Metode pertama : Sebuah kepercayaan dari Yunani. Pergi ke tempat di mana kau bisa melihat banyak bintang di langit, kemudian gunakan jarimu untuk menggambar garis yang menghubungkan bintang-bintang sebagai nama dari pujaan hatimu. Jika kau melakukan cara ini, di percaya kau akan mendapatkan cinta dari orang yang kau sukai atau kau tidak akan berpisah dengan orang yang kau sayangi.
.
.
.
Title: How To Get Your Love
Main Cast :
Do Kyungsoo as girl
Kim Jongin
Park Chanyeol
And other exo member
Pairing :
Kaisoo, Chansoo and other official pair
Genre :
Romance, drama, humor (?)
Warning :
OOC, typho(s), Genderswitch, alur terlalu cepat, terdapat bahasa yang tidak baku , dll
"Hey! Kalian sedang apa?"
Kyungsoo dan Jongin mendongakan kepalanya untuk melihat siapa yang sedang menyapa mereka. Byun baekhyun, dan di samping yeoja itu ada... Park chanyeol!
Kyungsoo terperangah.
Gawat! 'Virus Parkus Chanyeolus' mulai menyebar lagi di dalam tubuh Kyungsoo membuatnya hanya bisa memandangi Chanyeol tanpa berkedip.
"Oh.. Hy Baekhyun noona! Hy juga-" Jongin berdehem, "-Chanyeol hyung. Kami hanya bersantai saja. Mau bergabung?"
Chanyeol tersenyum manis membuat Kyungsoo menahan nafas, "Tidak, karna kami harus ke perpustakaan kota untuk mengerjakan tugas kelompok. Kalian mau ikut?"
"Jongin ikut saja yaa?" Baekhyun mendekatkan dirinya dan menarik-narik lengan Jongin. "Kyungsoo juga yaa? Ayo ikut jebal."
Jongin berusaha melepaskan tangannya dari Baekhyun, "T-tidak bisa, noona. Kyungsoo alergi dengan perpustakaan."
What The...
Mengapa Jongin membuka aibnya di depan Park Chanyeol?! Jongin mau mati, Huh?
Kyungsoo memelototi Jongin tapi Jongin tidak menyadarinya. Baekhyun melepaskan tangan Jongin dan berdiri lagi menghampiri chanyeol. "Yahh sayang sekali. kalau kalian ikut pasti akan terasa menyenangkan."
"Baiklah kalau begitu." Chanyeol tersenyum manis lagi. Astaga, Kyungsoo bisa diabetes. "Dan Jongin, jangan lupa minggu depan kita latihan di studio biasa."
Jongin mengacungkan ibu jarinya ke arah Chanyeol.
Chanyeol menatap Kyungsoo dan tersenyum, "kau juga ikut ke studio ya?"
Kyungsoo mengerjapkan matanya dua kali. Chanyeol bicara padanya? Aigooo...
Chanyeol mempunyai sebuah grup band dan Jongin salah satu anggotanya. Band mereka lumayan terkenal dan sering di undang di acara-acara tertentu.
Chanyeol terkekeh melihat Kyungsoo yang memasang ekspresi yang susah di baca, "Kalau begitu kami duluan yaa? Annyeong."
Chanyeol dan Baekhyun pun berlalu.
.
.
.
.
Kyungsoo terus memberantaki barang-barang yang ada di kamar Kris yang merupakan kakak laki-lakinya. Sebenarnya tidak memberantaki, hanya saja kyungsoo sedang mencari teropong yang niatnya akan kyungsoo gunakan untuk menjalankan metode pertama nanti malam.
Kris Do, 20 tahun. Penggila BB cream dan karna itu Kyungsoo sering memanggilnya 'Eonni'. Bercita-cita untuk menjadi astronot dan terobsesi dengan galaxy sehingga ia mengkoleksi berbagai benda yang berhubungan dengan luar angkasa. Seperti teropong, teropong bintang, baju astronot (?), dll. Bahkan Kris bercita-cita ingin menggelar konser di bulan.
Kyungsoo menjambak rambutnya frustasi. Di mana sih kris menyimpan benda itu?
Kyungsoo merasa hampir gila, pasalnya sudah dua jam kyungsoo mencari tapi tak kunjung ketemu. Kyungsoo menyemangati diri sendiri dengan berkata 'fighting kyungsoo, fighting!'.
