan ucapannya barusan.

"Dan Baekhyun menerima nya begitu saja?" gantian Chanyeol yang bertanya. Apa kalian lupa jika kalian berdua sudah menjadi sepasang kekasih, berhentilah mengurusi kehidupan orang lain.

Kai menyandarkan tubuhnya dengan nyaman di bangku, kaki nya di silangkan sementara matanya masih mengawasi ke depan. "Tentu saja tidak, Sehun terus berupaya mendekatinya hingga Baekhyun luluh dan mau menjadi kekasihnya" jawab Kai tenang.

Luhan melihat ke arah lain, hati nya masih saja tak terima dengan sikap Sehun.

Bagaimana mungkin dia bisa jatuh cinta begitu saja pada Baekhyun hanya dalam satu kali pertemuan, sementara dirinya yang terus berusaha malah diabaikan.

Tentu saja Chanyeol bisa melihat perubahan Luhan, bahkan dia sempat melihat mata rusa itu berkaca-kaca. "Apa mereka tinggal satu rumah?" tubuh Luhan menegang mendengar pertanyaan tersebut.

Kai tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai. "Tentu saja, sehari setelah mereka resmi menjadi sepasang kekasih Baekhyun langsung pindah ke apartemen Sehun".

KRIEET!

"Ayo kita pulang Yeol, aku mengantuk" dan begitu saja Luhan langsung keluar cafe meninggalkan Chanyeol dan Kai.

Bukan nya apa-apa, hanya saja sakit rasa nya begitu tahu jika Sehun dan Baekhyun tinggal di tempat yang sama. Dari pada mendengar lebih jauh dan semakin menyakiti hati nya lebih baik dia pergi bukan.

Chanyeol langsung berdiri hendak menyusul Luhan yang keluar dari cafe. Namun Kai menahan sebelah tangannya, dan mengeluarkan secarik kertas berisi angka.

"Itu nomor ponsel ku, jika ada waktu luang aku ingin bicara dengan mu berdua saja" Chanyeol memasukkan kertas tersebut ke dalam saku dengan pandangan bertanya.

"Sebuah fakta tentang Baekhyun yang harus kau ketahui, dan kita akan membicarakannya berdua saja karena ini menyangkut tentang mu juga" namja tinggi itu mengangguk dan keluar cafe mengejar Luhan.

Sementara Kai tersenyum puas, "Rencana ku berjalan lancar, tinggal tunggu saja" ucapnya puas sambil menjilat bibir bawahnya pelan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Semenjak kejadian makan siang yang di hadiri oleh dua orang yang ingin dia jauhi, Baekhyun seperti mendapat sebuah pencerahan di kepalanya. Dan berkat pemikiran nya itu, sikap ketus nya pada Sehun berubah total.

Baekhyun berubah menjadi sosok yang manja dan penuh aegyo. "Hun-ah, nanti sepulang sekolah jemput aku ne?" Sehun yang baru saja menghentikan mobil nya di depan pintu gerbang sekolah Baekhyun tersenyum.

"Tentu saja baby bunny" dia turun dan membuka kan pintu untuk Baekhyun, dan mengantar tepat hingga di depan pagar.

Mata Baekhyun berbinar gembira, "Assa, kalau begitu aku masuk dulu ne" Baekhyun berjinjit dan mencium Sehun tepat di bibir nya.

Tentu saja itu kesempatan emas Sehun, dengan cepat dia merangkul pinggang Baekhyun dan melumat bibir merah menggoda milik namja pecinta eyeliner tersebut.

Baekhyun tersenyum manis saat Sehun mengelap saliva yang tertinggal di bibir Baekhyun, "Nanti siang aku jemput" dan sebuah kecupan sayang mendarat di kening Baekhyun.

Namja itu melambaikan tangannya semangat sampai mobil Sehun menjauh, setelah nya dia menyungging kan smirk ke arah satu orang namja yang memperhatikan sedari tadi.

Luhan, ya dia melihat semua kejadian tadi.

Setelah Baekhyun masuk dalam sekolah dia baru berjalan sambil memegang dada nya yang terasa sesak. "Kenapa ini terasa sakit?" batin Luhan miris.

Dia memang sering memperhatikan kemesraan Sehun dan Baekhyun di area sekolah, ciuman, pelukan, kencan, dia melihat semua nya dengan perasan sakit dan kecewa.

Selama dua minggu itu, Luhan harus merasa sakit dan sesak karena mengikuti keduanya kemana pun. Entahlah dia merasa sakit, tapi entah kenapa tidak ingin berhenti untuk mengikuti.

Padahal jika di pikir, sikap nya yang seperti itu bisa membunuh nya secara perlahan dan menyakitkan bukan.

.

.

.

.

