Note : yang tanya kyungsoo meninggal nya kenapa.. jawabannya karena itu memang sudah takdir dan jalannya kyungsoo.

Happy read all!

*JONGIN POV*

Dia bukan chanyeol. Apakah benar aku sudah keluar dari exo ? Dimana mereka sekarang? Apa hanya chanyeol yang pindah ? Atau mereka akan dipindah tugas di urium? (planet) atau venus ? Mars ? Agh.

Pikiranku berkecamuk, lalu aku memutuskan untuk melihat orang yang ada dihadapanku. Rambut nya panjang.. berarti ia perempuan. Ia memakai baju asal asalan. Bahkan separuh mukanya tertutupi oleh rambutnya sendiri. Dan.. ugh bau apa ini? Apakah ia habis bercinta ? Memuakkan. Aku memundurkan badanku.

"Kau siapa ?" Tanya nya dengan mata yang belum terbuka. Apakah dia gila? Bagaimana jika aku orang jahat ? Dia tidak akan sadar jika aku memasuki rumahnya.

"Oh, aku salah alamat maaf." Ucapku langsung. Meskipun sudah mundur beberapa langkah , baunya masih saja menyeruak masuk kedalam hidungku.

"Ck. Kau mengganggu saja." Jawabnya sambil sedikit membanting pintu. Aku pun berjalan keluar pagar. Kulihat lampu kamar nya kembali mati.

Lalu aku melihat jam besar dari sebuah apartemen. sebaiknya aku pulang saja. mungkin akan kulanjutkan besok.

*NORMAL POV*

[10-02-14-10.00]

"Jongin, kemana rencana mu hari ini?" Tanya kyungsoo di meja makan. Masih sambil menghabiskan sarapan mereka.

"Mmm. Hari ini aku ingin menemui temanku." Jawab jongin.

"Siapa dia..? Apakah penting ?" Tanya kyungsoo lagi.

"Rekan bisnisku. Bisa dibilang begitu , wae kyungsoo?" 'Maaf kyungie aku tidak mungkin mengatakan kalau aku akan kerumah kris lalu anak anak yang'

"Sebenarnya.. hari ini jongsoo akan mengikuti pentas drama.. apakah kau bisa hadir ? Kumohon jongin.." kyungsoo mulai mengeluarkan jurus andalannya -puppy eyes + pout-

1 detik.. 2 detik.. 3 detik.. Bingoo! Jongin memang tidak akan kuat menahan jurus kyungsoo. "Baiklah..."

"Yee gomawo jonginniee.., datanglah demi anak kita ne.." suara kyungsoo melembut, lalu ia mengelus tangan suaminya sambil tersenyum.

"Ne , akan ku usahakan demi keluarga ku. Kkk, dimana jongsoo? Apakah ia tidak sarapan?" jawab jongin sambil mengacak surai lembut kyungsoo.

"Aku menyerah menyuruhnya makan. Dia sama keras kepalanya sepertimu. Dia sedang latihan keras untuk pentas pertamanya." Jelas kyungsoo

"apakah aku keras kepala? Tapi aku akan melembut jika bersamamu kyungie.." lalu jongin mendekatkan bibir nya untuk mencuri ciuman di pipi kyungsoo.

"Geotjimal! Aku mengenal mu jongin. Bahkan kau lebih memilih laporan mu dibanding makan malam.." kyungsoo mempoutkan bibirnya kesal.

"Kau seharusnya menawarkan dirimu dari pada makan malam..." pipi kyungsoo makin merona akibat ulah jongin.

Setelah makanan jongin habis, ia menuju kamar jongsoo untuk mengajak nya makan. Keras kepalanya bukan main, benar benar anak jongin. Dengan sedikit ancaman 'tidak akan hadir saat pentas' akhirnya jongsoo mau sarapan.

Mengingat waktu nya yang terbatas jongin mengendarai mobilnya menuju rumah kris. kemacetan yang terjadi membuat jongin mendecakan lidah nya berunglang kali.

.

Perlahan mobil depan mulai berjalan walau tidak selancar biasanya. Sebentar lagi jongin sampai di rumah kris.

