Disclaimer: author hanya minjem TaoRis dan member lainnya tapi CERITA ini punya author! JANGAN PLAGIAT atau COPAS

Genre: humor & romance

Pair: TaoRis, member couple EXO, couple SuJu, and other member SM

Rating: bingung =w=v

WARNING: typo, OOC, Yaoi, alur gaje, gaya bahasa susah di mengerti.

Summary: Tao adalah salah satu member EXO boyband terkenal di dunia. Setelah memakan kue aneh, tiba-tiba tubuhnya menciut menjadi 10cm! Dan yang bisa mengembalikannya ke bentuk semula hanya ciuman dari Kris 'Apa yang terjadi sebenarnya?!'/Taoris, Kyumin, and other member SM/ OOC, Typo, humor-romance

.

.

.

Setelah itu suasana hening seketika. Mereka saling pandang. Mencerna baik-baik kalimat yang terdapat di dalam kertas tersebut

1 detik

2 detik

3 detik

"MWO?!" teriak mereka bersamaan saat sudah mencerna kalimat yang terdapat di kalimat tersebut

.

.

.

Chapter 2

Kris POV's

Aku menatapnya. Ya, kini di genggaman telapak tangan ku sudah terdapat seorang manusia yang tiba-tiba mengecil. Dia adalah Huang Zi Tao.

Aku melihat bibir merah marunnya yang menggoda dan terlihat sangat kecil di wujudnya yang seperti ini.

Sudah lama sekali sejak trainee aku menyukai namja cantik ini, ingin sekali aku mencicipi bibirnya yang menggoda imanku itu.

GLEK

Aku menelan ludah dengan susah payah. Isi kertas yang tadi aku baca terngiang di kepalaku. "Tao, ha-haruskah... A..ku menc-ium...mu?" tanya ku dengan nada pelan.

Aku melihat wajahnya merah merona, dia sekarang menunduk, mungkin malu? Entahlah..

"Gege.. Eummh... Baiklah kalau begitu, kau bisa mendapatkan first kiss ku.. Ge.." ucapnya terbata. What? First kiss katanya? Aku tidak salah dengar? Hello?

Aku terperangah mendengar pengakuan darinya. Ada rasa bangga karena aku lah orang yang pertama kali merebut first kiss-nya. Mendadak tubuhku seperti tersengat aliran listrik(?), aliran darahku mengalir lebih cepat, jantungku memompa lebih kencang, dan rasanya ada berjuta-juta kupu-kupu terbang bebas diperutku.

"Fir..first kiss?" tanyaku yang mulai sadar dari terpakuan-ku. Aku melihatnya. Wajah Tao yang semakin merah itu menundukan kepalanya, menyembunyikan rona merah tersebut sambil menganggukan pelan kepalanya, pertanda ia menjawab pertanyaanku.

Tao menundukkan kepalanya. Matanya sedari mencuri-curi pandang ke arah ku dengan malu-malu. Mulutnya juga sedikit di condongkan kedepan. 'Omo! Dia sangat imut! Aku tak tahan lagi untuk segera 'memakannya' hah~' batin ku tidak kuat melihat pemandangan namja cantik ini. Tolong! Aku sudah tidak kuat! *lambai2 ke arah kamera* #plak

Perlahan aku mulai mendekatkan wajahku ke depan wajahnya. Aku ingin merasakan betapa manisnya bibir Baby Panda-ku ini. Yah, walau bibirku terlihat besar untuk hanya mencium bibirnya. Sudah dapat dipastikan, wajahnya juga akan tercium dibibirku.

CHUP~

.

.

.

Tao POV's

Aku menunduk malu. Jantungku berdegup kencang dan kulihat wajah Kris mulai mendekat.

CHUP~

Satu ciuman dari bibirnya, bibirnya yang besar kini mengenai seluruh wajahku. Omo, aku bisa mati setelah ini karena jantungku mau copot rasanya.

BOW!

