Disclmers :Naruto punya Mashasi Kisimoto selalu, saya hanya minjem Sasuke sama Hinata doank

Pairing :Sasuke x Hinata

Slight :Sasuke x Karin, Hinata x Sai, Naruto x Sakura

Warning :AU, OOC, Miss-typo, Alur lambat, Language, EYD dan etc.

Love story About Hyuga Hinata by Ay Shi Sora-Chan

Don't Like Don't Read

.

.

.

PREVERIOUS CHAPTER

"Hyuga-san ini seragam barumu dan juga buku-buku pelajaranmu" ujar Shizune memberikan semua itu kepada Hinata.

Hinata menerima semua barang yang diberikan untuknya itu.

"Arigatou, Shizune-san" ujar Hinata sambil tersenyum.

"Iya, sama-sama. Kau bisa membawa semuanya, Hyuga-san?"

"Te-tentu, te-terimah kasih sekali lagi, Shizune-san. Permisi" ujar Hinata yang ditanggapi dengan senyuman serta anggukan dari Shizune.

Diluar ruangan Shizune-san sudah berdiri supir pribadi Sasuke yang akan membantu Hinata membawakan semua barangnya.

"Nona, biar saya yang membawakan barang-barangnya"

"Eh…ti-tidak usah, biar saya bawa sendiri" tolak Hinata dengan halus.

"Tapi nona, biar saya bantu membawakannya sebagian, itu pasti berat"

"Ba-baiklah, Arigatou" ujar Hinata

Supir pribadi Sasuke pun membawakan sebagian barang-barangnya menuju parkiran dan memasukkannya kedalam bagasi mobil.

"Silahkan masuk nona" ujar supir itu sambil membukakan pintu mobil.

"A-arigatou" ujar Hinata berterimah kasih.

Mobil itu pun berjalan menjauhi area sekolah KIHS menuju rumah Hinata.

.

.

*LOVE STORY ABOUT HYUGA HINATA*

.

.

Mobil BMW berwarna silver itu telah sampai didepan kediaman Hyuga. Hinata segera turun dari dalam mobil, tapi saat dia akan menjulurkan tangannya memegang hendel pintu mobil, sebuah suara menghentikannya.

"Tunggu sebentar, nona. Biar saya bukakan pintunya." Ujar supir itu.

"Ti-tidak perlu pak, sa-saya bisa membu…"

"Ehh…" terlambat supir itu sudah keburu keluar dari kursi pengendara dan sudah membukakan pintu mobil untuk Hinata.

"… Kanya sendiri" ujar Hinata pelan.

"Silahkan, nona" ujar supir itu membukakan pintu.

"Arigatou, pak…?"

"Nama saya Ao-san, nona"

"I-iya, perkenalkan nama saya Hyu-hyuga Hinata." Ujar Hinata mengenalkan diri sambil menunduk hormat.

"Ti-tidak perlu menunduk seperti itu, nona." Ujar Ao-san gelagapan.

Hinata hanya tersenyum manis menanggapinya. Ao-san terpesona.

"Ao-san, la-lain kali tidak perluh membukakan pintu mobil u-untukku" ujar Hinata sopan.

"Tidak apa-apa, nona. Ini sudah pekerjaan saya. Lagi pula nona kan tunangan tuan muda Sasuke"

"Ehh…" muka Hinata merona dikatakan tunangan Sasuke. Dia sunggu belum terbiasa akan hal ini.

Ao-san tersenyum melihat Hinata merona. "Mari saya bantu mengeluarkan barang-barang anda, nona."

"I-iya"

Ao-san mulai menurunkan barang-barang Hinata dari bagasi mobil dan membawanya masuk kedalam rumah Hinata.

"Tadaima"

"Okaeri"

"Eh? Hinata-chan sudah pulang"

"I-iya, okaa-san" ujar Hinata sambil membawa sekantong plastic ditangannya.

"Ma'af nona, ini mau ditaruh dimana?" Tanya Ao-san

"Ahh…biar saya bantu, tuan" ujar Okaa-san menghampiri Ao-san dan mengajukan bantuan.

"Tidak perlu, nyonya. Biar saya saja yang membawa. Nyonya tinggal bilang mau ditaruh dimana"

"Ya sudah, taruh dimeja sini saja, tuan." Ujar okaa-san memberi petunjuk.

