Metode pertama : Sebuah kepercayaan dari Yunani. Pergi ke tempat di mana kau bisa melihat banyak bintang di langit, kemudian gunakan jarimu untuk menggambar garis yang menghubungkan bintang-bintang sebagai nama dari pujaan hatimu. Jika kau melakukan cara ini, dipercaya kau akan mendapatkan cinta dari orang yang kau sukai atau kau tidak akan berpisah dengan orang yang kau sayangi.


Title: How To Get Your Love

Main Cast :

Do Kyungsoo as girl

Kim Jongin

Park Chanyeol

And other exo member

Pairing :

Kaisoo, Chansoo and other official pair

Genre :

Romance, drama, humor (?)

Warning :

OOC, typho(s), Genderswitch, alur terlalu cepat, terdapat bahasa yang tidak baku , dll

Disclaimer :

Cast milik Tuhan dan dirinya sendiri. FF ini terinspirasi dari sebuah film yang berjudul a crazy little thing called love, tetapi alur dan jalan ceritanya milik saya.

.

.


Tapi kyungsoo langsung lesu melihat seseorang yang sedang berlari menuju ke arah mereka –lebih tepatnya ke arah chanyeol. dan kelopak-kelopak bunga yang berguguran di tubuh chanyeol pun seketika berhenti, yang blur menjadi jelas, semua kembali seperti semula, dan blink-blink di mata kyungsoo pun seketika hilang.

"chanyeol, apa kau dapat layang-layangnya?" Orang itu menoleh ke arah jongin dan kyungsoo saat dia menyadari ada orang lain selain dia dan chanyeol, "O, Jongin! Kyungsoo! kalian di sini juga?"

.

.

.

"oh! Hay baekhyun noona" ,jongin menyapa baekhyun sambil tersenyum ramah dan kyungsoo hanya tersenyum kepada baekhyun.

Oh, ternyata chanyeol ke sini bersama baekhyun.

Oh, baekhyun ya?

OH okay.

OH...

OH... RAPOPO –Batin kyungsoo.

"kalian ke sini hanya berdua?" ,chanyeol melirik jongin dan kyungsoo bergantian.

Baru saja kyungsoo ingin menjawab tapi jongin merangkul kyungsoo dan merapatkan tubuhnya sambil berkata dengan riang, "tentu saja! Kami kan sedang berkencan"

UHUK! -Kyungsoo tersedak salivanya sendiri.

Dan ia semakin gugup saat melihat baekhyun yang menunjukkan reaksi terkejut yang sangat ketara dan chanyeol yang membelalakan matanya.

Dasar jongsong gila!

Mengapa ia berkata seperti itu di depan baekhyun dan chanyeol. Kyungsoo takut chanyeol salah paham.

Kyungsoo melepaskan rangkulan jongin dengan paksa lalu mengibaskan tangannya, "e-ehh.. t-tidak kok, itu fitnah! I-i-itu tidak benar. Hhehehe~"

"tidak benar? Hufth~ Aku kira sungguhan hahaha~" ,baekhyun tertawa garing.

"memangnya mengapa kalau sungguhan?"

Baekhyun terlihat gelagapan saat jongin bertanya, "e-eumm... a-anu.. k-k-karnaa...errr.." ,baekhyun mengacak rambutnya sendiri, "aishh.. lupakan!"

"ehh, jongin.. ayo kita bermain layang-layang!" ,Tiba-tiba baekhyun mengambil layangan yang chanyeol pegang.

"mengapa aku? Kan ada chanyeol hyung! Lagipula ini sudah gelap."

"chanyeol pasti lelah, dari siang dia menemaniku bermain layang-layang. Sekarang giliran kau, kajja!" . baekhyun menarik tangan jongin dengan paksa.

"mwo?e-ehh..kyungiee... t-tolongg! Aku di culiiiikkkk.." ,jongin berusaha menggapai kyungsoo dengan tangan kanannya yang tidak di tarik baekhyun.

Kyungsoo menatap heran baekhyun dan jongin yang semakin menjauh.

