Saranghae!

Topp Dogg fanfiction •

Warning! Semi-OOC, typo(s), fluffy gagal!

Chapter 3: My Way [XeroNissi]START!

ㅡo00oㅡ

Sehyuk mengernyit bingung. Akhir-akhir ini Jiho suka melamun sendiri. Bahkan ia banyak meminjam buku novel fiksi bergenre romance dari perpustakaan tengah kota. Tak jarang pula ia membeli buku baru di toko buku. Aneh. Yang Sehyuk tahu, Jiho tidak terlalu menyukai buku. Apalagi buku fiksi. Ia malah lebih suka buku matematika daripada buku fiksi.

Kali ini, Sehyuk berniat untuk menanyakan apa yang terjadi sebenarnya pada Jiho. Hipotesa-nya sih, Jiho sedang jatuh cinta. Ia heran, para membernya satu persatu jatuh cinta dan pacaran. Lucu sekali rasanya. Kalau semuanya pacaran, berarti ada satu yang tidak pacaran. Kasihan.

Hansol dengan Byungjoo, lalu disusul dengan Hyosang dengan Hojoon. Lalu setelah ini, Jiho dengan siapa, eoh?

"Jiho-ah."

"WHOA! Hyung!"

Sehyuk terkekeh kecil. Reaksi Jiho berlebihan sekali sampai terduduk begitu (posisi Jiho tadi tengkurepan/?/). Sehyuk duduk disebelah Jiho yang mengambil buku novelnya dan membacanya kembali.

"Tumben sekali kau membaca novel, Jiho. Ada apa?"

"Nyari inspirasi hyung."

"Buat apaan? Kau mau menulis lagu?"

Jiho menggeleng. "Mau bikin cerita."

Sehyuk mengangguk-angguk. "Begitu ya. Pantas saja. Yasudah, nanti kalau sudah selesai, hyung baca ya?"

Jiho tidak menjawab dan kembali fokus membaca bukunya, sedangkan Sehyuk kembali duduk diruang TV dan memainkan ponselnya. Hari ini memang tidak ada jadwal. Karena itulah, Hojoon dan Hyosang pergi kencan entah kemana. Anehnya, Sehyuk mengizinkannya saja. Padahal, bisa berabe jika ketahuan bahwa sudah ada dua pasangan lelaki di Topp Dogg. Bisa-bisa rating Topp Dogg menurun.

Begitu juga dengan Byungjoo dan Hansol yang pergi ke pusat permainan. Kalo mereka sih, sudah biasa. Bikin skinship aja gatau tempat.

"Akh! Aku bingungg!" Keluh Jiho, melempar bukunya keatas wajahnya.

Jiho menghembuskan nafasnya sebal. Semalam, ia terpikir tentang bagaimana cara menembak Taeyang, hyung tertua mereka. Uhuk.

Ya, Jiho move on dari Byungjoo ke Taeyang. Semuanya terjadi begitu saja. Sebetulnya nggak juga. Salahkan Sangwon yang memilihnya dan Taeyang sebagai the most awkward member saat Interview di Singapore. Sialnya, moment 'kiss Taeyang's cheek' membuat jantung Jiho berdetak lebih cepat.

Dan dari situlah, ia menyimpulkan bahwa dirinya menyukai Taeyang. Hingga saat ini. Lagipula, Taeyang juga tak kalah manis daripada Byungjoo.

Mm.. Ngomong-ngomong soal Taeyang. Bukan hanya Jiho doang yang menyukai Taeyang. Salah satu hyung-nya juga ada yang suka dengan Taeyang.

Yoonchul.

Yang semalam ia pukuli dengan boneka doldol.

Jiho tidak tahu sejak kapan Yoonchul menyukai Taeyang. Jiho juga tahu dari percakapan Sanggyun dengan Sangwon. Maknae-line itu sangat up-to-date sekali tentang 'siapa' yang menyukai 'siapa'.

Untung saja Sanggyun dan Sangwon tidak mengetahui kalau dirinya menyukai Taeyang. Ehm. Mungkin belum. Tapi jangan sampe deh. Yang ada Taeyang akan menjauhinya. Maknae-lline menyebalkan.

"Sehyuk hyung~ aku laparr." Ujar Sanggyun saat keluar dari kamarnya. Sehyuk melengos sebal. Tidak ada Hojoon dan Byungjoo. Siapa yang akan masak?

"Pergi beli makanan sana. Nih uangnya."

"Sendiri hyung?"

"Ajak Sangwon sanah!"

"Ah! Aku ajak Yoonchul hyung saja. Makasih Sehyuk hyung bye."

"Ne."

Setelah Sanggyun menutup pintu dorm, Jiho mendengus dan berjalan kedalam kamar. Ia ingin tidur setelah berjam-jam memandang novel.

Dan hasilnya?

Dia belum dapat inspirasi sama sekali.

Poor you, Shin Jiho.

