DISCLAIMER : Masashi Kishimoto

RATE : T (Teen/Remaja)

WARNING : OOC, AU, GAK JADI TWOSHOT

.

.

.

Shizune ngarahin mic-nya lagi ke depan bibir, "Sudah tiga balita luar biasa atraktif serta kreatif yang telah menampilkan pertunjukan mereka masing-masing. Nah, kini tinggal peserta dengan nomor urut maju keempat. Sasukeee Uch ... "

Kalimat Shizune terpotong oleh sesosok entitas ghaib yang tiba-tiba sudah berdiri di hadapan dia.

"Berhenti! Sekarang gilirannya cicit gue, Sai!" bentak itu entitas ghaib (Danzou Shimura) yang sering dipanggil Ki Danzou ajah sama penduduk lokal.

Shizune menggerakkan telapak tangan sebelah kanan ke kiri-kanan berulang kali, "No no no. Cucu eyang gak bisa ikutan lomba soalnya belum kedaftar. Noh lihat." sang MC ngedeketin kertas absensi ke muka tuwir buyutnya Sai. Tapi karena keseimbangan Shizune sedikit goyah jadinya malah terlalu maju dan...

"Phueh! Gak sopan amat sih jadi perawan?" si Aki *bukan bagian dari kendaraan lho ya* misuh-misuh gara-gara kertas absensi yang nemplok di mukanya.

Shizune mulai gemas. Nekat turun dari panggung pakai gaya salto ala shaolin.

"Pokoknya kalau gak ada di kertas absensi alias gak ndaftar ya gak bisa ikutan!" intonasi suara Shizune nanjak.

Ki Danzou pun gak mau kalah. "Loe gak tau ya gue sama cicit tercinta gue itu gak bisa daftar tepat waktu karena keadaan mendesak?!"

Timses Bu Tsunade itu memiringkan kepala, "Mendesak?"

"Iya mendesak. Gue ndadak ngelatih si Sai cebok dulu di jamban."

Jawaban dari Ki Danzou bikin para penonton kompak nyorakin, "WUUUUUUUU!"

Shizune sudah mantapin hati kalau itu buyut resek sama cicitnya gak boleh ikut. "Sekali tidak ya tidak."

"Kalau dua kali?" celetuk Ki Danzou kurang ajar.

"TIDAAAKKK!" semprot Shuzana eh Shizune sampai bikin para penonton njundal dari posisi masing-masing.

Danzou Shimura ngempos. Manggut-manggut setelahnya. "Oke, ya udah." ini kakek ngambil posisi bersila di tempat.

Orang-orang pada kebingungan. MCK *K nya hilang* bingung. Dewan juri ikut bingung. Kecuali si Hiruzen yang sepertinya rada faham.

"Hentikan si Danzo'ngong' itu! Dia mau ngeluarin jurus pamungkas!" seru sang kades Konoha spontan.

Dan benar saja. Ki Danzou memejamkan mata erat-erat. Mulutnya komat-kamit gak jelas. Terusan, "RAWA RONTEEEEEKKKK!"

Sepersekian detik kemudian Kakashi sama duo bodyguard Uchiha Clan dengan sigap langsung nggotong tubuh renta Ki Danzou menuju tempat duduk peserta. Didudukin disitu. Sai langsung dipanggil.

"Ayo adik Sai..." ucap Shizune gak niat.

Hiruzen ngelus dada bolak-balik, "Syuuukuur-syukur. Kalau jurus pamungkas rawa rontek itu diaktifin bisa-bisa orang-orang di sini bakal ngalamin hal yang buruk abis."

Untuk sekedar diketahui, satu-satunya orang yang selamat dari jurus pamungkas Ki Danzou cuma Jirobo seorang. Seorang kuli panggul yang tinggal di ujung desa. Sehari setelah dia terkena jurus rawa rontek, dia ditemukan oleh beberapa oknum desa ini termasuk Hiruzen di dalamnya. Kondisinya memprihatinkan sangat. Nunging di tengah-tengah empang, ekspresinya datar, kulitnya pucat pasi, sama gak bisa ngomong apapun. Dan sekarang dia sudah jadi orang gendheng permanen.