Hp nya bergetar, ia mengecek, ternyata pesan dari kyungsoonya "jongin sayang. Jangan lupa datang nee. Kalau tidak , jongsoo yang akan menghukum mu kkk"

Dengan bergantian melihat jalan, lalu jongin membalas pesan istrinya itu "iyaa, tapi aku yakin hukuman dari jongsoo bukan lah semacam hukuman darimu untukku di ranjang seperti waktu itu, aigoo membayangkanmu saja sudah membuatku on kk" dan tidak ada balasan dari kyungsoo. Mungkin dia malu/?

.

Jongin menurunkan kaki nya dijalan samping rumah kris. Memasuki taman lalu memencet bel nya. Tidak lama pintu terbuka. Memperlihatkan sosok kris disana.

Jongin menahan dirinya untuk memeluk kris. Lalu jongin berkata "hai kris"

"Jongin?" Terlihat ekspresi muka kris sedikit kaget.

"Lama tidak bertemu , apa kabarmu black? Semenjak lulus kau tidak pernah ke rumahku lagi" lalu kris menjepit leher jongin di ketiaknya, sambil mengacak rambut junior nya waktu sma dan kuliah.

Kris melupakannya. Jadi benar ? Pahit. Kris melupakan saat ia menyadarkan jongin bahwa ia benar benar mencintai kyungsoo? Saat ia benar benar membantu jongin untuk mengembalikan kyungsoo?

"Black kau kenapa? Apakah ada yang salah ?" Tanya kris sambil melepaskan hempitannya. Black adalah ledekan jongin saat sma, dan semenjak bergabung di exo kris tidak pernah menyebutkan panggilan itu.

"Ah , tidak , aku harus pergi" ucap jongin sambil membalikan badan ingin pergi. Sebenarnya matanya sudah membentuk bendungan.

"Hey, kau buru buru sekali , mau kemana?" Kris menahan siku jongin.

"Anaku mengadakan pentas 1 jam lagi, dan perjalanan macet total. Aku buru buru." Jongin melepaskan tangan kris.

"Hh...Jongin... mampir lah sebentar lalu akan kubantu kau dengan kekuatanku.." jongin membalikan badannya.

"K..kekuatan apa?"

"Kau tau kekuatan ku jongin. Aku membantumu kemarin" jongin tersenyum lalu memeluk kris. Lagi lagi meneteskan air matanya. Bukan berarti namja harus menahan air mata mengharukan bukan ?.

"Ini yang tersisa , aku belum belanja bulanan." Kris meletakan sejenis soda dimeja.

"Gomawo." Ucap jongin

"Jadi.. bagaimana kyungsoo? Apakah dia sehat?" Tanya kris penasaran.

"ya, semuanya kembali normal. Mungkin kali ini aku tidak akan membuat kesalahan yang sama... ohiya, kemana tao ?"

"Ada di.. itu dia" kris menunjuk halaman belakang. Terlihat tao sedang menyiram tanaman dengan menggunakan topi nya.

"Kk jaga dia, jangan sampai kau mengalami hal yang sama seperti aku"

"Aku tahu. Apakah aku yang pertama yg kau temui setelah kejadian itu ?"

"Ya, aku rasa chanyeol akan melupakan ku, aku sempat mendatangi rumahnya dan yang membukakan pintu ternyata itu tetangga baru."

"Begitu ? mungkin... oya kau mendapat pesan dari uzi." Kris memberikan surat

"Ya, akan ku baca dirumah,kau berjanji akan mengantarku kan ?"

"Iya black." Lalu mereka menggunakan kekuatan kris untuk ke gedung pentas jongsoo. Setelahnya jongin menyuruh kris untuk pulang dan ia menoton pentas jongsoo di samping istri tercintanya. beda dengan tahun lalu, pada saat yang sama ia masih rapat dengan rekan bisnisnya.

Setelah pentas usai, jongin kyungsoo dan jongsoo ke restoran untuk makan dan lalu pulang karna lagi lagi waktu tidur jongsoo termakan.

Seperti kemaren malam , jongin akan keluar rumah saat kyungsoo sudah terlelap. Ia melangkah kan kakinya ke halaman rumah chanyeol (lagi). Seperti mengulang kejadian sebelumnya, namun kali ini jantung jongin tidak begitu berdebar.