Asap-asap tidak jelas menutupi sebagian tubuhku dan Kris. Sepertinya aku telah kembali ke wujudku semula. Tapi kini posisinya parah bukan main!

Kini tubuhku tepat berada di bawah tubuh Kris. Ciuman kami belum terlepas sama sekali. "Heumm~" entah bagaimana lenguhan kecil itu keluar begitu saja dari sudut bibirku.

Kris memperdalam ciumannya, tidak ada niat untuk melepaskan ciuman ini. Dia menekan-nekan bibir bawahku dengan lidahnya dan menggigit kecil untuk meminta akses lebih. Aku yang tidak mengerti caranya berciuman hanya bisa mengikuti instingku saja.

Aku membuka mulutku, langsung saja Kris menerobos masuk kedalam. Ternyata Kris handal juga dalam hal seperti ini. Dia mulai menyapu goa hangat di dalam mulutku, mengabsen satu persatu gigi-gigiku dengan lidahnya. Tidak lupa Kris juga memancing lidahku untuk bermain dengan lidahnya.

"Ngeuhhh~" desahan itu kembali keluar dari bibirku. Sungguh, ini nikmat sekali. Aku berusaha mendorong lidah Kris keluar dari mulutku dengan lidahku. Perang lidah pun terjadi. Dan dapat dipastikan bahwa Kris menang telak.

Aku ingin menghentikannya. Tapi tubuhku terasa tidak bertenaga, entah setan apa yang merasuki tubuhku hingga diriku bisa menerima perlakuan Kris.

SREK

Samar-samar aku mendengar sesuatu. Langsung saja aku membuka mataku. Ternyata di pintu dapur sudah berdiri seseorang yaitu KyungSoo! Segera aku mendorong tubuh Kris. Tapi Kris malah menekan tengkuk-ku untuk memperdalam ciuman kami.

'Omo! Kris-ge! Lihat di belakang mu! Oh God!' batin ku berteriak memanggil Kris. Kris yang secara membelakangi pintu dapur, tidak bisa melihat KyungSoo.

"EHEM!"

.

.

.

Normal POV's

Suara deheman itu menginterupsi kegiatan ciuman yang mulai memanas. 'Sang tersangka' memberhentikan kegiatannya dan menoleh ke belakangnya.

"Kau apakan Tao-ah naga jelek?" Kim Joon Myeon atau yang biasa di kenal dengan Suho-yang mendehem- memandang kesal dengan adegan tadi.

Awalnya, KyungSoo datang ke dapur dengan belanjannya untuk mengisi di kulkas. Saat berada di ambang pintu, yang di lihatnya adalah adegan mesara tersebut sehingga kantong belanjanya terjatuh semua, berserahkan di lantai.

Suho yang bingung dengan tingkah KyungSoo mulai mendekatinya. Dan Suho melihatnya juga. Kondisinya tidak jauh beda dengan KyungSoo. Shock. Begitulah kejadiannya hingga Kris tertangkap basah telah mencium maknae EXO-M.

"Ada apa ini?" para member lainnya datang mendekat. Melihat ke arah 'tersangka' dan menatap kebingungan.

"Yah! Panggilan apaan itu Joon Myeon? Kau tau? Aku lebih tua dari mu!" yang di panggil naga jelek -Kris- tersinggung mendengar sebutan itu.

Posisi Kris dan Tao kini bukan lah tindih-tindahan(?) lagi. Mereka sudah berdiri, hanya saja Tao terus menundukan wajahnya atau memalingkan wajahnya dari para member lain karena dapat dipastikan, wajah Tao sudah seperti kepiting rebus. Sedangkan Kris, dia berjalan menuju Suho dan KyungSoo berniat pergi ke kamarnya.

"Kau mau kemana naga mesum eh?" tanya Suho, di sudut pelipisnya terdapat perempatan yang artinya dia sedang menahan emosi.

"Yak! Panggilan apa lagi yang kau buat Joon Myeon?! Aku ini tidak mesum! Panggil yang benar!" Kris tidak terima dikatai mesum.

