TITTLE: CLUE?
SUMMARY: Sehun menghilang dan tidak ada seorangpun yang tau keberadaannya. Semua member terpaksa mengumpulkan clue yang diberikan penculik dan harus menyelesaikannya sendiri. Namun siapa yang tau? Bahwa semua ini hanyalah permainan belaka. Permainan yang membodoh-bodohi semua orang.
LENGTH: CHAPTERED
MAIN PAIR: HUNHAN
MAIN CAST:
- Luhan
- Sehun
- Suho
- Chanyeol
OTHER CAST:
- All EXO member
RATED: T
DESCLAIMER: All cast belong to God but this story's mine.
WARNING: OOC, TYPOS, BAHASA MEMBINGUNGKAN &LUMAYAN RUMIT, NO LOVE STORY.
NO BASH.
DON'T LIKE DON'T READ!
LAST,
HAPPY READING!
.
"Luhan berhasil menyelesaikan clue pertama dengan mudah. Sebaiknya kau berhati-hati. Aku yakin mereka akan bekerja keras untuk mendapatkan clue kedua."
Pesan terkirim.
.
.
.
"Kita sudah sampai." Xiumin membuka pintu mobil, kemudian diikuti semua member yang lain. Mereka masuk ke dalam restoran dengan sedikit menunduk, berharap tidak ada seorangpun yang mengenali mereka.
Sebenarnya, restoran ini tidak terlalu mewah. Restoran simple dan tidak terlalu luas, dengan interior yang juga biasa-biasa saja. Semua orang pasti bingung kenapa EXO, sang idol, memilih restoran simple seperti ini. Seharusnya mereka masuk ke dalam restoran berbintang lima dengan daging dan olahan masakan terbaik. Semua orang tidak mengetahui alasannya, mereka terpaksa masuk ke restoran ini hanya untuk menemukan salah satu member yang hilang secara tiba-tiba.
Restoran cukup sepi, karena waktu makan siang memang sudah lewat sedari tadi. Walaupun begitu, mereka sama sekali belum melahap sesuap nasipun. Masuk ke dalam restoran yang penuh dengan aroma masakan membuat perut semua member bergejolak. Namun mereka menyadari bahwa ini bukan saatnya untuk mempedulikan cacing-cacing yang kelaparan di dalam perut mereka.
Mereka sangat yakin clue yang mereka dapatkan memang benar-benar tertuju pada Restoran Pearl ini. Semua member mengambil kursi mereka dan duduk disana supaya tidak terlihat begitu mencurigakan. Yah, memang hampir seluruh pengunjung restoran-yang untungnya tidak banyak- menyadari bahwa mereka adalah EXO, grup yang benar-benar meledak saat ini. Tidak ada satupun di antara mereka yang berani mendekat dan meminta fanservice atau semacamnya. Mungkin mereka tidak mempercayai penglihatan mereka sendiri.
Seorang waitress datang dan menanyakan menu yang mereka pilih sambil menyembunyikan senyumnya dengan wajah yang memerah.
"Sembilan milk tea." Suho menyahut tanpa melihat ke arah list menu yang disediakan.
"Baiklah, silakan tunggu beberapa menit." Waitress membalas perkataan Suho kemudian kembali ke dapur dan dengan penuh kebahagian meloncat-loncat bersama dengan teman satu pekerjaannya. Mereka tertawa dengan penuh semangat, seakan-akan telah bertemu dengan seorang superstar. Dan kenyataannya, mereka bertemu dengan 'sembilan superstar'. Bukan hanya 'seorang'.
"Baiklah, sebelum semua orang memulai aksi mereka dengan menyodorkan beberapa lembar kertas kepada kita untuk di tandatangani, apa yang harus kita lakukan? Mencari ke sekeliling restoran? Mencari Sehun? Sehun tidak mungkin ada disini. Semua orang pasti membuat kerumunan yang sesak dan berisik jika mereka melihat Sehun." Chen memberi pendapat, mencoba mempersingkat waktu mereka di tempat ini sebelum semua orang menyadari keberadaan EXO dan mereka terkepung.
"Yang kau katakan benar. Dan aku yakin si penculik juga memikirkan hal yang sama. Penculik pasti menyembunyikan Sehun di tempat yang tidak mudah diamati orang sekitar." Kyungsoo mengomentari ucapan Chen sambil tersenyum ke arah seorang perempuan, yang langsung ditanggapi perempuan itu dengan teriakan bahagia.
