Baekhyun tersenyum setelah membaca semua pesan Luhan. Ia adalah seorang teman yang paling mengerti dirinya.
"Gomawo Lu. Tapi aku harus ke cafe eomma Chanyeol untuk urusan sesuatu, mianhae Lu" lirih Baekhyun sambil menatap layar ponselnya.
Setelah berganti pakaian dengan gaya casual, Baekhyun melenggangkan kakinya keluar dari apartement. Alangkah terkejutnya ia saat melihat sebuah kotak hitam tergeletak di depan pintu apartement nya. Kedua alis Baekhyun mengkerut bingung.
Baekhyun mengambil dan membuka kotak hitam itu, raut wajahnya berubah dratis menjadi sangat gelisah. Pasalnya isi dari kotak itu adalah sebuah foto dirinya bersama Chanyeol. Chanyeol tengah berpose merangkul pundak Baekhyun sedangkan Baekhyun tengah menyenderkan kepalanya di lengan Chanyeol. Bukan itu masalahnya, tapi benda di samping foto itu. Di sana, terdapat sebuah boneka beruang seukuran genggaman tangan. Di bagian dadanya terdapat jarum yang tertancap.
Dengan bergetar, Baekhyun menutup kembali kotak hitam itu, dan kembali masuk kedalam. Ia mengurungkan niatnya untuk menemui eomma Chanyeol.
Di balik dinding, seorang wanita tengah tersenyum mengejek setelah menyaksikan kejadian yang menurutnya menarik.
"Permainan baru saja dimulai nona Byun, kita lihat seberapa tangguhnya dirimu"
.
| Fansite or Fiancee? |
.
| E X O |
.
| GS for Uke |
.
7th Scene
.
Baekhyun tengah terduduk diam di atas sofa ketika seseorang memencet bel apartementnya. Dengan lesu, iya berjalan membuka pintu tanpa memerdulikan siapa yang datang.
Luhan terkejut ketika melihat Baekhyun membukakan pintu dengan wajah yang sangat kusut dan tubuh yang bergetar. ia memegang kedua pundak Baekhyun dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya.
"Baek, ada apa denganmu?" tanya Luhan dengan raut wajah khawatir
"Masuklah dulu Lu" Baekhyun mempersilahkan Luhan masuk, ia lalu berjalan menuju ruang tamu dan dibelakangnya Luhan mengekor
"Duduklah" Keduanya kemudian terduduk bersebelahan di atas sofa. Luhan masih bingung dengan keadaan Baekhyun sekarang.
"Kau lihat kotak hitam itu?" Baekhyun menunjuk si objek yang tengah berada di meja di depan sofa. Luhan pun mengangguk
"Ambilah dan kau buka" perintah Baekhyun. Tanpa pikir panjang Luhan mengambil dan membukanya.
Raut wajah Luhan berubah drastis. Ia sangat tahu siapa yang mengirim kotak ini.
"Baek, ini sudah kelewatan! Aku akan menemuinya sekarang" Luhan beranjak dari duduknya, Namun tangan Baekhyun menarik pergelangan tangannya seolah tak menginginkan Luhan untuk pergi.
"Itu akan memperunyam masalah yang ada Lu" ucap Baekhyun dengan wajah tertunduk. Luhan menghela nafasnya dan memilih untuk menuruti Baekhyun
"Hah..Baiklah kalau itu maumu. Aku akan keluar sebentar membeli makanan ringan untuk mu" Baekhyun melepaskan tangannya yang masih menggenggam erat tangan Luhan. Ia kemudian mengangkat kepalanya dan menatap mata Luhan. "Gomawo Lu" Luhan ikut tersenyum ketika Baekhyun mengakhiri ucapannya dengan sebuah senyuman tipis.
Luhan menutup pintu apartement Baekhyun, ia berjalan menuju minimarket yang tak jauh dari apartement. Tak butuh waktu lama ia sudah sampai di lokasi. Luhan mengambil beberapa makanan ringan serta beberapa roti dan minuman berasa strawberry untuk Baekhyun. Ia lalu membawa semua barang belanjaannya menuju kasir.
Luhan merogoh tasnya berusaha mencari dompetnya, dan nyatanya ia tidak menemukannya. Di sela-sela kepanikannya, seseorang dari belakang Luhan menjulurkan tangannya yang memegang credit card pada petugas kasir dan meletakkan sebuah kaleng coffee di samping barang belanjaan Luhan.