Sebenarnya baekhyun itu wanita atau Hulk? Tenaganya besar sekali sampai-sampai jongin terseret olehnya.

Kyungsoo mengalihkan pandangannya ke arah chanyeol saat namja itu berdehem.

OH IYA!

Kyungsoo baru sadar kalau saat ini ia hanya berdua dengan chanyeol.

Sekali lagi, BERDUA DENGAN CHANYEOL!

"s-sebaiknya kita berjalan-jalan"

Kyungsoo mengangkat sebelah alisnya dengan canggung saat chanyeol membuka suara.

Chanyeol menggaruk tengkuknya, "akan sangat bosan jika kita hanya menunggu mereka di sini".

kyungsoo mengangguk.

"ahh, iya juga".

Sebenarnya Kyungsoo sudah berkeringat dingin dan ia berusaha mengatur jantungnya yang berdetak 'dugjedagjedug' tidak beraturan.

"tadi kau mau kemana bersama jongin?"

"a-nu.. tadi kami i-ingin ke danau" ,kyungsoo mengutuk suaranya yang terdengar bergetar.

"aahhh! Pesta kembang api." Chanyeol mengangguk-anggukan kepalanya mengerti lalu menarik tangan kyungsoo. "ayo, kita harus cepat sebelum ke habisan perahu!"

Dan kyungsoo mengangguk sambil menahan kesadarannya yang hampir hilang.

.

.

.

.

'duh jantung, berhentilah berdetak!.. ehh, kalau berhenti berdetak aku mati dong? Ishh Kyungsoo pabbo' –kyungsoo meruntuki jantungnya yang berdetak tidak karuan begitu memandang chanyeol yang sekarang sedang duduk di hadapannya.

Sekali lagi, DI HADAPANNYA.

Yea, mereka sedang berada di tengah danau dengan sebuah perahu atau sampan (?) kecil yang hanya bermuatan dua orang. Mereka sedang menunggu pesta kembang api di mulai.

Sebenarnya saat ini bukan hanya mereka yang ada di tengah danau melainkan banyak pasangan muda-mudi lain yang juga ada di danau itu.

Tetapi jarak perahu satu ke perahu lain lumayan berjauhan.

"berhentilah menunduk. Wajah manismu jadi tak terlihat... kkk~" ,chanyeol terkekeh sendiri.

Oh-Tu-han!

Tadi apa kata chanyeol?

Wajah manis?

MANIS?

MA-NIS?

Kyungsoo tertawa canggung. Rasanya kyungsoo ingin meleleh seperti lilin saat mendengar ucapan chanyeol tadi.

Dan terima kasih chanyeol karna telah membuat kyungsoo semakin berkeringat dingin.

"sebenarnya aku ingin bertanya" ,chanyeol menggaruk tengkuknya sendiri.

"t-tanyakan saja".

Kyungsoo berharap chanyeol akan bertanya-

'kyungsoo, maukah kau menjadi yeojachinguku?' atau 'kyungsoo mau kah kau jadi pendamping hidupku?' atau 'kyungsoo, maukah kau membangun rumah tangga yang harmonis dengan aku sebagai suamimu?.'-

Tapi-

"sudah berapa lama kau dekat dengan jongin?"

O-oh,

sebenarnya kyungsoo kecewa.

"a-aku dekat dengan jongin semenjak dia menjadi t-tetanggaku. Eumm.. k-kira-kira saat kami kelas empat sekolah dasar. M-memangnya ada apa, s-sunbae?"

"eungg.. tidak apa-apa"

Chanyeol terkekeh dan entah mengapa itu membuat pipi kyungsoo bersemu.

Kyungsoo mengalihkan pandangannya menatap langit malam yang saat ini terlihat banyak bintang yang seakan sedang mengejek dirinya.

Sial.

Mengapa sekarang muncul banyak bintang tetapi kemarin tidak?

"err.. bintangnya indah ya, sunbae?" ,kyungsoo berbasa-basi.

