Beberapa meter dari ruang tamu, samar-samar Baekhyun mendengar pembicaraan keluarganya dan keluarga Chanyeol

"Bagaimana jika bulan ke-1?"

"Tidak-tidak, aku maunya bulan ke-4"

"Ah, aku tidak setuju eomma.. bulan ke-5 saja"

Baekhyun yang sempat menghentikan langkahnya, berjalan kembali hingga menuju ruang tamu. Tanpa basa-basi, ia menanyakan topik obrolan yang mereka perbincangkan.

"Apa yang sedang kalian perbincangkan?" tanya Baekhyun heran

"Pernikahan" jawab Baekbeom santai

"Pernikahan siapa?" tanya Baekhyun yang masih tak mengerti

"Kau dan Chanyeol" balas Yoora sambil menunjuk ke arah keduanya bergantian

Satu..

Dua..

Tiga..

"Ne?!" Baekhyun terperanjat mendengar ucapan sang calon kakak ipar, sedangkan Chanyeol memalingkan wajahnya dan tersenyum.

.

| Fansite or Fiancee? |

.

| E X O |

.

| GS for Uke |

.

13th Scene

.

Seluruh anggota keluarga yang tengah terduduk di ruang tamu sontak tertawa karena ekspresi kaget Baekhyun.

"Hei, tenanglah Baek. Pernikahan itu hanya jadi topik. Kami tidak akan memaksa kalian untuk menikah di bulan itu" jelas eomma Baekhyun

"J-jadi, kalian tidak menikahkan ku di antara beberapa bulan yang kalian sebutkan, kan?" tanya Baekhyun memastikan

"Iya Baekhyun" balas eomma Baekhyun

"Tapi, alangkah baiknya kalian berdua merealisasikannya secepatnya" ucap Yoora santai

"Eonni" ucap Baekhyun kesal dengan rona merah menghiasi kedua pipinya

"Aku setuju dengan Yoora nunna" tambah Chanyeol

Baekhyun yang merasa bahwa itu suara Chanyeol, mencubit pinggang sang tunangan cukup kencang yang membuat sang tunangan mengaduh kesakitan, "ampun Baek, aku hanya bercanda" sesal Chanyeol

"Sudahlah. Kalian lebih baik duduk" saran appa Chanyeol

Keduanya lalu mendudukkan tubuh mereka di samping Yoora. Baekhyun dan Chanyeol duduk bersebelahan.

"Jadi, kapan kalian mempunyai rencana menikah?" tanya appa Baekhyun

"Appa~ Bisakah tidak membahas itu. Aku masih terlalu muda untuk menikah" rengek Baekhyun pada sang appa

"Hei, setidaknya kalian harus punya rencana. Kau mau ikatan kalian hanya sebatas pertunangan hingga kakek nenek nanti?" balas appa Baekhyun

"Kami sudah ada rencana itu appa. Mungkin setelah Baekhyun lulu dengan kuliahnya, aku akan melamarnya" ujar Chanyeol yang tak memikirkan raut wajah Baekhyun yang memerah.

'Bocah ini kenapa kalau ngomong tidak dipikir dulu sih' batin Baekhyun geram.

"Baek, kau tinggal 2 semester lagi kan?" tanya eomma Baekhyun yang di sambut anggukan Baekhyun

"Kalau begitu, berarti tahun depan kalian bisa menikah?" tanya sang eomma Baekhyun penuh harap.

"Begitulah eomma" jawab Chanyeol sambil tersenyum

Keluarga keduanya tampak bahagia akibat ucapan Chanyeol barusan. Berharap ucapan nya benar-benar terwujud nantinya.

Baekhyun sedang mencari-cari alasan untuk keluar dari obrolan ini. Setelah bergelut dengan pikirannya, ia menemukan suatu alasan yang pas. "Ah, sepertinya aku meninggalkan barang di mobil. Aku permisi dulu semuanya" ucap Baekhyun beralasan.

Baekhyun berjalan menuju halaman rumah Chanyeol dan menghampiri mobil milik appanya yang terletak di sudut kiri halaman tersebut. Baekhyun langsung mengambil beberapa paper bag yang berisikan hadiah dan membawanya masuk ke dalam.

"Sebaiknya kau letakkan di dekat pohon natal saja Baek" saran Baekbeom pada Baekhyun yang baru saja masuk.

