"Imo~ Yorae mau pulang" rengek Yorae

"Gamsahamnida uisanim. Kajja kita pulang" Baekhyun membawa Yorae ke dalam dekapannya lagi, sedangkan Chanyeol baru saja menebus obat.

Saat berjalan di lorong rumah sakit, Baekhyun memicingkan matanya melihat dua orang anak tengah terduduk cemas di bangku. Baekhyun lantas berjalan mendekat ke arah mereka.

"Kalian sedang apa di sini–"

.

.

.

"–Jaemi? Jaera?"

| Fansite or Fiancee? |

.

| E X O |

.

| GS for Uke |

.

14th Scene

.

Jaemi menoleh ke arah Baekhyun. Matanya sembab, wajahnya memerah karena menangis sedaritadi. Adiknya pun juga tak jauh beda dengan sang kakak. Sedangkan Baekhyun justru bingung karena bertemu mereka di sini dan dalam keadaan yang kacau.

"Jaemi-ah, kau kenapa menangis?" tanya Baekhyun sambil mengusap air mata yang membasahi wajah Jaemi.

"E-eomma.. Dia tiba-tiba pingsan saat di rumah, dan kami membawanya ke sini" lirih Jaemi

"Bagaimana bisa?" tanya Baekhyun lagi

"Dia menginap gagal ginjal kronis" jelas Jaemi

"Kenapa hanya kalian berdua? Appa mu kemana?" tanya Baekhyun hati-hati

"Dia sedang mencari pinjaman, dan oppa tidak pulang dari kemarin" balas Jaemi dengan wajah sendu

"Kau punya oppa? Siapa namanya? Biar eonni bantu mencarinya" tawar Baekhyun

"Namanya –Jung Daehyun" balas Jaemi

"J-jung D-daehyun?" ucap Baekhyun terbata-bata karena shock

Bersamaan dengan itu, Chanyeol tengah berlari ke arah Baekhyun dan tampaknya Baekhyun tak sadar akan itu. Ia masih terlalu kaget, sedangkan Chanyeol hanya bisa menatap ketiganya bergantian.

"Eh? Kau bukannya yang pernah datang ke rumah Baekhyun kan?" tanya Chanyeol memastikan. Jaemi pun hanya membalasnya dengan anggukan

"Kenapa kalian berada di sini? Kemana kedua orangtua kalian?" tanya Chanyeol lembut

"Chan, ada yang ingin aku bicarakan padamu " ucap Baekhyun tiba-tiba sambil menarik ujung kaos Chanyeol.

"Kalian tak apa kan eonni tinggal?" tanya Baekhyun dengan raut khawatir

"Gwaenchana eonni. Lagipula sebentar lagi appa datang, dan sepertinya anak yang eonni gendong sedang sakit" balas Jaemi lembut sambil tersenyum tipis

Baekhyun mengelus surai Jaemi yang tengah duduk sambil tersenyum, "Jaga diri kalian baik-baik ne. Eonni pasti akan membantu menemukan oppa kalian"

Baekhyun membawa Chanyeol melangkah menjauh dari ruangan itu untuk pulang.

"Baek, biar aku yang menggendong Yorae. Kau bawa obatnya saja" tawar Chanyeol

Baekhyun menghentikan langkahnya, lalu Chanyeol mulai membawa Yorae yang tengah tertidur ke dalam dekapannya.

"Chan, kedua anak tadi ternyata mereka adik –Jung Daehyun" ucap Baekhyun

"Benarkah? Sifat mereka berbeda sekali dengan kakaknya" balas Chanyeol

"Chan, mereka butuh biaya untuk pengobatan eomma mereka sekarang" ucap Baekhyun lagi

"Eomma mereka mengidap gagal ginjal. Dan appa nya sekarang tengah uring-uringan mencari pinjaman untuk pengobatannya" tambah Baekhyun lagi

"Bukankah pasien gagal ginjal mengharuskan mereka untuk cuci darah 2 kali per minggu?" tanya Chanyeol

"Iya. Dan hidup mereka pas-pasan. Sang ayah setahuku hanya menjadi cleaning service dan Daehyun –dia menghilang" jelas Baekhyun

"Anak itu benar-benar" geram Chanyeol

"Chan, kumohon cabutlah tuntutan management mu.. jika Daehyun tak bekerja bagaimana dia bisa membayar pengobatan eommanya" pinta Baekhyun

"Dia anak yang baik pada dasarnya" tambah Baekhyun lagi

"Hah..aku akan mencoba membujuk management ku. Dan jika polisi sudah menemukan Daehyun, aku akan memberitahumu" ucap Chanyeol sambil menatap lembut wajah Baekhyun.