Chanyeol mengangguk. "Iya. tapi kau tahu? ada yang lebih indah dari bintang".

Kepala kyungsoo yang semulanya mendongak langsung mengarahkan pandangannya ke arah chanyeol yang saat ini sedang mendongak juga, "memangnya apa yang lebih indah dari bintang?"

Kyungsoo jadi salah tingkah saat chanyeol berhenti mendongak dan menatap kyungsoo dengan dalam.

"yang lebih indah dari bintang, adalah-"

'BUZZZZ'

'TUIINGGG'

'DUARRR'

'JEGERRR'

Kyungsoo tidak bisa mendengar kelanjutan dari perkataan chanyeol karna tiba-tiba banyak kembang api yang meluncur ke langit.

Kyungsoo mengalihkan pandangannya ke arah kembang api yang terus bermunculan secara bergantian.

dan Kyungsoo terkagum-kagum melihat para kembang api yang sangat indah itu.

"sunbae, lihatlah! Itu indah sekali.. woah~"

kyungsoo menatap cahnyeol sebentar dengan antusias lalu kembali memfokuskan dirinya ke langit yang saat ini sedang bertaburan kembang api dan juga bintang.

Dan,

.

Tidak mengetahui chanyeol yang tersenyum penuh arti sambil menatap kyungsoo.

.

.

.

Kyungsoo dan chanyeol saat ini sedang berjalan menuju ke parkiran festival dengan chanyeol yang menggandeng tangan kyungsoo.

Sepertinya kyungsoo harus berterima kasih kepada seseorang yang tadi menabrak kyungsoo hingga terjatuh karna setelah itu chanyeol menggandeng tangan kyungsoo agar kyungsoo tidak tertabrak orang lagi.

Oh tuhan,

kyungsoo berharap saat ini tangannya mengeluarkan lem sehingga tautan tangan chanyeol dan kyungsoo tidak bisa terlepas selamanya.

Tapi sepertinya doa kyungsoo tidak terkabul karna chanyeol melepaskan genggamannya saat jongin dan baekhyun muncul dengan tiba-tiba di hadapan mereka dengan wajah yang tidak bisa artikan.

"kalian sudah selesai kan? Kalau begitu, ayo pulang kyungie!" ,jongin menarik tangan kanan kyungsoo dengan wajah datar.

"tunggu!" ,chanyeol menarik tangan kiri kyungsoo, "kalian bisa pulang bersama aku dan baekhyun. Kebetulan aku bawa mobil".

"ya, ikutlah bersama kami!" ,baekhyun berucap menatap jongin.

"terima kasih tawarannya. Tapi aku bawa kendaraan sendiri". Jongin berucap dengan tangannya yang masih menggenggam pergelangan tangan kanan kyungsoo.

"kalau begitu kyungsoo bisa pulang bersama aku dan baekhyun. Kau mau kan kyungsoo?" ,chanyeol menatap kyungsoo dengan tangannya yang tidak melepaskan tangan kiri kyungsoo.

Duh, bagaimana ya?

sebenarnya kyungsoo ingin sekali pulang bersama chanyeol dan baekhyun, tetapi dia tidak enak hati dengan jongin. Kyungsoo terdiam dengan gelisah.

"baiklah! Kalau begitu aku duluan!" ,jongin melepaskan tangan kyungsoo dan berbalik.

Kyungsoo gelagapan. Apa jongin marah padanya?

Tapi mengapa?

Kyungsoo menggaruk lengannya yang tidak gatal. "err.. sepertinya aku harus pulang bersama jongin. Terima kasih sudah menawariku tumpangan, sunbaenim. Aku pergi dulu"

kyungsoo mengejar jongin yang semakin menjauh setelah membungkukkan badannya dengan hormat ke arah baekhyun dan chanyeol.

.

.

.

.


"Jongin! Pelan-pelanlah sedikit!" ,kyungsoo memegang erat bahu jongin.

