"Aku bisa saja percaya padamu, namun mereka semua tak bisa lagi mempercayaimu. Kau duluan yang memulai, dan kau juga yang harus mengakhirinya" ucap Kai lagi
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Kyungsoo dengan suara parau
"Sulit mengembalikan kepercayaan seseorang yang sudah dihancurkan" jelas Kai
"Kai, kau percaya kan kalau aku bukan pelaku nya?" tanya Kyungsoo lagi dengan tatapan sendu.
"Buktikan itu dan aku akan mempercayaimu dan membantumu" ucap Kai tegas sebelum meninggalkan Kyungsoo.
Sepeninggal Kai, badan Kyungsoo terduduk di lantai. Ia benar-benar menyesali perbuatannya. Satu-satunya cara agar mereka semua percaya adalah menemukan siapa pelakunya.
.
| Fansite or Fiancee? |
.
| E X O |
.
| GS for Uke |
.
10th Scene
.
Baekhyun terduduk di sofa dengan keadaan kacau, sedangkan Chanyeol berusaha menenangkannya. Ia masih tak percaya bahwa Kyungsoo adalah si peneror. Sedangkan Luhan yang terduduk di sebelah Baekhyun sedang berusaha ditenangkan oleh Sehun. Kai? Entah kemana anak itu pergi, batang hidungnya tak nampak di sekitar apartement Baekhyun.
"Lu, bagaimana kau bisa mengetahui bahwa ponselku ada di dia?" tanya Baekhyun dengan suara parau.
"Saat itu dia mengajakku ke apartementnya. Ia memberiku ponselmu dan menyuruhnya membuka semua galeri. Ia juga mengajakku untuk besekongkol dengannya untuk menyakitimu, tapi aku menolaknya." Jelas Luhan
"Gomawo Lu" balas Baekhyun dengan senyuman tipis.
Ponsel Chanyeol yang berada di sakunya bergetar, otomatis iya mengangkatnya.
'Yeoboseyo hyung' sapa Chanyeol
'Chanyeol-ah, cepatlah kemari. Mereka ingin mengadakan pers-conference perihal foto itu!' perintah sang lawan bicara
Chanyeol sempat melirik Baekhyun, dan yang dilirik hanya tersenyum tipis, "Pergilah Chan"
'Baiklah hyung, aku akan segera ke sana' balas Chanyeol
Chanyeol memutuskan sambungannya terlebih dahulu. Sedangkan Sehun yang nampak penasaran bertanya pada Chanyeol, "Siapa hyung?"
Chanyeol menghela nafasnya, "Hah...Hyuk hyung, manager kita. Ia menyuruhku untuk ke gedung SM mengadakan pers-conference"
"Pergilah Chan. Dan kalau memang ini sudah waktunya, tak apa kau memberitahu mereka tentang identitasku" lirih Baekhyun
"Baek.. Mianhae membuatmu menanggung beban yang berat" sesal Chanyeol
"Asalkan itu bersamamu, tak apa" balas Baekhyun sambil menatap Chanyeol dan ternyum tipis
Chanyeol mendekatkan dirinya pada Baekhyun, mengecup lembut kening yeoja itu, "Saranghae"
Baekhyun tersenyum tipis, "Nado saranghae"
"Kalian sudah selesai?" tanya Sehun yang nampak iri dengan pasangan itu.
"Jangan iri, toh kau bisa memintanya pada Luhan" ucap Chanyeol santai, dan tak sadar ucapannya barusan membuat pipi seseorang memerah.
Sehun melirik ke arah Luhan dengan tatapan meminta. Luhan pun yang merasa tahu maksud Sehun langsung menatapnya tajam, "Tidak!"
Sehun pun berjalan dengan lesu ke arah pintu apartement Baekhyun.
"Lu, berilah dia sedikit hadiah karena telah menenangkanmu" saran Baekhyun.
"Sehun! Chakkaman!" teriak Luhan yang langsung berlari ke arah Sehun.