Baekhyun tersenyum, "Gomawo" ucap nya

...

Setibanya di rumah, Chanyeol membaringkan Yorae di kamarnya dan Baekhyun sibuk melepas dan mengganti pakaian Yorae dan tak lupa menempelkan fever patch pada kening Yorae.

"Chan, jagalah Yorae. Eomma tadi bilang, Yoora eonni dan suaminya ada urusan mendadak di Jepang" jelas Baekhyun

"Eomma.." rengek Yorae dengan mata terpejam

"Imo di sini Yorae.." ucap Baekhyun yang langsung terduduk kembali sambil mengusap lembut surai Yorae.

"Imo.. temani Yorae" pinta Yorae yang mau tak mau diiyakan oleh Baekhyun

Sepertinya keberuntungan tengah berpihak pada Chanyeol untuk hari ini.

"Chan, jangan senang kau. Kau tidur di kamar Yoora eonni sana" usir Baekhyun

"Wae? Ini kan kamarku, aku yang berkuasa di sini. Kau hanya tamu" balas Chanyeol

"Hah..aku sedang tak mau berdebat denganmu. Aku takut membuat Yorae menjadi lebih sakit" ucap Baekhyun mengalah.

Tak lama kemudian, ketiganya tertidur lelap dengan posisi Yorae diapit oleh keduanya. Sedangkan kedua eomma mereka yang mengintip hanya bisa tersenyum bahagia.

"Mereka benar-benar sudah siap bergeluarga" canda eomma Chanyeol

"Iya, aku setuju denganmu" timpal eomma Baekhyun.

...

Pagi hari di keluarga Luhan dihiasi dengan kebahagian, namun tidak dengan Sehun yang sedaritadi tampak murung. Kata-kata halmoeni Luhan masih terngiang di pikirannya.

"Jangan terlalu dipikirkan. Kajja kita ke taman belakang, aku sudah menyiapkan cemilan untuk mengobrol" ucap Luhan

"Kajja" Sehun menarik tangan Luhan pergi menjauhi ruang tamu

Di taman, Sehun dan Luhan duduk berhadapan dengan meja berbentuk bulat sebagai pemisah.

"Ah~ Aku kan belum memberimu hadiah. Kau mau hadiah?" tanya Sehun

"Mau" jawab Luhan antusias.

Sehun berpura-pura merogoh sakunya sedangkan Luhan hanya bisa menunggu.

"Yak! Kau mau mengerjaiku ya? Mana hadiahnya?" pekik Luhan kesal

"Hadiahnya adalah... Aku" ucap Sehun sambil bergaya membentuk V dengan telapak tangannya

"Jangan mulai mengeluarkan aegyo mu lagi!" ucap Luhan kesal.

"Hehe, kali ini aku benar-benar akan memberimu hadiah" ucap Sehun yang berubah serius

"berbaliklah dan tutup matamu" perintah Sehun dan Luhan pun menurut.

Sehun mengeluarkan sesuatu dari kantong kemejanya. Sebuah kalung dengan bandul krystal yang tidak terlalu besar. Dengan lembut, Sehun mulai memasangkan kalung itu pada Luhan dan setelah kalung itu terkunci, Sehun menyibak rambut Luhan.

"Jja.. Kau boleh berbalik sekarang Lu" ucap Sehun

"Bagaimana dengan mataku? Aku masih terpejam Sehun" balas Luhan

"Kau boleh buka matamu dan berbalik lah ke arahku" perintah Sehun

"Eotte?" tanya Sehun penasaran

"Gomawo, kalung ini benar-benar indah dan sederhana di saat yang bersamaan" ucap Luhan dengan wajah bahagia

"Cepat kita habiskan cemilan ini. Udara mulai mendingin" perintah Sehun lembut dan Luhan menganggukan kepalanya.

