Damn! I Love That Alien
Disclaimer: HUNHAN is not Mine, but the story is mine
Cast: Sehun x Luhan, and other cast
Rate: T – M
Length: Chaptered
Warning: Typos, YAOI aka Shounen Ai aka BL, NC
Jadi, buat yang gak suka YAOI. Tombol close ada dipojok kanan atas [X]
Story By: NaegaFanfan
.
Chapter 4
.
Happy Reading ^o^
.
Entah sudah berapa lama Luhan berkaca di cermin besar kamarnya hanya untuk memastikan bahwa dirinya benar-benar rapi. Ia berkaca sambil memutarkan badannya ke kanan atau ke kiri untuk melihat jika ada bajunya yang kusut. Berkali-kali ia menyisir rambutnya yang sedikit ikal itu agar terlihat rapi.
Tidak biasanya Luhan begini, biasanya ketika sampai apartemen ia hanya mengenakan pakaian seadanya dan cukup menyisir rambutnya sekali, toh tak akan ada yang melihatnya pikir Luhan. Tapi kali ini berbeda, akan ada muridnya mengunjungi apartemennya. Luhan harus tampil rapi bukan?
Luhan yang mengenakan sweater hijau muda bergambar rusa natal dengan celana putih sebatas lutut itu, akhirnya merasa bosan berkaca. Ia pun memutarkan tubuhnya untuk yang terakhir kalinya. Setelah yakin dirinya benar-benar rapih, Luhan keluar dari kamarnya menuju dapur untuk menyiapkan cemilan untuk Sehun nanti.
Sembari berjalan ke dapur, Luhan menatap jam dinding yang berada di ruang tamu. Pukul 18.00, sepertinya Sehun akan datang sekitar 1 jam lagi. Luhan pun mempercepat langkahnya menuju dapur untuk sekedar membuat cemilan sambil menunggu kedatangan Sehun.
.
.
Sehun masih berbaring di kamar asramanya. Cahaya oranye langit menjelang malam dari jendela memenuhi ruangannya. Sehun berbaring dengan tangan kanan di belakang kepala sedangkan tangan kirinya tengah memegang pager berlayar kosong. Ia seakan meratapi rusaknya alat itu, satu-satunya alat yang bisa menghubungkan antara dirinya dengan planetnya.
Alat ini diberikan kepada semua tentara EXO planet yang sedang menjalankan misi untuk membantu jika ada kesulitan. Seperti Sehun saat ini, ia memiliki sesuatu yang harus di diskusikan mengenai misinya. Tapi jika alat ini rusak, bagaimana Sehun harus bertanya mengenai misinya? Sehun menghela nafas berat. Ia lalu menyimpan alat itu kembali ke nakas sebelah tempat tidurnya, ia pun bergumam.
"Sial. Malam ini aku akan menjalankan misiku, tapi aku sendiri masih ragu. Apa sebaiknya aku tetap menjalankan misiku?"
Sehun masih bingung dengan pilihannya. Masalahnya, Sehun baru sadar jika Luhan laki-laki setelah Sehun menjadikannya target. Sebenarnya bisa saja Sehun mengganti targetnya, tapi entahlah. Sehun tak tertarik jika harus mencari target baru.
Sehun yang tengah berbaring, tiba-tiba bangkit dari kasurnya. Akhirnya Sehun membuat keputusannya. Ia akan mencoba menanam benihnya pada Luhan, apapun yang terjadi. Apa salahnya mencoba? Sehun lalu berjalan menuju meja computer dan membuka browser nya. Ia lalu menggerakkan jari-jarinya dan mengetik 'bagaimana cara melakukan hubungan seksual sesama laki-laki'. Sehun coba mempelajari ini karena semasa pelatihan di EXO Planet, ia hanya mempelajari cara berhubungan lelaki dan perempuan.
Browsernya pun menampilkan banyak blog dan jurnal yang memuat informasi tentang pencariannya. Sehun menggerakan pointer mousenya ke atas dan ke bawah untuk mencari blog yang tepat. Sampai akhirnya ia membuka salah satu blog. Tanpa menunggu lama, layar komputernya telah menampilkan blog dengan latar belakang warna ungu dengan judul informasi 'cara melakukan hubungan seksual untuk pasangan gay baru' ditambah dengan berbagai 'ilustrasi' yang menarik.
Sehun dengan cepat membaca semua isi blog itu dan mengingat semuanya di dalam ingatannya. Sampai akhirnya ia selesai membaca dan akhir dari postingan itu menyajikan video. Sehun pun akhirnya memutar video itu, ia menonton video pergulatan panas itu dengan wajah datar yang menunjukkan ia sedang mempelajarinya dengan penuh konsentrasi.