Pintu terbuka, menampakan sesosok... ah.. ternyata masih sama seperti yang kemarin, penampilanya sama berantakan namun kali ini tidak ada bau sperma seperti kemarin, melainkan bau alkohol.

Ia membuka matanya, menatap ke arah jongin. "Kau siapa?" Tanyanya lantang.

"Aku.. aku tetangga mu. Apakah kau sudah lama tinggal disini ..?" Tanya jongin.

"Mwo? Untuk apa kau tau? Pergi sanah. Mengganggu saja." Usir nya lalu membanting pintunya, seperti kemarin.

Jongin menghembuskan nafas nya kasar, berjalan beberapa langkah menjauhi rumah chanyeol, sampai beberapa detik ia mengingat sesuatu. Ia berbalik lagi dan mengetuk pintu rumahnya.

Sosok itu keluar lagi, "sebenarnya apa masalah mu huh?" Tanya nya dengan kepala tertunduk akibat mabuk.

"Kau byun baekhyun?"

Yeoja itu lalu mengangkat kepalanya memandangi wajah jongin. "Aku tidak mengenalmu.. kau salah orang.. sudah aku mau tidur." Orang itu berbalik berniat menutup pintu.

"Tunggu. Agashi, kau yeoja chingu chanyeol kan?"

"Ada hubungan apa kau dengan chanyeol ku huh? Apa kau simpanan nya? Jadi menduakan ku dengan namja!? Aish lihat saja! Kau jangan berani mengetuk rumah ini lagi. Mulai sekarang kau dan chanyeol sudah tidak ada apa apa! "

Wanita itu membanting pintunya lagi.

Jongin mundur keluar.'jadi.. chanyeol tidak pindah ? Ohh terimakasih zeus , kenapa aku bisa lupa wajah baekhyun ? Kk keurae aku sedikit lega. Walaupun aku belum yakin dengan yang lain.'

Jongin membuka jaket nya, Saat tangannya menemukan sesuatu dikantung jaketnya. Ia mengeluarkan surat dari membukanya.

'Bagaimana kabarmu setelah mendapatkan kyungie mu kembali? Apakah kau puas ? Kk , kau mendapatkan salam dari zeus, ia bilang syarat kedua hanya untuk meyakinkan seberapa cintamu untuk kyungsoo, dan ternyata kau memilih kyungsoo dari pada exo ,Tak apa apa itu bagus. Tapi ia tak main main dengan kematian kedua kyungsoo. Jaga baik baik kyungsoo mu nak.' Surat itu berakhir.

Jongin lalu tersenyum , jadi ia masih menjadi anggota exo.. 'terimakasih banyak zeus..' ucap jogin dalam hati, lalu jongin meremukan kertas itu lalu menggulungnya dengan tissue dan ia buang ke tempat sampah. Khawatir kyungsoo nya melihat surat itu.

Lalu jongin kembali memposisikan tubuh nya untuk tidur. Dengan memeluk kyungsoonya.

Hari hari berikutnya mereka jalani dengan biasa, tapi mungkin kali ini jongin lebih mengutamakan hal hal yang ingin kyungsoo lakukan atau inginkan.

[13-02-2014]

Seperti biasa, kyungsoo akan membangunkan jongin dengan duduk di perut jongin, lalu akan menusuk nusuk pipi jongin dengan menggunakan telunjuknya yang kecil, atau menciumi pipinya , atau mencubit pipinya , atau apapun itu yang pasti selalu membuat jongin terbangun lalu tersenyum.

Jongin membuka matanya, tersenyum lalu memberi morning kiss kepada kyungsoo. Biasanya nya kyungsoo akan membangun kannya jam 5.30 untuk bekerja , namun kali ini saat ia melihat jam , sekarang menunjukan pukul 6.00.

"Apakah kau telat bangun sayang?" Tanya jongin dengan lembut sambil merapihkan rambut kyungsoo.

"Ani.. jongin .. apakah aku boleh meminta sesuatu..?" Kyungsoo menempatkan posisinya di samping jongin ,lalu memeluknya.

