Disclaimer: author hanya minjem TaoRis dan member lainnya tapi CERITA ini punya author! JANGAN PLAGIAT atau COPAS
Genre: humor & romance
Pair: TaoRis, member couple EXO, couple DBSK, SuJu and other member SM
Rating: bingung =w=v
WARNING: typo, OOC, Yaoi, alur gaje, gaya bahasa susah di mengerti.
Summary: Tao adalah salah satu member EXO boyband terkenal di dunia. Setelah memakan kue aneh, tiba-tiba tubuhnya menciut menjadi 10cm! Dan yang bisa mengembalikannya ke bentuk semula hanya ciuman dari Kris 'Apa yang terjadi sebenarnya?!'/Taoris, Kyumin, and other member SM/ OOC, Typo, humor-romance.
.
.
.
CKLEK
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Aku dan Kris tersentak. Kami mengambil posisi berdekatan agar tidak terlihat.
"AH—mmmphh," Kris menutup mulut ku.
"Sstttthh.." Kris menyuruhku diam. Kris duduk di sampingku. Wajah kami amat dekat, bahkan aku dapat merasakan hangatnya deru nafas Kris.
"Luhannie hyung~ aku ingin berbicara padamu," suara orang yang masuk tadi terdengar. Sepertinya aku mengenal suara ini.
"Ne Sehunnie, ada apa?" ah! Ini suara Luhan dan Sehun.
"Gomawo atas traktiran bubble tea di cafe tadi, hyung." Sehun mengucapakkan terima kasih pada Luhan. Aku tidak tau apa yang mereka lakukan di ruangan ini. Baju-baju di sampingku menghalangi pemandangan Sehun dan Luhan. Aku hanya dapat mendengar suara mereka saja.
"Ne, cheonmayo Sehun." terdengar suara Luhan.
"Hyung, atas rasa terima kasihku. Maukah kau menjadi namjachinguku? Aku menyukaimu hyung," ucap Sehun.
DEG
Bagaikan disambar petir. Orang yang ku sukai menyatakan cintanya pada namja lain!
"Mwo?!"
.
.
.
Chapter 4
"Ah, jawabnya nanti saja hyung. Jangan terburu-buru, dipikirkan baik-baik baru di kasih tau ne. Na kajja hyung, kita masih ada perform sekali lagi di panggung," Sehun menarik tangan Luhan pergi meninggalkan ruangan tersebut. Menyisakkan dua orang yang masih terpaku di tempatnya.
Kris menatap Tao. Hatinya merasa senang karena Sehun ternyata menyukai Luhan, bukan Tao. Tapi sebaliknya, hal ini menyakitkan bagi Tao. Dia terpuruk, wajahnya seketika suram.
"Zitao, gwaenchana?" tanya Kris pada Tao.
"N-ne... Gwaenchana ge.." jawab Tao sambil tersenyum dipaksakan dan itu membuat Kris tidak suka melihat senyum tersebut.
"Ayo, kita keluar disini. Sebentar lagi ada perform terakhir, karena kau tidak ikut bersama Xiumin, Baekhyun, Chen, Kyungsoo, dan.. Luhan, jadi kau istirahat saja di ruang tunggu oke, gege tidak ingin melihat mu terus murung seperti itu." kata Kris lembut. 'Juga, gege akan membuat mu mencintaiku Baby Panda,' lanjut Kris dalam hatinya.
"Ne, Kris ge..." ucapan Tao terdengar lemah. Kris mendesis mendengar suara Tao yang lemah. Hatinya juga ikut teriris melihat keadaan Tao seperti ini.
"Jangan berjawah lesu begitu Zitao nanti fansmu pergi melihat wajah jelek mu itu. Tersenyum lah dan semangat oke!" Kris berusaha menyemangati Tao. Kris pergi ke backstage setelah mengacak rambut Tao.
Tinggal Tao sendirian. "Bagaimana aku bisa tersenyum..." Tao mendongkakan kepalanya, menggigiti bibirnya berusaha agar tidak menangis.
Tao mengerjap-ngerjapkan matanya. Mengatur napasnya. Tao berjalan menuju ruang tunggu setelah ia meredakan tangisnya yang akan meledak.
.
.
Sudah beberapa hari setelah kejadian tersebut. Kejadian dimana Tao mendengar sendiri pernyataan cinta Sehun pada Luhan.
