Disclaimer: author hanya minjem TaoRis dan member lainnya tapi CERITA ini punya author! JANGAN PLAGIAT atau COPAS
Genre: humor & romance
Pair: TaoRis, member couple EXO, couple DBSK, SuJu and other member SM
Rating: bingung =w=v
WARNING: typo, OOC, Yaoi, alur gaje, gaya bahasa susah di mengerti.
Summary: Tao adalah salah satu member EXO boyband terkenal di dunia. Setelah memakan kue aneh, tiba-tiba tubuhnya menciut menjadi 10cm! Dan yang bisa mengembalikannya ke bentuk semula hanya ciuman dari Kris 'Apa yang terjadi sebenarnya?!'/Taoris, Kyumin, and other member SM/ OOC, Typo, humor-romance.
.
.
.
Sementara di sisi lain...
Tao langsung melesat keluar saat Yunho membukakan pintu dorm. Berlari secepatnya, menghindari pandangan dari Yunho dan Changmin. Takut ketahuan oleh mereka dalam keadaan tubuh menciut seperti ini.
"Yeee! Berhasil keluar~" Tao jingkrak-jingkrak kesenangan. Kini dia berada jauh dari dorm DBSK.
GREP
Tao gugup seketika. Tiba-tiba saja tubuhnya yang mengecil di angkat seseorang dari belakang.
'A-apa—aku ketahuan dalam wujud seperti ini? Bagaiamana jika aku di jadikan bahan penelitian?! Dan—apa kata fans EXO nanti?! Huweeeeee.. ummaaaaa..' teriak Tao dalam hati. Keringat dingin becucuran keluar dari pelipisnya dan mulutnya sedari tadi komat kamit berdoa pada Tuhan agar dia tidak ketahuan bahwa dia adalah seorang manusia yang berubah menjadi kecil.
.
.
.
Chapter 3
"Ya! Tao! Kau darimana saja?!" tunggu dulu, sepertinya Tao mengenali suara ini. Ditengoknya ke belakang... JRENG! Ternyata itu Kris!
"Kris-ge! Astaga! Ge, kau membuat ku hampir mati jantungan," bukannya menjawab pertanyaan Kris, Tao malah berusaha membuat degupan jantungnya kembali normal dan bersyukur pada Tuhan karena tidak ketahuan orang lain dalam wujud seperti ini.
"Aish, maknae satu ini! Bagaimana kau bisa berwujud seperti ini? Sudahlah, kita harus kembali ke dorm secepatnya dan membuat mu ke wujud semula," kemudian Kris membawa Tao di genggaman tangannya.
Mereka pergi berjalan ke sudut koridor. Mau tau apa yang ingin mereka lakukan? Yadongan! Huahahaha *author tawa nista* kagak becanda =.= #abaikan
Kris dan Tao secara serempak melirik kanan kirinya. Nampaknya sudut koridor ini sepi. Mereka menatap satu sama lain. Degupan jantung mereka mulai tak terkendali.
Wajah Kris mendekat. Menepis jarak antaranya dengan Tao.
CHUP~
Satu kecupan ringan di bibir tanpa unsur nafsu telah dilayangkan(?) pada pemuda kecil yang berada di telapak tangannya. Tidak ada kuluman atau pun lumatan.
BOW
Beberapa detik kemudian tubuh Tao kembali seperti semula. Wajah Kris menjauh. Mereka saling menatap lagi. Seakan waktu berhenti begitu saja.
"Xi-xie xie.. Kris-ge," ucap Tao gugup, membuyarkan keheningan yang menyelimuti mereka.
"Ne, ayo berdiri dan cepat kita kembali ke dorm. Yang lain sudah menunggu," Kris membenarkan posisi berdirinya dan membantu Tao berdiri.
Kalian penasaran? Mengapa mereka ciuman disudut koridor? Bukannya di dorm?