'dok…dok…dok…'
Pintu kamar Sehun diketuk oleh seseorang di luar sana. Namun Sehun tak mendengarnya karena suara ketukan itu tenggelam oleh suara desahan dan suara derit kasur dari dalam video itu. Sehun tetap menonton video itu dengan penuh konsentrasi. Sedangkan orang yang mengetuk pintu kamar Sehun mulai kesal menunggu sang empunya kamar membukakan pintu. Akhirnya orang itu mencoba membuka kenop pintu kamar Sehun dan voilla… kamarnya tak terkunci. Jongin pun menyengir mendapati kamar Sehun tak terkunci. Ia pun memasuki kamarnya dengan langkah mengendap-ngendap, ia berniat mengejutkan kawannya itu. Namun baru saja Jongin 3 kali melangkah, Jongin berhenti sejenak sambil mengerutkan dahinya, telinganya mendengar sebuah suara yang sudah tidak asing. Cengiran Jongin semakin lebar ketika ia mendengar kata 'oh – Ah' dan sebagainya.
"Kkk~ Bocah itu suka begituan ternyata…" Jongin pun melanjutkan mengendap-ngendapnya dan..
'DARRR!'
Teriak Jongin tepat di telinga Sehun. Sehun dengan reflex langsung menonjok wajah Jongin tepat di hidungnya. Sehun yang menyadari itu adalah Jongin langsung berbalik dan meminta maaf.
"Ya Jongin! Mian…"
"Sial Kau Sehun, kau mau buat hidungku tambah pesek eoh?" gerutu Jongin sambil memegangi hidungnya.
Sehun hanya menggaruk tengkuknya melihat Jongin tengah kesakitan.
"Ngomong-ngomong Hun, Kau suka juga nonton yang begituan? Hehe…" Tanya Jongin yang terkekeh sambil menyikut Sehun ala 'if u know what I mean'.
"Aku baru kali ini menonton video seperti ini. Memang kenapa?" Jawab Sehun dengan wajah datar.
"kau bohong… hahaha! Pasti kau sering nonton yang begituan. Sudahlah kawan… kita ini laki-laki. Tidak usah menutupi kebiasaan seperti ini." Jongin menepuk-nepuk punggung Sehun. Sedangkan yang ditepuk hanya mengernyit tidak mengerti.
"Tunggu Jongin, Kalau kau sering nonton video seperti ini, berarti kau sudah mengerti caranya?"
Jongin mengangguk bangga dengan tangan yang menyilang di dadanya.
"Jelaskan caranya " Pinta Sehun.
"Wow… kawan, memang kau tidak tau cara melakukannya?" Tanya Jongin bingung.
"Aku hanya tau cara melakukan hubungan dengan perempuan. Kalau dengan laki-laki, aku belum tahu." Jawab Sehun seadanya.
"Ohoho… Jadi maksudmu hubungan gay." Jongin berjalan merangkul Sehun "Kau bertaya pada orang yang tepat kawan…"
Dan saat-saat selanjutnya hanya ada suara Jongin yang dengan sangat antusias menjelaskan tentang kegiatan ini-itu dan Sehun yang berusaha mencerna penjelesan Jongin dengan wajah datar.
.
Pukul 21.00,
Luhan bersender malas di sofa sambil terus memindah-mindahkan saluran TV. Bibirnya mengerucut kesal karena yang katanya mau datang, nyatanya hingga semalam ini belum juga datang. Kacau sudah penampilan yang sejak beberapa jam lalu ia terus rapihkan di depan cermin. Rusa di sweaternya pun tampak kusut sama seperti si pemakai. Jam 21.00 biasanya merupakan jam tidur Luhan jika ia tidak memiliki banyak pekerjaan. Dan saat ini Luhan memang tak punya pekerjaan, harusnya ia bisa tidur di ranjangnya yang empuk saat ini, jika bukan karena menunggu Sehun yang belum juga datang.
Luhan lagi-lagi menatap jam dindingnya, 21.10. Luhan mendesah kesal sambil menekan tombol 'off' pada remote tvnya. Luhan berdiri dan berjalan menuju kamarnya sambil menggerutu.
"Dasar murid bodoh, dia bilang mau datang. Kalau memang tidak akan datang, jangan bilang mau datang! Jika besok pagi dia minta maaf, tak akan aku maafkan!"
Luhan pun mengganti pakaian –hasil berlama-lama di depan cermin-nya dengan piyama lengan pendek bergambar rusa coklat. Ia lalu menenggelamkan dirinya di kasur empuk berselimutkan selimut hangat sambil memeluk bantal guling kesayangannya.
Luhan pun menyalakan lampu tidurnya dan bersiap tidur. Namun Bel apartemennya berbunyi dan sukses membuat Luhan harus kembali membuka matanya.
"Aishhh… Siapa itu?" Gerutu Luhan yang langsung menyingkirkan selimutnya sambil menyalakan lampu.
Dan bel itu kembali berbunyi membuat Luhan mau tidak mau harus keluar untuk melihatnya. Luhan mengenakan sandal rumah hangatnya dan berjalan menuju pintu. Luhan mengintip dari lubang pintu untuk melihat siapa yang ada di luar sana. Dan matanya menangkap ada Sehun di luar sana.
"Cih… Anak itu. Huh! Tak akan kubuka~" Ujar Luhan sambil membalikkan tubuhnya menuju kamar.
Namun bel itu kembali berbunyi, bahkan ketika Luhan sudah kembali menenggelamkan dirinya di atas kasur.