Dari kejauhan, seorang wanita paruh baya hanya bisa memandang keduanya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.

"Ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucapnya pada seseorang di telepon.

...

Berbeda dengan suasana di kediaman Luhan, suasana kediaman Chanyeol tampak sepi. Tidak banyak aktivitas yang ada di dalamnya. Hanya ada sepasang perempuan yang tengah memasak di dapur.

"Baekji, bisakah kau membangunkan mereka?" tanya eomma Chanyeol pada eomma Baekhyun

"Ah, tentu saja" jawab eomma Baekhyun

"Bagunkan Chanyeol jangan dengan cara lembut, dia bukannya bangun malah akan tertidur lebih lelap. Jewer saja kupingnya, atau kau ciprati air" jelas eomma Chanyeol

Byun Baekji –eomma Baekhyun perlahan masuk ke kamar Chanyeol. Menepuk pelan punggung Baekhyun.

Baekhyun yang merasa ada yang membangunnya perlahan membuka matanya, mengerjapkannya berkali-kali dan melirik ke belakang.

"Bangunlah sayang.." ucap eomma Baekhyun

Baekhyun terduduk dengan wajah kusut, "eh Eomma" ucap Baekhyun

"Bangunkan Chanyeol ne, setelah itu bantu eomma memasak. Eomma pergi dulu" pinta sang eomma

Selepas kepergian sang eomma, Baekhyun berjalan gontai ke arah Chanyeol. Ia dengan iseng menatap lekat wajah Chanyeol yang damai. Tiba-tiba terlintas ide di pikirannya.

Baekhyun lalu berjalan ke kamar mandi, mengambil gayung yang berisikan sedikit air. Dengan senyum yang merekah di wajahnya, Baekhyun mencipratkan air itu tepat di wajah Chanyeol.

"Huaa..Atapnya bocor" teriak Chanyeol yang lagsung terduduk

"Mau bocornya lebih deras tuan Park?" tanya Baekhyun

Chanyeol mengerjapkan matanya berusaha menajamkan penglihatannya.

"Bangunlah Dobi!" pekik Baekhyun kesal

"Masih terlalu pagi sayang" balas Chanyeol lesu

"Bangun atau atapnya akan bocor lebih deras" ancam Baekhyun

"Ne ne aku bangun nyonya Park. Pagi-pagi tak baik mengomel, anak kita bisa terbangun mendengar suaramu" goda Chanyeol

"Berhenti mengucapkan kata-kata yang menjijikan Park Chanyeol!" ucap Baekhyun geram

Chanyeol berdiri dari duduknya, berjalan mendekat ke arah Baekhyun, "Kau tahu, kau sedang berada di mana? Berhenti menggoda seorang singa di dalam kandangnya sendiri sayang" goda Chanyeol lagi

"Chanyeol!" pekik Baekhyun kesal

Chanyeol memundurkan langkahnya, "Aku bercanda sayang, tapi jika kau mau itu menjadi keyataan ya..aku akan menerima dengan senang hati" ucap Chanyeol santai

"Aku mau membantu eomma saja. Kau, jagalah Yorae dan cek suhu tubuhnya" ucap Baekhyun yang akhirnya berlari keluar kamar Chanyeol

Chanyeol baru saja ingin mengambil termometer di laci meja nakasnya. Tiba-tiba, ponselnya berdering.

'Yeoboseyo hyung. Wae?'

'Daehyun sudah tertangkap. Dia sekarang berada di kantor polisi'

'Batalkan semua tuntutannya sebentar lagi aku akan ke sana'

'Yak kau! Bagaimana!'

'Sudahlah hyung. Aku tutup teleponnya'

Chanyeol meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Bergegas mandi dan bersiap-siap.

Chanyeol keluar kamarnya dengan keadaan yang sudah rapi. Ia berjalan ke arah dapur untuk menemui Baekhyun.