SAI

Ini giliran Sai. Shizune gak reaksi apapun, cuma diam di TKP. Takut rawa rontek diaktifkan lagi sama buyut itu anak.

Sai madep penonton sambil nunjukin sebuah kanvas, setumpuk cat air, sama kuas.

"Aku mau gambar seekor burung yang mau nengok telornya di mulut goa." gak pakai lama dia langsung mulai ngelukis.

Para penonton sepertinya mulai menaruh ekspektasi terhadap karya Sai. Soalnya walau masih kecil tapi sudah profesional begitu. *bawa kanvas, kuas, sama cat air*

Sai ngoret-ngoret permukaan kanvas. Tapi posisinya membelakangi semua penonton sama dewan juri.

Shizune ngamatin Sai. Tsunade tengak-tengok. Kakashi mulai buka buku icha-icha. Hiruzen ambeiennya dirasa kumat.

2 menit...

Sai ngoret-ngoret lagi.

Shizune ngupil kilat biar gak malu. Tsunade sibuk mbenerin BH. Kakashi mulai mimisan. Hiruzen masang ekspresi gak karuan soalnya dubur dia nyeri beud.

5 menit...

Sai masih asyik ngelukis.

Shizune nguap tapi apes kemasukan lalat. Tsunade risih sama tingkah Hiruzen. Kakashi mimisannya makin parah. Hiruzen makin memprihatinkan, harus berdiri sama telapak tangannya terus-terusan megangi pantat.

10 menit...

Shizune jongkok sama jari tangannya pura-pura nulis kalimat cinta di atas lantai panggung. Tsunade jijik banget lihat tingkah kadesnya. Kakashi pengin *nani tapi buru-buru menepis niat mesumnya itu. Hiruzen sampai-sampai harus nungging di atas meja juri sembari ngerang-ngerang.

"Sudah." kata Sai singkat ditambah senyum palsunya.

"Silahkan ditunjukkan ke para penonton ditambah dewan juri." perintah Shizune.

Itu bocah langsung nurutin perintah MC.

"KYAAAAAAAA!"

"WAAAAAAAA!"

"SYAAAAAAAA!"

"KYAHAHAHA!" *Pain malah ketawa di tengah kericuhan*

"GAMBAR YANG SANGAT ARTISTIK!" *Jiraiya njerit sambil ngelongokin kepala lewat jendela pecah*

Mudah ditebak gambar apa itu. Itu gambar sebuah -tiiiiitt- laki-laki dewasa yang masuk ke dalam -tiiiitt- perempuan dewasa.

"ASTAJIM!" heboh Shizune sebelum ambruk.

"Gambar yang memiliki nilai jual tinggi Sai!" puji Danzou dari tribun peserta. *paling cuma laku di kalangan orang-orang kayak Kakashi sama Jiraiya tok. itu aja kalau mereka punya duit lebih*

Tsunade : -

Komentar : "Tunggu sebentar. Gue masih sibuk memikirkan berapa nilai yang pantas. Langsung lewat ke Kakashi aja." *fokus mikir*

Kakashi : 12 (10 tambah 2)

Komentar : "Bonus plus dua buat kamu Sai! Nanti sehabis lomba kasih gambar keren sekalee itu ke om ya?" *nyengir licik*

Danzou : "Loe dengan ini gue nyatakan imun terhadap jurus rawa rontek, Kakashi." *keprok sendiri*

Hiruzen : 10

Komentar : "SAKIIIIIITTTT!" *setelah ngasih penilaian dia langsung ditandu ke ambulans lagi sama tim medis*

Tsunade : - 5

Komentar : "Bikin gue mau muntah ingat itu kotoran hina." *merujuk kepada Jiraiya*

Danzou : "Target jurus pamungkas rawa rontek berikutnya itu loe, Tsunade!" *nunjuk-nunjuk ke ibu kepala Posyandu*

TOTAL NILAI : 17

" ... " Shizune masih ambruk. Lagi dikipasin sama beberapa penonton di atas panggung.