'ting tong…ting tong…ting tong…ting tong…'
Bunyi itu kini terus-terusan berbunyi dan Luhan mendengus kesal sambil mengacak rambutnya.
"Aissshh Anak itu! Berisik sekali!" Luhan pun bangkit dari kasurnya dan kembali berjalan ke pintu apartemennya.
Bunyi bel apartemennya terus berbunyi seakan tak akan berhenti sampai Luhan membuka pintunya.
'cklek'
"Ada Apa eoh?" Tanya Luhan sinis ketika pintu terbuka dan menampakkan Sehun yang sudah berhenti memencet bel.
"Aku sudah janji akan kemari kan?" Jawab Sehun sambil tersenyum.
"Kau tidak lihat ini jam berapa?" Sahut Luhan sambil berkacak pinggang.
Sehun diam tidak menjawab sambil memandangi wajah Luhan intens. Luhan yang merasa tak mendapat jawaban lalu mengibaskan tangannya untuk mengusir Sehun.
"Kau bisa datang besok lagi Sehun, Aku mau tidur."
Luhan menutup pintunya, namun Sehun menahannya dengan ujung sepatunya.
"Sonsaengnim, tidak bisakah kau menghargai tamu?" Tanya Sehun sambil membuka kembali pintu apartemen Luhan.
Luhan tidak bisa menutup pintu itu karena dorongan Sehun sangat kuat. Akhirnya entah sejak kapan Sehun sudah masuk dan pintu apartemen Luhan kembali tertutup. Dan entah sejak kapan pula Luhan sedah bersender di tembok dengan Sehun yang menatapnya dari jarak 2 cm.
Tubuh Luhan kaku, entah kenapa matanya tak mau berhenti menatap mata Sehun yang tengah menatapnya dengan wajah datar dan dingin.
"Se-Sehun?" Luhan memberanikan dirinya untuk mengeluarkan suara.
"K-Kenapa menatapku s-seperti itu?"
Sehun malah tertawa pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kau butuh pelajaran tata krama…" Sehun mengusap garis rahang Luhan dengan Lembut, "Luhan.."
Jantung Luhan tercekat. Jantungnya berdegup sangat kencang. Ia bisa merasakan darahnya mengalir dengan sangat deras di dalam sana. Luhan merasa ada yang tidak beres dengan dirinya dan tentu saja dengan Sehun. Sehun tampak berbeda dengan yang biasanya. Ia tampak sedikit emm… mengintimidasi?
"Eh.. panggil aku s-sonsaengnim, bodoh" protes Luhan di saat-saat kritisnya seperti ini.
Sehun lalu mengerahkan telunjuknya ke bibir Luhan sambil mendekatkan wajahnya untuk berbisik ke Luhan,
"Ssst… Kau panggil aku apa tadi? Bodoh?" Tanya Sehun yang memberikan tatapan membunuh dari jarak sedekat itu.
Luhan diam tak menjawab, matanya membulat ketakutan. Ia hanya mengangguk kecil. Sangat kecil, nyaris tak terlihat mengangguk. Melihat itu Sehun hanya tertawa pelan dengan suara berat.
"kau benar-benar butuh pelajaran tata krama, Luhan." Sahut Sehun yang langsung memagut bibir Luhan dengan kasar.
Luhan membulatkan matanya kaget dan berusaha meronta, namun kedua tangannya langsung dikunci oleh cengkraman kuat tangan Sehun. Luhan juga berusaha membuang kepalanya untuk melapaskan bibir Sehun, namun apa daya. Bibir Sehun selalu berhasil menyusul elakan Luhan. Luhan akhirnya tak bisa berbuat banyak.
Sehun menciumi bibir Luhan dengan kasar. Tak hanya menciumi, Sehun kini menjilatinya dengan kasar dan juga menggigitinya. Sehun menggerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri untuk mencari posisi yang tepat. Sehun terus mencumbui Luhan dengan nafas yang semakin memburu.
"Hmmphh.." Luhan bersuara tertahan oleh pagutan Sehun.
Luhan kehabisan nafas, ia menggelengkan kepalanya ke kanan dengan sangat kuat hingga ciuman Sehun terlepas. Setelah itu Luhan berusaha mengambil nafas sebanyak-banyaknya, setelah Sehun langsung kembali meraup bibir Luhan dengan menggigitnya dan menghadapkannya kembali tepat ke depan.
Luhan kali ini tak bisa bergerak. Tubuhnya seakan membeku, apalagi ketika ia merasakan bibirnya mulai merasa nyaman dengan perlakuan Sehun. Namun Sehun kesal karena Luhan tak kunjung membuka mulutnya, Luhan hanya diam bagaikan patung. Sehun akhirnya harus menghentikan kegiatan mencumbunya.
Sehun menatap Luhan yang sedang menunduk dengan nafas yang tidak teratur. Sehun memegang dagu Luhan dan mengangkatnya.
"Pelajaran pertama, Jika ada tamu ingin masuk… Maka kau harus membukakan pintu masuknya Luhan~" jelas Sehun dengan nada seduktif dan kembali menempelkan bibirnya pada bibir Luhan.
