"Heol.. Berhenti bermain permainan anak kecil wahai yeoja pendek"
Kyungsoo teperanjat ketika mendengar suara baritone milik seorang namja yang ia kenal terdengar di balik punggungnya, otomatis ia memutar tubuhnya ke arah sumber suara itu berasal.
"Kau kaget? Kau pasti tahu siapa aku" Namja itu melangkahkan kakiya mendekat ke arah Kyungsoo hingga menyisakan jarak 3 meter antara mereka berdua.
Tubuh Kyungsoo bergetar dan mulutnya sama sekali tak bisa mengeluarkan sepatah katapun setelah melihat seorang namja yang tengah berhadapan dengannya saat ini.
"Ikuti aku" perintah Namja itu dingin. Wajahnya mencoba menahan emosinya, dan tangannya ia letakkan di balik saku celananya.
Kyungsoo dengan tubuh bergetar mengekor namja yang akan membawanya entah kemana.
.
| Fansite or Fiancee? |
.
| E X O |
.
| GS for Uke |
.
8th Scene
.
Langkah kaki namja itu terhenti di taman dekat apartement, otomatis Kyungsoo yang masih mengekor juga menghentikan langkahnya.
"Apa motif mu melakukan semua itu?" Namja itu membalikkan badannya dan menatap dingin ke arah Kyungsoo
Hening. Mulut Kyungsoo seakan dijahit oleh seseorang, ia tak berani mengeluarkan sepatah katapun.
"Jangan menunduk dan jawab pertanyaanku!"perintah namja itu
"Aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran" Kyungsoo dengan berani mengangkat wajahnya. Tatapan tajamnya langsung ia tunjukkan pada orang yang tengah berhadapan dengannya.
"Apa salah Baekhyun noona? Ia tidak bersalah!" balas Namja itu
"Apa yang kau rasakan jika orang yang kita cintai ternyata sudah dimiliki orang lain, dan lebih parahnya orang lain itu berada di dekatmu, menyembunyikannya rapat-rapat" Kyungsoo mengeluarkan seluruh amarahnya, wajahnya sudah sangat merah dan matanya berkaca-kaca.
Namja itu menghela nafasnya kasar, "Hah... Kau hanya mengaguminya sebagai idola, ku harap kau bisa membedakan antara rasa kagum dan cinta. Setiap orang memiliki batasan privasinya, kau tidak bisa mendesaknya untuk memberitahukannya. Apa yang akan kau lakukan jika kau berada di posisi Baekhyun noona sekarang?"
Kyungsoo terdiam, berusaha merenungkan setiap kata yang baru diucapkan oleh lawan bicaranya.
"Ku peringatkan kau, berhenti sekarang sebelum semuanya terlambat. Mungkin sekarang Baekhyun noona yang kau sakiti, tapi pada akhirnya kau akan berada di pihak yang paling tersakiti." Kecam namja itu dengan sorotan mata dan wajah yang sama-sama tak bersahabat.
Setelah menyelesaikan kalimatnya, Namja itu melenggang pergi menjauhi Kyungsoo dan menyisakan penyesalan bagi Kyungsoo
" Kai– Mianhae dan Gomawo" lirih Kyungsoo yang pastinya tak akan di dengar oleh Kai yang sudah berjalan cukup jauh.
...
Sang surya perlahan-lahan menampakkan dirinya dari ufuk Timur. Pancaran cahaya nya yang menembus jendela apartement Baekhyun membuat yeoja itu terusik. Dengan perlahan, Baekhyun membuka matanya dan merenggangkan badannya. "Hoamm..."
Baekhyun terduduk sejenak di pinggiran tempat tidur sebelum akhirnya ia mengambil ponsel miliknya di atas meja. Ia lalu mengecek ponselnya yang terdapat beberapa notif dari account Kakaotalk miliknya dan sebuah SMS.
'Baek, kumpulan foto yang kau minta sudah oppa cetak. Kau mau oppa mengantarkannya padamu?'
Baekhyun lalu membalas pesan dari sang kakak –Baekbeom.