"Contohnya?" Ucap Kai sambil memainkan jari-jarinya di meja.
"Dapur restoran?" Xiumin menyahut dengan sedikit menunduk. Berharap orang yang mengenalinya tidak bertambah banyak. "Cepat lakukan sesuatu. Aku takut orang-orang akan semakin banyak dan kita terkepung. Manager tidak bersama kita sekarang. Aku tidak mau melihat di media sosial terpajang foto kita tanpa manager."
Waitress datang dan menyusun sembilan gelas milk tea di hadapan pemiliknya.
"Jadi, hyung berpikir pihak restoran bekerja sama dengan penculik? Itu tidak mungkin. Itu sama saja bekerja sama dengan tindak kriminal, dan aku yakin tidak ada satupun restoran yang mau melakukannya." Tao menyeruput milk tea-nya sambil mengeluarkan pendapatnya yang disetujui semua pihak.
"Apakah kalian tidak berpikir aneh? Bagaimana mungkin Sehun diculik kemudian disembunyikan di restoran yang sangat dekat dengan dorm? Si penculik pasti akan memilih tempat yang sepi dan gelap, kemudian mengikat Sehun dengan erat sambil memberikan Sehun makanan yang di campur obat bius supaya Sehun tidak bisa memberontak." Kali ini Kris yang memberi pendapat dengan tambahan bayangannya mengenai keadaan Sehun sekarang. Semua member merinding dengan penuh rasa kasihan dan ikut membayangkan keadaan Sehun.
"Suho hyung, berhenti bermain dengan handphonemu. Kenapa kau begitu sibuk? Kita harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat." Lay memperhatikan Suho yang sepertinya sedari tadi sedang sibuk berbalasan sms dengan seseorang.
"Eomma menanyakan keadaanku dan tentu saja aku harus membalasnya." Suho langsung mematikan Handphonenya kemudian melanjutkan kalimatnya " Tapi, tidakkah kalian pikir Chanyeol begitu mencurigakan? Handphone itu aku temukan dengan hanya melirik ke sudut itu. Sedangkan Chanyeol, dia memerlukan waktu lebih dari lima belas menit dan tidak menemukan apapun. Bukannya aku ingin memojokkan Chanyeol, hanya saja aku merasa dia tidak dapat dipercaya. Ada sesuatu yang sepertinya tidak dia ceritakan kepada kita semua."
"Kemudian, jika kau berkata seperti itu, menurutmu apa alasan Chanyeol menyembunyikan Sehun?" Lay menyahut sambil merapikan tali sepatunya.
"Entahlah. Bercanda, mungkin?" Suho mengangkat sebelah alisnya. "Ayolah, dia orang yang humoris dan terkadang hal yang dia lakukan sedikit berlebihan untuk mengerjai kita. Kalian tidak ingat? Dia pernah menyembunyikan kecoa di dalam sepatu Tao dan itu membuat Tao menangis hampir setengah hari, sedangkan disitu kita memiliki jadwal off-air yang padat dan kita dibuat kerepotan olehnya untuk menenangkan Tao, dan dia hanya meminta maaf dengan tawa yang disembunyikan dibalik wajahnya. Bukankah itu berlebihan?" Dengan satu tarikan napas, Suho menyelesaikan kalimat-kalimat panjangnya. Suho mengingatkan kembali hal yang pernah dilakukan Chanyeol terhadap Tao, yang langsung membuat wajah Tao berubah seakan menyiratkan 'tolong jangan ingatkan aku pada kejadian itu'.
"Yah, Aku juga sedikit curiga dengan Chanyeol, karena tidak biasanya dia membanting pintu seperti tadi, seakan-akan dia takut sesuatu yang dia sembunyikan terbongkar." Kai mengangguk, menyetujui pendapat Suho.
"Jika memang clue itu di tujukan untuk restoran ini, seperti yang aku bilang, penculik pasti memberikan kita clue kedua untuk di pecahkan, dan seharusnya clue itu ada disini." Luhan memberi pendapat, yang sekali lagi, tidak pernah dipikirkan oleh member lain.