ㅡo00oㅡ

"Iya nanti malam hyung."

"Mau ngapain?" Tanya Taeyang.

"Ikut aja pokoknya, ya?"

"Baiklah."

Taeyang kembali berkutat dengan ponselnya setelah berbicara pada Yoonchul. Tapi matanya menangkap siluet salah satu membernya didepan pintu dorm. Sanggyun. Sanggyun terlihat tengah mendengus kesal. Taeyang terkikik kecil lalu berjalan menuju pintu utama dan membukakan pintu untuk Sanggyun.

"Yak! Taeyang hyung kemana saja sih! Aku sudah dari tadi disini dan ugh, aku lapar. Yoonchul hyung mana?" Ujar Sanggyun sambil merengut lucu. Taeyang mencubit pipi Sanggyun gemas.

"Yoonchul-ah!"

"Nde hyung?"

"Dicari Sanggyun!"

"Mau ngapain?" Tanya Yoonchul saat ia keluar menghampiri Sanggyun yang berdiri bersama Taeyang.

"Anterin beli makan yuk hyung. Aku lapar. Hojoon, Hyosang dan Byungjoo hyung gak ada di dorm." Ujar Sanggyun.

"Sanggyun makan disini aja yuk? Masakan hyung belom kesentuh sama sekali."

"Nanti dimarahin Sehyuk hyung. Hyung suruh saja Sangdo hyung untuk mengantar sebagian kecil makanan ke dorm A. Ada Jiho belum makan dari pagi."

"Jiho?" Perasaan Taeyang langsung gimana gitu. Kalian ngerti kan? Please ngerti. Ini tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Raut wajah Taeyang menggambarkan kekhawatiran, yah, untungnya Sanggyun maupun Yoonchul bukan tipe manusia peka terhadap sekitar.

"Iya. Aduh aku laper banget ayo hyung buru!" Sanggyun menggoyang-goyangkan lengan Yoonchul, merajuk. Kebiasaan Sanggyun. Yoonchul mengangguk, ia segera ke dalam kamar dan mengambil asal salah satu hoodie-nya.

"Taeyang hyung aku pergi dulu yaa dadah~" ujar Sanggyun dan menarik Yoonchul ke toko ayam bumbu langganan member Topp Dogg.

"Yoonchul hyung mau honey milk?"

Yoonchol menggeleng. "Kau jajan saja sendiri. Kajja."

"Ne hyung!"

ㅡo00oㅡ

Tangan kanan Sanggyun sibuk memegangi gelas vanilla milkshake sedangkan mulutnya sibuk mengunyah bubble dari minumannya itu. Sementara itu, Yoonchul memegang tangan kiri Sanggyun dan membawakan plastik kotak ayam bumbu milik Sanggyun.

"Yoonchul hyung."

"Ya?"

Sanggyun menelan kunyahan bubble-nya. "Tadi ngomongin apa sama Taeyang hyung?"

Yoonchul tersenyum tipis, mengingat sesuatu yang tadi ia bicarakan pada Taeyang. "Mm... Aku ingin mengajak Taeyang hyung makan malam nanti."

"Kencan hyung?"

"Nggak kencan. Tapi mau nembak."

Sanggyun tersedak oleh minuman yang baru saja mengalir dikerongkongannya. "Jinjja?!"

Yoonchul mengangguk dan tersenyum pada Sanggyun. Sanggyun mendengus dan mempoutkan bibirnya.

"Apa jatuh cinta itu menyenangkan? Apa rasanya, hyung? Byungjoo dan Hansol hyung juga begitu."

Yoonchul terkekeh dan menepuk kepala Sanggyun yang tertutup kupluk abu-abu. "Kau akan merasakannya jika sudah waktunya."

Sanggyun menghela nafas dan melanjutkan meminum milkshake vanillanya.

"Hyung ayo cepat ke dorm aku lapaarr!~"

ㅡo00oㅡ

shinxero, 18.02

Ah hyungg aku harus bagaimanaaa TTAATT

hansolxjoo, 18.02

Kau kenapa sih? Daritadi ngeluh mulu tapi gamau ngasih tau alesannya.

Jiho mendengus. Haruskah ia mengatakan rahasia terbesarnya pada Hansol? Sepertinya tidak buruk juga. Hansol kan, sahabatnya.

shinxero, 18.03

Aku... Menyukai Taeyang hyung, hyung

hansolxjoo, 18.03

OH MY GOD SHIN. SERIOUSLY?! Sejak kapan? Kau tahu Yoonchul dan Taeyang hyung baru saja pergi! Mereka terlihat rapih sekali, sepertinya mereka mau pergi kencan.

Jiho melotot setelah membaca pesan panjang dari Hansol.

Jadi, Yoonchul sudah mengambil start duluan? Kemarin-kemarin kemana saja T-T

Jiho benar-benar mengutuk Yoonchul sekarang.

"Jiho hyung!"

"Ah, yea?!"

