DISCLAIMER : Masashi Kishimoto
RATE : T (Teen/Remaja)
WARNING : OOC, AU, GAK JADI TWOSHOT
.
.
.
"Yooosssh, sebelum lombanya dimulai maka sebaiknya kita berkenalan terlebih dahulu dengan ketiga dewan juri." Shizune sang MC *tanpa K, MCK* mengarahkan tangan kanannya ke arah belakang. Dimana sudah berada tiga orang yang duduk di kursi masing-masing.
"Yang pertama di sebelah kiri ada juri nomer satu, Tsunade Senju sang ibu ketua Posyandu kita tercinta ini. Yang sering namanya diplesetkan menjadi Tsunade, Tsusunya Gede!" jelas Shizune tanpa dosa.
Yang bersangkutan berdiri dari tempat duduk. Nyengir sadis ke Shizune, lalu nyengir manis ke penonton dan peserta, kemudian duduk lagi dengan cekatan sehingga bikin sepasang payudara muonthoknya menthul-menthul.
Jiraiya mukanya nempel di kaca samping Posyandu sembari terus memfokuskan sepasang mata keranjangnya ke arah buah dada Tsunade. Ilernya ngeces, air matanya netes, ekspresi super-ngeres.
"Yang kedua di tengah ada juri nomer dua, Kakashi Hatake sang patriot Konohagakure. Kepala keamanan desa ini akan selalu dikenang atas jasa besarnya dalam mengusir beberapa kriminal dari desa. Rentenir bunga 200% Kakuzu, lonte picik Konan, bencong rusuh Deidara, orang gila Tobi, pemuka agama sesat Hidan, pengemis amis Kisame, tukang nyolong kutang-cawet Sasori, maniak be'ol Zetsu, terakhir pelaku asusila bejat Itachi."
Sontak muka ibu Mikoto langsung merah padam, malu berat. Putra mahkota pertamanya punya kelainan seksual (fetish) suka grepe-grepe pantat ... nenek-nenek!
Kakashi duduk dari berdirinya, manggut-manggut, kemudian berdiri lagi. *kebalik goblog! harusnya tuh duduk-berdiri-duduk lagi*
"Yang ketiga alias terakhir di sebelah kanan ada juri nomer tiga, Hiruzen Sarutobi sang pak kepala desa. Orang yang sudah uzur namun belum mau melepaskan jabatannya semenjak menjabat dari periode ketiga hingga periode kelima ini. Kakek rakus kekuasaan yang sempat ingin dikudeta oleh beberapa kelompok namun dengan menjijikannya masih bertahan." Shizune ngomong kurang ajar kayak gini karena dia adalah tim suksesnya Tsunade yang dua kali jadi rival Hiruzen di pilkades tapi gagal terus gagal terus ndul.
Kakek haus jabatan itu gak berdiri. Cuma dadah-dadah dari tempat duduknya ke arah peserta sama penonton. Diakhiri dengan ngacungin jari tengahnya ke Shizune sama Tsunade.
"Oke adik-adik peserta sekalian. Sudah tau kan peraturannya seperti apa? Simpel kok. Tunjukkan bakat kalian apaaaaaaa saja di panggung. Yang nilainya paling banyak dari ketiga dewan juri akan lolos sebagai pemenangnya. Siap?" tanya Shizune.
Semua jadi pendiam dalam sekejap.
"Hahaha, antusias sekali ya kalian ini. Bagus-bagus kalau sudah siap." padahal gak ada yang ngerespons babar blas. Ini cewek tanya sendiri jawab sendiri. Kemarin heboh sendiri keprok sendiri. Nanti lama-lama gila sendiri.
Urutan maju ketujuh peserta gak berdasarkan absensi. Namun diacak kayak arisan, dikocok gitu loch. Nah ini dia urutannya :
1. ) Shikamaru Nara.
2. ) Shino Aburame.
3. ) Nagato/Pain.
4. ) Sasuke Uchiha.
5.) Chouji Akimichi.
6.) Neji Hyuuga.
7.) Naruto Uzumaki.
SHIKAMARU NARA
Yoshino maju nggendong anaknya itu. Terus naruh itu rambut nanas di lantai panggung.
"Apa yang akan anda tampilkan, Yoshino-san?" tanya MC penasaran.
Istri Shikaku itu gak jawab. Minjam sebuah drum dari pasukan marching band sewaan Mikoto.
