Chanyeol memarkirkan mobilnya di basement apartement yang ditinggali Baekhyun. Mereka lalu berjalan menuju lift. Sesampainya di lantai tempat apartement Baekhyun, mereka terkejut karena melihat seorang yeoja yang tampak tengah menunggu sang pemilik rumah tersebut.
"Mau apa kau kemari nona Do?" tanya Baekhyun sinis
"A-aku hanya ingin mengembalikan ponselmu Baek" lirih Kyungsoo sambil menyodorkan ponsel putih milik Baekhyun
"Untuk apa di kembalikan? Bukankah kau tertarik dengan isi ponsel tersebut?" timpal Chanyeol
"S-sungguh Baek, bukan aku pelaku yang menyebarkan foto itu" ucap Kyungsoo meyakinkan
Di tengah perdebatan mereka, seorang namja seumuran mereka keluar dari balik persembunyiannya. "Kurasa aku melewatkan sebuah pertengkaran yang menarik"
"Kau..." geram Chanyeol
"Apakah kau dalang dari semua ini?" tanya Baekhyun dengan tatapan tajam
"Ya, kau benar. Dan sayangnya, kau telah menuduh orang yang salah nona Byun" ucap orang tersebut dengan senyuman bangga menghiasi wajahnya.
.
| Fansite or Fiancee? |
.
| E X O |
.
| GS for Uke |
.
11th Scene
.
Raut wajah Chanyeol sudah sangat memerah menahan amarah. Kedua tangannya mengepal dan pandangannya tak lepas dari pria di balik dalang semua masalahnya.
"Bajingan sejati kau –Jung Daehyun!" geram Chanyeol
"Terima kasih atas pujian mu tuan Park" balas Daehyun sarkarstis
"Baek, kau ajaklah Kyungsoo masuk ke dalam. Aku akan urus bajingan yang satu ini" perintah Chanyeol pada Baekhyun yang masih memfokuskan tatapannya pada Daehyun
"Eh? Baiklah. Jangan berbuat macam-macam Chan!" pinta Baekhyun sebelum akhirnya ia masuk ke dalam apartement dan menyisakan dua laki-laki yang tengah saling bertatapan.
"Apa tujuanmu melakukan semua itu?" tanya Chanyeol to the point
"Hanya ingin membalaskan dendam" jawab Daehyun santai dengan kedua tangannya yang bersembunyi di balik saku celananya.
"Jangan sakiti Baekhyun" ucap Chanyeol tegas
"Dia saja bisa menyakiti ku, kenapa aku tak bisa?" balas Daehyun
"Karena penolakan itu? Kau tanamkan itu sebagai rasa sakit di hatimu dan otakmu merespon untuk membalaskan rasa sakit itu? Aku benar?" tanya Chanyeol dengan menatap tajam mata Daehyun.
"Ya, kau benar. Jika saja kau tidak muncul di kehidupan Baekhyun, aku dan dia memiliki peluang lebih besar untuk bersama" balas Daehyun sengit
"Sayangnya, Tuhan sudah menakdirkan ku untuk muncul di kehidupan dia " balas Chanyeol
"Tapi Tuhan belum tentu menakdirkan mu sebagai pendamping hidupnya" balas Daehyun lagi
"Well, kurasa pembalasan dendam ku sudah cukup. Aku sangat senang melihat wajah ketakutannya saat melihat teror dari temannya sendiri" sambung Daehyun sebelum ia berbalik dan meninggalkan Chanyeol seorang diri.
"Terima kasih atas artikel-artikel mu Daehyun-ah! Berkat mu hubungan kami bisa go public!" ucap Chanyeol sedikit berteriak karena Daehyun sudah berjalan cukup jauh dari posisinya sekarang.
Daehyun yang mendengar ucapan yang baru saja di lontarkan oleh Chanyeol hanya bisa mengepalkan tangannya, "Sialan kau Park Chanyeol! Tunggu pembalasanku" batin Daehyun
Sepeninggal Daehyun, Chanyeol berjalan masuk ke apartement Baekhyun. Ia menuju ruang tamu dimana terdapat Baekhyun dan Kyungsoo yang tengah duduk.