"Tapi kenapa kau begitu yakin, bahwa clue dibuat oleh penculik?" Suho mengangkat kedua alisnya, penasaran dengan jawaban yang akan dikatakan Luhan.
"Aku sudah bilang, karena tidak mungkin Sehun menulis 'restoran pearl' dengan kode-kode seperti itu."
Tepat sesaat Luhan menyelesaikan kalimatnya, seorang anak kecil dengan kulit yang halus dan mata bulatnya serta rambut shaggy yang tertata rapi menghampiri Kris, memberikan secarik kertas yang di lipat dengan sangat rapi.
"Hyung, seseorang memberikan ini untukmu." Anak kecil itu menjelaskan setelah melihat wajah Kris yang penuh kebingungan.
"Siapa yang memberikannya? Untuk apa?" Benar-benar bingung karena anak ini datang dengan tiba-tiba, Kris langsung menyodorkan pertanyaan dengan penuh penasaran.
"Aku tidak tau, dia hanya bilang bahwa kau pasti sangat memerlukannya." Anak kecil itu pergi dengan sedikit berlari, meninggalkan Kris dan semua member dengan tatapan penuh penasaran dan bingung.
"Haruskah aku buka?" Kris mengangkat Kertas itu, kemudian meminta persetujuan semua member untuk membukanya.
"Jangan. Bisa saja itu terror dari sasaeng yang ingin menakuti kita dengan tulisan yang ditulis dengan darah ayam." Tao menatap curiga kepada kertas itu.
"Rasa penasaranku lebih besar, Tao"
Tepat setelah Kris selesai membalas perkataan Tao, ia membuka kertas yang terlipat itu, kemudian membacanya dengan hati-hati. Detik kemudian, mata Kris melebar penuh kebingungan.
"Temukan aku. Pabrik LAKE-UP-CAKE-KEY-YOUNG." Kris menggumamkan kalimat yang terdapat di kertas tersebut.
Semua member mengerutkan kening dengan tampang tak mengerti.
.
.
"Kalian masih tidak mempercayaiku? Surat itu di buat oleh si penculik! Dia sengaja membuat kita kebingungan, supaya kita menemukan Sehun dengan tidak mudah! Seseorang sedang ingin bermain dengan kita!" Luhan kini benar-benar yakin, sangkaannya selama ini memang benar. Sungguh aneh jika semua surat itu bukan di buat oleh sang penculik.
"Ya, aku mulai setuju dengan Luhan. Aneh jika Sehun yang menulis clue ini. Seakan-akan dia sudah tau dia mau dibawa ke suatu tempat. Anehnya lagi, surat ini diberikan oleh anak kecil tadi, kan? Apa mungkin Sehun menitipkan surat kepada anak kecil, tanpa diketahui penculik yang pasti selalu berada di sampingnya?" Kyungsoo memberikan alasan.
"Sekarang, yang perlu kita pikirkan adalah apa maksud isi dari surat itu. Bukankah itu berarti kita harus memecahkannya lagi?" Xiumin membuka pecakapan yang baru.
"Entahlah. Tidak ada yang mencurigakan dari isi surat ini. Hanya terdapat tulisan itu di dalamnya." Ucap Kris sambil membuka kembali kertas tersebut, memperlihatkan isinya kepada semua member.
Setiap member mengamati lima kalimat terakhir, dan sepertinya mereka memang tidak menemukan sesuatu yang patut 'dipecahkan'.
"Mungkin kita harus pergi ke lima pabrik ini. Kemudian mengumpulkan clue-clue menjadi satu, dan kita akan mengetahui dimana sebenarnya Sehun disembunyikan selama ini." Ucap Tao dengan tampang penasaran akan tulisan di kertas itu.
"Sebaiknya kita pulang dulu, hari sudah mulai petang dan kita belum memakan apapun sedari pagi. Kita juga perlu melihat keadaan Chanyeol sekarang. Perjalanan kita lanjutkan besok saja." Lay berpendapat sambil memegangi perutnya. Kelaparan.
"Baiklah. Kita semua memang sudah sangat lapar. Bagaimana kalau kita pulang dulu?" Xiumin meminta persetujuan semua member.
"Baiklah." Semua member yang ada di dalam mobil menyahut dengan kekuatan yang tersisa, namun tidak dengan Luhan.
