Saat ingin berbelok menuju gang nya, seseorang dari arah belakang tiba-tiba membekap mulutnya.
"Hmmpptt.." Baekhyun merusaha memberontak namun usahanya sia-sia
Orang itu lalu melepaskan tangannya yang mendekap mulut Baekhyun. Baekhyun lalu berbalik untuk melihat orang tersebut.
"Yak! Kau..." Baekhyun kaget bukan main melihat pelaku yang telah membekap mulutnya
Ia berusaha menajamkan tatapan matanya untuk melihat lebih jelas sang pelaku yang tertutup oleh kegelapan malam hari
.
| Fansite or Fiancee? |
.
| E X O |
.
| GS for Uke |
.
3rd Scene
.
Baekhyun mengambil ponselnya dan menyalakannya di depan wajah si pelaku. Ia kaget melihat si pelaku. Itu adalah orang yang sangat ia kenal. Sedangkan si pelaku memasang senyum bodohnya.
"Halo Baek" sapa si pelaku sambil melambaikan tangannya
"Oppa..Baekbeom oppa...Bogoshipeo"
Baekhyun langsung memeluk erat tubuh sang kakak. Maklum, terakhir kali mereka bertemu sekitar 3 tahun lalu sebelum sang kakak melanjutkan study nya ke Jerman.
"Nado uri Baekhyun"
Sang kakak gemas, ia mencubit hidung sang adik.
"Kenapa kau tidak memberitahu eomma dan aku kalau ingin kembali ke korea?" tanya Baekhyun
"Hanya ingin memberi kejutan. Bagaimana kuliah mu heum?"
Sang kakak merangkul pundak Baekhyun dan mereka berbincang-bincang sambil berjalan menuju rumahnya.
"Lancar. Kau disana gimana oppa? Bagaimana kabar calon eonniku?"
Baekbom memang sudah bertunangan juga disana, namun baru beberapa bulan yang lalu. Waktu itu Baekhyun tak bisa ikut terbang ke Jerman bersama sang orangtua karena tengah banyak tugas kuliah dan urusan lainnya.
"Baik-baik saja"
Baekhyun mengangguk paham.
– At Home –
Baekhyun memasuki rumahnya, disusul dengan sang kakak. Eomma Baekhyun yang tengah menonton tv kaget saat melihat anak sulungnya berada di belakang sang anak bungsu.
"Baekbeom? Kapan kamu pulang sayang? Kenapa tidak memberitahu eomma? Kan nanti bisa eomma atau appa yang menjemputmu"
Beberapa pertanyaan sekaligus dilontarkan pada Baekbeom. Sedangkan Baekhyun hanya memutar bola matanya malas.
"Eomma, biarkan oppa beristirahat terlebih dahulu.. ia baru sampai, dan kasihan jika berdiri terus sambil membawa tas berat dipunggungnya" jelas Baekhyun
"Yasudah, sana istirahat dikamarmu. Eomma akan panaskan makan malamnya, dan kita akan makan bersama"
Sang eomma melangkahkan kakinya ke dapur sambil tersenyum senang. Sedangkan kedua anaknya menuju kamar mereka masing-masing.
Di kamarnya, Baekhyun nampak tengah berbaring di kasur sambil memikirkan sesuatu. Ia ingin membeli apartemen di daerah sekitaran sekolahnya supaya bisa menghemat ongkos, tapi pasti sang eomma tidak akan mengizinkannya karena beralasan rumah akan sepi tanpa dirinya.
Ketika sedang asik memikirkannya, terdengar suara ketukan pintu. Baekhyun lalu membukanya dan ternyata itu sang eomma yang mengajaknya makan bersama.
Di meja makan, sudah berkumpul keluarga kecilnya. Sang ayah – , sang kakak –Baekbeom dan sang eomma – . Mereka kemudian memulai kegiatan makan malamnya.
Seusai kegiatan makan malam, keluarga kecilnya berbincang-bincang sedikit.
"Emm.. eomma,appa, bolehkah aku membeli apartemen yang berada di sekitaran tempat kuliahku?" Tanya Baekhyun hati-hati
"Adwae, kamu masih belum bisa menjaga diri dengan baik. Di sana juga kamu akan sendirian dan eomma pun begitu" jelas sang eomma
"Eomma, biarkanlah dia hidup mandiri. Kasihan juga setiap hari ia harus bolak balik dari universitas nya ke sini yang memakan waktu setengah jam"
Sang kakak mendukung Baekhyun, Baekhyun mengangguk-ngangguk dengan memasang tampang memelas pada sang eomma.