"Kau Kyungsoo kan? Aku meminta maaf atas sikap ku saat itu padamu yang asal menuduhmu" ucap Chanyeol menyesal sambil membungkuk
"Gwaenchana. Aku juga minta maaf karena sudah mengirimi tunanganmu beberapa teror. Aku benar-benar dikendalikan oleh emosi sesaat" balas Kyungsoo canggung.
"Sebaiknya aku pulang. Kurasa kalian butuh waktu untuk berdua. Baek, jika Daehyun kemari atau berbuat buruk padamu, segera telepon aku ne" ucap Chanyeol sambil mengelus surai Baekhyun.
"Siap komandan" balas Baekhyun sambil bertingkah seperti seorang bawahan yang patuh pada atasannya.
"Kyungsoo, aku pamit ne. Anyeong" pamit Chanyeol sebelum ia berbalik dan meninggalkan kedua yeoja yang tengah terduduk di sofa.
Kini tersisa hanya dua yeoja. Baekhyun dan Kyungsoo. Awalnya suasana mereka di selimuti oleh kecanggungan, dan lama-lama mencair.
"Kyung, aku sudah menyuruh Luhan untuk ke sini. Aku ingin menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi antara kita semua." Jelas Baekhyun
Selang beberapa waktu, Luhan sudah bergabung bersama dengan Kyungsoo dan Baekhyun. Luhan awalnya menatap Kyungsoo dengan tatapan mengintimidasi yang membuat Kyungsoo gugup. Namun, setelah Baekhyun menjelaskan semuanya, Luhan akhirnya menghentikan tatapan itu.
"Jadi pelakunya Daehyun.. seorang namja yang dulu pernah kau tolak. Lalu, kenapa bisa dia? Ponselmu jelas-jelas ada di Kyungsoo" ucap Luhan penuh kecurigaan
"Aku membuang memory card ponsel itu di taman, dan ternyata dia yang mengambilnya. Aku benar-benar ceroboh. Maafkan aku Lu" lirih Kyungsoo
"Hah.. Aku memaafkanmu Kyung. Aku juga minta maaf karena telah menuduhmu" ucap Luhan penuh penyesalan.
"Gwaenchana Lu, aku memaafkanmu. Jadi, bisakah kita berteman seperti dulu lagi?" tanya Kyungsoo penuh harap kepada kedua temannya.
"Tentu" jawab Luhan dengan kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman.
Senyum mengembang dari bibir Kyungsoo. Perasaannya kini sudah lega.
"Kalau begitu aku pamit pulang dulu Baek, Lu" ucap Kyungsoo pamit.
"Aku juga Baek. Aku ingin menelepon seseorang" tambah Luhan
Baekhyun mendengus kesal karena ucapan Luhan, "Huh, bilang saja mau menelepon Sehun"
"Kau dan Sehun berpacaran Lu?" tanya Kyungsoo heran.
"Dia digantungkan oleh Sehun, Kyung" jawab Baekhyun santai
"Yak! Byun Baekhyun!" teriak Luhan kesal
"Jadi kau benar-benar digantung oleh Sehun?" tanya Kyungsoo dengan tatapan polos
"Kau mau saja sih percaya dengan omongan Baekhyun" balas Luhan
"Habisnya kau tampak kesal saat Baekhyun mengucapkan itu. seharusnya kau biasa saja jika hal itu tidak benar" ucap Kyungsoo polos
"Aku setuju dengan omongan Kyungsoo" seru Baekhyun
"Jika kau terus meladeni Baekhyun bisa-bisa tak akan selesai. Kajja Kyung, kita pergi dari sini" Luhan menarik pergi pergelangan tangan kanan Kyungsoo.
"Yak! Xi Luhan, aku doakan secepatnya Sehun menyatakan perasaannya!" Teriak Baekhyun
Luhan dan Kyungsoo baru sampai di depan pintu. Luhan mendengar ucapan Baekhyun barusan dan tak sadar semburat merah mulai menghiasi pipinya, sedangkan Kyungsoo hanya bisa terkikik geli akibat ulah Baekhyun.
