Damn! I Love That Alien
Disclaimer: HUNHAN is not Mine, but the story is mine
Cast: Sehun x Luhan, and other cast
Rate: T – M
Length: Chaptered
Warning: Typos, YAOI aka Shounen Ai aka BL, NC
Jadi, buat yang gak suka YAOI. Tombol close ada dipojok kanan atas [X]
Story By: NaegaFanfan
.
Chapter 5
.
Sehun dan Jongin berlari keluar kelas menyusul Kyungsoo dengan sekuat tenaga. Tinggal belok kanan dan mereka akan sampai di depan kelas musik. Setelah jarak ke ruang musik semakin dekat, Sehun dapat menangkap sosok Luhan yang tengah tertunduk lesu dengan tangan yang menumpu tubuhnya pada wastafel depan ruang musik. Terlihat pula Kyungsoo yang tengah mengurut tengkuk Luhan sambil sesekali menyodorkan tissue.
"Ini sonsaengnim, minumlah dulu. " Tawar Kyungsoo sambil menyodorkan botol air minumnya.
Luhan mengangguk dan mengambil botol minum Kyungsoo. Ia meneguk air itu untuk menghilangkan rasa amis pada mulutnya setelah mengeluarkan muntahan tadi. Tak lama Sehun dan Jongin sudah berada bersama mereka dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Kau kenapa sonsaengnim?" Tanya Sehun sambil memegang pundak Luhan seolah mengecek keadaan sonsaengnimnya.
Luhan menangkis kedua tangan Sehun lalu memberika deathglare-nya. Sehun pun melepaskan pegangan pada pundaknya.
"Kau kenapa sonsaengnim? Kau sakit?" Tanya Sehun lagi menuntut.
Luhan hanya menarik perlahan tangan Kyungsoo dan berjalan meninggalkan Sehun dan Jongin bingung. Kyungsoo sekarang beralih memegang pundak Luhan dan menuntunnya menuju UKS tak banyak bicara, mungkin perutnya masih merasa mual. Kyungsoo pun tak banyak bertanya, ia paham Luhan sonsaengnim pasti ingin istirahat di UKS.
"Hun, kenapa sonsaengnim muntah-muntah ya?" Tanya Jongin sambil menepuk pundak Sehun.
Sedangkan yang ditanyai hanya mengindikan bahu tidak tahu.
"Sebaiknya kita susul mereka ke UKS" ajak Sehun yang entah sejak kapan sudah meninggalkan Jongin beberapa langkah di belakangnya.
"Permisi dokter Kim…" Ujar Kyungsoo sambil mengetuk pintu UKS.
Dokter Kim pun menengok kearah pintu dan mendapati Kyungsoo yang tengah menuntun Luhan. Dokter Kim pun berlari dan ikut membantu Kyungsoo menuntun Luhan menuju kasur.
"Apa yang terjadi Kyungsoo?" Tanya dokter Kim pada Kyungsoo setelah membaringkan Luhan di kasur.
"Entahlah dok, tadi pagi ketika akan mengajar, Luhan sonsaengnim terlihat sangat pucat. Akhirnya ia bilang ia tidak akan mengajar dan bergegas keluar kelas. Aku menyusulnya dan mendapati sonsaengnim sedang muntah di wastafel depan ruang musik…" Jelas Kyungsoo panjang.
Dokter Kim mengangguk-angguk paham. Ia mengambil thermometer dan stetoskop dari meja kerjanya untuk memeriksa keadaan Luhan yang tengah terbaring setengah sadar.
'Brakk!'
Dokter Kim dan Kyungsoo langsung menoleh kearah pintu ketika mendengar pintu itu dibuka dengan kasar. Sehun dan Jongin.
"Mana Luhan sonsaengnim?" Tanya Sehun yang langsung mendapat pelototan dari Kyungsoo.
"bisakah anda tenang? Ini ruang perawatan…" Ujar Dokter Kim sambil menempelkan telunjuknya di depan bibirnya.
Jongin langsung memegang pundak Sehun untuk menahannya agar tidak berisik. Sehun pun mendekat dengan perlahan dan mendapati Luhan tengah terbaring tidak berdaya dengan wajah pucat yang dipenuhi peluh dingin.
"Kyungsoo, tolong buka pakaiannya." Suruh dokter Kim yang berniat menempelkan stetoskop di dada Luhan.
