Oxile Hwang and Crissan Kim
PRESENT
.
.
.
The Violaceous
.
.
.
HunKai
LuMin
And Other couples
.
.
.
Drama | Romance | Fantasy | little bit Angst
WARNING : M ( mencangkup segala unsur )
TYEPO | OOC | GS | AU etc
DISCLAIMER : SEMUA MILIK SAYA DAN Crissan Kim, kecuali para cast.
A/N : Annyeong^^
Well, sebenarnya saya kurang yakin ingin melanjutkan fict ini takutnya pada lupa. Tapi berhubung saya nggak tenang soalnya pas dicek masih ada yang me-review atau mem favoritekan secara 'diam-diam' -_-
Saya mau memberitahukan beberapa hal. Pertama, ( tidak terlalu penting ) saya mengubah nickname/? Saya menjadi Oxile Hwang bukan lagi 'Xyn Kim A.K.A Tan'
Kedua, berhubung Ojan menyerahkan fanfict ini pada saya sepenuhnya. Maka ada cukup banyak perubahan pada alur, tema, konflik dsb. Ojan tidak keberatan, dan dia tetap memberi banyak saran terhadap saya.
Ketiga istilah Kanton : diartikan sebagai Kabupaten.
Saya rasa cukup cuap-cuapnya=="
HAPPY READING ...
Jika anda tidak suka fanfict ini, silahkan menjauh.
Saya hanya manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.
The Violaceous
Pintu yang terbuat dari besi itu terbuka, seorang namja dengan surai red wine yang menampilkan kesan tampan sebut saja manly, kesan seksi dan keangkuhan. Namja itu Luhan, sang pangeran ambisius dengan sikap dominan selalu mutlak layaknya Hak Asasi Manusia. Dengan balutan kemeja hitam yang tersembunyi dibalik Caftan merahnya, kedua tangannya yang memegang nampan berisikan makanan dan segelas susu murni.
Luhan berjalan dengan ekspresi datarnya menuju salah satu kamar dipesawat mewah miliknya, kamar dengan pintu hitam yang berada cukup jauh dari cabin utama. Jadi, tidak heran jika cabin yang tengah ditelusuri Luhan nampak sepi. Faktanya, dipesan mewah milik sang pangeran ambisius ini hanya ada 25 orang sekalipun pesawat ini mampu menampung 65 orang.
Tanpa mengetuk pintu, Luhan langsung masuk kedalam kamar yang tidak terlalu besar itu, ruangan itu didominasi dengan warna gelap. Luhan menaruh nampankecil itu diatas nakas disamping tempat tidur. Dia mendudukkan tubuhnya dipinggiran ranjang, disampingnya ada seorang yeoja mungil nan cantik tengah tertidur. Jemari Luhan menyusuri wajah cantik itu perlahan mulai dari kening, mata, hidung hingga bibir kucing yang merah muda yang begitu menggoda.
Luhan tersenyum tipis. Jemari panjangnya berganti mengusap pipi pucat yeoja itu. "Kau benar-benar membuatku gila, hingga mampu lepas kendali." Gumam Luhan lirih, ia menyibak pelan selimut yang menutupi tubuh mungil yeoja cantik itu. Kedua tangannya perlahan mengangkat tubuh itu, dipandanginya sosok yang masih nampak terlelap damai digendongannya saat ini. Surai halusnya yang bergoyang goyang setiap Luhan melangkah. Night Shirt berwarna hijau tua yang begitu kontras dengan kulit seputih susu. Pemandangan yang cukup membuat seorang Luhan ber-fantasy liar. Tentu, lihatlah belahan Breast yeoja itu. Salahkan lengan Night Shirt yang merosot.
Luhan tersenyum aneh, dia membawa sosok di itu kedalam sebuah ruangan yang cukup kecil, hanya ada sofa biru dongker dan lemari kecil berisi puluhan botol wine. Luhan merebahkan sosok itu disana dengan posisinya yang berjongkok menyamping. Luhan menggerser sebuah kotak dan menekannya kebawah, hingga sebuah pintu terbuka menghubungkan ruang kecil itu dengan sebuah ruangan yang ukurannya sama.
Ruangan itu didominasi merah, dengan beberapa almari kecil berisi buku, berkas-berkas yang hanya Luhan dan beberapa orang yang mengetahui. Disudut terlihat sebuah peta kuno dengan aksara cina memenuhi hampir sebagian peta.
Luhan mengambil sebuah buku, membuka lembar demi lembar hingga menemukan sebuah kertas kuning dengan tinta merah.
"Perak Naga, air suci dari kuil Himalaya, kain putih dan kuning."
Luhan mengambil kertas tersebut dan meletakkannya dalam kotak kayu berukir aneh, ia kembali membuka lembar demi lembar halaman selanjutnya hingga menemukan lagi sebuah kertas kuning.
