Disclmers :Naruto punya Mashasi Kisimoto selalu, saya hanya pinjam Sasuke sama Hinata doank
Pairing :Sasuke x Hinata
Slight :Sasuke x Karin, Hinata x Sai, Naruto x Sakura, Naruto x Hinata.
Warning :AU, OOC, Miss-typo, Alur lambat, Language, EYD dan etc.
Love story About Hyuga Hinata by Ay Shi Sora-Chan
Don't Like Don't Read
.
.
.
PREVERIOUS CHAPTER
"Ma-ma'af…"
"Apa? ma'af? Kau tidak punya mata, hah?" bentak Karin.
"Eh…"
Hinata tak menjawab, bibirnya kelu untuk berbicara, kakinya dari tadi sudah bergetar, rasanya kaki Hinata sudah seperti jeli saja karna ketakutan. Tak pernah selama ini Hinata dibentak oleh orang lain, bahkan tou-sannya pun yang terlihat kaku dan garang itu tak pernah bicara dengan aksen membentak seperti ini.
"Ck… gadis bodoh. Apa yang dilihat Sasuke-kun dari mu?"
"Gadis bodoh dan jelek sepertimu harusnya tak pernah ada disekolah ini dan menjadi calon tunangan dari Uchiha Sasuke."
"Kau tak pantas menjadi tunangannya. Dilihat dari sisi manapun" ujar Karin sambil menunjuk-nunjuk kening Hinata.
Setelah puas membentak Hinata, wanita berkacamata itu pun pergi dan meninggalkan Hinata sendirian diujung lorong yang sepi. Setelah Karin menghilang dari pandangan Hinata, saat itulah air mata yang ditahan Hinata sedari tadi menetes dengan deras dan membasahi pipi cubbynya. Tak ada suara tangisan yang keluar dari bibir mungil Hinata, hanya ada air mata yang terus keluar…
TES
.
TES
.
TES
.
Dihari pertamanya disekolah, Hinata sudah menangis. Sepertinya Hinata harus mencabut kata-katanya, kalau ini adalah hari tebaik yang ia punya dalam hidupnya.
.
.
*LOVE STORY ABOUT HYUGA HINATA*
(Ay Shi Sora-Chan)
.
.
Di pagi seperti ini tidak ada murid yang berdatangan kesekolah, setidaknya belum. Yeah…itulah alasannya mengapa prince ice kita datang pagi-pagi seperti ini agar kejadian kemarin tak kan terulang lagi. bisa gawat kalau mereka tau bahwa idola mereka yang dipuju-puja selama ini sudah memiliki calon tunangan. Bukannya Sasuke tak mau fans setianya berkurang atau apa. Hanya saja Sasuke tak mau bila calon tunanganya Hinata, mendapatkan masalah karena hal yang tidak penting seperti ini.
Yeah…walaupun dari luar Sasuke terlihat bersikap biasa-biasa saja atau datar. Tapi Sasuke jelas tahu bagaimana kelakuan dan perangai dari fans setianya itu. Mereka tak akan segan-segan menyingkirkan rumput liar yang mengganggu menurut mereka. Apalagi ini berhubungan dengan sang prince ice kita, jelas para fans setianya itu akan bersikap diluar akal sehat dan agresif dalam melindunginya. Padahal seharusnya yang disingkirkan itu adalah mereka, para fans gak jelas Sasuke.
Sasuke berjalan dengan tenang menuju kelasnya yang berada dilantai dua gedung barat. Dia menapaki tangga demi tangga dengan perasaan biasa. Tak ada yang dapat mengganggunya... padahal suasana sekolah begitu sepi. Tapi semua itu tak membuat Sasuke takut.
Sesampainya dikelas Sasuke mendapati kelas yang masih kosong melompong. Tak ada tanda-tanda kehidupan. Hanya ada satu benda yang terletak diatas bangku disampingnya yang menyita perhatiannya. Itu adalah tas pemuda pirang jabrik, sahabatnya.