"Baek, kau mau ikut denganku tidak?" tanya Chanyeol

"Eodi?" tanya Baekhyun heran

"Ah, sudahlah. Ikut saja. Cepat rapi kan penampilan mu, aku tunggu di ruang tamu" perintah Chanyeol

Baekhyun dengan terburu-buru mandi dan berganti pakaian. Tak butuh waktu setengah jam, Baekhyun sudah siap.

"Eomma, kami pergi dulu" pamit Chanyeol

"Kalian pagi-pagi mau kemana eoh?" tanya eomma Chanyeol

"Urusan anak muda eomma" jawab Chanyeol asal

"Hah.. anak jaman sekarang" ucap eomma Chanyeol sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

...

Baekhyun bingung ketika mereka berdua tiba di salah satu kantor polisi. Baekhyun ingin menanyakannya pada Chanyeol, namun sepertinya tak mungkin dijawab.

"Hyung!" panggil Chanyeol

"Dia ada di dalam sel pojok ruangan" jelas sang manager memberitahu

"Hyung, Kau sudah membatalkan semua tuntutannya?" tanya Chanyeol

"Sudah" jawabnya singkat

"Kalian berdua mengacuhkan ku huh" dengus Baekhyun

"Aigo..aku tidak melihatmu Baek. Kau terlalu mungil" canda sang manager

"Bilang saja oppa mau mengejek ku pendek" balas Baekhyun berpura-pura kesal

"Ne" jawab sang manager spontan yang langsung disambut tatapan tajam. "Eh, tidak kok Baek" timpal manager itu.

"Kajja kita temui Daehyun, Baek" ajak Chanyeol yang langsung menarik pergelangan tangan Baekhyun

Setelah diizinkan oleh petugas, Chanyeol masuk ke dalam sel tempat Daehyun berada.

"Mau apa kalian kemari?" tanya Daehyun dengan tatapan mengintimidasi

"Bekerjalah lagi Dae. Eomma mu masuk rumah sakit dan appa mu uring-uringan mencari mu dan juga pinjaman" ucap Baekhyun dengan wajah sendu

"Bukankah ini yang kalian inginkan? Menjebloskan ku ke penjara?" tanya Daehyun lagi

"Awalnya memang iya. Aku berniatan seperti itu, tapi setelah Baekhyun memintaku mencabut tuntutannya dan menjelaskanku keadaan eomma mu, niatan itu sudah lenyap." Jelas Chanyeol

"Dae, aku tahu kau anak baik. Selama ini kau mencari uang untuk pengobatan eommamu kan? Ku mohon, jangan bersikap seperti ini" lirih Baekhyun

"Baek, bisakah kita seperti dulu lagi? Menjadi sahabat?" tanya Daehyun berubah sendu

"Selama ini aku masih tetap menganggapmu sahabat Dae, kau saja yang menjauhiku" balas Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya.

"Mianhae..Mianhae untuk semuanya, aku sangat menyesal. Aku pergi kemarin untuk menenangkan diri. Perasaan bersalah terus menghantuiku" lirih Daehyun

Baekhyun berjalan mendekat ke arah Daehyun, memeluknya layaknya seorang sahabat yang selalu menenangkan satu sama lain, "Aku memaafkan mu. Berjanjilah kau jangan menghilang lagi setelah ini. Keluargamu membutuhkanmu, aku pun juga" ucap Baekhyun

"Aku janji. Gomawo Baekhyun, Chanyeol" ucap nya

'Sabar Chanyeol, dia hanya sahabat oke. Kau kuat.' Batin Chanyeol

"Jangan memeluk ku terlalu lama, seseorang dengan mata berapi tengah menatap kita" canda Daehyun

Baekhyun melepas pelukannya dan memiringkan kepalanya, "Nugu?" tanyanya

Daehyun melirik ke arah Chanyeol, yang dilirikmu berusaha menampilkan sikap cool nya.

"Araseo. Kkk" Baekhyun mengangguk mengetahui siapa itu. Mereka berdua kemudian tertawa bersama, tak memperdulikan seorang yang tengah terbakar cemburu.