"Appa juga setuju dengan Baekbeom. Biarkan dia hidup lebih mandiri yeobo" ucap sang ayah bijak
"Di sana aku tidak tinggal sendirian eomma, ada Kyungsoo dan Luhan.. dia adalah teman terdekatku" ujar Baekhyun agar mendapat persetujuan
"Baiklah, eomma izinkan. Biarkan oppa mu yang menemanimu besok. Sekarang tidurlah uri adeul. Jaljayo" jelas sang eomma
"Jalyayo eomma dan gomawo"
Baekhyun berdiri lalu memeluk dari belakang sang eomma yang masih terduduk dan mencium pipinya. Sang eomma yang mendapat perlakuan tersebut tersenyum lembut.
Baekhyun lalu melenggangkan kakinya menuju kamar dan tertidur dengan pulas.
– Keesokan harinya –
Baekhyun terbangun dari tidurnya, dan mendapati sederet notif SMS di ponselnya yang berasal dari pengirim yang sama.
'Baek, temani aku minggu ini'
'Baek, kesinilah besok'
'Baek, aku bosan, datanglah kesini'
'Baek, aku sudah pulang dari Rumah Sakit'
'Baek, balaslah pesanku'
'Kau sibuk? Baby smurf~ Balaslah..aku merindukanmu'
'Apa kau sudah tertidur? Jaljayo Baek, Saranghaeyo'
'Jangan lupa ke sini besok. Tak ada tapi-tapian atau aku yang akan menjemputmu'
Baekhyun tersenyum-senyum membaca pesan itu yang tak lain dan tak bukan adalah namjachingunya sendiri –Park Chanyeol. Mau tak mau ia harus datang hari ini setelah merapihkan dan memindahkan beberapa barang-barang ke apartemen barunya yang ternyata sudah di pesan oleh kakaknya untuk dirinya.
Baekhyun lalu menaruh ponselnya kembali di atas meja. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan bersiap-siap.
Di ruang tamu, sang kakak sudah menunggu adiknya sembari menonton televisi. Tak sengaja ia melihat tunangan sang adiknya.
"Tak kusangka bocah itu akan sangat terkenal"
Baekbeom menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia berpikir bagaimana bisa orang idiot seperti sang tunangan adiknya bisa terpilih menjadi salah satu member boyband yang sekarang sedang naik daun.
"Aku khawatir dengan kepribadiannya yang bisa memikat para artis wanita lain dengan mudah. Baekhyun harus berhati-hati"
Baekbeom bermonolog menyampaikan kekhawatirannya. Ia sangat tahu betul sifat Chanyeol karena Chanyeol sudah ia kenal sejak mereka masih masa Sekolah Dasar. Dan ia tahu betul sifat Chanyeol yang riang dan selalu dapat menghidupkan suasana.
Tiba-tiba Baekhyun datang dan duduk di samping sang kakak.
"Oppa, kajja berangkat. Sudah jam 8" ajak Baekhyun
"Kajja Baek" Baekbeom menarik pergelangan tangan sang adik. Mereka pergi ke apartemen baru Baekhyun menggunakan mobil yang dikendarai oleh sang kakak.
Di dalam mobil, mereka berbincang-bincang untuk menghilangkan kejenuhan masing-masing. Gelak tawa Baekhyun akibat lelucon sang kakak menggelegar di dalam mobil.
"Oh iya Baek, hubunganmu dengan Chanyeol baik-baik saja kan?" tanya sang kakak yang disambut anggukan sang adik.
"Kapan terakhir kali kalian berkomunikasi?" tanya sang kakak.
"Saat aku menjenguknya di rumah sakit. Dan tadi pagi iya mengirimi ku banyak SMS dan aku malas membalasnya" jawab Baekhyun santai
"Heung..Kau ini, ubahlah kebiasaan malasmu Baek" ucap sang kakak
"Ubahlah dulu kebiasaan menggigiti jarimu oppa" Baekhyun memutar bola matanya malas
Tak terasa mereka sudah sampai di Apartemen baru milik Baekhyun. Letaknya satu lantai dibawah apartemen Kyungsoo dan juga Luhan.
Ia sudah mengirimi kedua temannya untuk datang ke apartemen barunya. Sambil menunggu mereka, baekhyun beserta kakaknya membereskan apartemen. Dan merapihkan barang-barang yang dibawa nya.