Sehun kembali memagut bibir Luhan, Ia tarikdengan lembut bibir Luhan yang sudah sangat memerah itu dengan giginya. Namun Luhan tetap saja tak membuka mulutnya. Sehun terpaksa harus kembali menghentikan kegiatannya.
"Bukankah sudah ku jelaskan, Luhan? Buka pintu masuknya. Kau mengerti?" Tanya Sehun sedikit menggeram sambil mengelus wajah Luhan. Luhan dengan takut hanya mengangguk.
Sehun pun langsung menyosor bibir Luhan dan langsung menjilatinya. Lidahnya menekan-nekan bibir Luhan. Luhan pun dengan perlahan mencoba membuka bibirnya, begitu sedikit terbuka Sehun langsung mendorong seluruh lidahnya masuk dan menjilati permukaan lidah Luhan yang masih diam tanpa memberikan perlawanan. Lidahnya menyusuri barisan gigi Luhan dan terkadang menghisap saliva Luhan yang terkesan mans di lidah Sehun. Luhan merasa ganjil pada mulutnya, namun demi apapun Luhan tak bisa menolak keganjilan ini. Ini pertama kalinya lidah orang lain masuk begitu intens di dalam mulutnya.
Lama-kelamaan, naluri Luhan seakan menyuruhnya untuk menggerakan lidahnya. Luhan pun memberanikan diri mengeluarkan lidahnya kedalam rongga mulut Sehun. Sehun yang sadar akan pergerakan Luhan dengan sengaja menghisap lidah itu masuk kedalam mulutnya.
"Ehmm..mhh.." Tanpa sadar Luhan mengeluarkan desahan tertahannya yang otomatis membuat Sehun yang mendegarnya merasa terangsang.
"Kau belajar dengan cepat, Luhan…" Puji Sehun yang melepaskan cumbuannya sambil melemparkan senyuman manis nan mengintimidasi. Luhan hanya tersipu sambil menundukan wajahnya.
Sehun menggendong tubuh mungil Luhan ala bridal style dan membawanya menuju sofa ruang tamu. Luhan tak berani menatap wajah Sehun dari dalam gendongannya. Luhan menatap kearah lain, entahlah ia merasa malu saat ini.
Sehun pun langsung membaringkan tubuh luhan terlentang dengan lembut. Setelahnya, Sehun berjongkok di sebelah wajah Luhan sambil memandangi wajahnya dengan tatapan memuja.
"S-Sehun…" Luhan kali ini bersuara, semenjak tadi ia hanya terdiam karena bingung dengan apa yang mereka lakukan.
"Hm?" respon Sehun sambil terus menatap wajah Luhan.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?"
"Kau membuatku bersemangat Lu…" Jawab Sehun lembut.
"Panggil aku sonsaengnim, Hun…" ingat Luhan sambil mempoutkan bibirnya.
"Tidak tidak… Dalam permainan ini, Aku adalah Sehun dan kau hanyalah Luhan. "
"Tapi Hun-"
"Ssstt.. tidak ada tapi. Ikuti saja permainan Sehun dan kau akan temukan surgamu Luhan."
Sehun melepas kemeja yang ia pakai dan melemparkannya ke lantai sehingga menampakan tubuh topless nya yang dihiasi abs.
"Oh ya… ini caraku meminta maaf karena aku menggambar dengan buruk tadi siang…"
Sehun lalu menaiki tubuh mungil Luhan dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher jenjang Luhan. Ia menghisapi aroma tubuh khas Luhan, lalu berlanjut menciuminya. Luha merasakan lehernya mulai basah oleh saliva Sehun ketika ia mulai menjilati leher Luhan. Luhan mendesah kesakitan ketika dengan sengaja Sehun menggigit lehernya.
"Ahh…!"
"Sakit Lu?" Tanya Sehun berbisik.
Luhan mengangguk sambil meringis kesakitan,
"Itu tadi tanda dariku jika kau milikku. Tidak akan ada yang boleh menyentuhmu selain aku. Dan itu berarti termasuk si Wu sialan itu. Kau mengerti?" dan Luhan kembali hanya mengaggukkan wajahnya.
Sehun melanjutkan mencumbui leher luhan. Tangannya kanannya yang tak dipakai menumpu tubuhnya ia gunakan untuk melepas kancing piyama Luhan. Luhan hanya diam merasakan lehernya dicumbui hingga akhirnya ia merasakan lidah Sehun sudah menjilati dadanya yang sudah tak tertutup piyama.
"Ahhh..hhh..uh.." Luhan sedikit menggeliat geli ketika lidah Sehun menjilat memutari nipple merah mudanya.
