Di tempat lain, seorang yeoja tengah menimang-nimang sebuah ponsel putih. Ia nampak sedang berperang dengan pikirannya sendiri.

"Apakah aku harus menghentikannya sampai sini" lirih Kyungsoo

"Omongan Kai memang ada benarnya" lirihnya lagi

Kyungsoo memutuskan untuk membuka ponsel tersebut dan mengambil memory card ponsel tersebut dan membuangnya ke tanah. Ia lalu beranjak pergi dari taman tersebut.

"Aku memutuskan untuk berhenti" ucapnya

Namun, Kyungsoo tak sadar sedaritadi ada seseorang yang mengikutinya. Setelah Kyungsoo berjalan cukup jauh, laki-laki itu mengambil memory card yang Kyungsoo buang. Wajahnya menampilkan seringai mengerikan.

"Sebuah benda yang sangat menguntungkan untukku" ucapnya sambil menggenggam erat memory card tersebut.

.

| Fansite or Fiancee? |

.

| E X O |

.

| GS for Uke |

.

9th Scene

.

Setelah Jaemi dan Jaera pamit pulang, Chanyeol dan Baekhyun memutuskan untuk menonton tv di ruang tamu. Kesempatan ini dimanfaatkan Chanyeol untuk bermanja-manja dengan Baekhyun. Chanyeol menidurkan tubuhnya di atas sofa dengan kepalanya ia sandarkan di kedua paha milik Baekhyun, sedangkan Baekhyun sedaritadi hanya mengelus lembut surai Chanyeol sambil menikmati acara yang ditontonnya.

"Baek" panggil Chanyeol

"Hm?" Baekhyun yang tadinya menjadikan tv sebagai objek utama kini ia beralih ke wajah Chanyeol setelah ia dipanggil.

"Bisakah aku tidur di sini?" pinta Chanyeol dengan pandangan yang tak lepas dari wajah Baekhyun.

"Kau mau tidur di sini? Bagaimana jika manager oppa mencari mu?" tanya Baekhyun lagi

"Aku sudah mengiriminya pesan" balas Chanyeol

"Kau bahkan sudah mengiriminya pesan sebelum aku menyetujui nya" ucap Baekhyun dengan nada kesal dibuat-buat

"Aku yakin kau tidak akan menolak permintaanku smurf" ucap Chanyeol dengan pede.

Baekhyun menghela nafasnya, "Hah.. Apa boleh buat."

Chanyeol bangkit dari tidurnya dengan semangat, "Kajja, kita ke kamar"

Baehyun mengernyitkan dahinya, mencoba mencerna ucapan Chanyeol dan..

Pletak.

Satu jitakan dari Baekhyun mendarat mulus di dahi Chanyeol

"Kau tidur di sini atau kau pulang saja!" ancam Baekhyun

"Adwae, Chan mau tidur sama baby Smurf. Chan janji tidak akan berbuat apa-apa, kecuali jika baby smurf yang memulai duluan" pinta Chanyeol layaknya anak kecil.

"Yak! Tidak sudi aku menggoda mu huh." Balas Baekhyun dengan sarkastis.

Chanyeol lalu menggeser posisi duduknya menjadi semakin dekat dengan Baekhyun. Wajah mereka sekarang sudah sangat berdekatan, satu sama lain mungkin bisa mendengar deru nafas pasangannya.

"Mungkin aku yang akan menggodamu Baek" ucap Chanyeol seduktif di telinga Baekhyun.

Baekhyun merasa wajahnya benar-benar panas sekarang, ia lalu mendorong dada Chanyeol hingga akhirnya yang di dorong hampir terjungkal dari sofa.

"Wajahmu sangat merah Baek" ucap Chanyeol sok polos

"Yak! Wajahmu menggelikan Chan" ucap Baekhyun dengan memasang ekspresi seperti orang yang sedang jijik.

Di tengah pertengkaran mereka, bell apartement Baekhyun berbunyi. Baekhyun dengan sigap berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah pintu tanpa melihat di intercom siapa yang bertamu.