'Aniyo oppa, aku akan mengambilnya nanti siang. Pastikan buku itu ada di rumah eomma ne'
-Send-
Baekhyun lalu beralih membuka kakaotalk miliknya. Di barisan pertama, terdapat notif dari Chanyeol
'Baek, kau datanglah ke caffe eomma nanti siang. Ada yang ingin aku bicarakan padamu'
Dengan cepat, Baekhyun menggerakkan jarinya menyentuh ponsel untuk membalas pesan dari sang tunangan
'Ne Park Dobi Chan'
Belum sempat Baekhyun mengeluarkan chatnya, sebuah balasan dari Chanyeol sudah Baekhyun terima
'Saranghae baby smurf'
Baekhyun terkekeh membaca kalimat tersebut, sebenarnya ia berniat tak mau membalasnya, namun ia tak tega.
'Ku rasa kau sudah tahu jawabannya'
'Aku tidak tahu baby smurf' –Dobi Chan
'Kau pembohong besar'
'Ayolah, kalau kau tak mau mengetiknya. Kirimi aku voice note yang berisi balasan itu baby' –Park Chanyeol
'-Voice note send-'
Baekhyun lalu beralih ke notif selanjutnya yang berasal dari –Luhan
'Baek, apa yang sebaiknya harus aku berikan untuk Sehun?' –Luhan
'Memangnya kau ingin bertemu dengannya?'
'Aish, dia menagihnya. Dan kau yang memberitahu nomorku padanya eoh?' –Luhan
'Berikan dia sebuah kecupan lembut di bibir kkk. Ne, aku yang memberitahu nya'
'Yak, apa-apaan kau. Itu sama saja menjatuhkan harga diriku' –Luhan
'Aku hanya bercanda. Kurasa ia yang akan menghadiahimu itu'
'Heung.. bertanya padamu tak akan medapatkan solusi yang baik huh' –Luhan
Baekhyun terkekeh melihat balasan Luhan yang terakhir, ia benar-benar sedang berniat menggoda temannya yang satu ini.
Baekhyun lalu mengirimi pesan katalk pada Jaemi
'Jaemi-ah, ajaklah Jaera nanti sore ke apartement ku. Aku mengundang kalian untuk bermain sekaligus ingin memberikan pesanan Jaera. Alamatnya akan ku kirimi nanti'
Baekhyun menaruh ponselnya, ia berjalan menuju kamar mandi dan bersiap menuju rumah eommanya untuk mengambil photobook.
Tak butuh waktu lama, kini Baekhyun sudah selesai dengan kegiatannya. Dengan gaya casual, ia berjalan keluar apartement. Ia mengambil kotak dari si peneror dan memasukkannya ke dalam tasnya.
Baekhyun lebih memilih menggunakan subway ketimbang taxi, alasannya simple, ia hanya ingin menghemat pengeluarannya saja.
Di rumahnya, ia disambut oleh kedua orangtuanya. Sang appa memang sedang meliburkan dirinya sedangkan sang oppa sudah berangkat bekerja.
"Yeobo~ Uri adeul datang~ Baekhyun, bogoshipeo" Mrs. Byun memeluk erat Baekhyun hingga Baekhyun merasa sulit bernapas.
"Yeobo, kasihan Baekhyun sulit bernapas" ujar yang langsung mendapat reaksi dari sang istri. "Mianhae chagi. Kau tak apa baek? Apa ada seseorang yang menerormu karena berita itu?" tanya yang kedua tangannya sudah menangkup pipi Baekhyun, raut wajahnya menunjukkan kekhawatiran.
"Nan Gwaenchana eomma.. Belum ada yang mengetahui identitasku" Kedua tangan Baekhyun memegang pergelangan tangan sang eomma yang berada di pipinya, mengusapnya lembut.
"Kajja, eomma akan menemanimu makan." lalu menarik tangan Baekhyun menuju arah dapur dan mendudukkannya di salah satu kursi.
"Selamat makan" ucap Baekhyun riang. Sang eomma hanya bisa memandang anaknya dengan menopang dagu.
Baekhyun sudah menyelesaikan kegiatan makannya, iya teringat tujuannya datang kesini, "Oh iya eomma, apa Baekbeom oppa meninggalkan sebuah buku yang berisi kumpulan foto?" sang eomma mengangguk
"Tunggu sebentar, akan eomma ambilkan" Sang eomma lalu berjalan ke arah ruang tamu, dan membawa sebuah buku di tangannya. "yang ini?" tanya sang eomma
Baekhyun mengangguk, "Ne eomma". Ia lalu mengambil photobook itu setelah sang eomma memberikan padanya.
