30 Days Challenge
.
.
.
Disclaimer : semua hanya punya tuhan, termasuk storylinenya.
.
.
.
Pair : Various pairings. A 30 Day Challenge.
Genre, pairing, dan rating bisa berubah di setiap update.
.
.
.
Inspired by 30 days fanfiction challenge on aff.
.
.
Chapter 5, Once Again : Yongguk x Himchan (767 words)
Rating : T
Genre : Hurt/Comfort, Romance
.
.
.
Happy reading, readers!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Himchan terduduk sendiri di halte bus itu. Sepi sekali baginya, padahal banyak orang berlalu lalang di depannya. Ia mengeluarkan ponselnya, mengetikkan sesuatu disana, beserta dengan deretan angka tujuan. Setelah selesai mengetik, ia menyentuh tombol 'send'.
Himchan tersenyum kecil.
.
Yongguk baru saja duduk di sofa saat ponselnya bergetar, menampilkan sebuah pesan.
'Sepertinya akan hujan sebentar lagi. Aku sedang menunggu bus di halte, aku ingin pulang segera ke rumah, setelah berbelanja seharian membuatku lelah, tapi busnya tak kunjung datang. Maka aku putuskan aku akan mampir sebentar di apartemenmu.
Jemput aku di Hongdae, di halte bus yg kecil itu, guk.'
Yongguk tersenyum. Maka ia segera bangun dan menyambar jaketnya dan juga kunci mobil.
.
Himchan mengamati rintik hujan yg mulai mengguyur kota siang ini, indah. Ia melihat sekelilingnya. Semua terlihat kusam dan abu-abu. Tetapi Himchan tersenyum, karena ia suka. Ia suka hujan, langit yg abu-abu, dan hawa dingin yg menusuk tulang.
Himchan mengulurkan tangannya untuk menangkap beberapa tetes air hujan yg jatuh dari atap halte.
'Indah. Sayang sekali tak banyak yg menginginkan.' batin Himchan.
Ia tersenyum lebar kali ini, sampai mata kucingnya menyipit.
"Sudah bermain hujannya?" suara bariton di belakangnya memudarkan senyumnya sesaat, membuat Himchan terdiam dengan mata membulat, terkejut.
"Hai!" Himchan tersenyum lebar mendapati Yongguk sudah sampai
Pemilik suara itu tersenyum pada Himchan, kemudian menarik tangannya untuk bergabung dalam lindungan payung berwarna hitam. Mereka berjalan ke arah sebuah mobil Ferrari hitam yg Himchan tak tahu apa tipenya. Keduanya lalu masuk dan melintasi hujan yg lebat itu.
.
Yongguk mengeringkan rambutnya yg basah dengan handuk. Dingin menusuk kulitnya yg kini sedikit terbuka karena kaus lengan pendek yg ia gunakan.
"Sudah berapa lama kau tidak memakan makanan sehat, guk?" Himchan memindai isi kulkas Yongguk. Disana ada nugget, sosis, cola, sarden kaleng, bahkan bir.
"Hei itu bukan junk food." Yongguk kini duduk di sofa hitam yg baru dibelinya seminggu lalu.
Himchan menggeleng, lalu menutup pintu kulkas itu.
"Apartemenmu sudah banyak berubah ya." Pemuda bermata kucing itu kini ikut duduk di sofa baru milik Yongguk. Matanya memindai sekeliling apartemen besar itu.
Ya, tentu saja. Kau melewatkan banyak hal, sayangnya. Batin Yongguk.
Yongguk memilih diam lalu menyalakan televisi. Himchan berdiri lagi, menuju ke dapur yg tak terpisah dari ruang santai, membuka laci meja dapur Yongguk yg bahkan sama sekali tak pernah Yongguk sentuh.
"Kau mau makan, guk? Aku akan buatkan sup jamur." Ucap Himchan sembari tangan kanannya mengangkat sejumlah jamur kuping yg ia temukan masih bagus dan tidak busuk di laci meja dapur.
"Terserah kau saja."
Ya, tolong masakkan sesuatu untukku dengan tangan mahirmu itu. Aku rindu masakanmu.
.