"Tapi tadi kau seperti ingin 'memakan' Tao-ah naga mesum, dasar pabbo" Suho terus memanggil Kris dengan sebutan anehnya.

"Sekali lagi kau berkata yang tidak sopan.." Kris mendekati telinga Suho, "Lay-mu tidak akan selamat" bisik Kris padanya.

"Nah untuk itu, panggil aku hyung!" lanjut Kris menjauh dari telinga Suho. Para member menatap keduanya, bingung apa yang telah di bisik oleh Kris pada Suho.

Suho menatap geram Kris. Dan Kris juga membalasnya dengan wajah stoic. Dari mata mereka terlihat ada aliran listrik yang saling beradu. *Woy! Para leader! Tingkah kalian sungguh ke-anak2an! Image kalian ancur dah disini* #digorok readers

"Sudah-sudah, jangan debat lagi. Kembali ke kamar masing-masing dan beristirahat lah" Channyeol melerai ke dua leader itu dan membantu KyungSoo membereskan belanjaannya yang terjatuh.

Wah wah, tumben sekali kau Channyeol? Tiba-tiba jadi waras gitu. *plak

Suho dan Kris meninggal tempat kejadian, melangkahkan kaki ke kamar masing-masing. Tao berjalan keluar dari dapur. Atmosfir disana sedang menegangkan.

"Kau tidak apa-apa kan Tao?" KyungSoo menepuk bahu Tao saat Tao ingin melewatinya. "Ah... Ne.. Aku baik-baik saja KyungSoo, eum.. aku ke kamar dulu ne" jawab Tao gugup dan mempercepat langkahnya menuju kamarnya, maksudnya kamar Tao dan Kris. Karena dorm ini tidak terlalu besar, satu kamar harus di tempati oleh dua orang. Tapi tenang para reader, setiap kamar ada 2 tempat tidur kok jadi jangan berpikir yang macam-macam ya~ hahaha

"Tao kenapa?" Channyeol yang melihat percakapan KyungSoo dan Tao terlihat kebingungan.

"Tidak kenapa-napa." jawab KyungSoo datar. KyungSoo tidak ingin Channyeol tau tentang ciuman TaoRis tadi, hanya dia dan Suho yang melihat ciuman tersebut.

Channyeol yang tidak puas dengan jawaban KyungSoo hanya bisa mempout-kan bibirnya. Tapi sedetik kemudian, Channyeol tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. KyungSoo yang melihat itu menjadi sweatdroop dengan tingkah Channyeol yang mulai tidak waras. Ralat, maksudnya memang tidak waras.

.

.

.

Tao berjalan malas ke arah tempat tidurnya. Di hempaskan pantatnya ke ranjang. 'Kemana Kris-ge? Bukan kah tadi dia ke kamar?' batin Tao bertanya. Di lihatnya ke seluruh kamarnya. Kosong.

'Sudahlah, aku capek, mandi dulu lalu tidur' Tao beranjak dari kasurnya, mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi.

ZRET

Disaat Tao ingin masuk ke kamar mandi, pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka. Tao mematung. Didepannya, Kris berdiri dengan handuk yang di balut pada pinggangnya. Ternyata Kris habis mandi!

"Mian, soal ciuman gege tadi," ucap Kris menyesal. Suasana hening seketika, tidak ada respon dari pertanyaannya. Kris menghela napas berat. Tao memang tidak akan memaafkannya.

"Hah.. Kalau kau tidak mau memaafkan gege tidak apa-apa. Sekarang cepat mandi setelah itu istirahat lah, kau pasti lelah bukan?" Kris menepuk pundak Tao lalu berjalan melewatinya.

"Emm... Aku sudah memaafkan gege kok.. Jadi tak apa-apa karena kita akan sering melakukan hal itu," dengan susah payah Tao mengeluarkan suaranya. Jantungnya berdebar dengan kencang. Apa jangan-jangan Tao mulai menyukai Kris? Oh God, pemandang topless tadi itu bukannya sudah hal biasa bukan? Lagi pula mereka sama-sama pria kan?

