Kyungsoo mengangguk, karena Luhan tak sabaran, ia menatap Kyungsoo lekat seolah memintanya melanjutkan ucapannya.

"Aku dan dia sebenarnya –" Ucapan Kyungsoo kali ini bukan sengaja digantunggkan, melainkan terpotong karena kedatangan seseorang.

"Nunna, ada yang ingin bertemu denganmu di luar" ucap Yuta yang baru saja masuk

"Suruh saja dia masuk" balas Kyungsoo santai

"Ah, baiklah" Yuta lantas berjalan kembali ke arah pintu masuk

"Dia menyuruhmu masuk" ucap Yuta datar dan langsung berbalik masuk ke dalam diikuti sang tamu.

Kyungsoo tersenyum melihat sang tamu, sedangkan raut kedua temannya berbanding terbalik dengan nya. Mereka tampak terkejut melihat kedatangan tamu tersebut.

"Heh? Kenapa kau ada di sini? Apa yang kau lakukan?" Pekik Luhan kaget dan langsung membom bardir tamu tersebut dengan pertanyaan.

.

| Fansite or Fiancee? |

.

| E X O |

.

| GS for Uke |

.

16th Scene

.

Sang tamu yang awalnya tampak terkejut berusaha menyembunyikannya di balik wajah datarnya.

"Kalian sendiri sedang apa di sini?" tanya sang tamu dingin

"Kami kan temannya, apa salahnya mengunjungi dia. Kau sendiri kenapa sudah ada di sini? Bukannya kau baru ke Jepang besok?" tanya Luhan penuh selidik

"Wae? Apa salahnya mengunjungi calon istri sendiri. Apakah itu melanggar hukum?" balas sang tamu sambil menatap tajam ke arah Luhan.

Ketiganya tertohok mendengar pernyataan Kai. Ya, ketiganya, tak terkecuali Kyungsoo.

"K-kalian sudah bertunangan?" tanya Baekhyun shock dan Kai hanya menggelengkan kepalanya, "Ani". Luhan dan Baekhyun mengerutkan keningnya bingung, "Lalu, apakah kalian pacaran?" tanya Luhan yang juga disambut gelengan kepala Kai, "Ani".

Luhan yang merasa sedang dipermainkan oleh Kai kesal bukan main. Bagaimana bisa dia mengklaim Kyungsoo sebagai 'calon istri' sedangkan keduanya tidak menjalin suatu hubungan.

Kyungsoo yang mengerti keadaan semakin memanas segera membuka mulut, "Kalau ngomong jangan ngelantur Jongin. Aku dan Jongin hanya sahabat sejak kecil" jelas Kyungsoo untuk meluruskan kesalah pahaman yang ada.

Kai memutar bola matanya jengah. Ia memang paling malas jika Kyungsoo sudah menasehatinya. "Tadinya aku ingin melamarnya. Tapi kuurungkan karena ternyata ada dua makhluk astral di sini yang mengacaukan rencanaku" ucap Kai kesal

Luhan membatin berbagai sumpah serapah untuk Kai karena ucapannya barusan, sedangkan Baekhyun hanya memalingkan wajahnya sambil memasang raut wajah kesal. Sangat kesal.

Luhan melirik arloji miliknya yang menempel di tangan kirinya, "Oh, sepertinya kami harus pergi ke hotel dulu Kyung untuk menaruh barang kami" ucap Luhan sambil melirik ke arah Kai.

"Baguslah. Jangan kembali lagi nunna-nunna galak. Aku tidak membutuhkan kehadiran kalian untuk sekarang" balas Kai sengit

Baekhyun bangkit dari duduknya diikuti dengan Kyungsoo dan Luhan, "Kyung, kami pamit dulu ne. Maafkan Luhan yang terlalu kekanak-kanakan. Dan Kai, jika ucapanmu benar, nunna tunggu undanganmu kkk" pamit Baekhyun dan setengah bercanda pada Kai.

Kai tersenyum lembut ke arah Baekhyun, "Ku maafkan nunna. Aku harap Sehun tidak menyesal memilih dia sebagai pendampingnya" ejek Kai yang langsung mendapat death glare dari Luhan.