"Keluarr! Ada Sangdo hyung dan Sangwonnie!" Suara Sanggyun menggema dikamar Jiho. Apalagi diluar ya? Mungkin jika Hojoon hyung ada, kepala Sanggyun sudah benjol.

"Ya."

shinxero, 18.05

Hansol hyung ke dorm A sekarang ya aku mau matiin hp dah~

Setelah pesan itu terkirim, Jiho langsung mematikan ponselnya dan keluar kamar. Diluar, ia mendengar Sanggyun yang dimarahi oleh Sehyuk. Jiho terkekeh kecil.

"Tinggal masuk apa susahnya sih." Kesal Sehyuk sebelum menghela nafas dan kembali duduk.

Jiho duduk dilantai dan ikut berbincang-bincang, tak lama kemudian, Hansol datang membuat Byungjoo salah tingkah.

"Hansol hyung ngapain kesini? Gak diundang plis." Ujar Sangwon. Hansol menjitak kepala Sangwon kesal.

"Ada masalah begitu? Dasar kurang ajar."

"Oh iya! Sangwonnie~ kau sudah tahu belum kalau Yoonchul hyung pergi sama Taeyang hyung malam ini~"

Sangwon melotot. "JINJJA?! AH AKU KALAH KALI INI DENGANMU SANGGYUN-AH!"

Bukan hanya Sangwon yang melotot, Jiho juga melotot. Jadi yang dibilang sama Hansol itu beneran terjadi ya?

"Sungguh? Kau tahu dari mana anak nakal?" Tanya Hansol pada Sanggyun yang bersiap melempar kupluk kesayangannya pada Hansol. Seenaknya saja mengatainya anak nakal.

"Yoonchul hyung yang bilang sendiri pas dia nganterin aku beli ayam tadi. Dan aku bukan anak nakal!"

"Kim Sanggyun dan Seo Sangwon adalah duo Sang, maknae-line yang nakal dan suka nguntitin rahasia orang." Ujar Hansol, menyomot kripik kentang yang tadi disediakan Sehyuk.

"Hansol, sudahlah." Lerai Sangdo.

Hansol terkekeh, ia berjalan menuju tempat dimana Byungjoo berada dan mulai melakukan skinship andalannya. "Lucu hyung ngerjain mereka berdua." Katanya pada Sangdo. Sedangkan Sanggyun dan Sangwon mempoutkan bibirnya.

"Lalu, apa yang Yoonchul katakan padamu, Sanggyun?" Tanya Jihoㅡkembali pada topik sebelumnya. Membuat para manusia disana mengernyit bingung-kecuali Hansol tentunya.

"Ah iya! Kupikir mereka sudah pacaran seperti Hansol hyung dan Byungjoo hyung. Tapi ternyata Yoonchul hyung baru mau nembak Taeyang hyung." Kata Sanggyun. Jiho menghela nafasnya sepelan mungkin, lega. Setidaknya ia masih punya setitik harapan. Seketika kepercayaan dirinya runtuh begitu saja. Agak hopeless. Secara, Yoonchul itu tampan, tinggi, manly pula. Sedangkan dia? Gak ada bedanya sih. Dia ganteng kok. Tapi dia pendek, dan kurang manly.

"Oh iya, Sangwon, Sanggyun. Kalian belum tahu kan satu pasangan lagi yang ada di Topp Dogg?" Kata Sehyuk sambil memeletkan lidahnya.

"Aku tahu dong~ pasti Sehyuk hyung dan Sangdo hyung kaaann!" Ujar Sangwon semangat dan polos, diikuti dengan lemparan bantal dari Sehyuk yang ditujukan untuk Sangwon. Tapi mau tidak mau, wajah Sehyuk memerah juga. How cute ;/w/; . Sedangkan Sangdo hanya terkekeh. Untuk apa marah? Toh dia emang punya perasaan khusus untuk Sehyuk.

"Enak saja kalau bicara. Bukan aku." Ujar Sehyuk. Seketika imej unfriendly nan dinginnya hilang jika sudah disangkut pautkan dengan Sangdo.

"Terus siapa?"

"Yah kalian nggak tahu kaaaan."

"Memang siapa hyung?" Tanya Byungjoo.

"Ada deh." Kata Sehyuk sambil memeletkan lidahnya.

"Menurut kalian, apa metode yang dilakukan Yoonchul hyung pas nembak Taeyang hyung nanti?" Tanya Jiho, namun pandangannya mengarah ke karpet, jangan lupakan jari-jarinya yang beradu. Pertanyaannya barusan membuat semuanya benar-benar mengernyit. Sehyuk benar-benar yakin kalau kesimpulannya tadi siang itu benar seratus persen.

"Kenapa bertanya gitu?" Tanya Sangdo, masih mengernyit. Jiho menggeleng. "Aku hanya penasaran. Itu saja kok."