Sekarang kyungsoo sedang di gonceng di sepeda jongin. Kyungsoo berdiri di belakang jongin dengan kakinya yang berpijak pada besi yang terpasang di kedua sisi ban belakang jongin, dan tangannya memegang bahu jongin.

Sebenarnya kyungsoo takut karna saat ini jongin mengayuh sepedanya dengan sangat kencang. Di tambah lagi saat ini mereka sedang melewati sebuah taman yang gelap.

Kyungsoo semakin mempererat pegangannya saat jongin malah menambah kecepatan mengayuhnya,

"jongin, ada apa denganmu? Jangan terlalu kencang, nanti kita celaka!"

Tetapi jongin tidak mengurangi laju sepedanya.

Kyungsoo heran, ada apa dengan anak ini? sedari tadi jongin tidak bicara apapun kepada kyungsoo.

Dan mata kyungsoo membulat saat mengetahui ada sebuah batu besar di depan mereka,

"JONGIIINNNN.. AWAAAASSSSSSSS!"

'BRUGHH'

'BRUKKK'

'JEDUAKKKH'

Sepertinya perkataan kris yang bilang 'kyungsoo yang hobbysekali terjatuh' itu memang benar.

Kyungsoo merintih saat merasakan sakit di lutut kirinya.

Dan ternyata oh ternyata lutut kyungsoo terluka dan mengeluarkan darah.

Dasar jongin pabo!

Sudah tahu sepeda fixie itu tidak ada remnya, tapi dia malah ngebut seperti tadi.

Dan apa batu sebesar tadi tidak terlihat di mata jongin? Apa tadi baekhyun mencolok mata jongin sehingga mata jongin bermasalah?

Kyungsoo miris melihat sepeda jongin yang ban depannya penyok.

"Jongin! Kau tidak apa-apa?" .

kyungsoo melihat ke arah jongin yang saat ini sedang berdiri sambil membersihkan debu yang menempel di pakaiannya.

Syukurlah sepertinya jongin tidak apa-apa.

Yeoja mungil itu berusaha berdiri tapi tidak bisa karna lututnya terlalu nyeri. Kyungsoo meniup-niup lukanya yang terasa perih.

tetapi kemudian dia meluruskan pandangannya ke arah jongin yang saat ini sedang berjongkok di hadapannya sambil mengikatkan kemejanya yang sudah di gulung panjang ke lutut kyungsoo yang terluka, membuat kyungsoo meringis. Dan jongin mengelus dagu kyungsoo yang ternyata juga terluka sedikit. Dan kyungsoo meringis lagi.

Jongin menatap kyungsoo dengan arti apa-ini-sakit-?

Kyungsoo mengangguk, "tapi tidak apa-apa"

Setelah itu jongin membelakangi kyungsoo masih dengan posisi berjongkok, "naiklah!"

Kyungsoo ragu.

Kyungsoo mengingat perkataan kris yang bilang dirinya berat seperti sekarung beras. Kyungsoo takut punggung jongin akan sakit. Tetapi jika tidak, ia tidak akan sampai rumah tepat waktu. Akhirnya kyungsoo naik ke punggung jongin. Dan jongin melangkahkan kakinya meninggalkan sepedanya yang rusak di taman itu.

Hening.

Itu yang di rasakan kyungsoo saat ini. kyungsoo agak merinding karna taman ini minim penerangan dan sepi pula. Jongin juga tidak berkata sepatah kata pun.

Kyungsoo juga heran dengan sikap jongin. Padahal sebelumnya jongin normal-normal saja.

"jongin, kau kenapa?"

Hening.

"kau... marah padaku?"

"tidak" ,terdapat jeda sebelum jongin menjawab pertanyaan kyungsoo.

"hihi.. baguslah."

Kyungsoo lega saat jongin bilang tidak marah padanya. Pasalnya, jongin tidak pernah marah –dalam arti sebenarnya- kepada kyungsoo. bahkan saat kyungsoo melakukan kesalahan sekalipun. Kyungsoo juga bingung, mengapa jongin selalu sabar menghadapi kyungsoo?

