Disclaimer: author hanya minjem TaoRis dan member lainnya tapi CERITA ini punya author! JANGAN PLAGIAT atau COPAS
Genre: humor & romance
Pair: TaoRis, member couple EXO, couple DBSK, Suju and other member SM
Rating: katanya ini harus rated M karna ada NC nya(?)
WARNING: typo, OOC, NC, Yaoi, alur gaje, gaya bahasa susah dimengerti.
Summary: Tao adalah salah satu member EXO boyband terkenal di dunia. Setelah memakan kue aneh, tiba-tiba tubuhnya menciut menjadi 10cm! Dan yang bisa mengembalikannya ke bentuk semula hanya ciuman dari Kris 'Apa yang terjadi sebenarnya?!'/ Taoris, Kyumin, and other member SM/OOC, Typo, humor-romance.
.
.
.
Chap Sebelumnya
Entah sihir darimana dada Tao terasa berdegup kencang. Ciuman yang di berikan Kris membuat Tao seperti merasakan ketulusan yang Kris beri. Rasanya ada sengatan listrik di dalam aliran darahnya dan ribuan kupu-kupu terbang dalam perutnya.
'Keynapa ini? Dadaku menghangat... Berdegup kencang... Aku tidak mengerti...'
Tao telah jatuh cinta. Cinta yang sesungguhmya.
.
.
.
Chapter 6
Mereka semua sudah berada di dorm. Setelah pulang dari taman bermain, keadaan Tao dan Kris menjadi canggung. Eum..sebenarnya hanya Tao sajalah yang canggung.
"Tao? Kau melamun?" merasa namanya di sebut Tao sontak melirik ke arah Luhan yang memanggilnya. Ah satu lagi, sejak kejadian di bianglala itu, Tao juga lupa tentang kesedihannya.
"Hah, ani ge. Aku tidak melamun hehe," Tao berusaha mengelak. Luhan yang melihat reaksi Tao menjadi curiga. "Eumm... Coba gege tebak," kata Luhan sok misterius.
"Ye?" Tao mengerutkan alisnya, tidak mengerti dengan kata-kata Luhan barusan. Luhan merubah mimiknya seakan dia sedang mengintrogasi seorang kriminal. Mimik serius yang dibuat-buat.
"Mungkinkah... Ada sesuatu yang terjadi? Di dalam bianglala tadi? Kau dan Kris?..." Luhan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Tao dengan jempol dan telunjuk yang memegang dagunya sendiri. Menatap mata Tao yang hanya tingggal 7cm didepannya. Posisi yang sangat dekat.
BLUSH
Tiba-tiba wajah Tao memerah sampai ke telinga. Luhan menjebaknya untuk memikirkan hal tersebut. Sungguh memalukan.
"Hey panda, wajahmu sudah seperti tomat! Hahaha, aku tau pasti Kris mencium mu di dalam bianglala tadi kan?~" Luhan tertawa terbahak-bahak. Menggoda sang panda yang semakin merah wajahnya.
"A-ani! Bu-bukan begitu! Itu...ano...nggghh..." Tao kelabakan mencari alasan untuk ngeles. Luhan terus meledeknya. Dan Tao sudah pasrah seperti maling yang tertangkap basah.
"Ciyeeeee~ yang di cium naga~ ehem ehem ehem~" Luhan tertawa puas melihat wajah Tao. Lihatlah, wajahnya memerah sempurnah di tambah wajah kesalnya dan malunya. Haha~lucu sekali!
"Gege! Ini memalukan! Hentikan!" Tao menutupi wajahnya. Luhan tetap tertawa menatap tingkah lucu Tao.
"Ah! Kris! Sini!" Kris yang keluar dari kamar langsung dipanggil oleh Luhan. Dan Tao merutuki Luhan yang sengaja memanggil Kris.
"Ne? Wae?" tanya Kris.
"Psssst...psssttt...psssttt...hahaha, kalau begitu aku tinggal dulu," Luhan membisiki Kris lalu pergi dari situ dengan tawa. Tersisa Tao dan Kris di ruang tamu.