"Hey apa yang akan kau lakukan?" Tanya Sehun sinis sambil mencegah tangan Kyungsoo yang baru melepas satu kancing kemejanya.
"tentu saja aku akan memeriksanya" Jawab dokter itu.
"Hun ayolah… dokter Kim hanya akan memeriksanya" sahut Kai sambil melepaskan tangan Sehun dari tangan Kyungsoo.
Sehun akhirnya diam dengan wajah yang mendengus kesal. Saat Kyungsoo akan membuka kancing kedua, tangan Luhan mencegahnya. Semuanya tentu bingung. Dengan susah payah, Luhan yang matanya setengah terbuka itu berusaha berbicara.
"jangan buka bajuku…"
"tapi sonsaengnim, dokter Kim harus memeriksamu" jelas Kyungsoo.
"Jangan…" tolak Luhan sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Kenapa sonsaengnim?" kali ini Jongin yang bertanya.
"Tak apa Luhan… aku hanya akan memeriksanya." Dokter Kim meyakinkan.
Akhirnya Luhan mengangguk setuju dan Kyungsoo membantunya membuka kancing. Namun apa yang mereka lihat pada tubuh Luhan sungguh mengejutkan. Mereka menemukan banyak bercak merah di dada dan lehernya. Dokter Kim menganga, Kyungsoo tertunduk malu, Jongin tersenyum lebar sedangkan Sehun… Hanya memperhatikan hasil karyanya dengan wajah datar-seperti biasa.
"Uh..mm baiklah, aku akan memeriksanya." Ujar Dokter Kim yang diyakini berusaha memecah kecanggungan.
Dokter Kim pun menempelkan stetoskopnya dan berkonsentrasi mendengar detak jantung. Sedangkan di belakangnya Jongin tengah mencolek-colek Kyungsoo minta jatah. Dan Sehun, ia tengah siaga kalau-kalau dokter itu macam-macam, maka barbel melayang.
"Detak jantugnya normal, tapi suhu tubuhnya sangat panas. Mungkin ini hanya demam biasa." Dokter Kim memberikan kesimpulan yang membuat Kyungsoo bernafas lega.
Dokter Kim pun kembali ke meja kerjanya untuk menulis laporan pasien –entah berusaha menghilangkan kecanggungan. Tersisalah Luhan bersama ketiga muridnya. Kyungsoo kembali mengancingkan pakaian Luhan dan menyelimutinya. Setelahnya Kyungsoo membalikan tubuhnya mengahadap ke dua lelaki bodoh yang dari tadi membuat ruwet uks –sebut saja Sehun dan Jongin dengan deathglare terseram.
"Jelaskan kenapa kalian berdua harus ikut kesini!"
"tentu saja untuk melihat sonsaengnim…" Jawab Sehun dengan datarnya.
"Dan kau Jongin?"
"tentu saja untuk melihatmu sayang…Ack!" Jawab Jongin yang langsung mendapat injakan telak Kyungsoo pada kakinya.
"Apa pedulimu pada sonsaengnim?" Tanya Kyungsoo lagi.
"habisnya aku penasaran…" Jawab Sehun yang lagi-lagi datar dan membuat Kyungsoo sweatdrop.
"Sehun penasaran barangkali Luhan sonsaengnim hamil." Sambung Jongin dengan cengirannya.
Kyungsoo mengangguk mengerti, sedetik setelahnya Kyungsoo membelalakan matanya "MWO?!"
"Kenapa?" Tanya Sehun bingung.
"Jj-Jangan- Jangan…." Ujar Kyungsoo terbata-bata sambil menunjuk Sehun.
"sst… Yeobo jangan teriak-teriak. Kau mengganggu sonsaengnim.." Ingat Jongin sambil membekap mulut Kyungsoo.
"Jangan-jangan apa?" Tanya Sehun lagi.
Kyungsoo melepaskan bekapan Jongin dan berusaha menstabilkan nafasnya. –inhealing-exhealing-
"Baiklah… jangan-jangan kissmark di dada Luhan sonsaengnim adalah buatanmu?" Tanya Kyungsoo yang kini sudah lebih tenang.
Sehun mengangguk, dan Jongin di sebelahnya tampak menahan tawa. Kyungsoo tercekat.
"Luhan sonsaengnim…" sahut Sehun yang langsung menghampiri Luhan ketika menyadari Luhan sedang berusaha mendudukan dirinya.
"Jangan sentuh aku!" bentak Luhan lemah sambil menepis tangan Sehun yang berusaha memegang pipinya.