"Eomma, Appa, aku pamit pergi dulu. Jaga kesehatan kalian masing-masing ne" pamit Baekhyun
"Eh? Sudah mau pergi? Yasudah, berhati-hatilah Baek" ujar
"Ne appa..Aku ingin menemui Chanyeol di caffe eommonim" balas Baekhyun
"Titipkan salam kami untuknya. Kalian berdua harus melewatinya bersama-sama, eomma yakin pasti semua akan menjadi lebih mudah" jelas , Baekhyun pun mengangguk dan kemudian membungkukkan badannya tanda hormat sekaligus pamit.
"Anyeong eomma~ appa~" pamit Baekhyun, ia kemudian berjalan keluar.
Baekhyun kembali menaiki subway untuk sampai di caffe eomma Chanyeol. Setelah sekitar setengah jam berdiri di dalam subway, Baekhyun tiba di stasiun dekat caffe sang eommonim. Ia lalu berjalan sekitar 200 meter untuk sampai di lokasi.
Baekhyun mendorong pintu caffe tersebut, tak cukup banyak pengunjung yang datang karena caffe baru saja dibuka. Baekhyun lalu menghampiri Yoora yang berada di kasir.
"Eonni, Yorae eodi?" tanya Baekhyun
"Oh, dia sedang jalan-jalan dengan Appanya" balas Yoora yang hanya disambut anggukan mengerti dari Baekhyun
"Seseorang tengah menunggumu di lantai dua, jangan membuatnya menunggu kkk" ucap sang kakak ipar yang dibarengi dengan menggoda.
"Ne eonni. Oh iya, tolong sampaikan pada eommonim ia dapat salam dari eomma dan appa" pinta Baekhyun
"Aku tidak?" tanya Yoora polos
"Tidak,kkk. Kalau begitu aku pamit ke atas dulu eonni" pamit Baekhyun. Ia lalu berlari menuju lantai dua.
Di lantai dua, seorang namja tengah duduk di salah satu kursi yang terletak di salah satu sudut ruangan itu. Tangannya melambai-lambai ketika melihat kehadiran Baekhyun.
"Baek" panggil Chanyeol
Baekhyun lalu duduk berhad-hadapan dengan Chanyeol, ia mencoba menetralkan nafasnya.
"Kau ada apa memintaku ke sini eoh?" tanya Baekhyun
"Hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu"jawab Chanyeol dengan tampang watados
"Tidak ada jadwal?" tanya Baekhyun lagi
"Aku free seminggu Baek. Rencananya aku ingin mengajak keluarga kita berlibur, kau setuju?" tanya Chanyeol yang meminta persetujuan pada Baekhyun
"Sangat setuju" jawab Baekhyun semangat
"Baiklah, 4 hari lagi kita akan berlibur. Sekarang, ayo jalan-jalan" Chanyeol mengulurkan tangannya dan mengacak-acak surai Baekhyun.
"Tak bisa, aku ada tamu sore nanti sekitar jam 6. Aku juga harus belanja untuk keperluanku" jelas Baekhyun
"Akan kutemani." Ucap Chanyeol sedangkan Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya seakan berkata 'tidak usah'
Chanyeol menghela nafasnya, ia kedua punggung tangan Baekhyun dan mengusapnya pelan, "Kita kan sudah berjanji untuk melewatinya bersama, kau tak usah cemas Baek"
Chanyeol dan Baekhyun beranjak keluar caffe lewat pintu belakang, mereka lalu berjalan sebentar menuju mobil Aston Martin One-77 yang baru dimiliki oleh Chanyeol beberapa bulan lalu.
Mereka langsung melesat ke salah satu pusat perbelanjaan. Penampilan Chanyeol untuk hari ini tidak mencolok, hanya memakai kaos oblong yang dipadu dengan kemeja warna putih ditambah jeans dan sepatu vans berwarna biru.
Tidak banyak pengunjung yang pada jam-jam segini karena masih dalam jam kerja maupun jam belajar.
Selain membeli bahan makanan, mereka juga menyempatkan diri untuk membeli beberapa baju couple.
...
Baekhyun menekan beberapa digit angka untuk membuka pintu apartement nya dan tak lama kemudian terbuka. Baekhyun masuk terlebih dahulu dan disusul oleh Chanyeol yang memegang belanjaan mereka.