Jadi lomba langsung lanjut otomatis.

SASUKE UCHIHA

Mikoto nggandeng tangan mungil Sasuke sambil berjalan maju ke atas panggung. Begitu sampai di atas, dia langsung ngomong.

"Saudara-saudari hadirin sekalian, saya di sini akan menjelaskan secara singkat tentang apa yang akan dipentaskan oleh putra mahkota saya yang tersayang ini." sambil tersenyum dia nepuk-nepuk pundak anaknya.

Jiraiya ngelihatin bodi mulusnya Mikoto terus dari lubang jendela. Bikin bu Painem geram melihatnya.

Istri pak Fugaku itu menepuk sepasang telapak tangan di atas kepala sebanyak tiga kali, "Masuk."

~Brumm bruummm~

~Breem breeemm~

Deruan mesin mobil yang gahar terdengar di depan gedung Posyandu. Ada dua buah mobil sport berharga milyaran ryo ditambah sebuah truk trailer besar yang berhenti.

Dari dalam kendaraan-kendaraan itu keluarlah puluhan orang pria yang memakai seragam atasan jaket hitam dan bawahan jeans biru tua. Di punggung mereka semua tertera tulisan kapital berwarna merah 'PT. UCHIHA JAYA SENTOSA LANGGENG MAKMUR WARAS SEHAT MAJU MUNDUR BABLAS'. Jadinya hampir seluruh bagian punggung ketutupan tulisan kapital nama perusahaan milik pak Fugaku itu.

"Semuanya, bikin panggung ini menjadi panggung catwalk dalam waktu gak lebih dari lima belas menit."

Perintah absolut dari sang nyonya besar ini langsung diamini sama seluruh *lebih tepatnya 37 orang* personil dari PT. UCHIHA JAYA SENTOSA LANGGENG MAKMUR WARAS SEHAT MAJU MUNDUR BABLAS. Mereka semua hormat bersamaan, "Siap, nyonya Mikoto!"

Panggung dalam sekejap sudah dipenuhi oleh para pekerja dari PT. UCHIHA bla bla bla. *malas nulisnya kepanjangan* Mereka dengan cekatan mulai mendandani panggung sederhana itu menjadi layaknya panggung catwalk dadakan.

Ada lampu kerlap-kerlip, lampu disko, lampu sorot, penabur confetti, lantai yang bisa nyala warna-warni, sama seperangkat alat disc jockey segala.

13 menit kemudian...

Nyonya Mikoto senyam-senyum sendiri di kursi mewah berlapis emas 24 karat yang sengaja dibawa pakai trailer. Kaki kirinya menopang kaki kanannya yang jenjang nan mulus. Dan parahnya dia duduk persis di depan meja para dewan juri *membelakangi*.

"Woy bu, jangan macam-macam ya. Mentang-mentang tajir gila terus anda bisa seenak udel kayak gini?" protes Tsunade sembari nggulung lengannya.

Kakashi sih adem ayem aja. Gak marah, kesal, mangkel, atau sedikit tersinggung. Kenapa? Setumpuk majalah porno kelas internasional yang sengaja dibawa sama personil PT. UCHIHA bla bla bla buat menyogok dia telah sukses membuat itu rambut perak mingkem.

Hiruzen sudah balik dari pengobatan ambeiennya. Engkong Hiruzen cukup disogok obat ambeien paling mujarab dari klinik Tong Xeng supaya gak protes.

"Sepertinya acara bisa dimulai lagi?" Shizune berkata demikian karena para anak buahnya ibu Mikoto sudah mulai keluar dari dalam gedung.

"Sudaaaaahhh." jawab para penonton bebarengan yang kini masing-masing sudah diberi tempat duduk sofa single-seat sama sekotak menu fried chicken lengkap dengan soft drink-nya sekalian. *padahal dari pihak Posyandunya pada suruh berdiri sama dikasih kacang asin gosong sebungkus kecil per kepala*

Dia menganggukkan kepala mantap, "Oke. Baiklah kita sam ... Awww!"