"Kita akan sering melakukan hal itu?" Kris mengucapkan ulang kata-kata Tao yang ambigu tadi. Upss sepertinya Tao sudah salah ambil kosa kata nih. "Ah, maksudku ciuman. Ya sudah aku mandi dulu ge," dengan langkah cepat Tao menutup pintu kamar mandi. Wajahnya memerah sempurna, malu. 'Pabboya! Kata-kata mu tadi seperti ingin minta sesuatu lebih pada Kris-ge!' Tao merutuki dirinya sendiri saat di dalam kamar mandi.

.

.

.

Ke esokkan harinya. Para member EXO sedang latihan dance untuk menguasai gerakan-gerakan sulit dan memperdalam gerakan mereka.

"Tao-ah, gerakan mu itu salah. Bukan seperti itu, tapi begini" pelatih dance EXO mempraktekan gerakan di hadapan Tao. Tao melihatnya dengan seksama lalu mulai mengikuti gerakan tersebut.

Terdengar helaan napas dari pelatih dance EXO, "Tao lebih baik kau meminta pada Jung Yunho salah satu member TVSQ untuk mengajari mu gerakan tersebut. Dia sangat ahli dalam gerakan ini. Pasti kau dapat dengan cepat menguasai gerakan ini dengannya." pelatih dance EXO memberi saran pada Tao. Pasalnya sedari tadi Tao selalu melakukan gerakan yang salah dan sepertinya Tao terlalu sulit untuk memahami&melihat gerakan yang terlalu cepat dari pelatihnya itu?

"Mian Kim seongsaenim, saya mengecewakan ya? Hah... saya akan segera ke dorm TVSQ. Permisi, gomawo" ucap Tao dengan nada penyesalan karena gagal menguasai sebuah gerakan. Pelatih dance EXO hanya bisa memberikan semangat kepada maknae yang satu itu.

Tao berjalan keluar ruang latihan dengan lesu. Dia yang ahli dalam wushu bagaimana bisa gagal dalam menguasai gerakan? Sudah pasti jawabannya karna author yang ngebuat Tao seperti itu, huahaha *digorok*

"Hey Tao-ah, kau mau ke mana?" Sehun yang melihat Tao berjalan keluar dari ruangan segera mendekatinya.

"Ah, itu Sehunna aku akan ke dorm TVSQ" jawab Tao. Sehunna? Panggilan yang cukup dekat. Mereka memang dekat sejak trainee dimulai.

"Waeyo? Ada keperluan apa kau ke sana?" Sehun terlihat kebingungan. Untuk apa Tao pergi ke sana?

"Ah.. Itu tadi aku gagal menguasai gerakan lalu Kim seongsaenim menyuruhku untuk bertemu Jung Yunho agar dia membantuku menguasai gerakan itu" jelas Tao. Sehun yang mendengarnya merasa iba. Ini semua gara-gara author yang ngebuat Tao seperti ini *deathglare author* #author kabur

Setelah itu Tao berjalan keluar dari ruangan latihan dance. Dari kejauhan, Kris melihat percakapan tersebut. Melihat Tao dan Sehun sangat dekat. Ada rasa cemburu dan iri didalam diri Kris. Ingin sekali Kris memiliki Tao seutuhnya, bukan hanya bibirnya saja.

.

.

.

TOK TOK TOK

"Ne? Hah, kau Tao? Ada apa ke sini?" pintu dorm terbuka dan menampakkan sang pemilik. Jung Yunho.

"Sunbae, bisakah aku minta tolong sesuatu?" Tao merasa canggung berbicara dengan seorang Jung Yunho. Seorang sunbae yang benar-benar memiliki bakat hebat jauh melampauinya.

"Panggil hyung saja, minta tolong apa? Mungkin hyung bisa bantu" Yunho sempat berpikir bahwa pertolongannya ini pasti menyangkut tentang gerakan tarian atau vocal suara.

