Note : nc ga hot , tapi.. kalau mau request yang hot.. bisa di atur tinggal review saja wakakaka. Salam hangat tercinta dari kidt. Happy readiiing all!
Jongin merasakan terik matahari yang menyeruak masuk melalui kelopak matanya. Dengan perlahan membuka matanya. Kaki nya terasa berat.
"Selamat hari pernikahan kita jongin" senyuman itu, senyuman yang jongin rindukan. Tatapan penuh cinta yang setiap hari ia terima. Kyungsoonya yang selalu menjadi yang pertama saat ia membuka mata. Kyungsoonya yang akan membanguninya dengan menindihnya.
Perlahan jongin mengarahkan tangannya kewajah kyungsoo. Membelainya lembut. Matanya mulai merah dan berair. Jika ini mimpi, ia tidak ingin bangun selamanya.
"Ada apa jongin? Apakah ada yang salah? Kenapa kau menangis ?Katakan padaku.." Wajah khawatir kyungsoo yang selalu ia dapatkan jika mengalami hal buruk. Kyungsoo menghapus air mata suaminya dengan ibu jarinya.
Jongin menggelengkan kepalanya lalu tersenyum. Menggenggam tangan kyungsoo sekejap lalu memeluk tubuhnya dengan protektif. Tubuh jongin bergetar menahan tangisnya.
"Jongin..." kyungsoo melepaskan pelukannya lalu menatap lekat wajah jongin. Kyungsoo ikut menangis karena jongin.
"Aku tahu kau pasti lapar karena semalam aku.. aku lupa menyiapkan makan malam... mianhae jongin..." kyungsoo menunduk lalu menghapus air matanya yang mulai berjatuhan.
"Aniyo.. aku.. aku hanya bahagia memiliki istri yang sempurna sepertimu.. yang telah memberiku seorang anak yang sangat tampan.." Kyungsoo lalu mengangkat kepalanya. Matanya sembab, pipinya memerah. Kyungsoo lalu mengecup bibir suaminya lalu langsung beranjak pergi.
"Kyungsoo ! Kyungsoo!" Jongin beranjak dari tempat tidurnya. ia tiba tiba teringat apa yang sebelumnya terjadi. Lalu ia melirik ke arah jam kalender digitalnya dimeja samping ranjangnya.
[13-01-13-07.15]
jongin tertegun. 'Bukankah tadi malam...oh terimakasih banyak zeus..'. Tapi ia takut semua ini masih mimpi. Lalu ia sedikit menampari pipinya sendiri.
"Appa... appa sedang apa..?" Terlihat anaklaki laki berumur 4tahun melihatinya dari ambang pintu.
"Uri jongsooie.. kemari nak.."jongin membuka tangannya, lalu jongsoo berlari kedalam pelukan appanya. Dipeluknya dengan erat anak satu satunya itu lalu menggendongnya.
"Jongsoo lapar ?" Jongin berjalan menuju dapur. Meletakan jongsoo di kursi makan khusus anak anak yang dibeli oleh kyungsoo.
"Nee. Neomu neomuu! Umma palliii" jongin mengacak rambut anaknya, lalu menyusul kyungsoo yang ada di dapur.
Memeluk kyungsoonya Posesif dari belakang.
"Apa yang akan kita lakukan hari ini hmm" jongin berbisik disamping telinga kyungsoo.
"Apa...? Mmm... Makan?" Jawab kyungsoo sambil mengangkat piring yang sudah berisi ayam goreng lalu tersenyum polos.
"Kkk ne, kita akan makan yang banyak " jongin mengacak rambut kyungsoo.
Kyungsoo, jongin dan jongsoo makan, dengan jongsoo yang memimpin doa lalu mereka makan diselangi tawa akibat ulah jongsoo.
Hari itu jongsoo akan dititip kan dirumah orang tua kyungsoo, jongin bilang ia dan kyungsoo ada urusan pekerjaan.
Setelah mereka mengatar jongsoo , mereka kembali ke rumah. Salahkan jongin yang memberi alasan yang tidak sebenarnya.
Padahal ini musim panas jelas pekerjaan diliburkan sementara. (kidt ngarang ._.v)
"Jonginnie .. kenapa berbohong kepada eomma..?" tanya kyungsoo sembari mengelus kepala jongin yang sedang tiduran di paha kyungsoo.
"Mengapa... umm karena ini hari pernikahan kita dan aku ingin berdua dengan mu" jawab jongin lancar.
"M-mwo.." kyungsoo menundukan kepalanya, menyembunyikan semburat merah yang sudah jelas terlihat oleh jongin karna ia sedang tiduran di paha kyungsoo.
Jongin tidak tahan. Ia merasa beruntung sekali punya istri yang seimut ini. Jongin lalu merapihkan rambut kyungsoo, membuat wajah kyungsoo semakin jelas terlihat. Lalu mecubit pipi kyungsoo dengan gemas.
"Appo .." omong kyungsoo.
"Oh.. Mianhae.. aku akan mengobatinya." Lalu jongin duduk dan memberi kecupan di pipi kyungsoo.
Pipi kyungsoo kembali berwarna semerah tomat. Ia menggigit bibir bawahnya (kebiasaan kyungsoo). Jongin melihatnya. Dimata jongin itu menjadi ekspresi sensual yang dibuat oleh kyungsoo.
"Jangan digigit seperti itu baby.. nanti berda...rah.. sudah aku bilang.." jongin lalu menyesap bibir kyungsoo, berniat untuk menghilangkan darah akibat gigitan kyungsoo sendiri.
Tapi tautan itu menjadi semakin panas. Tangan jongin mulai bergerak memasuki baju kyungsoo. Menjelajahi lekuk sempurna milik istrinya.