Selagi menjilat dan menghisap nipple Luhan, tangan Sehun bergerak menuju celana Luhan. Ia menarik turun celana tidur Luhan dan menyelipkan tangan kanannya kedalam celana dalam Luhan. Luhan kembali mendesah bebas ketika Sehun memegang erat juniornya. Sehun menggerak-gerakkan tangannya dan mengelus-ngelus junior Luhan. Sehun bisa merasakan junior Luhan mulai mengeras. Tangan Sehun terasa terjepit oleh junior Luhan dan celana dalam Luhan yang semakin sesak ruangnya. Dengan cepat Sehun mengeluarkan tangannya dan menarik turun celana dalam Luhan. Dengan cepat Sehun kembali mengelus junior Luhan. Hingga Sehun merasakan junior Luhan sudah mulai berkedut-kedut.
"Ohhh … Hhunn~ ak-kku inginh kencing..hhh" Ujar Luhan dalam geliat tubuhnya terbata-bata ketika ia merasakan sesuatu yang aneh di juniornya.
Sehun tertawa kecil, targetnya ini memang benar-benar polos ternyata. Sehun mengubah elusannya menjadi urutan kuat pada junior Luhan. Luhan menggeliat semakin tak terkendali, belum lagi desahannya yang terbata-bata. Sehun benar-benar puas melihat targetnya dalam keadaan sangat menggairahkan di bawahnya.
"Ahhh-hh.. H-hentikan Hunhh… Ak-ku mau kenci-ng du –luhh"
"Keluarkan saja Lu~" Ujar Sehun sambil mempercepat urutan tangannya.
"Ahh H-hunn… Aaahhhh~"
'crottt'
Luhan mengeluarkan spermanya yang menyemprot ke perut Sehun yang ada diatasnya. Luhan melemas dan pandangannya kabur. Tubuhnya masih sedikit tersentak-sentak seiring menyemburnya sperma dari juniornya.
Tubuh Luhan merasakan nikmat. Entah apa ini namanya, tapi Luhan baru sekali ini merasakannya. Jika dipikir-pikir, mungkin ini adalah kali kedua Luhan mengeluarkan spermanya setelah yang pertama adalah ketika ia mengalami mimpi basah ketika masa sekolah menengah pertamanyan dulu. Luhan baru merasakan nikmatnya mengeluarkan sperma.
"Kau menikmatinya Lu?" Tanya Sehun lembut sambil membersihkan perutnya.
"i-iya. K-kenapa tadi terasa enak Hun?" Tanya Luhan yang masih lemas.
"itulah seks Lu. Sekarang aku yang akan mengeluarkan spermaku. Dan Kau harus membantuku.."
Sehun mengerjap tak mengerti,
"Maksudmu, aku juga hanya harus mengurut juniormu seperti yang kau lakukan padaku kan?" Tanya Luhan.
Sehun menggeleng, "Tidak hanya itu Lu, masih ada lagi yang harus kau lakukan padaku. Dan aku juga akan mengeluarkan spermaku seperti kau tadi, tapi bukan diluar…"
"Lalu dimana?" Tanya Luhan sambil memiringkan wajahnya yang sangat menggairahkan itu.
Sehun pun membuka paha Luhan dan mengusap hole Luhn dengan jarinya, "Aku akan mengeluarkannya disini…"
Luhan hanya diam mengerti, namun ia tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membuat sperma Sehun keluar. Sehun yang melihat kebingungan Luhan akhirnya tersenyum sambil mengelus wajahnya.
"Lakukan saja apa yang aku suruh, oke?"
Luhan mengangguk. Sehun pun membangunkan Luhan dari posisinya. Ia menyuruh Luhan membuka seluruh pakaiannya, dan Sehun pun melakukan hal yang sama. Kini keduanya sudah sempurna telanjang. Luhan sedikit malu ketika melihat junior Sehun yang besar itu kini menggantung di depan matanya. Sehun pun duduk di sofa sambil membuka kedua pahanya. Ia menyuruh Luhan untuk duduk dilantai diantara kedua pahanya.
"Sekarang masukkan juniorku kedala mulutmu. Dan lakukanlah sesukamu Lu~" perintah Sehun sambil mengelus rambut Luhan.
Awalnya Luhan takut salah. Ia juga merasa malu melihat junior orang lain sedekat ini. Tapi Luhan juga penasaran dengan hal yang belum pernah ia coba sebelumnya. Dengan perlahan, tangan kanannya menggenggam junior Sehun yang belum menegang sempurna. Ia lalu menggerakan tangannya ke atas dan ke bawah junior Sehun. Sehun pun mulai merasa nyaman.
Luhan terbelalak ketika junior Sehun bertambah panjang dan semakin keras, Luhan lalu berinisiatif untuk memasukan junior Sehun kedalam mulutnya. Luhan yang takut salah awalnya hanya menjilat-jilat ujung junior Sehun. Namun Sehun menarik kepala Luhan hingga juniornya menabrak pangkal tenggorokan Luhan dan sukses membuat Luhan terbatuk-batuk dalam kulumannya. Sehun yang gemas melihat Luhan hanya terbatuk-batuk tanpa kunjung bergerak akhirnya memaju mundurkan kepala Luhan dengan kedua tangannya. Awalnya Luhan kesulitan karena ia masih terbatuk-batuk, namun lama kelamaan akhirnya Luhan dapat menyesuaikannya. Setelah Luhan bergerak teratur, Sehun melepaskan kedua tangannya dan membiarkan Luhan bekerja sendiri.