"Kenapa? Kau ini kenapa sih?" Tanya Sehun sedikit menuntut.
"Aku sakit seperti ini gara-gara kau bodoh!" tuding Luhan sambil memegang kepalanya yang kembali terasa berat.
"Aku?"
"Ya KAU!"
Jongin hanya tertawa samar sambil menyiku Sehun.
"Memang apa yang aku lakukan padamu ?"
"Kau tidak sadar atau pura-pura bodoh? Tadi malam kau memasukkan alat kelaminmu dengan keras, akhirnya aku tertidur tanpa mengenakan sehelaipun pakaian, lalu saat bangun pagi aku lupa sarapan. Aku jadi pusing dan mual gara-gara kau! Dan sekarang bagian belakangku sangat sakit! " cerocos Luhan yang membuat Jongin tertawa samar dan membuat Kyungsoo sweatdrop.
"bukannya tadi malam kau keenakan?" sehun bertanya dengan senyum tipis menggoda.
"itu tadi malam. Tapi kalau aku tahu setelahnya akan sesakit ini, aku tidak akan mau kau begitukan…" keluh Luhan sambil menyenderkan tubuhnya ke kepala kasur.
"Mian… itu semua karena aku harus segera menanamkan spermaku." Ujar Sehun yang langsung membuat semuanya kaget.
"HAH? Apa maksudmu Hun?" Tanya Jongin.
"sudahlah lupakan." Jawab Sehun sambil mengibaskan tangannya.
"Huft… Jongin, bawa Sehun kembali ke kelas. Biar aku saja yang menjaga sonsaengnim disini. Ada kalian berdua membuat sonsaengnim tidak bisa istirahat." Perintah Kyungsoo sambil mendorong punggung keduanya keluar.
"terimakasih Kyungsoo" sahut Luhan sambil tersenyum.
"sama-sama sonsaengnim. Hmm… sonsaengnim, boleh aku tanya sesuatu?" ujar Kyungsoo yang sekarang sudah duduk di kursi samping Luhan.
"Hn.." Luhan menganggukan kepalanya.
"Apa anda berpacaran dengan Sehun?"
Mata Luhan membulat. Apa tadi katanya? Berpacaran? Jangan konyol.
"Mwo? Tentu saja tidak." Jawab Luhan sambil memasang wajah jijik.
"tapi sonsaengnim sudah melakukan sex dengannya~"
Luhan tercekat. Tunggu! apakah yang tadi malam ia lakukan dengan Sehun termasuk sex? Bukankah sex itu hanya terjadi antara lelaki dan perempuan saja?
"Jadi tadi malam aku sudah melakukan sex?" Tanya Luhan serius sambil memegang pundak Kyungsoo.
Kyungsoo mengangguk dengan wajah dahi yang berkerut, "Tentu saja memang apa lagi?"
"Bukankah sex itu hanya terjadi antara lelaki dan perempuan saja?"
Kyungsoo mengerti sekarang. Sonsaengnimnya ternyata tidak mengerti dengan apa yang terjadi padanya tadi malam. Ia benar-benar buta akan hal ini. Kyungsoo tersenyum mengerti.
"Sonsaengnim, sepertinya aku perlu menjelaskan tentang semuanya." Kyungsoo akan mulai mengajar sonsaengnimnya. Luhan mengangguk setuju dengan wajah bingung tak tahu apa-apa.
"sonsaengnim, sex itu tidak hanya terjadi antara laki-laki dan perempuan saja. Bahkan antar lelaki pun ada. Contohnya sonsaengnim dan Sehun. Dan itu disebut Gay. Sonsaengnim pasti pernah mendengar istilah tersebut kan?"
"Tunggu! Itu berarti aku gay?" Tanya Luhan sambil menunjuk wajahnya sendiri. Kyungsoo mengangguk dan Luhan memasang wajah mong.
"dua orang yang melakukan sex itu didasari oleh cinta. Jika mereka melakukannya, maka mereka saling mencintai." Sambung Kyungsoo.
Luhan terdiam mendengarkan perkataan Kyungsoo tadi. Saling mencintai? Rasanya Luhan tak punya perasaan itu pada Sehun.
"Tapi aku tak mencintai Sehun…" Ujar Luhan pelan.
Kyungsoo tersenyum, "Kalau begitu, itu artinya Sehun lah yang mencintai anda. Dia melakukan itu untuk mengambil hati anda."
