Title : I Love You Full

Cast : MoriyamaXIzuki, Kasamatsu, Hayakawa, Kobori, Takao, Midorima

Genre : Humor/Drama

Desclaimer : they are belong to Fujimaki Tadatoshi. But this story, it's mine.

WARNING : ABSURD, OOC, TYPO (s), IDE MAINSTREAM, CERITA TIDAK JELAS, NGAWUR KEMANA-MANA, CAMKAN INI HUMOR GAGAL!

Hati-hati dengan bahasa yang digunakan. Sangat tidak baku, dan mungkin bisa membuat orang sakit perut.

.

.

Chapter 2

"Oi! Moriyama! Kamu dari mana aja?!"

Kasamatsu memandang Moriyama dengan jengkel.

"Mancing"

Hanya satu kata.

"Kau,-"

"jangan ganggu aku"

"SIALAN KAU MORIYAMA!"

"Moriyama-senpai! Pasti abis bakar-bakar ikan ya? Hidoi-ssu! senpai gak ngajak kita!"

"berisik!"

Dengan gaya yang sok cool, Moriyama melintas begitu saja di hadapan mereka sambil bersenandung, sekarang sudah agak mendingan biasanya dia seperti mengaum.

Mereka yang melihatnya spontan berfikir "ada yang tidak beres!"

Mungkin karena kemarin dia hilang seharian, atau mungkin dia jadi korban pencucian otak. Entah yang mana yang benar. Mereka mengamati gerak gerik Moriyama yang benar-benar terlihat aneh. Dia langsung mandi, -biasanya dia mandi paling siang. Berdandanan rapi, semprot sana semprot sini sampai-sampai ruang kamar itu penuh bau sample minyak wangi yang dicobanya, bahkan Hayakawa berani bertaruh mencium bau obat penggusir serangga berbau lavender menguar dari ruangan itu.

"Moriyama teme! Akan ku bunuh kau! Sialan! Beraninya kau bersikap seperti itu pada kapten"

Lambang persimpangan itu masih setia tercetak di kening sang kapten. Bahkan sekarang diiringi dengan kepalan tangan.

...

"hey.. a...apa di..di..a ti..dak pi...pi...pingsan di da..da..lam sa..na?"

"entahlah! Yang pasti malam ini kurasa aku tidak mau tidur di kamar. Aku tidak mau mati keracunan"

"kalian bersikaplah seperti biasa, jangan terlalu dipikirkan, biarkan saja dia"

Semua melirik sinis pada Kasamatsu, kalimat otomatis yang terlampir di otak mereka "bukannya kau yang bersikap tidak biasa?".

"kenapa?"

"E..eh! tidak ada apa-apa-ssu!"

ooOOOoo

Waktu terasa begitu cepat untuk Moriyama, tidak terasa waktu berdandan ala pangeran-pangeranannya ternyata sudah menghabiskan berjam-jam, sampai hanya tersisa satu jam lagi sebelum waktu yang ditentukan untuk bertemu dengan Izuki.

"mungkinkah ini yang namanya cinta... Zuki... aku benar-benar rindu padamu... aku tau kamu itu laki-laki. Tapi aku tetep suka sama kamu, soalnya kamu imut" (Lho? Jadi alasan dia suka itu karena... -_-)

...

"Zuki..."

"eh akang maaf, lama ya nunggu Zuki"

"gak apa-apa, aku juga baru dateng kok" –padahal dia dateng satu jam lalu.

"tadi Zuki disuruh nyeseuh (nyuci baju) dulu sama Umi"

"Zuki, kamu tau tempat yang bagus gak di Bandung?"

"apa ya... bentar coba Zuki inget-inget dulu"

Izuki memasang pose sedang berfikir.

"gak salah pilih aku, si Zuki sangat kawaii. Jadi gereget liatnya. Zuki pengen aku cium gak?" bicara dalam hati.

"Oh! Zuki inget kata si Kazu, malem ini teh ada pasar malem di lapangan deket sekolahan Zuki. Mau kesana gak kang?"

"ayo. Asalkan sama Zuki mah, aku seneng. Kemana aja boleh"

"ari si akang. Kan akang yang ngajak jalan-jalan. Kenapa jadi gimana Zuki ya?"

"aku kurang tau daerah sini. Jadi mending Zuki yang milih mau kemana"

ooOOOoo

"iih! Aya borondong (pop corn)!"