Entahlah.

Tiba-tiba terlintas ingatan saat ia bersama chanyeol saat di festival. Mungkin jika kyungsoo bercerita tentang chanyeol saat di festival tadi akan membuat mood jongin naik.

"Hey Jongin, aku mau cerita! Dengarkan ceritaku, ne?"

Jongin menggumam pelan.

"jongin, kau tahu? Tadi aku pergi menaiki perahu bersama chanyeol dan melihat kembang api bersama. Dia selalu tersenyum padaku dengan tampannya, aigoooo.. aku mau mati saja... dia juga membantuku yang tadi terjatuh lalu menggenggam tanganku. Uhh, mengapa wajahnya selalu terbayang ya? oh ya, dia juga bilang kalau wajahku ini manis, omonaaa.. kkk~ ... tadi dia juga-"

"KAU BISA DIAM TIDAK SIH?"

Kyungsoo langsung mengatupkan mulut saat jongin membentaknya. Mengapa jongin membentak kyungsoo? kyungsoo salah apa? Apa karna cerita kyungsoo?

Tapi tadi kan jongin menyetujui untuk mendengarkan cerita kyungsoo, tetapi mengapa sekarang malah menyuruh kyungsoo diam dan membentak dirinya?

Padahal jongin tidak pernah membentak atau bersikap kasar kepada kyungsoo sebelumnya. Dan mengapa hati kyungsoo terasa sakit?

Dengan mata yang berkaca-kaca, kyungsoo berontak dari gendongan jongin membuat pemuda itu menghetikan jalannya. Dengan susah payah, jongin menyeimbangkan dirinya.

"berhentilah bergerak, kau bisa jatuh".

"hiks.. masa bodoh! Turunkan aku sekarang! Turunkan!"

Kyungsoo terus-terusan berontak sehingga jongin dengan terpaksa mendudukan kyungsoo di sebuah kursi taman.

Kyungsoo mendelik saat jongin juga duduk di sebelahnya. "sedang apa kau?! Sana pulang. Hiks.. tinggalkan aku! Sana pergi!" kyungsoo mendorong-dorong tubuh jongin agar pergi tetapi dia menghentikannya saat kyungsoo tahu itu tidak ada gunanya.

"mianhae. Jangan menangis lagi, ku mohon", jongin menghapus air mata yang ada di pipi kyungsoo dengan wajah menyesal.

"hiks, Mengapa membentakku? Memangnya aku salah apa?"

"Mood ku jadi tidak baik karna kau berdekatan dengan chan- ehh... m-maksudku.. aku tidak betah di tinggal berdua dengan baekhyun noona. Dia sangat cerewet".

"jangan alasan! Aku kan juga cerewet, tapi kau betah bersamaku"

"kalau denganmu itu berbeda!"

"apa bedanya?"

Jongin terdiam beberapa detik. Lalu menjawab pertanyaan kyungsoo dengan tergagap, "bedanya.. eumm.. bedanya...", jongin mengacak rambutnya sendiri saat tidak bisa menjawab pertanyaan kyungsoo. " aish, lupakan saja!"

Kyungsoo menggendikkan bahunya sendiri lalu menyenderkan badannya ke sandaran kursi dan kepalanya mendongak menatap langit malam.

Dan terlihatlah banyak bintang yang seakan sedang tersenyum kepada kyungsoo.

Kyungsoo menghapus airmatanya lalu mengangkat jari telunjuknya dan menggerakkannya seperti menuliskan sesuatu.

Kyungsoo melukiskan nama dan harapannya di langit itu dengan ujung telunjuknya.

kyungsoo menarik sebelah sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.

Bolehkah kyungsoo berharap harapannya akan terkabul?

'Hey bintang-bintang yang indah. Tolong sampaikan pada Tuhan tentang harapanku, agar ia mengabulkannya'. –batin kyungsoo.

"kau sedang apa?" .jongin ikut mendongak seperti kyungsoo.

Kyungsoo masih terus melukiskan harapannya dan nama seseorang di langit sehingga tidak menggubris pertanyaan jongin.