"Gabungkan saja" perintah orang itu pada petugas kasir
Setelah menggesek (?) credit card orang tersebut, si petugas lalu mengembalikannya pada sang pemilik disusul dengan struk barang yang dibeli "Total semuanya ₩10.541. Terimakasih sudah berbelanja di sini"
Luhan mengambil satu plastik belanjaannya dan berniat menyusul orang yang sudah berbaik hati padanya.
"Hei tunggu" panggil Luhan
Pria bertopi hitam itu menghentikan langkahnya, jantungnya berpacu kencang mendengar suara itu. Senyum tipis menghiasi wajahnya walau tak nampak karena tertutupi topi.
"Gomawo sudah membayarkannya. Ikutlah ke apartementku sebentar, aku akan mengganti uangmu" pinta Luhan
"Baiklah, cepat tunjukkan arah ke apartement mu" ucap pria itu
Luhan lantas berjalan mendahului si pria yang mengekor di belakang Luhan. Sejujurnya, sepanjang perjalanan pria itu tak henti-hentinya tersenyum.
Setelah menekan beberapa digit angka, pintu apartemen Luhan terbuka. Ia lalu mempersilahkan pria itu masuk dan duduk di sofa.
"Tadi berapa jumlah semuanya?" tanya Luhan
"Tidak usah diganti asalkan kau mau menemaniku jalan-jalan" ucap pria itu
"Yak! Aku saja tidak mengenalmu, seenaknya saja memintaku menemani jalan-jalan" protes Luhan
"Kau yakin tidak mengenalku?" goda si pria yang kini duduk di hadapan Luhan
Pria itu lantas membuka topi miliknya dan mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk. Luhan terperanjat melihat wujud asli pria yang berhadapan dengannya.
"Bagaimana, kau masih yakin tidak mengenalku heum?" pria itu tersenyum manis, bahkan sangat manis di mata Luhan
"K-kau Se-Sehun k-kan?" tanya Luhan terbata-bata
"Kau benar Luhan. Santai saja Lu, anggap saja kita teman atau mungkin lebih, jangan menganggap aku sebagai idol oke" canda Sehun
"B-baiklah" ucap Luhan sambil menormalkan nafasnya dan jantungnya yang meletup-letup.
"Jadi bagaimana? Kau mau menemaniku?" tanya Sehun
"Tunggu dulu, darimana kau mengetahui namaku?" tanya Luhan penuh selidik
"Baekhyun noona" Sehun menjawabnya sangat santai
"Mianhae, aku tidak bisa menemanimu saat ini. Baekhyun sedang membutuhkanku" lirih Luhan
"Eh? Baekhyun noona kenapa?" tanya Sehun yang mulai khawatir
"Dia mendapat teror dari seseorang" balas Luhan
"Teror?" Kedua alis Sehun bertautan, ia benar-benar ingin tahu sekarang
"Ya. Kau sudah tahu kan hubungan Baekhyun dengan Chanyeol sudah terkuak oleh media, dan tadi pagi ia mendapat teror berupa kotak hitam yang di dalamnya terdapat foto mereka berdua dan boneka beruang yang di dadanya ditusuk oleh jarum" jelas Luhan panjang lebar
"Kurang ajar sekali orang itu. Akan kuadukan pada Chanyeol hyung" ucap Sehun dengan nada kesal. Kedua tangannya sudah terkepal menahan amarah
"Sebaiknya jangan kau beritahu pada Chanyeol, itu akan menambah bebannya" ucap Luhan bijak
"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu. Lain kali kau harus menemaniku jalan-jalan. Dan, tolong jaga Baekhyun noona untukku" Sehun beranjak dari duduknya, tak lupa ia membungkukan badannya dan setelahnya ia melemparkan senyumnya untuk Luhan.
Luhan merasakan wajahnya sudah mulai memanas akibat perlakuan Sehun barusan.
"Hei, kita bisa berjalan bersama. Kau tidak lupa kan apartement Baekhyun juga di sini?" tawar Luhan
"Aku bukan lupa, tapi memang aku tidak tahu Baekhyun noona tinggal di apartement ini juga" balas Sehun
Mereka berdua lalu berjalan bersama menuju lift. Luhan sebenarnya bisa menggunakan tangga karena letak apartement Baekhyun hanya beda satu lantai darinya, namun ia juga tak mau melewatkan kesempatannya bersama sang idol.