Shizune njerit karena posisinya sekarang tergantikan oleh seorang MC betulan yang profesional banget *aslinya njerit akibat disenggol terus bacok ups roboh*. Seorang aktor merangkap presenter yang kini sedang naik daun setelah membintangi sinetron GGS (Ganteng-Ganteng Songong). Dia Sabaku Gaara, si pemuda rambut merah yang tarif per menitnya lebih mahal ketimbang omset jualan sate kodoknya Jiraiya per hari.

"KYAAAAAAA!"

"KYAAAAA!"

"KYAAAAAAAA!"

Walaupun sudah ibu-ibu tapi cewek ya tetap cewek. Ngelihat seorang brondong perjaka super cakep bikin hormon esterogen mereka memuncak.

"Halo ladies. Saya di sini akan menemani kalian semua yang cantik-cantik dalam acara perlombaan Posyandu tahunan di Konohagakure." Gaara tersenyum tipis.

"Untung Minato gak kalah gantengnya. Coba kalau jelek. Bakalan nyak buang ke sarang tapir terus gantian ngerayu Gaara-kun." komentar Kushina.

Yoshino kesengsem berat sama pemuda berumur 25 tahunan itu.

Gaara sempat ngedipin sebelah mata ke arah Mikoto. Bikin itu ibu cakep blush-blush. Dalam benaknya ada niatan buat jadi simpanannya itu wanita. Lumayan, bisa buat beli rumah bergaya mesolitikum-modern di ujung jurang.

Shizune yang aslinya mau marah gara-gara disenggol sama itu cowok kini berbalik kemayu setelah tau siapa sosok yang barusan berlaku rada sembarangan itu.

Seluruh pasang mata yang ada di ruangan kini beralih menatap ke sebuah layar LCD ultra-jumbo yang terpasang di bagian dinding panggung. Layar berukuran 97 inch *ujubuneng* itu mulai menyala dan memperlihatkan sepasang bola mata raksasa.

"Halo halo, apakah kedua mata gue sudah kelihatan dari situ?" terdengar suara bariton dari speaker LCD.

"Da ... daddy?!" heboh Sasuke.

Ternyata itu matanya bos Fugaku sang empunya PT. UCHIHA bla bla bla.

"Cachu'e? Kamu lihat daddy dengan jelas kan Cachu'e?" tanya Fugaku lagi. *Cachu'e itu merupakan panggilan alay Sasu di rumah*

Yang bersangkutan mengangguk pelan dengan ekspresi kecewa, "Jangan sebut nama panggilan itu sembarangan dong dad."

Kedua bola matanya Fugaku gerak ke atas ke bawah sebanyak tiga kali *ceritanya kayak gestur ngangguk gitu*. "Okeh-okeh Ca emm Sas. Berjuang ya di lomba. Jangan malu-maluin keluarga agung nan terhormat yang namanya telah mendarah daging di dalam sejarah Konohagakure. Keluarga yang konon memiliki citra elok menyaingi seorang dewa dalam mitologi Yunani. Keluarga yang keanggunannya diibaratkan seorang dewi telanjang yang bakal bikin kaum maniak seks terguncyang. Keluarga yang ... "

Tsunade lagi asyik ngitungin duit segepok yang baru saja dikasih sama nyonya besar klan Uchiha.

" ... sangat termasyhur di daratan Eropa pada periode pertengahan. Keluarga yang mengandung kadar karat lebih dahsyat ... "

Kakashi lagi nyium-nyium gambar cewek bule yang lagi mamerin payudara di majalah porno.

" ... kedudukannya melebihi Tuhan itu sendiri. Keluarga yang teramat menakjubkan sehingga seekor Cerberus milik Hades pun berhenti menggonggong. Keluarga ... "

Hiruzen masang tampang lega setelah duburnya gak nyut-nyutan lagi. Berterima kasihlah terhadap obat mujarab yang diracik oleh para su'hu dari klinik Tong Xeng.

" ... ciamik bagaikan petir yang menyambar gunung. Keluarga yang sangat bergelora layaknya deburan ombak nan kudus. Keluarga yang ... "

14 menit kemudian...