Kris dan Tao mengira bahwa ciuman di dorm akan berbahaya. Karena selain nanti ketahuan oleh member lain seperti kejadian kemarin, juga Tao takut hyungdeulnya mengetahui masalah 'kutukan' ciuman yang ia dapatkan.
Padahal, mereka tidak sadar bahwa ciuman di luar dorm itu lebih berbahaya dari pada di dorm.
Dan...
Kini ada sepasang mata yang sedari melihat adegan ciuman tersebut dari kejauhan.
.
.
Suho memasuki dorm. Seperti biasa, dorm EXO sangat ramai apalagi di tambah duo hyper BaekYeol. Langkahnya terhenti di depan seorang namja imut.
"Lay-ah, temui aku di kamar. Aku ingin berbicara sesuatu padamu." Suho berbicara tepat di hadapan di depan namja yang menurutnya imut, Lay.
"Oh ya, ke mana perginya Tao?" lanjutnya, mengedarkan pandangan ke semua orang di dorm.
"Tidak tahu." jawab semuanya serempak kecuali Kris.
"Aku akan mencarinya." ucap Kris tiba-tiba dan berdiri dari posisi duduknya dan mulai melangkahkan kaki menuju pintu keluar.
"Tidak, lebih baik Sehun yang mencari Tao. Lebih aman, daripada kau yang mencarinya naga pevert." Suho melirik pada Sehun.
"Baiklah ak—" jawaban yang akan di berikan Sehun pada Suho terpotong begitu saja
"Tidak usah, biar aku saja. Dan kau Joon Myeon, uruslah namjachingu mu itu. Satu lagi, jangan memanggilku dengan sebutan aneh mu itu. Kau masih ingat dengan perkataanku kemarin malam bukan?" ucap Kris dengan nada yang terdengar seperti err ancaman.
Namjachingu? Hey, kalian belum tahu? Mari author perjelas. Lay itu namjachingunya Suho. Begitu pula sebaliknya(?), seluruh anggota EXO pun mengetahui status mereka berdua tapi tidak dengan para media masa dan fans.
Suho dan Lay tidak segila itu untuk memberitahukan pada media. Bisa-bisa reputasi EXO hancur dan para fans akan menghujam(?) atau mencemooh mereka berdua, kalian tahu kan bagaimana tindakan para fans jika menyakut hubungan dekat artis/penyanyi yang mereka sukai? Fans akan melakukan apa saja untuk si bias, mungkin mencelekakan orang-orang yang berani mempunyai hubungan dekat dengan si bias. Juga kemungkinan terburuk jika Suho dan Lay mempublikasikan hubungannya, mereka bisa dipecat dari SM. Oleh karena itu, hubungan ini hanya diketahui oleh beberapa orang saja termasuk anggota EXO.
"Cih." desis Suho saat Kris keluar dorm. Suho melirik ke arah Lay seolah-olah tatapannya mengatakan—ikuti aku— lalu dirinya berjalan memasuki kamar.
Lay mengikuti Suho ke kamar. Situasi di ruang tengah hening akibat pembicaraan dua leader pabo itu.
"Hahahahahaha!" tiba-tiba saja Chanyeol tertawa tidak jelas. Luhan, Sehun, Chen, Xiumin, Kai, Kyungsoo dan Baekhyun menatap Chanyeol yang gilanya kumat.
"Ada apa Channie?" Baekhyun yang duduk di samping Chanyeol mengerutkan kening. Heran. Mengapa namja jangkung ini tiba-tiba tertawa?
"Aniyo Baekkie, hanya Kris hyung dan Suho hyung itu lucu hihihihi..." jawab Chanyeol dengan tawanya. Semuanya yang melihat tingkah namja gila ini hanya dapat menggelengkan kepala.