SIIIIIINGGG
Keadaan mendadak sunyi. Tao yang berusaha menenangkan degup jantungnya, sedangkan Kris bingung harus memulai pembicaraan dari mana.
"Tao/Ge" keduanya memanggil satu sama lain.
"Ah, kau dulu saja." Kris mempersilahkan Tao untuk berbicara lebih dahulu.
"Gomawo untuk semuanya ge, aku jadi lebih baik berkat Kris ge." Tao tersenyum pada Kris. Kris yang melihat itu tersenyum balik, "Ah itu memang sudah kewajiban gege untuk membuat mu tidak bersedih lagi."
"Oh ya ge.. Apakah semua kata-kata gege serius? Yang waktu di bianglala saat itu," Tao melirik ke arah Kris, jantungnya berdegup kencang menunggu jawaban Kris.
"Ne, gege serius panda. Gege akan membantu mu melupakan Sehun. Gege janji." ucap Kris tegas. Tao melihat mata Kris. Tidak ada kebohongan di sana.
Tao langsung memeluk Kris, "Gomawo.." Tao terharu akan janji Kris. Dan Tao akan berusaha melupakan Sehun lalu menerima Kris di hatinya.
.
.
"Ahh... Capeknya." Chanyeol meneguk semua minumannya. Begitu juga di ikuti yang lain. Mereka sedang beristirahat di ruang dance setelah latihan berulang kali.
"Ayo kita latihan sekali lagi." Suho bangkit dari duduknya dan dengan semangat melakukan dance pemanasan.
"Ya~ Suho hyung~ capek~" rengek Chanyeol dengan wajah melasnya yang tidak cocok sekali diwajahnya.
"Kau jelek sekali berwajah seperti itu Yeollie~ mehrong" ejek Baekhyun yang berada di depan Chanyeol.
"Yak! Kau jahat sekali Baekkie~" Chanyeol memasang wajah dramatisnya (?)
"Kalian berisik sekali! Hey Suho sudah lah, kita akhiri saja latihan hari ini. Lagi pula tadi sudah bagus keografi dan vokalnya." Kris menatap iritasi tingkah ChanBaek di pojokan sana.
"Kris benar, aku juga sudah lelah." Lay menghela napasnya. Seluruh tubuhnya sakit. Semoga saja penyakitnya tidak kumat.
"Kau tidak apa-apa Lay?" Suho memegang pundak Lay. Mengecek keningnya. Tidak panas. Tapi wajah Lay sedikit pucat.
"Lebih baik kau istirahat, wajah mu pucat chagi" Suho sungguh mengkhawatirkan keadaan Lay. Kondisi tubuh Lay sedikit lemah dari yang lain. Lay memiliki penyakit di dalam tubuhnya. Penyakit hemofolia. Dimana darah susah sekali untuk membeku. Untuk itu jika Lay terluka maka darahnya susah membeku/darahnya akan terus keluar.
"Aku sedikit lelah hyung" Lay tersenyum. Berusaha mengatakan bahwa tidak perlu khawatir.
"Kami juga ingin istirahat hyung." kata Sehun sebelum pergi ke luar ruangan bersama Luhan tanpa minta ijin dari Suho. Dasar maknae.
"Hah... Baiklah hari ini kita akhir saja dulu." Suho menyudahi latihan mereka. Dan mereka semua beranjak dari sana lalu kembali ke dorm untuk beristirahat sebentar.
"Kau lapar hm?" tanya Kris kepada Tao saat mereka telah sampai di dorm. Kris mengecek jam tangannya. Jam 6 malam.
"Ini sudah malam, kau ingin makan diluar sekalian jalan-jalan? Atau kau ingin makan di dorm bersama yang lain?", lanjut Kris.
Tao berpikir sebentar. Jika ia makan di dorm maka ia akan melihat Sehun dan Luhan. Tao tidak ingin melihat mereka berdua karena akan membuatnya sakit hati. Tao masih belum bisa melupakan Sehun.