Luhan sibuk berkutat dengan pikirannya sendiri. Mencoba menjernihkan pikirannya setelah kejadian yang benar-benar tidak pernah di bayangkannya. Luhan satu-satunya yang paling banyak berpikir disini. Mungkin dia memang tidak banyak bicara, namun setiap kata yang diucapkannya, dia yakin kata itu adalah kata yang terbaik, bukan hanya omong kosong belaka. Karena masalah ini benar-benar serius untuknya, bukan hanya sekedar omong kosong. Karena orang yang dirindukannya bukanlah orang sembarangan. Karena orang yang menghilang bukanlah orang biasa. Karena Luhan begitu menyayangi Sehun, seperti ia menyayangi dirinya sendiri.
.
.
"Chanyeol! Bagaimana keadaanmu?" Lay orang yang pertama masuk ke kamar Chanyeol setelah mereka semua sampai di dorm.
"Kau sudah pulang?"Chanyeol tersenyum.
Saat itu juga, semua member yang lain masuk dan dengan cepat memenuhi kamar yang tadinya sepi sekali. Semua member menanyakan keadaannya sambil mengecek luka-luka memar yang ada di wajah Chanyeol dengan penuh rasa kasihan.
"Baekhyun, kau sudah mengganti handuk ini?" Suho, sebagai seorang leader benar-benar memperhatikan keadaan setiap member, tak terkecuali Chanyeol.
Baekhyun yang sedari tadi hanya berbaring di sebelah Chanyeol sambil memainkan handphonenya menoleh saat merasa namanya di panggil. "Tentu saja. Hyung pikir aku tidur? Aku sudah menggantinya tiga kali." Baekhyun mengambil handuk kecil yang diletakkan di kening Chanyeol, kemudian membasahi handuk itu dengan air es yang sudah di persiapkannya, memerasnya, kemudian meletakkan handuk itu di tempatnya seperti semula. "Kalian tidak membawa pulang Sehun?" Baekhyun menampakkan wajah penasarannya, yang dibalas dengan wajah menyesal oleh semua member.
"Belum. Arti dari 16-5-1-18-12 ternyata adalah 'pearl', bukan 'fifty two.'" Chen menjelaskan dengan perlahan.
"Maksudmu? Pearl? Darimana kau dapatkan kata itu dari 16-5-1-18-12?" Baekhyun menatap Chen penuh penasaran.
"Nanti akan aku ceritakan. Luhan yang menemukan jawaban dari clue itu. Dan setelah sampai di Restoran Pearl, kami mendapatkan clue lagi, yang sepertinya semakin rumit." Chen mengeluarkan sesembar kertas dari sakunya. "Ini." Chen memberikan kertas itu, yang langsung ditangkap Baekhyun dengan semangat.
"Lake up cake key young? Apa maksudnya? Dan kenapa kelima tulisan ini memiliki huruf yang berwarna-warni?" Baekhyun mengerutkan keningnya, tak mengerti apa maksud dari tulisan tersebut.
Chanyeol yang tidak mengerti apapun, menarik kertas itu dari tangan Baekhyun kemudian membacanya. "Kalian sudah menemukan cluenya? Kapan? Kalian tidak memberi tau aku. Bahkan ini adalah clue kedua." Chanyeol mengalihkan tatapan matanya dari kertas tersebut kemudian menatap mata semua orang yang ada di ruangan itu secara bergantian, meminta penjelasan.
"Suho menemukannya saat aku sedang memukulimu." Karena tak ada satu memberpun yang ingin menjawab, Luhan yang menjawab pertanyaan Chanyeol. "Kami tidak memberi tau karena kondisimu yang memang masih perlu istirahat." Lanjut Luhan.
"Begitukah?" Chanyeol kembali memfokuskan matanya pada kalimat di kertas clue itu.
"Kai, buatkan kami ramyun. Berhubung Sehun sedang tidak ada disini, kau yang menggantikannya. Kami benar-benar lapar." Ucap Lay sambil memegangi perut yang tidak berhenti berbunyi.
"Ya hyung." Kai keluar kamar dan menuju dapur, mempersiapkan makanan untuk hyung-hyungnya.
Di dalam kamar, tiba-tiba saja suasana menjadi sangat sepi. Tidak ada yang membuka pecakapan. Suasana menjadi benar-benar canggung.