"Mereka menusuknya dengan belati perak, mengambil jantungnya dan membungkusunya dengan kain putih dan kuning." Luhan mengambil lagi dan meletakkannya ditempat yang sama.
Sementara Luhan tengah sibuk dengan sesuatu.
Minseok perlahan mengerjapkan matanya beberapa kali, membiasakan irisnya dengan cahaya lampu ruangan yang merah redup. Jemari rampingnya memijat pelan kening terasa pening.
"Sudah bangun?" Hampir saja ia berteriak saking terkejutnya mendengar suara Luhan yang tiba-tiba. Tunggu, suara Luhan?
Minseok mendongak, bola matanya membesar. Kenapa ada Namja itu disini? Seingatnya ia berada disebuah kamar dengan dominasi putih gading, yang berada jauh diujung busa. Namun, beberapa saat ia meringis begitu mengingat apa yang sebenernya terjadi. Luhan yang melihat ekspresi yeoja cantik itu tersenyum mengejek. " Sudah ingat huh?"
Luhan menarik dagu Minseok dan mencium kasar bibir merah muda yang begitu menggoda.
"Hemmmmm... Hemmm.." Minseok meronta dalam rengkuhan Luhan, tangannya terus mendorong bahu namja itu sedangkan bibirnya berusaha untuk tetap tertutup.
Tangan Luhan bergeliriya dipinggang dan punggung Minseok, kedua lengan Night shirt milik Minseok sudah tidak pada tempatnya. Lihatlah bahu sempit yang putih mulus itu nampak terlihat berwarna efek dari cahaya lampu. Terlihat sexy dimata Luhan, yeah tentu saja.
Tangan Luhan terus bergerak liar sementara bibirnya tak henti mengecap bibir Minseok. Bahkan tubuh Minseok sudah berada dipangkuan Luhan.
"Eunghh~ Luhh~ ." Minseok memukul dada bidang Luhan, dia hampir kehabisan nafas. Jujur walau dia terlihat menolak sebenarnya Minseok sedikit menikmati perlakuan Luhan terhadapnya, terbukti dari dia yang membiarkan Luhan menyentuh tubuhnya dalam tanda kutip hanya bagian luar. Hell dia bukan wanita murahan yang akan meminta lebih meski terangsang. Yeah Luhan sempat menggodanya dengan menggesekkan bagian bawah mereka bahkan juga sempat menjilat belahan breastnya.
Minseok kembali memukul dada Luhan saat namja itu semakin memperdalam ciumanya. "Eungh~."
Bersyukurlah Minseok ketika Luhan menyudahi ciumannya. Secepat mungkin dia menghirup udara sementara Luhan dia hanya tersenyum melihatnya dadanya naik turun sama seperti Minseok. "Aku gila karenamu."
Minseok menatap Luhan tepat dimatanya. Minseok tidak paham arti dari sirat mata rusa itu, dia tidak dapat membacanya. Luhan menarik pinggang Minseok mempersempit jarak mereka hingga hidung mereka bersentuhan. "Kenapa kau melakukan semua ini?"
Telunjuk Luhan menyentuh wajah cantik yang sedikit berkeringat. Menelusuri tiap incinya tanpa peduli pada tatapan tajam Minseok.
"Kau tahu semua ini bisa mengancam nyawamu? Juga Sehun? Bahkan teman-temanmu?!" Minseok menaikkan sedikit nada bicaranya.
"Kau membuat kesalahan besar Xi Luhan, kau membuat semua orang yang dekat denganmu dalam bahaya."
"Aku tahu." Sahut Luhan dingin. "Apa aku salah? Aku hanya ingin memperjuangkan apa yang menjadi hakku. Ah, bukan hanya aku sayang~ Sehun, Chanyeol, Baekhyun, Tao atau yang lainya. Kami memperjuangkan sesuatu yang berharga."
Minseok menyerit bingung "Apa maksudmu? Jangan membuatku tambah bingung!"
Luhan memperlihatkan sebuah kertas kusam kedepan mata Minseok yang langsung membuat Minseok membulatkan matanya.
"K-kau... ingin membunuh...
oooOooo
Kai memandang keluar lewat jendela pesawat, melihat kelangit yang berwarna jingga pertanda hari sudah mulai senja. Dia berada disalah satu kamar dari sekian banyak kamar di pesawat ini. Disampingnya ada beberapa buku kuno dan mug biru berisi coklat panas. Mata hitamnya melirik buku bersampul merah bergambar 2 helai burung merak. Yeoja berkulit tan itu menghela nafas frustasi. Ia mengambil buku berukuran cukup kecil itu, membaca beberapa kata yang tertulis kecil dibawah gambar 2 bulu cantik itu.
Kata- kata dengan tulisan aksara China, namun terlihat lebih rumit. Kai perlahan membuka buku itu, nampak tangannya terlihat bergetar dan dia sedikit gugup.
