Dan sambungan pun diputus sepihak oleh si lawan bicara.

Baekhyun dan Luhan yang sedaritadi mendengarkan percakapan Kyungsoo dengan serius, akhirnya bertanya setelah ia sudah memutus sambungan.

"K-kau ingin kembali ke Jepang Kyung?" Tanya Luhan shock

"Bukan aku yang ingin. Tapi dipaksa" balas Kyungsoo yang masih kesal

"Kenapa cepat sekali? Bahkan kita baru saja berbaikan dan kau bahkan belum genap setahun di sini" ucap Baekhyun

"Mollayo. Aku tidak ingin berpisah dengan kalian" lirih Kyungsoo

"Hey, kita masih bisa bertemu Kyung. Ku dengar dari Chanyeol EXO akan memulai tur Jepang mereka sekitar awal tahun nanti" jelas Baekhyun

"Berjanjilah kalian akan ke Jepang ne." Pinta Kyungsoo

"Kami berjanji" ucap Luhan dan Kyungsoo serempak

.

| Fansite or Fiancee? |

.

| E X O |

.

| GS for Uke |

.

12th Scene

.

Kyungsoo berjalan gontai menuju kamarnya. Mengambil sebuah koper yang cukup besar di salah satu sudut kamarnya. Dengan malas, ia mulai memindahkan seluruh pakaiannya yang berada di dalam lemari.

Setengah jam kemudian, ia telah selesai dengan kegiatan packing-nya. Ia lalu berlanjut memindahkan beberapa buku dan barang-barang penting lainnya ke dalam kardus-kardus berukuran sedang.

"Huh, kenapa seenaknya sih menyuruhku pulang ke Jepang" gerutu Kyungsoo

"Seharusnya aku tidak menurutinya saja" lanjutnya lagi

Sesudah semuanya selesai, Kyungsoo beranjak menuju kamar mandi sebelum akhirnya ia memutuskan untuk tidur.

-Keesokan harinya-

Kyungsoo terbangun setelah sang surya mulai muncul dari persembunyiannya. Ia bangkit dari tidurnya dan terdiam sebentar sebelum akhirnya bergegas untuk mandi. Ia juga menyempatkan untuk memasak walaupun hanya sebuah ramyun saja.

Di tengah kegiatan makannya, ia merasa pintu apartementnya ada yang membuka. 'Itu pasti Luhan dan Baekhyun' batinnya. Dan benar dugaannya. Sebelumnya, Kyungsoo sudah memberitahu passwordnya pada mereka jikalau mereka ingin berkunjung.

"Kyung, aku bawakan makanan untukmu. Walau hanya bibimbap" ucap Baekhyun

"Kau datang di waktu tak tepat Baekhyun. Aku baru saja memasak ramyun" balas nya

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak setuju, "Tidak, tidak. Ramyun itu biar ku makan! Aku ingin kau memakan masakanku!" desak Baekhyun

"Hah...menyebalkan" dengus Kyungsoo

"Biarkan saja" ucap Baekhyun yang diakhiri dengan mehrong

"Hei..Tidak bisakah kalian tidak berdebat eoh? Telinga ku panas mendengar ocehan kalian" protes Luhan

"Yang panas telinga mu ini Lu, bukan telingaku" balas Baekhyun santai

"Yak!" protes Luhan

"Sudahlah, aku akan memakan masakanmu ini nyonya Park" ucap Kyungsoo pada akhirnya

Bagai tersengat listrik, Baekhyun langsung menoleh ke sumber suara dan memberikannya death glare, "Jangan mengganti marga orang sembarangan". Sedangkan Kyungsoo hanya memutar bola matanya malas dan melanjutkan makannya.

Jam sudah menunjukkan pukul 08.15 ketika mereka telah selesai dengan sarapan masing-masing. Kyungsoo yang saat itu selesai duluan, memutuskan mengambil kopernya yang ada di kamar beserta tas kecil miliknya.

"Kau sudah mau berangkat sekarang?" tanya Luhan

"Aku menunggu jemputan eomma ku" jawab Kyungsoo santai

Bell apartement Kyungsoo berbunyi ketika Kyungsoo baru saja menyelesaikan ucapannya.

