Disclaimer: author hanya minjem TaoRis dan member lainnya tapi CERITA ini punya author! JANGAN PLAGIAT atau COPAS

Genre: humor & romance

Pair: TaoRis, member couple EXO, couple DBSK, SuJu and other member SM

Rating: bingung

WARNING: typo, OOC, Yaoi, alur gaje, gaya bahasa susah dimengerti.

Summary: Tao adalah salah satu member EXO boyband terkenal di dunia. Setelah memakan kue aneh, tiba-tiba tubuhnya menciut menjadi 10cm! Dan yang bisa mengembalikannya ke bentuk semula hanya ciuman dari Kris 'Apa yang terjadi sebenarnya?!/Taoris, Kyumin, and other member SM/OOC, Typo, humor-romance.

.

.

.

"Huh? Maksudnya apaan ini?" wajah Lay terlihat bingung. Lay menatap kertas itu, lalu menatap Tao.

"Jangan-jangan..."

.

.

Chapter 5

"Euunghh~" Tao membuka matanya perlahan. Membiasakan cahaya yang masuk matanya.

"Lay gege..." Tao melihat Lay di sampingnya. Tersadar dari lamunannya Lay langsung menyembunyikan kertas itu dan mengambil mangkuk berisi bubur, "Nah, bagaimana keadaanmu Tao-ya? Apakah masih pusing? Makan bubur dulu ne, setelah itu kau minum obat."

"Kris gege mana?" Tao berusaha menyender disisi ranjang. Lay membantu Tao menyenderkannya disisi ranjang. "Dia sedang membelikan mu obat, untuk itu kau harus habiskan bubur ini setelah ia pulang kau tinggal minum obat. Aaaaaaa~" Lay tersenyum ketika Tao memakan bubur buatannya.

CKLEK

"Aah, kau sudah bangun Tao?" Kris tiba-tiba datang masuk ke kamar. Berjalan mendekati ranjang, memegang dahi Tao. Eum panasnya belum turun.

"Lay, tolong ambil segelas air. Biar aku saja yang menyuapi Tao." Kris mengambil alih menyuapi Tao. Menyuapinya dengan sabar.

"Apa yang kau rasakan?" tanya Kris.

"Aku lelah, pusing sekali gege, hiks~" wajah Tao tetap terlihat pucat. Bahkan untuk memakan sesuap bubur butuh beberapa menit untuk menelannya saking lemah tubuhnya.

"Okay, jangan nangis ne baby. Setelah minum obat sakitnya akan hilang, tenanglah." Kris menyeka air mata Tao. Berusaha menghiburnya. Sungguh tak tega Kris melihat Tao seperti ini. Jika boleh lebih baik Kris saja yang sakit.

"Ehem, ini minumnya. Panda? Kau menangis? Appo? Lebih baik langsung minum obat ne, setelah itu istirahatlah." Lay duduk di dekat Tao. Mengambil obat dan membantu Tao meminumnya.

"Cha~ sudah selesai minum obatnya. Pasti nanti sembuk kok. Kalau begitu gege keluar dulu dan Kris aku ingin bicara pada mu diluar." Lay mengusap rambut Tao, tersenyum lembut kemudian keluar kamar.

"Baby, tidur lah jangan menangis lagi. Gege tidak suka melihatnya. Istirahatlah oke." Kris membenarkan letak selimut, lalu mengecup kening Tao. Dan pergi meninggalkan Tao yang terlelap.

.

.

"Ada apa Lay?" Kris duduk di sofa.

"Ini." Lay menyerahkan kertas yang ia temukan tadi. "Apa itu? Apakah Tao mengalami hal itu?" ucap Lay penasaran.

Kris terbelak. Gugup. Tapi dengan cepat Kris menguasai mimik wajahnya, jangan sampai Lay mengetahui perihal ini.

