High School Hustle
Casts: GOT7 and Winner
Pairing: Markbam
Rating: T
Genre: romance, friendship
Warning: BL, Highschool!AU, typos, out of character
Disclaimer: storyline is mine and casts are God's
Notes: italics for native languages (Thai/Chin/Eng)
happy reading
.
Knock knock
Suara ketukan pintu terdengar di kamar 714.
"Mark hyung, tolong buka pintunya. Bamie belum selesai~" teriak Bambam dari dapur
Setelah mendengar teriakan Bambam, Mark segera keluar dari dapur untuk membukakan pintu yang tentunya ada seorang Im Jaebum di depannya.
"Eoh, appa. Wasseo?" ucap Mark datar
"Hm. Bambam memasak apa?" tanya Jaebum setelah mencium wangi makanan di ruangan tersebut. Ia berjalan ke arah dapur
Jaebum mendekati Bambam dan mengelus rambutnya, "kau sedang memasak apa, Bam?" tanyanya
"Eoh, daddy sudah datang? Um, ini aku memasak pasta. Daddy suka kan?" balas Bambam
Jaebum adalah seorang 'ayah' di Big Bastard. Selain karena ia merupakan anggota yang paling tua, ia sudah sangat dewasa dan mapan—ia mempunyai kafe sendiri di pusat perbelanjaan Seoul—ia juga sangat disiplin, mandiri, bertanggungjawab, dan dapat memilih keputusan secara bijak demi kepentingan bersama. Namun tak beda dari Jackson, ia lebih menyayangi 'anak'nya yang berwajah imut dibanding dengan yang tampan. Jadi, tak heran jika member Big Bastard memanggilnya appa, daddy, papa, dad, atau sebutan yang lain. dan tentang eomma-nya…tentu saja seorang Park Jinyoung.
"Memangnya ada orang di dunia ini yang tidak suka pasta" celutuk Mark yang sedang duduk di sofa sambil memainkan PS-nya
"Ya! Mark Tuan, Bambam sedang berbicara padaku bukan padamu!" balas Jaebum
"Sudah daddy, biarkan saja Mark hyung." Ucap Bambam, "daddy tunggu sama Mark hyung aja sana, kasian dia main sendiri" lanjutnya
Jaebum—JB—mengangguk dan berjalan ke arah Mark. Tak lupa ia mencium surai Bambam sebelum ia berjalan.
Sepuluh menit telah berlalu dan akhirnya seluruh hidangan yang disiapkan Bambam telah tersedia di meja makan. Ada spaghetti carbonara, fettuccine with tuna dan mac and cheese. Sepertinya Mark akan hidup bahagia kedepannya karena ia punya 'personal chef' di kamarnya. Bambam segera berlari ke sofa tempat Mark dan JB bermain.
"Mark hyung, daddy, makanan siap~" ucap Bambam. Namun mereka berdua terlalu seru bermain.
Bambam mengguncang kedua tubuh namja di depannya ini, "heyyy, kalian mau makan tidak? Nanti kalau sudah dingin jadi tidak enak lho!"
Mark dan JB keduanya hanya menjawab dengan deheman singkat, namun pandangan masih menatap layar TV. Bambam yang geram segera berjalan ke arah TV dan mematikannya, lalu ia berkacakpinggang di depan mereka berdua.
"Bambam-ah, kami belum selesai main!" Mark merengek dengan tidak elitnya
"Tapi aku sudah selesai memasak!" balas Bambam
"Tapi tadi belum sempat di-save, dan aku hampir berhasil mengalahkan appa!" ucap Mark. Jaebum hanya tertawa melihat kedua dongsaengnya ini.
"I don't care. Nanti sehabis makan kalian boleh main lagi!" ucap Bambam.
