30 Days Challenge

.

.

.

Disclaimer : semua hanya punya tuhan, termasuk storylinenya.

.

.

.

Pair : Various pairings. A 30 Day Challenge.

Genre, pairing, dan rating bisa berubah di setiap update.

.

.

.

Inspired by 30 days fanfiction challenge on aff.

.

.

Chapter 2, Mathematics : Mino x Taehyun (846 words)

Rating : K

Genre : Friendship.

AU! School life.

.

.

.

Happy reading, readers!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Siapa yg tidak mengenal Song Mino? Si anak tampan yg sangat jago olahraga dan disayang kepala sekolah itu sangat populer di sekolah. Sedikit nakal, tapi tak pernah sampai menimbulkan kekacauan.

Mino sangat beruntung karena memiliki banyak talenta. Kecuali satu, ia menyerah pada apapun yg berurusan dengan matematika. Sampai semester lalu, saat pengambilan rapotnya di sekolah, guru matematikanya, Mr. Park mengomelinya habis-habisan di depan orang tuanya.

Mino tidak tahu mengapa matematika sangat menciptakan masalah di hidupnya. Padahal Mino tidak benci pada guru ataupun pelajarannya, Mino hanya tidak bersemangat untuk matematika.

Tetapi sejak kejadian di kantin, matematika terasa semakin berat bagi Mino.

.

"Mino, hari ini ada tugas matematika halaman 90." Ucap Jihoon yg duduk sebelah Mino, tangan Jihoon menepuk-nepuk wajah Mino yg tertidur.

"Iya iya." Mino hanya merengutkan wajahnya malas, kantuk masih menguasainya.

"Jangan lupa kerjakan, kau tak mau diomeli Mr. Park lagi kan?!" Jihoon menatap wajah Mino dengan kesal. Temannya yg satu itu memang sangat santai, terlalu santai malah dalam menghadapi persoalan yg rumit.

"Jihoon, sekali lagi kau mengomeliku karena matematika, kupastikan kau pulang tinggal nama."

Jihoon memutar matanya malas. Ia lalu menengok ke Mino sembari berkata,

"Apasih, memangnya kau siapa berani mengancamk-",

dan hanya mendapati Mino tertidur lagi dengan kedua tangannya menutupi kedua telinganya.

.

Waktu istirahat sudah tiba. Mino memutuskan untuk pergi ke kantin sendiri setelah tadi berganti baju olahraga dan beradu argumen dengan Jihoon yg ngambek karena ditinggal tidur.

Mino menggelengkan kepalanya.

Sahabatnya yg satu itu memang sangat bersifat kekanakan. Tapi Mino maklum, karena ia tahu sang sahabat kesal karena sikapnya yg tak menghargai orang saat berbicara.

Toh Mino hanya mengendikkan bahunya, melanjutkan jalannya menuju kantin sekolah kesayangannya. Perutnya sudah menangis minta diisi.

Mino menyapa beberapa temannya yg kebetulan sedang duduk dan makan di meja sebelah kanan kantin.

"Oy, Hanbin!" Mino menghampiri temannya dan langsung ber-high five ria.

"Mino! Bagaimana pertandingan semalam?" Hanbin mengisyaratkan Mino untuk duduk di sebelahnya. Namun Mino hanya tetap berdiri di tempatnya, yaitu sekitar 2 langkah dari meja Hanbin.

"Sekolah tetangga kalah. Kau tahu 'kan mereka tak pernah menang. Hahahaha."

Mino dan Hanbin tertawa bersama.

"Aku mau beli makananku dulu. Be right back." Mino langsung berlari menuju bagian penjual nasi bento. Mino langsung mengambil bentonya dan membayar, setalah itu ia berlari kecil menuju ke tempat duduk Habin tadi.

Tapi ia menabrak seseorang.

Uh, sialnya, seseorang itu sedang membawa segelas jus alpukat.

Dan ya, jus itu tumpah di baju olahraga kesayangannya.

"..."

Butuh waktu beberapa detik untuk Mino bisa mencerna apa yg terjadi.

Dan,

"ASTAGA SUNBAENIM MAAFKAN AKU, AKU TAK BERMAKSUD- AH SUNBAENIM MAAFKAN AKU." Suara si korban tabrakan memecah kedamaian kantin sekolah.

Mino memandangi si korban tabrakan itu. Barusan ia menyebutnya dengan panggilan apa? sunbaenim?

"...Maaf." Mino berdiri, masih dengan tangan memegang kotak bento dan... kaos olahraga yg belepotan jus alpukat kental.