"Hah, Tao gerakan mu salah! Vokal mu tidak beraturan! Kalau lama-lama begini lebih baik kau tidak usah lanjutkan karirmu!" Kim seongsaengnim memarahi Tao yang akhir-akhir ini sering melamun dan melakukan kesalahan di saat latihan. Kim saenim adalah guru vokal terbaik di sana.
"Mianhae Kim seongsaengnim..." Tao tertunduk. Memang ia sering tidak fokus, semangatnya entah menguap ke mana. Rasanya seperti bosan hidup.
"Permisi Kim seongsaengnim, mungkin Tao-ssi lelah atau sedang ada masalah. Jangan terlalu keras mendidiknya Seongsaengnim, itu tidak baik bagi mentalnya. Biar aku saja yang mengajarinya bersama Kyuhyun," tiba-tiba Sungmin datang. Sungmin yang ingin latihan melihat kejadian pemarahan(?) guru terhadap murid didik itu jadi tidak tega.
"Hahhh~ baiklah Sungmin-ssi." Kim seongsaengnim hanya dapat menghela napas. Setelah itu, Sungmin langsung membawa Tao ke dorm Suju.
Sesampainya disana. Tao dan Sungmin berada di ruang tengah. Duduk dalam keheningan. "Ehem," Sungmin memecahkan keheningan.
"Sebenarnya kau kenapa dongsaeng? Aku tak pernah melihatmu seperti ini, apakah kau ada masalah? Ceritakan lah kalau kau mau, hyung akan mendengarkannya." lanjut Sungmin
"Mianhae hyung... Aku hanya sedang patah hati hhhhh~" Tao mengeluh frustasi. Memejamkan mata sebentar, menikmati ketenangan yang ada.
"Owh, jadi kau sedang patah hati? Mengapa? Ia menolak pernyataan cinta mu?" tanya Sungmin bertubi-tubi.
"Ani. Bahkan lebih parah dari itu hyung. Aku sudah patah hati sebelum menyatakan perasaan ku kepadanya. Menyedihkan." Tao tersenyum miris. Memikirkan kenyataan pahit yang ada.
"Ten—"
BOW
Perkataan Sungmin terhenti. Sedetik kemudian Sungmin membelakkan matanya melihat pemandangan di depan.
Tao berubah menjadi kecil di hadapan Sungmin...
.
.
Sungmin POV's
Keheningan kembali menyelimuti kami. Lebih hening daripada sebelum kami datang ke sini. Sungguh, ini sangat mengagetkan ku. Melihat perubahan fantastis pada tubuh Tao.
"A-aku bisa jelaskan ini semua hyung. Tapi tolong rahasiakan keadaanku ini hyung!" kata Tao terbata. Gugup?
"Tidak usah. Sebenarnya hyung juga pernah berada di posisi mu." aku memandang ke depan. Tao terlihat bingung dengan perkataanku.
"Aku pernah berubah menjadi 10cm seperti mu juga." Kini Tao yang terbelak kaget. Dia memandangku seolah meminta penjelasan.
"Aku pernah memakan kue dengan bentuk segitiga. Bentuknya unik. Tapi kue itu mirip mochi, kenyal dan berwana putih." aku menjelaskan.
"MWO?! Jadi hyung juga makan kue seperti yang ku makan?! Tapi kue yang ku makan bentuknya kotak, memangnya hyung mendapatkan dari mana?! Dan hyung bisa bisa sembuh dari 'kutukan' itu bagaimana caranya?!" aku hanya tersenyum melihat Tao begitu penasaran dengan pengalaman ku tentang kue itu. Wajah yang lucu sambil melotot tidak jelas dan tubuhnya yang mungil membuatnya menjadi imut! Hahaha #Sungminmulaigila xD
Back to story.
"Hyung kurang tau asal usul kue tersebut dari mana, tapi yang hyung pernah mendengar bahwa ada seseorang yang sengaja menaruh kue tersebut di beberapa dorm dengan acak sebelum dorm di isi oleh beberapa artis. Hyung memakan kue itu dua tahun yang lalu dan bisa menghilangkan 'kutukan' itu hanya dalam satu setengah tahun. Untuk cara menghilangkan 'kutukan' itu harus hyung rahasiakan," jelasku panjang lebar. Tao mengerucutkan bibirnya setelah mendengar bahwa cara menghilangkan 'kutukan' tersebut tidak boleh diberitahukan.
