Chapter 3
Disclmers : Naruto punya Mashasi Kisimoto selalu, saya hanya minjem Sasuke sama Hinata doank
Pairing :Sasuke x Hinata
Slight :Sasuke x Karin, Hinata x Sai, Naruto x Sakura
Warning :AU,OOC,Miss-typo,Alur cepat,Language dan EYD berantakan
Love story Hyuga Hinata by Ay Shi Sora-Chan
Don't Like Don't Read
.
.
.
FLASHBACK
"Ma'af, saya datang terlambat"
Dia menundukkan kepalanya sedikit menghadap orang-orang yang ada di semakin tak menggerti akan situasi yang aku hadapi saat ini, pemuda itu lalu melihat kearahku sambil menyeringai tipis.
"Silahkan duduk kembali nona" ucap pemuda itu kepadaku
Aku yang terkejut dengan semua ini hanya bisa diam dan mematung di tempat. Karna Hinata tidak merespon apa yang di katakannya barusan, pemuda itu a.k.a Sasuke pun akhirnya berinisiatif memeggang pundak Hinata dan mendudukkannya di kursinya kembali, dia pun juga menggambil tempat duduk di samping tou-sannya, yang itu berarti duduk saling berhadapan dengan Hinata.
Hinata yang masih bingung hanya duduk diam sambil menundukkan wajahnya berfikir 'Kenapa dia ada di sini?Dan kenapa dia berkata seperti itu tadi? Apa jangan-jangan dia…'
Lamunan Hinata berhenti saat Fugaku memulai pembicaraanya "Perkenalkan ini putra bungsuku". Sambil merangkul Sasuke .
"Namaku Uchiha Sasuke" kata pemuda itu singkat.
'Jadi di-dia si Uchiha Sasuke itu,tapi fo-fotonya …fotonya berbeda'. Aku memandang kaa-sanku, ternyata kaa-san ku juga terkejut melihat Sasuke. Aku dan kaa-sanku saling pandang sebentar, sebelum kaa-sanku melihat Sasuke dan menggambil selembar foto di tas tanggannya lalu memandang Fugaku.
"Emm…Fugaku-kun, apa kau tidak salah?"
Fugaku menggeryitkan dahinya tidak mengerti dengan perkataan kaa-san ku.
"Apa maksudmu Hitomi ?" tanya Fugaku.
Hitomi pun memberikan selembar foto itu kepada hanya diam saja memandang selembar foto itu dengan tatapan yang sulit di artikan, lalu memandang Sasuke dengan tajam. Sasuke yang di tatap seperti itu tak menghiraukan tou-sannya malah menopangkan dagunya dengan tangan kirinya, sambil sibuk memandang Hinata yang berada di depannya yang terus menunduk malu karna terus di tatap dirinya intens.
Fugaku akhirnya berdeham dan bertanya kepada Sasuke "Ehem..Sasuke ,foto siapa yang kau berikan ini?"
"Hn"
"Uchiha Sasuke" Fugaku mulai berkata dingin.
"Aku tidak suka di foto, jadi yeah…seperti itu ". jawab Sasuke cuek.
"Kau ini benar-benar…" Fugaku menggeram kesal.
"Benar saja, selama ini banyak yang menolak di ajak bertemu untuk menjodohkan putri-putrinya dengan mu. Ternyata kau seperti ini…"
"Hn, aku hanya tidak ingin bertemu dengan mereka". Jawab Sasuke sekenanya sambil terus saja memandang Hinata tampa bosan ,membuat Hinata bertambah merona merah karna di tatap intens oleh Sasuke.
"Kau ini…" Geram Fugaku
"Sudahlah Fugaku, Sasuke kan sudah bilang sejujurnya" kata Hitomi menengahi.
"Hn" sekarang kalimat absurt Sasuke menular ke Fugaku.
"Ehem…" Hiashi berdeham mencoba menggalihkan perhatian empat orang yang di mejanya untuk tertuju lagi pandangan intens Sasuke yang tertuju kepada putrinya, Hinata.