"Coba bayangkan Kris hyung itu seorang anak kecil yang dapat mengendalikan api lalu Suho hyung itu raja di sebuah kerajaan air. Hahaha, dan Kris hyung mengajak Suho hyung bertarung. Terus Kris hyung menyeburkan apinya ke Suho hyung tapi sayangnya Suho hyung mengeluarkan kekuatan airnya dan akhirnya api Kris hyung padam kemudian pergi dengan menangis tersedu-sedu. Coba kalian bayangkan wajah Kris hyung yang sedang menangis karena kalah bertarung hmmpfhh—BWHAHAHA!" Chanyeol makin meledakan(?) tawanya setelah selesai menjelaskan tentang imajinasi liarnya kepada para member.
Para member EXO -kecuali SuLay danTaoRis- membayangkan Kris yang menangis tersedu-sedu, menangis dengan wajah hampir penuh air mata dan ingus yang mengalir dari hidung sangking tak menerima kekalahannya, merajuk entah pada siapa, kaki yang di hentak-hentakkan dan jangan lupa Kris menjambak rambutnya frustasi di sela-sela tangisnya. Wajah yang biasanya datar menjadi sangat amat jelek. Mereka semua membayangkan hal yang sama, wajah bodoh Kris saat menangis seperti itu.
"HMPPPHH—HAHAHAHAHAHAHA!" sontak semuanya tertawa terbahak-bahak membayangkan tampang jelek Kris.
Chen sampai harus memegangi perutnya yang berguncang(?) akibat tawanya yang tidak dapat ditahan. Luhan yang tertawa dengan memukul-mukul pahanya sendiri karena tidak dapat menahan tawa yang keluar dari mulutnya. Xiumin hampir tidak dapat mengambil oksigen dan napasnya yang tersedak-sedak karena tawanya tak kunjung berhenti. Sehun sampai mengeluarkan air mata saat tawanya membahana. Baekhyun tertawa terpingkal-pingkal di sofa begitu juga dengan Kyungsoo dan Kai yang nasibnya sama percis seperti para member yang tertawa itu.
"KALIAN DIAM SEMUANYA!" satu teriakan dari kamar SuLay, yang mereka yakini itu suara sang raja dari kerajaan air(?) membuat tawa di ruang tengah seketika menghilang. Semuanya diam, membuat ruang tengah tersebut menjadi sunyi senyap.
"Khihihihih..." Chanyeol tertawa dengan nada kecil yang di ikuti oleh Chen, Xiumin, Luhan, Sehun, Kai, Kyungsoo, dan Baekhyun. Ckck.. mereka bener-bener tertular gilanya Chanyeol!
Sedangkan di sisi lain, Kris yang sedang mencari Tao hanya bersin-bersin tidak jelas. Kris pikir dia terkena flu ringan. Tsk, pabo juga pemikiran leader yang satu ini.
.
.
Suho POV's
"Apa yang mereka tertawakan? Berisik sekali." kataku menahan emosi. Sungguh, disaat diriku ingin berbicara sesuatu yang serius pada Lay dengan suasana yang menyenangkan(?) di kamar ini. Tapi semua itu berubah ketika tawa meledak yang terdengar di depan. Ini pasti ulah Chanyeol.
"Sudah lah Suho-ah, mereka hanya butuh kesenangan. Jadwal kita minggu-minggu ini padat. Jadi biarkan mereka tertawa mengenai suatu hal yang lucu," Lay menenangkan diriku. Setiap kata yang keluar dari mulutnya mengnenangkan hatiku, hangat dan nyaman. Hanya dia, Lay seorang yang kucintai.
Biarlah apa kata dunia bahwa aku seorang gay. Aku beruntung menjadi seperti ini. Beruntung bisa memiliki seseorang seperti Lay, yang dapat membuat hatiku tenang dan debaran jantung ini yang berdegup kencang setiap di dekatnya.
"Hah... Baiklah." aku menghela napas.