Yeah, Kyungsoo harus menemukan benda itu sebelum-
"AIGOOO... APA YANG KAU LAKUKAN PADA KAMARKU, MATA PINGPONG?!"
Suara bass itu membuat kyungsoo menoleh, dan kyungsoo tersenyum kikuk begitu melihat kris yang sudah membulatkan matanya melihat kamarnya yang berantakan.
"ah, eon-ehhh oppa hehehe.. kau sudah pulang?"
"astaga kamarku! AIGOOOO... BB CREAM KU!" ,Kris masuk ke kamarnya dan kemudian berlari ke arah meja yang ada di samping tempat tidurnya. Dan kris bernafas lega begitu mengetahui BB creamnya tidak lecet sedikit pun (?).
Kyungsoo menatap Kris malas, dasar maniak BB cream!. "oppa, dimana kau menyimpan teropongmu? Dari tadi aku mencarinya tapi tak kunjung ketemu".
Kris menghentikan aksinya yang sedang mengelus-elus BB cream dan melebarkan matanya menatap kyungsoo, "Jadi kau menghancurkan kamarku karna mencari teropong? harusnya kau menungguku pulang dan memintaku mengambilkan teropongnya, bukannya menghancurkan kamarku! Aku tidak mau meminjamkan teropongku sebelum kau merapikan kamarku seperti semula!"
Kyungsoo cemberut, "mengapa harus aku? Kan ada bibi jung. Ayolah oppa, pinjamkan teropong itu sekarang. Ini menyangkut hidup dan matiku. Jebal oppa!"
Kris mendecih dan menggumam "dasar lebay!"
"oppa, cepat berikan". kyungsoo menggoyang-goyangkan lengan kris sambil memasang puppy eyes.
"puppy eyesmu tidak mempan untukku!"
"oppa, mengapa kau jahat sekali? Pinjamkan aku jebal!"
"tidak mau!"
"aku tidak akan memanggilmu eonni lagi"
"tidak mau"
"baiklah kalau begitu. Aku akan membeberkan semua aibmu ke Tao unni."
Kyungsoo merasa kemenangan ada di pihaknya saat ia melihat kris yang membelalakan matanya.
"hmmm, apa reaksi tao unni ya kalau dia tahu ternyata kris yang manly itu ternyata maniak bb cream, kris tampan yang hanya mandi satu hari sekali jika tidak ada acara, kris yang suka mengoleksi surat cinta dari fansnya, kris manly yang hobinya menonton kartun spongebob, kris yang suka menaruh celana dalamnya sembarangan, kris yang-"
"aishh baiklah, baiklah" , kris pergi ke atas lemari dan mengambil sebuah kardus. Kris mengambil sesuatu dari kardus itu lalu pergi menuju kyungsoo yang sedang tersenyum lebar.
"ini teropongnya" , kris menyerahkan teropong itu kepada kyungsoo, "jangan sampai hilang, jangan sampai rusak, jangan sampai lecet, jangan di pinjamkan ke siapa-siapa, jangan di jual, jangan di-"
"oke oke.. aku pergi dulu ya, kris eonni. Gomawo teropongnya". Kyungsoo berlari keluar kamar kris.
"YA! BERHENTI MEMANGGILKU EONNI!"
.
'Brugrubrgbrug'
.
Kris menggeleng mendengar suara gaduh yang pasti berasal dari kyungsoo yang sedang menuruni tangga dengan terburu-buru.
Kenapa kyungsoo tidak bisa pelan sedikit? sudah tahu kyungsoo hobby sekali terjatuh. "HEY! JANGAN LARI-LARIAN BEGITU NANTI JA-"
.
'Brukkkk'
.
"aduh" ,kyungsoo mengaduh saat bokongnya yang menurut kyungsoo sangat sexy seperti milik angelina jolie menubruk lantai dengan keras.
"Tuh kan Jatuh".
.
.
.
.
Jam menunjukkan pukul delapan malam tapi kyungsoo tak kunjung melihat satu pun bintang. Kyungsoo terus mencari bintang dari balkon kamar jongin menggunakan teropongnya.
"sudah kubilang, bintang tidak akan muncul malam ini."