Sahabatnya satu itu, sekarang datang lebih pagi daripada semua orang yang ada di sekolah KIHS ini. Bahkan guru-guru belum datang dia sudah menampakkan dirinya disini. Sejak dia masuk dalam klub basket, dia jadi sering berangkat lebih awal dari siapapun disekolah ini. Sahabatnya itu memang gila olah raga, apalagi dibidang olah raga basket.
Akhirnya Sasuke pun duduk dibangkunya, sambil melihat-lihat pemandangan yang tersaji dihadapannya lewat jendela kelas.
.
.
*LOVE STORY ABOUT HYUGA HINATA*
(Ay Shi Sora-Chan)
.
.
Di ujung lorong yang sepi Hinata masih menundukkan wajahnya yang penuh dengan air mata, Walau tak ada suara isak tangis yang keluar dari mulut mungilnya, tapi hatinya begitu sakit. Selama ini tak pernah ada yang membentaknya dengan suara keras. Hinata begitu shock, dengan tampa sadar air matanya terus mengalir.
Lima menit berlalu dan selama itu dihabiskan Hinata untuk menenangkan dirinya. Dia tidak boleh seperti ini. Hari ini adalah hari pertama Hinata masuk sekolah baru, tak seharusnya dia berdiri di ujung lorong dengan penampilan yang berantakan seperti ini. Segera Hinata menghapus sisa tangisannya dengan telapak tangannya. Untungnya tak ada yang melihat dia seperti ini. Hinata berniat akan berdiri bila tak ada sebuah suara berat khas lelaki yang tampak mengkhawatirkannya.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya laki-laki itu.
"Mari aku bantu…" ujarnya lagi sambil mengulurkan tangannya dihadapan Hinata.
Hinata mendongak melihat siapa kiranya yang sudi membantunya. Hinata bahkan tak menyadari kehadiran orang asing dihadapannya ini tadi. Dia tampak terperangah melihat seorang siswa disekolah barunya.
Laki-laki dihadapannya ini, begitu tampan dan bersinar dimatanya, dia terlihat begitu ceria, menyebarkan aura yang menyilaukan mata, dia seperti matahari yang bersinar menyebarkan rasa hangat yang nyaman juga tampak seperti orang baik. Hinata dengan malu-malu menundukkan kepalanya lagi dan menyambut uluran tangan dari laki-laki asing dihadapannya. Laki-laki itu membantunya berdiri.
"Kenapa kau menangis?" Tanya laki-laki itu. Hinata tak menjawab malah semakin menundukkan kepalanya melihat lantai yang dipijakinya.
"Ini, usap air mata mu…" laki-laki asing itu kembali mengulurkan tangannya dihadapan Hinata, tapi berbeda dengan tadi… dia menyodorkan sebuah sapu tangan berwarna kuning cerah kepadanya.
Hinata dengan malu-malu mengambil sapu tangan yang disodorkan kepadanya dari tangan tan laki-laki berambut pirang jabrik itu.
"A-arigatou" ucap Hinata berterima kasih dengan suara pelan. Hinata menggunakan sapu tangan itu tuk menghapus air mata yang masih menempel dikedua pipi chuby-nya.
"Apa kau murid baru? Kau tersesat yeah...?" Tanya laki-laki itu lagi dan dijawab anggukan dari Hinata.
"Apa karena itu kau menangis? Hm?" laki-laki itu lagi-lagi bertanya kepada Hinata dan dengan ragu dijawab sebuah anggukan dari Hinata. Walau tak semuanya benar, tapi memang dia tak tahu dimana letak kelasnya. Dia kan baru saja ditinggalkan oleh seorang perempuan bernama Karin tampa perasaan disini…
"Ahahaha…kau lucu sekali, kau seperti anak kecil" lelaki itu tertawa lebar sambil sesekali menepuk kepala Hinata pelan. Hinata yang diperlakukan seperti itu mengerucutkan bibirnya. Hinata kan sudah besar, masa dikatain seperti anak kecil.