Luhan tersedak ludahnya sendiri. Bocah itu mencintainya? Konyol.
"Kami tidak saling mencintai… mungkin tadi malam hanya kecelakaan." Ujar Luhan pelan.
Kyungsoo mengendikan bahunya. Tapi dalam hati Kyungsoo percaya tadi malam bukan sekedar kecelakaan.
"Aku benci Sehun…" sambung Luhan yang langsung membuat Kyungsoo terkejut.
"Kenapa?"
"karena berhubungan sex dengannya, aku merasa menjadi seorang gay." Terang Luhan sambil mempoutkan bibirnya.
Kyungsoo hanya menahan tawa melihat tingkah kekanak-kanankan sonsengnimnya itu.
.
3 hari sudah sejak 'kecelakaan' itu. Rasa sakit pada bagian bawah Luhan pun sudah mulai menghilang. Luhan juga tak mau lagi mengingat-ingat malam itu. Anggap saja malam itu adalah kecelakaan tak disengaja yang membuat Luhan merasa gay. Yang Luhan tahu, semenjak percakapanya dengan Kyungsoo, Luhan jadi sering memperhatikan lingkungan disekitarnya, tepatnya memperhatikan siswa-siswanya yang ternyata terlihat tidak risih dengan skinship antar lelaki. Seperti saling memeluk bahkan saling cium di koridor sekolah. Luhan baru sadar kalau di sekolah ini banyak juga hal-hal yang menyimpang. Salahkan saja sekolah ini karena tak memiliki penduduk wanita.
Semenjak hari itu, Luhan belum bertemu lagi dengan Sehun. Luhan berfikir dalam hati, apa Sehun hanya 'memakainya' semalam dan menghilang begitu saja? Setidaknya bocah itu harus bertanggung jawab untuk 'menyembuhkannya' kembali.
Luhan kini tengah menikmati makan siangnya di kantin. Diatara keramaian kantin, Luhan memilih bangku tersendiri yang berada di pojok kantin. Ia melahap sandwhich nya, namun rasa mual kembali terasa di lambungnya. Ia hentikan kunyahannya dan menutupi mulutnya yang sangat ingin mengeluarkan isi perut. Sebelum Luhan muntah di kantin, ia segera berlari menuju toilet.
Luhan berlari menuju wastafel dan menunduk untuk mengeluarkan seluruh isi perutnya. Ada rasa sakit terasa di ulu hatinya. Luhan pun terbatuk-batuk untuk mengeluarkan sisa cairan lengket yang tersisa. Rasanya sulit sekali mengeluarkan muntahan terakhir, sakit di ulu hatinya pun semakin menjadi.
"Luhan?! " kata seseorang yang baru memasuki toilet dan Luhan tak mampu menoleh.
Setelahnya Luhan hanya merasa kalau tengkuknya diurut oleh orang itu. Dan urutan orang itu sangat membantu, muntahan yang daritadi menyumbat kerongkongannya berhasil keluar. Luhan bisa bernafas lega, ia segera mencuci multnya dengan air dan mendongak. Dan dari cermin Luhan bisa melihat sosok Kris di belakangnya tengah berdiri dengan wajah khawatir.
"Wu sonsaengnim?" Tanya Luhan sambil membalikkan tubuhnya menghadap Kris.
"apa kau baik-baik saja Luhan? Kenapa kau muntah-muntah? Apa kau sakit?" Tanya Kris khawatir sembari memegang dahi Luhan.
Luhan mengangguk kecil, sejujurnya Luhan masih takut dengan Kris yang hampir memperkosanya waktu itu. Luhan harus menjaga jarak dengannya. Luhan pun menepis pelan tangan Kris.
"Maaf Wu sonsaengnim, aku tidak apa-apa. Aku harus pergi sekarang."
Namun saat akan beranjak dari toilet, Kris tak membiarkannya pergi. Ia tahan tangan Luhan agar tak pergi menjauh.
"Apa kau tidak menyadarinya Luhan?" Tanya Kris pelan namun Luhan dapat mendengarnya jelas.
Luhan terdiam, menyadari apa maksudnya? Apa yang sedang Kris bicarakan? Kris pun memegang kedua pundak Luhan dan membalikkannya agar Luhan dapat berhadapan dengannya. Kini Kris kembali memegang kedua tangan lembut Luhan.
"Apa kau tidak menyadari jika aku…mencintaimu?"
'deg!'