"Hyung, tolong ajarkan gerakkan tarian padaku" jawab Tao menatap mata Yunho. "Gerakannya ada di dalam sini" lanjut Tao seakan mengerti arti tatapan mata Yunho -tarian seperti apa?-

"Baiklah, masuk dulu ne. Hyung akan mengambil minum di dapur, kau mau minum apa Tao?" Yunho menyuruh Tao duduk di sofa ruang tamu.

"Terserah hyung saja" Tao duduk di sofa. Yunho telah pergi ke dapur, mengambil minum untuk mereka berdua.

Tao memandang ke seliling dorm. 'Sangat rapi' kata batin Tao melihat pemandangan barang-barang yang tertata rapi.

BOW

Tubuh Tao menciut kembali. 'Sial, tubuhku kembali di waktu yang tidak tepat' Tao menggerutu tidak jelas.

Tao berlari menuju sebuah ruangan yang pintunya tidak di tutup rapat saat dilihatnya Yunho kembali membawa minuman. Lari secepat mungkin agar Yunho tidak dapat melihatnya.

"Tao, ini minum..." kata-kata Yunho terputus. Tamu yang tadi duduk di sofa dormnya sekarang menghilang.

"Loh? Mungkin kah Tao pergi tanpa pamit?" Yunho mengangkat bahunya sendiri tanda dia juga tidak tahu.

.

.

.

Yunho POV's

Aku menghentikan langkah kaki ku menuju dapur. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dorm lagi. 'Hah, kali ini siapa lagi?' batinku mengumpat kesal karena tidak mendapat ketenangan sejak tadi.

"Yunnie~~" owh lihatlah siapa yang datang. Seketika raut masam ku berubah menjadi senang.

"Boo Jae? Omo! aku kangen sekali padamu~" aku memeluk Jaejoong -orang yang membuat wajahku menjadi senang- berdiri di hadapanku dan membawanya masuk ke dorm.

"Yunnie~ mianhae, aku baru sempat datang sekarang. Aku sibuk mengurus konser JYJ di sana-sini~" astaga! Boo Jae mengerucutkan bibirnya, memasang pose sedih yang menurutku sangat err.. Ingin 'memakannya!'

"Tidak apa-apa Boo, aku mengerti itu" aku memeluk tubuhnya. Menghirup aroma vanilla yang sudah lama tidak kuhirup itu. Dia membalas pelukan ku.

"Tapi kau harus dihukum Boo~" bisik ku sambil menjilat daun telinganya. Aku melepaskan pelukanku, melihat wajahnya yang kini merah merona.

"Ehm... Kalau begitu, hukumlah aku Yunnie..." jawabnya dengan malu-malu dan menundukan wajahnya yang semakin memerah. Aku yang mendengar persetujuannya hanya tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai mesum.

Langsung saja aku meraup bibir cherrynya itu. Melumatnya dan menggigitnya pelan, meminta akses lebih. Jaejoong yang mengerti membuka mulutnya. Aku tidak menyianyiakan kesempatan ini, aku menerobos masuk, mengabsen giginya satu persatu dan jangan lupa mengajak lidahnya untuk bermain.

"Hmmpphh~" entah saliva milik siapa keluar dari sudut bibir kami. Aku melepaskan ciuman kami dan membentuk benang saliva panjang. Ku lihat wajah Jae memerah dengan napas yang tersengal-sengal karena pasokan oksigen yang menipis saat ciuman tadi.

"Boo~ kau menggoda sekali" aku menggendongnya ala bridal style, menuju kamarku. Memulai kembali aktivitas yang sempat tertunda itu.

. . . . . . .

Normal POV's

"hahhhhh~ Yunnie" desahan demi desahan keluar dari mulut Jaejoong sesuai dengan irama dan sentuhan yang di berikan oleh Yunho. Yunho terus memainkan nipple Jaejoong yang sudah menegang itu. Mereka kini tengah full naked.

"Eungggghhhhh... Yunnie.." desahan Jaejoong semakin menjadi ketika juniornya diremas pelan oleh Yunho. Yunho menyeringai melihat Jaejoong menikmati permainannya ini. Yunho meremas kembali junior Jaejoong kemudian melumatnya.