"Halo Baek!" sapa Luhan

"Masuklah Lu. Ada seseorang yang ingin ku perkenalkan" pinta Baekhyun

"Pasti Chanyeol" balas Luhan sok tahu

Mereka berdua lalu berjalan menuju ruang tamu. Chanyeol yang menyadari kehadiran Luhan segera menoleh ke belakang. Sedangkan Luhan hanya memberi sapaan pada Chanyeol.

"Chan, kenalkan dia Luhan" ucap Baekhyun

"Aku sudah tahu. Dia target Sehun kan?" balas Chanyeol. Kemudian ia melirik Luhan dari atas hingga ke bawah berulang-ulang kali.

"Menarik" gumam Chanyeol

"Apa maksudmu eoh?" Baekhyun menatap tajam ke arah Chanyeol.

"E-eh? Aku hanya memujinya Baek. Di mataku kaulah yang paling menarik" ucap Chanyeol sambil mengacak-acak surai Baekhyun

Baekhyun memutar bola matanya malas, "So cheesy"

Baekhyun kemudian menyuruh Luhan untuk duduk, ia tak tahu kenapa temannya yang satu ini bertamu malam-malam. Apa mungkin ia ingin menceritakan kencannya? Mungkin.

"Chan, pergilah ke kamar duluan" pinta Baekhyun

"Wae?" tanya Chanyeol. Baekhyun tidak menjawab, ia langsung memberikan death glare ke arah Chanyeol

"Oke oke, aku pergi dulu nona-nona" Chanyeol beranjak dari duduknya, meletakkan kedua tangannya dibalik saku celana.

"Dia menginap?" tanya Luhan

"Begitulah" jawab Baekhyun singkat

"Sekamar" tanya Luhan lagi dan disambut anggukan Baekhyun

"Satu tempat tidur?" tanya Luhan lagi

"Tidak! Dia akan kusuruh tidur di sofa" ucap Baekhyun

Luhan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, "Baguslah"

"Jadi, apa tujuanmu kemari nona Xi?" tanya Baekhyun

"Ucapanmu benar, ia menciumku" ucap Luhan

"hah..sudah kuduga. Bocah itu 11-12 dengan orang idiot tadi" balas Baekhyun.

"Ini untukmu" Luhan menyodorkan sebuah paper bag untuk Baekhyun

"Gomawo" ucap Baekhyun

Luhan berdiri dari duduknya, "Kalau begitu aku pulang dulu. Bye~" ia langsung berlari keluar apartement Baekhyun

"Aish, datang kemari hanya untuk membanggakan kencannya tadi" gerutu Baekhyun

"Kau cemburu?" tanya seseorang yang sedaritadi sudah berdiri di belakang Baekhyun

"Yak! Kau mengagetkanku Chan!" protes Baekhyun

"Kita bisa berkencan 4 hari lagi Baek" jelas Chanyeol dan mencium sekilas pipi Baekhyun dari belakang, "Saranghae Baby Smurf"

"Nado Saranghae Dobi Chan" ucap Baekhyun lembut

Mereka lalu berjalan beriringan menuju kamar. Baekhyun tidur di tempat tidurnya, sedangkan Chanyeol tidur di lantai dengan beralaskan bedcover dan selimut tipis untuk menutupi tubuhnya.

"Jaljayo Baby Smurf" ucap Chanyeol

"Neodo Jaljayo Chan" balas Baekhyun


Di pagi harinya, Chanyeol tidak menemukan Baekhyun di kamarnya. Ia lalu mencarinya di segala sudut apartement, dan menemukan Baekhyun tengah memasak di dapur.

Chanyeol memberikan back hug pada Baekhyun yang tentunya membuat si empu nya terkejut, "Chan! Bisakah tidak mengangguku eoh?" protes Baekhyun

Chanyeol menggelengkan kepalanya, ia tidak mau melepas pelukannya, "Gimme a morning kiss babe~" rengek Chanyeol.

Baekhyun melepaskan pelukan Chanyeol dan memutar badannya sehingga mereka berhadap-hadapan, "Close your eyes babe" pinta Baekhyun.