"Wae?" tanya Sehun
CHUP~
Luhan setengah berjinjit demi bisa mengecup bibir Sehun, ia tak mungkin bisa jika mengecup kening Sehun.
"Itu hadiah dariku. Aku tak mungkin bisa mengecup keningmu" ucap Luhan sambil menampilkan senyumannya.
"Gomawo Lu" balas Sehun sambil mengacak-acak surai Luhan
"Cepatlah Sehun!" protes Chanyeol yang sudah berada di lorong apartement
Sehun kemudian menghampiri Chanyeol dan mereka berjalan pergi meninggalkan apartement.
-At SM Building-
Chanyeol berjalan menuju ruang pimpinan SM. Mengetuknya sebentar hingga diperbolehkan masuk.
"setengah jam lagi pers-conference akan dimulai. Kali ini kau harus hadir dalam acara itu. Dan mau tak mau kau harus mengungkap identitas tunanganmu" jelas sang pimpinan
"Akan ku lakukan" balas Chanyeol tegas
"Kalau begitu saya izin keluar. Permisi" Chanyeol membungkukkan badannya sebelum akhirnya meninggalkan ruangan itu.
Setengah jam telah berlalu, kini Chanyeol sudah berada di ruang tempat pers-con digelar ditemani oleh beberapa staff lainnya. Ia tampak santai-santai saja, ia sudah siap begitu pula dengan Baekhyun.
"Jadi Park Chanyeol, siapa nama tunanganmu itu" tanya salah satu wartawan
Chanyeol melepas cincinnya, dan terdapat bekas di kulitnya berinisial 'BBH'
"Kalian lihat bekas ini? Itu inisial namanya" ucap Chanyeol
"Bisa kau jelaskan lebih rinci siapa itu BBH" tanya wartawan itu nampak penasaran
Chanyeol menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia menjawab pertanyaan itu, "Dia adalah Byun Baekhyun, salah satu mahasiswi fakultas fotografi" jelas Chanyeol
"Di mana ia kuliah?" tanya wartawan lainnya.
"Aku tidak bisa menyebutkan nya" balas Chanyeol
"Pers-con ini akan segera berakhir, kalian bisa mengajukan satu pertanyaan lagi" ujar salah satu staff SM.
Seorang wartawan muda nampak mengacungkan tangannya, "Apakah Sehun tengah melakukan pendekatan dengan seorang –Yeoja?"
Chanyeol awalnya terkejut mendengar pertanyaan wartawan itu, namun keterkejutkannya ia sembunyikan dengan bersikap senormal mungkin.
"Kami sedang tidak membahas topik itu. Pers-con kali ini saya akhiri, terimakasih atas partisipasi dari kalian" ucap salah satu staff SM sebelum akhirnya mereka meninggalkan ruangan.
Seusai pers-con tersebut Chanyeol langsung mencari keberadaan Sehun dan ia menemukan Sehun tengah berada di ruang latihan Dance.
"Kau –harus jaga jarak dengan Luhan" perintah Chanyeol
"Waeyo hyung?" tanya Sehun bingung
"Seorang wartawan tengah memantau dirimu, dan mungkin itu akan memancing para wartawan lainnya untuk memantau dirimu juga" jelas Chanyeol
"Aish, merepotkan sekali" gerutu Sehun
...
Di tempat lain, Baekhyun was-was pasalnya ia takut ketika nanti kembali kuliah akan dihadapkan oleh beribu pertanyaan dari mahasiswi lainnya.