"Kau pikir ini lucu Lay? Mana ada hal di dunia ini yang terjadi seperti itu. Dan mungkin saja Tao dan Sehun sedang ingin menjahili para member dengan kertas ini. Jangan terlalu percaya terhadap hal yang tidak realistis seperti ini Lay." Kris berbicara dengan nada biasa. Sebisa mungkin Kris mengeluarkan kata-kata yang membuat Lay percaya bahwa ini bukanlah hal nyata.

Lay tengah memikirkan ucapan Kris barusan. Benar yang dikatakan Kris. Mana mungkin hal seperti itu terjadi? Hah, mungkin Ia sedang dalam kondisi kalut karena fisik dongsaengnya yang menurun.

BRAK

Tiba-tiba pintu dorm terbuka dengan tidak elitnya.

"Aduh Baekki~ kau jahat sekali. Lihat topi ku jadi kotor begini kan~" rengek Chanyeol yang membuka pintu dorm barusan.

"Iissshhh, diam lah Channie. Kau menghalangi ku masuk~" Baekhyun jalan mendahului Chanyeol ke sofa. "Ada Kris hyung dan Lay hyung!" pekik Baekhyun kegirangan.

"Wah! Naga sedang selingkuh! Hati-hati nanti holang kaya malah(read:marah) loh wkwk." Cerocos Chanyeol tanpa melihat tampang Kris yang ingin segera membunuh virus gila itu.

"Kok Channie jadi cadel kayak Sehun?" cengo Baekhyun. "Benar kah?" Chanyeol membeo.

Terlihat jelas persimpangan di jidat Kris ketika mendengar suara duo koplak itu. Telinga Kris serasa panas dan pelipis Kris juga berdenyut sakit.

"Yak! Kalian bisa diam tidak!" bentak Kris.

"Hah, sudahlah Kris mereka tidak mempan jika kau bentak sekalipun. Duo hyperaktif itu tidak akan bisa diam." Lay menghela napas mendengar keributan yang terjadi.

CKLEK

Suho memasuki drom. "Ya! Naga! Minggir kau! Jangan dekat-dekat Lay!" teriak Suho seketika disuguhi pemandangan tidak enak(?) kemudian menarik Lay jauh dari Kris.

CKLEK

Pintu dorm terbuka. Sehun dan Luhan masuk. Mereka bercengkrama dengan romantis, terlihat serasi. "Ada apa?" Sehun merasa dorm hening begitu saja dan semua mata tertuju kepada pasangan itu.

CKLEK

Pintu dorm terbuka lagi. Kini Xiumin dan Chen yang datang. "Whoooa! Ramai sekali!" Xiumin langsung nimbrung ke ruang tengah. Sedangkan Chen membawakan bakpao yang di beli Xiumin.

CKLEK

Sekali lagi pintu dorm terbuka. Sekarang Kyungsoo dan Jongin yang pulang. "Hey, tumben sekali semua member berkumpul." Kyungsoo berjalan menuju ruang tamu sambil menenteng kantong belanjaan keperluan dapur di bantu oleh Jongin.

"Waaaaaaa! Kau akan masak Kyungsoo hyung?!" Baekhyun berteriak senang.

"Ne, hyung akan masak sekarang mumpung semua member berkumpul. Oh ya mana Tao?" tanya Kyungsoo membuat keadaan yang tadi ribut kini menjadi sunyi.

"Iya, ya? Kemana Tao?" suara Chanyeol memecahkan keheningan.

"Tao sakit..." ucap Lay prihatin.

"MWO?!" semua member -terkecuali Kris dan Lay- terbelak kaget. Tidak mungkin Tao yang kuat bisa begitu mudahnya sakit? Tapi tak dipungkiri kalau Tao itu juga manusia yang bisa sakit.

"Ehhmm, baiklah aku akan memasak dulu baru setelah itu melihat Tao. Aku harus memasak makanan untuk Tao." Kyungsoo dan Jongin pergi ke dapur terlebih dahulu.

"Aku ingin melihat keadaan Tao hyung," Sehun beranjak dari tempatnya.