Dibalasnya perlakuan jongin dengan desahan namanya. Membuat banyak tanda biru disana. lumatan jongin turun menuju 2 gundukan milik kyungsoo.
Tidak lupa menyelipkan tangan nya kebagian paha dalam kyungsoo. Memberikan sentuhan yang membuat kyungsoo semakin memanas. Membuat kyungsoo semakin mendongakan kepalanya dan mendesah keenakan.
Jongin yang semakin tidak tahan, dan merasa milik nya semakin mengeras , langsung mengeluarkan kejantanan nya dan berniat untuk langsung melesakan kejantanan nya tanpa pemanasan dahulu. Tiba tiba jongin mengingat kejadian yang dialaminya.
-flashback on-
Dengan tidak sabaran jongin memasukan milik nya kedalam liang kyungsoo dalam sekali hentak.
"Akhh! Jongin appo.." dengan kasar jongin menggenjot miliknya membuat decitan yg semakin kecang pada ranjang mereka.
"Pelanh.. jonginniehh..eungh.." persetan dengan setan dalam tubuh jongin yang menulikan pendengarannya.
"Rasakan ini kyung ahh" jongin mengubah posisi mereka dan langsung melesakan kembali miliknya. Menarik pinggang kyungsoo dengan tempo cepat.
Terus mengganti posisi mereka , melesakan milik jongin, dan menggenjotnya dengan brutal.
"Jongin aku lelah.. akhh ini yang terakhirhh eungh.."
"Jonginh.. aku bilang ahh ini yang..terakhir ouh.."
"Jonginhh.. akuhh mohon berhentihh.. "
"Jongin ahhh"
Kegiatan itu berhenti karena kyungsoo kehilangan kesadarannya saat itu. Jongin membelalakan matanya inia sudah subuh padahal ia memulainya dari kemarin siang.
Dengan sigap jongin langsung merapihkan penampilan jongin dan kyungsoo lalu pergi ke rumah lay (istri suho yang mempunyai klinik dirumahnya) untuk diobati.
-flashback off-
"J..jongin.. kau kenapa..? Apakah kau sakit? Kita bisa menghentikan ini.." kyungsoo membelai pipi jongin dengan khawatir.
"Aniyo.. kyung.. aku janji aku akan bermain dengan lembut" balas jongin dengan senyuman dan kecupan di dahi kyungsoo sembari melanjutkan aktivitas mereka dengan lembut dan manis.
Cukup 3 ronde kyungsoo sudah tampak kelelahan. Akhirnya jongin mengeluarkan miliknya dan memeluk kyungsoo bersiap untuk istirahat sejenak.
"Jonginnie.. kita akan jemput jongsoo jam berapa?" tanya kyungsoo. Jongin Melihat jam yang ada disamping ranjang mereka. Mengatur alarm.
"Sekarang jam 5, kita akan jemput jongsoo satu jam lagi setelah kita istirahat"
Kyungsoo hanya membalas dengan anggukan lalu tertidur dalam dekapan suaminya.
Jam 6 mereka terbangun , lalu membersihkan diri dan tidak lupa untuk mengganti sprei ranjang mereka.
Mereka berangkat lalu makan malam dengan masakan yang dibuat kyungsoo dan eommanya. Setelah itu pulang , tapi jongin mengarahkan mobil nya ke sebuah pasar malam lalu sekedar menghabiskan waktu dengan keluarga berhubung ini masih hari spesial.
Sesaat sampai dirumah , jongsoo langsung tertidur pulas. Mungkin karena kelelahan. Lalu seperti biasa kaisoo akan tidur diranjang indah mereka dengan jongin yang memeluk badan kyungsoo protektif, dan kyungsoo bersandar di dada jongin.
Nafas kyungsoo sudah teratur. Itu tandanya ia sudah tertidur. Berbeda dengan jongin yang tidak bisa tidur. Apakah ia resmi keluar dari exo? Apakah teman temannya tidak akan mengingatnya lagi? Tapi kalau memang benar ia keluar , harus nya memori tentang exo akan hilang. Bahkan ia masih mengingat bagaimana chanyeol suho sehun kris chen membantunya.
Perlahan jongin melepaskan pelukannya dari kyungsoo. Menyelimuti nya , berganti baju lalu keluar rumah. Menuju rumah chanyeol yang hanya beda komplek saja.
Jongin termenung didepan rumah chanyeol. Sempat ada keraguan memasuki halaman chanyeol. Tapi ia yakinkan kepada dirinya sendiri, niatnya hanya untuk memastikan apa yang terjadi.
Lalu ia melangkahkan kaki nya, memasuki halaman chanyeol. Dengan sedikit keraguan ia memencet bel rumah chanyeol. Satu kali, dua kali, tiga kali, masih belum ada jawaban.
Sekali lagi ia memencet dengan yakin. Terlihat lampu kamar chanyeol menyala. Jongin tersenyum. Lalu ia menunggu sampai ada yang membukanya. Sedikit lebih lama dari yang ia bayangkan, Karena jongin tau sekali jarak kamar chanyeol ke pintu depan tidak akan memakan waktu selama ini.
Akhirnya terdengar suara kunci yang sedang diputar. Jongin mulai merasakan jantungnya berdebar. Pintu itu terbuka. Jongin termenung, itu bukan chanyeol.
TBC
A/n
Yaaaa chap 2 selesai, pertanyaan sebelumnya sudah terjawabnee pada nyariin jongsoo ^_^ , masih minta maaf yaaa buat typos, segala kekurangan, ketidak sesuaian bahasa, ganyambung, aneh , danlain lainn.
Terimah kasih yaa buat readers yang udah nyempetin baca.
Terimah kasih juga buat yang review. Sedikit apapun kata / saran / kritik anda itu berharga buat kidt thankseuu~~~