Luhan pun menjalankan nalurinya sebagai manusia. Sembari memaju mundurkan mulutnya, Luhan juga menggerakan lidah dalamnya. Hal itu sukses membuat Sehun menggeram nikmat. Tak jarang Luhan menyedot precum di ujung junior Sehun. Tangan Luhan pun mulai bergerak mengelus twin balls Sehun.
Sehun pun tak bisa lagi menahan hasratnya. Juniornya benar-benar ingin segera memuntahkan spermanya. Lagipula lebih cepat Sehun memuntahkan spermanya, itu artinya Sehun akan cepat kembali ke planet. Akhirnya Sehun pun bangkit dan embuat juniornya terlepas dari mulut Luhan. Luhan masih mendongak dengan mulut terbuka seolah mulut bayi yang mencari susu ibunya.
Belum sempat Luhan bertanya, tubuhnya kini tengah digendong oleh Sehun menuju kamarnya. Sehun langsung melemparkan tubuh telanjang Luhan ke kasur. Sehun langsung berlutut di atas Luhan dan membuka kedua pada Luhan dengan Kasar. Tentu saja Luhan mengeluh sakit.
"Ahh… Sehun. Apa yang akan kau lakukan padaku?"
"Aku ingin hole mu Lu~" Jawab Sehun sambil mengocok juniornya sendiri dengan sangat cepat.
Tanpa melakukan peregangan pada hole Luhan terlebih dahulu, Sehun langsung memasukan juniornya yang sangat panjang itu dengan sedikit kasar. Apalagi ketika juniornya sulit masik akibat hole Luhan yang sangat sempit.
"Ah! Ss-Sehun… Sakit!" Teriak Luhan sambil menggenggam sprai kasurnya.
"Ohh Ahh Tahan Lu~ Holemu terlalu sempit Sshh.." ujar Sehun sambil berusaha memaju-mundurkan juniornya yang sulit masuk dengan tergesa dan sedikit kasar.
"T-tapi ini sakit …" keluh Luhan yang mulai berkaca-kaca ketika holenya terasa seperti disobek.
Akhirnya Junior Sehun masuk seluruhnya. Namun Sehun merasa kesulitan ketika akan menggerakan pinggulnya, sebab hole Luhan menjepit erat juniornya.
"Sial Lu! Aku sulit bergerak"
Luhan tak menjawab, ia hanya menangis sambil mendesah kesakitan. Hole Luhan terasa ganjal dan penuh. Sangat sakit rasanya, apalagi ketika Sehun tak menyerah untuk menggerakan juniornya. Setelah beberapa saat, akhirnya junior Sehun dapat bergerak. Sehun memaju mundurkan pinggulnya dan merasakan dinding rektum Luhan mengurut juniornya.
"Asshh… Hole mu nikmat Lu~" Puji Sehun yang semakin keras menghentakkan pinggulnya.
Sedangkan dibawah sana, Luhan hanya menangis. Yang ia rasakan hanyalah hentakan demi hentakan yang sangat menyakitkan. Sehun melihat Luhan menangis, ada yang salah dengan Luhan.
"Kau menangis Lu?" Tanya Sehun yang memperlambat hentakannya.
Luhan tak menjawab dan hanya menangis sambil menggigit jari jempolnya. Sehun tahu, Luhan pasti kesakitan. Ia tiba-tiba teringat perkataan Jongin
'Seks itu bukan mengenai kenikmatan satu pihak. Tapi kedua pihak harus saling merasakannya.'
"Lu, ini memang sakit pada awalnya. Tapi karena kau mengikuti permainanku dengan baik, sesuai janjiku, kau akan temukan surgamu."
Luhan mengangguk. Sehun menyeka air mata Luhan dengan jarinya. Lalu Sehun kembali mempercepat hetakkannya. Bedanya, kali ini Sehun berusaha menemukan prostat Luhan. Tangannya pun meraih junior Luhan yang sedikit menegangdan mengocoknya sesuai tempo hetakan pinggulnya.
"Ahhh …ohh…" Desah Luhan.
Sehun menyeringai, akhirnya ia temukan titik kenikmatan Luhan. Sehun mempercepat dan menguatkan hentakkannya pada titik tersebut, pekerjaan tangannya pada junior Luhan pun terus ia percepat. Luhan dan Sehun sama-sama mendesah tak karuan dengan nafas yang memburu. Derit pegas kasur juga ikut meramaikan suasana kamar Luhan.
"Ahhh Hhunn… Aku mau keluar." Desah Luhan tak karuan.
"Aku juga Lu… Ohh "
'Crrttt! Crrt! Crrttt!'
Sperma Sehun memenuhi hole Luhan sedangkan sperma Luhan menyembur kemana-mana. Luhan langsung lemas dengan tubuh yang sedikit mengejang. Sehun mengeluarkan juniornya dan cairan putih kental sebagaian keluar dari dalam hole Luhan. Sehun langsung membaringkan tubuhnya di sebelah Luhan dan menciumi bibir Luhan berkali-kali secara halus.