Luhan tercekat. Apa itu tadi? Apa Kris baru saja mengungkapkan perasaannya?
"Aku ingin kau menjadi milikku. Bisakah?" Kris mempererat tangannya pada tangan Luhan.
"A-apa maksudmu Wu sonsaengnim?" Tanya Luhan gugup yang tak berani mendongakkan kepalanya menatap Kris.
"Bukankah sudah jelas? Aku mencintaimu dan aku ingin kau menjadi kekasihku." Terang Kris dengan nada lembut.
Dalam hati Luhan dengan jelas menolak. Ada perasaan dimana Luhan merasa kalau dirinya menolak Kris karena ia merasa dirinya sudah….dimiliki seseorang? Tapi Luhan terlalu takut untuk menyatakan penolakannya. Ia takut Kris marah dan akan melakukan hal aneh terhadap tubuhnya.
"kenapa diam saja?" Tanya Kris yang langsung membuat Luhan gelagapan.
"H-hm.. A-aku…Aku harus ke ruang guru dulu!" sahut Luhan sambil berusaha meninggalkan Kris.
Dengan cepat Kris memeluk Luhan dari belakang dan membuat Luhan tak bisa bergerak.
"Jangan berusaha menghindar. Jawab aku, ya atau tidak?" bisik Kris di telinga Luhan.
"M-Maaf Wu sonsaengim. Kalau begitu aku menolak…" Ujar Luhan sambil memberontak.
Kris mengubah raut wajahnya menjadi menyeramkan. Kris dengan segera menempelkan hidungnya di leher Luhan dan meyesapi aromanya. Luhan panik bukan main. Akankah Kris melakukan hal seperti itu lagi padanya?
"Wu s-sonsaengnim… kumohon j-jangan seperti i-ini.." mohon Luhan yang menggeliatkan tubuhnya agar dilepaskan Kris.
Kris sudah buta. Penolakkan membuatnya menjadi beringas. Apapun akan Kris lakukan demi mendapatkan Luhan termasuk dengan cara memperkosanya. Kini Kris menjilati Leher Luhan, namun Kris kaget ketika mendapati kissmark tercetak jelas di leher jenjang Luhan. Seseorang telah mendahuluinya.
"siapa yang membuat kissmark ini?!" Tanya Kris dengan nada tinggi dan sukses membuat Luhan ketakutan.
"Aku!"
Luhan dan Kris serempak menoleh dan mendapati Sehun sedang bersandar di ambang pintu toilet sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Sehun~" ujar Luhan dengan nada bersyukur. Sehun lagi-lagi menyelamatkannya dari monster mesum ini. Ada perasaan senang dalam hati Luhan.
"apa maksudmu bocah?" Tanya Kris sinis yang sekarang sudah melepaskan pelukannya pada Luhan.
Sehun dengan santainya berjalan mendekati Kris dengan kedua lengan yang dimasukan pada kedua saku celananya.
"Bukankah tadi kau bertanya siapa yang membuat kissmark ini? Itu buatanku" jelas Sehun dengan nada angkuh.
Kris menggeram kesal. Tangannya sudah terkepal bersiap untuk menghajar Sehun. Ketika kepalan tangan Kris bergerak menuju wajah Sehun, dengan refleks Sehun menangkisnya.
"kissmark itu menandakan kepemilikan. Luhan adalah milikku! Kau mengerti?" terang Sehun yang langsung merangkul pudak Luhan
Tanpa sadar Luhan merasa hatinya senang ketika Sehun mengklaim dirinya adalah miliknya. Apa-apaan perasaan ini?
"Jangan pernah ganggu Luhan. Atau kau akan mati!" Ancam Sehun sambil menarik tangan Luhan keluar toilet meninggalkan Kris yang sedang terdiam sambil mengepalkan tangannya.
Luhan sedikit kesulitan menyesuaikan langkahnya dengan langkah Sehun yang panjang-panjang juga cepat. Beberapa kali ia berusaha berlari kecil. Sehun belum mau melepaskan tangan Luhan rupanya. Tarikan Sehun memang sedikit kasar, tapi Luhan merasa aman jika dirinya sudah bersama Sehun. Di benaknya tiba-tiba Luhan teringat perkataan Kyungsoo, 'Kalau begitu, itu artinya Sehun lah yang mencintai anda. Dia melakukan itu untuk mengambil hati anda'
Mungkinkah Sehun mencintainya. Sudah dua kali Sehun mengatakan bahwa Luhan adalah miliknya. Apakah maksudnya adalah kekasihnya? Ah, Tapi jika dipikir-pikir, atas dasar apa Sehun bisa mencintai dirinya. Tidak mungkin jika hanya karena ia menolongnya di tempat sampah malam itu. Luhan menggeleng-gelengkan kepalanya. Kenapa ia harus memikirkannya? Tidak mungkin Sehun mencintainya.