Halaman pertama, ada tulisan besar 'QIUYUE' Kai tahu itu nama yeoja yang berarti 'Bulan pada musim gugur' . dibawahnya lagi ada sebuah tulisan yang terdiri dari 2 kalimat.
"Seperti bangkai, seperti apapun bangkai disembunyikan baunya akan tetap tercium."
"Ketika ketakutanku menjadi kenyataan, aku hanya bisa menjalaninya hingga aku terlelap damai."
Kai membuka halaman selanjutnya,
"Aku dapat melihat masa depan seseorang, dan aku melihat masa depan keluargaku yang berakhir dengan tragis."
"Ayahkulah yang memulai segalanya, tapi beliau tidak dapat mengakhirinya. Ketika semua orang tahu apa rahasia terbesar keluargaku...
Kami dikucilkan...
Saat itu juga bencana sesungguhnya lahir..
Belum sempat Kai melanjutkan acara membacanya, dia dikajutkan dengan sepasang tangan kekar yang memeluk pingganya erat dan hembusan nafas hangat diarea lehernya. Yeoja cantik itu hampir berteriak. Lantas ia segera menutup buku itu dan berbalik.
"Kau mengagetkanku!" bentaknya
Sehun tidak ambil hati akan bentakkan dari yeoja cantik didepannya. Sehun malah semakin mengeratkan pelukkannya dan menenggelamkan kepalanya diceruk leher Kai yang terekspos karena surai panjangnya yang dikuncir kuda. Sehun menggesek-gesekkan hidung mancungnya dan menghirup aroma tubuh Kai yang begitu ia sukai.
"Kau bisa membuatku lepas kendali dan membunuhmu Tuan Oh." Kata Kai datar, dia membiarkan Sehun menggerayangi tubuhnya. Jangan berpikir dia yeoja murahan karena membiarkan Sehun menyentuhnya. Dia memang sudah senjak lama mempunyai perasaan khusus pada Sehun,berbeda dengan kakaknya yang mungkin memang mempasrahkan dirinya pada Luhan. Secara Luhan adalah pangeran ambisius yang memiliki sifat berkehendak secara mutlak, tapi dia sadar takdir tidak akan membuat mereka bersama dalam satu ikatan. Kai berpikir biarlah dia diperlakukan seperti ini dan memperlakukan dengan batasan yang sudah ia rencanakan. Sekalipun Sehun akan menyentuhnya, dia akan membiarkan karena Sehun adalah orang yang memiliki hatinya. Jika takdir memang akan memisahkan mereka, maka hanya ia dan Tuhan yang tahu bagaimana perasaannya.
"Aku tidak peduli." Sahut Sehun dan mengecup bibir berisi milik Kai. "Kau tahu siapa aku kan?"
"Ya."
"Kau juga tahu tentang keluargaku dan rahasia itu?"
"Ya aku tahu, tapi tidak dengan rahasi yang kau maksud. Apa itu berhubungan dengan kedatanganmu?"
Kai menatap Sehun lama "Sudah kuduga kau tidak tahu...
Saat kau tahu yang sebenarnya, kau akan menyesali semua ini."
"Tidak ada kata Penyesalan dalam kamusku sayang~." Sehun hendak mencium bibir Kai lagi, namun yeoja cantik itu menahannya dan tersenyum remeh.
"Kita lihat saja nanti."
"Ya lihat saja nanti...
Sehun menyeringai, tanpa basa basi ia mengangkat tubuh Kai dan menghempaskan tubuh yeoja sexy itu keatas ranjang.
"Tapi saat ini aku ingin bermain sayang~." Bisiknya seduktif
Kai membulatkan matanya " Eungghh~."
oooOooo
Chanyeol dan Tao tengah bersantai, keduanya sibuk dengan acara masing-masing. Chanyeol yang mendengarkan music dari earphone dan Tao yang asik membaca buku tebal.
Hanya keheningan yang menemani 2 sahabat berbeda gender itu. Sampai seorang yeoja mungil dengan wajah baby face menghampiri mereka. Baekhyun yeoja mungil itu langsung duduk disamping kekasihnya yang tak lain adalah Chanyeol.
Chanyeol yang melihat kekasihnya segera menghentikan aktivitasnya berbeda dengan Tao, yeoja itu sama sekali tidak peduli akan kehadiran Baekhyun. Dia masih serius dengan acara membaca bukunya. Baekhyun atau Chanyeol tidak ambil hati karena memang Tao adalah gadis yang lumayan dingin dan tentu pesona anggunnya yang menambah kecantikan yeoja keturunan China tersebut.
"Yeol apa kau sudah memberitahu Suho mengenai kedatangan kita?" tanya Baekhyun sembari mengelus rambut hitam Chanyeol.