Mereka bertiga kemudian beralih ke meja makan dengan posisi JB di sebelah Bambam dan Mark di seberang mereka. Mereka mulai makan dengan tenang, sampai akhirnya…
"Daddy, kau mau coba punyaku? Ini mac and cheese" tanya Bambam kepada JB
"Mac and cheese? Bukannya Mark and cheese?" balas JB. Bambam tertawa sedangkan Mark langsung mengetuk kepala JB menggunakan sendoknya. "Baiklah, sini daddy mau coba. Tapi suapin ya, Bam~"
"Ew gross. Can you stop it appa? kau sudah tua, buat apa minta Bambam untuk menyuapimu? Kau kan punya tangan sendiri" ucap Mark ketika JB selesai mengatakan itu. Bambam hanya menatap mereka bingung.
"Kau iri, Mark?" tanya JB dengan seringaiannya
"A-aniyo! Buat apa aku iri? Tch"
"Sudah sudah, daddy dan Mark hyung jangan bertengkar. Kalian berdua biar Bamie suapin!" ucap Bambam dan ia langsung mengambil sesendok makanannya dan menyuapkannya ke dalam mulut JB dan satu kali lagi ke mulut Mark.
.
Sekarang sudah menunjukkan pukul 21:15. JB belum pulang dari dorm Mark dan Bambam dan mereka bertiga kini berada di kamar. Mark di kasurnya sedang menulis lirik rap-nya untuk ambil nilai minggu depan sedangkan Bambam dan JB berada di kasur milik Bambam. JB merangkul Bambam dengan tangan kirinya dan kepala Bambam berada di dadanya sedangkan tangan kanannya mengelus-elus paha Bambam. Mereka terlalu serius bercerita tentang satu sama lain sehingga tidak menyadari posisi mereka sekarang sudah seperti… ah yang jelas jika seorang Jinyoung melihatnya ia tidak akan membiarkan JB menyentuhnya selama seminggu penuh.
"Appa, pulanglah ini sudah malam. Besok sekolah" ucap Mark.
.
Ya Tuhan, godaan apa lagi sekarang. Tadi pagi Jinyoung, sekarang appa. Dan lihat posisi mereka sekarang- Bambam tiduran di dada appa dan appa merangkul Bambam? Oh tidak boleh, yang boleh melakukan itu dengan Bambam hanya aku, Mark Tuan seorang. Belum lagi pakaian yang Bambam kenakan membuat hampir semua namja 'terbangun' dan sekarang… appa mengelus paha Bamie. Aku menyentuhnya saja belum. Ottokhae, paha mulusnya hanya milikku seorang. Aish Khunpimook, kau membuatku kacau!
"Arasseo," ucap appa "bilang saja kau mau berduaan sama Bambam. Am I right?" shit. Aku bisa berduaan dengan Bambam kapanpun. Aku hanya butuh privasi dan ia harus keluar sesegera mungkin.
.
Mendengar jawaban JB, Bambam langsung menyubit lengan daddy-nya tersebut, pipinya memerah. Namun setelah itu Jaebum langsung turun dari tempat tidur dan pamit untuk pulang, meninggalkan Mark dan Bambam berdua lagi. Bambam sedang memainkan HP-nya sedangkan Mark masih menulis lirik rap-nya.
"Bambam-ah" panggil Mark sambil berjalan ke arah tempat tidur Bambam dan
"Iya, hyung?" jawab Bambam. Ia juga ikut duduk di tempat tidurnya dan menaruh HP-nya
"Kau tadi… tidak keberatan d-dicium appa? Tadi pagi kau juga dicium Jinyoungie kan?"
"A-aniyo, sudah biasa, hyung. Di Thailand aku sering diperlakukan seperti itu. Kata mereka aku ini terlalu imut, lalu mereka semua gemas dan sering menciumiku" –dengan muka polosnya
"Memang sih, kau imut. Apa kau tidak bisa menolaknya?"
Bambam menggeleng
"Kenapa? Kau takut pada mereka?"
Bambam menunduk. Mukanya memerah. Menggigit bibirnya. Sebenarya ia sedang menahan tangis, namun Mark tidak mengetahuinya.
"Bamie-ah, are you okay? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku?"