Akhirnya Sehun berhenti melangkah, tepat di depan ruang guru. Sehun berbalik dan Luhan dapat melihat wajah Sehun yang terlihat khawatir. Kenapa raut wajahnya yang asalnya datar bisa tiba-tiba berubah khawatir seperti ini?
"Lu… Jangan kau dekati bajingan itu." Ujar Sehun lembut.
"A-aku tidak mendekatinya. Tadi aku hanya sedang muntah di toilet, dan tiba-tiba dia datang." Jelas Luhan berusaha meyakinkan kalau bukan dirinyalah yang mendekati Kris.
"Berusahalah menghindar, sejauh yang kau bisa. Atau aku perlu mengawalmu terus?"
"Ah.. tidak perlu. " Jawab Luhan
"Lu, Aku khawatir dengan keadaanmu. Apa perlu kita ke dokter pulang sekolah nanti? Anggap saja ini sebagai minta maaf dariku karena tubuhmu yang sakit." Tawar Sehun yang membuat Luhan merona.
"Hmm… bagaimana ya, tapi aku sudah janjian dengan Kyungsoo untuk pergi ke dokter juga"
"Oh ya sudah jika ada Kyungsoo. Jaga dirimu baik-baik ne?" Ujar Sehun sambil mengusap perut Luhan.
Luhan salah tingkah, ia hanya bisa menunduk menyembunyikan pipinya yang memerah. Setelahnya Sehun mengecup ringan hidung Luhan dan berlari ke kelas meninggalkan Luhan yang mulai mempertanyakan orientasi seksnya.
.
"Tentu saja saudara Luhan tidak hamil. Anda tidak memiliki rahim, jadi tenang saja. Anda tidak akan hamil. Masalah mual dan pusing yang saudara rasakan diakibatkan karena kelelahan dan kurang makan saja. Karena anda bilang anda punya riwayat maag, mungkin ini salah satu pemicunya." Terang dokter kandungan yang memeriksa Luhan.
Luhan dan Kyungsoo mengangguk paham. Syukurlah jika memang Luhan tidak hamil. Setelah itu Luhan dan Kyungsoo keluar dari ruang pemeriksaan. Luhan dan Kyungsoo berjalan sambil tersenyum, mereka lega mendengar bahwa Luhan baik-baik saja.
Ketika tengah berjalan, Kyungsoo mendapati smartphonenya berbunyi. Ada satu pesan.
Jongin Yadong
Yeobo~ bagaimana hasil pemeriksaan sonsaengnim? Apa dia hamil? Sehun terus memaksaku untuk menanyakan ini padamu (jangan beritahu sonsaengnim)
Kyungsoo :*
Sonsaengnim tidak hamil~
setelah membalas pesan singkat Jongin, Kyungsoo memasukkan kembali smartphonenya dan kembali berbincang-bincang dengan Luhan sonsaengnim.
"Sonsaengnim, besok kan hari minggu. Apa rencana anda besok?" Tanya Kyungsoo sambil tersenyum manis.
"Hmm tidak ada. Mungkin aku hanya akan membereskan apartemenku. Kau sendiri?"
"Aku akan berjalan-jalan dengan Jongin besok. Jongin mengajakku ke taman bermain." Sahut Kyungsoo dengan nada riang.
Luhan diam. Seperti itukah seharusnya ohubungan orang yang saling menicntai. Kira-kira kapan Sehun akan mengajaknya berjalan-jalan seperti yang Jongin lakukan pada Kyungsoo. Tanpa sadar Luhan membayangkan jika suatu saat nanti Sehunakan menggandeng tangannya dan berjalan-jalan di suatu tempat yang indah.
"sonsaengnim, kita berpisah disini ya?" Tanya Kyungsoo yang membuyarkan khayalan Luhan.
"Eh, iya. Hati-hati Kyungsoo. Semoga harimu menyenangkan" ujar Luhan ketika mereka berpisah di halte bis. Kyungsoo mengangguk dan menaiki bis. Sekarang tinggal Luhan sendiri yang berjalan menuju apartemennya.