"Hyung jahat! Huhuhu~~ aku kan jadi tambah penasaran." hey lihat, Tao merajuk padaku. Ini menggemaskan.
"Maafkan hyung" Tao masih ngambek padaku. Aku tersenyum maklum melihat tingkahnya. —'yang dapat menghilangkan kutukan itu hanya orang yang biasa menciummu untuk mengembalikan bentuk tubuh mu seperti semula, kalian harus saling mencitai agar kutukannya menghilang'— lanjut Sungmin dalam hati.
.
.
.
BRAK
"Hah..hahh... Tao!" Kris membuka pintu dengan napas yang terengah-engah.
"Hey Kris, tidak perlu sekeras itu kau membuka pintu. Nanti pintunya rusak dan hyung tidak punya uang untuk mengganti pintu dormnya." Sungmin hanya menggeleng melihat tingkah Kris.
"Tao mana?! Mengapa ia bisa disini?! Mengapa Tao sakit saat tubuhnya mengecil?! Hyung jangan memberitahukan pada siapa pun tentang keadaannya yang seperti ini?!" Dengan sangat cepat Kris bertanya dalam satu tarikan nafas.
"Tenanglah, kau tak perlu khawatir seperti itu. Hyung membawa Tao ke sini karena latihan vokalnya menjadi tidak teratur dan dimarahi oleh Kim saenim. Entah mengapa saat Tao ingin pulang dan menemui mu, ia tiba-tiba pingsan mungkin daya tahan tubuhnya menurun." Sungmin melirik Kris.
"Dan Tao ada di sofa dihadapan mu sekarang," lanjut Sungmin menunjuk sofa tersebut. Kris langsung melihat keadaan Tao. Keadaannya sungguh tidak baik. Tubuhnya yang kecil dibanjiri keringat. Wajahnya pucat. Kris tidak sanggup melihat pemandangan di depannya.
Kris mengangkat Tao sangat lembut ke atas telapak tangannya. Lalu setelahnya Kris pergi dari sana. "Gomawo hyung," ucap Kris sebelum menutup pintu.
"Tunggu," suara Sungmin menghentikan langkah Kris.
"Ingat Kris, jaga dia baik-baik. Hanya kau yang dapat mengubah nasibnya kini." lanjut Sungmin. Tanpa ada jawaban Kris meninggalkan tempat tersebut. Sungmin menatap pintu yang telah ditutup Kris. Menatapnya dengan sendu. 'Kau harus menjaganya Kris' batin Sungmin berharap.
"Keadaan kalian mengingatkan ku pada Kyuhyun saat itu," setelahnya Sungmin tersenyum. Kemudian menghubungi Kyuhyun untuk menghilangkan rasa rindunya yang datang begitu saja.
Di tempat lain...
Di cafe sebrang tidak jauh dari gedung SM, terdapat dua orang di dalam cafe. Yang satu menunggu dengan jantung yang berdegup kencang. Dan yang satu lagi belum mengeluarkan sepata kata apapun.
"Jadi?" suara itu terdengar gugup.
"Hyung memanggilku ke sini untuk menjawabnya? Aku bisa memberikan waktu untuk hyung, jika hyung masih bimbang." Oh Sehun, dia yang sedari menunggu gugup. Dan di depannya terdapat Luhan yang menatapnya.
"Hun-ah," Luhan menggenggam jemari Sehun. "Aku ingin menjadi namjachingumu, aku menyukaimu Hun-ah, sudah lama sekali saat kau menjadi trainee, pertama kali ku melihatmu saat itu ku rasa aku telah jatuh cinta pada pandangan pertama." Sehun merasa aliran darahnya terasa mengalir cepat, jawaban Luhan memberi sensasi geli di perutnya, seperti ada ribuan kupu-kupu yang terbang. Bahagia sekali.
"Hyu—hyung yakin? Hyung menerima ku?" Sehun bertanya sekali lagi.
"Hyung yakin Sehunnie~" Luhan tersenyum lembut. Sehunnie? Panggilan cukup manis bukan? Sehun tersenyum mendengarnya.