"Aku ingin bicara dengan Chanyeol. Bisa kalian tinggalkan kami berdua?" Suho menatap Chanyeol dengan sangat dalam. Orang yang ditatap hanya diam dengan wajah penuh ketidakmengertian.
"Baiklah." Baekhyun membuka pintu, kemudian keluar dari kamar dan member lain mengikutinya dari belakang. Yang tersisa di kamar itu hanya Chanyeol dan Suho.
"Aku ingin kau jujur denganku. Ini bukanlah waktu yang tepat untuk bermain-main, Yeol." Suho kembali menatap Chanyeol dengan tatapan yang sangat dalam, tatapan menyelidik dengan penuh kecurigaan.
"Apa?" Chanyeol membalas tatapan Suho terhadapnya. Namun berbeda dengan Suho, Chanyeol justru menatap dengan penuh kebingungan.
"Aku menemukan handphone yang berisi clue saat kau dipukuli Luhan." Suho belum menyiapkan hatinya untuk mengucapkan secara lantang maksud dari ucapannya yang sesungguhnya.
"Kemudian?" Chanyeol kembali mencoba memaksa Suho untuk mengeluarkan semua yang ada di pikirannya. Berharap Suho mau mengatakannya dengan lebih jelas lagi.
"Aku menemukannya di pojok kamar, tepat dimana saat kau menyelidiki pojokan itu lebih dari lima belas menit." Suho kembali memotong kalimatnya.
"Jelaskan, hyung. Apa maksudmu mengatakan hal yang tidak aku mengerti sama sekali. Apa maksud dari kalimatmu yang selalu terpotong seperti itu?" Chanyeol mulai tidak sabar dan meminta Suho untuk mengeluarkan semuanya.
"Kau boleh jujur padaku. Kau tidak perlu takut atau apapun itu. Kau tidak perlu takut kami semua menjauhimu atau memusuhimu. Kau hanya harus jujur kepadaku. Kau orang yang meletakkan handphone itu disana, atau kau sudah melihat handphone itu tetapi tidak memberi tau kami semua?" Suho mengeluarkan semua kalimat yang sedari tadi ingin diucapkannya. Berharap Chanyeol tidak salah mengerti. Berharap Chanyeol tidak mengartikan kalimat itu sebagai tuduhan.
Selang beberapa detik, tidak ada yang berbicara. Chanyeol menatap Suho penuh kebingungan sedangkan Suho menatap Chanyeol dengan menuntut jawaban.
"Jawab Chanyeol!" Suho tidak bisa menahan emosi yang bercampur dengan rasa penasarannya. Untuk pertama kalinya ia membentak Chanyeol. Tidak biasanya Suho bertingkah seperti ini.
"Aku bukan orang yang meletakkan handphone itu disana, tapi" Chanyeol memotong kalimatnya, menarik napas, kemudian melanjutkan "Sebelum keluar dari kamar, aku memang sudah melihat handphone itu. Aku sudah menekan tombol on, aku sudah membaca seluruh tulisan yang terdapat disana, tetapi aku tidak memberi tau kalian. Aku menutup-nutupi handphone itu dengan tubuhku, supaya kalian tidak melihat handphone itu." Dengan satu tarikan napas, Chanyeol berhasil mengeluarkan seluruh kalimat yang tersangkut di tenggorokannya. Matanya kini tertutup rapat. Menyesali hal bodoh yang telah dilakukannya.
"Kenapa?" Suho kehabisan kata-kata. Ia tidak bisa berpikir dengan jernih karena hal yang baru saja Chanyeol ucapkan.
"Karena aku lelah menjadi orang yang selalu dicurigai. Aku lelah, karena seluruh alibi mengarah kepadaku. Aku tidak ingin semua orang berpikir 'bagaimana mungkin dia menemukan handphone itu dengan waktu yang cepat? Apakah memang dia yang menyembunyikan handphone itu disitu, kemudian dia mengambil handphone itu supaya dia tidak dicurigai'. Aku yakin, kalian akan berpikir seperti itu jika aku memberi tau bahwa aku menemukan handhone itu." Bahu Chanyeol bergetar."Satu hari ini aku sudah cukup tersiksa. Pagi hari semua orang menyalahkanku, siang hari aku dipukul habis-habisan oleh Luhan hyung. Sore hari aku tidak bisa melakukan apapun karena rasa sakit pada seluruh wajahku. Dan sekarang aku harus jujur kepadamu dan siap mendapatkan ocehan rasa menyesal kalian semua terhadapku. Aku lelah hyung." Chanyeol menangis. Semua yang dia tahan selama satu hari ini dikeluarkannya begitu saja. Bahu Chanyeol semakin bergetar dengan air mata yang terus jatuh dari sudut matanya tanpa berhenti.