.
"yeobo-ku bilang Luhan sonsaengnim tidak hamil. Kau bisa tenang kawan." Sahut Kai setelah membaca pesan balasan dari Kyungsoo.
Sehun mengernyitkan dahinya. Tidak hamil katanya? Usahanya malam itu berarti gagal. Sehun memang tahu jika Luhan tidak memiliki rahim seperti wanita. Sebelumnya ia sudah tahu jika targetnya yang itu beresiko gagal. Tapi Sehun benar-benar merasa jika dirinya hanya ingin Luhan untuk berhubungan seks. Tanpa ada yang mengetahui, Sehun baru kali ini merasa puas dengan targetnya. Selama pelatihan di EXO Planet dulu, Sehun hanya diajari cara berkopulasi tanpa merasakan kenikmatan.
Luhan berbeda. Sejak malam itu, sebenarnya Sehun berusaha menghindari Luhan. Setiap matanya melihat Luhan sebenarnya juniornya tiba-tiba mengeras. Saat Luhan di UKS, Sehun sebenarnya tak dapat lagi menahan hasratnya. Namun ia sadar jika Luhan sedang kesakitan, akhirnya ia menghilang selama 3 hari dan malah menemukan Luhan sedang diganggu Kris bajingan itu.
Tunggu. Sejak kapan Sehun memiliki emosi macam ini. Sejak kapan ia punya emosi yang namanya kasihan? Ah Sehun tak peduli. Setidaknya Sehun tidak memiliki emosi yang namanya 'cinta'. Selama tidak ada cinta dalam misinya. Sehun akan baik-baik saja.
"Luhan tidak hamil ya?" Tanya Sehun pada dirinya sendiri.
"sepertinya harus terus kucoba sampai dia hamil" lanjut Sehun sambil menampilkan smirknya.
.
Minggu pagi, Luhan terbangun karena mendengar bel apartemennya berbunyi. Dengan langkah yang masih sempoyongan Luhan berjalan untuk membuka pintu.
'cklek'
Luhan melotot ketika melihat sosok Sehun sudah berdiri di depan pintunya sambil tersenyum lebar. Luhan refleks menutup pintunya kembali. Ia menyenderkan tubuhnya pada pintu dengan bingung. Luhan membatin 'apa yang ia lakukan pagi-pagi begini?' dan bel apartemennya lagi-lagi berbunyi. Luhan panik, masalahnya Luhan yakin penampilannya pasti masih sangat berantakan. Perlukah Luhan merapikan penapilannya dulu? Ah tapi Sehun terus membunyikan belnya. Sial. Akhirnya Luhan hanya menyisir rambutnya dengan jemari. Ia menghembuskan nafas sekali dan membuka pintunya. Sehun masih ada disana dengan senyum yang sama seperti sebelumnya.
"ada apa eoh?" Tanya Luhan sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Ayo kita keluar! Aku ingin mengajakmu ke festival makanan." Jawab Sehun dengan semangat.
Luhan terkejut. Sehun mengajaknya pergi? Apakah ini artinya Sehun mengajaknya… kencan? Harus Luhan akui ada perasaan senang dalam hatinya. Bahkan tak sedikitpun terpikir dalam benak Luhan untuk menolak ajakan Sehun.
"Hah? T-tapi aku belum bersiap-siap." Ujar Luhan panik.
"Kalau begitu cepatlah bersiap-siap. Aku akan menunggu di dalam"
Ketika Sehun akan menerobos masuk, dengan segera Luhan menghalangi pintunya.
"Eits… terakhir kali kau masuk ke dalam apartemenku aku malah berakhir telanjang. Kau tunggu saja disini. Aku akan cepat." Luhan cepat-cepat masuk dan mengunci pintu apatemennya. Sehun pun mau tak mau harus menunggu di luar.
.
Sehun dan Luhan kini sampai di festival makanan yang diadakan setiap setahun sekali. Beraneka makanan dari mulai tradisional sampai internasional ada disini. Namun entah mengapa 'pasangan' itu kini malah sedang mengatre di kedai sosis yang notabene makanan yang bisa mereka jumpai meski bukan di festival.
Antriannya sangat panjang. Belum lagi matahari mulai membakar kulit, sangat panas. Luhan tak henti-hentinya mengibaskan tangan berharap tubuhnya bisa sedikit mendapatkan hawa dingin. Terkadang tangannya pun menyusut keringat di dahinya.