"Hai"

Ao-san meletakkan kotak yang berisi buku-buku pelajaran Hinata dimeja ruang tamu, yang ditunjukkan oleh Ibu Hinata.

"Ma-ma'af sudah merepotkan, Ao-san"

"Tidak perlu sungkan, nona. Saya permisi" ujar Ao-san sambil tersenyum kepada Hinata dan ibunya.

"A-arigatou Ao-san" ucap Hinata berterimah kasih. Ao-san tersenyum sebagai jawabanya.

Setelah kepergian Ao-san, Hinata segera membereskan buku-buku pelajarannya dan membawanya menuju lantai dua rumah ini, yang dimana kamar tidur Hinata berada.

Hinata meletakkan barang-barang bawaannya diatas meja, tempat biasa bagi Hinata untuk belajar dirumah. Hinata menyusun dan merapikan buku-buku pelajaran barunya diatas meja belajarnya dan menyimpan buku-buku pelajaran disekolah lamanya diatas rak buku disamping meja belajarnya. Setelah selesai dengan buku-buku pelajarannya, Hinata mengambil seragam sekolah barunya dan meletakkannya dengan rapi didalam lemari pakaian.

Hinata segera mengganti pakaian yang dikenakanya dengan baju santai, saat akan keluar dari kamarnya ponsel Hinata berdering, melantunkan sebuah nada bertanda ada pesan yang masuk.

Hinata langsung membalikkan badannya kembali dan mengambil ponselnya diatas meja belajar. Membuka isi pesan masuk dari nomor tak dikenal.

1 Incoming Message

TO : HYUGA HINATA

FROM : 08XXXXXXXXXX

Apa kau sudah berada dirumah?

"Eh? Dari siapa ini?" gumam Hinata.

Segera Hinata mulai mengetik balasan pesan tersebut.

TO : 08XXXXXXXXXX

FROM : HYUGA HINATA

Eh? Saya sudah berada dirumah. Gomen dengan siapa ini?

Send

Tak menunggu lama suara dering ponsel Hinata berbunyi lagi segera Hinata membuka pesan tersebut.

1 Incoming Message

TO : HYUGA HINATA

FROM : 08XXXXXXXXXX

Uchiha Sasuke

'Ehhh? Dari Uchiha-san? Dari mana dia dapat nomer ponselku?'

To : 08XXXXXXXXXX

FROM : HYUGA HINATA

Ahh…Uchiha-san, saya sudah berada dirumah…

Bagaimana Uchiha-san tau nomor ponselku?

Send

1 Incoming Message

TO : 08XXXXXXXXXX

FROM : HYUGA HINATA

Ka tak perluh tahu aku dapat nomor ponselmu dari mana.

Mulai besok, aku akan menjemputmu seperti biasa.

TO : HYUGA HINATA

FROM : 08XXXXXXXXXX

Ahh… Baiklah Uchiha-san

Send

1 Incoming Message

TO : 08XXXXXXXXXX

FROM : HYUGA HINATA

Hn.

TO : HYUGA HINATA

FROM : 08XXXXXXXXXX

Apa ada yang lain?

Send

1 Incoming Message

TO : 08XXXXXXXXXX

FROM : HYUGA HINATA

Tidak

TO : HYUGA HINATA

FROM : 08XXXXXXXXXX

Ya sudah kalau begitu…^_^

Send

1 Incoming Message

TO : 08XXXXXXXXXX

FROM : HYUGA HINATA

Hn.

'Hn? Hanya ini? Hahh… Ya sudahlah…'

'Aku mau turun dan menemui kaa-san saja, sekalian memberi tahu hasil tesku ini' ujar Hinata dalam hati.

Hinata segera menemui ibunya yang berada diruang keluarga sambil membawa hasil dari tesnya tadi, menunjukkan dengan bangga pada okaa-sannya bawah dia pantas berada disekolah KIHS yang bertaraf Internasional itu. Hinata menuruni tangga dengan perasaan hati yang meletub-letub karna senang.

"Okaa-san…Okaa-san…" ujar Hinata yang menuruni tangga setengah berlari menuju kaa-saanya.