"Sebaiknya kau duduk kembali dan jangan mengganggu Tao dahulu." Kris menyuruh Sehun untuk kembali duduk.

Sehun tidak menghiraukan perkataan Kris dan tetap berjalan ke kamar TaoRis.

TAP

Kris menarik lengan Sehun dari belakang. "Sudah kukatakan untuk tidak mengganggu Tao dulu, biarkan dia istirahat Oh Sehun." ucap Kris penuh penekanan, mengeluarkan aura dingin disekitarnya.

"A—" omongan Sehun terpotong.

"Sehun. Duduk." suruh Luhan dengan nada yang -terdengar- tak bersahabat.

"Ck." decak Sehun sebal. Sehun tidak ingin membuat Luhan marah padanya di hari pertamanya menjadi sepasang kasih.

"Tao sakit apa?" tanya Xiumin.

"Hanya kelelahan saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan." jawab Kris. Xiumin terlihat lega sekali mendengarnya.

"Aku lapar~" Baekhyun meracau tidak jelas. "Hey Baekki! Bagaimana kalau aku bisa mengeluarkan api beneran?" tiba-tiba Chanyeol menanyakan pertanyaan konyol.

"Aku akan menyuruh Suho hyung untuk menyiram mu dengan air, Channie~ khekhekhe." tawa Baekhyun jahil

"Ya kau kejam Baekki~ kalau begitu aku akan menyuruh Xiumin untuk membekukan air itu~" Chanyeol tak mau kalah.

"Aku akan menyuruh—"

"Stop! Aku sudah tau kau ingin mengatakan apa Channie~khukhukhu mehrong," Baekhyun memotong perkataan Chanyeol begitu saja. Lihatlah wajah ngambek Chanyeol.

"Kau jahat Baekki~huhuhu" Chanyeol memasang wajah nangis yang konyol. "Biarin aja, wajah Channie jelek hehe" tawa Baekhyun sambil menunjuk wajah Chanyeol.

"Diam! Kalian berisik sekali," adu mulut Baekyeol membuat gendang telinga Kris serasa ingin pecah.

"Sambil menunggu masakan selesai, bagaimana kita memakan bakpao Xiumin hyung dulu! Yeah~" Chanyeol mengambil bungkusan berisi bakpao dan tidak mendengarkan omelan dari Kris.

"ANDWE!" dengan cepat Xiumin mengambil kantong tersebut.

Dan keributan-keributan kecil tetap berlangsung walau Kris mengomeli mereka. Ckckckck -_-v

.

.

.

"Euummmhhhhh" seseorang dalam tidurnya merasa terganggu. Seperti ada benda kenyal dan lembut yang menempel dibibirnya. Atau ini hanya mimpi?

Perlahan sang empu yang tertidur membuka matanya. Melihat apa yang ada di hadapannya. "Kris gege..." ucapnya serak.

"Hah, maaf kau jadi terbangun baby.." tangan Kris mengusap sudut bibir Tao yang basah akibat ciuman sepihak(?)

"Tidak apa-apa ge, diluar terlihat ramai" Tao menyenderkan punggungnya di sisi ranjang. Kris mengecek suhu tubuh Tao, "Panasnya sudah turun, apakah masih sakit baby? Masih lemas kah?"

"Aku sudah baik kan gege. Aku ingin keluar ge, sepertinya yang lain sudah pulang," Tao memasang puppy eyesnya. Kris melirik ke arah lain agar tidak termakan bujukkan Tao.

"Tidak baby, kau masih pucat"

"Hiks~" Kris melihat ke arah Tao, menghela napas sebentar lalu membolehkan Tao keluar kamar, "Jangan menangis okay, kau boleh keluar kamar baby"

"Jeongmal?" air mata Tao langsung mengering(?) diganti dengan mata berbinar senang. "Gomawo ge!" Tao mencium pipi Kris lalu melesat pergi keluar kamar.

Di ruang tamu

"Tao? Kau sudah baikkan?" tanya Lay yang melihat Tao keluar dari kamar.