Kai menepuk keningnya sambil menatap Luhan dan menunjukkan raut wajah mengejek, "Oh iya aku lupa kalau dia masih digantung oleh maknae itu"

"Sialan kau Kim Jongin! Enyahlah kau!" pekik Luhan kesal

Baekhyun menghela napas nya kasae, "Hah, jika begini kita tidak akan pulang Lu. Mengalah lah pada Kai

" saran Baekhyun

"Oh iya, kalian biar diantar Yuta saja ne. Aku tak tega membiarkan kalian naik taksi, bahasa jepang kalian kan jauh dari kata bagus" ujar Kyungsoo

"Jongin, tolong panggilkan Yuta di kamarnya" pinta Kyungsoo sambil menatap Kai. Kai yang merasa iba dengan tatapan Kyungsoo lantas berdiri dan berjalan menuju kamar Yuta.

"Kyung,kau datang kan ke konser ?" tanya Luhan penuh harap.

"Ne Luhanie~ aku datang. Pastikan kita bertemu di sana oke" jawab Kyungsoo sambil mencubit pipi Luhan

Yuta datang dengan wajah datar miliknya. Ia lantas segera mengajak kedua teman nunna nya untuk segera keluar meninggalkan sang sepupu bersama dengan pasangannya.

"Semoga gendang telingamu tidak pecah Yuta-kun" ucap Kai setengah teriak karena jarak Yuta yang sudah cukup jauh darinya.

Setelah memastikan kedua penganggu itu menghilang dari hadapannya, Kai segera melancarkan aksinya.

"Soo, mianhae saat itu aku sempat membentak mu dan memarahimu" lirih Kai

"Aku memaafkannya" balas Kyungsoo datar

"Maaf jika aku terlalu dingin padamu saat itu" lirih Kai lagi

"Aku memaafkannya" ucap Kyungsoo lagi

"Soo, soal tadi.. aku tidak main-main dengan ucapanku" ucap Kai tegas. Namun Kyungsoo mengabaikannya. Sama sekali tak melihat ke arah Kai. Sedaritadi yang yeoja itu lakukan hanyalah menunduk dan memainkan kuku miliknya.

Kai yang merasa ucapannya barusan tak di dengar segera menangkup wajah sang gadis. Mengarahkan wajah sang gadis berhadapan dengannya, "Soo, tataplah mataku" pinta Kai lirih

Kyungsoo menengadahkan kepalanya dan menatap Kai sendu, "sudah" ucap Kyungsoo ketus.

"Apa kau menemukan kebohongan di mataku? Kau tahu betul aku, Soo" ucap Kai yang mulai putus asa.

"Ya, aku percaya padamu Jongin" balas Kyungsoo sambil tersenyum tipis.

Kai mulai melepas kedua tangannya yang sedaritadi menangkup wajah sang gadis. Tangan kanannya kini merogoh saku depan celananya, mencoba mencari sesuatu.

Kai lalu membuka sebuah kotak yang berisikan sebuah cincin dengan model sederhana tapi tetap elegan. Sambil memegang kotak itu, satu tangan lainnya Kai gunakan untuk menggenggam satu tangan yeoja yang ada dihadapannya, "Soo, aku tidak akan memaksakan kehendakmu. Aku menerima segala keputusanmu. Soo, maukah kau menjadi istriku?" tanya Kai pada akhirnya.

Kyungsoo masih diam. Bukan tidak tahu jawabannya apa. Ia sangat ingin menjawab 'iya', namun ia memikirkan bagaimana karir Kai kedepannya dan juga, ia ingin memfokuskan dirinya untuk kuliah.

"Soo, aku hanya ingin mengikatmu saja. Aku tidak akan memintamu menikahiku secepatnya ya walaupun aku sangat ingin. Aku sudah sangat mencintaimu sejak lama" ucap Kai yang terdengar sangat memohon.

"Berjanjilah menungguku hingga aku lulus kuliah" ucap Kyungsoo tegas.

"Lulus?" tanya Kai tak terima

Kyungsoo menganggukan kepalanya, "Ya, lulus. Habisnya, kau seenaknya saja menyuruhku untuk kembali ke Jepang dan itu artinya aku harus mengulang kuliah" ucap Kyungsoo senang

"Berapa tahun lagi Soo?" tanya Kai yang berubah menjadi manja

"Dua tahun setengah mungkin. Atau bisa jadi Tiga tahun" canda Kyungsoo yang tampaknya dianggap serius oleh Kai, "Adwae! Jangan tiga tahun. Pokoknya kau harus secepatnya menyelesaikan kuliahmu!" ucap Kai tegas.