"Kau berbohong. Ada apa sih sebenarnya?" Tanya Sehyuk, pura-pura tidak tahu terhadap prediksinya.

Jiho menggeleng lagi. "Nggak ada hyung. Sudahlah jawab saja pertanyaanku."

Semuanya tampak berfikir. Tapi pikiran semuanya kacau, antara berpikir ada apa dengan Jiho dan berpikir apa jawaban untuk pertanyaan Jiho.

"Menurutku Yoonchul hyung hanya mengajaknya makan, mungkin ada cincin di makanan Taeyang hyung nanti." Kata Sangwon, dibalas jitakan dari Sanggyun. "Dasar korban drama romantis."

Sangwon mendengus. "Memang apa jawabanmu?"

"Saat makan nanti di restoran itu akan ada piano yang mengalun dengan romantis lalu Yoonchul hyung akan memberikan bunga pada Taeyang hyung."

Sangwon menoyor kepala Sanggyun. "Apa bedanya, idiott!"

"Hah lupakan saja. Lalu menurut kalian, apa Taeyang hyung akan menerima cinta Yoonchul hyung?"

"Menurutku tidak. Taeyang hyung bukan tipe orang gampang jatuh cinta. Dan apalagi, dengan lelaki. Itu tidak mungkin. Ia akan berpikir matang-matang dan memikirkan kedepannya.." Jawab Sangdo. "Ohiya, ada titipan makanan dari Taeyang untukmu. Dikotak warna biru muda diatas meja." Lanjut Sangdo yang membuat Jiho terbengong-bengong.

"Maksudnya?"

"Taeyang hyung memisahkan makananmu didalam kotak khusus. Telmi sekali." Ujar Hansol dan dibalas desisan kesal Jiho.

"By the way, dimana Hyunho hyung?" Tanya Sangwon.

"Cieee nyariin Hyunho hyung!" Ledek Sanggyun.

"Emang kenapa. Masbuloo."

Sanggyun mendengus pada Sangwon. Tidak ada salahnya juga Sangwon mencari Hyunho. Mereka kan loversㅡbelom pacaran, asli. Gaboonk.

Lalu, mereka melanjutkan percakapan mereka bahkan bermain di ruang tamu dorm A dengan bahagia serta absurd tidak terkira. Walau begitu, pikiran Jiho masih stuck disatu kalimat.

'Aku harus pakai cara apa untuk menembak Taeyang hyung.'

ㅡo00oㅡ

Taeyang sudah selesai makan. Pria manis itu mengambil tisu dan mengelap sisa noda makanan di pinggiran mulutnya. Ia melirik takut pada Yoonchul yang tiba-tiba jadi romantis begini, dan lagian, ngapain sih Yoonchul make ngeliatin dia sambil senyum-senyum gitu?

"Yoonchul, ada apa sih?"

Yoonchul masih tersenyum pada Taeyang yang membuat Taeyang bergidik ngeri. Ada yang salah dengan otak Yoonchul sepertinya.

"Kau sakit ya?"

Yoonchul mengangguk, namun senyum masih terukir indah dibibirnya. Taeyang mengernyitkan dahinya bingung. Apa masakannya ada yang salah ya sampai bikin Yoonchul kayak gini? Atau masakan restoran ini?

"Oh ayolah serius sedikit, Yoonchul-ie. Sudah malam."

Yoonchul menghela nafas lelah. "Aku bingung harus mengatakannya darimana, tapi..."

Yoonchul melirik sebentar pada Taeyang yang menopang dagunya, seperti... Kalau ia penasaran tentang apa yang dikatakan oleh Yoonchul. Yoonchul menghembuskan nafasnya. Seketika nervous.

"Hyung aku sudah lama suka padamu. Hyung mau kan, menerima bunga ini?" Ujar Yoonchul. Taeyang menatap Yoonchul dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia sudah tahu hal ini akan terjadi. Seketika ia bingung harus menjawab apa.

"A-aku.. Sejujurnya, aku belum pernah jatuh cinta lagi setelah beberapa tahun lalu. Apalagi jatuh cinta kepada seorang lelaki. Jadi, bolehkah kau memberikanku waktu? Sungguh, aku hanya bingung."

Yoonchul mengangguk dan tersenyum lega walaupun ada sedikit kekhawatiran melandanya. Setidaknya ia sudah menyatakan yang sebenarnya pada Taeyang.

Tapi, tiba-tiba ia merasa kalau ia menyesal mengatakan ini. Ada sesuatu, yang mengganjal perasaannya. Ia takut diterima oleh Taeyang.

Oh ayolah, katakan saja ia idiot. Tapi memang begini yang terjadi.

"Baiklah hyung. Tapi, kau mau kan menyimpan bunga ini?"

"Dengan senang hati, Shin."

"Terima kasih banyak, hyung. Baiklah ayo kita pulang. Ini sudah terlalu malam. Bisa-bisa Sehyuk hyung menghajarku karena membawamu lama-lama."