"Sudah puas menertawakanku?" tanya Chanyeol sinis

Baekhyun mengangguk mantap, "Sudah. Dae, lebih baik sekarang kau ke rumah sakit" saran Baekhyun

"Kau sudah boleh keluar, pergilah sekarang. Jangan menjadi obat nyamuk antara aku dan Baekhyun" ucap Chanyeol dingin

Daehyun bangkit dari duduknya, berjalan mendekat ke arah Chanyeol dan menepuk punggungnya, "Kalau begitu aku pamit duluan Baek. Jagalah Baekhyun, Chanyeol"

"Aku ingin mengurus sesuatu dulu dengan Hyuk hyung. Kau mau menunggu kan?" tanya Chanyeol lembut

"Kalau begitu seharusnya aku pulang dengan Daehyun saja tadi" gerutu Baekhyun sambil memalingkan wajahnya

"Jangan coba-coba" balas Chanyeol dingin.

Mereka berdua lalu menyusul sang manager yang sudah duluan ke gedung SM. Sesampainya di sana, Chanyeol langsung menuju ruang pimpinan SM sedangkan Baekhyun memilih untuk menyendiri di atap.

"Hah..membosankan sekali" dengus Baekhyun

"Hari natal malah datang ke gedung ini. Untung di depan tidak ada fans yang datang" tambah nya

"Sedang membicarakan apa sayang?" tanya seseorang yang berasal dari balik punggung Baekhyun

"Bukan apa-apa" balasnya ketus

"Hei, jangan marah.. Mianhae mengajakmu ke sini" sesal Chanyeol

"Kau sudah selesai kan? Ayo pulang, aku bosan" ajak Baekhyun datar

"Kita jalan-jalan dulu, kau mau?" tawar Chanyeol

"Tidak" balas Baekhyun ketus lalu berjalan duluan, meninggalkan sang tunangan dengan wajah penuh keheranan.

Di perjalanan pulang, Chanyeol menyempatkan diri mengunjungi sungai Han. Suasananya sepi mungkin karena hari ini natal dan ditambah dengan cuaca yang cukup dingin.

"Baek," panggil Chanyeol sambil menolehkan wajahnya ke arah Baekhyun yang berada di sampingnya.

"Waeyo?" tanya Baekhyun

"Pejamkan matamu" perintah Chanyeol

Baekhyun mengeryitkan dahinya, "kenapa? Kau mau berbuat mesum di sini?" tanya Baekhyun penuh curiga

"Tidak mungkin sayang" sangkah Chanyeol

Baekhyun mulai memejamkan matanya dan Chanyeol mengeluarkan sesuatu dari balik coatnya. Sebuah kotak yang cukup besar. Chanyeol lalu menuntun kedua tangan Baekhyun untuk memegang kotak itu.

"Bukalah matamu" perintah Chanyeol lagi dan Baekhyun pun menurut

Baekhyun penasaran dengan sebuah kotak biru yang dipegangnya sekarang, "Apa ini?" tanyanya

"Bukalah jika kau ingin membukanya" ucap Chanyeol penuh kelembutan

Baekhyun lalu membuka kotak itu perlahan. Isinya adalah sebuah dslr dengan kaos berlengan panjang, serta teddy bear kecil di dalamnya yang tengah memegang kartu ucapan.

'Do you like it? This all for you babe, I Love You'

Bibir Baekhyun merekah membentuk senyuman setelahnya, ia tak tahu bahwa sang tunangan bisa seromantis ini, "Aku menyukainya Chan, Gomawo dan Saranghae" ucap Baekhyun yang langsung menghambur ke pelukan sang tunangan.

Chanyeol membalas pelukan Baekhyun dan mengelus lembut surai si wanita, "Syukurlah"ucap Chanyeol lega.

Chanyeol melepas pelukan Baekhyun dengan lembut, "Kajja kita pulang, eomma pasti mengkhawatirkan kita" ajak Chanyeol yang langsung menggandeng tangan Baekhyun dan membawanya pergi.

.

.

.

TBC

Ahhh mianhae ngaret... Di kampung saya sinyal nya bener-bener susah T-T Mungkin saya gabisa fast update nanti. Mianhae kalo chap ini bener-bener ancur T-T. Oh iya, yang kemarin nanya arti 'itadakimasu', itu memang bahasa jepang artinya seperti 'selamat makan'