Baekhyun menghela nafas sesudahnya, ia nampak khawatir sekarang. Bagaimana jika orang yang ia ingin jenguk sekarang adalah Chanyeol. Baekhyun tengah berperang dengan pikirannya sekarang.

"Aniyo..Tidak mungkin" lirih Baekhyun. kepalanya menggeleng-geleng menepis pikirannya.

Tak lama setelah itu, Baekhyun sudah sampai di di stasiun dekat rumah sakit. Ia berjalan sebentar untuk sampai ke tujuannya.

"Heol.. pasti nanti banyak fans yang menunggu di depan rumah sakit"

Baekhyun bermonolog sembari berjalan

"Pasti di dalam rumah sakit juga banyak wartawan"

Baekhyun menghela nafas. Sambil berjalan, ia memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa masuk rumah sakit, terlalu mencurigakan jika ia masuk lewat pintu utama. Apalagi hampir sebagian fans sudah mengetahui wajah Baekhyun yang sering muncul di konser. Ia takut para fans akan menggunjing dan mengatai dirinya 'menyogok petugas' atau komentar negatif lainnya.

.

| Fansite or Fiancee? |

.

| E X O |

.

| GS for Uke |

.

2nd Scene

.

Seoul National University Hospital –

Baekhyun melihat dari jarak jauh kerumunan fans yang berada di depan rumah sakit. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Sebegitunya kah? Padahal ia hanya sakit. Untuk apa menunggui bocah idiot itu, membuang-muang waktu saja"

Baekhyun menghela nafas kasar. Menurutnya mereka semua terlalu berlebihan, dan ia juga berpikiran kegiatan para fans dapat mengganggu aktivitas rumah sakit.

Baekhyun kemudian mengeluarkan ponselnya, dan menelepon seseorang.

"Yeobeseyo oppa"

"Waeyo Baek?"

"Oppa, apa benar Chanyeol dirawat?"

"Ne itu benar"

"Di kamar nomor berapa?"

"kamar nomor 31 lantai 3 baek"

Baekhyun kemudian mencocokkan alamat yang diberikan eommanya dengan perkataan lawan bicaranya di telepon. Dan, benar-benar sama.

"Baek, kau di sana?"

"Ah ne oppa.. oppa, jemputlah aku di pintu belakang rumah sakit.. palli"

"Kau di rumah sakit? Baiklah tunggu sebentar.. akan oppa jemput"

Tak butuh waktu lama, si manager telah sampai di tempat Baekhyun. Kemudian mereka berjalan mencari tempat aman menuju ruang rawat Chanyeol.

Setelah sang manager memastikan keadaan lorong yang menuju kamar Chanyeol, barulah Baekhyun keluar dari tempat persembunyiannya. Mereka kemudian berlari menuju kamar nomor 31 lantai 3 tersebut.

Clek

Di sudut kiri ruangan yang Baekhyun masuki, tengah terbaring lemah diatas kasur seorang namja tiang yang sangat di sayanginya

"Chan" Si pemilik nama yang merasa dipanggil, menoleh ke arah suara. Sudut bibirnya tertarik ke atas membuat senyuman.

"Kau datang Baek..."

Chanyeol kemudian menyuruh Baekhyun untuk mendekat ke arahnya.

Baekhyun lalu duduk di pinggiran kasur yang ditiduri Chanyeol, ia mengelus surai Chanyeol perlahan namun diakhiri dengan satu jitakan yang tak terlalu kencang.

Pletak

"Yak kau Dobi Chan! Jangan dipaksakan kalau memang kau sudah tak kuat"

Chanyeol yang mendengar omelan Baekhyun hanya memutar bola matanya malas. Ia lalu membekap mulut sang gadis supaya diam.

"Bersikap lembut lah pada tunanganmu ini sayang.. jika ada yang mendengar bagaimana?"

Baekhyun berusaha menjauhkan tangan Chanyeol dari mulutnya, dan setelah terlepas ia mengambil nafas sejenak.