"Ne.. Tuan Kim" ucap Kyungsoo sambil membalas genggaman tangan Kai

"Jadi, kau menerimanya?" tanya Kai harap-harap cemas. Namun kecemasannya seakan terbayar ketika sang yeoja menganggukan wajahnya sambil tersenyum lembut.

Tanpa menunggu lama, Kai segera memasangkan cincin itu pada jari manis sang yeoja dan langsung memeluk dan mencium kening Kyungsoo, "Saranghae Do Kyungsoo".

Kyungsoo membalas pelukan Kai, "Nado Saranghae Kim Jongin"

.

.

Di Korea, para member lainnya tampak bingung perihal Kai yang tidak muncul dalam sesi latihan.

"Anak itu benar-benar hobi menghilang" gerutu Chen

"Dia sudah ke Jepang duluan, kalian tidak usah khawatir" ucap sang manager yang kebetulan lewat di depan Chen

"Jangan pikirkan alasannya apa. Aku sendiri pun tak tahu" ucap sang manager sedikit teriak karena sudah berjalan agak jauh dari Chen

"Yah hyung! Kau seorang cenayang eoh?" balas Chen teriak

Chen tetap memikirkan alasan Kai. Bagaimana bisa anak itu pergi duluan jika tidak ada hal yang amat sangat penting. Di benak Chen, Kai adalah orang yang terlalu malas untuk sekedar pergi berjalan-jalan jika bukan karena pekerjaan. Namun pemikiran itu kini sirna karena pada kenyataannya akhir-akhir ini anak itu sering menghilang tanpa sebab.

"Anak itu pasti ada apa-apanya sekarang. Aku harus menyelidikinya" gumam Chen

.

.

Hari sudah beranjak malam di Tokyo, posisi sang surya kini telah terganti oleh sang rembulan.

Dua orang yeoja tengah bersiap-siap untuk berjalan-jalan. Siapa lagi kalau bukan Luhan dan Baekhyun. Berbekal hanya sebuah ponsel yang di dalamnya terdapat GPS, yeoja itu dengan yakin berjalan ke luar hotel. Menyusuri keindahan kota Tokyo di malam hari.

"Baek, kau yakin kita tidak akan tersesat?" tanya Luhan ragu sambil menggigit bibir bawahnya.

Baekhyun mengangguk yakin sambil menyodorkan ponselnya di wajah Luhan, "Selama ada ini, kita tidak akan tersesat" ucap Baekhyun yakin.

Kedua yeoja tersebut lalu terhenti di depan salah satu kedai kare-raisu (nasi kari). Kare-raisu adalah campuran kari daging yang dimasak bersama beberapa sayuran dan dikuahkan ke nasi.

"Permisi, kami pesan 2 porsi kare-raisu dan 2 gelas ryokucha" ucap Baekhyun dengan bahasa Jepang yang terbata-bata

Setelah mencatat semua pesanan, pelayan tersebut lantas pergi dan tak lama kembali lagi dengan membawa nampan yang berisikan pesanan Baekhyun.

"Arigatou Gozaimasu" ucap Luhan berterima kasih

Keduanya lalu menyatap semua hidangan yang mereka pesan dengan lahap. Luhan bahkan ingin memesan lagi tapi ia urungkan niat tersebut.

"Tak kusangka nasi kare enak sekali" ucap Luhan sambil berdecak kagum

"Sering-seringlah makan makanan Jepang dan kau akan terpikat dengan semuanya" balas Baekhyun yang baru saja mengelap bibirnya dengan tisu.

Keduanya keluar dari kedai itu setelah membayar dan kembali berjalan-jalan. Sepanjang perjalanan, Luhan tak henti-hentinya membeli berbagai cemilan dan Baekhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Kau yakin akan menghabiskan semua cemilan itu?" tanya Baekhyun ragu sambil menatap 4 paper bag yang ada di bawa Luhan.

"Sebenarnya sih tidak hehe" balas Luhan dengan cengiran.