Jongin menggumam, "oh, metode pertama".

Kyungsoo terus menggerakan jari tangannya ke kiri dan ke kanan. Dan setelah selesai ia menurunkan tangannya kembali dengan harapan keinginannya akan terkabul.

"Metode pertama, Selesai!" .

kyungsoo mengulum senyum lalu mengalihkan pandangannya ke arah jongin.

Dan kyungsoo memasang ekspresi bingung saat jongin melakukan hal yang sama dengannya.

Menulis di bintang?

Jongin memasukkan tangan kirinya ke saku celana sementara tangan kanannya terangkat sambil menggerakkannya seakan sedang menulis di langit.

Sebenarnya kyungsoo penasaran, nama siapa yang jongin tulis? Kyungsoo masih tidak mengalihkan pandangannya dari jongin bahkan saat namja berkulit tan itu menurunkan tangannya.

"apa?" ,tanya jongin dengan wajah ceria.

Kyungsoo bingung, mengapa mood jongin cepat sekali berganti? "kau... tadi melakukan hal yang sama sepertiku?"

Jongin mengangguk.

"lalu, siapa yeoja tidak beruntung yang kau tulis namanya?", kyungsoo tertawa mencoba untuk mengejek jongin.

"itu.. rahasia"

"ya! mengapa kau merahasiakannya dariku?", kyungsoo memasang ekspresi sebal lalu memukul pelan lengan jongin yang saat ini sedang mengamati langit malam. "jongin, tebaklah nama siapa yang aku tulis tadi!".

Jongin memutar ke dua bola matanya dengan malas, "sudah pasti itu chanyeol hyung".

"ya itu benar! tapi aku menuliskan dua nama. Coba Tebak siapa orang itu!"

"eumm... Kris hyung?", tanya jongin sambil menatap kyungsoo.

"bukan" ,kyungsoo menggelengkan kepalanya.

"eomma dan appa mu?"

"kurang tepat"

"temanmu? Si rusa yang galak dan si unicorn yang pelupa?"

"bukan juga"

"ahjussi yang tinggal di perempatan?"

Kyungsoo memasang ekspresi sebal, "Ya! apa-apaan? tentu saja bukan!".

Jongin terkekeh, "lalu siapa?"

Kyungsoo terdiam selama lima detik, "nama orang yang aku tulis dilangit setelah nama park chanyeol adalah-

-Kim Jong In"

,ucap kyungsoo dengan penuh penekanan lalu tersenyum manis kepada jongin.

Jongin tersenyum lebar, "Woahh, namaku? Jangan-jangan kau mulai mencintaiku.. kkk~"

"Ya! b-bukan seperti itu!" ,kyungsoo mengibaskan tangan kirinya. " A-aku hanya tidak ingin berpisah denganmu".

Jongin mengangkat sebelah alisnya, "mengapa?"

"karna aku ingin kita berteman sampai tua."

Jongin terdiam selama beberapa detik mencoba mencerna perkataan kyungsoo, "ber-berteman?"

Kyungsoo menganggukan kepalanya dengan pelan. "iya, Sampai kau menikah dengan jodohmu dan aku menikah dengan jodohku. Lalu masing-masing dari kita akan mempunyai cucu-cucu yang imut dan manis, dan kita akan menyuruh mereka untuk membuat boyband atau girlband. Pasti menyenangkan.. kkk~"

Jongin terdiam lagi.

Dan Kyungsoo mendongakkan kepalanya menatap langit malam, "Berjanjilah untuk terus bersamaku, jongin!"

Entah mengapa tiba-tiba Kyungsoo takut kalau jongin akan meninggalkannya.

Terdapat jeda sebelum jongin menjawab, "aku... berjanji".

Setelah itu Jongin memasukan tangan kirinya ke saku celana dan keluarlah sebuah kalung perak.

"Oh iya, tadi saat bersama baekhyun noona, aku membeli sesuatu".

kyungsoo mengerenyit saat melihat bandul dari kalung itu yang berbentuk seperti- "sangkar burung?"