"H-hyung.." panggil Bambam "jika kau melawan, mereka akan melakukan lebih"
"What the heck. Melakukan lebih?" Mark kaget atas jawaban Bambam
"Ne. dulu waktu di Thailand, aku ada masalah dengan sekelompok orang. Awalnya kupikir kami akan berteman baik, karena mereka selalu bersikap manis padaku. Namun nyatanya tidak, ternyata mereka hanya memanfaatkanku. Ani, memanfaatkan tubuhku. Saat aku mencoba menolak mereka…." Air mata Bambam pun akhirnya jatuh. "M-mereka… memperkosaku. Aku tidak dapat menolak. Setiap hari aku harus melayani mereka, selama hampir satu tahun. Dua bulan yang lalu aku baru berani memberitahu orangtuaku. Mereka sangat marah, bukan padaku namun pada mereka. Akhirnya mommy menghubungi orangtua Jinyoungie dan menyekolahkanku di sini" lanjutnya (anggep aja di kutipan di atas diselingi suara tangisan)
Mark yang mendengar ceritanya, ia ikut sedih. Matanya sudah berkaca-kaca. Ia mendekatkan diri kepada Bambam dan mendekapnya ke dalam pelukannya.
"Awalnya aku tidak mau, karena sekolah ini isinya namja semua. Aku masih trauma atas apa yang telah terjadi di Thailand. Tapi mommy dan appa memaksaku dan mempercayakanku kepada Jinyoungie dan setelah aku mengenal Big Bastard, aku pikir hidupku akan mulai membaik" tangis Bambam mereda menjadi sesenggukan "terutama kau Mark hyung, aku tidak tau ini apa. Namun aku sangat menyayangimu" ucap Bambam.
Mark pun terkesiap. 'Menyayangiku sebagai seorang kakak tentunya' pikirnya
"Nado. Hyung juga sangat menyayangimu, Bam. Aku janji akan melindungimu dari apapun, my fluffy brother" Mark pun mengelus pipi Bambam
Malam ini mereka habiskan dengan berbagi cerita satu sama lain dan akhirnya mereka terlelap berdua di kasur Bambam.
.
Mark terbangun dari tidurnya. Ia melihat ke sekitarnya dan kemudian menyadari bahwa ia masih berada di kasur Bambam. Namun sang pemilik tempat tidur sudah tidak ada di tempatnya. Mark langsung bangun dari tempat tidur dan mencari Bambam namun hasilnya ia hanya mendapati selembar post-it tertempel di pintu kulkas.
"Good morning, Mark hyung! Aku berangkat duluan ya? aku berangkat bersama Jinwoo hyung dan Yugyeomie. Bekalmu ada di meja makan bersama dengan sarapanmu. Have a good day! Chuu~" –isi pesan dari Bambam
'Jinwoo dan Yugyeom…. Hm, Jinwoo hyung terlalu cantik untuk bersama Bambam, bisa-bisa Bamie diajari cara ber-makeup dengan baik di perjalanan. Ia juga sudah bersama Mino. And… Yugyeom, ia terlalu pemalu dan polos. Baiklah, Bambam aman.' pikir Mark.
Kemudian ia segera bergegas untuk bersiap-siap untuk memulai harinya.
.
Waktu makan siang telah tiba, Big Bastard berkumpul di bangku mereka biasanya dan memakan bekal—atau makanan kantin—mereka sambil berbincang tentang gossip-gossip baru di SAFA ini.
"Hey, bagaimana kalau Satnight besok kita mengadakan pesta?" ucap Jinyoung
"Mwo? Pesta untuk apa?" tanya Youngjae
"Kedatangan Bambam di Big Bastard tentunya!" jawab Jinyoung. Bambam yang mendengar namanya disebut langsung menengok ke arah Jinyoung
"E-eh? Tidak usah, mommy! Cuma begini saja kok diadakan pesta" gumam Bambam
"Aniyo! Kita harus mengadakan pesta!" ucap Jinyoung
"Baiklah. Tapi aku tidak mau ada yang mabuk!" ucap Jinwoo sambil melirik-lirik Mino.
"Baby, itu kan semua gara-gara Jackson aku minum banyak~" Mino yang merasa tersindir langsung merengek ke Jinwoo
"Kok bawa-bawa aku? Aku kan hanya menawari Mino" elak Jackson
"Jackson, Mino, diamlah" bentak Taehyun. Youngjae yang mendengar bentakannya langsung mengumpat di lengan Jackson
"Taehyunnie, jangan bentak orang begitu. Lihat, Youngjae jadi takut~" ucap Seungyoon sambil mengelus kepala kekasihnya itu.