"Hei, Baekhyun kenapa akhir-akhir ini kau sering tersenyum sendiri?" Kyungsoo menepuk bahu Baekhyun yang sibuk berkutat dengan ponselnya.

Baekhyun nyengir, dia memang bahagia selama seminggu ini. "Hanya mendapat berita bagus" Kyungsoo mengangguk, dia tidak mau mencampuri urusan orang lain.

Drrtt Drrtt

Tangan Baekhyun dengan cepat membuka kunci ponsel nya dan membaca pesan tersebut.

.

From: Dobi

Aku tahu sayang,

Aku juga merindukan mu.

Bagaimana kalau besok sore kita pergi kencan?

.

Yah, inilah alasan kenapa Baekhyun terlihat senang selama seminggu ini. Karena seorang Park Chanyeol yang kembali masuk dalam hidupnya.

Sebenci apapun dia, Baekhyun tidak bisa di pungkiri jika masih ada perasaan khusus itu padanya.

.

To: Dobi

Tentu, jemput aku besok di apartemen.

Sehun ada rapat seharian di kantor nya besok.

.

Dengan riang Baekhyun menekan tombol SEND dan tersenyum sumringah lagi, membuat Kyungsoo geleng-geleng kepala melihatnya.

.

From: dobi

Tentu sayang, saranghae ;*

.

Bermain api, itulah yang Baekhyun lakukan namun dia tidak perduli.

Yang jelas sekarang adalah Sehun percaya padanya seratus persen, karena sikap manis nya pada Sehun. Baekhyun memang sengaja memanfaat kan namja Jepang itu untuk menyakiti Luhan.

Dia tahu jika Luhan selalu mengikuti mereka kemana pun, dan dengan bersikap mesra pada Sehun dia bisa mendapatkan tiga hal.

Pertama, rasa percaya dan cinta dari Sehun. Dan kedua, rasa sakit hari dari Luhan karena kemesraan mereka. Yang ketiga, dia puas karena setidak nya bisa membuat Luhan merasakan apa yang dia rasakan dulu.

Chanyeol, memang awalnya Baekhyun curiga kenapa namja itu seminggu yang lalu menghubungi nya. Tapi dia tidak menolak permintaan Chanyeol yang ingin bertemu dengannya, karena Kai sudah mengatakan jika ini bisa jadi kesempatan untuk membalas namja jangkung tersebut.

Kai juga sudah menceritakan tentang pertemuan dirinya dengan Chanyeol dan juga Luhan. Kemudian Kai menawarkan sebuah ide, ide yang sangat menarik.

Ide nya, menerima Chanyeol kembali mendekat. Bersikap baik pada Sehun agar bisa menyakiti Luhan. Kemudian jika Chanyeol sudah jatuh dalam perangkap nya, Baekhyun bisa balas dendam sepuas nya.

Bukan kah itu ide yang sangat bagus.

Tentu saja bagus, jika tidak ada niat jahat dan tersembunyi dari Kai. Karena iblis tampan tersebut berhasil menjalankan semua niatnya dengan lancar dan mulus.

Dia juga jarang menemui Baekhyun dengan alasan sibuk, tapi iblis itu berjanji akan memantau Baekhyun dan memperingatkan nya jika ada sesuatu yang bergerak di luar rencana mereka. Benarkah?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Chanyeol POV

Aku tersenyum melihat pesan yang Baekhyun kirim padaku, bahkan tanpa sadar aku sudah bersikap seperti orang gila karena tersenyum tanpa sebab.

Haah, Baekhyun.

Tidak ku sangka kita akan bisa bersama seperti dulu lagi, yah walaupun sekarang kau sudah memiliki kekasih. Namun itu bukan masalah selama dirimu masih mau membalas perasan ku.

Katakan jika aku gila, karena yah itu memang benar.

Di saat aku sudah memilki Luhan dan Baekhyun memiliki Sehun, kami berdua malah dekat sekali hingga seperti sepasang kekasih seperti dulu.

Bohong jika aku tak bahagia, karena aku mengetahui kalau sebenarnya selama ini namja penyuka strawberri itu masih mencintaiku.

Semua berkat Kai, kurasa aku harus mengucapkan syukur karena bisa bertemu namja baik seperti dia.

.

FLASHBACK ON

Dua hari setelah aku bertemu dengan Kai, aku memutuskan untuk menghubungi nya agar bisa bicara berdua seperti keinginan dia.

Aku sangat penasaran kenapa namja itu ingin bicara dengan ku, dan disinilah aku berada sekarang. Di dalam sebuah taman indah di sore hari, melihat anak-anak yang sibuk bermain dengan begitu riang nya.

"Lama menunggu?" aku melihat Kai baru datang dan duduk di bangku taman sebelahku.

Aku menggeleng dan melihat ke tempat dimana anak-anak tadi masih bermain. "Apa yang ingin kau bicarakan?" kulirik Kai yang juga melihat lurus kedepan.