Jongin mengangguk dan memakaikan kalung itu ke leher kyungsoo.

"mengapa sangkar burung? Mengapa bukan hello kitty atau pororo?" kyungsoo bertanya setelah jongin selesai memakaikan kalung itu ke leher kyungsoo.

"karna jika kau adalah burung hantu maka aku adalah sangkarmu", jongin tersenyum manis.

"mengapa kau adalah sangkar?" Kyungsoo tidak mengerti perkataan jongin.

Sangkar burung?

Itu tidak elit sama sekali.

"karna... aku ingin menjadi rumah untukmu. Dan aku ingin selalu ada untukmu jika kau lelah karna terbang terlalu lama di angkasa". Jongin tersenyum tulus dan menatap kyungsoo, "Dan kau tahu? sebuah sangkar akan tidak berarti dan terasa kosong bila tak ada seekor burung di dalamnya".

"apa itu berarti sebuah sangkar tidak akan bisa hidup tanpa seekor burung?"

"iya-" , jongin tersenyum sendu, "-tapi seekor burung selalu bisa hidup tanpa sangkar".

Sebenarnya kyungsoo tidak mengerti, mengapa jongin jadi berbicara tentang burung dan sangkar?

Kan ambigu.

"tapi, aku tidak bisa hidup tanpamu".

"berarti kau adalah burung yang aneh, kkk~" ,jongin mengacak rambut kyungsoo.

"aneh?"

"yup! Karna biasanya burung lebih suka bebas dari pada berada di dalam sangkar"

Sebenarnya otak kyungsoo yang lola –loading lama- atau perkataan jongin yang membingungkan sehingga kyungsoo tidak mengerti?

"Jongin, Mengapa kita jadi berbicara tentang sangkar dan burung? Itu ambigu sekali".

Jongin mendelik. "iya, ambigu hanya untuk orang berotak rated-M sepertimu".

"YA! memangnya otakku fanfiction NC, huh?". Kyungsoo memukul kepala jongin.

"sakit, bodoh! Mengapa sih kau hobby sekali memukul kepalaku?"

Jongin menatap tajam Kyungsoo saat yang di tatap memasang senyum kuda sambil jari tangannya membentuk 'V' sign. Jongin bisa terkena penyakit stroke jika terus menerus seperti ini. Lalu jongin mengusap-usap dadanya sendiri sambil menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan pelan.

"kajja, kita pulang. Ini sudah larut dan Aku tidak mau di jadikan tumis jongin asam pedas oleh kris hyung". Jongin mengisyaratkan kyungsoo untuk naik ke punggungnya, dan kyungsoo menurutinya.

Lalu jongin melangkahkan kakinya.

Kyungsoo menumpukan dagunya di bahu kanan jongin.

"bagaimana tadi? Apa saja yang kau lakukan bersama baekhyun eonnie di festival?"

"tidak ada"

Kyungsoo bingung. "loh, bukannya tadi baekhyun unni mengajak mu bermain layangan?". Tanya Kyungsoo dengan nada heran.

Jongin menggedikkan bahu nya.

Dahi kyungsoo mengkerut, tapi kemudian terganti dengan wajah penuh semangat. "kau mau dengar ceritaku bersama chan-"

"tidak"

Kyungsoo mendelik kepada jongin yang memotong ucapannya. "pokoknya kau harus mendengar cerita indahku!"

"tidak. Tadi kan kau sudah bercerita"

"ya, tapi terpotong karna kau membentakku"

"aku tidak mau dengar ceritamu!"

"Kau Harus mendengarnya!"

"Tidak!"

"Harus!"

"Tidak!"

"Harus!"

"kalau Tidak, ya Tidak!"

"Kalau harus, ya Harus!"

"Tidak!"

"Haruuuuuuuussssssssss...!"

.

.

.

Dan mereka terus seperti itu selama perjalanan.

Konyol sekali.

.

.

To Be Continued