Baekhyun menaiki lift menuju lantai 3 dimana terdapat ruang latihan yang biasa EXO pakai.
Di perjalanannya menuju ruang latihan, Baekhyun melihat pemandangan tak mengenakkan dipandang. Hatinya sakit melihat pemandangan itu.
Sepasang manusia tengah berpelukan mesra, dengan sang namja tengah mengelus surai rambut sang yeoja. Baekhyun tahu betul siapa namja itu.
Perlahan-lahan butiran krystal keluar dan membasahi pipinya.
"C-chan...Y-yeol"
| Fansite or Fiancee? |
.
| E X O |
.
| GS for Uke |
.
4th Scene
.
Baekhyun dengan tergesa-gesa berusaha pergi dari tempat itu. Ia terus berpikiran bahwa kejadian tadi hanyalah khayalannya.
Saat ingin memasuki lift, ia bertemu Sehun. Sehun mencoba menggenggam tangannya walaupun Sehun sendiri bingung apa yang sebenarnya terjadi pada tunangan rekannya yang sudah ia anggap sebagai noona nya sendiri.
"Noona, ada apa denganmu?" tanya Sehun dengan raut wajah sangat khawatir
"Aniyo, nan gwaenchana sehunnie" ucap Baekhyun bohong
"Kau jelas-jelas sangat bohong noona, kajja ikut aku ke suatu tempat."
Sehun menarik tangan Baekhyun menjauh dari lift. Baekhyun dengan masih menangis hanya bisa pasrah.
Ternyata, Sehun mengajaknya ke atap gedung. Di sana terdapat sebuah kursi dan dikelilingi oleh pohon-pohon yang tak cukup besar, namun mampu melindungi kita dari panasnya sinar matahari.
"Noona, kau bisa luapkan semua amarahmu di sini walau aku tak tahu apa masalahmu. Aku biasa ke sini jika suasana hati ku sedang tak baik"
Sehun mengatakan semua itu dengan penuh kelembutan. Dibalik image coolnya sebenarnya ia masih sangat kekanak-kanakan, namun ia mempunyai pribadi yang hangat.
"Gomawo Sehunie" lirih Baekhyun
"Hmm. Kalau begitu, noona tunggulah di sini sebentar aku akan membelikan bubble tea untuk noona" ujar Sehun
Sehun langsung melesat pergi setelah menyelesaikan ucapannya. Sedangkan Baekhyun berjalan menuju kursi yang terdapat tak jauh dari tempatnya sekarang.
Di tempat lain, sambil menunggu pesanan Bubble teanya Sehun nampak menelpon seseorang.
'Yeobeseyo hyung'
'Waeyo Hun?'
'Cepat beritahu apa yang terjadi dengan Baekhyun! Ia nampak kacau!'
'Dia bersamamu? Tolong jagalah dia sebentar, kurasa ada kesalah pahaman diantara kami. Aku akan menemui sebentar lagi'
'Hng..baiklah dan kurasa setelah itu kuharap kau menjelaskan sesuatu padaku'
'Iya, tenang saja. Cepat beritahuku dimana kau sekarang'
'Dia ada di atap, sekarang aku sedang membeli bubble tea untuknya'
'Yasudah. Jagalah dia sebentar Hun'
'Ne'
Sehun memutus sambungan telepon dengan Chanyeol setelah sang penjaga kasir memanggil nomor urut antrian pemesanan.
Ia lalu bergegas pergi menuju atap, takut-takut Baekhyun tengah menunggunya terlalu lama.
Saat di atap, ia melihat Baekhyun yang tengah memunggunginya. Baekhyun nampak sedang menikmati keindahan langit siang hari hingga tak menyadari kehadiran Sehun.
"Noona, ini aku bawakan bubble tea untukmu"
Baekhyun membalikkan badannya setelah mendengar suara yang cukup familiar untuknya.
"eoh? Gomawo Sehun"
Sehun tersenyum lalu ia duduk di samping Baekhyun.
"Noona, apapun yang terjadi antara kau dan Chanyeol hyung. Tetaplah mendengar penjelasannya, dan jangan lari dari masalah ok!"
Sehun seakan tahu masalahnya dengan Chanyeol. Baekhyun hanya bisa menghela nafas dan berusaha menyanggupi ucapan Sehun.