"Aku ingin makan di luar saja, tapi Kris ge yang traktir ya! Hehehe," setelah mempertimbangkannya lebih baik ia pergi makan di luar.
"Baiklah, gege yang traktir tenang saja. Bersihkan badanmu dan setelah itu kita pergi okay." Kris mengusap kepala Tao. Kris tersenyum senang melihat Tao yang keadaannya sudah tidak murung.
Tao pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu Kris menunggu Tao mandi dan bergantian mandi.
Beberapa menit kemudian, keadaan mereka berdua sudah sangat rapi. Mereka keluar dari kamar. Bersiap-siap untuk pergi.
"Hey! Kalian ingin ke mana?" Chanyeol bertanya kepada Tao dan Kris dengan wajah belepotan tepung.
"Kami ingin pergi makan di luar. Kenapa dengan wajah mu itu?" jawab Tao heran melihat wajah Chanyeol. Tiba-tiba saja Baekhyun muncul dengan wajah putih terkena tepung.
"Yak Channie! Kau curang! Wajahku terlihat seperti setan!" Baekhyun mempoutkan bibirnya. Kesal karna perbuatan Chanyeol.
"Ah! Tao, kami sedang main! Dan yang kalah di olesi tepung di wajahnya. Oh ya, wajahmu jelek sekali Baekki! Hahahaha" Chanyeol tertawa melihat wajah Baekhyun. Uh seperti wajahmu tidak jelek saja Chanyeol :p
Kris yang melihat interaksi ini menjadi jengah. Kris menarik tangan Tao dan ingin bergegas pergi dari situ. Tapi hal itu di cegah oleh Chanyeol. "Tunggu! Kami juga ingin ikut ya kan Baek?" kata Chanyeol kepada Baekhyun yang tidak tahu apa-apa.
"Tidak! Kalian di larang ikut!" tegas Kris dan menggeser tubuh Chanyeol dari hadapannya.
"Yah... please..." Chanyeol menarik tangan Tao yang sebelah kiri dan memasang mimik melas.
"Sudahlah ge, biarkan Chanyeol dan Baekhyun ikut." Tao kasihan melihat Chanyeol. Tapi tetap saja Kris menolak untuk ChanBaek ikut. Bisa-bisa acara romantis gua acak adut dah(?), batin Kris memikirkan kejadian yang tidak di inginkannya.
"Tidak!"
"Ayolah ge" Tao mengeluarkan puppy eyesnya. Yang di pastikan Kris tidak akan bisa menolaknya. "Hah... Baiklah..." Kris pasrah dan membisikan sesuatu ke telinga Tao, "Tapi aku hanya mentraktirmu saja oke baby panda."
Suara bisikan yang di sertai napas berat membuat bulu kuduk Tao meremang. Wajahnya sekarang memerah, "Ne.. Kris ge," ucap Tao pelan sambil menundukan wajahnya. Malu.
"Yesssssss! Ayo Baekki! Cepat kita ganti baju, kita akan makan enak~" Chanyeol langsung menarik tangan Baekhyun dan melesat ke kamar untuk berganti baju.
Baekhyun yang tidak tahu apa-apa hanya bisa cengo. Ckckck.
.
.
Akhirnya mereka sampai di restoran. Mereka memilih tempat di pojokan agar tidak terlalu terlihat oleh pengunjung lain karena mereka tidak sedang menyamar.
"Kau ingin pesan apa Tao?" tanya Kris yang melihat ke menu di restoran itu.
"Aku ingin pesan kimchi lalu ddukbokki, terus bulgogi, sama..."
"Yak! Aku tidak bertanya padamu!" perkataan Chanyeol terpotong oleh bentakan Kris. Chanyeol melihat Kris. Tampang watados. Lalu jengir kepada Kris. Saat itu juga rasanya Kris ingin mencincang wajah Chanyeol menjadi sepuluh bagian! Grrrr...
"Aku ingin japchae, jjangjangmyeon, dan jjigae kimchi" Tao memesan 3 jenis makanan. Lalu Kris memanggil pelayan dan mencatat pesanan mereka.