"Kau menyukainya Boo?~" Yunho memainkan junior Jaejoong dengan lidahnya, mengurutnya menggunakan tangan dan menggigitnya secara bertahap. Jaejoong meremas seprai disampingnya, sungguh ini sangat memabukkan baginya. "Yunnie~, fas..hhhh... ter... jeballl.. ahhhh~" Jaejoong meracau tidak jelas.

Yunho mengemut junior itu bagaikan seorang anak yang tengah mengemut lolipop. Mengulumnya dan memasuk keluarkan junior itu di mulutnya dengan cepat juga terkadang lambat.

Jaejoong terus mendesah, memanggil nama Yunho dan meracau tidak jelas. Semua desahan itu sangat terdengar sexy di telinga Yunho, desahan yang sering membangkitkan libidonya.

Yunho mengocok junior itu di dalam mulutnya semakin cepat. Bisa dirasakannya junior itu berkedut seperti ingin memuntahkan sesuatu.

Jaejoong menggelinjang, merasakan tubuhnya akan mengeluarkan sesuatu dan juniornya berkedut hebat.

"Yunnie.. eunggghh—akh!" ibu jari Yunho menutup ujung junior Jaejoong. Menahannya agar cairan orgasme itu tidak keluar.

"Yunn...enngggg—jebaaallllll~" Jaejoong orgasme tertahankan. Ada yang ingin keluar dari tubuhnya tapi tertahan oleh ibu jari Yunho.

Yunho yang melihat ketidakberdayaan Jaejongg hanya dapat tersenyum puas. Kali ini Boo-nya benar-benar terisiksa oleh permainannya.

Jaejoong menghempaskan tubuhnya. "eummmpph—khhh!" Yunho menyambar bibir plum Jaejoong lalu memasukan junior miliknya yang sudah menegang ke dalam lubang milik Jaejoong.

Lagi-lagi teriakkannya tertahan oleh ciuman Yunho yang beringas hingga saliva mengalir deras dari sudut bibir Jaejoong.

"mmpphkk!" junior Yunho mendorong lebih dalam dan membuat sang empu -yang dimasukin- hanya bisa merasakan kenimakmatan luar biasa di tengah rasa sakit yang mendera(?).

"Hhhh... Uljima Boo... Hahh..." Yunho menjeda ciuman ganas yang dibuatnya. Memberi kesempatan untuknya dan Jaejoong mengambil oksigen.

"Sa...kitt.. Hhhh..." napas Jaejoong naik turun dan beberapa bulir air mata jatuh, kini junior Yunho sudah tertanam didalam. Yunho menghapus air mata itu, mengelus pipi Jaejoong dengan lembut, "Mian Boo... Aku lupa kalau kita jarang melakukannya." Yunho membisikan kata maaf berulang kali di telinga Jaejoong.

Jaejoong yang mulai stabil mengambil napas dalam-dalam. "Yunnie.. Bergeraklah..." ucap Jaejoong pelan.

Yunho tersenyum mendengar kata-kata Boo-nya. Yunho menggerakan bagian bawahnya pelan-pelan.

Jaejoong sedikit meringis saat Yunho mulai bergerak. Hentakan itu semakin cepat membuat Jaejoong mendesah nikmat. Rasa sakit diawal tadi berubah dengan kenimatan yang sulit dijelaskan.

"Yunnie... Haahhhhh... Eunggh~" desah Jaejoong nikmat.

"Boo, kau sempit sekali hahhhh~" Yunho menggenjot pinggulnya makin dalam mencari titik rangsang Jaejoong.

"Akh! Disanahhh.. Yunnie... Jeball!—khhh!" Jaejoong merasakan titik rangsangnya ditusuk oleh junior Yunho. Yunho tersenyum kemenangan. Dia lebih kencang menggenjot juniornya kedalam.

Jaejoong tidak sadar bahwa ia menghentakan tubuhnya berlawanan arah dengan Yunho untuk memperdalam tepat titik rangsangnya.