Kyungsoo mendengus dan menatap jongin yang sedang mengelap kamera merk canon, "kau benar-benar ingin menjadi fotographer ternama ya?"
"begitulah" ,jongin masih terus mengelap kameranya dan tidak menatap kyungsoo.
"tapi melihatmu yang hampir selalu mengalungkan kamera di leher, kau jadi mirip tukang foto keliling.. ppffftttthahaha.." kyungsoo tertawa sampai matanya terpejam.
.
'Jepret'
.
Kyungsoo menghentikan tawanya dan beralih menatap jongin yang sedang tertawa melihat hasil jepretannya. "hapus foto itu!"
"ppfftt.. tidak! wajahmu pffttt.. lucu sekali hahaha~"
Muka kyungsoo memerah menahan malu, "YA!" ,kyungsoo berusaha merebut kamera jongin tetapi jongin dengan sigap menjauhkan kameranya sambil memeletkan lidah. Tetapi kyungsoo tidak menyerah, dia terus berusaha merebut kamera itu dari jongin yang sekarang sedang menertawai foto kyungsoo yang di ambilnya tadi.
Setelah beberapa menit kyungsoo yang lelah pun menyerah dan terduduk kembali seperti semula. Dan kyungsoo melirik tajam jongin yang duduk di sampingnya dengan wajah tanpa dosa.
"kau tahu, gara-gara kau koleksi majalah playboy ku di bakar lagi oleh umma"
Kyungsoo menoleh ke arah jongin yang sedang menatap kesal dirinya. "oh ya? Baguslah kalau begitu" ,kyungsoo terkekeh melihat jongin yang memanyunkan bibirnya. Sok imut sekali.
"pokoknya kau harus ganti rugi! Kau harus pura-pura menjadi pacarku selama satu hari saat festival!"
Kyungsoo membulatkan matanya.
Yea, di tempat tinggal kyungsoo memang ada festival setiap setahun sekali. Dan festival itu selalu di adakan di hari sabtu atau malam minggu karna festival itu di khususkan untuk pasangan kekasih.
Kyungsoo mendelik lagi ke arah jongin. Apa-apan jongin menyuruh kyungsoo untuk berpura-pura menjadi pacarnya? Maaf saja, kyungsoo tidak mau wajahnya yang putih mulus seperti bokong bayi harus ternodai dengan beberapa luka lebam karna ulah dari fansnya jongin.
"tidak mau! Lagi pula kenapa harus aku? Kau kan bisa mengajak para yeoja yang menggilaimu, seperti krystal, sulli, seulgi, hyuna, hyorin, shin-"
"tidak mau! yang menyebabkan majalahku di bakar kan kau bukan mereka!"
"YA! Waktu itu kan aku tidak sengaja membocorkan rahasiamu kepada kim ahjumma!" ,kyungsoo tidak terima dirinya di salahkan seperti itu, "sana ajak saja sehun!"
"ya! kau gila?! aku tidak mau orang-orang mengira aku yaoi-an dengan sehun seperti tahun kemarin" .jongin memanyunkan bibirnya –lagi- sok imut.
Oh iya, kejadian tahun kemarin yang menyebabkan jongin tidak mau dekat-dekat dengan sehun selama sebulan setelah festival. Kyungsoo terkekeh sendiri mengingat kejadian itu.
.
.
.
Flashback
.
Beberapa hari sebelum festival kyungsoo jatuh dari tangga dan menyebabkan tulang keringnya retak. Dan tentunya kyungsoo tidak bisa pergi menemani jongin untuk pergi ke festival. Jongin yang sangat menyukai festival itu tentu saja tidak bisa jika tidak pergi. Dan akhirnya jongin mengajak sehun. Tapi setelah pulang dari festival, dengan wajah cemberut jongin bertamu ke rumah kyungsoo dan menghampiri kyungsoo yang sedang menonton tv di ruang keluarga.
Kyungsoo menatap heran jongin, "ada apa denganmu?" ,
"kyungsoo! apakah aku terlihat seperti seorang gay? Apa wajahku yang tampan dan macho terlihat seperti seorang uke?" ,Kyungsoo agak kaget saat jongin memegang bahunya dan menggoyang-goyangkan bahu kyungsoo.
Kyungsoo menggeleng pelan dengan wajah bingung, "memangnya ada apa sih?"