"Kau sudah sembuh panda? Mana yang sakit? Bagaimana kau bisa sakit? Aigooo" tanya Xiumin bertubi-tubi. Xiumin mendekat kemudian menyentuh kening Tao.

"Sudah tidak panas lagi, sini duduk bersama gege. Dan ini gege memberi bakpao supaya kamu cepat sembuh panda" Xiumin menarik tangan Tao ke sofa, memberinya satu bakpao berisi kacang merah.

"Ya~ Xiumin hyung tidak adil, tadi aku minta bakpao tidak di kasih, tapi kenapa Tao yang tidak minta langsung dikasih? Pelit~" Chanyeol mengerucutkan bibirnya yang sama sekali tidak pantas.

"Ya diam kau! Tao sedang sakit jadi aku memberikannya, kau kan masih sehat!" bentak Xiumin tidak terima di bilang pelit.

"Haish kalian berisik! Sebaiknya kau tidak keluar Tao hyung, mendengar keributan seperti ini nanti membuat mu tambah sakit" ucap Sehun sambil menggerutu tidak jelas.

"Ya Sehunna, jangan begitu, mungkin Tao bosan di dalam kamar, bukan begitu Tao?" Luhan memegang tangan Sehun dan posisi mereka sangat dekat. Seperti sepasang kekasih yang amat serasi.

DEG

Jantung Tao merasa sakit melihat pemandangat tersebut. Tao tersenyum kaku,"Ya.. Aku bosan. I-itu, Luhan ge dan Sehun pacaran ya?" entah keberanian darimana Tao menanyakan hal tersebut.

"Ne, tadi Luhan hyung menerimaku menjadi kekasihnya. Bagaimana Tao hyung? Kami serasikan? Hahaha" Sehun terlihat begitu senang, menggoda Luhan yang wajahnya memerah.

"N-ne... Kalian cocok sekali, chukkae ne" Tao memberikan selamat, mencoba menunjukan wajah senang.

Ingin sekali Tao menangis, merebut Sehun dan mengatakan pada Luhan bahwa ia sangat mencintai Sehun. Tapi itu tidak mungkin aniya?

"Kau tidak apa-apa baby?" Kris tiba-tiba muncul, lalu duduk di samping Tao.

"Tidak apa-apa ge" Tao menunjukan senyum. Kris tau bahwa Tao sedih melihat Sehun yang sudah di terima oleh Luhan.

"Kau darimana saja Kris?" tanya Sehun yang baru saja melihat Kris.

"Bukan urusanmu" jawab Kris dingin. Sehun hanya mendengus mendengar jawaban tersebut.

"Oh ya menejer hyung mengatakan besok kita tidak ada jadwal dan terserah kalian mau ngapain saja besok. Besok kita akan pergi ke suatu tempat Lay-ah" ucap Suho mengedipkan matanya kepada Lay. Memberitahu informasih kekosongan jadwal kepada member lain.

"Benarkah? Besok aku akan pergi dengan Chen-ah!" ucap Xiumin semangat.

"Aku akan pergi dengan Baekki!~" koar Chanyeol.

"Ah Luhan hyung, bagaimana besok kita pergi ke taman bermain? Dan Tao hyung kau mau ikut?" ajak Sehun kepada Tao.

"Eh...itu Sehun...—"Tao tidak tau harus menjawab apa.

"Ayolah hyung sudah lama kita bermain bersama lagi" bujuk Sehun.

"Baiklah... Tapi Kris ge boleh ikut ne? Kalau Kris ge tidak ikut aku juga tidak mau ikut" jawab Tao pasrah. Tao memegang tangan Kris. Menggumamkan kata maaf pada pria tinggi itu.

"Baiklah kalau gitu, kau tidak keberatankan Luhannie?" Sehun menatap Luhan, memberi senyum menawannya. "Tidak kok Sehunna," wajah Luhan memerah, bagaimana tidak? Sehun tadi memanggil namanya dengan sebutan Luhannie, panggilan yang manis.