"Heol..Chan, aku tak bodoh.. aku tau ruangan ini kedap suara"

Chanyeol bangun dari posisi tidurnya, kemudian menatap lekat Baekhyun

"Kau datang ke sini bersama siapa? Dan bagaimana bisa masuk? Kau tidak ketahuan fans?"

Rentetan pertanyaan keluar dari mulut Chanyeol. Baekhyun yang mendengar itu menatap tajam ke arah Baekhyun.

"Jangan membuat beberapa pertanyaan dalam satu kalimat pabo!"

Daripada Chanyeol mencari mati, akhirnya ia menanyakan pertanyaan pertama yang ia tanyakan tadi.

"Aku kesini bersama Hyuk oppa, managermu. Kau sendirian di sini?"

Chanyeol mengangguk polos sambil menatap mata Baekhyun.

"Maka dari itu, temani aku ne sampai mereka semua datang.." pinta Chanyeol

"Baiklah. Oh iya, eomma membawakanmu makanan. Kau harus memakannya Chan"

Baekhyun lalu mengambil beberapa kotak makan yang di taruhnya di sofa. Ia kemudian meletakkan semuanya di meja yang ada di samping tempat tidur Chanyeol.

"Suapi aku Baek..Kau tega membiarkan orang sakit memakan makanannya sendiri?"

Baekhyun sudah tahu, beginilah Chanyeol kalau sedang sakit. Ia tak akan berhenti bersikap manja padanya dan tak akan membiarkan dirinya berada jauh dari Chanyeol.

"Aish, makan sendiri atau kupanggil Hyuk oppa biar dia yang menyuapimu dengan 10 cabai?"

Ancam Baekhyun. Chanyeol hanya bergidik ngeri tak bisa membayangkan dirinya yang akan disuapi 10 cabai.

"Ani, aku makan sendiri saja. Tapi tetaplah disini"

Chanyeol perlahan mengambil makanannya menggunakan sendok dengan lesu. Baekhyun yang melihatnya tersenyum menang.

Setelah Chanyeol selesai makan, satu per satu rekannya dari EXO telah datang. Baekhyun hanya menatap mereka sambil tersenyum.

"Halo Baek, lama tak bertemu"

Suho melambaikan tangan ke arah Baekhyun yang kemudian di balas oleh Baekhyun.

"Aish, bahkan setiap konser mu saja aku datang. Bagaimana bisa oppa bilang sudah lama tak bertemu"

Baekhyun mem-pout kan bibirnya. Suho yang melihat tingkah imut tunangan rekannya hanya bisa mengacak-ngacak surai Baekhyun.

Berbeda dengan Suho yang ramah, Kai hanya duduk di sofa dan Sehun pun begitu. Chen? Dia sedang keluar sebentar membeli beberapa snack. Kris tidak bisa datang karena harus syuting sebuah film.

Baekhyun perlahan berjalan ke tempat Kai dan Sehun yang tengah asik bermain hp. Ia berkacak pinggang di hadapan keduanya. Namun si kedua maknae tak menyadarinya.

"Sudah puas bertingkah coolnya heum?"

Baekhyun lalu menjitak pelan keduanya. Dan seketika mereka berdua mengangkat kepalanya dan menunjukkan wajah kesal pada Baekhyun.

"Aish noona.. siapa yang bertingkah cool.. aku hanya sedang bermain Clash of Clans"

Sanggal Sehun. Ia mendengus kesal.

"Ne itu benar noona, lihat ini. Aku jadi kalah"

Giliran Kai yang protes. Ia lalu menunjukkan layar ponselnya pada Baekhyun.

"Apa hubungannya denganku? Kau kan hanya tinggal meng-klik di beberapa bagiansaja dan prajuritnya akan muncul"

Baekhyun memutar bola matanya malas mendengar protesan Kai

"Susah menjelaskannya pada noona bantet sepertimu"

Ejek Kai pada baekhyun. Ia menjulurkan lidahnya yang hanya di balas tatapan tajam dari Baekhyun. Sedangkan Sehun? Dia sudah asik bermain lagi.

