30 Days Challenge
.
.
.
Disclaimer : semua hanya punya tuhan, termasuk storylinenya.
.
.
.
Pair : Various pairings. A 30 Day Challenge.
Genre, pairing, dan rating bisa berubah di setiap update.
.
.
.
Inspired by 30 days fanfiction challenge on aff.
.
.
Chapter 6, Children ver. 2 : Rap Monster x Jin (767 words)
Rating : K
Genre : Family, Romance
AU!kindergarten theme. Male!rapmon Female!jin
.
.
Happy reading, readers!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Seokjin mengelap peluh di dahinya sesaat. Pagi ini kelasnya sangat aktif, beruntung Himchan si kepala sekolah mengajarinya cara mengajar yg menyenangkan. Kini anak-anak muridnya sedang berdiri membuat sebuah barisan memanjang ke samping. Sebagian dari mereka memperhatikan Seokjin, sementara yg lain ada yg sibuk mengobrol dengan temannya.
"Baiklah adik-adik, sekarang kita akan bermain —siapa yg banyak menjawab benar, akan kakak berikan 2 cokelat, dan nanti, yg menjawab banyak salah, akan kakak hukum." Seokjin menjelaskan sembari tersenyum.
"kakak, apa hukumannya?" salah satu dari anak-anak kecil yg bernama Jungkook bertanya setelah mengangkat tangan kanannya —sebagai anak sopan.
"yg kalah harus berdandan seperti badut sampai waktu pulang!" Riuh ramai anak-anak mulai terdengar sesaat Seokjin mendeklarasikan hukuman yg akan mereka terima.
"Kenapa halus jadi badut sih, kak?" Junhong si jangkung bertanya.
"Tak apa, memangnya Junhong takut badut?" Seokjin langsung berjongkok lalu berbisik kepada Junhong.
Dan Junhong kecil hanya mengangguk.
Seokjin mengangguk mengerti, lalu kemudian berdiri lagi.
"Baiklah, hukumannya diganti. Yg kalah, harus membantu kakak membersihkan kelas nanti, bagaimana?"
Anak-anak saling berpandangan, kemudian mengangguk setuju.
"Oke! Sekarang buat kelompok masing-masing 3 orang, ya. Kalian harus menjawab pertanyaannya secara berkelompok."
Lalu riuh ramai anak-anak yg tertawa girang karena diberikan coklat mulai terdengar.
.
"Ah, tadi taehyungie kenapa tidak belikan jawaban yg benal, sih?" ucap Jungkook pada Taehyung. Mereka kini sedang membereskan buku-buku yg berserakan di meja kelas.
"Maaf, aku kan tidak tahu." Taehyung mempoutkan bibirnya lucu.
"Sudahlah kalian, cepat kita belsihkan supaya cepat pulang." Ucap Jimin sembari meletakkan buku-buku di rak kelas.
Seokjin hanya tersenyum mengamati kelucuan ketiga anak itu.
.
"Kakak, kami sudah selesai." Ucap ketiganya kompak.
"Wah, terima kasih ya, ini untuk kalian." Ucap Seokjin berjongkok di depan ketiganya sembari memberikan masing-masing mereka sebungkus permen.
"Telima kasih!" ketiga anak itu memeluk Seokjin.
"Iya, sama-sama. Nah sekarang pulanglah." Seokjin tersenyum hangat pada mereka. Anak kecil memang menggemaskan.
.
Seokjin sudah bersiap untuk pulang kalau saja ia tak melihat Taehyung masih berada di taman bermain, duduk di salah satu bangku. Seokjin lalu menghampiri bocah kecil itu.
"Taehyung, kenapa belum pulang?"
"Kakakku belum menjemput." Jawaban simple yg keluar dari bibir Taehyung membuat Seokjin memutuskan untuk duduk disamping Taehyung.
"Kakak temani sampai hyungmu datang, ya." Seokjin tersenyum kecil. Taehyung hanya menganggukkan kepalanya dengan senyum senang menghiasi bibir kecilnya.
"Taehyung mau coklat?"
Taehyung menengok ke arah Seokjin, tatapan polosnya mendapati Seokjin mengeluarkan 2 batang coklat dari tasnya, kemudian memberikan satunya kepada Taehyung.
"Kakak baik sekali, ya. Seperti kak Namjoon." Ucap Taehyung kecil sembari membuka bungkusan coklat itu.
Seokjin sudah mengunyah sepotong coklat saat Taehyung mengucapkan itu. Selintas penasaran hinggap di pikirannya.
"Ceritakan tentang kakakmu, dong." Ucap Seokjin.
"Kak Namjoon orangnya saaaaaangat baik, kakak seling membelikan taehyung mainan dan es klim, kakak juga seling belmain dengan taehyung, tapi sekalang kakak sibuk bekelja, jadi taehyung seling telat dijemput." Cerita Taehyung dengan nada riang, tak terdengar sedih padahal tapi sekalang kakak sibuk bekelja, jadi taehyung seling telat dijemput menurut Seokjin cukup membuat hatinya terenyuh.
"Ah begitu. Memangnya kakakmu umurnya berapa sekarang?" tanya Seokjin sebelum memasukkan potongan coklat yg kedua ke dalam mulutnya.
"kak namjoon sekalang 18 tahun."
18 tahun dan sudah sibuk bekerja?
Baru saja Seokjin akan melontarkan pertanyaan lagi, seorang pria berambut pirang dengan headband menghiasi kepalanya datang menghampiri taehyung.
"Kakak!" taehyung kecil langsung berlari menuju kakaknya. Sementara si kakak kemudian menggendongnya di punggung.
"Kakak, itu kak seokjin yg seling taehyung celitakan sama kakak."
Seokjin kemudian berinisiatif berdiri lalu melambaikan tangannya pada Namjoon sambil tersenyum.
"Kau pasti Seokjin. Taehyung bilang kau sangat cantik dan aku harus akui itu." Namjoon balas tersenyum.
"Ah begitukah? Terima kasih." Seokjin sedikit merona atas perkataan —atau lebih tepat disebut pujian itu.
"Nah karena Taehyung sudah dijemput, aku pamit pulang. Dadah, taehyungie!" ucap Seokjin sembari mengacak rambut taehyung yg tertawa kecil.
"tunggu." Namjoon menahan lengannya.
"Ya?"
"Kau pulang naik apa?" tanya Namjoon.
"Bus."
"Aku akan mengantarmu pulang, anggap saja sebagai tanda terima kasih karena sudah menemani adikku."
"Iya, kakak pulang belsama Taehyungie yey!" Taehyung bersorak girang di gendongan Namjoon.
Namjoon menatap Seokjin, menunggu jawaban ya dari perempuan yg bekerja sebagai guru tk itu.
"Baiklah. Karena Taehyungie menyetujui." Seokjin tersenyum kemudian menggendong Taehyung setelah mengambilnya dari gendongan Namjoon.
Dan sepanjang perjalanan pulang, Taehyung merengek ingin ke toko mainan, lalu mereka mampir di sebuah toko mainan. Kemudian dilanjut mampir ke sebuah kedai es krim, dan disana Seokjin dan Namjoon mulai bertukar nomor handphone dan bertanya banyak hal.
Keduanya tampaknya mulai dekat, dan Taehyung tersenyum riang,
sepeltinya kakak suka pada kak seokjin.
.
.
End.