"Kita mulai saja acara malam ini" ujar Hiashi lagi.
Normal POV
TAB
TAB
TAB
Hinata berjalan melewati lorong hotel menuju lift sambil beriringan dengan Sasuke, walaupun begitu Hinata tetap menjaga jarak dengan Sasuke. Dia berjalan dibelakang Sasuke yang berjarak dua langkah melirik takut-takut melihat punggung lebar & kokoh Sasuke.
'Dia terlihat sangat tinggi, aku saja hanya setinggi bahunya, terlebih lagi dia terlihat kuat & gagah, apa benar dia calon tunanganku?'.Aku tenggelam dalam lamunanku sambil melihat punggung kokoh itu.
"Kalau kau melihatku seperti itu terus, kau akan jatuh cinta padaku".
"Eh?" Aku langsung menunduk malu, menutupi kebodohanku yang melamun sambil melihat punggung kokoh Sasuke, pasti wajahku sudah memerah karnanya sekarang.
Walaupun Sasuke tidak menoleh kebelakang dia tahu kalau wajah Hinata pasti memerah wajahnya sekarang karna menahan malu. Dia tersenyum tipis, walaupun Cuma samar, membayangkan muka Hinata yang akan selalu memerah mukanya kalau sedang malu ataupun gugup. Mereka tetap berjalan terus dalam diam, Walaupun begitu mereka berdua menyukainya keheningan ini.
Tiba-tiba saja Sasuke menghentikan langkahnya, Hinata yang tidak tau kalau Sasuke berhenti berjalan karena dari tadi dia hanya menunduk saja melihat lantai menabrak punggung Sasuke.
BRUKKKK…
"Ahh…go-gomen" Hinata menunduk lagi.
"Hn"Sasuke hanya menjawab abstark, sambil berbalik melihat Hinata.
"A-ada apa Uchiha-san?"
"…"
Karna tak mendengar adanya jawaban dari Sasuke membuat Hinata mendonggakkan kepalanya binggung akan tindakan Sasuke.
"Sasuke"
"Eh...?"Hinata memiringkan kepalanya tidak itu malah membuatnya semakin terlihat imut dan menggemaskan. Sasuke yang tahu kalau Hinata tidak menggerti akan ucapannya melanjutkanya lagi.
"Panggil aku Sasuke,kau menggerti" ucap Sasuke kembali sambil memalingkan mukanya yang mulai memerah melihat muka imut Hinata.
"A-apa?"
"Aku yakin kau mendenggarkannya"
Hinata hanya menggerjabkan matanya bingung.
"Aku bilang, panggil aku Sa-su-ke" kata Sasuke menekan setiap kalimat terakhirnya.
"menggerti?"
"Emm..i-iya,Sasuke-san" ujar Hinata menggangguk paham dengan aksen kikuk.
"Sasuke-kun"
"ahh..." Hinata terperangah
"Ba-baiklah, Sa-sasuke-kun" kata Hinata ragu-ragu.
"Bagus"
"Aku akan membiarkanmu untuk jadi tunanganku" ujar Sasuke berjalan mendekat ke Hinata dan memojokkannya ke belakang, sampai punggung Hinata menyentuh dinding lorong hotel.
Hinata hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya semakin pun semakin maju dan terus maju, Hinata menggigit bibirnya gugub.
"Sa-sasuke, tolong ja-jangan dekat-dekat" ujar Hinata dengan mendorong bahu Sasuke pelan.
"Hn" balas Sasuke singkat dan mulai menjauhkan wajahnya dari hinata. Berbalik, Sasuke mulai kembali berjalan, meninggalkan Hinata yang meraub oksigen sebanyak-banyaknya karna tadi sempat menahan nafasnya.
Sesampainya diparkiran, Hinata dapat melihat mobil Lamborgini berwarna biru dongker, mewah, keluaran baru dari Italia yang bisa dipastikan harganya selangit,yang terparkir indah di tengah parkiran bersama mobil-mobil mewah lainnya. Mereka berdua-pun menuju kesana, ketempat mobil Sasuke berada.