"Baiklah. Boleh aku minta sesuatu?" tanya Baekhyun sambil memandang lekat mata elang milik Sehun
"Apa itu?" Kening Sehun mengkerut saat Baekhyun bertanya.
"Berikan aku satu gelangmu" pinta Baekhyun
"Yak noona, kau sedang memalaki ku eoh?"
Sehun memasang wajah kesal yang dibuat-buat
"Kau tidak mau memberikannya pada seorang gadis yang tengah bersedih eoh?"
Baekhyun memberikan tatapan tajamnya ke arah Sehun. Ia lalu mem-poutkan bibirnya.
"Aish, sedih atau pun senang kau tetap menyebalkan nooona"ucap Sehun
"Berikan atau kau akan menyesal nantinya Oh Sehun" ancam Baekhyun. Raut kesedihan diwajahnya sudah menurun drastis
Sehun lalu merogoh kantong depan celananya berusaha mencari sesuatu. Setelah menemukannya, ia mengayun-ngayunkan benda tersebut tepat di hadapan wajah Baekhyun
"Kau mau ini noona?" tanya Sehun
Baekhyun lantas mengangguk dan tangannya bergerak mengambil benda tersebut. tiba-tiba saat tangannya sudah ingin mencapai benda tersebut, tangan Sehun bergerak menjauhkannya dari jangkauan tangan Baekhyun.
"Berusahalah mengambilnya noona" ucap Sehun mengejek dengan tangannya yang masih terangkat tinggi.
"Aish, awas kau Oh Sehun! Aku akan mengambilnya" Baekhyun mengejar Sehun yang sudah cukup jauh dari hadapannya.
Mereka kemudian melakukan aksi kejar-kejaran. Sampai akhinya Baekhyun mendapatkan gelang yang ada di tangan Sehun.
"Aku mengaku kalah kali ini noona" Sehun menghela nafasnya.
'tapi setidaknya kau sudah tidak bersedih lagi noona' batin Sehun
"Tidak ada yang bisa mengalahkan Byun Baekhyun" ucap Baekhyun bangga
"Itu adalah gelang yang sangat berharga bagiku. Jika kau menghilangkannya awas saja noona, dan jika tak membutuhkannya lagi, kembalikan padaku" jelas Sehun
"Tenang saja aku tak akan menghilangkannya. Gomawo Sehun, kau sudah menghiburku. Kau adalah adik terbaikku ketimbang dengan si hitam itu"
Sehun tersenyum mendengar ucapan tulus Baekhyun tersebut. Ia lalu mengacak-acak rambut Baekhyun. Sedangkan yang diacak-acak rambutnya hanya bisa mem-poutkan bibirnya.
"Kalau begitu aku pamit dulu noona, sebentar lagi jadwal latihan dance ku dimulai. Kau diamlah disini sebentar"
Sehun pamit kemudian berjalan menjauh dari Baekhyun. Di perjalanannya menuju ruang latihan, ia berpapasan dengan seorang.
"Hyung, aku tak tahu apa yang terjadi antara kau dan Baekhyun noona. Temui dia sekarang di atap gedung sebelum dia pergi" Sehun menepuk punggung orang itu dan berlalu
"Gomawo Hun" ucap Chanyeol sedikit berteriak karena Sehun sudah pergi duluan.
Chanyeol lalu berlari menuju atap gedung. Matanya mencari ke segala penjuru untuk menemukan gadisnya. Pencariannya terhenti manakala ia menemukan seorang gadis di salah satu sudut gedung yang ia yakinin itu Baekhyun.
Chanyeol lantas berlari mendekat ke arahnya. Baekhyun sama sekali tak menyadarinya, ia terlalu asik mendengarkan alunan musik dengan earphone nya.
Chanyeol menempatkan tubuhnya duduk di samping Baekhyun. Karena merasa ada seseorang menyenggol tubuhnya, Baekhyun menoleh dan menemukan Chanyeol terduduk di sampingnya.
"Mau mendengar penjelasanku?"
Chanyeol melepaskan kedua earphone yang menyangkut di telinga Baekhyun. Sedangkan Baekhyun hanya memandang Chanyeol datar.