Sepeninggal kedua temannya, Baekhyun beranjak menuju kamarnya. Ia mendudukkan tubuhnya di atas kasur. Ia lalu menyalakan ponselnya dan membuka SNS. Ia hanya ingin tahu reaksi para fans Chanyeol perihal hubungannya dengan sang idol tersebut.
'Baekhyun! Kau yeoja yang sangat beruntung ㅠㅠ'
'Rela tak rela, Chanyeol sudah menjadi milik orang lain. Pupus sudah harapanku ㅠㅠ'
'Baekhyun? Kurasa aku pernah mendengar nama itu..tapi dimana ya O.o'
Baekhyun tersenyum membaca postingan yang terakhir, "Jika saat itu kau hadir di konser Smtown, pasti kau mendengar nama itu karena Luhan berulang kali mengucapkan namaku" batin Baekhyun
Ia terus berlanjut membaca postingan fans.
'Aku ingin tahu, seberapa besar pesona yeoja itu hingga bisa menakhlukkan hati Park Chanyeol'
'Chanyeol sudah, Kris sudah, Suho sudah. Ku harap Sehun bukan yang selanjutnya'
Mata Baekhyun tertuju pada satu foto. Foto yang sangat lucu menurutnya. Para fans biasa menyebutnya
Fanart.
Foto itu adalah bentuk chibi dari foto mereka ㅡBaekhyun dan Chanyeol saat tengah tertangkap kamera berpelukan.
Di pinggirannya terdapat gambar yang diklaim sebagai fans oleh si penggambar. Fans itu tampak tengah mengulurkan tangannya, mencoba menggapai Chanyeol.
"Ah~ Gwiyeoweo~" gumam Baekhyun
Berjam-jam Baekhyun habiskan untuk melihat-lihat postingan fans Chanyeok hingga akhirnya ia tersadar bahwa sekarang sudah jam 9 malam.
"Aish, kok tiba-tiba sudah jam segini" gerutu Baekhyun
Baekhyun meletakkan ponselnya di kasur, ia lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci dan membersihkan wajahnya sebelum pergi tidur.
...
Tak terasa, sudah seminggu Luhan, Baekhyun, dan Kyungsoo berteman kembali. Hubungan mereka bertambah erat pasca masalah itu.
Mereka bertiga saat ini tengah berbincang sambil menikmati satu cup bubble tea di kedai langganan Luhan.
"Kudengar EXO akan konser akhir tahun nanti" ucap Luhan
"Mwo? Terus kapan mereka libur kalau begitu? Chanyeol bilang ia harus syuting CF liburan natal nanti" balas Baekhyun
"Atasan mereka benar-benar kejam huh" dengus Luhan
"Well..Itu sudah menjadi resiko mereka dan juga pendamping mereka" ucap Kyungsoo santai lalu meminum choco bubble tea miliknya
Baekhyun yang tak terima dengan ucapan Kyungsoo barusan, berpura-pura bertingkah kesal, "Yak! Kau menyindir ku eoh?"
"Jika kau merasa tersindir, anggap saja itu untukmu Baek kkk" jawab Kyungsoo sambil terkekeh
"Kau dan Kai sama-sama menyebalkan" ucap Baekhyun lalu membuang mukanya ke arah lain
"Eh? Kenapa aku disamakan dengan si hitam itu? Tak elit sekali" balas Kyungsoo tak terima
"Kyung, jangan berdebat dengan Baekhyun, karena tak akan ada akhirnya." Ujar Luhan
"Araseo nyonya OH" balas Kyungsoo
Luhan merasakan panas yang menjalar di kedua pipinya, sedangkan Kyungsoo yang melihat itu berniat menggoda Luhan, "Lihat, aku hanya memanggilmu nyonya Oh dan kau sudah bersemu? Ckckck" ucap Kyungsoo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Sehun akan senang mendengar ini" ucap Baekhyun santai
Luhan langsung menoleh ke arah sumber suara, dan menjatuhkan death glare ke arah sang pemilik suara, "Jangan sekali-sekali mengadukannya pada Sehun" ancam Luhan
Baekhyun memutar bola matanya malas, "Araseo nyonya Oh, aku hanya bercanda tadi" balas Baekhyun
Luhan menunjuk satu per satu temannya bergantian, "Kalian ㅡ" ia menjeda kalimatnya sebentar. "Berhentilah memanggiku dengan sebutan itu!" Ucap Luhan kesal
"Hei, tenanglah Lu.. Kau mau pengunjung lain mendengarnya eoh?" Ucap Baekhyun
"Heol.. Kalian menyebalkan sekali" dengus Luhan
"Aku tersanjung mendengar pujianmu nyonya Oh" ucap Baekhyun seperti seorang tuan puteri yang baru mendapat pujian dari seorang pangeran.