"Jadi apa yang ingin kau biacarakan? Apakah ada masalah? Ceritakan padaku," tangannya membelai lembut pipiku. Aku menatapnya. Pancaran mata yang teduh dan hangat.
"Begini, aku hanya ingin bilang. Lay-ah, tolong jauhkan dirimu dari Kris ne," aku memegang tangannya yang berada di pipiku. Aku tersenyum padanya.
"Waeyo? Ada masalahkan?" dahinya mengernyit heran. Tangannya kuturunkan dari pipiku. Ku geganggam telapak tangannya yang kini di berada di pahaku.
"Aniyo, hanya saja aku takut Kris melukai mu,chagi.." sesaat aku memikirkan ancaman Kris. Sebenarnya apa yang dilakukan Kris pada Lay? Ancaman seperti apa?
"Melukai gimana? Suho-ah.. Kau pasti sedang kelelahan. Wajah mu pucat, istirahatlah sebentar." Lay menepuk pundak ku. Membuat lamunanku tentang ancaman Kris buyar.
"Bukan begitu, ini tentang urusan ku dan Kris, dan ini menyangkut dirimu," ucapku menghindari tatapannya.
"Urusan apa? Menyangkut diriku?" tanya-nya heran.
"Ini urusan antar laki-laki, jadi kau tak perlu tau ne chagi," jawabku sambil mengedipkan satu mata.
"Hey, kau menghinaku ya? Aku ini juga namja tau!" Lay memanyunkan bibirnya. Aku hanya terkekeh melihatnya. Benar-benar imut.
"Jangan merajuk seperti itu atau kau mau aku mencium mu?" godaku padanya. Lay semakin mempoutkan bibirnya dan sedikit menggembungkan pipinya. Aku sudah tidak tahan lagi. Segera ku sambar(?) bibirnya. Melumat bibir atas dan bawahnya.
Ku dorong bibirnya menggunakan lidahku. Meminta izin untuk memasuki rongga mulutnya.
"Mmmppphh.." Lay tetap tidak membuka-kan bibirnya. Sedikit kesal, ku gigit bibir bawahnya. Alhasil Lay memekik sakit. Kesempatan ini ku gunakan untuk menelusupkan lidahku ke dalam rongga mulutnya. Mengabsen giginya dan tidak lupa mengajak lidahnya bermain.
"Ahhh... Suho...hhmm..." desahan keluar dari bibir Lay saat ciumanku turun di leher jenjangnya. Menggigit leher mulus itu lalu menghisapnya. Menandai kepemilikan ku disana.
Tanganku mulai masuk ke dalam kaos Lay yang tengah di kenakan. Menjamah kedua tonjolan milik dan sesekali ku cubit gemas.
"Eunggggghh... Su...ho...ahh," desah Lay semakin keras ketika ku mempermainkan kedua tonjolan di dadanya dengan jariku.
"Chagi, kita bermain sebentar saja ne~" bisik ku seduktif di telinga Lay. Menjilat telinganya dan melucuti semua pakaian yang Lay pakai juga dirinya, lalu memulai permainannya.
Well, satu dua ronde di siang bolong gini tidak apa-apa kan?
*author lagi males buat adegan NC nya, jadi di loncat ya~*
.
.
Author POV's
CKLEK
Pintu dorm terbuka. Menampakkan dua makhluk dengan tinggi yang hampir sama. Yang satu berambut hitam kelam, sedangkan yang satu lagi berambut blonde.
"Tao hyung!" Sehun langsung memeluk namja berambut hitam yang baru saja memasuki dorm.
"Kau dari mana saja? Kau tau, kami kira kau di culik oleh naga merah hehe." ucap Sehun yang terdengar seperti sindiran di telinga Kris.
Kris menatap tajam kepada Sehun yang bergelayut manja di lengan Tao. Rasanya pengen sekali memenggal kepala Sehun, atau tidak menghadiahkan tonjokan besar pada wajahnya.