"Kau tidak harus melakukan itu, Chanyeol. Aku mengerti perasaanmu, tapi kau seharusnya tidak diam saat kau melihat handphone dengan clue yang ada disitu." Suho sedikit frustasi mendengar pengakuan Chanyeol yang menurutnya sedikit bodoh. Ia meremas rambutnya sendiri dengan wajah geram terhadap orang yang ada di depannya saat ini. "Jika kau bukan pelakunya, seharusnya kau tidak usah takut. Jika kau bukan pelakunya, seharusnya kau membantu kami semua mencari tau siapa pelaku sebenarnya." Sambung Suho.
"Berikan aku satu kesempatan, hyung." Chanyeol mencoba menghentikan getaran pada bahunya.
"Kesempatan apa?" Suho sudah cukup emosi dengan Chanyeol dan sekarang dia tidak mengerti apa yang diinginkan anak ini.
"Berikan aku kesempatan untuk membantu kalian. Berikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku bukanlah orang yang menyembunyikan Sehun. Aku yang akan memecahkan clue kedua malam ini. Sendirian." Chanyeol menatap Suho dengan mantap dan penuh kepastian.
.
.
####### T B C #######
Mengecewakan? Sorry.
Kurang greget? Sorry.
Banyak typo? Sorry.
Kurang panjang? Sorry.
Nggak jelas? Sorry.
Di chapter ini mereka nggak ada yang memecahkan(?) clue dan sebagainya, jadi mungkin agak membosankan, tapi author janji di chapter depan ada scene yang lebih menarik.
Mungkin ada yang bingung kenapa ff author ini nggak ada pake bahasa korea sama sekali. Author sebenernya bisa, kalau author mau. Tapi sayangnya, kadang-kadang author ngerasa aneh plus risih kalo ngebaca ff yang pake bahasa Korea hanya "yoboseyo", "ne", "wae", "mwo", etc. Hehe/?
Ada juga yang nanya ini ff mystery atau nggak. Sebenernya kalo dibilang mystery kurang cocok juga sih. Soalnya ff ini nggak sekeren Sherlock Holmes atau yang lain. Author cuma bikin ff ini karena tiba-tiba idenya muncul di otak author/?
ff ini banyak terinspirasi dari variety show Korea, Running Man.
Oh iya, ff ini pairnya nggak terlalu menonjol. Jadi author minta maaf kalo ada yang ngerasa kecewa karena momen pairnya gitu-gitu aja. Sehun kan diculik, gimana mau bikin momen /?
Tambahan lagi, author makasih banget soalnya tanggapan ff ini cukup baik. Yah, setidaknya ff ini ff dengan tanggapan paling baik diantara ff-ff author sebelumnya. Author jadi makin semangat hehe/?
Siders nggak diterima. Bash nggak diterima.
Review ya, demi kemajuan ini ff juga. Kritik boleh, saran boleh, mengada-ada buat chap selanjutnya juga boleh/?
Makasih yang udah baca walaupun nggak tertarik buat follow.
Makasih yang review.
Makasih juga yang follow.
Makasih banget buat yang fav.
**BALASAN REVIEW**
Summersehun : Oke, ini udah dilanjutin :) Thanks reviewnya.
LEE HYUKJAE : OKE GUE LANJUT. INI UDAH DI UPDATE. IYA NGGAK SETENGAH-SETENGAH. IYA GUE TAU INI ITA. THANKS REVIEWNYA.
Oxbv : ini udah di update :) untuk updatenya sekitar seminggu sekali ya :) Thanks reviewnya.
Auliyaazti: udah dilanjut nih :) semoga puas/? :) Thanks reviewnya.
.
.
**SEE YOU NEXT CHAPTER**