"Izuki mau? Kalau mau aku beliin"

"Cuma beliin kang? Kirain mau sekalian bayarin"

"ma..maksudnya dua-duanya, aku bayarin"

...

"Zuki! Kesana yuk! Yang main lempar-lempar gelang"

"hayu!"

...

Mereka tiba di sebuah kedai permainan lempar gelang. Jika gelang itu berhasil menyangkut di kayu tepat di mana ada hadiah, maka yang melemparnya berhak mendapatkan hadiah itu.

"Zuki mau hadiah yang mana?"

"emang akang bisa mainnya?"

"ya bisa atuh. Bilang aja Zuki maunya yang mana?"

"hmm.. yang mana ya.."

Pose berfikir lagi.

"kawaii..." dalam hati lagi.

"yang itu aja deh kang!" tunjuk Izuki.

"yang mana?"

"itu yang kayak tangkal palanding!"

"hah? Apaan?"

"yang kaya pohon petei"

"oh yang itu. Siap!"

Satu tiket hanya diberi 3 gelang.

"Zuki mau coba gak?"

"Boleh deh! Satu aja kang!"

Pluk!

"Yaaah! Gak nyangkut! Sok akang sekarang"

Pluk!

"yaah, akang gak masuk juga"

"tenang! Ada satu lagi, sekarang pasti masuk! Tadi tangan aku gemeteran, ada Zuki di sini jadi gerogi"

Pluk!

"Yeeeee, akang cool! ice shoot!"

Izuki tepuk tangan gaya anak-anak yang baru aja dibeliin mainan.

"makasih Zuki"

DEG!

"si akang... si akang ngartos banyolan Zuki? Nepi ka ngahaturkeun nuhun deuih"

Izuki blushing, akhirnya ada juga orang yang mengerti leluconnya. –padahal Moriyama cuma ngerti pas bilang "akang cool!".

"nih! Spesial buat Zuki"

"i..iya... makasih kang"

Romantis kan? Menerima pohon petei dengan wajah yang bersemu merah jambu.

ooOOOoo

Terakhir, mereka naik kincir raksasa. Tepat saat gerbong (?) yang mereka naiki ada di posisi atas. Kincir itu berhenti, memang disengaja, itu berhenti bergiliran. Mereka duduk berhadap-hadapan. Moriyama memandang ke luar jendela gerbong itu. Izuki awalnya memperhatikan tangkal palandingnya, tapi setelah itu beralih menatap Moriyama.

"DARRR!" –niatnya ngagetin, tapi Moriyama gak kaget.

"kenapa Zuki?"

"e..enggak, dari tadi akang kayak ngelamun. Kenapa kang? Lagi sakit?"

"enggak kok, cuma lagi seneng"

Izuki senyum sebentar, lalu kembali memperhatikan tangkal palandingnya. Sekarang Moriyama jadi memperhatikan Izuki yang asyik dengan pohon-pohonannya itu.

...

Izuki melirik Moriyama yang masih menatapnya.

"kenapa kang?"

"eng...enggak. Mata Zuki mirip elang yang tadi lewat!"

Jawaban spontan Moriyama karena kepergok sedang memandang Izuki.

"iih... akang teh dukun bukan? Kok bisa tau kalo Zuki punya mata elang?!"

Izuki berubah jadi antusias.

"a..ano..." –tadi Moriyama cuma asal ceplos kawan. Tak disangka itu membuatnya terjerumus dalam topik yang lebih sulit.

ooOOOoo

(info: ..- hari ke-3, main bareng Izuki ke pasar malem. Hari ke-4, pulang)

"akang udah mau pulang?"

"iya Zuki, aku bakal kangen kayanya sama kamu"

"Iya Zuki juga" –kapan lagi coba ada orang yang ngerti leluconnya Izuki? (pandangan Izuki)

"Zuki... aku boleh tau gak nama panjang kamu?"

"oh boleh! Nama saya teh Izuki Shun"

"namanya bagus! Hmmm, aku pengen minta sesuatu sama kamu?"

"apa kang?"

"boleh dong kasih tau aku nomor Zuki!"

"nomor apa kang?"

"nomor yang paling penting pokoknya"

"Oh itu! Nomornya 99737...-"

"tunggu! Itu nomor apa?"

"itu nomor NISN Zuki. Bentar lagi kan mau UN, datanya harus pake nomer NISN, temen Zuki aja ada yang bermasalah gara-gara lupa nomernya jadi ribet. Makanya Zuki mah harus hafal itu nomer teh! Penting pisan!"