"Sebaiknya kita kembali ke hotel. Aku tidak mau berjalan terlalu jauh dari hotel" ujar Baekhyun yang kemudian berjalan berbalik arah diikuti oleh Luhan.

.

.

Pagi hari di Korea, ke lima namja yang tengah populer se-antero korea selatan tengah bersiap menuju Jepang. Dua namja jangkung berjalan beriringan menuju tempat check in sedangkan si wajah kotak tengah menjahili si pendek. Sedangkan si albino hanya berjalan dengan cool nya tanpa menghiraukan para hyungnya.

"Chen-ah diamlah. bisakah kau diam hanya untuk sehari eoh?" ucap Suho kesal

"Jawabannya adalah tidak, hyung. Jika aku diam, siapa yang akan menggantikan posisiku nanti saat konser?" balas Chen sambil tertawa

"Susah berbicara dengan alien sepertimu" gerutu Suho

"Yang alien ada di depanmu hyung" ucap Chen sambil menunjuk ke arah Chanyeol

Chanyeol yang merasa sedang dibicarakan lantas menoleh ke belakang. Ke arah dua kurcaci yang saling berdebat.

"Wae? Merasa tersindir?" tanya Chen sok dingin

Chanyeol lalu menolehkan wajahnya kembali ke depan dan membatin sumpah serapah pada si muka kotak.

...

Setelah 2 jam waktu penerbangan, kelimanya beserta rombongan akhirnya sampai di bandara Haneda, Tokyo. Chen berjalan dengan wajah sumringah, entah apa yang ia pikirkan. Mungkin ia sedang membayangkan para gadis Jepang yang tengah bermain di pantai hanya memakai bikini.

"Hyung ingat Xiumin nunna di korea sana" bisik Sehun tepat di telinga Chen yang seketika membuyarkan lamunan sang wajah kotak.

"Kau merusak mood ku Oh Sehun" balas Chen sambil menatap tajam sang maknae

...

Setibanya di hotel, mereka sudah menyibukkan diri dengan ponsel milik masing-masing. Berchatting ria dengan sang pasangan dan tersenyum sendiri layaknya orang gila terkecuali Chanyeol dan juga Sehun yang sedang menunggu sang pasangan ke tempat mereka.

'Kau di mana?' –Chanyeol

'Di hotel, wae? Kau sudah sampai?' –Baekhyun

'Hm. Cepatlah ke sini.. aku merindukanmu baby smurf' –Chanyeol

'Aku ke sana sebentar lagi. Aku sedang menunggu Luhan mandi' –Baekhyun

'Aku menunggumu baby smurf. Saranghae' –Chanyeol

Chanyeol lalu berjalan ke luar hotel setelahnya. Ia berbicara pada sang bodyguard supaya membiarkan masuk kedua yeoja dengan ciri-ciri yang sebelumnya disebutkan olehnya. Setelah dirasa sang bodyguard mengerti, Chanyeol lalu berjalan masuk kembali ke kamarnya.

.

.

Sementara itu, di lain tempat, Kyungsoo tengah bersiap untuk berjalan-jalan dengan Kai.

Jika ditanya Kai menginap di mana semalam, dia menginap di rumah sang calon istri. Ya, eomma Kyungsoo mengizinkannya untuk tinggal selama ia tidak sekamar dengan Kyungsoo.

Kyungsoo berjalan menuju ruang tamu, tempat Kai sedaritadi duduk menunggui dirinya.

"Mian membuatmu menunggu lama" sesal Kyungsoo

"Gwaenchana. Kajja, kita tak punya waktu banyak. Jam 3 sore aku harus rehearsal" ujar Kai lembut

"Okasan, aku dan Jongin pergi dulu" pamit Kyungsoo pada sang eomma yang baru saja datang dari dapur.

"Ittekimasu" ucap sang eomma

"Itterasshai" balas Kyungsoo yang akhirnya berjalan keluar rumah

Keduanya lantas berjalan ke stasiun subway terdekat. Mereka berencana ke daerah Kawagoe yang lama perjalanannya sekitar 30 menit dari pusat Tokyo.

Di Kawagoe, Kai dan Kyungsoo berjalan menyusuri jalan setapak daerah tersebut hingga sampailah di tempat tujuan utama mereka –kuil Kitain. Di sana, mereka sempat berfoto bersama beberapa patung. Bahkan Kai berpose layaknya ekspresi yang ditunjukkan oleh si patung.