"Baekhyun masih mencintaimu" ujar nya tenang, namun tidak dengan ku. "A-apa kau bilang?" aku harap pendengaran ku salah.

Kami berdua bertatapan, dia tersenyum ramah. "Baekhyun masih mencintaimu" ulangnya sekali lagi.

DEG

DEG

DEG

Kenapa jantungku seperti ini, "Jangan bercanda" aku harap Kai tertawa dan mengatakan jika itu hanya sebuah lelucon.

Namun Kai menggeleng, "Tidak, aku serius" ujarnya mantap.

Aku menarik napas beberapa kali dan menghembuskan nya perlahan. "Dari mana kau tahu? Dan kalau itu memang benar, kenapa dia bisa berpacaran dengan Sehun?" pertanyaan yang logis bukan.

Kai tertawa remeh, memang apanya yang lucu. "Karena dia sendiri yang mengatakannya padaku, dia bersama Sehun karena entahlah aku juga tak tahu" dia mengedikkan bahu.

"Kau pikir aku akan percaya begitu saja ucapanmu?" hei, aku bukan bocah berumur lima tahun yang bisa di bodohi.

Setelah semua yang ku lakukan padanya, tidak mungkin kan Baekhyun masih mencintaiku. Yang ada dia pasti memebenciku dan ingin membunuh ku. Aku juga tidak lupa dengan tatapan benci yang di berikan nya padaku saat makan siang dua hari yang lalu.

Mata tajam Kai melihat lurus ke depan, anak-anak itu sudah pindah ke arah ayunan. "Jika kau tidak percaya terserah, aku tidak memaksa. Kau bisa menghubungi Baekhyun" dia mengirim nomor ponsel nya padaku.

Aku terus menatap nomor itu, ada secercah rasa bahagia dan juga rindu untuk nya.

"Kenapa kau melakukan semua ini?" Kai berdiri dan menghadap padaku. "Karena aku perduli padanya" kemudian namja itu berlalu meninggalkan ku di taman.

Setelah terdiam beberapa saat aku memutuskan untuk pergi dari sana.

FLASHBACK OFF

.

Yah, setelah itu aku mengalami pergulatan batin karena nya.

Disatu sisi aku ingin bisa kembali dekat dan minta maaf padanya, namun di sisi lain aku takut jika aku mendekat aku akan menyakiti Luhan.

Tapi ego ku kembali menang, dengan keberanian yang susah payah aku kumpulkan. Aku menghubungi namja tersebut dan mengajak nya bertemu.

Lalu dia menyetujui nya, dan dari sana kami kembali dekat hingga sekarang.

.

From: Baekki

Nado saranghae :*

.

Ahh tuhan, aku tahu kalau ini salah.

Tapi satu kali ini saja, biarkan aku melangkah maju dan bersikap egois. Biarkan aku kembali dekat dengannya dan bisa bersama nya kembali jika boleh.

Aku akan coba untuk melepaskan Luhan, jika memang ada kesempatan agar aku bisa kembali bersama Baekhyun.

Setiap hari aku selalu di hantui rasa bersalah padanya, dan setiap hari pula aku selalu merindukannya.

Senyum nya, pelukannya, tawanya, lelucon nya bahkan sikap kekanakan dia yang selalu berhasil membuatku gemas dan mencium nya di pipi.

Lalu semburat merah itu muncul di pipi nya karena malu, tapi dia pasti akan menutupi nya dengan berteriak dan mengejarku yang berlari. Hingga derai tawa bahagia mengalir dari kami berdua.

Aku tahu jika sikap ku sangat plin-plan dan tak bertanggung jawab.

Tapi aku juga tidak bisa memungkiri jika aku sangat merindukan Baekhyun, merasakan pelukan hangat nya di tubuh ku dan europia kebahagian karena rasa cinta kami.

Dan besok adalah kencan pertama kami, karena selama satu minggu ini kami hanya saling bertukar pesan ataupun juga telpon singkat karena takut ketahuan Sehun.

Semoga saja besok adalah titik balik semua nya, titik balik di mana aku bisa kembali bersama Baekhyun dan merengkuhnya lagi ke pelukan ku.

Walau aku tahu, akan ada banyak hati yang terluka.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

Anyyeong^^

Maafkan atas keterlambatan update ini, tapi itu semua terjadi karena hmm... apa yah? Benar, karena saya baru saja pindah rumah dan yah kalian tahu lah bagaimana repot nya semua hal tersebut.

Mulai chap depan moment ChanBaek nya akan lebih mendominasi, dan kepada ChanBaek Shipper ayo merapat dan ramaikan! /teriak gaje/ di lempar rilakuma/

Oh ya, sekarang Yue dalam pembuatan ff project baru yang bergenre fantasi. Dan di dalam nya butuh banyak OC dan kalau ada readers-nim yang berminat silah kan PM Yue. OC disini untuk Kai, Sehun, Chanyeol dan Kris.