Tinggal selangkah lagi Sasuke sudah akan membuka pintu mobilnya, bila saja dia tak melihat Hinata yang tetap diam sampai Sasuke yang berada jauh didepannya bebalik melihatnya.
"Kau akan terus diam disitu sampai kapan, ehh?".
Hinata hanya diam saja, tak menanggapi perkataan akhirnya Sasuke menghampirinya.
"Sudah kukatakan aku akan mengantarmu,bukan?"
"Ayo cepat".Tambahnya lagi.
Sembari menuntun Hinata untuk memasuki mobilnya, Dia membukakan pintu mobilnya untuk tetap diam saja, walaupun Sasuke sudah membukakan pintu sebenarnya agak ragu, sangat ragu selama ini dia tidak pernah pulang diantarkan seorang lelaki selain tou-sanya.
"Kenapa masih diam, cepat masuk" ucap Sasuke yang tak sabaran, akhirnya Hinata menyerah dan memasuki mobil Sasuke.
Didalam mobil Hinata duduk dengan tidak nyaman,ia merasa gugup berduaan dengan seorang laki-laki yang baru dikenalnya. Hinata pada akhirnya menyerah, memasang sabuk pengamannya dan melirik takut-takut Sasuke yang mulai menghidupkan mobilnya dan melajukannya, ditengah perjalanan ini hanya diisi suara hening diantara mereka berdua, tak ada yang mau mengisi waktu yang sepi ini untuk berbincang-bincang.
Hinata yang memang terkenal pemalu dan pendiam hanya menundukkan kepala sambil meremas ujung gaun -pun yang juga pada dasarnya pendiam hanya diam acuh sambil tetap berkonsentrasi mengendarai mobilnya.
Setelah lama dengan keheningan ini, Sasuke jadi bingung sendiri...
Biasanya semua perempuan yang dekat dengan Sasuke selalu bertingkah yang aneh-aneh,misalnya mereka selalu berisik,bergelayut manja dengannya, menunjukkan tingkah yang bisa dibilang menjijikkan bagi Sasuke,karna menunjukkan wajah memelas mereka untuk menggoda Sasuke, Sunggu menjengkelkan.
'Kenapa dia diam saja?sepertinya dia memang berbeda dari wanita-wanita yang selama ini dekat dengan ku. Dia terlalu pemalu dan pendiam. Menarik sekali...'
Bosan dengan keheningan yang tercipta diantara berinisiatif membuka obrolannya.
"Nona Hyuga, mulai besok kau pindah ke sekolah Konoha Internasional High School"
"Eh…? Apa?"
"Aku yakin kau mendengar apa yang berusan aku katakan".
"Eh…ta-tapi kalau masuk sekolah KIHS yang itu-kan, nilainya harus sempurna". Cicit Hinata
"Aku tahu dan kau harus bisa masuk kesana!" kata Sasuke yang menjawab cicitan Hinata.
Hinata hanya menghela nafas kecil, dalam hati Hinata merutuki kekurangannya yang tidak sepandai sepupunya, Hyuga Neji.
'Hahh… kenapa aku tak sepandai Neji-nii atau Tou-san yang selalu mendapat nilai sempurana dalam segala bidang, mendapat nilai sempurna itu sudah keajaiban bagi-ku'.
Sebenarnya Hinata termasuk anak yang pandai di KHS sekolahnya atau bisa dibilang akan menjadi mantan sekolahnya. Walaupun begitu yang kita bicarakan ini di sekolah KIHS?Sekolah yang semua orang tahu sekolah itu khusus anak-anak yang ber-uang banyak, anak pejabat dan anak-anak yang pandai nya luar binasa. *Eh-eh...salah yang benar luar biasa. Maksudnya disini anak-anak yang kepandaiannya di atas rata-rata kemampuan seusianya atau bias dibilang jadi pesimis memikirkannya.
Sesampainya didepan rumah sederhana milik keluarga -pun keluar dari mobil dengan menunduk Hinata berterimah kasih kepada Sasuke "A-arigato ne Uchiha-san, sudah mengantarkan-ku".Sambil membungkuk sopan.
