Baekhyun menghentikan langkahnya saat teringat sesuatu. Ia menoleh ke arah Chanyeol

"Beritahu aku alasanmu kenapa si pimpinan SM saat itu bisa menerima hubungan kita" ucap Baekhyun menuntut

"Aku hanya mengancamnya bahwa ia akan rugi kehilanganku. Banyak pelatih memujiku walau pelatih danceku tidak." Jelas Chanyeol

"Sebegitu percaya dirikah kau Park Chanyeol" Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya

"Itu memang harus. Setelah aku mengancam itu, keesokan harinya ia memanggilku. Setelah ia kumpulkan data tentang ku, memang benar ucapanku. Akhirnya ia menyetujuinya." Jelas Chanyeol lagi.

"Lalu apa yang membuatmu ingin merahasiakan hubungan kita Baek?" tanya Chanyeol kemudian.

"Aku tak mau membuat grup mu susah, banyak orang yang bilang grup yang baru debut jika mendapat masalah akan mudah meredup. Makanya aku ingin kau merahasiakannya dari publik" jelas Baekhyun

"Lama kelamaan hubungan kita akan ketahuan Baek" ucap Chanyeol

"Justru itu, biar waktu yang memberitahunya. Jika kau memberitahunya saat awal debut, kurasa EXO tak akan memiliki fans sebanyak sekarang" ucap Baekhyun

"Dan jika semuanya terungkap sekarang, aku sudah siap menanggung semua resikonya Chan" lirih Baekhyun

"Baek, mianhae..." Tanpa aba-aba, Chanyeol menarik Baekhyun kedalam dekapannya

"Gwaenchana Chan" ucap Baekhyun kemudian.

"Apapun yang terjadi, kita harus menghadapinya bersama Baek" ucap Chanyeol

Dibalik pohon yang tak jauh dari mereka, seseorang nampak tengah membidik kedua insan yang tengah berpelukan dengan kameranya.

"Kurasa dalam beberapa hari lagi, berita ini akan sangat menggemparkan"

.

| Fansite or Fiancee? |

.

| E X O |

.

| GS for Uke |

.

6th Scene

.

Baekhyun sudah berada di apartement beberapa waktu lalu. Ia tengah berbaring di kasur miliknya, berusaha memejamkan matanya untuk memasuki alam mimpi. Namun, nampaknya usahanya kini sia-sia karena rasa kantuk nya tak kunjung datang.

Saat ia sudah mulai mengantuk dan memejamkan matanya, ponsel barunya berdering. Di sana tertera nama seseorang.

–Dobi Chan

Dengan malas, Baekhyun mengambil ponselnya yang terletak di meja kecil di sebelah tempat tidur. Ia menggeser tombol hijau yang tertera di ponsel tersebut.

'Yeoboseyo' salam Baekhyun dengan nada khas orang yang tengah menahan kantuk

'Kau belum tidur Baek?' tanya sang lawan bicara

'Kalau aku sudah tidur, siapa yang mengangkat panggilan darimu pabo' balas Baehyun

'kkk~ Kalau begitu tidurlah, sudah hampir tengah malam Baby smurf' perintah Chanyeol dengan lembut

'Nyanyikan aku sebuah lagu dan aku akan segera tidur' pinta Baekhyun dengan memaksa

'Hah..Baiklah' Helaan nafas Chanyeol terdengar oleh sang lawan bicara. sedangkan si lawan bicara hanya bisa terkekeh

Chanyeol perlahan-lahan memulai nyanyiakannya.

When I first met you, it was trully eye-blinding

When I first saw your smile, I felt like I had the whole world

Little Star~ Tonight~

All night, I will watch over you

When I see you fast asleep in my arms

I can't take my eyes off you for a second

You're so pretty, I feel I like my breath will stop

How can I fall asleep?

My Love, My everything, My angel from heaven

My two eyes, My world, You stole them all

Little Star~ Tonight~

All night, I will watch over you

My love tonight

All night, I will watch over you

Forever, I will watch over you

– Standing Egg ~ Little Star –

'Gomawo' Baekhyun tersenyum sesaat setelah nyanyian selesai

'Hm. Jaljayo Baby Smurf~ Cepat tidur! Saranghae'

'Jaljayo Dobi Chan. Nado Saranghae'

Baekhyun menutup ponselnya dan meletakkannya kembali di tempat semula. Ia lalu menarik bedcovernya hingga menutupi tubuhnya hingga dada dan perlahan terhanyut ke alam mimpi.