Chanyeol hanya bisa menghela nafas, ia tahu saat ini pasti Baekhyun tengah marah padanya. Sorotan matanya begitu tajam ketiga sedang marah.
"Hahh.." Chanyeol menghela nafas
"Mianhae soal tadi.. kau pasti telah melihatnya bukan?"
Kedua tangan Chanyeol berusaha menggenggam tangan Baekhyun, namun Baekhyun menepisnya dengan cepat.
"Jangan membuatnya menjadi terbelit-belit" ucap Baekhyun sinis
"Kau salah paham Baek" jelas Chanyeol
"Apa ada alasan lain selain itu Mr. Park? Jelas-jelas aku melihat kalian berpelukan, dan saling membalasnya satu sama lain" balas Baekhyun ketus
"Baek, kau sudah tahu semua nya tentangku.. apa aku pernah berbohong padamu? Kau jauh sudah mengenalku sebelum aku menjadi seperti sekarang, bahkan sebelum aku menjadi seorang trainee."
Chanyeol berusaha menggenggam tangan kanan Baekhyun dan meyankinkannya.
"Tataplah mataku Baek, apa kau menemukan setitik kebohongan di sana?"
Chanyeol menangkup wajah Baekhyun yang sedaritadi menunduk. Baekhyun pun memberanikan diri menatap mata Chanyeol. Dan terbukti, ia benar-benar tak menemukan setitik kebohongan di sana.
"Kau percaya padaku?"
Baekhyun menganggukkan wajahnya pasrah.
"Sebenarnya, Tao tadi memeluk ku hanya untuk menyalurkan rasa sedihnya Baek. Ia dan Kris hyung sedang ada masalah yang sangat rumit. Yang pasti melebihi masalah kita sekarang ini. Dan aku hanya mencoba menenangkannya saja. Kau percaya sekarang? Aku hanya mencintaimu seorang Byun Baekhyun"
Chanyeol kali ini menggenggam erat kedua tangan Baekhyun yang tengah berada di pahanya. Baekhyun masih ketus padanya, bagi Chanyeol, hal yang paling rumit melebihi Matematika adalah menenangkan Baekhyun ketika sedang marah.
"Baek, ingatkan aku jika aku melirik wanita lain. Ingatkan aku saat-saat aku memperjuangkan cintamu, saat di mana aku harus menjadi trainee dan harus melepaskanmu namun itu tak kulakukan. Aku tidak akan dengan mudahnya melepaskan mu Baby Smurf"
Chanyeol kemudian mencoba menceritakan pada Baekhyun masa-masa itu, disaat hubungan mereka sedang diuji.
Flashback On
Baekhyun dan Chanyeol tengah duduk di salah satu bangku taman. Mereka nampak serius dengan obrolannya.
"Baek, aku ditawarkan menjadi trainee di SM ent" ucap Baekhyun
"Chukkae Chan, aku bangga padamu.." Baekhyun memberi selamat pada Chanyeol
"T-tapi Baek.. staff itu memberitahuku bahwa jika aku memiliki kekasih aku harus –memutuskannya" jelas Chanyeol pelan
"Gwaenchana Chan, aku tak apa.. itu kan mimpi terbesarmu, menjadi seorang trainee dan debut menjadi seorang superstar" ucap Baekhyun tegar walau sebenarnya hatinya sudah sangat rapuh
"Baek.. Aku akan menolaknya jika itu termasuk salah satu peraturannya. Menjadi trainee dan debut hanya salah satu impianku saja. Masih ada banyak impian yang masih bisa ku capai" Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun erat
"Chan, kau tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini! Jangan pikirkan aku, pikirkan orang-orang terdekat disekitarmu, mereka pasti akan bahagia mendegar ini" Baekhyun menggeleng-gelengkan wajahnya tanda menolak ucapan Chanyeol sebelumnya.
"Sekalipun mereka bahagia, aku lah pihak yang paling tersakiti Baek. Menjadi superstar namun harus merelakan seseorang yang terpenting dari hidupnya, aku tidak mau itu terjadi" Chanyeol tetap keras kepala.