"Wae? Katakan saja"

"Tadi malam aku melihat liputan tentang sebuah kota di indonesia.. bisakah kita kesana?" Lalu kyungsoo mengambil remote tv membuka aplikasi youtube lalu mengetikkan "bali indonesia" memutar video dimana ada seorang reporter yang sedang menyebutkan apa saja keindahan dibali sambil menunjukan gambar gambar dari pemandangannya juga.

Setelah video itu berakhir , jongin melihati wajah kyungsoo, sekedar ingin tahu apa reaksinya. Kyungsoo menyadari itu , lalu kyungsoo berkata "aku.. ingin sekali ke tempat itu.. tempat itu sebenarnya salah satu dari kota yang ingin aku kunjungi sejak aku kuliah.. apakah.. boleh..?"

"Kyungsoo.. tau kan-"

"Jongin aku mohon.. kau lihat kan tadi bagaimana indahnya bali? Disana pantainya bagus bagus.. dan makanan nya enak.. ayolah jonginnie.. aku janji aku akan menggunakan tabungan ku untuk membeli tiket dan keperluan disana .. yayayaya" potong kyungsoo

"Kau kau akan membayarkan tiket ku dan jongsoo ? Dan oleh oleh yang akan kita beli ? Dan keperluan kita ? Kau yakinn? Tabungan mu akan habis kyungsoo..."

"... i..iya aku janji akan melakukannya asal kau menemaniku jonginnie.." kyungsoo menunduk, tidak berani menatap muka jongin.

"Kau yakin kyungie? Aku akan membeli oleh oleh untuk semua pegawai di kantorku.."

"... baiklah.. tapi.. bolehkah aku meminjam uang mu..? Seperti nya tabungan ku tidak akan cukup.." suara kyungsoo makin mengecil.

Jongin melihatnya semakin gemas. Lalu Ia mengacak pelan rambut kyungsoo, "geurae.. tapi akan menempati janji mu kan?" Gurau jongin.

Lalu kyungsoo menganggukan kepalanya dengan semangat. melepaskan pelukan jongin dan keluar kamar dengan gerakan riang.

'Seperti anak anak kk' jongin turun dari ranjangnya, mengarah ke kamar jongsoo yang ada di sebelah kamar jongin. Membangun kan jongsoo dengan lembut , seperti yang sudah diajarkan oleh kyungsoo.

Berbaring disamping jongsoo lalu bernyayi sambil mengecupi wajah nya. Jongsoo mengerang karena ada yang mengganggu tidurnya, lalu hanya membuka matanya.

"Ireona jongsoo. Kalau kau tidak mau telat sekolah.." jongin menarik kedua tangan jongsoo agar terduduk , setelah duduk lalu jongsoo berbaring lagi. Jongin melihat nya langsung menggelengkan kepalanya dan mengingat saat ia dulu kecil.

"Kita akan mandi bersama jongsoo" lalu jongin menggendong jongsoo ke ruang makan , menyuruh jongsoo meminum susu hangat nya sebelum mereka mandi.

Seperti biasa juga jongin akan mengantar jongsoo kesekolahnya dan meninggal kan kyungsoo dirumah untuk membuka usahanya dirumah (Rumah cupcakes)

Pukul 18.00 jongin sudah pulang dari kantornya, lebih awal karena hari ini tidak ada meeting. Alis jongin berkerut. Rumahnya gelap. Berarti kyungsoo tidak ada di rumah.

Jongin menghidupkan ponsel nya. Lalu ada 1 pesan dari kyungsoo "aku pergi kesuatu tempat bersama jongsoo, kunci kutitipkan di chanyeol. Mungkin aku akan pulang sedikit larut, mian baru memberi tahu,siapa suruh ponsel mu mati !

Hehe saranghae dari jongsoo dan aku ❤"

Lalu ia mengarahkan kaki nya ke rumah chanyeol sambil melihat hpnya,ternyata ada 16 misscall dari kyungsoo dan 3 lainnya dari orang lain (client mungkin)

Mengetuk pintu chanyeol dengan senyum yang merekah. Kali ini chanyeol yang membuka pintunya. Dipeluk sahabatnya itu. Dibalas tepukan pada punggung jongin.