Chanyeol menutup matanya, sedangkan Baekhyun tengah mendekatkan sesuatu ke bibir Chanyeol. Chanyeol yang merasa janggal karena sensasi bibirnya seperti mencium logam.

Chanyeol perlahan membuka matanya, "Yak Baek! Jauhkan benda itu dari ku!" pinta Chanyeol setengah teriak.

"Wae? Ada yang salah dengan pisau ini Chan?" tanya Baekhyun polos sambil menjejali pisau ke wajah Chanyeol.

"Baek! Itu bahaya!" protes Chanyeol dengan raut wajah yang benar-benar ketakutan

Sedetik kemudian Baekhyun tertawa setelah melihat ekspresi Chanyeol, "Hahaha... Kau jelek sekali Chan"

"Now you can laughing as you want babe~ but, in the later you will get a punishment" ancam Chanyeol dan seketika raut wajah Baekhyun menegang, "Berhenti berpikiran kotor Park Chanyeol!".

Chanyeol menulikan telinganya untuk protes Baekhyun. Ia perlahan berjalan mendekat ke arah Baekhyun, menghapus jarak antara mereka. Baekhyun yang merasa ada aura kegelapan di antara Chanyeol berusaha bergerak mundur hingga akhirnya punggungnya menabrak tembok.

"Kena kau Baek" ucap Chanyeol sambil menunjukkan smirk

"Menyingkir Chan!" pinta Baekhyun

Chanyeol membelai surai Baekhyun dan menyetarakan wajahnya dengan Baekhyun. Perlahan wajahnya mendekat ke wajah Baekhyun. Tangan kanannya digunakan untuk menarik kepala Baekhyun mendekat.

Chup~

Bibir mereka bersentuhan satu sama lain, awalnya hanya sebuah kecupan. Namun, Chanyeol perlahan melumat bibir Baekhyun dan Baekhyun yang terlena hanya bisa memejamkan matanya. Chanyeol menggigit bibir bawah Baekhyun, menuntut agar ia diberikan akses lebih jauh. Sedangkan Baekhyun malah menggigit bibir bawah Chanyeol dengan kuat.

"Akhhh" teriak Chanyeol yang otomatis melepaskan tautan bibir antara mereka

"Rasakan itu Chan! Kau kira aku akan mudah terjerumus ke permainanmu eoh" ucap Baekhyun sarkastis.

Chanyeol menyentuhkan tangannya ke bibirnya, "Aish, bibirku jadi berdarah kan. Obati Baek, kau mau orang-orang berpikiran negatif heum?"

"Nanti, aku mau memasak dulu. Gara-gara kau aku tak jadi memasak" gerutu Baekhyun


Di dorm, Sehun dan Kai tengah bermain playstation. Mereka sedikit terlibat dengan perbincangan ringan.

"Hun, kau tahu yeoja bermata bulat yang bersama Baekhyun noona ?" tanya Kai

"Tidak. Aku hanya tahu yeoja bermata rusa saja" balas Sehun

"Aku pernah memergoki dia menaruh sebuah kotak di depan apartement Baekhyun noona. Ia meneror Baekhyun noona" jelas Kai

"Benarkah? Kenapa kau baru memberitahuku sekarang!" balas Sehun kesal, ia langsung membanting stick ps yang berada id tangannya.

"Jangan beritahu Chanyeol hyung" ancam Kai

"Wae? Kau ingin melindungi gadis itu? Kau menyukainya?" tanya Sehun penuh selidik

"Tidak. Perasaanku mengatakan bahwa dia sudah berhenti sekarang" jawab Kai santai

"Aku tidak puas dengan jawabanmu!" protes Kai

"Terserah kau saja. Aku mau pergi" balas Kai jengah. Ia lalu menaruh stick ps nya dan beranjak ke kamar untuk mengambil jaket dan sebuah masker sebelum akhirnya pergi meninggalkan dorm.


Di tempat lain, seorang tengah memindahkan isi dari memory card yang ia dapatkan ke dalam sebuah komputer.