"Sudah ku bilang panggil aku Sasuke" ujar sasuke sengit.
"Eh...i-iya, maksudku Sa-Sasuke-kun" jawab Hinata menunduk.
"Hn, besok aku akan menjemputmu, bersiap-siaplah untuk belajar, karena besok kau pindah ke sekolah-ku" Hinata hanya mngangguk pasrah.
"Ya sudah, aku pergi".
"I-iya hati-hati dijalan" Hinata hanya dapat memandang kepergian mobil Sasukedengan tampang lesu, pasti nanti malam Hinata tidak akan bisa tidur nyenyak memikirkan bagaimana dia akan masuk di sekolah baru nanti.
"Hahh…".Hinata hanya dapat menghela nafas akhirnya Hinata menyerah dan pergi masuk kedalam rumahnya dan memilih langsung mandi terus tidur malam ini.
Pagi ini langit masih tampak gelap, walaupun begitu aku dapat mendengar suara burung-burung berkicau disekitar pohon-pohon yang berada dekat dengan kamar-ku. Hari ini Hinata bangun pagi-pagi sekali. Jam 04.00 pagi Hinata sudah berkutat dengan buku-buku diri mengikuti ujian masuk di sekolah KIHS, walaupun ini sudah hampir semester kedua pada tahun ajaran pertama, tapi sekolah KIHS mempunyai ketentuan sendiri bagi siswa dan siswi yang mau masuk sekolah di itu juga berlaku bagi siswa pindahan atau siswa baru, salah satu ketentuan itu adalah Mengikuti Tes dan Interview.
"Hahh… akhirnya selesai juga, aku harap soal-soal yang-ku kerjakan ini nanti akan diujikan di tes" gumam Hinata sambil merenggangkan otot-otot di tubuhnya. Melihat kesamping Hinata mendapati jam di atas nakas disambing ranjang empuknya menunjukkan jarum jam sudah pada angka 06.00 pagi.
Hinata langsung bangun dari tempat duduknya, menyambar handuk yang tergantung digagang pintu lemarinya dan langsung masuk kekamar mandi, Hinata keluar dari kamar mandi menuju ranjang yang diatas-nya terdapat seragam lamanya, yang sudah Hinata siap-kan saat dia bangun mengambil dan menggunakan seragamnya, Hinata menyisir rambut indigo-nya dan langsung turun saat ibunya, Hitomi memanggilnya dari ujung tangga menuju kamarnya.
"Hinata…ayo sarapan"
"Iya,oka-san"Hinata langsung bergegas menju ruang makan sambil menyelempangkan tas sekolah dipundaknya.
"Ohayou tou-san, kaa-san".
"Ohayou".Jawab Tou-san singkat.
"Ohayou sayang…!" kalau itu pasti suara kaa-san yang menjawab dengan hangat.
Hinata duduk dikursi tepat samping kiri tou-sannya yang berhadapan langsung dengan tempat duduk roti panggang yang sudah disiapkan kaa-san di meja, Hinata mengoleskan krim coklat kesukaannya dan setengah roti yang baru dimakannya, suara deru mobil terdengar di luar halaman tempat tinggal keluarga Hyuga, disusul suara bel pintu tanda ada sesorang yang datang.
TING TUNG TING TUNG
"Siapa yang bertamu pagi-pagi sekali?!" ujar kaa-san menghernyit heran.
"Bi-biar Hinata yang buka pi-pintunya Kaa-san". Hinata akan segera beranjak dari meja makan secepatnya bila saja Kaa-san tidak menginstruksikan kepadanya agar tetap duduk dengan menepuk bahu Hinata pelan.
"Tidak usah, biar Kaa-san saja yang buka pintunya sayang… Hinata teruskan saja sarapannya".