"Ah, itu pasti mereka" ucap Kyungsoo

"Kajja, kami akan mengantarmu hingga airport" balas Luhan

"Tidak! Aku tidak mau! Aku tidak ingin kalian menangis nanti. Jika kalian tak ikut, aku akan memberitahu kalian sesuatu yang kurahasiakan selama ini jika kalian ke Jepang nanti" ucap Kyungsoo yang akhirnya membuat kedua temannya bimbang

"Masa bodo dengan rahasia itu! Aku ingin mengantarmu Kyung" balas Luhan lagi

"Bersikap dewasalah Xi Luhan. Kau tampak seperti Sehun jika seperti ini. Sama-sama kekanakan" ucap Baekhyun santai yang di sambut tatapan tajam dari Luhan

Baekhyun memicingkan matanya melihat reaksi Luhan, "Wae? Aku salah bicara?" tanya nya polos

"Kau menyebalkan! Akan ku adukan pada Chanyeol!" ucap Luhan kekanakan

"Kalian berdua, sama-sama kekanakan!" ucap Kyungsoo sedikit berteriak untuk menghentikan pertengkaran antara mereka. Dan berhasil. Keduanya kini terdiam seperti seorang anak yang habis dimarahi oleh ibunya.

Mereka bertiga lalu berjalan menuju lobby apartement. Koper Kyungsoo sudah duluan di bawa oleh salah satu pesuruh sang eomma. Sedangkan barang-barang yang lainnya akan dikirim besok.

"Kalau begitu, aku pamit dulu. Salam untuk Chanyeol dan Sehun. Aku juga minta maaf karena sudah menimbulkan masalah, sebelumnya" ucap Kyungsoo yang diakhiri dengan membungkukkan badannya.

"Kami memaafkanmu. Aku juga minta maaf karena telah menuduhmu. Dan salam juga untuk Mr. Do dan Mrs. Do" balas Baekhyun

Keduanya menatap sendu punggung Kyungsoo yang perlahan menjauhi posisi mereka. Entah kapan mereka bisa mengunjungi Kyungsoo, hanya waktu yang bisa menjawab.

...

Di tempat lain dan waktu yang sama, ke enam pria yang tengah naik daun tengah sedang bersiap-siap di dorm mereka untuk pergi ke gedung SM terlebih dahulu sebelum pergi ke lokasi untuk syuting CF.

Kai menghilang ketika mereka tiba di gedung SM. Sang manager uring-uringan mencarinya.

"Hyung, kau tidak menemukan kai?" tanya sang manager pada manager yang satu lagi

"Tidak. Bocah itu membuat segalanya menjadi rumit" gerutu salah satu manager

Tiba-tiba, salah satu dari ponsel mereka bergetar.

'Hyuk hyung, aku sedang ada urusan mendadak. Aku akan langsung ke lokasi syuting nanti. Sekarang aku sedang berada di dalam taksi'

Beitulah isi pesan yang dikirimkan Kai untuk sang manager.

"Bocah itu.. benar-benar" geram manager Hyuk

Member lainnya bingung ketika keluar dari ruang latihan mereka. Mereka baru menyadari seseorang yang sedaritadi menghilang.

Mulut Chanyeol baru saja ingin melontarkan sebuah pertanyaan, namun sang manager yang telah mengetahui pertanyaan apa itu langsung berucap, "Kau mencari Kai? Dia bilang ada urusan mendadak. Dia akan langsung ke lokasi syuting CF" Chanyeol hanya mengangguk-angguk mendengar pernyataan sang manager.

...

Kyungsoo telah menginjakkan kakinya di bandara beberapa menit lalu. Langkah kakinya kini membawanya menuju tempat chek-in. Di sela-selanya mengantri, samar-samar Kyungsoo mendengar suara seseorang memanggilnya.