"Aku duluan ya Sehun" pamit Luhan
"Ya. Dan pastikan gelang yang berada di pergelangan tanganmu tidak hilang" balas Sehun dan setelah itu pintu lift kembali tertutup, menyisakan tatapan bingung dari Luhan.
Di sepanjang perjalanan menuju apartement Baekhyun, Luhan terus berpikir maksud ucapan Sehun. Gelang? setau ia gelang yang saat ini ia pakai adalah pemberian Baekhyun.
Setelah memencet bell, Baekhyun membukakan pintu untuk Luhan. Luhan meminta maaf pada Baekhyun karena membuatnya menunggu lama.
"Baek, gelang ini sebenarnya kau beli dimana?" tanya Luhan sambil menunjukkan tangan kanannya pada Baekhyun
"Aku tidak beli. Aku memalaknya dari seseorang" balas Baekhyun santai
"Siapa?" tanya Luhan penuh penasaran
"Sehun" Mata Luhan membulat setelah mendengar pernyataan Baekhyun barusan. Sehun? Oh Sehun? Akhirnya Luhan menemukan maksud dari ucapan yang dilontarkan Sehun sebelumnya.
"Hah.. Kenapa kau tak bilang? Pantas saja tadi ia bilang itu" Luhan menghela nafasnya
"hehe. tunggu. Tadi kau bertemu Sehun?" Baekhyun memicingkan matanya yang disambut anggukan Luhan
"Ia muncul di minimarket dan membayar belanjaanku. Lalu ia mengajakku jalan-jalan tapi aku tolak karena aku mengkhawatirkanmu" jelas Luhan
"Aish, anak itu modusnya benar-benar." gerutu Baekhyun
...
Di tempat lain, Staff SM ent tengah mempersiapkan konferensi pers perihal masalah Chanyeol. Sedangkan Chanyeol tengah berada di ruang petinggi SM ent.
"Kumohon, jangan beritahu identitasnya. Cukup katakan bahwa yang di foto itu memang aku dan jika ada yang menanyakan siapa yeoja itu, jawab saja ia tunanganku. Diluar pertanyaan itu, jangan jawab apapun" pinta Baekhyun pada sang atasan
"Kau sudah tahu konsekuensi dari masalah ini kan Chanyeol?" tanya sang petinggi SM dengan nada dingin
"Ya" balas Chanyeol tegas
"Baiklah, kau boleh keluar" ucap sang petinggi SM
Chanyeol beranjak dari duduknya dan berjalan keluar ruangan itu. Di sepanjang jalan, senior-seniornya menyemangatinya dan tak lupa dari para member terlebih Kris yang sebelumnya juga mengalami masalah seperti ini.
Konferensi pers sudah dimulai, Chanyeol yang was-was akan pertanyaan wartawan memantau jalannya konferensi lewat layar tv yang ada di ruang latihan vocal.
"Laki-laki yang ada di foto itu memang benar Park Chanyeol" ucap Staff SM
"Siapa yeoja yang tengah ia peluk? Ada hubungan apa di antara mereka?" tanya salah seorang wartawan
"Dia tunangan dari Park Chanyeol" jawab Staff SM
"Siapa nama yeoja itu? Dan apakah dia seseorang dari kalangan selebritis juga?" tanya salah seorang wartawan lain
"Demi keamanan yeoja tersebut, kami tidak bisa memberitahu kalian perihal identitasnya. Saya harap kalian memakluminya" jelas Staff SM
"Saya rasa semua pertanyaan sudah terjawab. Pertemuan ini saya akhiri, terimakasih" Staff SM itu berdiri lalu membungguk sebentar sebelum meninggalkan tempat konferensi pers.
...
Baekhyun masih gelisah akan isi kotak hitam itu, ia takut terjadi sesuatu dengan Chanyeol. Pasalnya, Chanyeol termasuk member dengan jumlah fans terbanyak setelah Sehun. Ia takut ada sasaeng fans yang berusaha mencelakai Chanyeol.
Baekhyun mengambil ponselnya. Ia membuka situs Naver dan mendapati nama Park Chanyeol berada di posisi pertama di pencarian situs tersebut. Ia lalu membuka twitter dan mencari mengetik nama chanyeol sebagai keyword nya. Berbagai tanggapan baik positif maupun negatif dari para fans membuat Baekhyun was-was.