" ... itulah keluarga Uchiha."

Jiraiya melek mendadak dari bobok singkatnya, "Ehh?! Sudah pagi?!"

Setelah mendeklarasikan, memproklamirkan, mengumandangkan dua ratus dua puluh satu definisi dari klan Uchiha yang bikin semua orang pada bosan mampus *kecuali Mikoto & Sasuke tentunya*, akhirnya bibir tebal Fugaku berhenti nyerocos pada menit ke-18 sejak menjelaskan definisi yang pertama.

"Pokoknya, berjuang Cachu'e!" Fugaku menyemangati.

Selang satu detik setelahnya terdengar suara lain dari speaker LCD. "Cepetan donk say. Neng Karin sudah ngangkang kelamaan nich."

Ibu Mikoto spontan langsung masuk ke dalam mode sennin.

"JADI ITU TUJUAN LOE NAMPILIN CUMA BAGIAN MATA DOANG?! LOE LAGI ASYIK SELINGKUH KAN FUGAPRET?! -tiiiiiit- LOE, -tiiiit- CEWEK JALANG YANG NAMANYA KARIN ITU!" ini wanita reflek ngelempar high heel sebelah kirinya dengan kecepatan cahaya ke arah layar sampai-sampai LCD itu remuk jadi dua belas bagian.

PRAAANNG!

Melihat kondisi yang mengarah ke chaos sampai-sampai nyonya besar Uchiha kini wajib diikat di singgasananya sama beberapa personil PT. UCHIHA bla bla bla, Gaara langsung ambil tindakan.

"Oke, kita langsung saja tampilin aksi dari tuan muda Sasuke Uchiha yang sungguh akan mempesona ya. Haha." itu rambut merah salah tingkah sendiri. Padahal yang ada di pikirannya saat ini, 'Gawaaatt-gawat. Gue gak niat lagi buat jadi simpanan itu ibu-ibu. Bisa-bisa gue tinggal nama doang sebelum gue menginjakkan kaki di rumah mewah bergaya mesolitikum-modern yang ada di ujung jurang impian gue.'

Sasuke sudah mengambil posisi di ujung belakang catwalk. Lampu-lampu properti panggung belum dinyalakan. Seorang pria yang memakai jubah hitam gombrong bercorak awan merah berjalan menghampiri seperangkat alat DJ *bukan Dewa Jashin lho*. Kepalanya diikat pakai perban rapat sehingga yang kelihatan cuma sepasang mata itemnya tok.

"Baiklah ini dia ... "

Lampu-lampu panggung mulai dinyalakan satu per satu bersamaan.

" ... Cachu'eeeeee Uchihaaaa!" teriak Gaara membahana.

Sasuke ngacungin jari tengah ke itu presenter.

Musik disetel oleh DJ. *Mr. Ribet by Super Senior*

~Because i crazy, crazy~

~Hey, i'm Mr. Ribet~

~Because i crazy, crazy~

Lampu sorot sama lampu kerlip nyala semua.

~TWEROT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT~ *instrumen Mr. Simple itu loh*

Sasuke mulai jalan di atas catwalk.

~TWEROT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT TOT~

Gaya berjalan Sasuke itu persis baris-berbaris Pramuka. Cuma bedanya ini tangan kanan maju kaki kanan juga, tangan kiri maju kaki kiri juga. *di daerah author istilahnya jalan bagongan*

~BUAHAHA Mr. Ribet, Ribet Keuttek-Neunen Keuttek-Neunen Keuttek-Amsyeong~ *Keuttek-Neunen Keuttek-Neunen Keuttek-Amsyeong = Ketek-Nenen Ketek-Nenen Ketek-Amsyong*

Gaya berjalan Sasuke yang ujugile itu bikin para penonton, dewan juri, para peserta, presenter pada ngakak berat. Tapi itu tidaklah berlangsung lama karena tiga pasukan sniper yang disewa sama bu Mikoto sudah siap membolongi kepala siapapun yang ketawa untuk kedua kalinya.