"Hey…heyy…jangan cemberut begitu. Siapa nama mu? Nanti aku antar ke kelasmu dehhh…" ujarnya membujuk.
"Hi-hinata, Hyu-hyuuga Hinata"
"Hehe…baiklah Hinata-chan, perkenalkan namaku Uzumaki Naruto". ujar pemuda dihadapannya sok akrab.
"Sa-salam kenal…U-uzumaki-san"
"Tak perlu seformal itu, panggil saja aku Naruto, ok…!" ujar Naruto sambil mengkibaskan tangannya.
"Ba-baiklah, Na-naruto-kun" ujar Hinata pelan dengan malu-malu.
"Hahhh…begitukan lebih bagus" ujar Naruto semangat.
"Ayo, kuantarkan ke kelas mu" ucap Naruto sambil menarik tangan Hinata dan mulai berjalan kedepan. Tapi tiba-tiba saja mereka berhenti, lebih tepatnya Naruto yang memberhentikan jalannya.
"Ehh…tunggu, aku kan tak tau dimana kau ditempatkan" ujar Naruto innocent. Hinata sweatdrop.
"Na-naruto-kun harusnya tadi Tanya dulu, bu-bukannya langsung menarikku begitu"
"Hehehe…maaf" ujar Naruto cengengesan sambil menggaruk belakang tengkuknya yang tidak gatal. Hinata hanya geleng-geleng melihatnya.
.
SKIP TIME
.
"Sudah sampai…" ujar Naruto riang.
"A-arigatou Na-naruto-kun…" ujar Hinata berterima kasih. Bukan hanya mengantarkan Hinata kekelas tapi Naruto juga mengajaknya berkeliling disekitar sekolah KIHS, walau tidak semua tempat yang dilihatnya. Karena memang sekolah ini sangatlah luas dan juga waktunya yang kurang. Walaupum dia tadi sudah berangkat pagi-pagi sekali dengan Sasuke.
"Ehehe…tak usah sungkan, Hinata-chan. Cepat masuk…" Hinata mengangguk mengiyakan.
"Ba-baik" sebelum Hinata berbalik melihat pintu didepannya. Tangan tan Naruto sudah mengengam pergelangan tangan Hinata.
"Tunggu…!"
"E-eh…A-ada apa Na-naruto-kun" Tanya Hinata, membalikkan badannya menghadap Naruto.
Menunduk dan menelengkan kepalannya Naruto mencoba mengamati wajah Hinata yang lebih pendek dari dirinya dan selalu menyembunyikan wajahnya itu dengan seksama.
"Kau…" menggantungkan kalimatnya. Naruto mulai mengingat-ingat pernah bertemu dimana dia dengan orang didepannya ini. Biasa Naruto kan sedikit Lola. Dan itu semua membuat Hinata mulai mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Naruto dengan tatapan heran.
"Kau gadis yang digendong Teme itu, ya?" Tanya Naruto yang membuat bingung Hinata.
'Teme? Digendong? Kapan?' inner Hinata.
"Iyaa…kau gadis itu, aku ingat sekarang" ucap Naruto kegirangan saat dia dapat mengingat tentang Hinata.
"Ma-maksud Na-naruto-kun apa? Si-siapa itu Teme?" Tanya Hinata dengan tampang polos serta mata mengedip-ngedip bingung.
'Menggemaskan…' inner Naruto melihat Hinata.
"Kau lucu sekali Hinata-Chan, pantas si Teme itu tertarik padamu." Ucap Naruto membuat Hinata blushing dibilang lucu juga bingung dengan arah pembicaraan mereka.
"Na-naruto-kun, si-siapa itu Teme?" Tanya Hinata yang masih belum paham dengan maksud Naruto.
"Ahh..sudahlah, tak usah dipikirankan. Sudah ya…Hinata-chan. Aku pergi dulu. Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Jaaa…" bukannya menjawab pertannyaan Hinata, Naruto malah langsung pergi sambil berjalan mundur dengan tergesa-gesa dan tak lupa melambaikan tangannya ke Hinata.