.

.

.

"Waah! Sudah lama aku tidak ke sini Sehunna!" Luhan berteriak senang. Menggandeng tangan Sehun kemudian mencium pipinya. Ah romantisnya.

Tapi hanya satu orang yang tidak terlalu menikmati waktu luang ini. Ya dia Tao.

"Jangan tunjukan wajah murung seperti itu baby. Ayo lebih baik kita bermain dan bersenang-senang, tenang saja aku ada di sini." Kris menghibur Tao. Hah, mungkin ini akan menjadi hari yang lama.

"Ya aku tidak boleh sedih lagi, toh ini lebih baik, aku akan melupakan perasaan ini demi kebahagiaanmu Sehun" gumam Tao dalam hati.

"Ne ge! Ayo kita main seluruh permainan!" Tao kembali semangat. Untuk hari ini dia ingin bersenang-senang dan melepaskan kepenatan selama ini. Kris tersenyum melihat Tao yang ceria seperti biasanya.

Kalian pasti berpikir bagaimana mereka bisa datang ke tempat itu dengan santai? dan tidak ada yang mengenal mereka? Lihat lah, mereka berempat sedang menyamar semua.

Rambut mereka di cat dengan warna hitam, tentunya itu cat sementar yang akan hilang bila terkena air.

Kris memakai kaos putih berlengan panjang dengan celana jeans hitam, tidak lupa sepatu kets putih dan kacamata hitam yang bertengger manis di hidungnya.

Sedangkan Tao memakai kaos berkerah V warna putih yang di padukan dengan blezer lengan panjang berwarna biru tua, celana jeans biru plus sepatu kets putih dengan list biru di pinggirnya, jangan lupa kacamata bening seperti kacamata minus berbentuk kotak terbingkai di wajahnya.

Selanjutnya Sehun, memakai kemeja berwarna hitam pekat, celana jeans hitam juga sepatu kets berwarna hitam. Rambut hitamnya di sisir kebelakang. Ini orang mau main atau ngelayat yak? Hitam semua -.-v *plak

Kemudian Luhan, memakai kemaja polkadot biru putih dengan luaran sweater putih bergaris hitam, celana jeans agak kecolkatan, sepatu kets biru dan topi yang sengaja dipakai miring di kepalanya.

Jujur, walau mereka menyamar seperti apapun tapi tetap aura mereka sangat menganggumkan, terlihat cool dan modis. Lihatlah banyak yang melihat mereka.

"Aku ingin naik itu! Kalian ingin naik itu juga?" Tao menunjuk permainan roller coaster. Permainan yang menantang adrenalin.

"Kau yakin ingin naik itu? Lebih baik naik itu saja baby" Kris menunjuk permainan bombom card(lupa tulisannya gimana=_=)

"Kau takut Kris? Cih cemen sekali kau, ayo Luhannie kita main itu saja bersama Tao. Tidak usah mengajak penakut itu" ejek Sehun yang ditujukan kepada Kris.

"Yah! Aku tidak takut! Ayo kita naik itu baby!" geram Kris kemudian menarik tangan Tao dan menaiki roller coaster. Padahal memang dasarnya Kris takut, hanya saja dia tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri.

.

.

"Kau tidak apa-apa ge? Kau terlihat pucat" Tao memegang erat lengan Kris yang lemas. Berjalan mendekati bangku.

"Cih, cupu sekali hanya naik roller coaster, kora-kora, tornado, giant swing, niagara, histeria, sudah lemas seperti itu? Lemah sekali" Sehun mengejek kembali Kris. (Yoori gk tau permainan ekstrim di korea apa aja _ jadi ambil yang di Indo aja hehe)

"Diam kau maknae! Ini bukan nya lemah! Hanya saja aku sedang tidak enak badan!" elak Kris membela diri.