Tak lama, suara bell terdengar. Baekhyun kemudian melihat siapa yang datang melalui layar intercom. Dan ternyata di depan kedua sahabatnya tengah menunggu dibukakan pintu.
Clek~
Pintu terbuka, dan menampilkan kedua teman seperjuangannya. Baekhyun mempersilahkan keduanya masuk.
"Ah, kalian sudah datang..Kajja, masuklah. Mianhae kalau masih berantakan hehe" canda Baekhyun sambil mengusap tengkuknya
"Gwaenchana Baek" ucap Kyungsoo
"Oppa...Kemarilah..Palli" panggil Baekhyun pada oppanya yang berada di kamar Baekhyun.
Sang kakak kemudian berjalan menuju arah dimana Baekhyun dan kedua temannya berada.
"Ah, kalian Kyungsoo dan Luhan ya? Perkenalkan, aku Byun Baekbeom. Namjachingunya Baekhyun"
Sang kakak kemudian mengulurkan tangan kanannya bergantian ke Luhan dan Kyungsoo
"Yak oppa! Jangan dengarkan dia, dia kakak ku yang pernah kuceritakan.. dia baru pulang dari Jerman" ucap Baekhyun meluruskan ucapan sang kakak agar tak terjadi kesalah pahaman.
"Oh jadi dia orangnya. Dia lebih cocok jadi pacarmu Baek" canda Luhan
"Aku tak akan mau punya pacar seperti dia huh, hobinya saja menggigiti jari"
Baekhyun menggidikan ngeri bahunya. Sedangkan sang kakak menatap tajam ke arahnya.
"Heol..walaupun aku hobi itu. Setidaknya aku masih normal dan waras, tidak idiot seperti Park–"
Ucapan Baekbeom terhenti manakala sang adik membekap mulut nya. Gerakan mata Baekhyun seolah memberi isyarat pada sang kakak 'diam atau kau akan mati'.
Setelah tak ada perlawanan dari sang kakak, akhirnya Baekhyun melepaskan bekapannya.
"Oh iya, kalian mau minum apa?" tawar Baekhyun
"Terserah kau saja"
Baekhyun kemudian melesat ke arah dapur, menyisakan kedua sahabatnya dengan sang kakak
"Kenapa kalian mau berteman dengan anak seperti Baekhyun yang galak?" tanya Baekbeom
"Aku sendiri juga tak tahu oppa. Tiba-tiba kami dipertemukan dan lama-lama menjadi dekat, dan kalau Baekhyun sedang galak, anggap saja sebagai lelucon kkk" canda Luhan
"Baguslah, ku harap kalian sabar menghadapi bocah sepertinya. Dan ku harap kalian selalu ada untuknya setiap saat" ucap sang kakak
"Itulah tugas kami sebagai temannya oppa" jawab Kyungsoo bijak
"Yak oppa! Apa yang telah kau bicarakan padanya?"
Baekhyun yang baru datang dari dapur penasaran dengan obrolan mereka bertiga, ia takut sang oppa membeberkan segala rahasianya.
"Hanya sedikit perbincangan ringan Baek" jelas Baekbeom
"Oh iya, kau tidak menelponnya untuk datang kemari juga?" tanya sang kakak
Tatapan tajam dihadiahkan Baekhyun untuk sang kakak. Ia berfikir bahwa mempunyai kakak menyenangkan, tapi tidak dengan kakaknya yang sekarang. Sang kakak sangat suka membeberkan rahasia milik adiknya. Dan terkadang juga memancing amarah Baekhyun.
"Nugu Baek?" tanya Kyungsoo penasaran
"Ah, i-tu.. aku lupa menelpon sahabat kecil ku" ucap Baekhyun berbohong. Ia mengusap tengguknya karena canggung.
"Oh iya Baek, 2 hari lagi akan ada konser SM Town. Kau pasti datang kan?" tanya Luhan
"Pasti, aku akan datang dengan sahabatku –dslr serta lensa telle" ucap Baekhyun bangga
"Jangan-jangan kalian orang yang suka memoto-moto idola juga?" tanya Baekbeom memastikan
"Ne oppa" jawab Luhan
"Aku tak yakin Chanyeol akan ikut bergabung atau tidak, dia masih dirawat sekarang"
Raut wajah Kyungsoo menyiratkan kekecewaan. Baekhyun ingin sekali memberitahu padanya bahwa Chanyeol sudah pulang dari rumah sakit, namun jika ditanya sumbernya darimana ia takut tak bisa beralasan.