Chanyeol memesan ddukbokki, bulgogi, dan bibimbap. Lalu Baekhyun memesan galbi dan tteokguk. Dan Kris memesan nabak kimchi dan kimbap.
Pesanan mereka banyak-banyak. Ya kalian taulah perut mereka perut karet /PLAK *abaikan -,-
Setelah menunggu sekitar 30 menit. Akhirnya makanan yang mereka pesan datang. Mereka makan dengan lahap.
"Aku ingin mencoba tteokguk muh Bakkie! Berikan pada ku sedikit!" Chanyeol mengharahkan sedonknya ke mangkuk tteokguk milik Baekhyun.
"Ani! Aku tidak ingin berbagi! Lihat pesananmu Channie! Sudah banyak dan masih belum puas eoh?" Baekhyun mengangkat mangkuk tteokguk miliknya menjauh dari Chanyeol.
"Yahhh... Bakkie pelit! Hah! Tao! Aku ingin mencicipi japchae milik mu~" Chanyeol beralih meminta makanan kepada Tao.
"Ini ambil saja, tapi jangan banyak-banyak! Aku masih lapar... slurrpp" kata Tao kemudian memakan kembali jjangjangmyeon miliknya.
Hah... Ini bulan puasa, author pun jadi lapar *sebenarnya Yoori ini noni -3-* /kabor/
Tao yang pertama kali menghabiskan makanannya walau masih tersisa sedikit. "Aku ingin ke toilet sebentar." Tao melap mulutnya lalu beranjak dari kursinya.
"Jangan lama-lama okay," ujar Kris. Setelah itu Tao pergi ke toilet.
Di toilet
Tao membuka bilik salah satu toilet di sana. Membuka celananya dan membuang air kencing di closet khusus cowo itu. Kemudian ia mencuci tangan dan wajahnya di wastafel.
"Ah, foto dulu ah" Tao mengambil handphonenya. Kebiasaan Tao selalu selfie di toilet. Kalau tidak percaya lihat lah foto-foto selfienya di internet.
CKLIK
CKLIK
CKLIK
"Ehmm... Ini bagus, yang ini juga, ah ini juga, semuanya cakep! Aku memang tampang" seperti orang gila Tao berbicara sendiri dengan narsisnya ia bercermin di kaca toilet sambil pose tidak jelas -_-
Tao memasukkan kembali hp nya ke saku celana, ketika ia ingin keluar tiba-tiba
BOW
tubuhnya mengecil untuk sekian kalinya.
"Astaga! Aku lupa ini sudah dua jam setelah berciuman dengan Kris ge!" Tao baru menyadari saat ia melihat jam tangannya. "Dan bagaimana caranya aku keluar dari sini?" Tao melihat pintu toilet di depannya.
"Ah! Aku telpon Kris ge saja!" mendapatkan ide, Tao langsung mengeluarkan handphone nya kembali. Handphone mungil mini yang tidak ada di dunia karena Tao sedang berubah menjadi kecil. Jadi semua yang ada di tubuh Tao juga ikut mengecil.
"Huwaaaaaaaaaaaaa! Handphone ku mati! Ummaaaaa, bagaimana ini~" Tao menjerit melihat handphone nya yang tidak bisa menyala. Kebanyakkan selfie hingga batre low. Dan Tao sepertinya harus menunggu ada seseorang masuk ke dalam toilet pria dulu agar ia bisa keluar.
Sementara di tempat ChanBaekRis
"Hey Kris, ini sudah tiga puluh menit dan Tao masih belum kembali dari toilet." Baekhyun merasa ada yang aneh dengan Tao. Ia mencoba menelpon Tao tapi hp Tao sepertinya tidak aktif.
"Aku sudah mencoba menelpon Tao. Tapi hp nya mati." ucap Baekhyun. Kris yang mendengar hal tersebut menjadi gelisah.
"Aku akan ke toilet melihat Tao," Kris langsung melesat menuju toilet. Dia baru teringat, bahwa sekerang sudah dua jam setelah ia terakhir mencium Tao! Astaga!