Setelah puas di kuil Kitain, mereka beranjak menuju Tokinokane –sebuah menara lonceng. Tak lupa keduanya juga mengabadikan momen tersebut.

Dan tujuan akhir mereka menuju Kashiyayokochou –sebuah pusat penjualan permen dan kue. Kyungsoo membeli beberapa cemilan khas daerah tersebut.

"Jongin~ beli ini ne" rengek Kyungsoo manja sambil menyodorkan sebuah roti dengan panjang sekitar 60 cm di wajah Kai.

"Kau mau beli berapa?" tanya Kai

"lima. Untuk mu dan aku, okasan, Baekhyun, Luhan, dan Yuta" ucap Kyungsoo antusias

"Disaat seperti ini kau masih saja memikirkan nunna galak itu" ucap Kai berdecak kesal.

"Dia temanku, Jongin" balas Kyungsoo sambil menatap Kai.

"Wagatta. Kajja kita pulang, aku harus bersiap-siap dulu sebelum ke tempat konser" ajak Kai dan perjalanan mereka di kota Kawagoe berakhir sudah.

.

.

Konser sudah berakhir sejak sejam yang lalu, kini masing-masing member tengah bermalas-malasan di tempat tidur. Mereka diberi tambahan waktu sehari untuk tinggal di Tokyo untuk berjalan-jalan.

"Chanyeol-ah, kau berencana mengajak Baekhyun kemana eoh?" tanya Chen yang tengah berbaring.

"Mungkin ke Shibuya. Aku yakin dia sudah jalan-jalan sebelumnya dengan Luhan" jawab Chanyeol santai

"Ku dengar..Bocah hitam itu baru saja melamar seseorang" ucap Chen sambil memejamkan matanya.

Chanyeol yang baru saja melahap cemilan langsung tersedak, "Apa maksudmu Chen?" tanya Chanyeol tak percaya.

"Molla, aku sedikit menguping pembicaraannya dengan bocah albino" balas Chen acuh

"Aku penasaran siapa yeoja yang mau menjadi calon istrinya" gumam Chanyeol penasaran.

...

Keesokan harinya, Chanyeol benar-benar mengajak Baekhyun ke Shibuya untuk bersenang-senang. Tidak, tepatnya hanya Chanyeol yang bersenang-senang karena sedaritadi Baekhyun hanya menekuk wajahnya saja dan mengekor sang tunangan. Bagaimana tidak, sang tunangan mengajaknya ke tempat yang berisikan berbagai macam stuff yang berbau anime yang sama sekali tidak disukai Baekhyun.

"Chan, kau serius ingin membeli ini?" tanya Baekhyun sambil menyodorkan figure karakter wanita yang ada di one piece dengan err belahan dada yang tampak (bayangin aja yg kayak di updatean insta ceye pas di shibuya)

Chanyeol mengangguk yakin, namun seketika ia mengerutkan keningnya, "Memangnya kenapa?" tanya Chanyeol heran

Baekhyun menjatuhkan tatapannya pada dada sang karakter yang dipegangnya. Chanyeol pun langsung mengikuti arah pandang Baekhyun dan terkikik geli.

"Jadi hanya karena itu eoh?" ejek Chanyeol yang membuat Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

"Tenang sayang, selama itu bukan punyamu aku tak tertarik" goda Chanyeol dengan ucapan yang cukup vulgar.

"Chan!" pekik Baekhyun yang entah kesal atau justru malu.

...

Di lain tempat, Sehun justru mengajak Luhan ke tempat yang cukup jauh dari Tokyo. Sekitar sejam perjalanan menggunakan kereta dari pusat kota tersebut. Kereta terhenti di stasiun di mana di sekelilingnya masih terdapat pepohonan yang membuat daerah tersebut tampak asri dan sejuk.

"Kau sebenarnya mau mengajak ku kemana?" tanya Luhan penasaran

"Mungkin kita akan berjalan sekitar 5 menit dan kau akan mengetahuinya nanti" jawab Sehun penuh misteri

Setelah berjalan selama 5 menit, mereka terhenti di depan sebuah rumah yang di sekelilingnya terdapat hamparan bunga matahari dan pohon sakura.