Baekhyun tidak langsung duduk setelahnya. Ia tahu mereka masih membahas topik yang sama. "Kau tidak duduk Baek?" tanya sang tunangan

"Sebaiknya aku menjaga Yorae saja. Aku lupa menaruh guling di sisi kanannya, aku takut dia terjatuh" ucap Baekhyun beralasan lagi

Sedangkan Chanyeol tahu maksud Baekhyun yang sebenarnya. Baekhyun tidak nyaman jika membahas tentang 'pernikahan'.

"Kalau begitu, aku permisi juga eomma. Aku ingin membantu Baekhyun" pamit Chanyeol sambil beranjak berdiri lalu membungguk

"Jangan berbuat macam-macam" ancam Baekbeom

"Tidak akan terjadi jika dia tak memancingnya duluan hyung" balas Chanyeol sambil menatap Baekhyun yang langsung memalingkan wajahnya.

Di kamar, Baekhyun mendudukan dirinya di pinggiran kasur. Menatap wajah damai pangeran kecilnya yang tengah terlelap. Chanyeol pun sama. Posisi Yorae diapit oleh Chanyeol dan Baekhyun.

"Baek, soal ucapan tadi.. Aku hanya sekedar berucap. Aku akan menunggumu jika kau sudah siap untuk menjalani kehidupan pernikahan" jelas Chanyeol dengan suara yang cukup pelan.

"Bisakah kita tidak membahasnya sekarang?" tanya Baekhyun yang tampak tam tertarik

Chanyeol menghela nafasnya, "Baiklah" ucap Chanyeol

Tidak ada percakapan setelahnya di antara keduanya. Baekhyun sibuk mengelus surai Yorae, sedangkan Chanyeol sibuk menatap langit-langit hingga akhirnya ikut terlelap bersama Yorae. Baekhyun akhirnya menyusul keduanya berkelana di alam mimpi.

...

Di lain tempat, Luhan baru saja ingin berangkat ke rumah imo dan samchon nya untuk berkumpul bersama keluarga. Ketika baru menginjakkan kakinya di lobby, Luhan menangkap bayangan seseorang yang sangat dikenalnya. Orang itu memakai snapback serta coat berwarna abu-abu.

"Kau sedang apa di sini?" tanya nya pada orang itu.

"Menjemputmu" balasnya santai

"Aku tidak bisa pergi bersamamu. Aku ingin pergi ke rumah samchon ku" jawab Luhan penuh penyesalan.

"Bagus. Kajja ke rumah samchon mu. Aku bisa berkenalan dengan keluargamu" ajak Sehun dengan sumringah

"Ani. Ani. Kenapa kau tidak merayakannya bersama keluarga mu?" tanya Luhan penasaran.

"Mereka merayakannya di Jepang. Di tempat kakek dan nenek ku berada" lirih Sehun

"Miris sekali dirimu. Kalau begitu, kau boleh ikut bersama ku. Kajja" ajak Luhan yang langsung menarik pergelangan tangan Sehun.

Setelah hampir mengemudi selama satu jam, mereka sampai di depan gerbang sebuah rumah berarsitektur sedikit kuno. Luhan keluar dari mobilnya untuk membunyikan bell. Tak butuh waktu lama, sang imo membukakan gerbangnya dan mempersilahkan masuk. Begitu juga Sehun.

Di dalam, tak jauh beda dengan Baekhyun, mereka juga di sambut oleh anggota keluarganya yang lain.

"Halmoeni~ Bogoshipeo" lirih Luhan yang langsung menghambur ke pelukan sang nenek.

"Nado Luhannie" balas sang nenek. Sang nenek mengeryitkan dahinya ketika menyadari seseorang yang berdiri tak jauh dari Luhan, "Nugu?" tanya sang nenek sambil melirik ke arah Sehun.

"Ah~ Dia Sehun, temanku" balas Luhan canggung

"Anyyeonghaseyo halmoeni. Sehun imnida" sapa Sehun yang dilanjut dengan membungkuk hormat.