Mereka menyelesaikan makan mereka. Hari semakin sore, namun hujan malah berambah lebat. Himchan lalu membawa piring dan mangkuk kotor ke sink untuk dicuci.
Sementara Yongguk di sofanya mengamati Himchan yg entah kenapa semakin mengagumkan.
"Sepertinya aku akan stay disini sampai hujan berhenti. Tak apa kan, guk?" ucap Himchan setelah selesai mencuci piring.
"Ya." Stay selamanya juga aku tak keberatan, kok.
Himchan lalu duduk di sofa kembali, bersandar pada dada Yongguk.
Jangan. Jangan buat aku menggilaimu lagi.
Kita sudah berakhir.
Yongguk melebarkan matanya saat Himchan mendongak, menatap Yongguk tepat di mata.
"Kenapa?" ucap Himchan. "Kenapa detak jantungmu secepat itu, guk?"
Jangan bertanya kenapa, kau pasti tahu jawabannya.
"Aku tak apa.". Hatiku yg ada apa-apa.
"Jangan bohong. Kau sakit?"
"Sungguh Himchan, aku baik-baik saja.". Hatiku tidak baik-baik saja.
Himchan masih menatap Yongguk tepat di mata. Yongguk tak bisa berbuat apa-apa selain memasang wajah datarnya, wajah kebanggaannya.
Ia tak menyangka disaat seperti ini wajah kebanggaannya berfungsi sesempurna ini.
"Baiklah." Himchan menarik kepalanya dari dada Yongguk, kini duduk tegak.
"Sepertinya hujan sudah mulai berhenti. Aku pulang ya, guk." Himchan mengambil jaketnya dan juga tasnya lalu bersiap-siap.
"Ya. Hati-hati di jalan, hime."
Oops.
Himchan langsung menengok mendapati panggilan itu lolos begitu saja dari bibir Yongguk.
"A-ah maksudku Himchan." Yongguk berusaha mempertahankan wajah datarnya.
"Oke, terima kasih sudah memperbolehkanku mampir. Bye, guk." Himchan tersenyum kecil kemudian membuka pintu lalu keluar.
"Ya, terima kasih sudah mau berkunjung-" pintu itu tertutup kembali.
"-hime."
.
Yongguk tak bisa tidur malam itu.
Mungkin aku memang jatuh cinta lagi.
Lagipula, apa salahnya memperbaiki kesalahan.
Maka ia putuskan untuk menelepon Himchan.
"Halo?" — "Ya, halo guk. Kau belum tidur?"
"Harusnya aku yg bertanya padamu." — "Ah yasudahlah. Ada apa?"
"Dengarkan aku." — "Aku mendengarkan"
"Can you be mine, for once again?" — "ah? Yongguk?..."
"Please?" suara Yongguk penuh nada memohon.
Jeda terjadi sekitar 14 detik sampai Himchan bersuara kembali.
"Well, maybe? I'll call you tommorow for the answer. Now sleep. Goodnight, Bbang."
Dan Yongguk tersenyum penuh kemenangan, kemudian tidur dengan perasaan bahagia setelah menyudahi teleponnya dengan Himchan. Tak sabar menunggu hari esok, menunggu Himchan menjawabkan ya untuk menjadi miliknya, lagi.
.
.
End.
Halo, saya kembali :) lama juga saya gak update ya? Maklum sibuk sama urusan sekolah eue. Saya balik bawa banghim nih readers, semoga suka ya! Tadinya saya mau bikin bangdae Cuma saya lagi kangen bgt sama banghim jadilah ganti cast (maaf loh buat readers yg saya janjiin fict bangdae, di delay dulu ya/?).
Sebentar lagi januari, dan ultah saya makin deket yey lol kok saya curhat.
Nah sebagai kerjaan selama libur sekolah nanti, saya mau update foodie dan 30ddc sampai chapternya bertambah banyak. Nah, saya butuh partisipasi readers untuk saran dan masukan prompts (ide cerita) dan mungkin saran cast. Bisa mention twitter saya ( monoxhrome), insyaallah saya akan kembangkan ide dari readers untuk dijadikan sebagai update di foodie atau 30ddc nanti^^
Oke terima kasih, bila berkenan silahkan R&R ya, sekedar baca pun gak apa asalkan readers suka updatenya ya, thank you! ouo