"Lu, kapan libur kuliah selesai?" tanya Baekhyun pada Luhan yang ada di sampingnya
"tiga minggu lagi. Beberapa hari seusai natal mungkin kita sudah masuk" balas Luhan
"Kau merayakan natal di mana Lu? Korea atau China?" tanya Baekhyun
"Korea. Keluargaku akan berkumpul di rumah samchon ku" balas Luhan lagi
Baekhyun hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya, "Oh begitu"
"Kau sendiri bagaimana? Pasti keluargamu dan Chanyeol akan berlibur ke luar kota" tanya Luhan pada Baekhyun
"Ya, mungkin seperti itu jika dia tidak sibuk" lirih Baekhyun
"Dia pasti menyisihkan sedikit waktunya untuk keluarga Baek, tenang saja" ujar Luhan sambil menepuk pelan punggung Baekhyun
Ponsel Baekhyun dan Luhan berdering bersamaan ketika itu. Mereka berdua langsung mengangkatnya masing-masing. Baekhyun memilih mengangkatnya di dekat Balkon, sedangkan Luhan tetap di ruang tamu.
'Ada apa Chan?' tanya Baekhyun
'Bisakah kita bertemu sekarang? Ku tunggu kau di caffe eomma' pinta Chanyeol
'Baiklah, aku akan segera ke sana' balas Baekhyun
Setelah memutus sambungan, Baekhyun berjalan menuju kamar untuk berganti pakaian. Sedangkan Luhan, ia masih berbincang dengan Sehun.
'Lu, mianhae aku tidak bisa menemuimu akhir-akhir ini' sesal Sehun
'Tak apa, toh aku juga tak akan marah. Aku kan bukan siapa-siapa mu' balas Luhan
'Hanya 'belum' nona Xi' goda Sehun
'Jangan membuatku terlalu berharap tuan Oh' balas Luhan yang kini pipinya sudah memerah.
Baekhyun keluar dari kamarnya dengan pakaian casual. Ia sedikit menguping pembicaraan Luhan dengan Sehun. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar sang maknae tengah menggoda Luhan.
Baekhyun akhirnya menghampiri Luhan untuk meminta pamit , "Lu, aku pamit ingin keluar sebentar, jangan lupa matikan lampunya sebelum kau pulang. Dan silahkan kalian lanjutkan acara lovey dovey kalian" Luhan pun hanya membalasnya dengan anggukan. Setelah itu Baekhyun melenggang keluar apartement.
'Apa itu Baekhyun noona?' tanya Sehun
'Hm, kurasa ia ingin menemui Chanyeol' balas Luhan berhipotesa
'Ah, baiklah. Lu, aku harus latihan sekarang. Nanti akan ku telepon lagi, Bye' ucap Sehun
'Selamat bekerja keras Oh Sehun. Bye' balas Luhan menyemangati sebelum akhirnya ia memutus sambungan
...
Di tempat lain, Baekhyun tengah terduduk di salah satu kursi caffe untuk menunggu kedatangan seseorang.
"Baek, Mianhae aku terlambat" sesal Chanyeol
"Gwaenchana, duduklah dulu. Dan minumlah jusnya baru setelah itu jelaskan alasan mu menyuruhku kemari" ucap Baekhyun lembut dan diakhiri dengan sebuah senyuman tipis
Chanyeol mendudukkan tubuhnya di kursi yang berhadapan dengan Baekhyun. Ia mematuhi perintah Baekhyun sebelumnya.
"Baek, sepertinya rencana liburan kita tak akan terlaksana.. Mianhae" sesal Chanyeol lagi
Baekhyun tersenyum, ia berusaha memaklumi keadaan sang tunangan sebagai seorang entertainer, "Gwaenchana, kita bisa liburan saat natal nanti Chan"
"Pihak SM telah menandatangani kontrak untuk sebuah CF dan kami diharuskan syuting saat liburan natal nanti" jelas Chanyeol
"Mau bagaimana lagi, itu pekerjaan mu Chan. Sungguh, aku tak apa" ucap Baekhyun meyakinkan
"Jangan berkata seolah-olah kau baik-baik saja Baek" balas Chanyeol
"Itu sudah resiko mu sebagai artis Chan, dan aku hanya bisa memakluminya" lirih Baekhyun
Chanyeol meraih tangan Baekhyun yang sedaritadi menempel pada gelas dan menggenggamnya, "Baek, jika aku menyakitimu, aku akan berhenti dari pekerjaan ini. Aku tak mau menyakitimu terlalu dalam"
Baekhyun menatap lekat Chanyeol, "Jangan egois. Pikirkan orang-orang yang ada di sekitarmu dan dampak yang terjadi nantinya"
"Jika mereka semua bahagia, aku juga akan bahagia Chan" lanjutnya lagi
"Kau terlalu pengertian pada pekerjaanku Baek" balas Chanyeol
"Bisakah kita mengubah suasana haru biru ini? Sungguh, aku tak suka" protes Baekhyun dengan diakhiri sebuah tingkah imut
"Kau selalu saja seperti ini. Kau mau suasana seperti apa heum? Romantis? Atau –"
Chanyeol memicingkan matanya, dan mendekatkan wajahnya pada Baekhyun dengan posisi tubuh agak berdiri.