"Huh masih tidak mau mengaku" dengus Sehun mendengar pembelaan Kris. "Sudah-sudah Sehunna, lebih baik kau di sini sebentar bersama Kris, aku akan membeli makanan bersama Tao" Luhan menengahi pertengkaran KrisHun.

"Kris ge mau makan apa?" tanya Tao. "Terserah kau saja Tao" jawab Kris seadanya karena kepalanya masih sedikit pusing.

Luhan dan Tao pergi membeli makanan. Tampak antrian panjang di stand makanan yang mereka datangi.

"Luhan ge aku ke toilet dulu ne, nanti aku akan kembali" Tao memegangi perutnya. Mungkin sakit perut?

"Oke jangan lama-lama ne panda" Luhan kembali mengantri setelah Tao pergi ke toilet.

Tao masuk ke salah satu bilik toilet. Menuntaskan panggilan alamnya. Tidak beberapa lama Tao keluar dari bilik tersebut. "Ah~ leganya" Tao berdiri di depan cermin, mencuci tangannya di wastafel.

BOW

Tubuh Tao menciut. Tao melirik kiri kanannya. Hufht~ untung nya toilet sepi jadi tidak ada yang melihat kejadian tersebut. "Aduh tapi air di wastafel belum di matikan, biarkan saja lah yang penting aku harus keluar dari sini. Handphone low, mama~huawaaaaa" jerit Tao kencang walau jeritannya tidak sebesar saat dia berukuran dewasa.

Tao keluar dari toilet. Mencari tempat duduk yang di tunggu oleh KrisHun. Tao tidak dapat melihat nya, orang di taman bermain terlalu banyak jadi Tao tidak dapat melihat jalan kembali dengan ukurannya seperti ini.

BRUK

Gawat! Tao menabrak kaki seseorang. Secepat mungkin Tao berpura-pura tidak bergerak.

"Apa ini? Owh mungkin bonekanya terjatuh satu," seorang wanita muda mengambil Tao dan memasukannya dalam keranjang penuh boneka.

Sesaat keranjang tersebut berhenti berguncang. Ternyata wanita tersebut menaruhnya di dalam sebuah stand.

"Boss ini bonekanya" ucap wanita tersebut kepada bossnya.

"Taruh bonekanya di tempat pajangan" jawab bossnya. Wanita itu mengambil Tao pertama kali, lalu memajangnya di sebuah papan. Dan begitu seterusnya dengan boneka yang lain.

Tao melihat ke sekelilingnya. Tempat apa ini? Tunggu dulu! Dia berada di tempat permainan tembak sasaran(aduh Yoori lupa apa nama permainannya tapi ini permainan tembakan. Tembak barang yang di inginkan di tempat sediakan sampai barang itu jatuh. Tau kan? Kalau gk tau yasudah hiksT.T)

Di tempat KrisHun

"Hah...hah... Tao belum ke sini?" tiba-tiba saja Luhan datang sambil berlari ke arah KrisHun.

"Maksud mu? Tao bukannya ikut dengan mu tadi?" Kris menangkap firasat buruk, ada sesuatu yang buruk sedang terjadi.

"Tadi Tao ke toilet, sedangkan aku mengantri membeli makanan. Tapi Tao tidak kembali ke stand itu padahal Tao perginya sudah lama. Aku mencarinya di toilet sekitar tapi tidak ada dan ku telpon hpnya tapi tidak aktif. Aku kira Tao kembali ke sini" Luhan menjelaskan kejadiannya dengan panik.

'Astaga! Jangan-jangan Tao kembali ke bentuk kecil. Ini sudah dua jam berlalu sejak ciuman sebelum berangkat!' batin Kris cemas

"Mungkin Tao tersesat, ayo kita cari!" Sehun bergegas menggandeng Luhan dan mencari bersama ke arah wahana permainan. Kris mencarinya ke arah stand permainan dan stand makanan juga di sekitar toilet.

"Tao! Tao! Aishhh ramai sekali! Bagaimana ini?" Kris menunduk, melihat ke arah bawah.