"Syukurlah. Halmoeni kira dia pacarmu" ucap sang halmoeni

"Memangnya kenapa halmoeni?" tanya Luhan bingung

"Kalau dia pacarmu, halmoeni akan menyuruhmu memutuskannya. Halmoeni ingin kau fokus pada kuliahmu" jelas sang halmoeni

"Kalau aku tidak mau?" tanya Luhan lagi

"Halmoeni akan menjodohkanmu dengan cucu sahabat halmoeni" balas sang halmoeni

"Andwae. Kuno sekali" ucap Luhan tak setuju

'Ah..Jahat sekali. Berniat untuk dekat dengan keluarganya, tapi malah disambut perbincangan seperti ini. Menyakitkan hng' batin Sehun menderita

"Kalian duduklah. Akan ku panggil kan eomma dan appa mu" ucap sang imo

Mereka semua lalu duduk di sofa sambil menunggu kedatangan eomma dan appa Luhan. Selang beberapa waktu, seluruh keluarga Luhan sudah berkumpul.

"Semuanya, perkenalkan, dia Oh Sehun, temanku. Dia akan merayakan malam natal bersama kita karena seluruh keluarganya tengah berada di Jepang" jelas Luhan pada semua yang hadir.

"Wajah ku tampak tidak asing di mataku" ucap sang eomma sambil memicingkan matanya

"Wajar eomma. Dia kan artis" balas Luhan dan sang eomma hanya ber 'oh' ria

"Halmoeni, Samchon, Imo, Eommo-nim, Aboeji, izinkan saya merayakan malam natal bersama kalian" ucap Sehun penuh hormat

"Tak perlu se-sungkan itu. Anggap saja keluarga sendiri" balas appa Luhan

"Kamsahamnida" ucap Sehun berterimakasih

"Jadi Luhan, jika sekali saja halmoeni mendengar kau berpacaran dengan seseorang maka tak lama kemudian kau akan berakhir di altar" ancam sang halmoeni

"Tenang saja halmoeni~ itu tidak akan terjadi" balas Luhan meyakinkan. 'selama halmoeni tidak berada di sisi ku' lanjutnya dalam hati

"Halmoeni mungkin tidak bisa melihatnya, tapi halmoeni sudah mengirim seorang detektif untuk mengawasimu" balas Halmoeninya santai.

"Eh? Halmoeni berlebihan sekali" balas Luhan sambil mengerucutkan bibirnya

'Habis sudah kesempatan ku' batin Sehun

'Dia percaya saja dengan ucapan ku kkk' batin sang Halmoeni

...

Di rumah Chanyeol, para perempuan tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan. Eomma Chanyeol dan Eomma Baekhyun tengah memasak, Yoora tengah menata meja makan. Pasalnya, sebentar lagi akan memasuki jam makan malam.

"Yoora, tolong panggilkan Baekhyun dan Chanyeol" pinta Mrs. Park

"Ne eomma" balas Yoora

Yoora berjalan menuju kamar Chanyeol, membuka pintu dengan perlahan. Sebuah ide jahil terlintas di pikirannya. Perlahan Yoora mengambil sang anak yang berada di antara Baekhyun dan Chanyeol dan menyingkirkan kedua guling yang dijadikan Baekhyun penghalang jika suatu ketika Yorae jatuh.

Yoora dengan langkah hati-hati keluar dari kamar Chanyeol dengan sang anak yang masih tertidur di gendongannya.

'Selamat menikmati moment romantis kalian kkk' ucap Yoora dengan suara pelan sambil menutup pintu.

Yoora mendudukkan anaknya di salah satu kursi makan. Yorae sudah bangun ketika dalam perjalanan menuju ruang makan walau nyawanya belum terkumpul sepenuhnya.

"Kau tidak membangunkan mereka?" tanya Mrs. Park

"Mereka susah dibangunkan. Eomma saja yang bangunkan" balas Yoora santai

Sang eomma lalu berjalan ke kamar Chanyeol. Begitu membukanya, sang eomma hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat posisi Baekhyun dan Chanyeol. Chanyeol tampak memeluk Baekhyun dengan tangan kirinya. Ia tahu, ini semua pasti ulah Yoora. Betapa jahil anak sulungnya itu.

"Baekhyun, bangunlah nak" panggil sang eomma sambil menepuk pelan punggung Baekhyun.

Baekhyun terbangun, namun ia belum menyadari posisi nya. ia masih menyesuaikan matanya.