Sehun tersenyum melihat tingkah lelaki pendek di sampingnya. Ia terlihat manis. Eh apa yang kau pikirkan Sehun? Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya. Sehun lantas berinisiatif mengeluarkan sedikit kekuatannya. Ia mengepalkan tangannya lalu menciptakan pusaran angin kecil yang berpencar menjadi angin sepoi-sepoi di daerah sekitar Luhan. Tak ada yang menyadarinya termasuk Luhan.
"Wahh anginnya segar~" ujar Luhan girang.
"Lu?" panggil Sehun yang langsung membuat Luhan mendongakan kepalanya."Kau terlihat manis" Puji Sehun yang sukses membuat hati Luhan bergetar aneh.
"kau baik-baik saja tuan?" canda Luhan sambil memegang jidat Sehun.
Sehun pun ikut tertawa, lalu memegang tangan Luhan. Wajah Luhan makin bersemu, belum lagi Sehun menampilkan senyum yang sangat menawan.
"Lu?" Panggil Sehun yang membuat Luhan salah tingkah.
"Apa?" Jawab Luhan sambil tersenyum tak kalah manisnya dengan Sehun.
"Aku… ingin ke toilet dulu."
Tuhan, bisakah kau bunuh saja makhluk ini? Senyum manis Luhan berubah menjadi senyum kecut. Luhan sweatdrop. Apa bocah ini sengaja? Luhan yang kesal langsung menginjak kaki Sehun dan Sehun mengerang kesakitan.
"YA! Kalau mau ke toilet pergi saja!" teriak Luhan sambil mempoutkan bibirnya.
"Kenapa kau marah? Aku kan hanya bilang mau ke toilet."
Luhan malas menjawab. Tadinya Luhan pikir Sehun akan mengatakan sesuatu yang …yah, semacam 'aku menyukaimu' atau kalimat memuji atau apalah. Bocah itu membuatnya benar-benar kesal. Bukannya Luhan terlalu berhrap atau apa. Hanya saja…ya terserahlah. Lagipula Luhan juga belum yakin kalau dirinya menyukai bocah itu. Mungkin semua ini adalah efek perkataan Kyungsoo.
"Ya sudah pergilah! Cepat kembali karena aku tak mau mengantri sendirian." Usir Luhan mendorong tubuh Sehun.
"Aku akan segera kembali" teriak Sehun yang sudah berlari menjauh.
.
Sehun menyalakan keran di wastafel dan sekedar mencuci tangannya. Ia lalu menutup keran itu dan menegakkan tubuhnya. Bola matanya melirik ke wastafel yang berada di paling ujung sana.
"ada perlu apa denganku, Kim Jun Myeon?" Tanya Sehun pada seseorang di ujung sana. Orang itu hanya tersenyum dalam diamnya.
"Atau harus ku panggil,… Dokter Kim?"
.
.
.
TBC
A/N:
Hayoo siapa yang kemaren bilang Luhan hamil? Hayo ngakuu~ Well, dia gak hamil kok… jadi Sehun bisa bebas nge'itu'in Luhan tanpa khawatir Luhan hamil Yeee! /apasih/
Oh ya, waktu itu kan saya bilang di ff ini yang dari EXO Planet ga ada lagi selain Sehun. Saya ralat deh. Nih~ sekarang ada Suho. Jelasnya entar di chapter berikutnya yaa^^
Maaf kalo chapter ini kerasa kecepetan atau ngerasa ada yang gak sreg :'(
Oh ya (lagi)… kalian ngerasa bingung gak sih sama sifat Sehun yang kadang datar-datar aja terus bisa berubah jadi ceria terus berubah lagi jadi menyeramkan? Saya jelasin yaa… Sehun kan sebenernya gak punya emosi, tapi dia tuh dituntut professional dalam misi ini. Mau gak mau kan harus berbaur sama manusia yang pastinya punya macam-macam sifat, ekspresi dan emosi. Jadi berubah-berubahnya Sehun tuh karena dia belum terbiasa aja. Nanti juga dia bisa punya emosi dan ekspressi sesuai keadaan kok, apalagi kalo udah sama Luhan #eh
Chapter depan nc lagi yahh~
Makasi banyak buat yang udah baca, follow, fav dan yang review. Saya sayang Kaliannnn muah muah *cium Luhan* /digerung Sehun/
See u next chap! Review pliss?