"Hosh.. Hosh... Bisa gila aku mencarinya dengan tubuh seperti itu" Kris mengusap peluh yang ada di wajahnya. Ini sudah sejam dia mencari Tao tapi hasilnya nihil.

"Chagi~ aku mau boneka yang terlihat panda itu~ yang pakai baju putih dengan blazer biru~" suara seorang gadis terdengar di telinga Kris.

Kris melihat gadis tersebut bersama kekasihnya. Berada di stand permainan tembak barang(?).

Kris langsung ke arah stand itu. Cha! Akhirnya ketemu! Tao berada di salah satu sasaran tembakan itu!

Kris melihat sang kekasih gadis tersebut menembakan sasarannya ke arah Tao. Berkali-kali kena tapi Tao tidak jatuh.

"Mian chagi, bonekanya tidak mau jatuh. Aku dapatnya boneka tedy bear. Jangan ngambek ne?" terlihat sang pria berusaha menghibur si gadis.

"Aku mau mencobanya" Kris mengambil uang dari saku celananya.

"Silahkan tuan, pilihlah barang yang Anda inginkan" sang pemilik toko memberikan tembakan tersebut kepada Kris. Kris mulai menembaknya.

Satu tembakan

Dua tembakan

Tiga tembakan dan... Cha! Kena! Dan Tao berpura-pura jatuh~

"Wah! Selamat Tuan! Anda mendapatkan boneka tersebut. Sudah banyak orang yang mentargetkannya, tapi boneka tersebut tidak pernah jatuh!" Pemilik toko mengambil Tao dan memberikannya kepada Kris.

"Gamshaminda" Kris kemudian pergi dari tempat itu dan berjalan menuju toilet.

"Hah, kau membuat gege cemas!" Kris masuk ke salah satu bilik toilet. Berusaha menetralisirkan nafasnya yang sedikit memburu.

"Mian... Hiks.." Tao menunduk tidak sanggup menatap wajah Kris. Tubuhnya sudah sakit berkali-kali terkena tembakan di permainan tersebut hingga Kris gegenya datang menolongnya.

"Sudah.. Gege tidak memarahimu.. Chup" Kris mengecup bibir Tao yang mungil. Sedikit asin karena tercampur air mata Tao.

"Eemmppphhh" melumatnya sedikit. Lalu menyudahi ciuman manis tersebut.

BOW

Ukuran tubuh Tao kembali seperti semula. Wajah mereka sangat dekat bahkan Tao dapat merasakan nafas Kris di sekitar lehernya.

"Err..Kris gege, ponsel mu berbunyi," untung saja dering ponsel Kris menyelamatkan Tao dari posisi yang dekat itu.

Kris bergumam sebentar lalu mengangkat ponselnya, "Yoboseo, ye.. Ya Tao sudah ketemu. Oke, bertemu di bangku tadi saja"-pip- Kris memasukan kembali ponselnya ke dalam saku.

"Siapa Kris ge?" tanya Tao.

"Sehun, dia menanyakan apakah kau sudah ketemu baby. Cha lebih baik kita segera keluar." Kris membuka pintu bilik toilet tersebut. Tao keluar terlebih dahulu, kemudian di susul oleh Kris. Mereka kembali ke tempat bangku di sudut taman bermain.

"Panda! Kau baik-baik saja? Gege khawatir pada mu," Luhan yang melihat Tao langsung memeluknya. Memegang wajah Tao dan mengecek keadaan Tao.

"Aku tidak apa-apa ge," Tao tersenyum, mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja.

"Sudah-sudah lebih baik kita makan dulu. Luhan hyung sempat membeli makanan tadi." Sehun menaruh kantung plastik berisi makanan di atas bangku. Menyuruh mereka semua duduk. Mereka makan bersama-sama.

Hari semakin sore. Perut mereka pun sudah terisi. "Hey bagaimana kita naik bianglala? Katanya kalau yang naik bianglala pada jam sekarang akan menjadi pasangan abadi. Aku ingin mencoba nya bersama Sehunna" usul Luhan dengan wajah berbinar.