Luhan yang masih dalam keadaan mengangkang lansung tertidur ketika rasa lemas dan kantuk mendera tubuhnya. Sehun pun membenarkan posisi kaki Luhan dan menyelimutinya. Sehun sendiri tak langsung tertidur,
"Benihku sudah masuk, tinggal menunggu beberapa hari hingga aku bisa memastikan benih itu tumbuh dengan baik."
Sehun pun ikut menyusul Luhan ke alam mimpi.
.
Luhan mengerjap-ngerjapkan matanya silau oleh sinar matahari yang mamasuki kamarnya. Tangan kanannya meraih jam di nakas sampingnya dengan malas. Pukul 07.00, belum terlambat untuk pergi mengajar. Luhan menaruh kembali jam itu di tempatnya dan menyingkirkan selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya sampai leher. 'srakk' dan Luhan merasa dingin mendera tubuhnya. Luhan memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya. Tunggu! Luhan tak merasakan ada kain menutupi tubuhnya. Luhan menunduk dan melihat tubuh bawahnya,
"Aaaaaaaakk!" Pekik Luhan sambil kembali menarik selimutnya ketika sadar tubuhnya sepenuhya naked. Namun sesaat setelahnya Luhan merasakan rasa ngilu yang berasal dari bagian bawahnya, holenya.
"Ahh Appo~" Luhan kebali meringis kesakitan.
Sehun terbangun karena teriakan Luhan tadi. Sehun mendudukan tubuhnya sambil menggaruk-garuk kepalanya. Masih dalam keadaan setengah tertidur Sehun bertanya pada Luhan yang tampak meringis.
"Ada apa Lu?"
Luhan merubah ekspresi kesakitannya menjadi ekspresi kaget dalam seketika ketika ia menyadari ada suara Sehun di sampingnya. Ia memutar kepalanya menghadap Sehun dan kembali berteriak, namun sial Luhan yang panik malah jatuh dari kasurnya dengan selimu itu tertarik jatuh membelit tubuhnya.
'brakk'
Luhan terjatuh dengan posisi pantat mendarat terlebih dahulu, sakitnya bukan main. Sehun langsung berdiri untuk membantu Luhan.
"Lu~ Kau tidak apa-apa?" Tanya Sehun sambil membuka lilitan selimut Luhan.
"YA! Kau mau apa eoh?" Teriak Luhan ketika lilitan selimut itu mulai terbuka seluruhnya dan hampir menampakkan tubuh nakednya.
"tentu saja membantumu keluar…" Jawab Sehun yang tak berhenti membuka lilitan selimut.
Lilitan terakhir, Luhan menahan tangan Sehun dengan cepat agar tubuhnya tidak terekspos di depan Sehun. Sehun tentu saja bingung.
"Ada apa?" Tanya Sehun sambil menatap Luhan bingung.
"Kau pikir kau bisa melihat tubuh polosku eoh?" Luhan menyentak sinis sambil berusaha berdiri sendiri. Sehun membiarkan Luhan berdiri dan mendudukan dirinya di kasur. Setelahnya Sehun ikut mendudukan dirinya di sebelah Luhan yang tengah memegangi selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Tak perlu kau tutupi Lu~" Rayu Sehun sambil merangkul bahu Luhan dan mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Luhan.
Luhan menggeliat menolak namun tetap saja Sehun menariknya kembali.
"Karena aku sudah melihatnya tadi malam…"
'Deg!' Luhan membulatkan matanya. Tiba-tiba otaknya memutar kembali kejadian semalam. Ketika dirinya… Aish! Memalukan.
"Ya! Kenapa kau lakukan hal seperti itu padaku?!" bentak Luhan yang berteriak berusaha menyembunyikan rasa canggungnya.
"Karena kau menggiurkan Lu…"
"Tapi aku kesakitan, Bodoh!" keluh Luhan sambil mempoutkan bibirnya lucu.
Sehun tertawa melihat ulah Luhan yang marah dengan sangat manis.
"Tapi kau menikmatinya kan? Hahaha" goda Sehun sambil mencium bibir Luhan dengan cepat lalu berlari kearah kamar mandi.
"YAA! Kemari kau bodoh! Ahh Appo~~" Teriak Luhan yang berusaha menyusul Sehun dengan tertatih-tatih.
.
"Hey Kawan!" sapa Jongin sambil menepuk pundak Sehun dari belakang bangkunya/
"Hey." Balas Sehun.
"Jadi, bagaimana malammu?" Taya Jongin sambil terkekeh.
"Hmm Lumayan. Penjelasanmu lumayan membantu."
"Hohoho tentu saja. Ngomong-ngomong, pasanganmu siapa sih Hun?"
Sehun diam tak menjawab. Tak lama Luhan memasuki kelas dengan jalan yang tertatih-tatih sambil memsang wajah kesal yang manis. Sehun melirik kearah Luhan sambil tersenyumdan kembali menatap Jongin seolah mengatakan 'dengan orang yang sedang berjalan itu'. Jongin membulatkan matanya sampai sebulat mata Kyungsoo. Mulutnya menganga lebar. Kai menarik Sehun dan berbisik sambil sesekali melihat siapa tahu ada yang mendengar.