~BUAHAHA Mr. Ribet, Ribet Keuttek-Neunen Keuttek-Neunen Keuttek-Amsyeong~

Setelah sampai di ujung depan catwalk, bukannya berbalik arah lalu berjalan lurus lagi, ini malah jalan mundur dengan gaya seperti tadi. Tangan kanan ke belakang kaki kanan ke belakang, tangan kiri ke belakang kaki kiri ke belakang.

~Blow Your Ass, TUITUIIIT kara Mr. Ribet~

~Blow Your Ass, TUITUIIIT kara Mr. Ribet~

Sasuke hampir sampai di ujung belakang catwalk. Tapi gara-gara jalan mundur, otomatis arah lajunya gak kekontrol. Terus itu bocah terlalu nyerong ke samping kiri pas jalan mundur. Walhasil...

JDUAAAK!
Model profe'sial' Cachu'e kepalanya kejedot lantai Posyandu setelah kaki kirinya kebablasan.

Semafut.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" jerit ibunya Sasuke setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri sang putra terjatuh dari catwalk, kepalanya kejedot lantai keras, bocor-bocor-bocor, kepalanya keluar darah banyak.

Bodyguard klan Uchiha langsung sigap nelepon entah kemana.

"Bagaimana ini?! Bagaimana ini?!" MC Gaara kebingungan di atas panggung. Soalnya ini orang belum pernah ngadepin hal semacam ini sebelumnya.

DJ yang memakai jubah misterius dan aksesoris ala mumi tiba-tiba langsung berlari kencang menghampiri Sasuke yang kepalanya bocor, "OTOTOOOOOUUUUU!"

Itu DJ gak nyadar kalau perbannya kecantol properti panggung pas lari ngibrit. Dan sukses kebuka total kedok di balik perban dan jubah itu...

"ITACHI UCHIHA?!" yang ini Kakashi. Dia merasa masih punya kewajiban untuk memberi pelajaran bagi begundal tuna susila itu yang telah menorehkan rekor pencabulan paling banyak dalam sejarah kriminalitas Konohagakure. 3 kali mencabuli balita, 7 kali mencabuli gadis, 16 kali mencabuli wanita dewasa, 38 kali mencabuli nenek-nenek, 1 kali mencabuli hermafrodit/bencong. *Jiraiya lewat mah*

Itachi sempat mengecup kening berdarah adik kesayangannya itu sebelum harus mengambil langkah seribu setelah sosok patriot Konoha (H. Kakashi) mengejarnya dengan membawa kentongan. *kayak lagi ngejar maling aja*

Mikoto akhirnya pingsan di singgasana setelah tidak kuat menahan beban batin yang bertubi-tubi dalam setengah jam terakhir. Pertama, memergoki suaminya selingkuh sama lonte bernama Karin. Kedua, putra kesayangannya kejedot lantai sampai kepalanya bocor. Ketiga, putra pertamanya yang sudah dianggap sebagai aib terbesar klan Uchiha semenjak klan ini pertama berdiri tahun 1919 *bertepatan dengan saat Nyonya Meneer berdiri* mendadak menampakkan diri di muka umum.

Dewan juri yang tinggal dua langsung ambil tindakan sebelum situasi makin anarkis lagi.

Tsunade : 8

Komentar : "Bisa diulang adegan kejedotnya?" *langsung diberondong peluru AK-47 sama duo bodyguard Uchiha setelah komen begini*

Kakashi : 2

Komentar : "Mbeeekk." *diwakilin wedhusnya karena orangnya lagi sibuk ngejar Itachi*

Hiruzen : 5

Komentar : "Ini nilai bukan buat penampilan bocah tengil itu. Tapi ... untuk INI!" *nyengir ajib sambil mamerin obat oles ambeien produk dari klinik Tong Xeng yang bergambar orang lagi nungging*

TOTAL NILAI : 15

"Berhenti loe Itachi!" teriak Kakashi.

"Ampuni gue Kash!" jerit Itachi.

-TSUZUKU-

Weleh-weleh. Ternyata gak selesai 3 chapter nih.

Semoga saja cerita ini dapat selesai total di chapter depan.

Thank's for your time. :)