Mereka memasuki rumah chanyeol. Membuat 2 coffe untuk dinikmati bersama dan berbincang apapun itu, karena memang biasanya setiap hari itu yang mereka lakukan.

Jongin lalu menceritakan soal baekhyun yang membukakan pintu dan sempat mengancam dirinya agar tidak ke rumah chanyeol lagi, juga menggoda apa yang telah mereka lakukan, chanyeol sedikit bersemu.

"Apakah baekhyun benar benar marah?" Tanya jongin

"Sebenarnya aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi ia tiba tiba memukuli tangan dan dadaku, saat aku bangun dan menanyakan alasan, ia masih tidak mau mengatakannya, tapi terimakasih jongin. Berkat mu baekhyun malam itu menghukumku dengan hukuman yang panas kk." Chanyeol mengatakannya sambil tertawa sendiri.

"Aish kalian ini, menikah saja belum , bagaimana kalau baekhyun hamil?" Jongin menggeleng gelengkan kepalanya.

"Lantas kami akan menikah jongin. Doakan yah.. hanya itu satu satu nya jalan agar baekhyun dan aku bisa cepat menikah. Selama ini ia masih ingin fokus dengan pekerjaannya. Menyebalkan" jongin hanya melihat sinis ke arah chanyeol.

"Apa ? Ya! Aku ini sunbae mu! Bagaimana bisa kau sok senior seperti itu hanya karena sudah menikah ? Huh? Bahkan memanggil hyung saja tidak." Chanyeol berdiri siap melayangkan serangannya, tapi jongin terlebih dahulu menghindar.

"Baiklah hyung, maafkan aku ne ... saranghae channie hyungg" jongin ber aegyo ria dan memberika love signnya, membuat lawan bicara nya mual.

Tidak terasa 2 jam sudah terlewat. Sekarang jongin sudah berada dirumahnya, tidak lama kyungsoo pulang bersama jongsoo. Tidak mengucap apapun , berbeda seperti biasanya. Jongin menunggunya di ruang tengah.

"Ehem" jongin pura pura terbatuk. Untuk mendapat perhatian kyungsoo setelah menidurkan jongsoo di kamarnya.

"Kau dari mana ? Apakah wajar istri meninggal kan rumah hingga selarut ini?" Nada yang keluar dari mulut jongin dingin.

"Mian joginnie.. aku .. dan jongso.. dari rumah halmeonni.." jawab kyungsoo sambil menundukan kepalanya.

"Benarkah ? Kau hanya mengunjungi rumah eomma?" Alis sebelah kanan jogin terangkat.

"N..ne.."

"Mengapa kau segugup itu kyungsoo ? Duduklah.." jongin menepuk sofa disampingnya. Kyungsoo lalu duduk masih sambil menundukan kepalanya.

"Apakah kau ingin bicara ?" Tanya jongin sambil mengarah kan pandangannya ke arah kyungsoo.

"Sebenarnya.. tadi aku membeli ini.. tapi.. aku salah menaiki bis dan baru menyadarinya setelah setengah perjalanan.. lalu bis yang mengarah sebaliknya tidak ada.. maafkan aku jonginnie .." kyungsoo mengeluarkan amplop dari tas nya lalu meletakkannya di meja.

"Apa ini?" Jogin mengambil amplop itu lalu membukanya. Ternyata isinya 3 tiket pesawat dengan tujuan bali.

"Kyungsoo.. kau membeli ini dengan tabungan mu..?" Tanya jongin.

"N..ne.. aku sangat ingin berangkat kesana .. aku sudah katakan kalau semua biaya serahkan saja padaku.." kyungsoo mulai mengangkat kepalanya menatap jongin.

"... aku hanya bercanda kyungsoo.. kau seharusnya tidak perlu melakukan ini.." jongin memeluk badan kyungsoo dengan lembut.

"Tapi aku kan sudah berjanji jongin.. lagi pula yang menginginkan liburan ini kan aku.. jadi aku yang akan bertanggung jawab atas semua biaya.."