Tenang EXO tetap official couple kok, tapi memang di butuhkan banyak cewek untuk ikut disini. Dari pada Yue ambil dari idol lagi, napa gak dari readers-nim aja? Tapi itu kalau ada yang minat ya.

Wokeeeh, mari kita balas review nya:

~Baeklinerbyun: Ahahaha, salah. Mantan nya itu Chanyeol bukan Sehun. Kalau untuk masalah foto yang ada di ponsel Luhan, dia emank menyimpannya karena rasa cinta nya. Untuk HunBaek tetap bakalan ada, tapi disini bakalan di dominasi ChanBaek karena mereka main pairnya.

~SHINeexo: Yah, maklum lah kalau Chanyeol serakah pula nya kedua nya mau aja ma dia. Untuk Kai bakalan tahu rencana nya ntar aja yah.

~Neli Amelia: Main pair tetap ChanBaek sesuai vote dulu, yah walalupun bakalan tetap ada moment HunBaek nya. Kalau itu masih di rahasia kan ya. Ahahahaha, ya benar banget mereka terjebak di dua hati. Sedikit bocoran sih sebenarnya di chap ini apa rencana Kai, maaf eonni belum bisa fast update.

~Young Demin: Ahahhaha, maaf jika mengecewakan. Tapi tenang aja, disini Baek gak bakalan sepenuh nya kembali pada Chanyeol karena pemikan kita sama. Tenang masih banyak kejutan menanti di depan, jadi jangan kecewa dulu ne.

~KT CB: Wah, masa sih? Padahal ada juga lah tampang jaha nya si Baek kalo lagi natap sinis tanpa senyum. Kalau Kai kan mank jahat, nama nya juga iblis mana pernah menguntungkan umat manusia.

~Dianahyorie1: Ahahaha, gak papa kok. Kalau gitu belajar sabar mulai sekarang ne?

~Narsih Hamdan: Ahahahaha, ya benar. Tambah penasaran? Kalau gitu terus ikuti dan review ne? /modus/ plak.

~Parkbaekyoda: Benarkah kaya ngisi TTS? Kalau gitu berarti baca ff ini makin pintar donk.

~Nenehcabill: Weleh-weleh, sabar yo nduk /nyengir/ wah kalau itu sih semua udah di atur ma pikiran Yue yang absurd ini. Kelemahan baby Baekki itu kayanya dirimu lah /wink/ Andwee, kalau mereka di mutilasi siapa yang bakalan maen di ff ini? Ha, setuju untuk kalimat terakhir.

~ChanBaekLuv: Wuahahahha, selamat anda adalah orang yang kesekian kali nya yang salah tebak. Jangan syok dulu ntar susah loh kembali nya dari alam sana (?)

~Ikki Ka Jung99: Ya donk, kan bosan juga maen tebak-tebakan mulu. Kesel nya jangan lama-lama kita juga harus punya rasa prikereadersan untuk mereka.

~SeongiByun: Ahahaha, iya otak nya mesti muter ekstra untuk baca ff ini. Untuk ChanLu gak bakalan lama kok, tenang aja ok! Ending nya masih di rahasia kn tp untuk petunjuk silahkan liat genre nya ya biar gak salah sangka lagi.

~YOONA: Wokeh, ini adalah korban selanjut nya dari salah tebak cast dalam ff ini. Maklum lah tugas Kai kan emang menyesatkan umat manusia, salah maksud nya tugas para iblis. Kalau untuk setelah balas dendam masih di rahasia kan yah, tapi tenang tetap bakalan ada kejutan kok untuk ending. Biar gak salah tebak silahkan liat aja genre nya yah.

~Tania3424: Ok, ada lagi yang salah tebak karena cast nya.

~Kim Chan Min: Hay juga, kangen ma eonni atau ma ff nya? /todong pisang/ Luhan mank udah gitu karena kontrak nya ma eonni disini. Untuk ending tetap ChanBaek kok jadi gak usah takut. Ahahahha, ya udah silahkan pergi ke jamban terdekat untuk merenung sepuas nya mana tahu dapat pencerahan. Serius nih cinta ma Chanyeol? Kalo gitu mau ikut jadi OC dalam ff project baru eonni? Karena di sana nanti bakalan butuh banyak banget OC untuk Kai, Sehun, Chanyeol dan juga Kris. Bagi readers-nim yang lain mau ikutan jg gak papa, di terima dengan kertas terbuka.

.

.

.

.

Adakah diantara readers semua yang maein RP?

Jika ada dan mau nambah teman silahkan invite Yue di

BBM, Pin: 7581BFDE

.

.

.

Mind to RnR ?

~Yue m00nlight~