Jongin kembali menatap kyungsoo dengan wajah memelas, "kyungie, aku shock sekali! Tadi beberapa pedagang di sana bilang aku dan sehun adalah pasangan serasi. Aigoooo..."kyungsoo menatap heran jongin lagi saat ekspresi jongin berubah menjadi panik, "dan lebih parahnya lagi mereka menyangka aku adalah uke Sehun!"
Dan kebingungan kyungsoo pun langsung hilang tergantikan dengan rasa lucu (?) ,"ppfftt.. benarkah?"
"iya! Dan parahnya lagi, si kulit pucat itu malah merangkul diriku sambil sambil berkata terima kasih dan tersenyum lebar kepada para pedagang itu. Sebenarnya si sehun itu normal atau tidak sih?! Ugh aku jadi merinding."
"lalu apa yang kau lakukan kepada si kulit vampire itu?" ,wajah kyungsoo memerah menahan tawa.
"aku pulang dengan sepedaku dan meninggalkan Sehun yang malah tertawa terbahak-bahak"
"ppffttttt...hahahahhaha~" ,kyungsoo tidak bisa menahan tawanya lagi hingga akhirnya kyungsoo tertawa sampai sakit perut dan tak menghiraukan jongin yang menatapnya dengan kesal.
.
Flashback off
.
Sebenarnya kyungsoo tidak tega juga mengingat wajah jongin yang melas semakin memelas waktu itu. "baiklah, baiklah. Tapi kau harus mentraktirku jjajangmyun."
"apa-apaan kau? Harusnya kau yang mentraktirku! Kau kan yang sudah membuat koleksi ku musnah"
"yasudah! Kalau begitu aku tidak mau menemanimu! pergi saja ke festival itu bersama sehun!" ,kyungsoo memasang ekspresi marah yang di buat-buat, lalu ia tersenyum diam-diam karna sepertinya jongin akan-
"yayaya baiklah! Terkadang aku bingung kau ini sahabatku atau bukan". Jongin kembali melihat-lihat foto yang ada di kameranya sementara kyungsoo kembali melihat langit malam tanpa bintang dengan teropongnya.
Kyungsoo menggerutu, kemana sih bintang-bintang itu? Mereka sedang tidur atau apa?
Setelah beberapa jam kyungsoo menguap, dan dia melirik arlojinya yang menunjukkan pukul sepuluh malam. Ini sudah masuk jam tidur untuk kyungsoo. dan sebenarnya kyungsoo paling tidak bisa menahan rasa kantuk, tetapi kyungsoo tidak mau menyerah sebelum melakukan metode pertama itu. Demi mendapatkan chanyeol! Ya, demi chanyeol! Yeyelalala~ (?)
Tetapi lama kelamaan kyungsoo semakin mengantuk dan kyungsoo merasa matanya sangat berat untuk terbuka. Kyungsoo menjatuhkan kepalanya ke bahu jongin. Dan beberapa saat kemudian kyungsoo dapat merasakan tangan jongin yang mengelus kepalanya sambil berkata-
"jangan di tahan, tidurlah jika kau mengantuk. Nanti aku yang akan mengantarmu pulang. -"
Dan elusan jongin itu membuat kyungsoo tertidur lelap dan tak bisa mendengar lagi kata-kata jongin.
Jongin masih mengelus surai kyungsoo yang sudah terlelap tidur, dan jongin tersenyum miris, "Kau sangat dekat, tetapi mengapa sulit sekali untuk menggapaimu?"
Jongin sudah mengenal Kyungsoo sejak kecil. Tanpa Jongin sadari sebuah perasaan sudah mulai tumbuh di hatinya. Perasaan yang membuat Jongin tersiksa. Rasa itu mulai tumbuh saat Kyungsoo masih menjadi gadis kecil hingga tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik seperti sekarang ini.
Dan selama itu pula Jongin menyimpan perasaannya.
Jongin pernah berusaha untuk menghapus perasaannya dengan mencoba untuk memacari gadis lain. Tapi tidak berhasil. Rasa yang tumbuh di hatinya sangat susah untuk menghilang. Walaupun Jongin tahu semua kejelekan Kyungsoo. Mulai dari Kyungsoo yang suka ileran waktu tidur, Kyungsoo yang jarang mandi saat hari libur, Kyungsoo yang alergi dengan perpustakaan, Kyungsoo yang bersikap manja kepada Jongin, dan masih banyak lagi.