"Hey Sehunna, jangan bergelayut seperti itu. Kayak orang tidak bertemu bertahun-tahun saja," wajah Tao tersenyum. Senyum hangat yang berbeda dari senyum yang di berikan Tao kepada member lainnya termasuk Kris.
"Hehehe," Sehun terkikik melihat sikap Tao.
"Sehunnie! Ayo cepat kita ke cafe untuk membeli bubble tea! Kita tidak ada waktu." Luhan yang entah dari mana datang tergesa-gesa, menarik tangan Sehun keluar dari dorm.
"Ah! Iya Sehun lupa ada janji dengan Luhan hyung untuk beli bubble teo bersamanya! Kalai begitu aku pergi dulu ne Tao hyung, Kris hyung!" Sehun pergi terburu-buru mengikuti namja cantik yang telah berjalan duluan keluar dorm.
Tao melihat punggung Sehun dengan nanar. Wajahnya berubah menjadi sendu dan tampak sedih. Semua itu tertangkap jelas di penglihatan Kris.
Ya, sedari tadi Kris berdiri disamping Tao tanpa ada yang menyapanya terlebih dahulu. Seolah dia itu tidak diakui keberadaannya(?). Apalagi kilatan cemburu tertampang diwajah Kris saat Tao dan Sehun berpelukan, juga saat keakraban TaoHun. Dan sekarang wajah cerah Tao berubah ketika Sehun mengejar Luhan atau lebih tepatnya saat Luhan dan Sehun terlihat dekat.
Satu kesimpulan yang dapat Kris ambil dari sederet kejadian barusan yang dialaminya -lebih tepatnya yang dilihatnya- yaitu Tao menyukai maknae EXO K itu, Sehun.
"Tao, kau sudah datang? Kau darimana saja? Sini, aku sudah menyiapkan makanan untukmu," Kyungsoo melepas apronnya.
"Xie-xie Kyungsoo, tadi aku ada urusan sebentar. Hah! Aku ke kamar dulu ne, nanti saja makannya." senyum Tao sedikit dipaksakan dan berjalan ke kamarnya.
"Ada apa dengannya hyung?" Kyungsoo bertanya pada Kris.
"Entahlah." jawab Kris datar lalu menyusul Tao ke kamar. Kyungsoo heran melihat mereka berdua, merasa ada sesuatu yang di sembunyikan.
"Kyungsoonie~ temani aku bermain ne?~" tiba-tiba Kai datang sambil memeluk Kyungsoo dari belakang.
"Aku sibuk Kai, lebih baik kau bermain sendiri." Kyungsoo berusaha melepas tangan Kai yang melingkari pinggangnya.
"Kalau kau tak mau, nanti ku hukum loh khukhukhu~" Kai berbisik seduktif di telinga Kyungsoo. Kyungsoo membatu. Dia tahu apa hukuman yang akan di berikan oleh Kai padanya. Kyungsoo menelan ludahnya.
"Ah! Ne! Kajja kita main sepuasmu!" Kyungsoo menarik tangan namja yang sedang memeluknya menuju ruang tamu. Menemani Kai bermain sepuasnya.
Kalian bertanya mereka sedang bermain apa? Tentu saja bermain PS! Dan jangan berpikiran yadong, readers -_-
.
.
Dikamar TaoRis
"Kau menyukai Sehun?" tanya Kris to the point, duduk di samping namja imut yang tengah memasang wajah muramnya.
"Kau tau dari mana ge?" namja itu-Tao- membulatkan matanya kaget, kenapa perasaan yang ia pendam selama ini begitu mudah di ketahui oleh Kris?
"Sudah tercetak jelas diwajahmu." jawab Kris ngasal. Tao membulatkan matanya -lagi- dengan segera disambarnya cermin kecil yang berada di meja nakasnya. Kris yang melihat tingkah Tao terkekeh. Tao benar-benar polos dan imut.