– Keesokan Harinya –

Baekhyun terbangun dari tidurnya sesaat setelah ia mendengar suara bell dari pintu apartemennya. dengan wajah khas orang bangun tidur, ia berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang dari layar intercom nya.

Wajah Baekhyun berbinar melihat siapa yang datang. Ia adalah

Luhan

Tanpa pikir panjang ia membuka pintu apartementnya

"Lu!" panggil Baekhyun girang

"Bisa kau jelaskan sesuatu padaku nona Byun?" ucap Luhan dengan nada agak ketus, sedangkan Baekhyun hanya bisa menautkan alisnya tanda tak mengerti "Maksudmu?"

"Something like your relationship with Chanyeol" Luhan memandang lurus ke arah Baekhyun untuk menuntut penjelasan

"K-kau sudah mengetahuinya?" ucap Baekhyun dengan nada shock

"Hm" Luhan mengangguk dengan wajah yang masih datar memandang ke arah Baekhyun

"Hah..Baiklah, akan ku jelaskan di dalam. Masuklah Lu" Baekhyun mempersilahkan Luhan masuk.

Di dalam, Baekhyun menjelaskan semuanya, mulai dari awal ia bertemu Chanyeol hingga alasan mengapa ia menyembunyikan statusnya sebagai tunangan dari member EXO tersebut.

"Tidak berniat meminta maaf?" ucap Luhan sembari menghentak-hentakkan satu kakinya

"Mi-mianhae.." ucap Baekhyun meminta maaf. wajahnya menunduk terlalu takut untuk melihat wajah Luhan sekarang.

"Permintaan maaf darimu aku terima nona Byun" Wajah Luhan yang semuula tak menunjukkan ekspresi apapun kini perlahan mengukir sebuah senyuman. "Tapi" Raut wajah Luhan menunjukkan kegelisahan sekarang.

"KyungsooIa terlalu kesal padamu, kemarin ia mengajakku untuk ikut membalas dendam padamu. setelah dipikir-pikir, kebaikanmu menyadarkanku bahwa kau tak pantas mendapat perlakuan seperti itu" jelas Luhan

"Gomawo Lu~ Kau dapat mengerti perasaanku" Baekhyun berdiri dan memeluk Luhan erat. Airmatanya perlahan menetes.

"Hm. Itu gunanya teman. Kurasa Kyungsoo hanya mendapat emosi sementara, pecayalah.. ia pasti akan tersadar. kau harus berhati-hati sekarang Baek, setelah ini kurasa permainan Kyungsoo akan segera dimulai" jelas Luhan lagi

"Ku harap begitu. Mungkin kita belum mengenal lebih dekat dirinya, karena kita baru mengenal dia kurang dari setengah tahun" lirih Baekhyun

"Hm.. Kita belum memahami dia, begitu pula sebaliknya" Luhan mengangguk setuju dengan ucapan Baekhyun.

Setelah itu, karena mereka ada jam kuliah 3 jam lagi, Luhan menyuruh Baekhyun untuk mandi. Walau masih lama, ia ingin mengajak Baekhyun berjalan-jalan untuk melepaskan bebannya sekaligus menghindari Kyungsoo sementara.

Mereka kemudian berjalan keluar apartement dan berjalan ke arah salah satu pusat permainan di mall. Gelak tawa menghiasi wajah keduanya ketika bermain salah satu game.

Tak jauh dari tempat mereka, seorang pria bertopi hitam dan memakai jaket abu-abu nampak tersenyum melihat keduanya. Seorang temannya menghampirinya, dan ia pun ikut-ikutan tersenyum senang.


Fansite or Fiancee?


Setelah jam kuliahnya usai, Baekhyun menyempatkan diri untuk mampir di salah satu cafe dekat universitas. Tanpa disengaja, ia bertemu dengan Kyungsoo yang sedang berjalan keluar. Mereka berdua berpapasan, namun tak ada reaksi berarti dari mereka. Seolah-olah satu sama lain menganggapnya sebagai orang asing.

Dalam pikiran Baekhyun, mungkin Kyungsoo butuh waktu untuk menstabilkan emosinya.

Baekhyun lantas berjalan ke arah kasir dan memesan satu cup Strawberry Lemonade. Ia mengambil tempat duduk di dekat jendela. Tiba-tiba terdengar suara seorang anak kecil memanggil namanya "Baekhyun eonni!"

Baekhyun mencari sumber suara itu, ia tersenyum melihat sesosok anak kecil melambaikan tangan ke arahnya. Ia mengenal anak itu

"Jaera!" panggil Baekhyun

"Sini, biar eonni pangku" Baekhyun mengangkat Jaera dan mendudukkannya di atas kedua pahanya. Minuman yang dipegang Jaera ia taruh di atas meja.