Taeyang terkekeh. "Kau tidak mau bermain-main dulu? Sekedar jalan-jalan di pasar malam! Siapa tahu kau mau membeli sesuatu? Aku ingin membeli sesuatu juga."

"Ah baiklah. Tapi, aku izin dulu ya ke Sehyuk hyung?"

Taeyang menggeleng. "Tak perlu. Nanti sepertinya aku akan menginap ke dorm A."

"Kenapa?"

"Ntahlah, ingin saja. Yasudah ayok buruan! Keburu kemaleman!"

"Sipdeeh!"

ㅡo00oㅡ

Yoonchul dan Taeyang benar-benar bahagia saat mereka tidak memakai penyamaran sama sekali tapi orang-orang sekitar tidak ada yang sadar kalau mereka adalah member dari boy group terkece /?. Hanya beberapa penjual yang mereka kunjungi yang sadar. Bahkan ada yang minta foto bareng.

Taeyang memakan gulalinya dengan lucu sambil melihat-lihat toko-toko indoor yang berjejer disana. Matanya menemukan toko baju dan sepatu. Ia langsung masuk kesana bahkan meninggalkan Yoonchul. Yoonchul segera menyusul Taeyang.

"Hyung mau beli apaa?"

"Mau beli sesuatu buat Jiho."

"Jiho?"

Taeyang mengangguk. "Iyap."

Yoonchul mengernyit, seakan tidak suka. "Kenapa tiba-tiba?"

"Ntahlah. Sudah aku ingin memilih-milih dulu." Taeyang memakan sisa gulalinya yang memang tinggal sedikit dan membuangnya ketempat sampah terdekat. Lalu ia mulai melihat-lihat baju disana.

Matanya langsung menangkap kemeja kotak-kotak tipis merah yang sudah satu pasang dengan sneakers putih. Ia langsung membayangkan Jiho menggunakan pakaian itu.

Aduh, kok pikirannya ke Jiho terus ya?

"Yoonchul, menurutmu ini cocok tidak, untuk Jiho?"

Yoonchul melihat kemeja kotak-kotak yang Taeyang tunjukan, lalu mengangguk. Kemeja itu memang cocok untuk Jiho. Jiho punya banyak kemeja jenis seperti itu.

"Kubelikan ini saja kali ya?"

"Ya sudah hyung. Menurutku itu bagus."

Ujar Yoonchul mulai bete. Ia lalu melihat-lihat kearah lain. Dan matanya berhenti disebuah beanie rajut berwarna hitam polos. Ia langsung mengambilnya.

"Taeyang hyung?"

"Hey aku sudah dikasir!"

Yoonchul menoleh kearah kasir dan langsung menghampiri Taeyang. Si bartender/ngaco/plis gue gatau namanya apaan/ sudah membungkus barang yang dibeli Taeyang kedalam plastik besar.

"Kau beli apa saja, hyung?" Tanya Yoonchul sambil mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan selembar seratus ribu won dan selembar lima puluh ribu won lalu memberikannya pada bartender tersebut.

"Kemeja dan sneakers."

"Ohh."

"Ini barangnya. Terimakasih sudah mau berkunjung. Semoga Topp Dogg semakin sukses!" Kata si bartender. Taeyang dan Yoonchul sontak menoleh pada perempuan yang bekerja sebagai bartender.

"Terima kasih banyak yaa!" Kata Taeyang sambil tersenyum lalu keluar dari toko itu.

"Langsung pulang, hyung?"

"Iyap. Aku sudah capek. Yok pulang."

ㅡo00oㅡ

"Dibilangin jangan malem-malem. Bandel amat ye!" Sehyuk mulai mengomeli Yoonchul.

"Ih sudahlah Sehyuk-ah! Aku yang minta ke pasar malam dulu! Ngapain sih ngomel-ngomel. Kayak emak-emak."

Sehyuk melotot pada Yoonchul dan beralih menatap Taeyang.

"Belanjaan buat siapa?"

"Jiho. Kau pengen banget ya? Minta aja sama Sangdo."

Wajah Sehyuk langsung merah padam. Kenapa sih semua member jodoh-jodohin dia sama Sangdo?

"By the way, Sehyuk, hari ini aku akan tidur disini. Yoonchul, pulanglah, sampaikan salamku untuk semuanya. Plus salam dari Sehyuk untuk Sangdo."

Yoonchul mengangguk dan mengangkat jempolnya sedangkan Sehyuk melotot tak percaya.

Baru saja Sehyuk ingin menahan Yoonchul, tapi pria setinggi tiang itu sudah lebih dulu pergi. Sehyuk mengacak rambutnya frustasi. "Woi Taeyang! Kenapa sih kau itu!"

Taeyang terkekeh kecil. "Kenapa sih? Sudah ah aku mau tidur. Ambilkan kasur lipatnya dong."