"Chan, kau tidak boleh jadi orang egois. Terimalah tawaran itu demi aku" ucap Baekhyun
"Akan kuterima tawaran itu, tapi setidaknya kuharap kita masih bisa berhubungan setidaknya sampai pimpinan mengetahui hubungan kita. Baru habis itu kita diskusikan masalah kedepannya"
Chanyeol mengusap lembut surai Baekhyun. Jujur saja, ia sangat-sangat tak ingin kehilangan Baekhyun. Baekhyun adalah cinta pertamanya yang ia nobatkan sebagai cinta terakhirnya juga.
...
Tiga bulan setelah Chanyeol menjadi seorang trainee, ia masih berhubungan dan bertemu dengan Baekhyun. Belum ada yang mengetahui hubungan mereka. Hingga pada bulan keempat, Chanyeol dipanggil ke ruang pimpinan SM ent yang ternyata sudah mengetahui hubungan mereka.
"Putuskan dia, kau akan di debutkan dalam kurung waktu kurang dari setahun lagi" ancam sang pimpinan
"Tidak akan. Aku rela kau berhentikan menjadi seorang trainee, selama aku masih bisa berhubungan dengannya" balas Chanyeol dengan sengit
"Kuberi kau waktu 4 hari untuk merealisasikannya! Kau bisa keluar dari ruangan ku sekarang"ucap sang pimpinan. Chanyeol pun bergegas keluar dan membanting cukup keras pintu ruangan tersebut.
..
Tempat di hari ke empat batas waktu yang diberikan sang pimpinan, Chanyeol dan Baekhyun bertemu untuk membahas sesuatu.
"Baek.." panggil Chanyeol
Baekhyun menoleh, "Apa mereka sudah mengetahuinya?" Chanyeol hanya bisa mengangguk
"Hah...apa boleh buat Chan, kita harus mengakhirinya sampai di sini" lirih Baekhyun yang berusaha menahan agar krystal yang sudah tergenang di matanya jatuh.
"Ani! Justru itu, aku kesini untuk memintamu menjadi tunanganku Baek"
Chanyeol kemudian berdiri berhadapan dengan Baekhyun, ia kemudian berlutut di depan Baekhyun sambil menunjukkan padanya sebuah cincin silver dengan desain sederhana dan di dalamnya terdapat ukiran nama sang pasangan
"Would youbemy fiancee, Byun Baekhyun?" pertanyaan Chanyeol langsung disambut anggukan oleh Baekhyun. Dengan senang hati ia memasangkan cincinnya di jari Baekhyun.
"Sebenarnya aku sudah merencanakan ini, bahkan orangtuamu dan orangtuaku sudah mempersiapkan perta pertunangan kita. Dan lusa, pesta itu akan terlaksanakan. Jadi siapkan dirimu Baby Smurf" jelas Chanyeol sambil mengacak-ngacak surai Baekhyun
"Aish..sejauh itukah? Dan hanya aku pihak yang tak mengetahuinya? Menyebalkan" Baekhyun mem-poutkan bibirnya
"Itu surprise sayang. Oh iya, jika kau melepaskan cincin itu, akan tertinggal bekas sementara di kulitmu sayang" jelas Chanyeol
"Apa itu?" tanya Baekhyun penasaran
"Namaku, dan di cincin yang kupakai akan tertinggal bekas sementara nama mu" Chanyeol pun mencoba melepaskan cincinnya sebentar, dan benar saja terdapat bekas tertulis 'Baekhyun' di jari tempat cincin itu disematkan.
"Gomawo dan Saranghae Dobi Chan" Baekhyun kemudian memeluk Chanyeol
"Nado Saranghae Baby Smurf" Chanyeol membalas pelukan Baekhyun.
Flashback Off
Baekhyun mendengarkan cerita Chanyeol dengan saksama hingga akhirnya tersadar bahwa cerita itu sudah berakhir.