Sehun kemudian menghentikan permainannya dan bersiap menanyakan sesuatu pada Baekhyun yang duduk di sebelah kirinya.

"Noona.. apa kau tahu yeoja bertubuh mungil dan berponi depan yang sering muncul di konser? Ia juga memiliki mata seperti rusa dan membawa kamera sepertimu. Kurasa ia fansite sama sepertimu noona"

Baekhyun berpikir sejenak, dan kemudian ia tertawa terbahak. Setelah puas dengan tawanya, ia mengambil nafas dalam-dalam.

"Aku tahu?" ucap Baekhyun

"Siapa namanya noona? Beritahu aku palli!" Desak Sehun pada Baekhyun

"Kau suka padanya heum uri Sehunnie?" goda Baekhyun sambil mencubit pipi Sehun

"Aish, aku hanya tertarik untuk mengetahuinya noona" sanggal Sehun

"Luhan. Itu namanya"

Baekhyun akhirnya memberitahu namanya pada Sehun. Dan reaksi Sehun sangat girang, seakan-akan baru menemukan cinta pertamanya.

"Gomawo noona"

Sehun langsung memeluk erat Baekhyun. Dan Baekhyun berusaha memukul punggung Sehun karena ia kesulitan nafas. Sehun terlalu erat memeluk Baekhyun. Tanpa mereka sadari, Chanyeol tengah menatap kesal ke arah mereka.

"Yak bocah! Jauhkan tubuhmu dari Baekhyun ku!"

Sehun yang mendengar itu melepaskan pelukannya. Ia memutar bola matanya malas, dan menganggap sikap Chanyeol terlalu berlebihan.

"Yak Sehun! Tak sadarkah sikapmu juga berlebihan eoh? Bagaimana jika fans mengetahui sifat aslimu ini? Ku rasa image cool mu akan lenyap seketika"

Baekhyun mengucapkan serentetan kalimat itu dengan nada kesal. Ia tak habis pikir kenapa Sehun bisa mempunyai kepribadian ganda.

"Heol.. Aku hanya menyalurkan rasa terimakasihku hyung. Kau terlalu cemburu berlebihan. Dan untuk Baekhyun noona, itu tak akan terjadi"

Baekhyun menghela kasar nafansnya. Benar-benar, sifat Sehun masih sangat-sangat kekanak-kanakan.

"Oh iya, aku ada jam kuliah 2 jam lagi. Aku pamit pulang dulu ne"

Baekhyun pamit pada semuanya. Ia berjalan ke arah Chanyeol dan mendekatkan mulutnya ke telinga Chanyeol.

"Kau harus cepat sembuh, atau aku akan menyuapimu dengan cabai"

bisiknya di telinga Chanyeol. Chanyeol hanya bergidik ngeri mendengarnya.

Lalu Baekhyun mencium sekilas pipi Chanyeol. Dan mengusap surai Chanyeol. Ia akhirnya keluar dari ruangan itu. Dan berjalan menuju tempat kuliahnya.


Fansite or Fiancee?


Baekhyun tengah makan di kantin bersama kedua teman seperjuangannya. Berbincang-bincang sedikit.

"Lu, bagaimana jika Sehun tertarik padamu?" tanya Baekhyun polos.

Kyungsoo tersedak, dan Luhan menatap ke arah Baekhyun dengan berbinar-binar.

"Itu tak akan mungkin Baek. Mana mau Sehun dengan rusa manja seperti dia. Dan kurasa ia juga tak suka pada orang yang bawel"

Ejek Kyungsoo dan dibalas tatapan tajam dari Luhan.

"Yak! Kau sendiri saja bawel huh. Jika benar Sehun menyukai ku.. aku akan sangat senang dan akan berusaha menjadi sosok yang berbeda demi dia"

Ucapan Luhan terlalu cheesy menurut kedua rekannya. Kyungsoo menggidikkan bahunya, sedangkan Baekhyun terkikik.

"Ku rasa ia akan menyukaimu apa adanya Lu" ucap Baekhyun

"Baek, berhentilah membuat harapan-harapan tinggi untuk Luhan. Aku takut ia akan gila sehabis ini"

Kyungsoo tak henti-hentinya mengejek Luhan. Sedangkan yang diejek hanya bisa mendegus kesal.