"Yunnie... Akhhhh... Jeball... Palli...hhh..." Jaejoong mendesah hebat, tubuhnya seperti melayang di atas awan.

"Owhhh... Boo~" Yunho membalas desahan Jaejoong dengan desahan juga. Dia mempercepat genjotan pada bagian bawahnya.

"Ahhhh.. Yunnie... Aku... Mau...hh..keluar..." Jaejoong menggelinjang hebat.

"Kita keluarkan sama-sama Boo..." Yunho semakin mempecepat tempo gerakannya.

"AAKKKHH!"

"EUNGGHHH!" Lenguhan panjang terdengar. Mereka mengeluarkan cairan cinta bersamaan.

Yunho yang sudah lelah langsung tidur disamping Jaejoong. Keringat dan napas yang tersengal-sengal merias wajah mereka.

"Gomawo Boo" ucap Yunho di sela-sela napasnya yang masih belum teratur.

"Cheonma, harusnya aku yang bilang seperti itu Yunnie, gomawo ne" jawab Jaejoong sambil sekilas mengecup bibir Yunho.

TING TONG

"Aishh, siapa lagi yang datang ke dorm? Apa mereka tidak tahu bahwa aku sangat lelah sekarang? Timmingnya tidak tepat beuh" umpatan kasar keluar dari mulut Yunho. Yunho kesal, acara tidur-tidurannya dengan Boo Jae-nya tertunda karena bunyi bel sialan itu. Dengan malas dia mencari baju yang dibuang sembarangan tempat, memakainya satu persatu.

"Boo, lebih baik kau beristirahat di sini. Biar aku yang buka pintunya. Jangan kemana-mana ne" Yunho mengecup kening Jaejoong lalu berjalan keluar kamar dengan penampilan yang menurutnya sudah oke.

.

.

.

Di sisi lain.

Tao POV's

Aku berlari menuju sebuah ruangan yang pintunya tidak tertutup rapat. Tubuhku mendadak menciut disaat yang tidak tepat.

"Mian Yunho hyung, aku pergi begitu saja" aku hampir menangis, bagaimana tidak? Pasti sesudah ini Yunho hyung tidak mau mengajariku menari gara-gara aku adalah hoobae yang tidak sopan.

Aku melihat ke sekitar ku. Ternyata aku berada di sebuah kamar. Aku menemukan lemari pakaian dengan pintu geser yang terbuka sedikit. Aku berlari ke lemari tersebut dan bersembunyi disana.

"Boo~" sepertinya ada yang masuk ke kamar. Aku mengintip sedikit dari balik pintu lemari.

Omo?! Bukannya itu Jaejoong hyung? Untuk apa dia ke SM? Dan parahnya mereka tengah melakukan french kiss!

"Mmmmppphh~" desahan terus keluar saat Yunho hyung menjamah tubuh Jaejoong hyung.

'Sial! Kenapa aku jadi ikut menegang seperti ini?' umpatku di dalam hati. Ku lihat bagian bawahku yang serasa sesak dan pengap.

Aku melihat ke dua insan yang sedang bercinta itu. Menonton secara live! Di balik pintu lemari ini. Desahan yang keluar membuat tubuhku tambah bergejolak.

'Astaga, tubuhku semakin horny' aku berjalan lebih dalam di lemari itu. Tidak kuat melihat lagi. Juniorku sudah benar-benar mengeras.

"Yunnie... Hahhhh... Eungghhh.." aku mencoba menutup telingaku rapat-rapat. Berusaha untuk tidak mendengar suara-suara bercinta tersebut.

Detik demi detik bergulir. Dua sejoli itu masih belum selesai melakukan percintaan mereka. Aku yang bersembunyi tetap menahan imanku. Wajahku mungkin semerah tomat sekarang, berandai jika aku yang melakukan hal itu bersama seseorang yang ku suka. Shit! Persetanan dengan pikiran ku ini.