Sehun mengetuk pintu rumah itu berkali-kali hingga muncul sesosok wanita paruh baya dari balik pintu.

"Halmoeni~ Bogoshipeo" pekik Sehun girang yang lansung memeluk sang nenek

"Nugu?" tanya sang halmoeni sambil melirik ke arah Luhan

Baru saja Sehun ingin memperkenalkan sang wanita, namun Luhan keburu memperkenalkan dirinya duluan, "Anyeonghaseyo Halmoeni, Jeoneun Luhan imnida. Hajimemashite" sapa Luhan

Sang halmoeni hanya tersenyum ramah dan membiarkan keduanya masuk. Luhan tak langsung duduk, ia memilih menyusuri foto-foto yang tergantung di tembok. Ia memicingkan matanya ketika melihat sebuah figura yang di dalamnya terdapat foto dua perempuan berumur sekitar 40-an saling merangkul.

"Sehun, itu halmoenimu?" tanya nya pada Sehun yang berdiri di sampingnya

"Aku seperti pernah melihat foto ini" gumam Luhan heran

Sang halmoeni yang baru saja meletakkan minuman di meja menghampiri keduanya dengan senyuman misterius.

"Halmoenimu pasti punya Luhan, karena itu adalah foto kami" ujar sang halmoeni

"Ne? Jangan-jangan...Halmoeni itu yang sering di ceritakan oleh halmoeni ku?" tanya Luhan shock

"Ah, jangan-jangan halmoeni bekerja sama dengan halmoeni Luhan untuk tidak memperbolehkan ku pacaran eoh?" tanya Sehun penuh selidik

"Tadinya halmoeni dan halmoeni mu ingin menjodohkan kalian, namun karena Sehun saat itu sudah menjadi trainee yang mau tak mau pasti akan debut, kami mengurungkan niatan itu" jelas sang halmoeni santai, sangat santai.

"Arghh.. Kalau begitu, lebih baik saat itu aku nekat berpacaran dengan Luhan" gumam Sehun kesal.

"Kalau saat itu kalian berpacaran toh kami tidak akan menikahkan kalian. Terlalu beresiko untuk Luhan" balas sang halmoeni lagi

"Jadi kalian hanya mempermainkan kami eoh? Huh, sudah berumur masih saja berbuat jahil" dengus Sehun

"Ya, begitulah. Kalau begitu, ajaklah Luhan berjalan-jalan. Petiklah beberapa bunga jika kalian mau" ucap sang halmoeni sambil melirik penuh kode ke Sehun

"Araseo. Kajja Lu, kita berjalan-jalan dan ambilah minumannya, barangkali kau haus nanti" ajak Sehun yang langsung menarik pergelangan tangan Luhan

Luhan sumringah ketika berjalan diantara hamparan bunga matahari. Tak jauh beda dengan Sehun yang sedaritadi tersenyum karena tingkah Luhan. Mereka lalu memetik beberapa tangkai bunga matahari untuk di bawa ke Seoul.

"Lu, berhenti sebentar" pinta Sehun pada Luhan yang sedaritadi mengabaikannya karena terus memetik bunga matahari.

"Sudah" balas Luhan yang langsung berdiri berhadapan dengan Sehun

Sehun lalu mengambil seluruh bunga yang diambil Luhan, memasukkannya di keranjang yang ia bawa dan menaruhnya di tanah. Sehun lalu menggapai kedua tangan Luhan, menggengganya erat seakan ingin menyalurkan perasaannya.

"Lu, jadilah kekasihku" pinta Sehun dengan sorot mata penuh keyakinan

Luhan diam namun matanya menatap lekat ke arah Sehun, perlahan senyuman mengembang di wajahnya, "Apa yang kau tunggu Sehun? Ku rasa kau sudah mengetahui jawabannya" ucap Luhan

"Kau menerimaku?" tanya Sehun sambil mengangkat sebelah alisnya. Luhan dengan malu mengangguk. Mereka lantas berpelukan di antara hamparan bunga matahari yang bergoyang akibat terpaan angin.

Di kejauhan, tampak sang halmoeni mengabadikan moment tersebut dan mengirimnya pada sang sahabat.

'Lihatlah, mereka berdua tampak serasi kkk' –Send

...

Kita kembali lagi ke Shibuya.

