Sepenggal cerita...

.

.

.

Aitakata

Pair : NaruSasu

Genre : Romance

Warning! : BL, Shounen ai, MalexMale, AU, OOC, dll.

.

.

.

.

"Otanjoubi Omedetou, Naruto!"

Tim Konoha-eleven berteriak mengucapkan selamat pada pemuda pirang jabrik yang berulang tahun hari ini. Tepat tanggal 10 Oktober. Sambil menyemburkan kertas-kertas metalik berwarna-warni yang ditarik dari beberapa confetti, mereka merayakannya di sebuah bar yang khusus disewa untuk pesta sang Hokage muda.

Naruto menyengir kekanakkan. Dia menerima dengan antusias hadiah dan salam dari kawan-kawannya juga para sensei-nya. Namun ada satu yang kurang.

—Seseorang yang harusnya turut hadir untuknya tidak datang.

"Kenapa Naruto-kun?" Hinata yang duduk di hadapan Naruto, heran kala mendapati temannya memandang kosong ke arah pintu masuk bar.

Naruto terjengit. "Aah, bukan apa-apa," ujarnya menyengir kaku dengan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.

Hinata menelengkan kepala. Menilik ekspresi sahabatnya yang terlihat ganjal. "Kau nampak resah."

"Tidak. Hanya perasaanmu saja, Hinata-chan," Naruto tersenyum sebelum meneguk araknya.

Membuat Hinata manautkan alis tidak mengerti.

"Hoi, Naruto. Ayo tiup lilinnya dan potong kuenya!" jerit Kiba melambaikan tangan girang. Dia berada di sisi meja lain bersama Shikamaru, Lee, Chouji, Shino, Sai, Ino, dan Tenten. Mereka berdiri berdempetan di depan kue tart cream orange berhiaskan beberapa buah lilin menyala. Kue ulang tahun Naruto.

"Ooi! Jangan mulai dulu tanpaku!" Naruto langsung bangkit dari kursi menghampiri para sahabatnya.

"Makanya cepat baka-Hokage!" tegur Sakura saat menyusul dari belakang Naruto bersama Hinata.

"Jangan panggil aku baka, Sakura-chan!"

"Ha'i—ha'i."

Tsunade, Shizune, Kakashi, Iruka, Kurenai, Gai, dan Yamato melangkah mendekati para jounin muda yang sudah melingkari meja berisi kue tart.

"Bu—buat permohonan dulu, Naruto-kun," saran Hinata sedikit gugup.

Naruto mengangguk menuruti. Mata Shappire-nya memutar menatap orang-orang yang telah dianggapnya sebagai keluarga bergantian. Kemudian dia tersenyum memejamkan mata membuat permohonan.

'I wish you were here...'

Uzumaki meniup padam api-api kecil dari lilin yang ada di atas kue tart. Disambut tepuk tangan meriah oleh para tamunya.

"Potong kuenya, Naruto!"

"Ya, biar aku bisa makan!"

"Diam Chouji! Bukan kau yang berulang tahun!"

"Kau rakus sekali gendut."

"Cerewet Kiba!"

"Mendokusai~"

"Haha—"

Percakapan ringan itu berhasil mengangkat sedikit desiran aneh yang menggelayuti hati Naruto. Namun perasaan kesepian dan kekurangan tetaplah ada. Dia mengambil pisau. Memotong kue tartnya sama rata sehingga cukup dibagi kepada para sahabatnya.

"Nah, potongan pertama untuk siapa Naruto?" tanya Ino tiba-tiba dengan nada centil.

Membuat yang lain serta sang Hokage muda mengerjap tidak paham.

"Ino, kau ini—" sanggah Tenten.

"Ayolah, selama ini Naruto belum punya pacar. Jadi ini kesempatan bagus untuk tahu siapa yang disukainya," jelas gadis Yamanaka.

"Hee? Naruto jatuh cinta?" Kiba terkejut. "Siapa? Siapa perempuan itu, Nar?" dia menoleh cepat ke arah Naruto.

"Aku tidak tahu kalau Naruto tertarik pada seseorang," timpal Chouji diikuti anggukan singkat oleh Shino.

"Wah, wah," Kurenai tersenyum.

"Naruto-kun..." Hinata memanggil lemah.

"Ooh, semangat kaum muda!" teriak Lee mengepalkan tangan menyengir lebar.