Baekhyun langsung menuju ke dapur setelah Chanyeol meletakkan semua barang belanjaan. Tiba-tiba, Chanyeol memeluknya dari belakang dan membuat Baekhyun tersentak, "Kau mau masak apa Baek?"
"Kau maunya apa? Akan kubuatkan untukmu" tanya Baekhyun sembari menetralkan nafas dan jatungnya yang berdegup kencang.
Chanyeol mengambil pisau yang Baekhyun pegang dan memutar tubuh Baekhyun, "Biar aku memasangkan apron untukmu". Perlahan-lahan Chanyeol memakaikannya pada Baekhyun, dan posisi mereka sangat dekat seperti posisi berpelukan, dagu Chanyeol bersentuhan dengan pundak Baekhyun. Setelah selesai mengikat tali apron, Chanyeol menolehkan wajahnya yang masih berada di pundak Baekhyun dan..
~CHUP~
Satu ciuman berhasil mendarat di pipi kanan Baekhyun.
"Yak! Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan!" teriak Baekhyun yang langsung mendorong tubuh Chanyeol agar menjauh
"Biarkan, kau juga senang kan ?" goda Chanyeol sambil memainkan hidung Baekhyun
"Sudahlah, kau duduk di sofa sana! Aku mau melanjutkan memasak" perintah Baekhyun
"Aku mau menemanimu Baby smurf~" ucap Chanyeol dengan manja
"Tak akan cepat selesai jika ada kau di sini" balas Baekhyun sambil melanjutkan memotong lobak
"Wae? Kau gugup jika ditemani aku?" goda Chanyeol lagi
"Chan, kau tahu apa yang kupegang sekarang?" Baekhyun mengangkat pisaunya. Dahi Chanyeol mengerut.
"Pergi atau nasibmu akan seperti lobak ini!" Baekhyun mengayunkan pisaunya ke lobak yang berada di atas talenan dan lobak itu terbelah dua. Chanyeol hanya bisa bergidik ngeri dan berlari meninggalkan dapur.
Setelah dua jam memasak, Baekhyun menyelesaikan semuanya. Di meja makan sekarang sudah tertata rapi beberapa makanan.
Baekhyun mendudukkan tubuhnya tepat di sebelah Chanyeol yang tengah menonton reality show.
"Kau sudah selesai?" tanya Chanyeol yang dibalas anggukan Baekhyun
"Kau masak apa saja?" tanya Chanyeol lagi
"Japchae special untukmu, jjajangmyeon, kimbab, miyeok guk, dan kimchijeon" jelas Baekhyun.
Ting nong..Ting nong /failed backsound/
"Mereka sudah datang, kau tunggu saja di sini" ucap Baekhyun
Baekhyun berjalan ke arah pintu dan membukanya. Ia lalu mempersilahkan keduanya untuk masuk ke dalam.
"Baek eonni! Bogoshippeo" ucap Jaera yang langsung berlari ke pelukan Baekhyun
"Nado jaera-ah" balas Baekhyun. Ia langsung menggendong jaera, sedangkan Jaemi mengekor Baekhyun.
Jaera terkejut ketika menyadari siapa orang yang tengah terduduk membelakanginya. Sedangkan Jaemi, ia bertingkah biasa saja.
"Kajja, kita duduk" ucap Baekhyun
Jaera langsung berlari ke seorang namja yang duduk membelakanginya, ia lalu memiringkan wajahnya dan..
"Woahh..Chanyeol oppa!" teriak jaera antusias
"Ne, benar dia Chanyeol oppa. Chan, beri salam pada mereka" perintah Baekhyun. Chanyeol yang merasa namanya terpanggil segera menyapa para tamu.
"Anyyeonghaseyo, jeoneun Jung Jaemi imnida" sapa Jaemi
"Jaera, perkenalkan dirimu!" perintah sang kakak.
"Anyeonghaseyo oppa.. Jeoneun Jaera imnida. Bolehkah aku berfoto denganmu?" tanya Jaera dengan wajah penuh harap.
"Tentu saja" balas Chanyeol lembut sembari mengusap-usap surai Jaera
Baekhyun lalu menyuruh mereka untuk makan malam bersama terlebih dahulu. Mereka dengan lahap memakan masakan yang telah dibuat oleh Baekhyun.
"Masakan eonni benar benar jjang" ucap Jaera yang sudah selesai makan terlebih dahulu.