Perkuliahan sudah usai, Tiga sekawan kini tengah berjalan-jalan menyusuri taman di dekat tempat mereka kuliah. Mereka lalu duduk di salah satu kursi yang terletak di salah satu sudut taman tersebut.

Luhan membeli es krim untuk mereka, sedangkan Baekhyun dan Kyungsoo hanya duduk menunggu Luhan sembari berbincang-bincang.

"Baek, sarankan aku sebuah hadiah untuk Chanyeol"

Baekhyun nampak berpikir sesuatu yang disukai Chanyeol.

"Berikan saja ia setumpuk CD kosong"

Kyunsoo melotot ke arah Baekhyun. Ia tak suka dengan jawaban Baekhyun

"Aku tidak sedang bercanda Byun Baekhyun"

Baekhyun memutar bola matanya malas kemudian menatap wajah Kyungsoo

"Dan sayangnya aku juga Do Kyungsoo"

Luhan yang baru datang kebingungan melihat kedua rekannya saling bertatap-tatapan tajam. Luhan duduk diantara mereka dan memutus perang tatap-tatapan kedua rekannya.

"Yak! Apa yang kalian permasalahkan eoh?" tanya Luhan pada keduanya

"Aku bertanya padanya mengenai hadiah apa yang harus kuberikan pada Chanyeol, dan ia menyarankan setumpuk CD kosong" balas Kyungsoo

"Coba sajalah dulu Soo, jika itu tak dipakai olehnya, aku akan mentraktirmu apa yang kamu inginkan" balas Baekhyun berani

"Oke, akan kuterima saranmu Baek" keduanya kemudian berjabatan tangan tanda setuju.

Luhan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kekanak-kanakkan keduanya.

Mereka kemudian menikmati eskrim milik masing-masing sembari melihat keindahan kota Seoul di saat senja.

Setelah dirasa sudah malam, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.

Baekhyun berjalan menuju stasiun Subway sendirian. Sedangkan kedua temannya menaiki bus karena jarak tempat tinggal mereka tak cukup jauh.

Di dalam Subway, Baekhyun memutuskan mendengarkan lagu untuk menghilangkan kejenuhan. Di sana terdapat suaranya sendiri dan tengah berduet bersama Chanyeol. Mereka mengcover sebuah lagu.

Petikan gitar yang dimainkan Chanyeol, ditambah dengan percampuran suara khas Baekhyun dan suara berat Chanyeol, membuat lagu itu menjadi indah.

Baekhyun mendengarkannya sambil melihat-lihat foto-fotonya bersama Chanyeol.

I am run run running to you And I'll keep you safe forever
Through the tears trough the love and all the nights we share
I am run run running to you And I'll keep you safe forever
Don't you know my love don't you know
two hearts can beat as one

Lasse Lindh – Run To You

Berakhirnya lagu tersebut, bertepatan dengan Baekhyun sampai di stasiun daerah Gangnam. Ia lantas turun dan berjalan lagi menuju rumahnya.

Namun disaat ia ingin berbelok menuju gang nya, seseorang dari belakang membekap mulutnya.

"Hmmpptt.." Baekhyun merusaha memberontak namun usahanya sia-sia

Orang itu lalu melepaskan tangannya yang mendekap mulut Baekhyun. Baekhyun lalu berbalik untuk melihat orang tersebut.

"Yak! Kau..." Baekhyun kaget bukan main melihat pelaku yang telah membekap mulutnya

.

.

.

TBC

Dan ini.. Chapter 2 nya. Gimana? Sudah tahu hubungan Baekhyun dengan Chanyeol? Rencananya sih pengen bikin Hunhan moment juga, sekalian Kaisoo..tapi kayaknya itu masih cukup lama. Makasih buat yang sudah mereview, memfollow, dan memfav fanfic ini. Saya berterimakasih untuk respon kalian untuk Chapter kemarin.

.

Mind To Review?