BRAK
Kris membuka pintu toilet dengan tergesa-gesa. Napasnya memburu akibat ia tadi berlari.
"TAO!" teriak Kris menggema ke seluruh ruang di toilet.
HENING
Tidak ada jawaban sama sekali. Toilet itu bahkan terlihat sepi. Kris menggeram frustasi, dimanakah sekarang Tao? Apakah Tao baik-baik saja? Dan banyak pertanyaan lainnya di benak Kris yang membuatnya gila.
Hosh
Hosh
Hosh
Nafas Kris kembali terengah-engah dikarenakan ia berlari mencari Tao di seluruh ruangan di restoran itu. Tapi dia tidak menemukan Tao. Kris kembali mencarinya tapi kini di luar restoran.
SHIT! Umpat Kris dalam hati saat tidak dapat menemukan Tao.
"Ye~ Mama~ aku menemukan boneka mirip manusia ma! Lucu sekali~" suara anak kecil membuyarkan Kris untuk mencari Tao.
"Dari mana kau mendapatkan itu? Jangan mencurinya ya?! Kembalikan itu ke tempat semula," sang mama dari bocah tersebut menyuruh anaknya mengembalikan barang yang bukan miliknya.
"Aku menemukan nya di toilet di restoran mama~ aku tidak ingin mengembalikan nya hiks~ aku mau boneka ini!" anak kecil itu merengek pada mamanya.
Boneka? Toilet? Di restoran? Kris yang mendengar percakapan tersebut langsung melirikkan matanya ke boneka yang di pegang oleh anak itu.
Itu Tao!
"Pokoknya ke—" percakapaan mereka terhenti oleh suara Kris.
"Permisi, itu boneka adik ku. Bolehkah aku meminta nya kembali? Tadi adikku kehilangan bonekanya saat di toilet restoran itu. Aku mencarinya karena saat ini adikku terus menangis dan tidak bisa berhenti." ucap Kris dengan karangan cerita yang tidak pernah terjadi.
"Kembalikan boneka itu Hwanchang," sang mama menegur anaknya yang masih memegang boneka-Tao- di tangannya.
"Tidak mau! Hiks..." Hwanchang-nama anak tersebut- menangis dan menyembunyikan boneka itu di balik punggungnya.
Kris yang melihat anak kecil tersebut enggan memberikan Tao padanya pun harus merayunya, "Hey, nama mu Hwanchang ne? Ini untukmu. Tapi kau harus mengembalikan boneka itu pada hyung okay?" Tiba-tiba Kris memberikan baling-baling angry bird dari balik saku celananya pada anak itu.
Hwanchang yang melihat nya menjadi tergiur untuk memiliki mainan itu. "Ah, tidak usah tuan. Tidak perlu repot-repot memberi mainan, saya akan memaksa nya mengembalikan bonekanya pada Anda," sang ibu merasa tidak enak hati pada Kris.
"Gwaenchana ajuhmma," ucap Kris.
"I-ini.. Aku m-au mainan itu," Hwanchang mengembalikan Tao kepada Kris. Lalu Kris menyerahkan mainan tersebut.
"Gomawo ne! Hwanchang!" Kris mengelus kepala bocah tersebut.
"Annyeong," Kris berlari menuju samping restoran tanpa mendengar rasa terima kasih dari ibu anak itu.
.
.
"Tao!" Kris mengelus pipi kecil Tao. Kini Kris berada di samping restoran, bersembunyi di kegelapan.
"Eunggh.. Kris gege..." Tao terbangun dari pingsannya. Dia sempat pingsan karena terkena tendangan dari Hwanchang saat ingin memasuki toilet.
"Kau baik-baik saja?" tanya Kris cemas sambil mengecek keadaan Tao.
"Aku tidak apa-apa ge, oh ya bagaimana aku bisa sampai di sini?" Tao yang tersadar sepenuhnya menengok kiri kananya dengan bingung. Seingatnya tadi dia terkena tendangan seseorang lalu semuanya menggelap.