Tetapi rasa itu tidak bisa hilang. Apa tandanya jongin mencintai Kyungsoo dengan tulus?
Tiba-tiba lampu padam. Oh ya Jongin baru ingat kalau malam ini ada pemadaman listrik secara bergilir. Jongin menoleh dan menatap wajah malaikatnya yang terkena sinar rembulan.
Kyungsoo sangat indah, dan Jongin tidak akan mungkin mendapatkannya.
Matanya beralih menatap langit malam dan kemudian dia terkekeh karna sekarang ini langit itu bertaburkan bintang-bintang. Oh apakah bintang-bintang ini tidak rela bila Kyungsoo menulis nama Park Chanyeol di diri mereka?
Perlahan Jongin mengangkat tangannya dan jari telunjuknya bergerak-gerak seperti menuliskan sesuatu. Huruf demi huruf Jongin lukiskan di bintang-bintang itu.
'D-O-K-Y-U-N-G-S-O-O'
.
.
.
.
Hari ini hari sabtu yang merupakan hari libur di sekolah kyungsoo. kyungsoo menatap jam dinding yang menunjukkan pukul tiga sore.
Kemana si jongsong? Mengapa lama sekali?.
Kyungsoo sudah rapih karna saat ini ia akan pergi bersama jongin ke festival. Kyungsoo memakai celana kodok -celana yang terdapat dua tali yang disampirkan di bahu- berwarna biru dongker yang panjangnya beberapa centi di atas lututnya, dia memakai kaus lengan pendek ketat bermotif belang-belang berwana putih bercampur biru muda, sepatu kets berwarna biru muda melekat di kakinya, dan rambutnya yang tergerai indah.
"woah, rapih sekali kau? Mau pergi ya? dengan siapa? Dengan jongsong?"
Kyungsoo mendongak lalu mengangguk kepada kris yang saat ini sedang memakai kaus berwarna pink dengan boxernya berwarna pink juga bergambar mickey mouse. Tangan kanan kris berusaha untuk menghapus peta zimbabwe –iler- yang ada di pipinya dan tangan kirinya sedang menggaruk-garuk bokongnya sendiri.
Sepertinya kris habis bangun tidur.
"jangan pulang terlalu malam lagi! aku tidak mau kau menyusahkan jongin lagi seperti semalam. Kasian sekali anak itu pasti punggungnya remuk karna menggendong kau yang beratnya seperti karung beras. Ckckck~".
Dan setelah itu kris berteriak meminta kyungsoo untuk berhenti memukulinya dengan sepatu milik kyungsoo.
Kyungsoo menghentikan aksinya dan menatap tajam kris, "sekali lagi kau bilang badanku berat, maka kau akan kehilangan semua BB cream mu!".
"dasar sadis!" ,Kris menggumam sambil mengelus-elus lengannya yang mendapat ciuman dari sepatu kyungsoo tadi.
Kyungsoo menyilangkan tangannya di dada, "kau sendiri kenapa tidak bersiap-siap? Katanya kau ingin pergi ke festival juga bersama tao unni?!"
Dan kyungsoo menggelengkan kepalanya saat kris berteriak "AIGOOOOO...! aku lupa!".
Dan setelah itu kris berlari ke kamarnya dengan terbirit-birit.
.
.
"KYUNGSOO! BURUNG HANTU! KELUARLAH."
.
kyungsoo segera keluar rumah saat mendengar teriakan dari luar yang sudah pasti berasal dari mulut jongin. Dan terlihatlah jongin yang sedang duduk menaiki sepeda fixie berwarna kuning.
Jongin terlihat tampan dengan celana jeans panjang berwarna hitam, sepatu kets berwarna biru, kemeja yang tidak di kancingkan bermotif kotak-kotak yang juga berwarna biru, dan kaus V neck berwarna putih.
Jongin melihat kyungsoo dari atas sampai bawah lalu terkekeh, "aigooo.. kita benar-benar seperti couple sungguhan. apa kita benar-benar berjodoh? Kkk~"
"kau tidak membawa kameramu? Tumben sekali". Kyungsoo balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan jongin yang menurut kyungsoo adalah sebuah candaan.