'Suara itu' batin Kyungsoo

"Soo!" panggil seorang laki-laki yang kini tengah berlari ke arah Kyungsoo

"Jongin? K-kenapa kau ada di sini?" tanya Kyungsoo yang kaget melihat keberadaan Kai

"Terimakasih karena sudah mau menuruti ku" ucap nya

"Tak apa. Salam kan pada heecul eomma dan kangin appa ne" jawab Kyunsoo datar

"Kau kenapa soo?" tanya Kai khawatir

"Kau...berubah Jongin" lirihnya

Kai tersentak mendengar pengakuan Kyungsoo barusan. Berubah? Dari segi mana ia berubah? Kai, bingung dengan ucapan Kyungsoo. "Kau menjadi dingin sekarang" lanjut Kyungsoo yang membuat Kai tersadar. "Mianhae Soo. Kita masih berteman kan?" tanya Kai yang disambut anggukan Kyungsoo, "Ne, selama kau masih menganggapku teman"

"Soo, aku titip salam untuk Sungmin okasan dan Kyuhyun otasan" ucap Kai

"Hm. Akan kusampaikan. Pergilah, aku tahu kau hari ini ada syuting" balas Kyungsoo dengan raut wajah datar

Kai menganggukan kepalanya, "Baiklah. Mianhae Soo" lirihnya sebelum berbalik pergi meninggalkan Kyungsoo.

Kyungsoo melanjutkan antrian check-in nya, sedangkan Kai berlari ke tempat di mana mobilnya berada.

...

Kai sudah bergabung bersama member yang lain sejak beberapa jam lalu. Kini, ia sedang menunggu gilirannya syutingnya.

Kris menghampiri Kai yang tengah terduduk di salah satu sudut ruangan. Ia bingung melihat tingkah Kai yang sedaritadi sama sekali tak berbicara, "sedang patah hati eoh?" tanya Kris

Kai yang tadinya sedang bermain dengan ponselnya, menengadahkan kepalanya, "tidak. Pacar saja tak punya, untuk apa repot-repot patah hati" jawab Kai santai

"Kau bisa mengelak, tapi wajah dan tingkahmu menunjukkan seperti itu" balas Kris yang lansung disambut tatapan tajam Kai

"wae?" goda Kris

"pergilah hyung. Kau membuat mood ku makin memburuk" ucap Kai kesal

Kini giliran Kai syuting untuk pembuatan CF. Sedaritadi sang sutradara menangkap gelagat aneh Kai yang tak fokus dan sering membuat NG.

"Kai, fokus lah sedikit!" ucap sang sutradara

"Ne. Joeseonghabnida" ucap Kai meminta maaf sembari membungkuk.

Sedangkan para hyung nya hanya mengerutkan dahinya. Baru kali ini ia melihat Kai yang tampak benar-benar tak fokus.

"Dia sedang ada masalah?" tanya Suho yang berada di sebelah Chanyeol

"Mungkin hyung. Bocah itu selalu menutupi masalahnya" balas Chanyeol santai sambil mengangkat bahunya dan memiringkan kepalanya.

...

Luhan dan Baekhyun tengah berjalan menelusuri sebuah mall yang terletak di pusat kota Seoul. Mereka sempat membeli beberapa pasang pakaian untuk diri mereka sendiri serta sang pasangan. Tak lupa ia juga membelikan Kyungsoo baju walau sekarang ia sudah tak berada di Seoul. Rencananya mereka akan memberikannya saat mereka di Jepang.

"Lu, kau membelikan untuk Sehun?" tanya Baekhyun menggoda

Pipi luhan perlahan memanas dan membalas pertanyaan Baekhyun dengan anggukan, "Ne"

"Kau tahu ukuran bajunya?" tanya Baekhyun sembari memicingkan matanya di depan wajah Luhan

"Aku hanya menebaknya saja" jawab Luhan polos

"Cari baju yang satu ukuran di bawah Chanyeol karena tubuh mereka tak beda jauh" jelas Baekhyun dan Luhan hanya mengangguk-angguk polos tanda mengerti.

"Aku tunggu kau di kasir. Sehabis ini kita mampir makan dulu ne~ aku lapar" ucap Baekhyun sambil mengedipkan kedua matanya berkali-kali

Luhan memutar bola matanya malas, "Iyaa Baekhyun" jawab Luhan

Baekhyun lalu berjalan menuju kasir untuk membayar semua barang belanjaannya, sedangkan Luhan berjalan ke arah berlainan untuk kembali memilih-milih baju untuk Sehun.