"Ceritanya panjang! Lebih baik kita berciuman agar tubuh kembali seperti semula" Kris langsung menyambar bibir mungil milik Tao.
BOW
Ukuran tubuh Tao kembali ke semula. "Hhhmmmmckk...hmm" Kris masih melumat bibir Tao. Kris melepaskan tautan ciuman itu ketika mereka sudah kehabisan oksigen. Meninggalkan beberapa benang saliva panjang dan di pinggir mulut mereka
"Mian.." Kris mengusap bibir Tao yang basah. Merasa bersalah akan perbuatannya yang membuat bibir Tao membengkak.
"Gwaenchana ge.." ucap Tao menundukan kepalanya. Malu. Untung saja tempat tersebut gelap, mampu menutupi rona merah di wajah Tao.
"Okay, lebih baik kita kembali ke dalam restoran. Baekhyun dan Chanyeol menunggu kita." Kris berjalan di samping Tao. Lalu mereka berdua masuk ke dalam restoran.
Setelah mendapat beberapa ceramah singkat dan pertanyaan dari Baekhyun. Mereka berempat lalu pulang ke dorm.
.
.
Beberapa hari setelah acara makan-makan di restoran malam itu. Member EXO menjalankan aktivitas seperti biasa nya.
"Hey lihat mereka seperti nya semakin dekat saja aniya?" ucap Kai kepada Chen. Chen menolehkan kepalanya kepada orang yang sedang mereka bicarakan.
"Owh, maksud mu Tao dan Kris?" tanya Chen memastikan orang yang sedang mereka gosipkan. Chen menaruh jaketnya ke sofa. Seluruh member EXO baru tiba di dorm sehabis show dari beberapa konser tadi.
"Iya, mereka itu Kris dan Tao" jawab Kai.
"Benar mereka terlihat sangat dekat. Apakah mereka sekarang sudah menjadi sepasang kekasih?" Chen membuka kemejanya dan mempertontonkan tubuh toplessnya.
Ya, akhir ini hubungan Tao dan Kris semakin intim. Tidak ada lagi raut sedih di wajah Tao. Walau ada itu juga tidak terlalu sering.
"Benarkah ge? Hahahaha," tawa Tao saat mendengar cerita Kris.
"Hahahaha... Iya! Itu benaran terjadi!" Kris ikut tertawa saat melihat Tao senang.
BRAK!
"Gawat!" Luhan mendobrak pintu dorm dengan tidak elitnya.
"Ada apa Luhannie hyung?" tanya Sehun melihat Luhan yang sepertinya sedang tergesa-gesa.
"Tao! Kris! Lihat ini!" Luhan menunjukkan koran yang ia temukan di tumpukan koran baru di lobby utama gedung SM.
Kris dan Tao membaca koran yang ditunjukkan oleh Luhan. Mereka tercengan melihat berita hangat yang tertulis di depan koran tersebut.
KRIS DAN TAO DARI EXO ADALAH PASANGAN GAY
Itu lah judul dari berita tersebut. Di sertai beberapa foto saat Kris dan Tao berciuman.
Tunggu—itu kan foto saat mereka ciuman di samping restoran waktu itu!
.
.
.
.
TBC
Dan akhirnya Yoori update juga setelah empat bulan kemudian -.-
MIAN! Untuk semuanya Q.Q karna ngaret banget updatenya hiks~ terlalu sibuk dengan urusan sekolah. Dan sekarang Yoori sudah kelas 11 pasti akan makin sibuk ToT apa lagi sekolahnya udah kurikulum 2013 yang dimana UN akan di adakan kelas 11 jadi gak tau bakal bisa update cepet atau ngaret lagi (T.T)
Di usahakan paling cepat update sebulan setelah ini /plak/ *lama banget itu
Terima kasih untuk kalian yang udah review disini, Yoori sungguh-sungguh mengucapkan terima kasih. Dan bagi kalian yang masih berminat membaca silahkan di baca lagi (Y.Y)
Jangan lupa review nya ya chingu~
Huang Yoori
16/07/14
17.00
Jeongmal gomawo
REVIEW!~