"Diwajah ku tidak ada apa-apa kok ge," Tao mengaca pada cermin yang berada di tangannya. Memasang raut yang imut di mata Kris. Kris tesenyum, ingin rasanya mencubit pipi gembul Tao.
"Jangan mengalihkan pembicaraan. Jadi kau sungguh menyukai maknae satu itu?" Kris menanyakan hal yang pasti sudah di ketahui jawabannya. Tapi Kris ingin mendengar sendiri dari mulut Tao sendiri.
"Ne, aku menyukai Sehun sejak trainee dulu." jawab Tao tersenyum. Sepertinya ia tengah mengenang masa-masa trainee. Kris tersenyum kecut. Hatinya sakit. Tao-nya ternyata menyukai namja lain.
"Mengapa kau menyukai Sehun?" tanya Kris lagi. Kris penasaran, Sehun pakai jurus apa bisa-bisa Tao menyukainya.
"Sehun baik padaku," Tao tersenyum kecil.
'Tidak ada yang lebih baik dariku memperlakukan dirimu.' batin Kris tak terima.
"Sehun itu lucu."
'Aku juga dapat melakukan hal itu.'
"Sehun selalu bisa menghiburku dengan caranya sendiri."
'Aku lebih hebat menghiburmu dari pada Sehun'
"Sehun sangat manja, dia selalu tersenyum dan itu membuatku menjadi semangat melihat senyumnya," Tao terkekeh kecil, sepertinya ia sedang mengingat kenangannya.
'Nah kalau itu aku belum pernah melakukannya, tapi aku akan mencobanya demi merebut hati baby panda!' oceh Kris dalam hati sedari tadi tidak terima dengan alasan-alasan Tao menyukai Sehun.
"Aku ingin menyatakan cinta ku pada Sehunna nanti ge," tatapan mata Tao berbinar-binar. Terlihat bahagia sekali. Kris bagaikan di sayat tepat dihatinya, sungguh sakit. Melihat orang yang di cintainya ternyata akan menyatakan cinta kepada orang lain.
"Jjaa, kau mandi dulu ne. Istirahat lah sebentar. Satu setengah jam lagi kita akan dating ke konser. Setelah konser selesai kau bisa menyatakan cintamu pada Sehun" Kris berat mengatakan ini. Dia harus berpura-pura mendukung Tao walau itu menyakitkan.
"Xie xie ge," Tao tersenyum pada Kris. Kris membalasnya dengan datar. Senyumannya yang biasa ia kasih kepada Tao kini tidak ada. Atau lebih tepatnya Kris tidak dapat tersenyum tulus dihadapan Tao yang terlihat bahagia.
Wajahnya mendatar, seolah ia tak merasakan apa pun. Tapi sebenarnya dihati yang paling dalam, Kris bagaikan tersayat-sayat ribuan pedang.
.
.
Semuanya terlihat sibuk. Beberapa orang berjalan ke sana sini. Ada yang tengah berteriak memerintahkan bawahannya. Ada yang sedang menyorot pertunjukan acara live di panggung dengan kameranya. Ada yang memberi minuman pada artis-artis di balik panggung. Hah! Jangan lupakan tokoh-tokoh utama kita didalam cerita ini!
Yah~ mereka kini sedang duduk di balik panggung. Menunggu giliran untuk tampil.
"Kalian sudah berganti kostum semua?" Kris leader EXO-M tampak sedang menghandle anggotanya. Begitu juga Suho.
"Sudah!" jawab mereka kompak.
"Setelah acara ini, apa jadwal kita selanjutnya Joon Myeon?" Kris berbicara pada Suho. Mereka tampak akrab dari luar, tapi dalamnya mereka bagaikan musuh bebuyutan.
"Setelah ini, Sehun, Chen, Kyungsoo, Kris, Baekhyun, dan aku akan pergi ke radio KBS untuk menjadi bintang tamu disana. Sisanya kembali ke dorm." Suho memberi pengarahan kepada para member.