"Gomawo hyung!" Sehun mendekap hyungnya itu. Mendekapnya dengan erat. Menyalurkan rasa bahagianya pada pemuda yang berada di pelukannya.
"SEHUNNNA~~" suara yang begitu kencang menggema di sudut cafe. Sehun refleks melepaskan pelukannya dan melihat siapa yang memanggilnya dengan kesetanan.
"Yak Channie! Kau membuat telingaku tuli! Haissshhh..." Baekhyun menggerutu pada pemuda tinggi di sampingnya. Ya, Park Chanyeol lah yang memanggil Sehun seperti orang gila.
Sehun menatap horor duo konyol yang tak jauh darinya. Ini sungguh memalukan, pikir Sehun.
"Itu Oh Sehun?"
"Hey itu Luhan"
"Ada Baekhyun dan Chanyeol!"
"Kyaaa mereka anggota EXO!"
Suara bisik-bisik terdengar di seluruh pengunjung cafe. "Sial! Si tiang gila itu benar-benar membuat masalah!" umpat Sehun.
"Jaga mulut mu Sehun~" Luhan memperingati. "Luhan hyung kau tarik Chanyeol dan aku akan menarik Baekhyun. Kita harus kabur!" Sehun memberi petunjuk.
"Baek wa—" Sedetik kemudian Chanyeol ditarik Luhan dan Baekhyun ditarik Sehun. Meraka berlari keluar cafe menuju gedung SM yang tidak jauh dari cafe.
"Aku capek Sehunna~" Baekhyun merengek, pasalnya tangannya di cengkram erat dan Sehun benar-benar cepat larinya.
"Ya Bacon hyung! Jangan mengeluh! Cepat lah! Kalau tidak nanti kita dikejar-kejar fans dan dimarahin manajer hyung kalau ada gosip aneh yang tersebar!" Sehun menarik Baekhyun lebih cepat lagi.
"Hoi Sehun! Kau menyakiti Baekki!" di sisi Sehun terdapat Luhan dan Chanyeol yang berlari. Chanyeol tidak masalah dalam langkahnya berlari karena dia tinggi~ wkwk
"Diam kau tiang hyung! Ini gara-garamu berteriak kesetanan tadi! Sebentar lagi kita sampai!" Sehun terus mempercepat larinya. Sesekali melihat ke belakang apakah mereka sudah jauh dari kejaran para fans di cafe tadi.
Bruk
"Hahhhh~ hahhhh~" Akhirnya mereka semua sudah di dalam gedung SM. Napas mereka memburu.
"Kau tidak apa-apa Lulu hyung?" Sehun memperhatikan wajah Luhan yang sedikit pucat. Deru nafasnya tidak beraturan.
"Hahhh..hah...Lulu?" Luhan merasa senang. Capeknya entah hilang ke mana, wajahnya tiba-tiba terasa panas, mungkin sekarang sudah seperti kepiting rebus?
"Wajahmu merah hyung! Kau tidak apa-apa?" Sehun meraba kening Luhan, ehmm tidak panas.
"Ah Aniyo, gwaenchana Sehunnie." Luhan mencoba menjauhkan wajahnya dari tangan Sehun saat jantungnya ingin meledak.
"Yak Sehunna! Lihat, kau menyakiti pergelangan tangan Baekkie," suara Chanyeol merusak suasana romantis HunHan. Sehun menggeram, menahan amarah yang sudah memuncak. Hyung tiangnya ini memang tidak bisa melihat suasana, ingin sekali Sehun membentur kepala hyung yang kelewat gila ini ke tembok atau tidak memukul kepalanya dengan tongkat besi?
"Di—"
"Tunggu, Baekki ada upil di sudut matamu... Eh itu upil atau belek ya Baekki?" dengan mudahnya Chanyeol memotong kata-kata Sehun. Sehun sudah benar-benar tidak tahan, meledak sudah amarahnya! Matanya mendeathglare Chanyeol dengan mengeluarkan aura hitam yang mengerikan di sekitar tubuhnya.
"Benarkah Channie? Aigoo pasti ini kotoran saat aku berlari(?) Aku mau ke toilet dulu, mau ngaca," Baekhyun berjalan cepat ke arah toilet.
"Ya~ Baekki tunggu aku~" susul Chanyeol setengah berlari mengikuti Baekhyun. Meninggalkan Sehun yang amarahnya di ujung tanduk.