"Disini saya akan menampilkan kehebatan dari putra saya, Shikamaru. Putra saya tidak akan terbangun dari tidurnya sekalipun dengan suara-suara yang keras." dia memberi penjelasan.
Para penonton mulai berbisik-bisik. Dewan juri memperhatikan baik-baik.
Yoshino mulai nabuh itu drum...
DUM DUM DUM DUM DUMMM!
"Zzzzz..." Shikamaru masih tidur.
Yoshino turun panggung buat ngembaliin drumnya. Tapi kini gantian pinjam terompetnya.
Yoshino mendekatkan ujung terompet itu ke kuping anaknya...
TOTET TOTEEET TOTTEEEEEET!
Shizune nutup kuping. Begitupun dengan dewan juri kecuali Hiruzen karena dia rada budek.
"Groookk ... zzzzz..." Shikamaru ngeces, stay hibernate.
Penonton mulai takjub dengan skill ajaib dari Shikamaru.
Yoshino turun panggung buat ngembaliin terompetnya. Tapi kini ngehampirin salah satu dari bodyguard keluarga Uchiha buat minjam senapan AK-47.
Yoshino ngedeketin ujung senapan itu ke kuping Shika...
DORDORDORDORDORDORDOR!
Penonton pada ngibrit. Shizune lompat dari panggung. Tsunade sama Kakashi berusaha nenangin Hiruzen yang syok. Biasa, jantung lemah.
"Nyam ... nyammm..." Shikamaru ganti posisi boboknya.
Yoshino ngeluarin remot dari kantung roknya. Shizune bingung. Dewan juri juga bingung. Jempol Yoshino mencet tombol merah yang ada di remot.
JEEEEGGGGEEEEEERRR!
Bangunan di sebelah Posyandu meleduk rata dengan tanah akibat bom berkekuatan 110 TNT. Shizune semaput, Tsunade tepar, Kakashi berusaha ngasih nafas buatan buat engkong Hiruzen lewat seekor wedhus. *sorry lha yaw kalau dia harus cipokan langsung sama itu bangkotan*
"Zzzzzzzzzz... grroookk..." Shikamaru masiiiihhhh tidur.
"Serangan terakhir." ucap ibunya Shikamaru singkat. Dia nelepon entah ke siapa pakai hp selama setengah menit.
Shizune mulai was-was terhadap jalannya lomba. Tsunade bangun dari tepar, Kakashi nyingkirin wedhus dari mulut Hiruzen.
Dari jauh samar-samar terdengar suara gemuruh. Gemuruh itu makin lama makin keras seiring bertambahnya detik.
ngguu uuuuuuu UUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUNNNNNGGGGGGGG!
Itu ternyata sebuah jet F-I6 yang lewat persis di atas atap posyandu!
Shizune kejang-kejang, Tsunade tepar kali kedua, Kakashi ambruk, Hiruzen terpaksa dibawa ke dalam ambulans yang ada di depan Posyandu.
Dan lagi-lagi-lagi Shikamaru Nara ... "Zzzzzzzzz ... zzzzzzz..."
Penonton balik lagi semua setelah Yoshino nggendong Shikamaru lagi. Pertanda atraksi gilanya sudah rampung.
Shizune speechless. Mengisyaratkan supaya dewan juri ngasih penilaian.
Tsunade : 6.
Komentar : "Itu tadi bikin gue hampir mokad ajah. Tapi gue bersyukuuuurrr banget seandainya kepala desa matek beneran biar gue bisa gantiin dia menjabat." *berdoa supaya Hiruzen meninggal dunia betulan*
Kakashi : 4
Komentar : "Gue capek banget ngurusin engkong Sarutobi. Bajingaaann..." *nyariin wedhusnya yang hilang*
Hiruzen : - (Masih dirawat di ambulans)
TOTAL NILAI : 10.
"Nilainya sepuluh. Tergolong lumayan rendah yah. Hadeeehh." Shizune masih syok berat atas peristiwa-peristiwa mencengangkan tadi. Rentetan peluru, ledakan bom, sama pesawat jet. Mirip di medan perang aja.
Yoshino kecewa. Shikamaru masih boboooookkk terus. *ini bocah jangan-jangan malah mati ya?*
SHINO ABURAME
Shibi nyeret Shino ke atas panggung. Shino stay cool walaupun yang diseret itu leher mungilnya. *edan tenan*
"Peserta kedua adalah Shino Aburame. Ngomong-ngomong, apa yang akan kamu tampilkan Shino-kun?" Shizune mendekatkan mic ke mulut Shino dibarengi ekspresi ramah.