"Ambilah sendiri." Ketus Sehyuk. Taeyang melotot. "Ngelawan sama hyungmu?"

"Aish baiklah."

Sehyuk mendengus kesal lalu masuk ke kamar Hojoon-Jiho-Sanggyun-Byungjoo. Sehyuk mendapati Jiho yang masih tengkurap dengan earphone yang bertengger ditelinganya. Matanya juga masih fokus pada layar ponselnya.

"Jiho, kenapa belom tidur?"

"Eh? Hyung." Jiho langsung bangun terduduk(?) juga melepas earphone-nya. "Belum hyung, masih ngecek-in mention di twitter. Lucu-lucu. Rata-rata semuanya tentang HanJoo. Aku gatau HanJoo itu apaan."

"HanJoo itu Hansol Byungjoo lah. Siapa lagi."

"Oh begitu.. By the way, kenapa kesini hyung? Tumben amat?"

"Mau ngambilin kasur lipet buat Taeyang."

"What?!"

Sehyuk mengangguk. "Lebay amat sih, Taeyang tidur disini hari ini." Kata Sehyuk.

"Kenapa?"

"Mana kutahu. Tanyakan sendiri."

"Baiklah. Dia bawa hapenya gak?"

"Kayaknya enggak. Dia aja tidur pake celana jeans."

Jiho beranjak dari tempat tidurnya dan berlari keluar, menuju lemari mereka. Sehyuk mengernyit bingung. Anak ini dari tadi sore gak waras amat kalo berhubungan dengan Taeyang.

Oh iya dia baru inget tentang hipotesanya siang tadi.

Jiho naksir Taeyang.

Sehyuk keluar dengan membawa kasur lipat untuk Taeyang yang sedang duduk disofa sambil mandang ponselnya.

Ponselnya.

Ponsel Sehyuk.

"TAEYANG HOW DARE U TO DO THAT!"

Taeyang tertawa. "Sudah kuduga kau itu naksir sama Sangdo."

"Heh! Berisik. Nih kasur lipetnya. Balikin hape gue!"

Taeyang ngulurin tangannya dan ngembaliin ponsel Sehyuk. "Tadi yang lari ke kamar mandi siapa?"

Sehyuk mengambil ponselnya dengan cara merampas. "Bukan kekamar mandi. Ke lemari dia."

"Siapa?"

"Shin Jiho. Sudah ya aku mau tidur dulu. Bye Taeyang."

"Gila ya lo gak ngasih gue selimut!" Taeyang menggerutu saat Sehyuk sudah masuk kamarnya bersama Hyunho juga Hyosang.

Taeyang juga bingung. Dia bener-bener gabetah tidur pake celana jeans. Masa iya dia harus telanjang kaki?

"Taeyang hyung?"

Taeyang mengangkat kepalanya dan mendapati Jiho yang menggunakan piyama sapi kesayangannya tengah berdiri didepannya.

"Jiho. Kok belum tidur?"

"Belum hyung. Gabisa tidur. Btw, ini."

Jiho memberikan tiga lipatan kain kepada Taeyang. Taeyang tersenyum menerimanya. Itu adalah sepasang piyama dan selimut.

"Terima kasih Jiho. Sana tidur. Kantung matamu semakin besar kau tahu?"

Jiho hanya mengangguk sambil mengusap tengkuknya. "Iya nanti. Hyung cepatlah ganti baju. Toiletnya kosong kok."

"Ok."

Taeyang berjalan ke kamar mandi, sebelum masuk tentu saja ia menyalakan lampunya karena ia takut gelep. Asli.

Saat Taeyang sudah keluar dari kamar mandi, ia melihat Jiho yang masih duduk disofa ruang tv sambil nonton film bunuh-bunuhan. 'Gila tuh bocah, nonton beginian malem-malem'

"Jiho-ah, kenapa belum tidur? Dan kenapa nonton film gituan?"

Jiho menoleh ke Taeyang yang berdiri disebelahnya.

"Bosan hyung. Aku tidak bisa tidur."

"Memikirkan sesuatu ya?"

Jiho mengangguk pelan. Ia menjilat bibir bawahnya, gugup. Sungguh ia baru ngeh kalo ia sedang berbicara dengan seorang Kim Taeyang, bukan Park Sehyuk apalagi Seo Sangwon.

"Mikirin apa?"

Sepertinya, Taeyang sudah benar-benar lupa tentang label 'the most awkward member' yang diberikan member lain pada mereka berdua saat interview di Singapura.

"Bukan apa-apa. Aku tidur duluan hyung."

Jiho langsung menekan tombol merah di remote yang ia pegang dan segera pergi ke kamar. Taeyang menatap pintu kamar Jiho yang baru saja tertutup. Lalu ia teringat sesuatu.

"Duh, lupa bilang Jiho tentang hadiahnya. Huft."

Karena Taeyang memang tidak membawa ponselnya, ia langsung bergelung didalam selimut dan langsung terlelap.