"Jadi sebenarnya mereka tak menyetujui hubungan kita?" tanya Baekhyun penasaran
"Mereka menyetujuinya walau awalnya menolak. Aku menemui mereka dan mengajukan pemberhentian menjadi trainee, namun mereka menolak. Tapi mereka bersikeras menentang hubungan kita –" Chanyeol menghentikan sejenak ucapannya
"Lalu?" Baekhyun memandang Chanyeol, meminta ia agar meneruskannya
" –Aku membujuknya dengan caraku, hingga akhirnya mereka menyetujuinya. Aku pun tak membuang kesempatan itu, dan akhirnya aku memintamu menjadi tunanganku. Sebenarnya aku yakin cara itu ampuh, makanya beberapa minggu sebelumnya aku meminta izin eommamu untuk menjadikanmu tunanganku dan mereka menyetujui dan mempersiapkannya" jelas Chanyeol panjang lebar
"Cara apa yang kau pakai eoh?" Baekhyun bertanya karena tingkat keingin tahuannya sudah berada di level tertinggi
"Ah~ sudah jam 4 sore Baek, pulanglah.. aku takut eomma mengkhawatirkanmu" ucap Chanyeol mengalihkan pembicaraan
"Jangan suka merubah topik. Cepat beritahu aku!" ucap Baekhyun terdengar menuntut
"Ayo kita kencan minggu nanti. Dan akan kuberitahu alasannya baby smurf. Kajja, kita turun dan aku akan mengantarmu pulang –jika bisa kkkk"
Chanyeol bangkit dari duduknya dan menarik Chanyeol menuju arah tangga untuk mengantarkannya, setidaknya hingga pintu belakang gedung.
"Ku harap kau hadir lusa dan tak melewatkan penampilanku" ujar Chanyeol masih sambil berjalan
"Jika Sehun yang mengucapkannya, aku akan menjawabnya dengan antusias. Karena ini darimu, kurasa kau sudah tahu jawabannya "
Baekhyun menghentikan langkahnya, otomatis Chanyeol terhenti juga. Mereka kemudian saling bertatapan. Chanyeol tersenyum tipis sebelum mereka melanjutkan langkah kakinya.
'Terimakasih karena kau sudah tak marah lagi Baby Smurf'
Fansite or Fiancee?
Keesokan harinya, Baekhyun memilih berbelanja ke mall dengan kedua rekannya seusai jam kuliahnya. Membeli baju serta keperluan untuk konser esok harinya.
Karena sudah masuk waktu jam makan malam, mereka juga mampir ke salah satu restaurant yang berada di sekitaran mall.
Saat kegiatan makan mereka tengah berlangsung, Baekhyun baru teringat sesuatu.
"Oh iya Lu, kemarin kau bilang padaku untuk memberikanmu sesuatu kan?" tanya Baekhyun
"Yak! Kau benar-benar membelikan sesuatu? Aku hanya bercanda Baek" balas Luhan dengan wajah kaget
"Sayangnya aku menganggap itu serius Mrs. Xi. Ini untukmu" Baekhyun menyodorkan gelang yang bermotif dengan perpaduan antara hijau tosca dengan putih.
"Jaga gelang itu baik-baik, jangan sampai kau menghilangkannya. Awas saja kalau sampai menghilangkannya" ancam Baekhyun
"Araseo noona Byun" balas Luhan dengan berpura-pura hormat
Sedangkan Kyungsoo? Sedaritadi ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya.
Tak lama kemudian mereka selesai makan, setelah membayar tagihannya, mereka lalu bangkit dari duduknya. Baekhyun terlebih dahulu melenggang pergi dari restaurant tersebut.
Rekannya yang terakhir meninggalkan lokasi, nampak melihat sebuah ponsel terjatuh di samping kursi yang sebelumnya di duduki Baekhyun. Ia mengambilnya dan membuka ponsel tersebut.
Setelah membuka lockscreen ponsel itu, nampaknya sang pemilik belum meng exit galeri miliknya. Betapa kaget dirinya ketika melihat kedua orang yang sangat ia kenali tengah berpose mesra menatap kamera.
"Sebenarnya, ada apa diantara mereka?" ia kemudian bergegas menyusul kedua rekannya yang lain.
.
.
.
TBC
Akhirnya Chapter 4 nya berhasil terselesaikan. Oh iya, mianhae kalau alurnya kelambatan dan membuat kalian jadi bosan, dan untuk itu saya sedang mencoba memperbaikinya. Dan makasih juga atas saran-saran kalian.. karena kalian, saya jadi tahu kekurangan fanfic ini, dan saya secara bertahap akan memperbaikinya. Untuk yang terakhir, terimakasih buat kalian yang sudah mau mereview, memfollow, dan memfav fanfic ini.
.
Mind To Review?