"Oh man! Jangan bilang kau melakukannya dengan…"
Sehun mengangguk bangga dan melepaskan dirinya dari Jongin. Tak lama Jongin malah tertawa keras sambil menepuk-nepuk punggung Sehun.
"Huahaha… Kau sangat beruntung kawan! Tapi kenapa ia terihat kesal Hun?"
"dia bilang dia kesakitan…" jawab Sehun pelan.
"Oh no… jangan-jangan kau melakukannya dengan kasar." Kai bertanya dengan nada menyelidik.
Sehun mengangguk "habisnya aku harus cepat-cepat melakukannya,"
"Kau bodoh Hun! Lakukanlah pelan-pelan. Jangan karena kau cepat-cepat ingin melakukannya. Kau harus jantan Hun"
Sehun diam tak memberikan respon. Apalagi tampaknya pelajaran Luhan akan segera dimulai. Namun ada yang aneh dari Luhan. Wajahnya terlihat pucat dan sepertinya keringat dingin membasahi dahinya. Tubuhnya tampak tak stabil, seperti akan terjatuh.
"Ah maaf anak-anak, sepertinya aku tidak bisa mengajar hari ini. Annyeong" Ucap Luhan sambil berlari keluar menutupi mulutnya.
Murid-murid saling bertukar pandang bingung. Berbeda dengan Kyungsoo yang langsug berlari keluar menyusul Luhan.
"Dia sakit Hun?" Tanya Kai bingung.
"Entahlah, tadi pagi dia masih baik-baik saja." Jawab Sehun tanpa ekspressi.
Tiba –tiba pinu kelas kembali terbuka dan terlihat sosok Kyungsoo yang berari ke bangkunya smabil membawa botol minumnya dan tissue. Kai langsung bertanya pada Kyungsoo.
"Kau mau kemana sayang?"
"Luhan sonsaengnim sedang muntah di depan kelas musik." Jawab Kyungsoo sambil kembali berlari keluar kelas.
Kai dan Sehun sama sama terbelalak kaget. Mereka saling pandang satu sama lain.
"Hun… jangan-jangan Luhan sonsaengnim…"
.
.
TBC
A/N:
OMAYGATTT ini NC-an Lahhh *tampar pipi sendiri*
Saya bikin apa sih? Maaf kalo kurang hot atau gak hot sama sekali T.T abisnya hanya seginilah batas yadong saya *nangis di pundak Sehun* /dibakar reader/
Yaudahlah yaa, yg penting saya udah penuhin janji saya untuk NC di chapter ini Hehe xD
Oh ya, saya mau jawabin pertanyaan yang udah saya rangkum:
Q: Di EXO Planet ga ada cewek?
A: Gaada, makanya buat nerusin keturunan mereka, mereka pake wanita manca planet /apaan?/
Q: Emang bener tugas Sehun Cuma buat nge'itu'in doang? Bukan buat nge-invansi manusia?
A: Iya, cuman buat nge'itu'in doang. Misi EXO Planet murni cuman buat bikin keturunan kok~
Q: Manfaatin Lulu ajah?
A: Awalnya sih gitu… tapi gatau deh kesononya :3
Q: fungsi makhluk sejenis Sehun dilatih gitu buat apa? Terus kalo anaknya cewe gimana? Dilatih di EXO planet juga?
A: Makhluk sejenis Sehun tuh emang dilatih buat bikin keturunan. Dan anak hasil benih mereka gak ada cewe, tapi cowo semua /jangan tanya kenapa hehe/
Q: Kalo sehun udah naruh benihnya di luhan, luhan dibunuh dong?
A: Itu masih rahasia ^^
Q: ini bakalan NC?
A: Iyaaa *tebar bunga*
Q: Ini M-preg?
A: M-preg gak Yaa? Liat aja ntar
Q: Luhannya hamil?
A: Menurut kalian? Hehe xD
Q: Kris itu sekedar suka Luhan atau Cuma nafsu aja?
A: Kris sebenernya emang suka sama Luhan, tapi nafsu juga iya. Karena suka doang gak asik men /apasih/
Q: Kris udah nyerah buat ngerasain Luhan Belom?
A: Kayanya belom deh, namanya juga perjuangan. Mari kita nantikan aksi-aksi Kris selanjutnya x3
Q: Nanti Sehun bakalan suka sama Luhan?
A: Karena saya baik. Nanti saya pelet Sehun deh biar suka sama saya –ralat- Luhan.
Yosh! Segitulah kira-kira pertanyaan yang bisa dijawab. Maapin yak ga bisa bales review kalian, abisnya ada banyak sesuatu yang terjadi di akhir tahun ini, jadi Cuma sempet ngetik-publish dan baca review kalian. Jeongmal Mianhe T.T
Yaudah deh, Thanks buat yang udah baca, fav, and follow. Terutama untuk para reviewer, kalian semangat saya *nangis bahagia*
SELAMAT BERLIBURRRRR dan SELAMAT TAUN BARU YAA /belom juga/
For next Chapter, Review again please?