"I-iya, baiklah. A-arigatou…Naruto-kun" ujar Hinata. Walaupun Hinata tak mengerti apa yang dikatakan Naruto dan masih cukup penasaran dengan siapa itu 'Teme'. Hinata tersenyum kecil menatap kepergian Naruto.
'Walau aku tak mengerti apa maksud Naruto-kun. Aku tau dia orang yang baik.' Inner Hinata.
Sosok Naruto sudah tak terlihat lagi dimata Hinata, Setelah melihat Naruto hilang saat dibelokkan diujung lorong. Hinata tak langsung masuk seperti yang Naruto suru, dia masih saja berdiri didepan pintu kelas bertuliskan XIIA-03 dan mendengar dari balik pintu suara murid-murid perempuan yang cukup ramai didalam kelas.
Hinata mencoba menenangkan degub jantungnya yang bertalu-talu akibat kegugupan berlebih. Menghirub nafas sebentar dan hembuskan… itu yang dilakukan Hinata berkali-kali sampai ada suara derab langkah mendekatinya. Hinata yang menyadari itu langsung menghadapkan dirinya kebelakang dan menemukan seorang wanita yang dilihat dari parasnya yang masih tampak muda dan cantik walau umurnya mungkin sama dengan ibunya, karena dapat Hinata lihat gurat kedewasaan dalam wajah ayu-nya itu.
"Ehem, apa yang kau lakukan disini? Kau tak ingin masuk?"
"Ma-maaf" ujar Hinata kikuk dan menundukkan kepalanya gugup.
"Apa kau murid baru itu? Namamu Hyuuga Hinata, bukan?"
"I-iya" ujar Hinata masih dengan menunduk.
"Hmm, baiklah. Namaku Kurenai Yuuhi. Aku salah satu Sensei disini. Ayo masuk"
"Ha'i" Hinata mengikuti Kurenai masuk kedalam kelas. Hinata begitu gugub, sehingga dia menggigit bawah bibirnya cemas dan meremas ujung seragam yang dipakainya.
"Ohayou"
"Ohayou, Sensei" jawab para murid perempuan serempak.
"Kita kedatangan siswi baru, Sensei harap kalian bisa membantunya dalam ketertinggalan mempelajari materi perlajaran yang diajarkan."
"Silahkan perkenalkan dirimu" ujar Kurenai-Sensei dan dibalas anggukan oleh Hinata.
"Wa-watashi wa Hyu-hyuuga Hinata desu. Yoroshiku ne…" gagap Hinata. Para murid perempuan mulai berbisik-bisik.
"Hei...hei. Bukankah dia perempuan yang kemarin datang bersama Sasuke-kun, ya?"
"Iya, benar. Ada hubungan apa dia dengan prince ice kita, ya?"
"Aku tidak tau, tapi jangan biarkan dia berlaku seenaknya begitu lagi"
"Hemm, kita harus mewaspadainya"
"Penampilannya begitu buruk, kenapa dia berani menunjukkan muka jeleknya itu didepan prince ice kita"
"Iya, kau benar sekali. Mending juga kita, cantik dan modis". Ucap salah satu murid perempuan dikelas itu. Hinata yang mendengar semua itu, walau mereka berbisik-bisik sekalipun, hanya dapat tertunduk lesu dan sedih.
'Tidak seharusnya aku disini…' miris Hinata.
Lain dengan Hinata yang tertunduk sedih, dibagian pojok kelas sebelah kiri duduk seorang perempuan berambut merah tengah menyeringai senang mendengar penuturan teman-teman sekelasnya tentang Hinata si murid baru.
"Hyuuga-san duduklah di bangku belakang nona Yamanaka-san. Tolong angkat tanganmu nona Yamanaka" seru Kurenai-Sensei. Hinata menurut dan segera duduk dibangkunya setelah melihat seorang gadis berambut pirang mengangkat tangannya dengan wajah tertunduk akibat seluruh siswi di sekelilingnya menatap dengan tatapan nyalang.