"Astaga, aku bahkan belum menghubungi Zelo." Chanyeol segara bangkit dan berlari kekamarnya. Baekhyun menghela nafas lalu melihat kearah Tao.
"Taozi~."
Yeoja yang dipanggil namanya itu lantas mendongak "Ya?"
Baekhyun memberikan sebuah kantong yang tebuat dari bludru berwarna biru yang didalamnya berisi sebuah buku yang telah ia ambil secara diam-diam dikediaman kakeknya beberapa hari sebelum keberangkatan mendadak ke Swiss.
"Kau berhasil?" tanya Tao tak percaya. Buku itu memang bukan buku sembarangan, isinya adalah tentang sebuah legenda yang hanya diketahui segelintir orang tertentu. Legenda aneh yang terjadi pada suatu keluarga beberapa ratus tahun yang lalu.
"Yeah~ kakekku tidak akan tahu aku mengambilnya. Aku sudah membuat duplikat buku itu sehari sesudah aku mengambilnya." Jelas Baekhyun
"Duplikat? Kau sendiri yang melakukannya?"
"dengan bantuan Chanyeol."
"Aku kembali kekamar, aku akan membacanya sebelum diserahkan pada Luhan dan Sehun."
"Arraseo."
oooOooo
Seorang yeoja cantik dengan mantel bulu tebal bercorak tutul hitam tengah berdiri ditengah hamparan salju. Surai dengan double warna antara hitam dan coklat karamel itu berkibar seiring dengan hembusan angin dingin. Kulit wajahnya yang putih dan sedikit rona merah yang tertimpa matahari senja. Bibir merah merekah miliknya terlihat bergerak seirama dengan bait-bait lagu yang dia nyanyikan.
Is it reality or an illusion, I'm fascinated
Is my body travelling around in a dream?
Perhaps, you're in the legendary story
I'm chasing after your shadow in time
Yeoja cantik itu menghentikan nyanyian ketika iris almond miliknya melihat sebuah pesawat dengan sebuah logo yang tidak asing melintas cukup tinggi diatas bukit yang berada jauh cantik itu tersenyum hingga dimplenya terlihat.
"Kita pulang?"
Seorang yeoja yang tak kalah cantik muncul secara tiba-tiba disampingnya. "Ya, aku sudah tidak sabar." Yeoja itu berbalik melihat kearah hutan Vinus yang cukup gelap.
"Apa menurutmu mereka masih mengingat kita?"
"Mana ku tahu."
"Kau ini."
Dua yeoja cantik itu berjalan pergi menuju hutan Vinus yang lebat dan cukup gelap. Terus berjalan sambil bercengkrama hingga sosok mereka menghilang dibawa angin.
oooOooo
Chi Hoon sedang menikmati teh krisan miliknya ditaman belakang mansion besar yang letaknya dipuncak gunung, pemandangan yang sangat indah terhampar luas bak permadani. kota kota yang lumayan sibuk oleh para penduduknya dan beberapa gedung yang sudah menyala lampunya menampakkan warna warni bak pelangi. matahari yang hampir terbenam menjadi pelengkap pemandangan yang selalu ia dapatkan secara cuma-cuma hampir tiap hari.
Namja kembali menyesap teh yang sudah kosong setengah isinya, mata hazel menatap lurus kearah bawah tepatnya kearah hutan yang berada tepat dibawah kaki gunung. Chi Hoon memandangg remeh beberapa orang yang tengah menatap keatas. "Cih, masih berani rupaya." Namja dengan surai blonde itu berdiri kedua tangannya bersedekap didada.
TING
TING
Sebuah lonceng emas kecil ditangannya berbunyi cukup keras. hal tersebut mengakibatkan segerombolan serigala berdatangan kearahnya. 'GRR' Chi Hoon dapat mendengar geraman rendah dari arah belakang. namja bercaftan putih itu berbalik dan ya! serigala berukuran besar dengan beragam warna menatapnya dengan pandangan lapar.
"Lapar huh?" Chi Hoon tersenyum remeh.
"Bawakan aku botol dengan isi cairan biru pekat dari orang-orang tidak berguna dibawah sana! maka aku akan memberikan 2 kali lipat mangsa besar sebagai imbalan." Titahnya
Serigala-serigala itu menggeram lagi "Atau kalian bisa memangsa mereka." Ujarnya dan kemudian tertawa keras.
'AUUUUUUUU'
To Be Continue
A/N : Aku tahu ada banyak typo, aku bubu memfublishnya karena modemku bermasalah. Aku tidak janji untuk update kilat, well aku sempat menemui jalan buntu untuk fanfict ini. Ini saja aku menghabiska waktu berhari-hari. Aku juga tidak punya banyak waktu karena kesibukan sekolah dan real life/? Ku.
TYPO ADALAH SEBAGIAN HIDUPKU :V
By : Oxile Hwang