"Gomawo Jaera. Oh iya, eonni akan ambilkan pesananmu di kamar" Baekhyun lalu bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya. Tak lama kemudian ia kembali dengan membawa sebuah photobook di tangan kanannya.
"Ini untukmu" ucap Baekhyun sambil menyodorkan photobook itu pada Jaera
"Dan ini bonusnya" Baekhyun lalu menyerahkan satu foto seukuran foto polaroid pada Jaera
"I-ini Sehun?" tanya Jaemi
"Ne, jangan beritahu ini pada siapa-siapa oke. Biarkan ini menjadi rahasia kita kkk" ucap Baekhyun dan disambut anggukan Jaera dan Jaemi
"Ngomong-ngomong, tadi kenapa kau tidak terkejut mengetahui aku di apartement Baekhyun?" tanya Chanyeol
"Aku sudah mengetahui hubungan kalian saat foto itu terkuak oleh media" jelas Jaemi
"Bagaimana bisa?" tanya Baekhyun terkejut
"Yeoja itu mengenakan beberapa gelang persis seperti 2 gelang yang eonni berikan padaku dan Jaera, postur tubuhnya juga meyakinkan ku bahwa itu eonni. Lalu Jaera berteriak memanggil namamu ketika melihat foto itu" jelas Jaemi
"Kenapa bisa Jaera berteriak namaku?" tanya Baekhyun lagi
"Ketika ia melihat foto yang tak nampak wajah orangnya, ia selalu berteriak seperti itu. Ku kira awalnya ia hanya menerka-nerka, namun selama ini nama orang yang ia teriakkan selalu benar. Dia mempunyai sedikit kelebihan di banding anak kecil lainnya" jelas Jaemi lagi
"Oh begitu, ku harap kau merahasiakannya untuk sementara waktu ini" pinta Chanyeol
"Itu pasti oppa. Kalau begitu kami pamit dulu ne" ucap Jaemi yang sudah beranjak dari duduknya.
"Eh? Terburu-buru sekali"
"Kasihan eomma kami menunggu di rumah sendiri, sedangkan appa belum pulang" jelas Jaemi
"Eonni, aku mau foto sama Chanyeol oppa" rengek Jaera sambil menarik-narik ujung baju Jaemi
"Kajja kita berfoto dahulu" ajak Chanyeol
Ponsel Jaemi dipegang oleh Baekhyun, Chanyeol sedang memangku Jaera dan perpose V andalannya dan di sampingnya Jaemi juga berpose sama dengan wajahnya yang dibubuhi oleh senyuman.
"Say kimchiiiii" perintah Baekhyun
"Kimchiii" ucap mereka serempak. Mereka kemudian berganti gaya hingga 4 kali jepretan.
"Gomawo eonni dan oppa" ucap Jaemi membungkuk hormat ketika mereka semua sudah berada di dekat pintu. Baekhyun lalu melambaikan tangannya ketika jaemi dan Jaera pergi.
...
Di tempat lain, seorang yeoja tengah menimang-nimang sebuah ponsel putih. Ia nampak sedang berperang dengan pikirannya sendiri.
"Apakah aku harus menghentikannya sampai sini" lirih Kyungsoo
"Omongan Kai memang ada benarnya" lirihnya lagi
Kyungsoo memutuskan untuk membuka ponsel tersebut dan mengambil memory card ponsel tersebut dan membuangnya ke tanah. Ia lalu beranjak pergi dari taman tersebut.
"Aku memutuskan untuk berhenti" ucapnya
Namun, Kyungsoo tak sadar sedaritadi ada seseorang yang mengikutinya. Setelah Kyungsoo berjalan cukup jauh, laki-laki itu mengambil memory card yang Kyungsoo buang. Wajahnya menampilkan seringai mengerikan.
"Sebuah benda yang sangat menguntungkan untukku" ucapnya sambil menggenggam erat memory card tersebut.
.
.
.
TBC
Dan, ini Chapter 8 nya. Sesuai janji kan? Kkk. Mungkin chap selanjutnya saya tidak bisa fast update karena sedang banyak tugas /curhat lagi/ Mianhae. Fanfic ini mungkin akan selesai sekitar akhir tahun nanti.
Dan terimakasih buat yang sudah mereview, memfollow, dan memfav fanfic yang masih banyak kekurangan ini.
.
Mind To Review?