Hitomi, ibu dari Hinata Hyuga menengok kesamping kirinya, melihat anak semata wayangnya yang memanggil-manggil namanya serta terlihat terburu-buru menuruni tangga dan menemuinya.

"Ada apa, Hinata-chan? Jangan berlari-lari begitu, nanti kamu jatuh..." ujar Hitomi khawatir.

"Okaa-san…" Hinata segera memeluk kaa-sannya dari belakang.

"Ada apa? Kamu terlihat senang sekali…" ucap Hitomi memeggangi tangan Hinata yang mengalun dilehernya.

"Iya, aku sangat senang, kaa-san."

"Apa ini?" Tanya kaa-san saat melihat sebuah amplob ditangan Hinata yang ia peggang.

"I-ini…hasil tesku tadi, kaa-san" jelas Hinata.

"Benarkah? Boleh kaa-san lihat hasilnya?" Tanya kaa-san kembali dan dijawab anggukan dari Hinata. Kaa-san mulai mengambil amplob dari tanganku, membuka dan mulai mengeluarkan isi didalamnya. Melihat serta membaca setiap huruf, kalimat yang tertuang dari isi kertas itu yang menyatakan bahwa Hyuga Hinata lulus dengan nilai sempurna dalam tes masuk sekolah KIHS. Sekolah yang paling tersohor dikota Konoha ini, sekolah yang bertaraf Internasional dan menghasilkan alumni-alumni dari tahun ketahun dengan kualitas dan kuantitas terbaik, itu tidak dapat diragukan.

"Waahh…Hinata-chan kau…" kaa-san memegang tanganku dan menyuruhkan tampa kata untuk duduk bersamanya disofa. Menangkubkan tangannya pada wajahku.

"Kau…lulus dengan hasil sempurna sayang, kaa-san bangga padamu" ujar kaa-san tulus.

"A-arigatou, kaa-san" ujar Hinata malu-malu.

"Tou-san pasti senang mendengar hal ini, seharusnya dulu kaa-san dan tou-san menyekolahkanmu disana"

"Kau sangat pandai, nanti kita tunjukkan pada tou-sanmu" Hinata mengangguk mengiyakan.

"Apa Hinata senang bersekolah diKIHS?"

"Ten-tentu saja Hinata se-senang, kaa-san"

Kaa-san tersenyum padaku serta mengusap-usap lambutku lembut

"Apa Hinata-chan lapar? Ini sudah hampir waktunya makan siang"

"I-iya, Hinata sangat lapar"

"Baiklah, kaa-san buatkan makanan dulu, ya"

"Biar Hinata bantuh, kaa-san" ujar Hinata menawarkan bantuan.

"Ya sudah, ayo…!"

Hinata segera bangun dari duduknya, membereskan majalah yang baru saja dibaca kaa-sannya, meletakkannya diatas meja dan mulai mengikuti kaa-sannya yang menuju dapur duluan.

.

.

*LOVE STORY ABOUT HYUGA HINATA*

.

.

Malam harinya, kedua ibu dan anak itu duduk bersama kembali di ruang keluarga, menonton dorama ditelivisi kesukaan kaa-sannya itu, sambil menunggu tou-sannya pulang dari kantor. Setengah jam sudah berlalu, jarum jam sudah menunjukkan angka tujuh malam dan tou-sannya belum juga pulang.

"Kaa-san sudah jam tujuh malam tapi tou-san belum pulang" ujar Hinata.

Hitomi lantas menengokkan kepalanya melihat jam yang terggantung didinding, memastikan apa yang dikatakan putrinya barusan.

"Iya, biasanya tou-sanmu sudah berada dirumah jam segini. Mungkin tou-san terjebak macet dijalan" ucap Hitomi, kaa-san Hinata.

"I-iya" ujar Hinata agak khawatir.

"Tenang saja, sayang… tou-san pasti sebentar lagi pulang. Hinata-chan tak usah khawatir" ujar Hitomi menyakinkan anaknya. Tak menunggu lama suara deru mobil terdengar memasuki halaman keluarga Hyuga. Hinata yang merasa familiar dengan suara deru mesin mobil itu langsung berseru gembira. "I-itu tou-san…!"

Hinata langsung berlalu keluar membukakan pintu untuk tou-sannya. Hitomi sebagai ibunya hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Hinata yang masih terlihat kekenakan walau sudah kelas dua SMA.