"Dan kita masih tampil disini selama 1 jam lebih. Jadi gunakan waktu istirahat sebaik-baiknya nanti. Jangan sampai kalian kelelahan!" lanjut Suho menasehati member-member EXO.
"EXO bersiaplah, sebentar lagi giliran kalian akan tampil," salah satu staf berbicara dengan para member.
5 menit kemudian, Suju masuk ke dalam ruang tunggu. Mereka telah selesai tampil, keringat tercetak jelas diwajah member Suju.
"Hhhah... Hahh... Kalian bersemangatlah!" Leeteuk menyemangati EXO yang akan tampil menggantikan Suju.
"Gomawo hyung," Suho membungkuk hormat pada Leeteuk dan semua member Suju jangan lupakan senyum angelic yang dileparkan kepada semuanya. Para member EXO lain pun juga melakukan hal yang sama, lalu member EXO pergi ke tengah panggung.
EXO menyanyikan lagu-lagu mereka, MAMA menjadi pembukaan bagi EXO. Kris yang masih sakit hati selalu melirik ke arah Tao disaat ada gerakan tarian yang mengarah ke Tao. *mencari kesempatan dalam kesempitan nih si Kris -.-*
Mereka menyanyikan lagu-lagu berbeda ditiap perform. Setiap perform mereka memakai kostum berbeda di perform sebelumnya. Jadi mereka akan berganti kostum dan saat pergantian kostum akan ada tampilan dari penyanyi lain. Begitu seterusnya hingga acara semakin berada di puncaknya alias mau tamat(?) -_-
'Huh, sebentar lagi waktu 2 jam untuk ku akan habis. Bagaimana ini? Aku dan Kris-ge masih berada di atas panggung.' batin Tao cemas melihat jam tangannya. Kini Tao berada di atas panggung. Member EXO sedang menyapa para fans dan sesekali menormalkan deru nafas mereka. Ya, mereka baru selesai membawakan lagu Two Moons.
"Ne, mari kita persilahkan EXO untuk kembali ke belakang terlebih dahulu. Karena sebentar lagi akan ada pertunjukkan dari SHINee!" suara MC membuyarkan kecemasan Tao.
"SHINee akan membawakan lagu terbarunya yaitu Dream Girl! Setelah itu disusul oleh battle EXO dan Suju! Untuk itu kita mempersilahkan EXO untuk mundur ke belakang panggung. EXOtic mana salamnya?" MC menyemarakkan suasana.
"EXO! They are the best! Kyaaaaaa!" teriakan dari fans terdengar di sana-sini.
"Annyeong!" ucap member EXO serempak dan membungkukan badannya ke arah penonton kemudian berjalan ke belakang panggung.
.
.
Tao POV's
Capek sekali. Rasanya badanku mau remuk semua. Satu jam aku dan memberdeul perform di atas panggung juga bolak balik ke ruang ganti benar-benar menguras tenagaku.
Aku mengambil sebotol air minum di kardus. Meminumnya sekali teguk *buset dah Tao -,-* karena aku haus sekali.
'Astaga! Sebentar lagi wujudku akan mengecil!' ku lihat jam tanganku. Waktunya tinggal tiga menit lagi dan aku akan berubah.
Aku mencari Kris ge di ruangan tunggu ini. Nah loh? Kemana Kris ge? Tadi bukannya Kris ge disamping Chanyeol? Haduh, dia menghilang di waktu yang tidak tepat.
Ku telusuri ruangan lain yang dekat dengan ruang tunggu. Aku membuka satu persatu pintu ruangan.
CKLEK
Ternyat Kris ge berada di ruangan penyimpanan kostum!
"Kris-ge!" ku berteriak memanggilnya dan berlari ke arahnya. Tidak di sangka aku malah tersandung.
BUGH!