.
.
*LOVE STORY ABOUT HYUGA HINATA*
(Ay Shi Sora-Chan)
.
.
Setelah pelajaran di jam pertama yaitu pelajaran Fisika dari Kurenai-sensei, kini waktunya pelajaran kedua yaitu olah raga oleh Maito Gay-Sensei. Ya, di pelajaran ini Hinata mungkin kurang bisa menguasai apa yang diajarkan. Ketangkasan dan fisik yang kuat sangat penting di pelajaran ini dan Hinata tak memiliki itu. Dari dulu, saat Hinata masih kecil. Tubuhnya mudah terserang penyakit karena daya imunnya yang rendah dan itu menyebabkan dia sering sakit-sakitan. Karena itu fisiknya terlihat begitu lemah. Oleh sebab itu Otou-sannya selalu melarangnya keluar rumah. Itu juga sebabnya dia tidak punya banyak teman disekolah maupun dilingkungan tempatnya tinggal.
Hinata berjalan dilorong sendirian menuju lokernya untuk mengambil baju olah raganya. Dengan sedikit mempercepat langkahnya karena dia sendiri yang belum berganti pakaian, Hinata tiba di diruang ganti pakaian dengan waktu yang singkat serta membawa pakaian olah raganya setelah dia menggambil dari lokernya. Memakai baju olah ragannya dengan cepat Hinata segera menuju lapangan olah raga yang terletak di belakang gedung utama. Diantara gedung selatan dan gedung barat tempat para siswa siswi KIHS menimbah ilmu.
Di hari pertamanya dan untuk pelajaran olah raga jam kedua ini Hinata sudah telat. Ya, mau gimana lagi. Semua ini karena ulah teman-teman Karin yang sengaja mengunci pintu ruang kelas setelah semua siswi-siswi telah keluar dan hanya tinggal Hinata seorang diri di dalam kelas.
.
.
FLASBACK
.
.
Setelah pelajaran jam pertama telah usai dan Kurenai-Sensai sudah keluar dengan segera semua siswi-siswi dikelasnya kompak langsung beranjak dengan cepat keluar dari kelas dan tinggal lah Hinata sendiri yang masih membereskan peralatan tulisnya dengan tatapan heran melihat teman-teman sekelasnya bergegas keluar. Setelah usai membereskan peralatan tulisnya Hinata mulai beranjak menuju pintu ruang kelas.
.
BLAMM ... KLIKK...
.
Hanya tinggal selangkah lagi Hinata mendekati pintu dan tiba-tiba saja Hinata dikejutkan dengan sebuah tangan yamg menutup pintu kelasnya dengan keras serta terdengar sebuah suara pintu yang dikunci. Hinata langsung mendekati pintu kelas dan berusaha membukanya. Dan semua itu sia-sia walau Hinata sudah mengedor-ngedor pintu itu dengan pelan dan mencoba meminta seseorang yang berada diluar sana untuk menolongnya. Tapi yang terdengar hanya suara kikikan senang dari orang diluar sana. Membuat Hinata takut serta terdiam.
"To-tolong bu-bukakan pintunya" cicit Hinata takut dan direspon gelak tawa dari orang-orang diluar sana. Ya, diluar sana ada Karin dan teman-temannya menertawai keadaan Hinata.
"Kau... disini saja, Hyuuga!. Tak perlu untuk keluar" ujar suara di luar sana.
"Benar sekali. Baik-baik di dalam sana ya, Hyuuga. Jaa ne..." timpal seseorang lagi yang terdengar mulai melangkah jauh meninggalkan Hinata sendiri di dalam ruang kelas.
Di ujung belokan lorong terdapat seorang perempuan berambut merah sedang berdiri menyandar tembok sambil memainkan ujung rambutnya. Menunggu informasi dari teman-teman se-genknya.