"Sebentar lagi kau akan merasakan sesakit apa diriku dulu Baek" ucap namja itu sambil tersenyum miris

Namja itu lantas mengupload beberapa foto yang terdapat di memory tersebut ke media sosial.

Luhan tengah duduk di kasurnya sambil membuka laptop. Ia terperanjat ketika melihat sebuah artikel yang berisikan beberapa foto Baekhyun bersama Chanyeol. Ia yakin foto itu adalah foto yang pernah ia lihat di ponsel Baekhyun.

Tanpa pikir panjang Luhan mengambil jaket dan berlari menujuu apartement Baekhyun. Ia menekan bell berkali-kali.

Baekhyun bingung ketika melihat penampilan Luhan yang sedikit kacau.

"Ada apa denganmu Lu?" tanya Baekhyun

"Cepat kau buka ponselmu! Ada sebuah artikel yang menyebarkan fotomu bersama Chanyeol!" perintah Luhan

"Eh? Kau masuklah, aku akan mengambil ponselku" ucap Baekhyun

Luhan langsung masuk dan terduduk di sofa. Chanyeol yang baru saja datang ke ruang tamu bingung dengan keadaan Luhan.

"Kau kenapa Luhan-ssi?" tanya Chanyeol sopan

"Bacalah artikel di internet. Foto mu bersama Baekhyun tengah menjadi trending topic dikalangan fans" jelas Luhan

"Aku haus, bisakah kau mengambilkan aku minum?" pinta Luhan dengan menatap sendu Chanyeol

"hah..Baiklah" balas Chanyeol

"Chakkaman!" teriak Luhan

"Wae?" tanya Chanyeol.

"Jangan sakiti Baekhyun! Dan sebaiknya obati bibirmu itu, menggelikan" ucap Luhan sarkastis

Chanyeol memutar bola matanya, sifat Luhan sudah seperti seorang ibu yang tengah memperingati anaknya, "Araseo nona Xi"

Sementara Chanyeol mengambilkan minuman, Baekhyun berjalan ke arah Luhan dengan lesu.

"Apa yang harus kuperbuat? Aku takut mendapat teror lagi" lirih Baekhyun

"Aku tahu siapa pelakunya. Ayo kita ke sana" Luhan berdiri dan menarik tangan Baekhyun, membawanya keluar apartement.

Chanyeol yang melihat Luhan dan Baekhyun pergi segera mengikuti mereka dari belakang.

Sedangkan Kai yang baru ingin mengunjungi Baekhyun hanya bisa mengernyitkan dahinya bingung ketika dua yeoja itu melintas di hadapan nya dan diikuti Chanyeol dibelakangnya.

"Eh? Kau di sini Kai. Ikutlah denganku" ucap Chanyeol

"Sebenarnya ada apa hyung?" tanya Kai sambil setengah berlari

"Aku tak tahu. Kita ikuti saja mereka" balas Chanyeol

Ke empatnya berhenti di dekat salah satu pintu apartement. Luhan yang amarahnya memuncak menekan bell apartement itu berkali-kali.

Sehun yang baru saja keluar lift untuk mengunjungi Luhan, bingung ketika melihat beberapa orang yang dikenalnya berdiri di salah satu pintu apartement tak jauh dari apartement Luhan.

"Kalian sedang apa?"tanya Sehun

"Tenangkan lah gebetan mu itu!" perintah Chanyeol

Namun saat ingin mendekat ke arah Luhan, pintu apartement itu terbuka dan menampilkan sesosok wanita bermata bulat.

"Kenapa kau lama sekali membukakan pintu?" tanya Luhan menahan amarah

"Aku baru selesai mandi. K-kenapa kalian berkumpul di sini? A-da apa?" tanya Kyungsoo gugup

"Jangan berpura-pura tak tahu! Kau yang menyebarkan foto Baekhyun dan Chanyeol ke media sosial kan!" ucap Luhan kesal

"Maksudmu apa?" tanya Kyungsoo yang masih tak mengerti ucapan Luhan.