Sebelum tou-sannya masuk Hinata sudah membukakan pintu rumahnya dan dilihatnya tou-san sedang berjalan menaiki tangga.

"To-tou-san sudah pulang…!" ujar Hinata tersenyum.

"Hmm… mana kaa-sanmu?" Tanya tou-san

"Kaa-san ada di…" belum sempat Hinata melanjutkan ucapannya, suara lembut dari belakang Hinata mengistupsi percakapan kedua ayah dan anak itu.

"Ada apa? Aku disini…!" ujar Kaa-san sambil menghampiri kami dan mengambil jas serta tas tou-san.

"Kau pasti lelah… ayo masuk dulu…!" ajak kaa-san.

"Hinata sayang, tolong panaskan lagi supnya, ya?"

"Hai" jawab Hinata

Hinata segera menuju dapur meninggalkan tou-san dan kaa-sannya yang berada diruang tamu. Menyalakan kompor, Hinata memanaskan kembali sup daging buatan kaa-sannya. Sembari menunggu supnya panas Hinata mengambil piring dan mangkuk untuk menaruh supnya tersebut, setelah sup daging itu sudah dikira panas Hinata segera mematikan kompor dan memasukkan sup itu kedalam mangkok yang sudah ia segera membawa sup itu dan menaruhnya diatas meja makan. Saat sudah menaruh supnya dimeja makan, kaa-san menghampirinya.

"Apa supnya sudah hangat?" Tanya kaa-san.

"Sudah, kaa-san" jawab Hinata.

Segera Hinata duduk ditempat duduknya saat tou-sanya datang dan menduduki kursi utama. Merekapun makan dengan tenang. Tak ada yang berbicara saat makan, karna ini sudah tradisi dari keluarga Hyuga.

Setelah acara makan malam bersama selesai, Hinata pamit untuk tidur lebih awal dengan alas an besok hari pertamanya disekolah baru dan dia tak mau terlambat untuk bangun pagi. Tapi setelah membantu kaa-sannya membersihkan meja makan tentunya. Hinata kan anak yang baik hati, suka menabung dan tidak sombong.

.

.

*LOVE STORY ABOUT HYUGA HINATA*

.

.

Cahaya matahari pagi masuk disela-sela jendela kamar Hinata, mengintip sang putri Hyuga yang masih terlelap. Ini adalah hari pertama baginya untuk bersekolah di sekolah barunya. Hinata menutupi matanya dengan tangannya saat dirasa cahaya matahari pagi mengenai matanya. Mengerjabkan matanya beberapakali agar menyesuaikan cahaya yang tertangkap dalam retina matanya.

Pertama yang dilihat Hinata saat bangun hanyalah cahaya silau dari sang raja pagi yang memaksa masuk melewati bulu-bulu mata tebalnya. Setelah kesadarannya mulai didapatkan, Hinata melihat kesamping dan mendapati jam diatas nakasnya menunjukkan jarum jam pada angka setengah enam pagi.

Hinata menyingkapkan selimut yang digunakannya dan mendudukkan dirinya diatas kasur sebentar sambil merenggangkan otot-otot ditubuhnya. Dia pun turun dari kasurnya dan menyibakkan gordennya agar terbuka lebar, memperlihatkan dibalik kaca jendelanya pohon-pohon dan jalanan disamping rumahnya, lalu Hinata mengambil handuknya dan masuk kedalam kamar mandi, menyiapkan dirinya untuk pergi sekolah.

Setelah selesai dengan runuitas paginya yaitu mandi, Hinata menggenakan seregam barunya dengan senyum yang mengambang dibibirnya. Melihat pantulan dirinya dicermin, Hinata mendapati dirinya yang sudah rapi dengan memakai seragam resmi KIHS. Blazer berwarna Hitam dengan lambang sekolah KIHS didada sebelah kiri, kemeja putih ditambah dasi kupu-kupu berwarna biru biru tua menempel dikerah bajunya, rok pendek sekitar tujuh sentimeter diatas lutut dan motif kotak-kotak dengan warna hitam dan dark blue.