"Bagaimana, Tayuya?" tanya sosok perempuan berambut merah itu.
"Beres, Karin" jawab perempuan bernama Tayuya itu.
"Ayo, kita pergi." Ajak Karin mulai melangkahkan kakinya dan dijawab anggukan oleh teman se-genknya. Tayuya, Amaru dan Ino.
.
.
To be Countinue...^^
Yaa...saya tau updetnya lama banget. Gomen...hehe
Terimah kasih banyak yang udah setia nunggu fic abal-abal saya ini. #kyak ada yg nunggu aja. Saya tau, saya lelet plus ngeret banget kalau updet. Maaf...
Karena kesibukan saya di real life dari pertengahan tahun 2014 sampai awal tahun 2015 hingga sekarang juga lumayan sibuk. Ditambah gak da lagi media buat saya updet lagi membuat saya bingung dan mulai putus asa.
Tapi syukurlah saya bisa updet lagi di tengah-tengah kesibukkan saya Magang. Juga ada manfaatnya juga saya magang karena daya dapat media buat updet lagi lewat WI-fi kantor...hahaha #gomen curhat ok waktunya balas review...:)
Oh ya di chap ini scane SasuHina kayaknya sedikit ya? Atau malah gak da sama sekali? Hehehe..chap depan nanti full scane SasuHina-nya kok tenanggg...
Thanks yang udah mau baca dan yang udah mau nyempatin buat review serta mau menunggu kelanjutan dari fic abal-abal saya ini.
Special Thanks for :
Oncci-chan : iya, akhirnya saya bisa juga nulis cerita lumayan panjang. Arigatou ne ini semua karena dukungan pembaca juga...^^ Renita-nee-chan : hehe...gomen ne renita-chan aku gak da waktu buat nulis ataupu updet. Utk brp chap-nya aku juga kurang tau mgkin sampai chap 15 hehehe...;) Kensuchan : aduhhh... kenapa pada demo di depan rumahku? Kalau gak da karin kan gak seru ne ... tenang aja karin nonggolnya gak lama kokk...arigatou. Crack 12, raomonky, Sa-chan9797, Hinataholic, Yukiko Miyuki, Kirigaya Chika, Guest 1, Gues 2, alta0sapphire, Hima, dindachan06, Yosan, SHU : iya, ini dah lanjut...arigatou : gak jutek kok Suke-nya ini masih tahap awal ja. Arigatou udah mau baca Luluk minam cullen :ljhff? Apa tuhh luluk-chan...? #gagal paham. Arigatou dah mau baca. Clover Leaf as Ifanaru : ok, terima kasih banyak utk sarannya (y) saya akan edit kembali untk typo akan saya usahakan. Arigatou. Dwi2 : ada kok.., itu diatas udah ada yang nolongin Himenya. Arigatou da mau baca Ega EXOkpopers : Karin pacarnya Sasuke? Entahlah...liat aja nanti kedepannya. Hehe...arigatou. Lovelysasuhina : iya, gpp nanti Sai bakalan muncul setelah Karin tersingkir #sedikit bocoran. Liat aja nanti ya... Hana37 : hehe...sabar nanti pasti ada saatnya Hime bahagia kok. Arigatou. HinaHimeLovers8, Natasia Sato : waduh...cakar2? garuk2 muka pakai garpu rumput? Sadis amat, dan untuk ide penambahan tokoh melindungi Hime, akan aku pikirkan ;) Re, Hana, Guest 3, Aprilliasiska, SasuHina 4evErxX : iya ini dah lanjut gomen lama, arigatou. Aku : ok terima kasih sarannya (y) SasuHinaLavendOnix, Nara Tobi145321 : haha..iya, kamu semangat sekali reviewnya. Arigatou da mau baca...:)
Arigatou ne...^^
.
.
.
Kritik dan saran saya terimah dengan senang hati…
Berniat untuk review lagi?
Salam hangat
Sora (Ay)_21-Jan-2015