ㅡo00oㅡ

Taeyang menerjapkan matanya berkali-kali. Tapi yang ia lihat hanyalah hitam. Tidak ada cahaya sama sekali. Ini tak mungkin mati lampu bukan? Kalaupun mati lampu, akan ada cahaya bulan. Tapi ini pagi, terbukti dari tangannya yang merasakan hangatnya sinar mentari pagi.

Ia ingin mengulet, tapi ia merasa tangannya diikat.

Pikirannya mulai kalang kabut. Ia mencoba menggerakan kakinya, dan gotcha! Sesuai dengan ketakutannya, kakinya juga diikat.

"Hey? Ada orang disini?"

"Oh, kau sudah bangun?"

Tubuh Taeyang meremang mendengar suara yang ia tidak kenal. Apakah ia diculik?

Tidak-mungkin.

"S-siapa?"

Orang itu tidak menjawab pertanyaan Taeyang dan malah berbicara yang membuat Taeyang semakin takut.

"Kau tau? Bos ku sangat terobsesi denganmu. Sekarang ia dalam perjalanan kesini. Bersiaplah."

"Ap-apa maksudmu?!"

"Kau tahu pistol?"

Taeyang semakin bergidik saat mendengar nada bicara orang itu semakin menyeramkan. "A-aku tahu."

"Bosku akan membawa alat itu, dan menembakmu. Kau harus menerimanya, Kim Tae Yang!"

Kriek.

Taeyang makin merinding pas denger bunyi pintu dibuka. Dia beneran diculik. Dan dia, bakal dibunuh?

Duh, hadiahnya buat Jiho belom dia kasih dan masih ada dimeja ruang depan dorm A!

Duh, masih sempet-sempetnya mikir Jiho.

"Kerja bagus, Park." Ujar suara yang setengah asing, membuat dahi Taeyang mengernyit. Suara itu hanya seperti lelaki yang ia kenal, namun mengenakan masker hingga suaranya tersamarkan.

"Kim Taeyang, nama yang cantik secantik yang punya."

Orang yang baru masuk ke ruang yang ntahlah apaan itu memegang tangan Taeyang. Taeyang menelan ludahnya gugup saat tangan itu menyentuhkan benda diatas telapak tangannya. Itu pistol.

"K-kau siapa?"

"Park, buka penutup matanya."

Taeyang menahan nafasnya saat orang yang dipanggil Park itu melepas penutup matanya. Taeyang berusaha memfokuskan pandangannya lagi. Dan pandangannya jatuh pada lelaki berpakaian rapih, masker hitam dan beanie yang menutupi hingga dahinya, hingga yang terlihat hanya matanya, sipit.

Orang itu menggerak-gerakan pistolnya dengan gerakan memutar pada jari telunjuknya, lalu mengetuk-ngetukan pistolnya pada telapak tangannya. Matanya bergerak, seakan memasang ekspresi mengejek pada Taeyang yang semakin takut.

"Sudah siap menerima tembakanku, hm?" Tanya orang itu. Taeyang menahan nafasnya, tidak bisa menjawab. Orang itu mendekatkan wajahnya pada wajah Taeyang.

Deg.

Taeyang tahu mata itu.

Mata milik salah satu dongsaengnya di group Topp Dogg.

Mata Shin Jiho.

"J-jiho?"

Orang ituㅡJihoㅡtertawa mengejek. Ia melepas masker hitamnya. "Oh, ternyata Taeyang hyung sudah tahu aku yang sebenarnya."

Taeyang membulatkan matanya. "Jiho ini tidak lucu sama sekali. Lepaskan aku!"

"Untuk apa? Apa melepaskanmu itu penting?" Jiho menatap Taeyang mengejek, bikin Taeyang kesel sekaligus takut.

Jiho meletakan pistol yang ia pegang di pelipis Taeyang, dan bergerak ke dahi, lalu ke dada Taeyang. "Enaknya kutembak dimana ya?"

Taeyang benar-benar merinding setengah mati. Sejak kapan Jiho jadi psikopat begitu? Baru tadi malam Jiho berbuat baik padanya, meminjamkan sesetel piyama dan selimut. Bahkan piyamanya masih digunakan Taeyang sampai sekarang.

"Jiho! Kau gila ya?"

"Berhenti bicara hyung! Biarkan aku berpikir! Kalau ku tembak di pelipis, rasanya terlalu aneh. Di dahi? Tidak seru. Berarti di dada saja kali ya?" Kata Jiho, bener-bener bikin Taeyang bergidik ngeri. Shin Jiho psikopat.

Taeyang menahan nafasnya saat Jiho mencondongkan pistolnya tepat didada Jiho. Ada jarak sih, tapi tetep aja bikin degdegan. Apalagi posisi dia lagi diiket. Gimana mau kabur?

"Jiho kau sudah gila ya?"

"Ssst diem hyung. Mending hyung siap-siap deh. Kutarik ya pelatuknya."