"Lupakan janji itu sayang.. ne ? Cukup sampai sini janjimu.. terimakasih atas tiketnya kyungie.. lebih baik sekarang kita tidur hmm?" Jongin menciumi muka istrinya dengan penuh cinta.

Kyungsoo menutup matanya dan tertawa karena jongin melulai mengkelikitinya lagi. Jongin berhenti saat melihat muka kyungsoo yang entah malam ini jadi terlihat menggemaskan sekali /?

Merasa tidak ada pergerakan, kyungsoo membuka matanya. Pandangan mereka bertemu. Jongin merapihkan rambut kyungsoo yang sempat menutupi wajahnya.

Melihat wajah kyungsoonya dari dekat membuat ia semakin merasa beruntung karena telah memiliki kyungsoo. Jadi jongin memutuskan untuk melihat kyungsoo nya semakin dekat, hingga membuat mata mereka tertutup karena bibir itu bertemu.

Kyungsoo mulai melenguh saat tangan jongin tiba tiba masuk meraba paha bagian dalamnya. Kyungsoo merapatkan kakinya, bukan berarti itu halangan bagi jongin. Jongin menurunkan ciumannya ke leher kyungso, membuat yang dimajakan mendongakan kepalanya.

"Aaaaaaaakk!" Suara teriakan membuat keduanya terhenti akan aktivitas mereka. Kyungsoo lalu mengeluarkan tangan jongin lalu berlari ke arah kamar jongsoo.

Jongin menghembuskan nafas nya frustasi. Melihat selangkangannya yang sudah menggembung, Ia butuh kyungsoo nya sekarang. Jongin lalu ikut memasuki kamar jongsoo.

"Apakah bermimpi buruk tentang pembunuhan halmeonni?" Tanya jongin kepada jongsoo yang ada di pelukan kyungsoo. Kyungsoo menajamkan tatapannya kepada jongin yang berbicara seenaknya. Ohh ayolah, jelas jongin mengetahuinya karena tahun sebelumnya jongsoo juga bermimpi buruk lalu mengambil perhatian kyungsoo dan menyebabkan jongin harus bermain solo.

Mendapat reaksi kyungsoo jongin memasang tampang mutados. Lalu melakukan gerakan phantom mengunci mulutnya lalu membuang kunci tersebut.

Kali ini jongin tidak boleh kalah dari jongsoo. Ia lalu menemukan akal untuk mengambil kyungsoonya. Tanduk kecil dan ekor panah nya mulai keluar dari diri jongin (bukan beneran).

"Jongsoo kemari appa akan menceritakan sesuatu.." jongin mendekati jongsoo lalu membuka tangannya, mengisyaratkan jongsoo untuk masuk ke pelukannya.

Kyungsoo sempat melarang dengan menjauhkan jongsoo dari tangan jongin.

"Ayolah kyungie.. aku akan membicarakan persoalan tentang lelaki.. jadi kau sebaiknya keluar.." kyungsoo mendengar nya sedikit berdecak kesal , memberikan tatapan tajam seolah berbicara 'awas jika membicarakan sesuatu yang membuat anakku menangis atau ketakutan!'

Jongin membalas tatapan kyungsoo santai seolah mengatakan 'tenang saja. Percaya padaku.'

Jongin menidurkan badannya di samping jongsoo. Menyelimutinya dan memberi tepukan pelan pada butty/? Jongsoo.

"Jongsoo, kau bermimpi buruk tentang halmeonni?" Tanya jongin pelan.

"Aniya appa.. jongsoo bermimpi umma mengalami pembunuhan.. lalu umma meninggal .. tapi ada yang menggali kuburannya lalu menculik badan eomma dan memakannya.." jongin sedikit terkejut dengan cerita jongsoo. Pada tahun lalu jongsoo bermimpi halmeonni yang mengalami itu semua, tapi tidak dengan menculik badan lalu memakannya.

Lalu jongin memeluk anaknya itu, memberikan ketenangan berkali kali lipat.

"Kau tidak usah takut jongsoo. Itu hanya mimpi ne..?"

"Tapi mengapa jongsoo melihatnya seperti nyata appa..?" Jongsoo mengeluarkan air matanya yang tadi sempat berhenti.