Hinata hanya mengagguk mengiyakan, sambil tersenyum manis kepada Kaa-sannya yang tentu saja di balas Kaa-sannya dengen tersenyum manis dan hangat pula. Sementara Hinata menyelesaikan sarapannya, Kaa-sannya berjalan pintu depan dan membukakan pintu tersebut untuk tamu yang datang ke-kediaman keluarga Hyuga pagi ini.
"Ohayou baa-san".
"Ohayou" balas Kaa-san tersenyum.
"Kamu mau menjemput Hinata-chan ya…? Ayo masuk!".
Sasuke hanya mengangguk dan mengikuti Kaa-san masuk ke dalam rumah.
"Silakan duduk dulu, biar Baa-san panggilkan Hinata-chan".
"Iya" ujar Sasuke singkat.
Di ruang makan Hinata sudah menyelesaikan sarapan paginya. Mengambil gelas disamping piring makannya, Hinata menenggak separuh isi gelas tersebut yang berisi susu coklat buatan Kaa-sannya.
"Sayang, ada Sasuke tuh… di ruang tamu menunggumu".
"Eh…? Uchiha-san sudah datang?" tanya Hinata yang dijawab anggukan mengiyakan Ibunya.
"Ehmm… ba-baikalah, Hinata berangkat dulu ya otou-san, okaa-san" Hinata mengampiri Tou-sannya yang sedang membaca Koran di kursi utama meja makan sambil menikmani secangkir tea ocha yang mesih mengepulkan uap pipi kanan Hiashi, dijawab tou-sannya dengan gumaman tidak jelas.
Setelah menghampiri tou-sannya kini giliran Hinata menghampiri okaa-sannya. Melakukan hal yang sama dengan mencium pipi kanan Hitomi, Kaa-sannya. Hitomi hanya tersenyum hangat sambil mengelus pipi kanan chubby Hinata.
"Ayo kita kedepan, Sasuke sudah menunggu".
"Emm…".Hinata mengangguk mengiyakan.
Berjalan bersama Hinata dan Kaa-sannya menghampiri Sasuke di ruang yang melihat Hinata dan Kaa-sannya yang sedang menghampirinya pun berdiri.
"Sasuke-san, Obaa-san titip Hinata-chan" yang dijawab dengan anggukan oleh Sasuke.
Mereka bertiga berjalan bersama-sama menuju pintu masuk atau juga pintu keluar kediaman Hyuga.
"Ka-kami pergi dulu, okaa-san"
"Iya, hati-hati ya di jalan".Kami berdua mengangguk paham.
Keluar dari halaman depan kediaman Hyuga, Hinata dapat melihat mobil BMW berwarna silver terparkir indah di tepi halamannya. Disamping mobil BMW itu berdiri seorang laki-laki setengah baya menggunakan seragam hitam putih ala supir pribadi.
"Silahkan masuk nona…!"
To be continue...
Sampai disini dulu ya...saya udah buat sepanjang yang bisa saya buat, ma'af bila masih terlalu pendek bagi para reader sekalian.
Thanks yang udah mau baca dan yang udah mau nyempatin buat review serta mau menunggu kelanjutan dari fic abal-abal saya updetnya ngeret banget, sebenarnya chap 3 ini rencananya bakalan aku updet bareng sama fanfic keduaku yang WYTFT kemarin tapi malah filenya hilang separuh jadinya baru bisa updet sekarang...^^a
Special Thanks for :
Na'cchan Tsuki no me, Jump-an, Indigo Mitha-chan, Ariefafalov, Lohaha, Semua, HH, Guest, Dewi Natalia, Luluk Minam Cullen, Ocha chan, Larasttebayo, , Moku-chan, ntnm, Rhiea37, Naomi Hana, Kertas Biru, Rifvany Hinata-chan, Kirigaya chika, hinatauchiha69, Guest.
Ohh..yeah thanks juga buat my best friend Melody Maulidia dan Justmine Rewolf yang membantu saya menyelesaikan fanfic ini...dan membantu menyemanggatiku untuk melanjutkan fic-fic saya...:)
Arigatou ne...^^
.
.
.
Kritik dan saran saya terimah dengan senang hati…;)