Hinata masih terdiam menatap kecermin, rambut indigo panjangnya digerai begitu saja, pipinya yang putih dan halus itu sekarang terdapat rona merah yang ketara. Ia, Hyuga Hinata masih tak percaya kini dia memakai seragam dari sekolah KIHS yang itu, sekolah paling bergensi se-Konoha. Dia benar-benar senang sekali. Tak sia-sia dia belajar tengah malam untuk masuk kesekolah itu.

Wajah putih Hinata semakin memerah. "Arigatou… Kami-sama…!" lirih Hinata bersyukur dengan senyum dibibirnya.

.

.

Hinata turun kebawah dan menemui kaa-san serta tou-sannya yang sudah siap sarapan bersama duduk dimeja makan. Memulai runuitas biasanya sebagai satu keluarga.

"Hinata…Ayo makan…!"

"I-iya, kaa-san"

Hinata menghampiri meja makan, menarik kursi disebelah kanan kaa-sannya dan mendudukkan dirinya disana.

"Selamat atas kepindahanmu, Hinata"

"Eh? A-arigatau, tou-san"

"Hn"

Hinata hanya tersenyum bahagia mendengar tou-sannya berkata demikian padanya. Hari ini benar-benar hari paling membahagiakan bagi Hinata. Hari yang terbaik dalam Hidup Hinata. Tak terasa kebahagian ini berlangsung lama…

Dan kebahagian ini harus hilang karna suara klakson mobil mengintruksi keluarga bahagia ini.

TINNN TINNN

"Emm… a-ada yang datang?"

"Mungkin itu Sasuke…" goda kaa-san sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Ka-kaa-san…" ujar Hinata memerah mukanya. Hitomi hanya tersenyum melihat ekspresi malu-malu Hinata.

"Hi-hinata berangkat dulu, kaa-san…tou-san…" ujar Hinata menghampiri Kaa-san dan Tou-sannya, lalu mencium pipi kedua orang tuanya.

"Hm"

"Iya, hati-hati dijalan…" ujar kaa-san

Hinata hanya tersenyum sebagai jawaban. Keluar dari rumahnya Hinata mendapati mobil BMW berwarna silver yang menjemput dan mengantarkannya pulang kemarin dan juga disamping mobil itu ada Ao-san, supir pribadi Sasuke berdiri sambil tersenyum memandangnya.

"Ohayou, nona" sapa Ao-san.

"O-ohayou"

"Silahkan masuk, nona" ujar Ao-san membukakan pintu mobil, tapi kali ini bukan kursi belakang, tapi kursi depan. Tempat duduk disamping Ao-san. Bukan disamping Sasuke. Tentu saja Hinata bingung, tapi Hinata berusaha tak memperdulikannya. Toh… dia duduk dibelakang ataupun didepan juga sama saja, fikir Hinata.

Hinata akan segera masuk kedalam mobil bila saja tak ada suara brintone yang menganggunya.

"Tunggu… kau duduk di belakang" ujar Sasuke dari dalam mobil.

"Karin, kau duduk didepan" ujar Sasuke kembali dengan nada tak terbantahkan.

'Eh? Karin? Sasuke berbicara dengan siapa?' Bingung Hinata.

"Tapi, Sasuke…" wanita itu terdengar merengek dihadapan Sasuke.

'Ehh? Suara perempuan?'

"Cepat, nanti kita terlambat" ujar Sasuke datar dan terkesan tak peduli dengan rengekan Karin.

Wanita yang bernama Karin itu pun turun dari dalam mobil, menampakkan diri dihadapan Hinata Seorang gadis muda berambut merah marun dengan seragam yang sama dengan Hinata maupun Sasuke. Tampa banyak bicara wanita itu segera memasuki mobil dan mendudukkan dirinya dikursi depan, disamping Ao-san.

"Mari, nona" ujar Ao-san membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Hinata.

"A-arigatou, Ao-san"

Hinata masuk kedalam mobil dan mendudukkan dirinya disamping Sasuke. Mobil itu pun melaju meninggalkan rumah kediaman Hyuga menuju sekolah KIHS.

.

.

Gedung sekolah Konoha Internasional High School berdiri kokoh diterpa cahaya matahari pagi. Hari ini begitu cerah, awan putih yang berarak bergelayut dilangit biru. Sesekali terhempas ditiup angin. Begitu damai dan sejuk…

Hinata keluar dari dalam mobil Bersama Sasuke dan gadis bernama Karin itu.