"memangnya kenapa? Kau ingin aku membawa kamera itu? Cih, bilang saja kau ingin ku foto."
"bukan begitu, aku jadi tidak perlu khawatir akan ada orang yang menyangkaku sebagai asissten tukang foto, hahahaha~" .kyungsoo tertawa lepas dan tak mengiraukan jongin yang menatap malas dirinya.
.
.
.
"chagiya.. belikan aku es krim, jebal~" ,kyungsoo menarik-narik lengan baju jongin sambil menunjuk-nunjuk sebuah stand es krim.
Sebenarnya kyungsoo malas sekali memanggil jongin dengan panggilan 'chagiya'. Tetapi jongin bilang kyungsoo harus memanggil jongin dengan panggilan kesayangan agar lebih menjiwai peran mereka saat ini.
Jangan lupa, mereka sedang berakting sebagai sepasang kekasih.
"chagi, kau kan tadi sudah makan dua porsi mie ramen. Aku tidak mau kau kebanyakan makan lalu berubah menjadi seperti buto ijo. Lagi pula aku sedang tidak ingin makan es krim."
"bilang saja kau pelit! Yasudah kalau begitu aku tidak mau memanggilmu dengan panggilan kesayangan lagi" ,kyungsoo mempoutkan bibirnya.
Jongin menggaruk rambutnya sendiri dengan kasar, "aish... baiklah".
Hahaha~ kyungsoo tertawa dalam hati karna jongin tidak akan pernah menang dari kyungsoo.
.
.
Kyungsoo tersenyum gembira sambil menarik tangan jongin menuju stand es krim.
Mereka memesan dua es krim.
Es krim strawberry untuk kyungsoo dan es krim pisang untuk jongin. Dan mereka menikmati es krim masing-masing sambil bercanda. Sesekali jongin menyodorkan es krimnya ke arah kyungsoo, dan kyungsoo pun meencicipi es krim jongin. Dan begitu sebaliknya. Ugh romantisnyaa~
.
.
Kyungsoo menatap malas jongin yang saat ini sudah menghabiskan empat es krim pisang padahal kyungsoo saja belum menghabiskan es krimnya yang pertama.
Dasar jongsong! Apakah ini yang di maksud ' sedang tidak ingin makan es krim'?
Setelah menghabiskan es krim mereka, kyungsoo segera menarik jongin ke stand permainan mengambil ikan menggunakan saringan kertas. Dan kyungsoo meminta jongin memenangkan permainan itu.
Yeah, jongin harus menang dan mendapatkan hadiah utama, Sebuah boneka beruang jumbo. Harus, harus, harus!
.
.
beberapa saat kemudian Kyungsoo menyemangati jongin yang saat ini sedang berduel menangkap ikan dengan seorang ahjusshi ,
"FIGHTING CHAGIYAAAA... AYO DUA IKAN LAGI, PALLI.. PALLI PALLI~... WOAH DAPAT! SATU LAGI JONGIIE, FIGHTHING! SEDIKI- "
Dan teriakan kyungsoo berhenti saat jongin memberi isyarat agar kyungsoo melihat ke sekelilingnya. Kyungsoo membeku (?) ternyata hampir semua orang yang sedang berada di tempat itu menatap kyungsoo dengan tatapan yang seperti mengatakan ada-apa-dengan-gadis-aneh-itu?.
Sejujurnya Kyungsoo sangat malu,
lalu ia berdehem pelan dan menggaruk tengkuknya dengan canggung, setelah itu ia mengepalkan tangannya dan mengangkatnya sebatas dada dan bergumam dengan pelan, "fighting! jongin fighting!"
.
.
Kyungsoo tersenyum sangat lebar sambil berkata "gomawo chagiya" kepada jongin saat menerima boneka beruang jumbo berwarna putih hasil dari perjuangan jongin berduel melawan ahjusshi tadi.
Kyungsoo senang sekali karna boneka ini akan menambah koleksi dari boneka kyungsoo yang berjejer rapi di atas kasur.
"hiks.. hiks.. appa, mengapa kau kalah? Aku kan sangat ingin boneka itu.. hiks.."
tangan kyungsoo yang sedang mengelus-elus kepala boneka beruang itu pun terhenti, dan kyungsoo menoleh ke arah seorang anak kecil yang berumur kira-kira tujuh tahunan yang sedang menarik-narik kemeja ahjusshi yang tadi melawan jongin.