" ... "
"Ehehehehe. Saya anggap itu sebagai jawaban tersirat." dia salting sendiri. *tuh kan? tuh kan?! tanya sendiri jawab sendiri lagi*
Shibi tiba-tiba aja nyerobot mic yang dipegang Shizune tanpa permisi. *gak sopan banget pak*
"Tes ... tes. Semuanya, saya bersama anak saya akan menampilkan sebuah drama singkat. Judulnya ... MANCING MANIAK!" *bukan Mania tapi MANIAK*
Penonton kebingungan. Saling pandang satu sama lain. Trio ibu figuran menatap Shibi dengan ekspresi benci.
Tanpa ba-bi-bu Shibi langsung nendang Shino *astajim* turun dari panggung. Hal itu bikin trio ibu-ibu figuran geram setengah mampus. Maklum, trio ibu itu tergabung dalam organisasi PAUD. *Penyayang Anak Usia Dini*
"Sekarang saya sedang berusaha untuk memancing seekor ikan tuna ungu pemirsa." Shibi bermonolog seraya berakting seperti sedang memancing.
Gara-gara rada budek, engkong kades mangkel sama Shibi Aburame. Kenapa? Soalnya tuna ungu didengarnya tunarungu. Dikira menyindir dia.
"STRIKE!" jerit bokapnya Shino itu.
Tubuh Shibi mendadak bergoyang ke kanan dan kiri seperti sedang berjuang menarik ikan yang memakan umpannya.
"Ikan ini sungguh berat sekali pemirsa. Enngghh ... sepertinya sebentar lagi nih."
Shibi spontan membopong Shino di kedua tangannya pas banget bocah pendiam itu ayannya kumat!
"Blebebeglupglupbleblep." Shino meracau disertai busa yang muncul dari mulutnya. Tubuhnya kejang-kejang.
Nah, si Shibi itu bergaya seperti sedang membopong seekor ikan tuna besar yang klepek-klepek di depan dadanya. Padahal orang-orang jelas ngelihatnya itu bukan tuna klepek-klepek melainkan Shino kejang-kejang!
"Mancing maniaaakk ... MANTAP!" seru Shibi. Mengakhiri pertunjukan tanpa empati itu.
Ketiga trio ibu-ibu figuran langsung nelepon ke Komnas Perlindungan Anak. Para penonton pada mewek kepada nasib Shino tapi sebaliknya jengkel kepada Shibi.
Shizune lagi-lagi speechless. Gak tau harus berbuat apa terhadap ulah pak Shibi barusan.
Tsunade : 1
Komentar : "BANGSAAAAAATTT! Mengeksploitasi penyakit anak buat hal kayak beginian?!" *nggebrak meja sampai mejanya kebalik lalu menghampiri Shibi buat nonjok*
Kakashi : 2
Komentar : "Itu sungguh miris. Tapi bapak gue pernah ngelakuin hal yang lebih sadis. Nancepin lilin yang nyala di anus gue pas gue ketahuan nonton bokep kelas 2 SD." *membayangkan masa lalu*
Hiruzen : 3
Komentar : "Ironis. Tapi, gue dulu pas masih muda saat masa penjajahan pernah dipaksa suruh kerja rodi membangun sebuah candi sehari semalam dengan taruhan nyawa." *nostalgia ria begitu selesai dikasih tabung oksigen dari ambulans*
TOTAL NILAI : 6.
"Jujur, saya menyayangkan sikap dari bapak Shibi walau aktingnya lumayan memuaskan. Dan ... " belum selesai Shizune ngomong, dari pintu masuk Posyandu muncullah beberapa orang pria serta wanita. Mereka mengenakan seragam resmi yang pada bagian punggungnya bertuliskan 'KPAK'. *Komnas Perlindungan Anak Konoha*
"Kita wajib melindungi ananda Shino dari tingkah biadap ayahnya!" seru pemimpin dari KPAK yang juga merupakan idola para ibu-ibu.
Trio ibu figuran dengan lebaynya berteriak, "KYAAAAAA! Kak Oro?!"
Itu Kak Oro atau yang nama aslinya Orochi Maruk. Seorang eh seekor aja deh, seekor makhluk mirip uler yang sangat menjunjung tinggi sikap anti penindasan terhadap anak kecil.
Sontak Shibi langsung cabut dari panggung sekencang mungkin begitu para pegawai KPAK mengejarnya. *lha, kayak polisi aja malah*
Kak Oro langsung mendekap tubuh Shino yang sudah berhenti dari kejang.