Sang eomma lalu beralih ke Chanyeol, menjewernya dengan cukup keras, "Bangunlah Chanyeol!" ucap sang eomma. Sang eomma tahu, Chanyeol pasti tidak akan bangun jika cara membangunkannya sama seperti membangunkan Baekhyun.

"Chan! Lepaskan pelukanmu!" ucap Baekhyun setengah berteriak. Ia terlalu shock melihat posisi nya. Tanpa sadar ia mendorong dada Chanyeol hingga terjatuh.

"Aduh" ucap Chanyeol mengaduh kesakitan. Malangnya nasibnya. Sudah di jewer, di dorong pula hingga jatuh. Poor Chanyeol.

"Kalian tidak berperasaan aish" gumam Chanyeol kesal sambil memegangi sikutnya.

"Sudahlah. Ayo kita makan, yang lain sudah menunggu kalian" ucap sang eomma

"Ne eomma" sahut Baekhyun dengan wajah yang benar-benar memerah.

Setelah mereka mencuci muka, mereka berjalan beriringan menuju ruang makan dan mendudukkan tubuhnya bersebelahan.

"Bagaimana moment romantisnya Chan?" goda Yoora

"Diamlah nunna, kau membuat Baekhyun ku malu. Ini semua pasti ulahmu kan" ucap Chanyeol santai.

Seusai makan malam, mereka mengadakan acara tukar hadiah antar anggota keluarga. Baekhyun lantas memberikan satu per satu paper bag nya pada anggota keluarga Chanyeol.

"Woahhh~ Lego baru!" pekik Yorae girang. "Gomawo imo" ucap Yorae berterima kasih sambil memeluk sang imo

"Gomawo Baek. Kau tahu apa yang ku mau" ucap Yoora sambil memegang paper bag miliknya

"Baek! Kenapa kau hanya memberiku kaos?" protes Chanyeol

"Hehehe, di otak ku hanya terlintas untuk membelikanmu itu" balas Baekhyun sambil tersenyum menampilkan sederetan giginya.

"Nunna, eomma, aku mau mengajak Yorae dan Baekhyun keluar sebentar. Boleh kah?" tanya Chanyeol pada Eomma Baekhyun dan Yoora

"Boleh saja, tapi jangan pulang terlalu larut" balas sang eomma

"Kajja Yorae, kita ke kamar mengganti bajumu" ajak Baekhyun

Di kamar Yoora, Baekhyun memilih sebuah sweater berwarna abu-abu untuk Yorae, dan memakaikannya coat hitam ditambah dengan syal, trapper hat, sarung tangan, dan tak lupa kaos kaki.

"Sekarang kita sudah siap untuk jalan-jalan, Kajja" ujar Baekhyun sambil tersenyum lembut dan membawa Yorae ke dalam gendongannya.

"Semuanya, kami jalan-jalan dulu. Anyeong" pamit Baekhyun

"Mereka benar-benar seperti seluarga bahagia" gumam Yoora yang dibalas setuju oleh yang lain.

Chanyeol dengan setia membawa coat Baekhyun. Walau Baekhyun sudah memakai sweater, tetap saja Chanyeol khawatir jikalau Baekhyun kedinginan.

Chanyeol memakaikan coat Baekhyun, "Kemarikan tangan kirimu" perintah Chanyeol dan Baekhyun pun merentangkan tangan kirinya. Chanyeol memasukan bagian tangan kiri jaket. "Yang satu lagi" ucap Chanyeol lagi. Baekhyun memindahkan Yorae dengan menggendong di kirinya. "Selesai" ucap Chanyeol. "Gomawo" ucap baekhyun berterimakasih.

"Baek, bisakah kau ceritakan kedekatanmu dengan Daehyun dulu?" tanya Chanyeol hati-hati

"Dia adalah satu-satunya teman ku yang dari SD hingga kelas 2 SMP bersamaku, bahkan selalu sebangku. Dia sudah ku anggap sebagai saudara. Kemana-mana selalu bermain berdua. Dia bahkan sangat akrab dengan Zelo saat pertama kali bertemu. Makanya, jika Zelo datang pasti aku selalu menyuruhnya ke rumah untuk menemaniku bermain" Cerita Baekhyun