BOW
"Aduh.. Appo," ringis ku kesakitan. Tunggu dulu, kenapa hangat sekali? Ku dongkakan kepala ku.
"Yah! Tao, kenapa kau berada di sini? Dan tubuhmu mengecil lagi," Kris menatapku. Wajahku memanas. Ternyata tadi aku menabrak Kris ge dan setelahnya tubuhku langsung mengecil.
"Mian, aku mencari mu ge," ucapku menunduk. Menyembunyikan rona merah diwajahku.
"Untuk apa?" Kris menanyakan hal yang tidak bisa ku jawab! Maksudnya malu untuk menjawab.
"Errr.. Un..untuk... Min..ta..ci..um.." jawabku terbata-bata. Pasti sekarang wajahku sudah mirip tomat. Panas sekali dan merah.
"Hahaha, wajahmu memerah baby panda. Jja kita ciuman di sana. Lebih aman," Kris menunjuk ke arah sudut ruangan dimana banyak baju-baju yang tergantung mungkin untuk mengahalangi 'aktifitas' kami.
Kris membawaku ke sana. Ia mulai menciumku.
BOW
Tubuhku kembali ke wujud normal. Ciuman kami belum terlepas. Kris masih memainkan bibirku.
CKLEK
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Aku dan Kris tersentak. Kami mengambil posisi berdekatan agar tidak terlihat.
"AH—mmmphh," Kris menutup mulut ku.
"Sstttthh.." Kris menyuruhku diam. Kris duduk di sampingku. Wajah kami amat dekat, bahkan aku dapat merasakan hangatnya deru nafas Kris.
"Luhannie hyung~ aku ingin berbicara padamu," suara orang yang masuk tadi terdengar. Sepertinya aku familiar dengan suara ini.
"Ne Sehunnie, ada apa?" ah! Ini suara Luhan dan Sehun.
"Gomawo atas traktir bubble tea hyung di cafe tadi," Sehun mengucapakkan terima kasih pada Luhan. Aku tidak tau apa yang mereka lakukan di ruangan ini. Baju-baju di samping menghalangi pemandangan Sehun dan Luhan. Aku hanya dapat mendengar suara mereka saja.
"Ne, cheonmayo Sehun." terdengar suara Luhan.
"Hyung, atas rasa terima kasihku. Maukah kau menjadi namjachinguku? Aku menyukaimu hyung," ucap Sehun.
DEG
Bagaikan disambar petir. Orang yang ku sukai menyatakan cintanya pada namja lain!
"Mwo?!"
.
.
.
TBC
Diterimakah pernyataan cinta Sehun terhadap Luhan?
Bagaimanakah sikap dan perasaan Tao pada Sehun setelah ini?
Apa yang akan terjadi pada mereka semua selanjutnya?
Hufh! Mian chingu! Yoori baru update sekarang ToT soalnya seminggu yang lalu baru selesai Ujian Sekolah hiks~ chap ini garing banget (T﹏T)
Oh ya, Yoori juga melakukan kesalahan fatal di chap sebelumnya. TVSQ! Harusnya TVXQ yang satu ini Yoori minta maap T.T *sujud ampun* Yoori keseringan lupa X nya, gara-gara ada nama DBSK jadi Yoori sering pake S di TVXQ :" #ditabokCassie
Yoori juga Cassie kok... Jadi maap kalo ada Cassie yang kecewa dichap sebelumnya (ノ´Д`)ノ
Dan untuk chap kedepannya mungkin Yoori gak bisa update kilat. UN udah di mata weh! tapi tenang, chap selanjutnya makin menegangkan kok dan udah mulai konfliknya. Ya walau gak berat-berat (?) amat. Jadi ikutin terus story ini.
Jangan lupa untuk review di chap ini ya~ Gomawo untuk yang udah ngereview di chap sebelumnya.
#bow
Jeongmal Gomawo~
REVIEW
-Huang Yoori-