Taeyang merasa udara disekitarnya benar-benar hilang saat matanya menangkap jari Jiho mulai menarik pelatuk pistol itu.

"Jiho berhenti!"

"Ngapain berhenti kalo aku sudah difinal hyung?"

Taeyang bukannya menutup matanya saat bunyi DOR! masuk kegendang telinganya, malah membuka lebar-lebar matanya. Lalu ia menangis seperti orang bodoh, karena Jiho tidak menembak dirinya, namun ke sesuatu yang berada tepat diatas kepalanya yang sialnya Taeyang tidak tahu. Sesuatu itu mengeluarkan banyak bunga lily hingga menghujani Taeyang.

Jiho tertawa keras melihat Taeyang menangis keras sebagai pelampiasan rasa lega. Jiho mendekati Taeyang dan memeluk lelaki bertubuh mungil itu dengan sayang.

"Maafkan aku hyung. Kau takut beneran ya?"

"SIAPA YANG TIDAK TAKUT MELIHAT DONGSAENG-NYA YANG BARU SEMALAM BERBUAT BAIK TIBA-TIBA MENJADI PSIKOPAT, IDIOT!"

Taeyang memukul punggung Jiho dan menangis keras didalam pelukannya. Jiho tertawa dan mempererat pelukannya.

"Seratus bunga lily untukmu hyung. Seperti rules yang diberi tahu Hyunho hyung tadi, kau harus menerimanya, dan menerima cintaku." Kata Jiho yang dibalas pukulan Taeyang lagi.

"Jadi itu Hyunho? Dasar dongsaeng kurang ajar! Siapa yang memberimu ide seperti ini, bodoh?"

"Film semalam hahaha." Tawa Jiho. "Oh iya, tadi itu bukan pertanyaan tapi permintaan dan aku memaksa."

"Apa-apaan kau! Kenapa kau pakai cara ini sih? Ada cara yang lebih simpel kau tahu?"

Jiho tertawa kecil. "Aku itu anti-mainstream."

"Dasar menyebalkan!"

Taeyang semakin mempererat pelukannya pada Jiho. "Aku mencintaimu, Jiho." Bisik Taeyang pelan.

"Aku juga."

ㅡENDㅡ

[Omake + Teaser Chapter 4]

"Jiho."

Jiho yang sedang duduk tenang dihalaman belakang dorm A langsung menoleh kearah suara, mendapati Taeyang yang sudah mandi ada di depan pintu belakang. Jiho hanya tersenyum. Taeyang ikut membalas tersenyum lalu menghampiri Jiho dan duduk disebelahnya.

Jiho tersentak kaget karena Taeyang menyenderkan kepalanya dibahunya.

"H-hyung?"

"Apa?"

"A-anniyo."

"Kenapa jadi gugup gitu?"

Jiho menjilat bibirnya yang tiba-tiba terasa kering. "Kau menerimaku, hyung?"

"Bukankah kau sendiri yang bilang itu permintaan dan kau memaksa?"

Seulas senyum menghiasi bibir Jiho. Jiho langsung memeluk Taeyang lagi. "Terima kasih, hyung. Padahal tadi aku bercanda."

"Kkk sama-sama. Dan, oh, aku menaruh sesuatu di kasurmu."

"Apa itu?"

"Adadeh."

Taeyang kembali menyamankan posisinya menyender pada Jiho.

Ia baru mendapat jawabannya kenapa ia sering memikirkan Jiho akhir-akhir ini.

Ia menyukai pria menyebalkan itu.

"Hyung, bagaimana dengan Yoonchul hyung?" Tanya Jiho. Taeyang tersenyum.

"Aku sudah mengatakan hal ini padanya, dan ia mengucapkan selamat padaku dan mengatakan sesuatu yang membuatku terkejut setengah mati."

Jiho mengelus lengan kiri Taeyang. "Apa?"

"Ia menyukai Sanggyun."

"WHAT?!"

Chapter 4: First Love [NakTom]COMING SOON!

MAAP KETERLAMBATAN APDET HOHO. Padahal pas ditelantarin, ini udah 3/4 jadi. Terus pas liat tanggal, baru ngeh telat 1 bulan! ;-; maapkan ya.

Chapter depan NakTom. Terus bingung siapa lagi buat ch selanjutnya. Btw Gohn cocok siapa sih? Soalnya aku cuma ngeship gohnsol tapi hansol udah jadi seme nya bjoo :(((

Kalian tau gak? Ide chapter ini milik dhana aka kiddosatan aka instagyeom(twt). Thanks a lot for give me this idea jahahaha:3 terus tentang tembak2an dikasih sama temen2 sekelasku pake emot whats app hahahaah:3

Gimana gimana hasilnya? Jadi bisa dibilang ini kolaborasi antara suyanq, dhana, dan anak kelasan aku wkwkwkw.

Yaudah review dehh:3

xoxo, sooiceu。