Di waktu yang sama, Baekbeom yang sedang minum tersedak ketika Kyungsoo mendengar nama Chanyeol.
"Kau kenapa oppa?" tanya Kyungsoo polos
Baekhyun masih menepuk-nepuk punggung sang kakak, sambil membisikkan sesuatu
"Diamlah dan jangan membuat masalah" ucap Baekhyun pelan tak bisa terdengar oleh kedua rekannya yang berada di seberang nya.
"Ah, ne? Tidak apa-apa..Kau fans dari Chanyeol?" tanya Baekbeom. Kyungsoo pun mengangguk
"Buahahahaha, apa yang kau harapkan dari bocah idiot sepertinya"
tawa Baekbeom menggelegar ke segala penjuru apartemen. Kedua teman Baekhyun menatapnya heran, sedangkan Baekhyun yang masih menepuk punggung sang kakak, ia memberi isyarat untuk menghentikan tawanya dengan satu kali tepukan yang kencang.
"Ah, Maafkan aku" sesal Baekbeom sambil mengusap tengguknya
"Oppa sama saja seperti Baekhyun huh" Kyungsoo yang sedang kesal mengeluarkan segala tingkah imutnya.
"Yak Do Kyungsoo! Jangan mulai mengeluarkan tingkah itu!" teriak Baekhyun
"Wae? Aku sedang kesal pada kalian Byun bersaudara" Kyungsoo mem-poutkan bibirnya
"Lu, tolong izinkan pada Jung gyosu aku tidak masuk hari ini ne karena ada sebuah acara" pinta Baekhyun
"Heung..Baiklah, tapi belikan aku sesuatu sebagai gantinya" Ucap Luhan
"Aish, perhitungan sekali dirimu huh" jawab Baekhyun kesal
"Sekali-sekali tak apa hehe" jawab Luhan santai
"Baiklah" Baekhyun hanya bisa pasrah kalau sudah begitu.
Tiba-tiba ponsel Baekhyun bergetar menandakan ada SMS masuk.
'Baek, cepatlah kemari. Aku menunggumu di gedung SM'
Baekhyun menghela nafasnya, siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol yang mengiriminya SMS.
Sang kakak yang tadi sempat melirik dan membaca pesan tersebut hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Baek,Kyung, aku ada urusan..mianhae tak bisa menemani kalian lama. Jika kalian masih ingin di sini, biar oppaku menemani kalian" sesal Baekhyun
"Tidak usah, kami juga baru ingin pamit. Kebetulan setengah jam lagi kan kita ada kelas, kami pamit dulu ya Baek. Gomawo dan Bye~"
Keduanya beranjak keluar sambil melambaikan tangan. Setelah dirasa keduanya sudah jauh, sang kakak membuka suara.
"Pasti tadi dari Chanyeol" ucap Baekbeom santai
"Heum. Oppa, jangan sekali-kali kau membuka rahasia terpentingku pada mereka" ucap Baekhyun tegas
"Aku tahu batasan-batasan privasi milikmu Byun Baekhyun. Aku tak akan membeberkannya pada mereka" ucap Baekbeom yang disusul dengan tindakan mengacak-ngacak rambut sang adik
"Kalau begitu, antarkan aku ke gedung SM ne oppa. Jebal~" Baekhyun mengeluarkan jurus Aegyo andalannya. Sang kakak hanya bisa menghela nafas pasrah. "Baiklah, kajja"
– At SM Building –
Baekhyun sudah memasuki gedung SM setelah tadi menelpon manager EXO yang sebelumnya pernah ia hubungi juga.
Baekhyun menaiki lift menuju lantai 3 dimana terdapat ruang latihan yang biasa EXO pakai.
Di perjalanannya menuju ruang latihan, Baekhyun melihat pemandangan tak mengenakkan dipandang. Hatinya sakit melihat pemandangan itu.
Sepasang manusia tengah berpelukan mesra, dengan sang namja tengah mengelus surai rambut sang yeoja. Baekhyun tahu betul siapa namja itu.
Perlahan-lahan butiran krystal keluar dan membasahi pipinya.
"C-chan...Y-yeol"
.
.
.
TBC
Hoho, akhirnya chap 3 nya berhasil saya post juga. Gimana? Mianhae kalau kurang maksimal.. Saya juga berterimakasih, karena respon untuk fanfic ini lumayan banyak. Dan saya juga berterimakasih untuk yang sudah mereview, memfollow, dan memfav fanfic ini.
.
.
Mind To Review?