Setelah 10 menit menunggu, akhirnya Luhan menampakkan dirinya di kasir. Baekhyun hampir tertidur menunggu temannya yang satu ini.

"Kau lama sekali sih" dengus Baekhyun

"Mianhae. Hehe" sesal Luhan

"Kajja, kita cari makan. Aku benar-benar kelaparan sekarang" ajak Baekhyun yang di sambut anggukan Luhan

Setelah berjalan sebentar, mereka lalu masuk di salah satu restaurant makanan khas jepang.

"Aku pesan shabu-shabu, sukiyaki, dan mugicha. Kau apa Lu?" tanya nya pada Luhan

"Eh? Samakan saja denganmu" balas Luhan yang tampak kaget

"Semuanya masing-masing dua porsi" ucap Baekhyun lagi pada sang waiters

"Baik nona. Kalau begitu saya permisi" pamit sang waiters seraya membungkukkan badannya.

"Lu, kau tidak lupa kan malam ini malam natal?" tanya Baekhyun pada Luhan yang sedaritadi bengong

"Eh? Tidak lah! Sepulang dari sini aku ingin kerumah samchon dan merayakannya di sana. Mereka akan tiba di sana nanti sore" jelas Luhan pada Baekhyun

"Oh..Araseo" balas Baekhyun sambil menganggukan kepalanya

Tak butuh waktu lama, beberapa makanan pesanan Baekhyun sudah dibawakan oleh beberapa waiters. Mereka lalu menghidangkannya di meja Baekhyun dan membungkuk pamit setelahnya.

"Itadakimasu" ucap Baekhyun sebelum memakan makanannya

"Itadakimasu" balas Luhan

Mereka lalu menyantap habis makanan yang sudah dihidangkan di meja mereka. Setelah perut mereka terisi, mereka tak langsung pulang, melainkan menunggu sebentar hingga perut mereka benar-benar mencerna semua makanan.

"Permisi nona, ini bill nya" ucap sang waiters sambil meletakkan bill nya di atas meja

Baekhyun mengeluarkan dompetnya, dan memberikan jumlah uang sama seperti yang tertera di bill.

"Terimakasih nona" ucap sang waiters lagi dan segera pamit pergi

"Kajja Baek, kita pulang" ajak Luhan, dan Baekhyun pun bergegas berdiri

...

Baekhyun memasuki apartementnya, merebahkan tubuhnya di atas sofa untuk melepas penatnya. Tiba-tiba ponselnya berdering

'Yeoboseyo eomma'

'Baekhyun, datanglah kemari, temani eomma. Ajaklah eomma, appa, dan oppamu sekalian'

'Baiklah eomma~ nanti sore kami semua akan ke sana'

'Baiklah. Kami menunggu kalian di sini. Anyyeong~'

Setelah memastikan sambungan terputus, Baekhyun melanjutkanya dengan mengghubungi sang eomma.

'Yeoboseyo eomma'

'Waeyo Baekhyunie?'

'Keluarga Chanyeol mengajak keluarga kita merayakan natal di rumah mereka. Eomma bisa?'

'Tentu. Kami akan menjemputmu di apartementmu. Lebih dekat jika berangkat dari sana'

'Oke eomma. Anyyeong'

-Sambungan terputus-

Baekhyun bergegas menuju kamarnya, memilih-milih baju yang akan ia kenakan serta membungkus beberapa barang yang sudah di belinya untuk kado natal keluarga Chanyeol.

"Apa yang harus aku gunakan ya?" gumam Baekhyun bingung sambil menatap pakaian yang tergantung di lemarinya.

Setelah bergelut dengan pikirannya, akhirnya Baekhyun memutuskan menggunakan blus berwarna biru yang dipadu dengan blazer hitam dan rok yang panjangnya hampir se lutut. Ia lalu mengambil coatnya yang berada di sudut kamarnya dan pergi menuju lobby apartement.