"Kau sudah tau berada diruangan mana?" Tanya Sasuke.

"Ehh... i-iya, aku berada dikelas XIA-03"

"Kau tau dimana letaknya?" Tanya Sasuke kembali dan dijawab dengan gelengan kepala dari Hinata.

"Biar aku saja yang mengantarnya, Sasuke-kun. Aku kan sekelas dengannya." Ujar Karin.

"Hn, kau ikutlah bersamalah Karin." Ujar Sasuke datar dan mulai pergi meninggalkan kedua gadis itu.

Wanita bersurai itu pun melangkah meninggalkan parkiran sekolah menuju gedung timur, gedung yang dikhususkan hanya untuk murid perempuan. Wanita itu terus melangkah, tak memperdulikan Hinata yang berjalan dibelakangnya. Tiba-tiba ditengah tikungan ujung lorong yang sepi wanita bernama Karin itu berhenti berjalan secara mendadak. Dan otomatis Hinata yang berjalan dibelakangnya pun menabrak punggung Karin karna tak sempat berhenti.

BRUKKK…

Karin langsung menolehkan kepalanya dan menatap Hinata sinis, Hinata yang merasakan tatapan tajam yang kurang bersahabatpun hanya menundukkan wajahnya takut, serta meminta maaf pada wanita didepannya dengan suara lirih.

"Ma-ma'af…"

"Apa? ma'af? Kau tidak punya mata, hah?" bentak Karin.

"Eh…"

Hinata tak menjawab, bibirnya kelu untuk berbicara, kakinya dari tadi sudah bergetar, rasanya kaki Hinata sudah seperti jeli. Karna ketakutan. Tak pernah selama ini Hinata dibentak oleh orang lain, bahkan tou-sannya pun yang terlihat kaku dan garang itu tak pernah bicara dengan aksen membentak seperti ini.

"Ck… gadis bodoh. Apa yang dilihat Sasuke-kun dari mu?"

"Gadis bodoh dan jelek sepertimu harusnya tak pernah ada disekolah ini dan menjadi calon tunangan dari Uchiha Sasuke."

"Kau tak pantas menjadi tunangannya. Dilihat dari sisi manapun" ujar Karin sambil menunjuk-nunjuk kening Hinata.

Setelah puas membentak Hinata, wanita berkacamata itu pun pergi dan meninggalkan Hinata sendirian diujung lorong yang sepi. Setelah Karin menghilang dari pandangan Hinata, saat itulah air mata yang ditahan Hinata sedari tadi menetes dengan deras dan membasahi pipi cubbynya. Tak ada suara tangisan yang keluar dari bibir mungil Hinata, hanya ada air mata yang terus keluar…

TES

TES

TES

Dihari pertamanya disekolah, Hinata sudah menangis. Sepertinya Hinata harus mencabut kata-katanya, kalau ini adalah hari tebaik yang ia punya dalam hidupnya.

To be Continue…^^

Hai… saya kembali untuk ngelanjutin fic ini, apa ini sudah cepatkah bagi reader untuk saya updet? Karna kan dulu waktu diawal-awal saya updetnya ngeret banget, sampai berbulan-bulan…hehehe

Maklum dulu belum cukup keberanian untuk updet lagi. udah segitu aja deh…

Eh..iya, untuk masalah typo saya sudah berusaha meminimalisasikan, saya akan berjuang untuk itu, kalau masalah kata yang hilang aku juga gak tau mau bilang apa, masalahnya saat ku publish kata-katanya hilang sendiri, padahal yang asli gak ada kata yang hilang kayak gitu loh…

Thanks yang udah mau baca dan yang udah mau nyempatin buat review serta mau menunggu kelanjutan dari fic abal-abal saya ini.

Special Thanks for :

Vampire Uchiha, Renita Nee-chan, Oncci-chan, Celty fuyumi, , , Luluk minam Cullen, Ega EXOkpopers, Kensuchan, Sasuhinaq, Syuchi Hyu, hana37, gittttt, Sa-chan9797, Kirigaya chika.

Arigatou ne...^^

.

.

.

Kritik dan saran saya terimah dengan senang hati…

Berniat untuk review lagi? #plakkk #ngareb