Sebagai ucapan terima kasih Chanyeol karena sudah menemaninya, akhirnya Chanyeol mengajak Baekhyun ke tempat pakaian. Tempat umum yang mungkin disukai hampir seluruh yeoja.

"Chan, bagus yang mana? Biru atau putih?" tanya Baekhyun sambil memegang dress selutut di kedua tangannya.

"Ku rasa putih lebih bagus. Kau sudah banyak memiliki pakaian warna biru Baek" ucap Chanyeol lembut

"Araseo, aku akan mencobanya dulu ne" ucap Baekhyun yang kemudian berlari menuju fitting room.

Beberapa saat kemudian, Baekhyun keluar dari ruangan tersebut. Berjalan ke arah Chanyeol yang sedang duduk.

"Bagaimana?" tanya Baekhyun sambil senyum

Chanyeol bangkit dari duduknya, mengerjapkan matanya berkali-kali. Mungkin ini berlebihan namun di mata Chanyeol kini sang tunangan tampak bersinar seperti dewi, "Yeppuda" gumam Chanyeol

Baekhyun tersenyum melihat reaksi Chanyeol, "Gomawo" ucap nya

Chanyeol lalu menyuruh Baekhyun untuk menunggunya sebentar. Ia lalu berjalan ke arah tempat coat. Diam-diam ia memasukkan sesuatu ke dalam salah satu kantong yang terdapat di coat tersebut.

"Baek, coba pakai ini. Aku rasa cocok" pinta Chanyeol sambil memberikan coat yang sebelumnya ia pilih

Baekhyun memakainya, lalu melihat dari bawah hingga atas penampilannya sekarang.

"Sini aku foto Baek, coba kau buat pose imut dan masukkan kedua tangan mu ke saku coat itu" saran Chanyeol sambil tersenyum.

KLIK

Satu foto terambil bersamaan dengan pose bingung Baekhyun. Ia merasakan terdapat sesuatu di coat itu. Ia lantas merogohnya dan mengangkat sesuatu.

Sebuah kotak berwarna biru tua seukuran genggaman tangan.

Baekhyun membukanya dan terkejut.

Sebuah cincin?

"Jadilah istriku Baek" pinta Chanyeol penuh harap

"Apa aku bisa menolak sekarang? Kau bahkan seenaknya saja sudah membeli cincin" ucap Baekhyun tak terima

Chanyeol langsung berjalan memeluk Baekhyun melupakan pakaian Baekhyun yang belum di bayar olehnya.

"Yak! Bayar dulu bajunya Chan!" pekik Baekhyun kesal

Chanyeol menggaruk tengkuknya sambil menampilkan cengiran bodohnya, "Hehe, mianhae Baek, aku lupa. Kau gantilah dulu supaya aku bisa membayarnya"

Setelah menggantinya, Chanyeol lalu membayar semua pakaian yang dipilih Baekhyun. Mereka lalu berjalan pulang menuju hotel.

"Chan, kau tahu, jika seperti ini aku tampak seperti yeoja yang bersuami dua" ucap Baekhyun asal sambil mengangkat tangannya yang digenggam Chanyeol

"Satu saja belum tentu kau tahan banting, apalagi dua" canda Chanyeol sambil mengayunkan tangannya yang menggenggam tangan Baekhyun

"Jaga ucapanmu itu Chan! Dasar mesum!" pekik Baekhyun kesal

"Haha, saranghae Park Baekhyun" ucap Chanyeol sambil mengacak-acak rambut Baekhyun dengan tangannya yang satu lagi.

"Jangan sembarangan mengganti marga orang Chan!" balas Baekhyun tak terima

"Sebentar lagi memang aku akan mengganti margamu sayang" balas Chanyeol sambil menatap Baekhyun

"Huh, menyebalkan. Nado saranghae Park Chanyeol" balas Baekhyun sambil bergelayut manja di lengan Chanyeol.

.

.

.

TBC

Jreng jreng... Ini satu chapter sebelum ending. Chapter ini chapter terpanjang yang saja buat (9.)9. Gimana? Yang sudah greget sama Hunhan akhirnya mereka jadian yehet. Last Chapter akan saya post secepatnya.

Terima kasih untuk yang sudah membaca, mereview, memfollow dan memfav fanfic ini. Maaf jika masih terdapat banyak kekurangan di dalamnya.