Kyungsoo mengahmpiri anak itu dan berjongkok di depan anak itu, "hey cantik, jangan menangis. Nanti cantiknya hilang loh"
Kyungsoo tersenyum tulus saat anak itu malah memeluk kaki appanya, "jangan takut adik manis, aku tidak menggigit kok kkk~." Kyungsoo menyodorkan boneka yang ada di pelukannya kepada anak kecil itu, "ini untukmu. Tapi kau jangan menangis lagi ya"
"b-benarkah itu untukku, eonni?"
Kyungsoo mengangguk dengan senyum tulusnya yang belum luntur.
Anak itu mengambil boneka kyungsoo dengan gembira lalu mencium pipi kyungsoo, "gomawo eonni yang cantik, aku akan menjaga boneka ini dengan baik. Hehehe~"
Kyungsoo mengelus pipi anak itu sebelum mengucapkan kata selamat tinggal. Lalu kyungsoo berbalik dan berjalan menuju ke arah jongin yang saat ini sedang tersenyum bangga ke arah kyungsoo sambil berkata,
"you are my angel!"
.
.
.
Kyungsoo mengemut lolipop sambil berjalan dengan riang. Ia dan jongin sedang berjalan menuju danau untuk melihat pesta kembang api di tengah danau sambil menaiki sampan.
Mereka sudah mencicipi semua makanan dan juga sudah memainkan hampir semua permainan yang ada di festival itu. Kyungsoo sangat bahagia hari ini, mungkin karna semua makanan yang kyungsoo makan semuanya di bayarin jongin kkkk~..
Tiba-tiba kyungsoo merasa dirinya sedang di perhatikan oleh sesuatu. dan Kyungsoo menoleh.
Tuh kan benar.
Kyungsoo mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah jongin yang sedang berjalan melamun sambil menatap kyungsoo. kyungsoo agak merinding melihat jongin yang senyum-senyum sendiri. Apa jongin jadi gila karna telah mentraktir kyungsoo?
.
'BRUGHH'
.
Tiba-tiba kyungsoo menghentikan pergerakan tangannya yang sedang mengibas-ngibas di depan wajah jongin. Kyungsoo menoleh ke arah seseorang yang tepat mendarat membelakangi kyungsoo sambil memegang layang-layang. sepertinya orang itu habis memanjat pohon.
Seketika kyungsoo merasa ada suara nyanyian surga saat orang itu menoleh ke arah kyungsoo dan jongin.
Dan seketika mata kyungsoo muncul blink-blink (?) dan icon lope-lope (?) bertebaran saat tahu siapa orang itu.
Park chanyeol.
Kyungsoo menahan nafas sambil melihat chanyeol yang sedang tersenyum sambil menyapa mereka dengan gaya slow motion. Semuanya nampak blur di mata kyungsoo kecuali chanyeol, dan Khayalan kyungsoo saja atau memang sekarang ini banyak kelopak bunga sedang berguguran jatuh ke tubuh chanyeol.
Tuhan, apa aku sudah mati? Mengapa aku bisa melihat malaikat? –batin kyungsoo.
Tapi kyungsoo langsung lesu melihat seseorang yang sedang berlari menuju ke arah mereka –lebih tepatnya ke arah chanyeol. dan seketika nyanyian surga pun berhenti, kelopak-kelopak bunga yang berguguran di tubuh chanyeol pun seketika berhenti, yang blur menjadi jelas, semua kembali seperti semula, dan blink-blink di mata kyungsoo pun seketika hilang.
"chanyeol, apa kau dapat layang-layangnya?" Orang itu menoleh ke arah jongin dan kyungsoo saat dia menyadari ada orang lain selain dia dan chanyeol, "O, Jongin! Kyungsoo! kalian di sini juga?"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
A/N
.
Sorry for late update...
Saya juga mengganti judulnya. Tidak masalah kan?
Chapter ini republish dan saya hanya menambahkan sedikit scene yang berbeda.
.
Thanks to :
t a, kyunginchity, sniaanggrn, ViraaHee, SognatoreL, Taman Coklat, beng beng max, yongchan.
.
.
Terakhir.. Review?