"Lalu? Bagaimana saat itu kau bisa menolaknya?" tanya Chanyeol lagi

"Aku sudah mulai mencurigainya semenjak kelas 2 SMP. Perhatiannya padaku benar-benar berlebihan. Dia bahkan membatasi ku untuk berteman dengan anak laki-laki yang beralasan 'mereka terlalu berbahaya Baek'. Masa-masa remaja seperti itu adalah masa di mana manusia mulai merasakan jatuh cinta. Dan justru sikap Daehyun menunjukkan suatu rasa ketertarikan padaku. Aku jadi agak menjauhinya walau kita masih duduk sebangku" tambah Baekhyun

"Eh? Yorae tertidur lagi. Biar aku yang menggendongnya. Lanjutkan ceritamu" Chanyeol mengambil paksa Yorae yang berada di gendongannya. Baekhyun lantas melanjutkan ceritanya sambil tangannya ia sembunyikan di saku coatnya.

"Puncaknya adalah ketika ia menyatakan perasaannya. Dugaanku selama itu benar. Dia menyatakan perasaannya sehari sesudah kau, Chan. Saat itu aku memang sudah berencana memberitahunya saat pulang sekolah, tapi dia mengajak ku ke atap saat istirahat dan memberiku bunga dan mengungkapkannya. Aku menolaknya dengan halus dan berniat memberitahu semuanya namun terlambat. Ia langsung pergi meninggalkanku. Keesokan harinya dia tidak masuk dan ternyata ia pindah ke rumah neneknya dan bersekolah di sana. Aku tak tahu jika dia berniat membalaskan semuanya itu sekarang" lirih Baekhyun di akhir.

"Semuanya baik-baik saja. Management ku sedang menyelidiki foto-foto itu dan mencari keberadaan Daehyun" ucap Baekhyun menenangkan

"Gomawo" balas Baekhyun berterimakasih dan memeluk Chanyeol erat.

Di sela-sela pelukan mereka, tersengar suara rintihan. Rintihan anak kecil.

"Imo" rintih Yorae

"Yorae! Kau kenapa? Badanmu kenapa hangat sekali. Di mana yang sakit?" tanya Baekhyun panik

"Imo, perut Yorae sakit sekali hiks" rintihnya lagi

"Chan, ayo kita ke rumah sakit" saran Baekhyun

"Ku rasa 200 meter dari sini ada rumah sakit. Kajja" Chanyeol berlari diikuti Baekhyun di belakangnya.

Sesampainya di sana, mereka membiarkan dokter menangani Yorae. Dan setelah diperbolehkan untuk masuk, barulah mereka menanyakan keadaan Yorae.

"Bagaimana keadaannya uisanim?" tanya Baekhyun khawatir

"Tenang nyonya. Anak anda hanya kebanyakan makan dan ia terkena gejala flu. Ini resep obatnya, kalian bisa mengambilnya di apotek" jelas sang dokter sambil menyodorkan selembar kertas yang tak terlalu besar pada Chanyeol

"Dia bisa pulang sekarang?" tanya Baekhyun lagi

"Bisa. Tapi saya harap kalian jangan mengajaknya keluar rumah dahulu. Ia tampaknya tidak begitu kuat pada cuaca yang dingin" ujar sang dokter lagi

"Imo~ Yorae mau pulang" rengek Yorae

"Gamsahamnida uisanim. Kajja kita pulang" Baekhyun membawa Yorae ke dalam dekapannya lagi, sedangkan Chanyeol baru saja menebus obat.

Saat berjalan di lorong rumah sakit, Baekhyun memicingkan matanya melihat dua orang anak tengah terduduk cemas di bangku. Baekhyun lantas berjalan mendekat ke arah mereka.

"Kalian sedang apa di sini–"

.

.

.

"–Jaemi? Jaera?"

.

TBC

Yehet, Fast update untuk Chap ini. Mumpung lagi ngalir idenya kkk. Masa lalu DaeBaek sudah kan? Saya tadinya berniat untuk jadiin flashback gitu tapi kayaknya momentnya kurang pas, jadi saya buat Baekhyun yang menceritakannya. Dan Chanbaek di sini di penuhi sama Chanbaek moment walau Hunhan lewat sebentar kkk.

Terima kasih untuk yang sudah mau membaca, mereview, memfollow, dan memfav fanfic saya ini. Gomenne jika masih banyak kekurangannya hehe. Next Chap jika tidak ada halangan akan saya post besok.