"Shino-kun, tenang-tenang. Semuanya sudah terkendali dan kamu sekarang gak perlu takut lagi yah." ucapnya lembut.
"Hiks ... hiks ... huweee." Shino akhirnya nangis setelah dari chapter pertama gak ngomong apa-apa kecuali kejang-kejang tok.
Lidah Kak Oro menjulur-julur panjang. Ekspresi culasnya gak nampak oleh khalayak.
'Khukhukhu, ada satu lagi objek yang bakal gue garap ntar di kantor. Khukhukhu!' batin dia laknat. *oalah-oalah*
Kak Oro ternyata seorang pedofilia.
Kak Oro ternyata seorang pedofilia.
Kak Oro ternyata seekor pedofilia!
NAGATO/PAIN
Dua peristiwa besar sebelumnya membuat Shizune kerepotan sungguh. Dia berkali-kali mengelap dahi, leher, serta beberapa bagian tubuh lainnya dengan sapu tangan karena penuh keringat. Setelah serbuan senjata-senjata perang di pertunjukan pertama, kedatangan gerombolan orang KPAK membuat Posyandu itu gaduh bak pasar yang mau direlokasi tapi pedagang-pedagangnya ngeyel dan SATPOL PP nya lebih ngeyel lagi.
"Oke-oke adik-adik, kita lanjutkan aja. Yang ketiga ... adik Nagato!" wanita berambut hitam itu memberi sedikit sambutan kepada bocah bertindik kayak anak punk yang lagi berjalan menaiki tangga panggung.
Melihat adanya Kak Oro cs yang datang tadi membuat ibu Painem jaga sikap sepenuhnya. Dot berisi minyak tanahnya langsung diumpetin sama dia gak kasar lagi ke anaknya.
Pain celingak-celinguk di atas panggung. Shizune menghampiri.
"Mau pentas kelebihan apa dik Pai ups, dik Nagato?" Shizune menanyai ramah.
Nagato njawab, "Nyanyi lagu Satu Dua Tiga. Khuahahahaha!"
Shizune mundur, merasa takut sama kelakuan balita itu yang suka ketawa psiko. Dia sempat mengira kalau dulu saat lahiran Nagato gak dibawa ke dukun beranak melainkan ke dukun cabul.
"Mulai ya." suruh Shizune.
Nagato menghirup nafas dalam-dalam, "Satu satu ayah kunci pintu."
Alis kiri Shizune berkedut-kedut. Tanda tanya besar muncul di atas kepala Tsunade.
"Dua dua ibu buka baju."
Saraf mesum otak Kakashi langsung aktif sepersekian detik setelah bait kedua dilantunkan. Hiruzen ngguyu-ngguyu ngeres mengingat momen lawas saat dia masih bisa er*ks*.
"Tiga tiga ayah tindih ibu."
Kepala Jiraiya langsung njebol jendela sampai pecah sambil teriak, "ITU BARU ANAK GUE!"
"Satu dua tiga saling 'adu bulu' "
Pein mengakhiri lagu itu dengan tawa gila lagi, "Jyahahahaha!"
Shizune nepok jidat berulang kali. Gak nyangka kalau ada balita yang sudah sengeres itu. Bu Painem pengin banget ngehajar putra degilnya itu pas Kak Oro dan orang-orang KPAK sudah benar-benar gak nampak lagi.
Tsunade : 0
Komentar : "Gue jadi ingat sama seorang pria haram jadah yang otaknya diisi hal-hal seputar selangkangan terus pas gue masih remaja." *nyindir Jiraiya*
Kakashi : 10.
Komentar : "Lagu yang indaaaaahhh dan merduuuuuu banget. Apalagi pas lirik terakhir itu, saling adu bulu, gua banget tuh!" *mencak-mencak sendiri di atas mejanya*
Hiruzen : 9.
Komentar : ... *sibuk berfantasi saat 'anu'nya masih stroooongg dulu. selalu mampu membuat mbah putri Biwako kesengsem terus tiap malam*
TOTAL NILAI : 19
-TSUZUKU-
Author minta maaf kalau ceritanya aneh, absurd, terlalu alay, dsb. Hehehe.
Aslinya mau dibikin twoshot tapi karena gak bisa nyelesaiin dalam dua chapter alhasil dipanjangin satu chapter lagi. *nunduk minta maaf*
Oke, thank's. :)