"Baekhyun!" panggil sang eomma yang baru saja masuk ke lobby

"Eomma!" panggil baekhyun sambil berlari memeluk eommanya, "Bogoshipo" lirih Baekhyun

"Nado bogoshipo uri ttal" balas sang eomma

"Kenapa suasananya jadi haru biru seperti ini aigoo.. Kajja kita berangkat" ucap sang eomma merubah suasana

Mereka lalu bergegas berangkat menuju rumah Chanyeol, sekitar 40 menit lamanya mereka di perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan rumah Chanyeol. Pagar yang tadinya tertutup rapat kini perlahan terbuka karena ada yang membukanya.

"Anyeonghaseyo eomma" sapa Baekhyun pada eomma Chanyeol yang telah berdiri di depan pintu

"Kajja kita masuk, udara di luar cukup dingin" ajak eomma Chanyeol

Keluarga Baekhyun lalu beriringan masuk menuju rumah Chanyeol. Di dalam mereka di sambut oleh sang kakak –Park Yoora beserta keluarga kecilnya.

"Eonni" panggil Baekhyun yang langsung memeluk calon kakak iparnya

"Imo~ Imo melupakanku?" panggil laki-laki kecil yang tepat berada di samping kaki kiri Baekhyun

Baekhyun menurunkan tubuhnya hingga tingginya sama seperti Yorae, "Eh? Mian Yorae~ Imo tak melihatmu" sesal Baekhyun sambil menunjukkan wajah sendu buatan

Tanpa aba-apa, Yorae langsung memeluk sang imo, "Bogoshipo imo~" ucap Yorae

Baekhyun membalas pelukan Yorae, "Nado bogoshipeo uri Yorae"

"Biarkan Baekhyun imo duduk Yorae" ujar sang eomma –Park Yoora

Baekhyun mendudukkan tubuhnya di samping eommanya. Mereka lalu memulai percakapan ringan. Tentu yang menjadi pihak yang merasa bosan adalah Baekhyun dan juga Yorae. Baekhyun tentu mengerti apa yang diperbincangkan, namun menurutnya sangat membosankan. Berbeda dengan Baekhyun, Yorae memang tak mengerti. Ia sedaritadi hanya memandang bosan sang eomma.

"Baek, ajaklah dia ke kamar Chanyeol. Ku rasa dia bosan" balas Baekhyun menyanggupi permintaan calon kakak iparnya.

"Eomma~ Appa~ Oppa~ Eonni~ Aku pamit dulu. Aku ingin mengajak Yorae ke kamar, tampaknya ia bosan" ucap Baekhyun sopan

"Pergilah. Ku rasa dia juga mengantuk" balas eomma Chanyeol

Baekhyun lalu membawa Yorae ke dalam gendongannya, dan berjalan menuju kamar Chanyeol. Di dalam kamar Chanyeol, saat ingin menidurkan Yorae, Baekhyun memicingkan matanya. Pasalnya, terdapat seseorang yang sedang tidur di balik selimutnya.

"Imo kenapa?" tanya Yorae bingung

"Itu siapa yang sedang tidur?" tanya Baekhyun heran

"Aku tidak tahu. Imo coba saja menepuk punggungnya, mungkin dia akan bangun" saran Yorae yang tampak polos

Baekhyun perlahan naik ke kasur dan memilih mengikuti saran Yorae. Perlahan Baekhyun menepuk pelan punggung orang itu. Namun tak mendapat respon. Baekhyun lalu menyingkap selimut yang menutupi seluruh tubuh orang itu.

"Chogiyo~" panggil Baekhyun

Orang itu membalikkan badannya. Ia lalu menurunkan selimutnya hingga pinggang.

"Yak Chan! Naik kan selimutmu pabo! Yorae di sini!" protes Baekhyun

Chanyeol tak mengindahkan omongan Baekhyun, ia malah membawa tubuh Baekhyun ke dalam dekapannya dan menganggap Yorae tak ada.

Yorae yang merasa khawatir imo-nya disakiti oleh Chanyeol, ikut-ikutan naik ke atas kasur dan memukul badan Chanyeol menggunakan bantal.