"Benar Lee!" dukung Gai mengacungkan jempol.

"Diamlah Kalian berdua!" greget Tenten kesal.

"Mendokusei~ aku nggak ikutan..." Shikamaru menjauh dari kerumunan.

Sementara Tsunade, Shizune, Kakashi, Iruka, dan Yamato hanya menggelengkan kepala tidak mau ikut andil.

Naruto sweat drop. Rentetan pernyataan itu membuatnya mengangkat kedua tangan di depan dada. "A—anoo..."

"Aku tahu siapa orangnya."

Sekejap, orang-orang yang berkumpul di situ langsung menengok ke si penyuara. Sai hanya tersenyum santai tanpa beban.

"Aku juga tahu..." timbrung Sakura melipat tangan sambil menyeringai angkuh.

"Sakura-chan, Sai..." Naruto face plam.

"EEEHHH?!" mereka berpindah mengerubungi Sakura dan Sai.

"Siapa Sakura? Siapa yang disukai Naruto?!"

"Siapa dia, Sai?!"

"Beri tahu dong!"

Kakashi terkekeh melihat kegesitan para remaja tersebut. "Hehe, mereka bakal pingsan mendengar siapa yang menjadi kekasih Naruto."

"Kakashi..." Iruka menghela nafas.

"Kau benar," Tsunade mengangguk setuju. Shizune terkikik lirih.

"Aah, sebentar lagi dia datang..." kata Yamato saat melirik jam dinding.

SRAAKK!

Bunyi geseran suatu benda yang keras barusan, menandakan pintu masuk bar dibuka. Otomatis menghentikan pembicaraan orang-orang di dalamnya dan beralih melihat siapa yang datang.

"Sudah tuh," Kakashi tersenyum menggerling ke pintu dimana mantan anak didiknya yang satu lagi telah tiba.

Di ambang pintu bar, berdiri seorang pemuda berseragam jounin. Memiliki surai raven dengan poni panjang di kedua sisi wajah putihnya. Sepasang mata Onxy-nya mengerjap bingung menemukan teman-temannya yang menatapnya lekat.

"A—ada apa?" tanya Sasuke.

"Aah, Sasuke," panggil Naruto memecah keheningan. Dia berjalan meninggalkan kawan-kawannya untuk mendekati mantan teman setimnya. "Kupikir kau tidak datang," ucapnya tersenyum lebar. Rasa kosong di hatinya langsung hilang tak berbekas.

"Aku harus pergi ke Akademi menyerahkan data dulu, Dobe. Bukannya aku sudah bilang akan terlambat?" dengus Sasuke.

"Hehe, aku lupa," cengenges Naruto. "Dan berhenti menyebutku Dobe, Teme. Aku Hokage," rujuknya.

"Baka-Hokage..." Sasuke menyeringai.

"Hei! Jangan meniru Sakura-chan!" sebal Naruto.

"Memang cocok buatmu kok, Naruto," timbrung Sakura.

"Sakura-chan!"

Sakura tertawa. Diiringi Sai yang tersenyum kecil. "Kekasihmu sudah menunggu dari tadi lho," ujarnya.

Kalimat itu membuat Kiba, Lee, Chouji, Shino, Ino, Hinata, dan Tenten, beserta Gai juga Kurenai langsung tercengang kaget.

"Kekasih?"

"Iya," Sai menyipitkan mata mengangguk mantap.

Ketujuh remaja dan dua orang dewasa tersebut –minus sisanya yang sudah tahu— memalingkan muka menghadap dua pemuda yang berdiri di dekat pintu.

Naruto tersenyum lembut. Mata birunya menatap teduh sang pemuda Uchiha terakhir. "Aitakata, Suke," ucapnya sebelum mengecup pipi kanan pacarnya.

Sasuke merona. "Uum, otanjoubi omedetou..." balasnya tersenyum malu.

"EEEHHH?! UUUSSOOOO!"

Teriakan membahana menggelegar hingga keluar bangunan bar. Mengagetkan para pejalan kaki yang melewati tempat itu.

Tsunade, Shizune, Kakashi, Iruka, Yamato, dan Shikamaru hanya menahan tawa dalam hati.

.

.

.

.

End

.

.

.

.

Jangan Kutuk aku ! =.=""

Happy Brithday Naruto!