Tiba-tiba terdengar lenguhan keras. Aku yang menutup telingaku menggunakan jari-jari tangan, mendengar lenguhan tersebut.

'Apa itu? Apa mereka sudah selesai?' aku mengintip keluar. Ternyata benar, mereka sudah mencapai klimaks.

Aku ingin keluar dari sini. Mengingat aku pergi dari tadi, pasti hyungdeul mencariku.

TING TONG

Beruntung! Ada yang menekan bel dorm DBSK. Aku mengintip-lagi- keluar. Melihat Yunho hyung yang mengumpat kasar dan memakai bajunya lalu keluar dari kamar. Sedangkan Jaejoong hyung hanya tidur di ranjang. Mungkin tak sanggup jalan lagi?

Dengan cepat aku ke arah pintu sebelum pintu kamar itu tertutup rapat. Untung semuanya tepat waktu. Aku mengikuti Yunho hyung ke pintu utama.

CKLEK

.

.

.

Normal POV's

CKLEK

Pintu dorm terbuka. Menampakkan 'sang pengganggu' kegiatan si empu dorm.

"Yunho hyung, kau lama sekali bukanya" sang pengganggu memasuki pintu dorm begitu saja.

"Ya! Kau magnae kurang ajar sekali! Kau mengganggu kegiatan hyung tau, Changminnie!" geram Yunho pada Changmin-sang pengganggu- yanng tengah duduk di sofa. Setelah itu pertengkaran dan adu mulut terjadi di antara Yunho&Changmin. Hal yang biasa sering terjadi.

Sementara di sisi lain...

Tao langsung melesat keluar saat Yunho membukakan pintu dorm. Berlari secepatnya, menghindari pandangan dari Yunho dan Changmin. Takut ketahuan oleh mereka dalam keadaan tubuh menciut seperti ini.

"Yeee! Berhasil keluar~" Tao jingkrak-jingkrak kesenangan. Kini dia berada jauh dari dorm DBSK.

GREP

Tao gugup seketika. Tiba-tiba saja tubuhnya yang mengecil di angkat seseorang dari belakang.

'A-apa—aku ketahuan dalam wujud seperti ini? Bagaiamana jika aku di jadikan bahan penelitian?! Dan—apa kata fans EXO nanti?! Huweeeeee.. ummaaaaa..' teriak Tao dalam hati. Keringat dingin becucuran keluar dari pelipisnya dan mulutnya sedari tadi komat kamit berdoa pada Tuhan agar dia tidak ketahuan bahwa dia adalah seorang manusia yang berubah menjadi kecil.

.

.

.

TBC

Bagaimana yang akan terjadi selanjutnya?

Apakah Tao ketahuan dalam wujudnya yang seperti itu?

Jangan kemana-kemana! Tetap di 10cm!

Eaa, Yoori balik lagi nih~ Mian lama banget updatenya (ToT) padahal disuruh update kilat :p

Soalnya minggu-minggu ini sibuk ngurus ujian-ujian di sekolah, ujian praktek, TO dan lain-lainnya *nangis2 gaje*

Oh ya, Yoori minta maaf lagi gara-gara dia chap ini gak da NCan TaoRis (T.T) adanya YunJae dan itu gak hot «gak bakat *dibunuh readers*

Lalu kalian mau nanya kenapa kue itu ada di dorm EXO? Jawabannya mudah sekali, karena Yoori sendiri yang taro di sono wkwk #plak XD

Untuk gimana caranya Tao bisa lepas dari 'kutukan' ini, Yoori juga belum tau mau gimana ceritanya. Yoori minta pendapat dan ide dari para readers ne!

Satu lagi, ternyata udah ada reader yang tau kalo Yoori ngambil ide ceritanya dari komik '7 cm' hehehehe.. Hebat! udah bisa nebak! *tepuk tangan*

Oke kalau begitu, Yoori pamit dulu~

Gomawo untuk yang udah ngereview!

Jangan lupa reviewnya! No sider!

#bow

Jeongmal Gomawo~

REVIEW!

-Huang Yoori-