"Yak samchon! Menjauh dari Baekhyun imo! Hush hush" perintah Yorae

"Yorae! Samchon tak menyakiti imo, aduh.." Balas Chanyeol sambil mengaduh kesakitan

"Chan, menyingkirlah! Aku takut Yorae jatuh" protes Baekhyun yang masih dalam dekapan Chanyeol

Chanyeol memilih mengalah. Omongan Baekhyun ada benarnya. Jika sampai Yorae terjatuh, bisa-bisa sang nunna menceramahinya habis-habisan.

"Mandi dan berpakaian lah! Kau tampak seperti orang yang tidak diurus sekarang" perintah Baekhyun.

Chanyeol berjalan gontai menuju kamar mandi. Sedangkan Baekhyun sedang mencoba menidurkan sang pangeran kecil –Han Yorae dengan posisi tubuh memiring ke kiri dan tangan kiri nya menopang kepalanya. Di sebelah kanannya Baekhyun taruh guling agar Yorae tak jatuh. Baekhyun perlahan menyanyikan sebuah lullaby untuk pangeran kecil di hadapannya, sambil mengelus surai pangeran itu berulang kali.

"Sleep, baby, sleep~ Our cottage vale is deep~

The little lamb is on the green~ With snowy fleece so soft and clean~

Sleep, baby, sleep~ Sleep, baby, sleep~

Lu-la-lullaby~ Hush, my babe, and do not cry~

In your cradle now you swing~ Until you sleep, I'll softly sing~

Lu-lullaby~"

Chanyeol barusaja keluar dari kamar mandi ketika Baekhyun menyelesaikan nyanyiannya. Dengan rambut yang masih basah, Baekhyun menghampiri Baekhyun.

"Dia tertidur?" tanya Chanyeol setengah berbisik

"Ya, tapi mungkin belum nyenyak. Jauhkanlah tubuhmu dari dia, rambutmu masih basah" perintah Baekhyun dengan pelan yang di sambut anggukan Baekhyun.

Setelah rambutnya mengering, Chanyeol menidurkan dirinya di sisi kanan Yorae.

"Dia tampak manis jika sedang tertidur" ucap Baekhyun seraya mengelus surai Yorae

"hm. Aku jadi ingin punya anak" jawab Chanyeol dengan nada santai yang sontak membuat Baekhyun melayangkan death glare ke wajah nya

"Diamlah. Kau sudah terkontaminasi pikiran kotor Kris oppa" balas Baekhyun kesal

"Kajja kita ke depan. Jika terlalu lama mungkin mereka akan berpikiran macam-macam" ucap Chanyeol santai

"Chan, hentikan pikiran kotormu!" protes Baekhyun yang langsung berdiri dan berjalan duluan ke arah pintu, sedangkan Chanyeol hanya bisa mengekor.

Beberapa meter dari ruang tamu, samar-samar Baekhyun mendengar pembicaraan keluarganya dan keluarga Chanyeol

"Bagaimana jika bulan ke-1?"

"Tidak-tidak, aku maunya bulan ke-4"

"Ah, aku tidak setuju eomma.. bulan ke-5 saja"

Baekhyun yang sempat menghentikan langkahnya, berjalan kembali hingga menuju ruang tamu. Tanpa basa-basi, ia menanyakan topik obrolan yang mereka perbincangkan.

"Apa yang sedang kalian perbincangkan?" tanya Baekhyun heran

"Pernikahan" jawab Baekbeom santai

"Pernikahan siapa?" tanya Baekhyun yang masih tak mengerti

"Kau dan Chanyeol" balas Yoora sambil menunjuk ke arah keduanya bergantian

Satu..

Dua..

Tiga..

"Ne?!" Baekhyun terperanjat mendengar ucapan sang calon kakak ipar, sedangkan Chanyeol memalingkan wajahnya dan tersenyum.

.

.

.

TBC

Hai. Saya kembali dengan chapter 12. Gimana Chanbaek momentnya di sini?. Oh iya, Chapter kemarin kan ada yang minta flashback tentang Dae sama Baek, flashback itu mungkin akan saya munculkan di chapter selanjutnya sebagai penjelas masa lalu antara mereka berdua.

Dan Terima kasih untuk yang sudah membaca, mereview, memfollow, dan memfav fanfic ini. Saya akan berusaha mengurangi kekurangan dari fanfic ini.

.

Dan untuk yang terakhir,

.

Mind to Review?