Tao hanya bisa tersenyum getir. Untuk sekian kalinya hatinya sakit. Sampai dimana ia dapat bertahan dengan situasi ini?

"Boleh juga, aku akan naik dengan Tao. Iyakan panda?" Kris mengedipkan satu matanya. Mengacak-acak rambut hitam Tao. Berusaha menghiburnya.

"Ne..."ucap Tao pelan. Sedikit menundukan kepalanya. Menahan airmata yang sudah dipelupuk mata.

Luhan menarik tangan Sehun, berlari ke wahana bianglala. Kris menggenggam telapak tangan Tao. Tao menatap wajah Kris. "Ayo pergi," Kris tersenyum ke arah Tao.

Mereka berempat mengantri di wahana bianglala. Antrian yang cukup panjang mengingat rumor bila yang menaiki bianglala sekitar jam 4 sore sampai jam 5 sore akan menjadi pasangan abadi. Rata-rata yang mengantri adalah pasangan kekasih.

Ya walau pasangan kekasih seharusnya pria wanita. Tapi itu tidak berlaku bagi Luhan,Sehun, Kris, dan Tao. Mungkin yang melihat mereka hanya menganggap mereka ingin melihat pemandanngan kota dari atas. Siapa sangka anggapan orang sekitar itu ternyata salah?

Hey, yang sebenarnya HunHan TaoRis itu pasangan kekasih, yeah walau TaoRis belum menjadi pasangan kekasih tetapi sebentar lagi~

Akhirnya mereka berempat bisa menaiki bianglala. Luhan dengan Sehun, sedangkan Tao dengan Kris.

"Pemandangan dari atas ini sungguh indah bukan baby Tao?" Kris mengahlihkan pandangannya daei jendela ke arah Tao.

"..." Tao tetap menundukan kepalanya. Mungkin sebentar lagi air mata yang ia tahan akan jatuh jika Kris tidak memanggil namanya.

"Hey lihat ke sini Tao, lupakan Sehun okay. Ada gege disini," Kris memegang wajah Tao. Menghapus air mata yang telah mengalir dipipinya.

Wajah Kris semakin mendekat. Mempersempit ruang yang ada. Dan bibir itu menyatu. Tao yang belum siap dengan kecupan itu terbelak kaget.

Tao melihat ke depan, ke wajah Kris yang telah memejamkan matanya. Menikmati bibirnya. Benda kenyal itu menyerangnya dengan lembut. Kris melumat bibir Tao.

DEG

DEG

DEG

Entah sihir darimana dada Tao terasa berdegup kencang. Ciuman yang di berikan Kris membuat Tao seperti merasakan ketulusan yang Kris beri. Rasanya ada sengatan listrik di dalam aliran darahnya dan ribuan kupu-kupu terbang dalam perutnya.

'Kenapa ini? Dadaku menghangat.. Berdegup kencang... Aku tidak mengerti...'

Tao telah jatuh cinta. Cinta yang sesungguhnya.

.

.

.

TBC

Oke ini sudah lewat dari dua minggu yang telah Yoori janjikan T.T

Maafkan Yoori huweee T.T /sujud2 ditanah/

Yoori memang sibuk tapi kadang malas juga buat ngetik =u= /plak

Tapi Yoori tetap mengetik dikit2 di sela-sela waktu senggang

Yeah~lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali aniya?~

Untuk ke depannya Yoori tidak tau kapan bisa update, Yoori gk ingin janji2 lagi (T.T)/ takut gk bisa di tepati kayak chap sebelumnya QuQ

Tapi Yoori gk kan menghilang lama2 kok, jadi buat para chingu readers sekalian jangan lelah untuk menunggu ne (◦'ωˉ◦)~ dan untuk yang ngefav yang ngefollow juga, mohon minta review nya ToT

Huang Yoori

10/03/14

12.30

Jengomal gomawo

REVIEW!~