"Mimpi memang begitu kyungsoo. Jika itu terlihat nyata itu tandanya imajinasi mu itu tinggi dan itu bagus untukmu.. itu tandanya kau akan jadi anak pintar.." jongin mengelus kepala jongsoo.

"Kau tahu.. aku mempunyai rahasia yang bahkan eomma tidak tahu.. apakah kau ingin mengetahuinya?" Sambung jongin.

"Ne !" Jongsoo menganggukan kepalanya dengan semangat.

"Kau janji tidak akan memberitahunya kepada siaapun termasuk eomma?" jongin mengacungkan jati kelingkingnya.

"Ne jongsoo janjii, palli ceritakaaan" jongsoo mengaitkan jari kelingkingnya.

"Baiklah.. sebenarnya saat aku masih kecil seumurmu sekarang.. aku juga mengalami hal yang sama seperti mu... tapi aku menangis lebih kencang dari pada kau.. ini sebenarnya memalukan. Tapi apa yang kudapat ..? Saat aku beranjak membesar aku bermimpi tentang malam yang mengesankan bersama seseorang yang kucintai."

"Apakah orang itu eomma? Apa yang mengesankan appa?"

"Anii. Saat itu aku masih remaja dan aku belum bertemu dengan eomma mu.. , mengesankan karena.. malam itu kau menghabiskan waktu untuk... memainkan semua permainan di dalam gamezone.." nice jongin! pernyataan yang tepat untuk anak kecil.

"Gamezone ? Apakah kartu nya unlimited ? Dan hanya ada appa dan orang itu disana?" Tanya jongsoo penasaran.

"Iya jongsoo. Apakah kau ingin memimpikannya juga..?" Dijawab dengan anggukan semangat dari jongsoo.

"Baiklah.. caranya adalahh sebelum tidur kau harus sikat gigi lalu berdoa dan meminta kepada zeus mimpi apa yang kau inginkan ne ..? "

"Apakah itu akan berhasil..?" Mata jongsoo membulat. Semakin mirip dengan eommanya.

"Ne .. asalkan kau yakin pada dirimu.. agar itu terjadi.. sebaiknya sekarang kau tidur dan menjalankan apa yang sudah apaa katakan nee? "

"Ne appaa tadi aku sudah sikat gigi. Appa jeongmal saranghaeyoo" jongsoo mengecup pipi appa nya. Lalu memposisikan posisinya untuk tidur.

"Nado sayang.." lalu jongin mengecup kepala anaknya dan keluar menuju kamar nya dan kyungsoo.

'Sekarang saat nya aku dan kyungsoo' batin jongin sambil tersenyum nakal.

Senyuman jongin memudar. Melihat istrinya sudah terlelap dengan nyenyak. Jongin terdiam di tempatnya 'gagaaal gagaal' batin jongin dengan wajah nya yang frustasi.

Sebenarnya milik jongin belum tertidur karena saat bersama jongsoo ia memikirkan kyungsoo. Dengan gerakan lemas letih lesu /? Jongin berjalan ke kamar mandi yang ada dikamarnya dan mulai bermain solo.

"Kyungsoo ahh hisapp"

"Nggh"

"Faster kyungsoo ahh"

Akhirnya nafsu nya tertuntaskan /?. membersihkan dirinya menggunakan tissue lalu mencuci tangannya. Keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega.

Melangkahkan kakinya ke ranjang mereka. Belum sadar kyungsoo terduduk dan memandanginya. Saat membuka matanya karena ingin menaiki kasurnya jongin kaget dengan tatapan kyungsoo.

"Aigoo kyungsoo kau megagetkan ku tahu? Tatapan mu seperti hantu!" Jongin mengelus dadanya sendiri.

"Aku terbangun karena suaramu jongin. Tadi kau memanggil ku"

.

.

.

.

TBC

A/n chap ini gajelas... T-T otokhae.. maafkan kidt ya chap ini garing.. tapi kidt janjii next chap kidt akan berusaha lebih keras nee ! Annyeongg!

Makasih yang udah mau review/fav/follow walaupun sedikit tapi berharga banget..

Makasih readers yang udah mau baca cerita kidt. Salam cintaaa hehe