"Mereka bisa membuat telingaku infeksi" ucap Taehyun pelan
"Arasseo. Malam minggu besok, di tempat biasa. Jam 8 kalian sudah harus berkumpul semua" ucap Mark
"Hyung, Bamie tidak minum alcohol" ucap Bambam sambil menatap Mark dan dibalas oleh yang ditatap, Mark menghela napas
"No alcohol for this time. Bambam tidak minum alcohol." Ucap Mark
"Lalu kami minum apa?" tanya Seunghoon
"Mineral water, orange juice, coke. Masih banyak selain beer" jawab Mark
"Mark hyung, can I bring my DJ stuffs?" tanya Yugyeom dengan bahasa Inggris yang aneh. Mark terlihat berpikir sebelum akhirnya mengangguk.
Dan kemudian mereka terhanyut di dunia mereka sendiri lagi. Termasuk sang eomma dan appa mereka yang terlihat berduaan di ujung tempat duduk.
"Jinyoungie" panggil seseorang
"Ne hyung?" jawab Jinyoung
"Bogoshipda~" ucap orang itu sambil mengendus-enduskan nafasnya di tengkuk Jinyoung
"Im Jaebum! J-jangan di s-sini" Jinyoung mati-matian menahan malu. Untung saja teman-teman mereka sedang sibuk sendiri-sendiri.
"Tapi aku merindukanmu, baby~" balas Jaebum sambil memeluk Jinyoung dari samping
"Nanti di dorm kan bisa, hyung" ucap Jinyoung
"Janji ya? Aku minta jatahku hari ini, 3 ronde" Jaebum mengeluarkan smirk andalannya sedangkan Jinyoung hanya meringis menatapi nasibnya.
.
Pesta yang dimaksud tinggal menunggu beberapa jam lagi. Kamar 714 terlihat sangat berantakan karena Bambam sibuk mencari outfit yang tepat untuk pesta nanti, maklum ini pesta pertamanya di Korea dan ia hanya berjaga-jaga apabila terjadi banyak perbedaan antara pesta di Thailand dan di Korea. Sabtu merupakan hari libur mereka—kecuali untuk Jackson yang mengikuti latihan fencing—Bambam mengubah warna rambutnya yang semula hitam menjadi biru cerah yang mengundang banyak perhatian. Setelah ia membereskan urusan rambutnya, ia sibuk memilih baju di kamarnya dengan Mark yang hanya duduk di kasurnya sambil bermain game.
"Hyung~ Bamie gendut gak?" tanya Bambam yang baru selesai mengganti pakaiannya
Mark menoleh sebentar lalu menjawab, "Aniyo"
"Aish tapi perutku kelihatan besar!" ucap Bambam
"Jangan pakai yang itu kalau begitu"
"Lalu aku harus pakai apa? Semua bajuku sudah aku coba semua. Tidak ada ya—"
"You look good in everything." Ucap Mark sebelum beranjak ke tempat tidur Bambam dimana semua bajunya berserakan
Mark mengambil satu kemeja putih dan celana panjang berwarna hitam dengan skin tight type lalu memberikannya kepada Bambam.
"Pakai ini." Ucap Mark sambil memberikan bajunya
Bambam segera mengangguk seolah kata-kata Mark adalah sihir baginya. Sedetik kemudian Bambam langsung melesat ke kamar mandi untuk mengganti bajunya. Pesta hanya tinggal dua jam lagi, sedangkan Mark masih bersantai-santai dan Bambam sudah kelabakan sendiri. Ia keluar dengan sepasang baju yang diberikan Mark kepada Bambam serta beberapa aksesoris di leher, tangan dan jarinya.
"Mark hyung~ bagaimana? Bagus tidak?" tanya Bambam yang sekarang sudah berdiri di depan Mark dan berputar di depannya
Mark mendongakan kepalanya, ia mengangguk. Namun ada yang ganjal mengganggu pikiran Mark.