Si korban tabrakan, yg Mino asumsikan sebagai adik kelasnya hanya menunduk, seperti, takut mungkin?

"Ma-maafkan ak-aku, sunbae..." si adik kelas masih menunduk.

Dan Hanbin datang menolong untuk menyelesaikan masalah.

"Hei sudah-sudah. Ini bukan salahmu. Mino ini memang ceroboh, harusnya ia berlari sembari memperhatikan keadaan sekitar. Sudahlah, lebih baik kau beli jus baru, okay?" Hanbin memberikan uang yg berjumlah cukup untuk membeli jus alpukat baru pada si adik kelas.

Mino masih mencerna apa yg baru saja terjadi.

Sedangkan Hanbin sekarang menempelkan tisu-tisu di sisa-sisa jus alpukat di baju Mino, tepat di bagian perut, namun tidak berniat untuk membersihkannya.

"Sekali lagi, sunbae, aku minta maaf." Lalu si adik kelas berlalu pergi, menunduk takut dan malu, dan ya, dia tidak berbelok ke penjual jus melainkan langsung berlari ke kelasnya.

Hanbin menepuk bahu Mino.

"oy, bersihkan sendiri. Aku mau lanjut makan."

Dan Mino mengendikkan bahunya lagi.

Hari ini kenapa sial sekali, batinnya.

.

"Song Mino! Kau ditunggu kepala sekolah di ruangannya." Ucap Daehyun, si ketua kelas berbibir tebal itu.

"Ya ya." Lalu Mino segera berlari ke ruang kepala sekolah setelah selesai mengganti baju olahraganya dengan seragam sekolah biasa.

.

Mino merapikan seragamnya sebelum berjalan masuk ke dalam ruangan kepala sekolah. Ia barusan dipanggil oleh sang kepala sekolah untuk menghadapnya di ruangannya. Mino pun tidak tahu masalah apa yg dibuatnya, karena menurut Mino, hari ini ia sama sekali tidak berlaku bandel.

"Permisi, kepala sek-"

"Ya, Mino! Sudah kubilang bukan, kemarin aku akan mencarikanmu guru privat matematika?" kepala sekolah tersenyum lebar padanya.

Mino mau tak mau ikut tersenyum. Lee Chaerin, sang kepala sekolah yg lumayan dekat dengannya itu sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri. Dan kemarin saat ia meminta rekomendasi guru privat matematika, Chaerin langsung tanggap dan mencari.

"Ini guru privatmu. Aku mohon beri dia bayaran setengah harga dari bayaran guru privat umum."

Mino mencari sosok yg ditunjuk Chaerin, yg ia asumsikan seorang guru privat professional yg tidak memikirkan masalah uang.

Namun yg Mino temukan justru mengejutkan, yg duduk di hadapan sang kepala sekolah justru adik kelasnya, yg tadi menumpahkan jus alpukat di kaos olahraganya.

"Mulai pulang sekolah nanti, Nam Taehyun akan menuju ke rumahmu dan mengajarimu matematika rutin setiap hari sekolah."

Dan raut wajah Mino langsung berubah masam, sementara si adik kelas hanya menunduk diam.

Matematika dan Nam Taehyun ini sama saja.

KENAPA HARUS MATEMATIKA DAN ADIK JUS ALPUKAT INI, batin Mino.

End (or maybe will be continued in a sequel form?).

.

.

.

skawngur : #yha dedek sheila kapan mau update yg banghim itu hehehehehehehe q menunggu 'till forever here ((sedih bgt)). Makasie y udh mau baca me loves you!

soo-iceu : LEWL PLIS GUE BACA RUMOR JIMIN JADIAN SAMA HAYOUNG SEULPEO HAJIMA NONONO JIMIN FOR JIKOOK ONLY #GHEI4LYFE #YAOI4LYFE. Gasuka Taeyong akunya suka Jeno doang heu! Makasih ya udah mau baca luv ! :*

Q-ara Jung : iya sama-sama yaaa. Gak aneh kok duh hahaha luv ya too~! Terima kasih sudah mau baca ya~

Hai~ maaf sedikit telat updatenya, maaf updatenya gaje bgt ini akhirannya ngegantung, abisnya lagi lacking for idea karena kepikiran untuk test TOEIC dan Mid-test nasibnya gimana T_T tapi semoga suka sama chap.2 nya ya~ Makasih juga untuk yg sudah baca bahkan mereview. Terima kasih banyak, me loves you~~~

Xoxo, Dhana.