'Semoga tunangan Chanyeol bukan dari kalangan artis'
'Aku mendukungmu Chanyeol'
'Aku tidak rela Chanyeol sudah dimiliki orang lain T-T'
'Selama itu bukan Nana maupun artis lain aku setuju-setuju saja'
'Siapapun itu yang sudah memiliki Chanyeol akan ku kirimi boneka chukky'
Mata Baekhyun terkesiap ketika melihat satu foto yang tersisip di antara tweets para fans. Di foto tersebut terdapat tangan seorang remaja yang dipenuhi goresan-goresan benda tajam dan darah yang masih mengalir keluar dari luka tersebut.
"Kumohon..jangan lakukan hal itu" lirih Baekhyun
"Itu membuatmu merasa semakin bersalah pada kalian" tambahnya
Baekhyun mengeluarkan segala aplikasi yang baru saja ia buka. Ia lalu menyentuh ikon contact dan berusaha menghubungi seseorang yang ingin ia ajak curhat.
'Yeoboseyo, Baekhyun noona waeyo?' tanya sang lawan bicara
'Seseorang meneror ku pagi ini..' jawab Baekhyun
'Apa noona tahu siapa yang mengirimnya?' tanya nya lagi
'Jika aku tahu, aku tidak akan memakai panggilan 'seseorang' untuk si peneror itu pabo' balas Baekhyun
'Hehe, mianhae noona. Kau tidak perlu merasa cemas, aku dan member lain akan berusaha melindungimu' balas nya
'Tolong jaga Chanyeol ne, aku takut ia dalam kondisi kacau' pinta Baekhyun
'Dan kurasa yang sangat kacau adalah kau noona' balas nya
'Kau benar..' lirih Baekhyun
'Jangan bersedih noona, jika ada waktu akan ku luangkan main ke rumahmu' balas nya
'Aku sudah tidak tinggal di tempat eomma lagi' ucap Baekhyun
'Lalu?' tanya si lawan bicara
'Kau bisa tanyakan pada bocah albino itu. Moodku tiba-tiba hilang untuk bicara denganmu, bye~'
Baekhyun mematikan sepihak sambungannya. Ia melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil beberapa cemilan yang dibelikan oleh Luhan.
Fansite or Fiancee?
Seorang yeoja berperawakan pendek tengah berjalan menyusuri lorong sebuah apartement dini hari. Di tangan kirinya, ia membawa sebuah kotak yang di atasnya terdapat sepucuk surat yang bertinta merah.
Yeoja itu kemudian berhenti di salah satu pintu apartement. Ia meletakkan kotak yang ia pegang tepat di depan pintu apartement tersebut. Sudah 3 hari belakangan ini yeoja itu menikmati kegiatan barunya.
"Heol.. Berhenti bermain permainan anak kecil wahai yeoja pendek"
Kyungsoo teperanjat ketika mendengar suara baritone milik seorang namja yang ia kenal terdengar di balik punggungnya, otomatis ia memutar tubuhnya ke arah sumber suara itu berasal.
"Kau kaget? Kau pasti tahu siapa aku" Namja itu melangkahkan kakiya mendekat ke arah Kyungsoo hingga menyisakan jarak 3 meter antara mereka berdua.
Tubuh Kyungsoo bergetar dan mulutnya sama sekali tak bisa mengeluarkan sepatah katapun setelah melihat seorang namja yang tengah berhadapan dengannya saat ini.
"Ikuti aku" perintah Namja itu dingin. Wajahnya mencoba menahan emosinya, dan tangannya ia letakkan di balik saku celananya.
Kyungsoo dengan tubuh bergetar mengekor namja yang akan membawanya entah kemana.
.
.
TBC
Finally, saya berhasil menyelesaikan chap ini. Maaf kalau chap ini saya terlambat mempostingnya. Akhir-akhir ini saya tengah dimanjakan oleh berbagai tugas dan ulangan-ulangan /curhat/. Chap berikutnya mungkin akan saya post di hari Sabtu atau Minggu dan akan bertebaran chanbaek moment diselingi sedikit kaisoo moment hehe.
Dan Terimakasih buat yang sudah mereview, memfollow, dan memfav fanfic yang masih banyak kekurangannya ini. Saya akan terus memperbaiki kekurangan fanfic ini :)
.
And Then,
Alles Gute zum Geburtstag für EXO 'voice'
PARK CHANYEOL
Yeayy.. He's already 23rd y.o now
.
And the last,
.
MIND TO REVIEW?