"Anyeonghaseyo Baekhyun eonni" sapa kakak Jaera sambil membungkuk hormat

"Anyyeonghaseyo Jaemi" balas Baekhyun dengan lembut. Ia lalu mempersilahkan Jaemi duduk di di kursi yang ada di hadapannya.

"Eonni, kemarin aku mengirim pesan ke katalk eonni namun tak ada balasan" ucap Jaemi

"Ponsel eonni hilang. Sini biar eonni berikan nomor barunya" Baekhyun mengulurkan tangannya, sedangkan Jaera sedang mengambil ponselnya yang ada di saku dan memberikannya pada Baekhyun.

Tangan Baekhyun dengan lihai mengetik nomor ponselnya, ia lalu mengecek account katalknya terdahulu dan tak lama memberikan ponsel yang ia pegang pada pemiliknya.

"Eonni, aku mau foto Sehun oppa" pinta Jaera yang tengah berada di pangkuannya

"Akan eonni berikan padamu semuanya Jaera, tapi tidak sekarang.. eonni tidak membawanya" sesal Baekhyun

"Tak apa, eonni bisa mengirimnya pada Jaemi eonni" saran Jaera

"Tidak bisa, eonni akan memberikanmu sebuah buku yang dipenuhi foto Sehun oppa ok. dan eonni akan memberikan hadiah untukmu nanti" Baekhyun mencubit pelan hidung Jaera karena gemas.

"Sepertinya sudah beranjak sore, kami pamit dulu eonni.." Jaemi membungguk pada Baekhyun, diikuti dengan Jaera. setelah berpamitan, mereka lantas pergi keluar cafe. Tak lama kemudian, Baekhyun juga beranjak keluar dari cafe tersebut.

...

Di tempat lain, seorang pria dengan sebuah camera dslr di tangannya nampak berjalan ke salah satu ruangan di kantor tersebut.

"Permisi Park. Saya punya berita yang sangat bagus dan menggemparkan" ujar pria tersebut.

Pria itu lalu mengeluarkan 3 buah foto dan meletakkannya di atas meja sang atasan. Sang atasan lantas tersenyum melihat hasil kinerja yang bawahan.

"Kau pintar dalam hal ini wartawan Hwang. Segera buat artikelnya dan pastikan berita ini ada di halaman depan majalah kita" perintah sang atasan dengan senyum kemenangan menghiasi wajahnya

"Baik, Pak. Akan saja laksanakan. Kalau begitu saja pamit keluar" Pria itu membungguk memberi hormat sebelum akhirnya ia keluar dari ruangan tersebut.

"Sebentar lagi, tamatlah riwayatmu dan group mu itu Park Chanyeol" ucap pria itu sambil tersenyum bangga. Tak sia-sia ia menjadi penguntit Chanyeol untuk beberapa hari.

...

Setelah memasukkan password nya, Baekhyun membuka pintu apartementnya dan melesat masuk ke kamar. Berbaring sebentar sebelum ia membersihkan badannya.

"Hah.. hidup ini benar-benar rumit" Baekhyun menghela nafasnya kasar.

"Apa aku bisa melewatinya? Tuhan.. berilah aku kekuatan untuk melewatinya" Baekhyun memejamkan matanya dan berdoa meminta kepada sang Tuhan.

Ia lalu bangun dari posisi tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi dan dilanjutkan dengan makan malam.

Baekhyun membuka macbook nya dan memilah foto Sehun yang menurutnya bagus untuk dibuat photobook khusus untuk Jaera minggu depan.

Tadi, Jaera meneleponnya menggunakan ponsel sang kakak. Ia terus merengek agar buku yang dijanjikan Baekhyun diberikan padanya secepatnya. Alhasil, Baekhyun meminta Jaera untuk menunggu hingga minggu depan. Dan akhirnya ia menyetujuinya. Sedangkan Jaemi terus meminta maaf karena ulah sang adik.

"Mianhae Sehun~ Ku rasa foto mu yang ini akan kuberikan sebagai hadiah untuk Jaera" ucap Baekhyun pada layar macbooknya

Di sana terpampang foto namja berambut pelangi tengah bergaya sangat aneh karena namja itu tengah tertidur di kursi dan tengah menghisap jempol kanannya, mata namja itu terbuka walau tengah tertidur dan menampilkan hanya area putih pada matanya.

Setelah dirasa sudah cukup, Baekhyun segera memisahkannya dengan membuat folder baru. ia lalu mengirimkan folder tersebut lewat email pada seseorang.