"Wait. Coba balik badanmu" perintah Mark kepada Bambam
"Kenapa hyung?" Bambam segera menuruti perintahnya
Mulut Mark terbuka lebar. Air liur mulai menetes dari mulutnya. Ia tidak berkedip sama sekali. Ya. karena ulah Bambam. Lihatlah dengan celana yang sangat ketat itu pantatnya terbentuk.
'Wow. What a nice ass you have, Khunpimook.' Pikir Mark 'No. I'm straight'
.
Musik memenuhi dance practice room 3. Dua belas orang berada di dalamnya, tepatnya Big Bastard. Mino dan Jinwoo terlihat sedang sibuk bercumbu di pojok ruangan, Jinyoung dan Jaebum sedang sibuk membicarakan sesuatu, Youngjae dan Jackson yang sedang sibuk flirting satu sama lain di sofa, Seunghoon dan Yugyeom yang sedang sibuk dengan alat DJ-nya, dan Seungyoon, Taehyun, Mark, dan Bambam sedang menari dengan diiringi lagu yang dimainkan oleh Seunghoon dan Yugyeom.
"Youngjae-ah, kau terlihat sangat menggoda dengan rambut blonde-mu itu" ucap Jackson sambil merangkul Youngjae
"Hm, benarkah? Terima kasih kalau begitu" muka Youngjae terlihat memerah, "Apa kau terlalu sibuk work out? Lihat lenganmu, cukup kuat untuk menahanku pergi." Lanjutnya sambil memegang otot di lengan Jackson
'Ia bilang Bambam adalah type-nya. Sekarang ia flirting dengan Youngjae. Memang dasar Jackson tidak pernah tobat dari ke-playboy-annya.' Pikir Mark yang melihat kejadian tersebut
"Mark hyung~" panggil seseorang
"Hyuuuung!" panggil seseorang itu lagi, namun kali ini sambil memeluk Mark dari belakang
"Bambam?" tanya Mark
"Mark Tuan~" orang yang memanggil Mark tersebut—Bambam—membalikkan badan Mark menghadapnya
Ia membuat Mark dan dirinya berdiri berhadapan dengannya. Muka Bambam terlihat sangat merah dan mulutnya berbau aneh, namun Mark tetap berpikiran positif.
"Kau keren sekali hari ini hm" ucap Bambam sambil melingkarkan tangannya di leher Mark
"Bam kau mabuk?" Mark meneliti setiap inci tubuh Bambam yang daritadi bergerak-gerak aneh
"You look perfect now." Ucap Bambam
"Bam, jawab aku!"
"Aku tidak meminum apa-apa!"
"Liar. Mulutmu bau alcohol. Siapa yang memberimu alcohol?"
"Seseorang~"
"Beri tahu ak—"
Belum selesai Mark berbicara, bibirnya dikunci oleh bibir Bambam. Ya, Bambam menciumnya.
'Bibirnya manis juga. Ah dia sedang mabuk, lebih mudah untuk—aniyo! Dia namja. Dia juga masih trauma.' pikir Mark
Mark langsung mendorong Bambam yang sedang menciumnya hingga ciumannya terlepas.
"Waeyo?" tanya Bambam sambil mengerucutkan bibirnya
"Aku takut, Bam" jawab Mark
"Takut kenapa? Bamie sudah besar! Bamie kesel." Bambam memang selalu mengalami moody-time jika sedang mabuk. Ia meninggalkan Mark
Mark hanya menggeleng-gelengkan lagunya dan melanjutkan acara menarinya yang sempat tertunda.
.
Sudah dua puluh menit Mark menari bersama teman-temannya. Ia merasa lelah karena habis battle dance dengan teman-temannya, apa lagi Yugyeom yang dijuluki 'dancing king' di sekolah. Mark meninggalkan tempat semula ia berlari. Tepat setelah ia membalikkan badan, pemandangan yang tak ia inginkan, tersaji di depan matanya.
'Holy shit.'
TBC
nope. INI ANEH BANGET.
maafkan baru bisa update sekarang. semoga suka.
yazzzz review ditunggu 3