"–sexual?" goda Chanyeol
"Chan! Hentikan pikiran mesum mu itu!" protes Baekhyun
Chanyeol menghela nafas, kemudian ia terduduk kembali "Kau sendiri yang meminta ku untuk mengubah suasananya"
"Tapi tidak seperti itu juga Chan. Huh, kau membuat mood ku hancur" Baekhyun memalingkan wajahnya ke arah kaca yang berada di sisi kirinya.
"Jangan marah Baek, aku hanya menggodamu saja" jelas Chanyeol sambil mengusap kedua punggung tangan Baekhyun.
"Tidak lucu. Aku mau pulang" Baekhyun lalu berdiri dari duduknya dan menyambar tas yang ada di atas meja.
"Baek, biar ku antar" pinta Chanyeol yang mengekor dari belakang
Baekhyun menghentikan langkahnya, "Yasudah"
Chanyeol yang melihat itu mengerutkan dahinya, bingung.
"Aku tidak tahu letak mobilmu. Jadi kau jalan duluan" ucap Baekhyun masih dengan nada kesal
Chanyeol lalu berjalan mendahului Baekhyun, sebelumnya ia sempat mengacak-acak surai yeoja tersebut. "Aish, Kyeopta"
...
Chanyeol memarkirkan mobilnya di basement apartement yang ditinggali Baekhyun. Mereka lalu berjalan menuju lift. Sesampainya di lantai tempat apartement Baekhyun, mereka terkejut karena melihat seorang yeoja yang tampak tengah menunggu sang pemilik rumah tersebut.
"Mau apa kau kemari nona Do?" tanya Baekhyun sinis
"A-aku hanya ingin mengembalikan ponselmu Baek" lirih Kyungsoo sambil menyodorkan ponsel putih milik Baekhyun
"Untuk apa di kembalikan? Bukankah kau tertarik dengan isi ponsel tersebut?" timpal Chanyeol
"S-sungguh Baek, bukan aku pelaku yang menyebarkan foto itu" ucap Kyungsoo meyakinkan
Di tengah perdebatan mereka, seorang namja seumuran mereka keluar dari balik persembunyiannya. "Kurasa aku melewatkan sebuah pertengkaran yang menarik"
"Kau..." geram Chanyeol
"Apakah kau dalang dari semua ini?" tanya Baekhyun dengan tatapan tajam
"Ya, kau benar. Dan sayangnya, kau telah menuduh orang yang salah nona Byun" ucap orang tersebut dengan senyuman bangga menghiasi wajahnya.
.
.
.
TBC
Ini Chapter 10 nya, maaf baru ngepost sekarang hehe. Kependekan kah?. Btw, siapakah orang yang muncul di akhir chap ini hayo? Mungkin kebanyakan dari kalian sudah bisa menebak siapa itu. Dan maaf jika fanfic ini masih banyak kekurangannya.
Dan saya terima kasih buat yang sudah mereview, memfollow, dan memfav fanfic ini. Saya juga berterima kasih bagi yang sudah membaca fanfic ini.
.
And the last,
.
Mind to Review?