Setelah email terkirim, ia lalu mengambil ponselnya untuk mengirim sebuah SMS.

To : Baekbeom oppa

'Oppa, tolong edit semua foto yang sudah aku kirim ke emailmu dan ku harap sudah akan jadi 4 hari lagi. Jebal oppa.. hanya satu buku saja, demi seseorang'

-send-

Tak lama kemudian, ponselnya bergetar. ternyata itu adalah balasan pesannya yang sebelumnya dari sang kakak

From : Baekbeom oppa

'Araseo sangjanim -,- 3 hari lagi akan jadi'

Baekhyun tersenyum dan tidak berniat membalas pesan sang kakak. Sebelum melanjutkan perusahaan sang ayah, Baekbeom memilih untuk magang di salah satu perusahaan percetakan. Ia ingin memiliki banyak pengalaman kerja sebelum ia menjadi seorang pemimpin sebuah perusahaan.

Baekhyun membawa macbook nya kembali ke kamar dan meletakkannya di meja belajar. Ia kemudian berbaring di kasur dan memejamkan matanya. Tak butuuh waktu lama, Baekhyun sudah berkelana di alam mimpinya.

Keesokan Harinya

Baekhyun terbangun agak siangan hari ini. Setelah memasak ramen, ia memutuskan untuk menonton variety show. Namun, bukan acara variety show yang saat ini tengah ia tonton, melainkan sebuah acara yang kini tengah membahas sang tunangan.

Yang membuatnya kaget adalah, foto saat ia tengah berpelukan dengan Chanyeol beberapa hari lalu tersebar. Ia tidak masalah dengan dirinya sendiri, ia hanya takut berita ini akan mengganggu aktivitas EXO.

Saat mengecek ponselnya, sederetan pesan katalk memenuhi notif. Pengirimnya adalah orang yang sama yaitu Luhan

'Baek, kau sudah melihatnya?'

'Baek,jawablah aish'

'Baek, kau belum bangun?'

'Ku harap kau tidak keluar rumah dulu'

'Aku takut banyak fans mencurigaimu'

Baekhyun tersenyum setelah membaca semua pesan Luhan. Ia adalah seorang teman yang paling mengerti dirinya.

"Gomawo Lu. Tapi aku harus ke cafe eomma Chanyeol untuk urusan sesuatu, mianhae Lu" lirih Baekhyun sambil menatap layar ponselnya.

Setelah berganti pakaian dengan gaya casual, Baekhyun melenggangkan kakinya keluar dari apartement. Alangkah terkejutnya ia saat melihat sebuah kotak hitam tergeletak di depan pintu apartement nya. Kedua alis Baekhyun mengkerut bingung.

Baekhyun mengambil dan membuka kotak hitam itu, raut wajahnya berubah dratis menjadi sangat gelisah. Pasalnya isi dari kotak itu adalah sebuah foto dirinya bersama Chanyeol. Chanyeol tengah berpose merangkul pundak Baekhyun sedangkan Baekhyun tengah menyenderkan kepalanya di lengan Chanyeol. Bukan itu masalahnya, tapi benda di samping foto itu. Di sana, terdapat sebuah boneka beruang seukuran genggaman tangan. Di bagian dadanya terdapat jarum yang tertancap.

Dengan bergetar, Baekhyun menutup kembali kotak hitam itu, dan kembali masuk kedalam. Ia mengurungkan niatnya untuk menemui eomma Chanyeol.

Di balik dinding, seorang wanita tengah tersenyum mengejek setelah menyaksikan kejadian yang menurutnya menarik.

"Permainan baru saja dimulai nona Byun, kita lihat seberapa tangguhnya dirimu"

.

.

TBC

.

Pertama-tama, saya minta maaf karena keterlambatan memposting chap ini. Dan yang kedua, saya minta maaf apabila menurut kalian fanfic ini tidak logis. Oh iya, saya tidak pernah menyebut mereka bertiga bersahabat, karena saya ingin membuat konflik ini. Mungkin jika mereka bersahabat, konflik ini saya rasa kurang cocok karena setahu saya sahabat memang saling mengerti satu sama lain. Namun untuk ukuran teman, mereka masih dalam proses memahami perasaan satu sama lain. Menurut saja, teman itu belum tentu menjadi sahabat. Namun, sahabat itu sudah pasti teman. Maaf apabila pernyataan saya tidak sejalan dengan para readers :)

Dan saya juga berterimakasih bagi yang sudah mereview, memfollow, dan memfav fanfic ini. Arigato gozaimasu :)

.

Mind To Review?