Moriyama diam membatu.

Proses pemilihan nomor paling penting di otak Izuki:

Nomor sepatu, nomor rumah, nomor loker, nomor absen, nomor peserta, nomor NISN, nomor tabungan, nomor induk, nomor Ijazah SMP, nomor SKHUN SMP.

Setelah melalui proses filtrasi, akhirnya Izuki memutuskan bahwa nomor terpentingnya adalah nomor NISN, karena tanpa itu dia tidak bisa ikut UN.

"hmmm, Zuki, aku minta nomor HP, boleh?"

(note: silahkan baca kembali nomor-nomor di atas, apakah nomor HP masuk kategori penting untuk Izuki?)

"oh boleh, nih kang!" –ternyata lebih efektif to the point.

"MORIYAMA! AYO CEPAT KITA PULANG!"

Kasamatsu dari kejauhan melambaikan tangannya sambil berteriak.

"MORIYAMA-SENPAI ! AKU DIKASIH COKLAT SAMA FANS!" –gak membantu.

"Zuki... aku pulang dulu ya... jaga diri baik-baik. Nanti aku sms"

"iya hati-hati di jalan ya kang. Kapan-kapan main lagi ke sini"

"iya pasti, dadah Zuki... aku berangkat ya"

"iya"

ooOOOoo

Drrrt... drrrt...

*1 "aduh, nembe ge nepi ka bumi. Atos aya nu ngirim sms"

[yang namanya Izuki Shun, boleh dong aku di sun Izuki ;) #Moriyama] (sun= cium pipi (?))

*2 "eh si akang teh ngalucu sanes nya? Lamun dibalesna seseurian bisik sanes banyolan. Tapi da teu lucu atuh da kumaha" (anonim: lu juga sama aja Juk, garing -_-)

*3 "oh! Bales sapertos kieu we doang. Si Kazu ge sok mani sumeringah upami narima sms kieu ti si Hejo nepi ka ajrut-ajrutan. Boa mah si akang ge resepeun"

...

Di perjalanan... dalam mobil...

Drrrt... drrrt...

[ :* ]

"HUWAAAAAAAAAA... MMUACH :*, I LOVE YOU IZUKI!"

Bremm! Bremm! TIN! TIN!, Ckiiiiiit!

"Moriyama! Keluar!"

Kassamatsu menepikan mobilnya, menyuruh Moriyama keluar sambil memejamkan matanya.

"he.. he... he.."

"MORIYAMA TEME! KELUAR SANA!"

Tatapan Kasamatsu penuh kekesalan, sambil menendang Moriyama keluar. (*Moriyama duduk sebelah kursi kemudi yang ditempati Kasamatsu)

Bruggh!

Bremm! Bremm!

"Kasamatsu-senpai... apa tidak berlebihan meninggalkannya di sana?"

"diamlah Kise! Dia sudah terlalu menyebalkan. Kalau kau ikut-ikutan, kau juga akan kutendang!"

(Tanaka-san : Ho. Ho. Ho *numpang lewat)

"tidak... terima kasih, aku tidak tertarik... maafkan aku..."

Kise langsung bungkam.

ooOOOoo

"IZUKI! AISHITERU!,-"

Moriyama menggerakan tanggannya.

"- taksi!,-"

Bruggh!

"- Jakarta pak!"

Bremm! Bremm!

"ha ha ha... Zuki... I love you full!"

.

.

.

-THE END-


Bwahahahaha XD

ini fanfic absurd parah, ketawa aja bukan karena lucu tapi karena garing, kaya leluconya Izuki -_-

itu juga aku kepikiran nomor NISN haha, ide datang begitu saja kawan XDD


untuk sekedar tambahan translete sunda-indonesia

*1 (T/: "aduh, baru juga sampai ke rumah, sudah ada yang mengirim sms")

*2 (T/: "eh si akang ngelucu bukan ya? Kalau dibalasnya keketawaan takut bukan bercandaan. Tapi tidak lucu mau bagaimana juga")

*3 (T/: "oh! Dibalas seperti ini saja. Kazu juga suka sangat bahagia kalau menerima sms seperti ini dari si Hijau –read: Midorima- sampai loncat-loncat. Siapa tau si akang juga suka")


akhir kata "DOMO ARIGATOU GOZAIMASU!" ^_^

Mind to R n R?