"Sehunnie, sabar~" Luhan mengelus pundak Sehun.
"Cih, lain kali kalau duo gila itu berulah akan aku cincang!" Sehun mendengus keras. Luhan hanya tersenyum memaklumi. Jika Luhan menjadi Sehun, dia pasti juga kesal.
"Ayo kita ke dorm saja," Luhan menggandeng tangan Sehun. Pergi menunju dorm.
.
.
.
CKLEK
Lay membuka pintu dorm.
"Ne uisa, kamsahaminda. " Kris membungkuk pada uisanim.
"Jika ada apa-apa hubungi saya lagi tuan Wu, saya pamit." Kris membungkuk sekali lagi setelah itu uisanim pergi keluar.
Lay memasang raut wajah bingung, "Siapa yang sakit Kris?" Kris menghela napas sebentar, otaknya benar-benar penat. "Tao yang sakit, Lay."
"Mwo? Sakit apa?" Lay sedikit terkejut. Setahu Lay, Tao anak yang fisiknya kuat. Tapi akhir-akhir ini Lay melihat Tao kurang semangat. Mungkin Tao sedang ada masalah dan menyebabkannya sakit?
"Tao demam. Aku akan keluar untuk menebus resep. Tolong kau buat kan bubur untuk Tao dan paksa ia makan, nanti jika aku kembali Tao tinggal meminum obatnya saja." Kris mengambil handphone dan dompetnya di meja. Sesudah itu Kris melesat keluar untuk menebus resep obat dari uisa.
Lay berjalan ke kamar Taoris, melihat keadaan Tao. "Hey Tao..." Tao masih terlelap, tubuhnya dipenuhi keringat. Wajahnya pucat, bibirnya pun memutih.
Lay menghapus keringat di wajah Tao dengan handuk hangat. Kemudian mengganti baju Tao yang sudah basah.
"Ehnnggh... Kris...ge..." igau Tao saat bajunya diganti. Lay tersenyum sendu, "Kris sedang pergi membelikanmu obat. Nah, tunggu sebentar ne akan ku buatkan bubur untuk mu panda." Lay mengelus wajah pucat Tao lalu pergi ke dapur untuk memasak.
Beberapa menit kemudian, Lay masuk kembali ke dalam kamar Taoris dengan nampan ditangannya.
Lay menaruh nampan di meja nakas samping tempat tidur Tao. "Tao, ayo bangun, makan lah dulu ne," Lay menepuk lembut pipi Tao. Lay menatap Tao, dahi yang mengkerut di tambah keringat yang terus bercucuran.
"Hemmm.. Apa itu?" Lay melihat kertas aneh di bawah kakinya. Mengambil kertas itu dan membacanya.
"Dilarang memakan kue yang terdapat di dalam guci ini. Jika ada yang memakannya, maka ada keanehan yang terjadi pada tubuh si pemakan kue itu atau bisa keanehan/kutukan yang terjadi, seperti menjadi binatang, mausia setengah monster, makhluk tidak terlihat dan lainnya. Tubuh akan berubah tanpa diketahui sebabnya dan yang bisa mengembalikan ke wujud semula hanyalah dengan ciuman seseorang yang pertama kali melihatnya dalam keadaan berubah tersebut. Tapi wujud semula itu hanya berlaku sementara saja atau atau berlaku selama dua jam. Pemakan kue ini harus menemukan caranya sendiri untuk memutuskan kutukan kue ini jika ingin kembali normal atau tidak, maka si pemakan akan terkena kutukan ini selamanya."
"Huh? Maksudnya apaan ini?" wajah Lay terlihat bingung. Lay menatap kertas itu, lalu menatap Tao.
"Jangan-jangan..."
.
.
.
TBC
Oke, author balik lagi setelah hampir setahun gak update-update -^-
maafkan daku! . waktu itu sibuk UN terus pas masuk SMA eh malah tambah sibuk gara-gara ada kurikulum 2013, mana lappie gak ada, huweeeeee *sujud ampun*
Author janji bakal update terus kok T-T ya paling lama 2 minggu sekali (¬ ,¬") maaf telah mengecewakan kalian _ author mohon kerja samanya lagi *bungkuk2*
-Huang Yoori-