Luhan lalu merebut ponsel Baekhyun dari tangan si pemilik. Ia menunjukkan layar ponsel itu yang berisikan artikel yang memuat foto Chanyeol dan Baekhyun.

"Sungguh! Bukan aku Lu!" ucap Kyungsoo meyakinkan

"Kau mau mengelak? Kau kira aku tak tahu foto itu ada di ponsel Baekhyun? Dan ponsel Baekhyun berada di tanganmu Kyung!" balas Luhan

'J-jadi selama ini...ponselku di tangan Kyungsoo? Dan alasan dia menjauhiku karena dia sudah mengetahui hubunganku? Apa jangan-jangan peneror itu...' batin Baekhyun menerka-nerka

"Sungguh Lu, bukan aku! Aku mengaku salah jika beberapa hari itu aku meneror Baekhyun. Tapi sungguh, aku menyesali semua itu. Seseorang menyuruhku untuk berhenti, dan aku melakukannya Lu" jelas Kyungsoo

"J-jadi selama beberapa hari itu, kau yang menerorku Kyung? Dan sekarang kau juga yang menyebarkan foto di ponselku?" tanya Baekhyun dengan airmata yang menggenang di matanya

"Baek.." panggil Kyungsoo

"A-aku kecewa padamu Kyung, ku kira kita bisa berteman baik Kyung" lirih Baekhyun sebelum ia pergi menjauh dari tempat itu

"Kyung, kalau kau memang seorang fans, kau pasti mendukung setiap keputusannya jika itu membuatnya bahagia! Baekhyun sudah menanggung beban berat, dan sekarang kau menambahnya lagi!" Luhan mengeluarkan semua isi hatinya dan mungkin isi hati temannya.

"Aku tidak tahu permasalahannya di sini apa. Tapi kumohon, jangan membuat Baekhyun sakit, itu akan membuatku merasa bersalah padanya. Kalau begitu aku permisi" pinta Chanyeol sebelum akhirnya ia pamit untuk pergi menyusul Baekhyun.

"Kurasa aku sudah selesai, aku pergi nona Do. Bersenang-senanglah di atas penderitaan orang selagi kau masih diberi kesempatan" ucap Luhan sarkastis, ia tersenyum miris memandang Kyungsoo

Sehun yang sedaritadi hanya menyaksikan bersama Kai ikut-ikutan pergi mengejar Luhan. Sedangkan Kai, ia malah mendekati Kyungsoo

"See? Omonganku benar?" ucap Kai

"Sungguh, aku tak melakukannya" lirih Kyungsoo

"Aku bisa saja percaya padamu, namun mereka semua tak bisa lagi mempercayaimu. Kau duluan yang memulai, dan kau juga yang harus mengakhirinya" ucap Kai lagi

"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Kyungsoo dengan suara parau

"Sulit mengembalikan kepercayaan seseorang yang sudah dihancurkan" jelas Kai

"Kai, kau percaya kan kalau aku bukan pelaku nya?" tanya Kyungsoo lagi dengan tatapan sendu.

"Buktikan itu dan aku akan mempercayaimu dan membantumu" ucap Kai tegas sebelum meninggalkan Kyungsoo.

Sepeninggal Kai, badan Kyungsoo terduduk di lantai. Ia benar-benar menyesali perbuatannya. Satu-satunya cara agar mereka semua percaya adalah menemukan siapa pelakunya.

.

.

.

TBC

Akhirnya sempet juga ngepost~ Saya balik membawa chap 9 nya, mianhae sekarang ini saya gabisa fast update /bow/ dan juga mianhae kalo chapter ini kurang memuaskan. Setelah UAS nanti mungkin saya akan fast update dan cepat-cepat menyelesaikan fanfic ini XD

Saya juga berterimakasih buat para readers yang sudah mereview, memfollow, dan memfav fanfic yang masih banyak kekurangan ini.

Oh iya, pas di MAMA 2014 kemarin pas ngeliat infinite perform kalau liat Sungyeol jadi keinget bang kepeng alias wu yi fan :( Ok, itu hanya sepenglihatan saya saja.

.

And the last,

.

Mind to Review?