"Yak!" Teriak Luhan kesal.
Disela-sela pertengkaran mereka, salah satu ponsel dari ketiganya bergetar. Ponsel itu adalah punya ㅡKyungsoo
"Kalian berdua, diamlah. Aku ingin mengangkat teleponnya" perintah Kyungsoo yang disambut anggukan keduanya.
'Yeoboseyo' sapa Kyungsoo
'Pulanglah ke Jepang' pinta sang lawan bicara
'Wae? Aku belum genap setahun ada di sini, dan aku juga baru memulai kuliahku' balas Kyungsoo tak terima
'Eomma sudah mengurus semuanya. Besok akan ada yang menjemputmu di apartementmu.' Ujar sang lawan bicara
'Ani! Aku tidak mau pulang!' Balas Kyungsoo
'Di Jepang ada yang akan menjagamu Soo. Tidak seperti di Korea' ucap sang lawan bicara
'Di sini aku punya teman, mereka juga menjagaku!' Protes Kyungsoo
'Mereka tidak akan selalu menjagamu! Seoul terlalu rawan untuk gadis sepertimu Soo' balas sang lawan bicara
'Aku berjanji jika ke sama aku akan mengunjungimu. Dan jika kau menuruti kemauanku, aku akan memberimu hadiah, Soo' sambung sang lawan bicara
'Kau kira aku anak kecil yang selalu menurut jika diberi hadiah eoh?' balas Kyungsoo
'Kenapa kau jadi berani melawanku?'tanya sang lawan bicara yang mulai terpancing emosinya
"itu karena aku tidak berhadapan langsung dengamu" batin Kyungsoo
'Orang suruhan eomma akan menjemputmu besok jam 9. Kemasi barang-barangmu sekarang, dan jangan banyak mengeluh!' Perintah sang lawan bicara
Dan sambungan pun diputus sepihak oleh si lawan bicara.
Baekhyun dan Luhan yang sedaritadi mendengarkan percakapan Kyungsoo dengan serius, akhirnya bertanya setelah ia sudah memutus sambungan.
"K-kau ingin kembali ke Jepang Kyung?" Tanya Luhan shock
"Bukan aku yang ingin. Tapi dipaksa" balas Kyungsoo yang masih kesal
"Kenapa cepat sekali? Bahkan kita baru saja berbaikan dan kau bahkan belum genap setahun di sini" ucap Baekhyun
"Mollayo. Aku tidak ingin berpisah dengan kalian" lirih Kyungsoo
"Hey, kita masih bisa bertemu Kyung. Ku dengar dari Chanyeol EXO akan memulai tur Jepang mereka sekitar awal tahun nanti" jelas Baekhyun
"Berjanjilah kalian akan ke Jepang ne." Pinta Kyungsoo
"Kami berjanji" ucap Luhan dan Kyungsoo serempak
.
.
.
TBC
Rencananya chapter ini mau saya post kemarin, tapi berhubung di tempat saudara saya ga ada sinyal, alhasil baru ngepost sekarang. Dan chap ini saya ketik di hp ㅠㅠ Baterai laptop saya kosong dan charger nya ketinggalan di sana. So silly me ㅠㅠ
Terimakasih buat yang sudah mau membaca, mereview, memfollow, dan memfav fanfic ini. Gomenne kalau fanfic ini masih banyak kekurangannya
.
And the last,
.
Mind to review?
