.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Humor/Parody/Adventure/Friendship/Bahasa tidak baku/Curse words

Warn : T rate/OOC/Typo(s)

Inspiration from Suikoden II

Story by DarkGrinSmile2

.

.

108 SHINOBI

CHAPTER 1

Where Everything Is Begin

-108-

Naruto yang lagi tengah serius membaca naskah itu tiba-tiba dibuat kaget karena lembaran-lembaran naskah tersebut terbakar begitu saja.

"Gyaaa!" pemuda itu langsung melemparkan sisa kertas pada tangannya yang dilalap api.

Sisa dari kertas itu pun terbang melayang dan menjadi serpihan debu di atas tanah. Naruto cuma bisa cengo. Pasalnya dia belum hapal semua script tersebut dan hanya beberapa saja yang nyangkut di otaknya.

"GUEEE BELOM HAPAL SEMUAAAA!" begitu menyadari apa yang terjadi pemuda itu kembali berteriak histeris.

"Udah dibilangin jangan berisik!" ketus Sasuke esmosi.

"Gimana gue gak histeris coba!? Duh, gue pinjem naskah punya loe, dong!" pinta Naruto memelas berharap si rambut ayam mau meminjamkan naskah miliknya.

"Hn. Punya gue juga sama kayak loe. Udah kebakar gitu aja." Jawaban Sasuke memudarkan sudah semua harapan Naruto yang baru dia bangun sekitar 5 menit yang lalu. "Tapi tenang aja. Kayaknya, gue udah hapal sama isinya. Nanti gue bantuin," sambungnya pede.

"HASEK! ASEK, ASEK, ASEK!" Yak, sekarang Naruto kembali teriak tapi karena kegirangan.

"Udah, deh jangan kumat! Sekarang kita harus tidur!" Sasuke memutar kedua bola matanya melihat kelakuan Naruto yang mirip bocah.

"Lho, kenapa? Gue gak mau tidur! Loe harus kasih tau dulu semua isi naskah itu! Ingat, Sasuke. Semua nyawa teman-teman kita dipertaruhkan!" Naruto mengguncang-guncangkan bahu Sasuke dengan dramatis, sinetron abis.

"Masalah itu entar gue bantuin!" Sasuke ngelepasin cengkraman tangan Naruto dari kedua bahunya. "Sekarang kita tidur. Loe mau alur cerita ini berjalan 'kan?" pelotot Sasuke ketika Naruto mau balik protes.

"Iya, deh. Gue nurut apa kata loe aja." Naruto manggut-manggut terpaksa.

Naruto dan Sasuke kemudian naik ke atas tempat tidur masing-masing di dalam tenda tersebut yang saling bersebelahan.

"Terus, abis gini ngapain?" tanya Naruto yang gak bisa merem sama sekali.

"Ya, tidurlah!" jawab Sasuke yang lama-lama putus juga urat kesabarannya menghadapi Naruto.

"Tapi gue sama sekali gak bisa tidur!" Naruto teriak frustasi.

"Kebanyakan bacod loe, Nar!" Sasuke akhirnya memilih untuk berbalik memunggungi si kepala duren, daripada dia sewot sendiri.

"Kira-kira Sakura jadi apa, ya?" tanya Naruto sambil menerawang menatap ke langit-langit tenda.

"Gak tau. Tapi dia jadi apa aja sih bakalan tetep cakep," balas Sasuke sekenanya yang tanpa sadar jadi muji Sakura.

"Cieee! Ehem, ehem!" Naruto nyengir sambil godain Sasuke.

"Hn." Sasuke gak ngebales omongan Naruto dan lebih milih diem.

Krik... Krik... Krik...

Suasana menjadi hening seketika dan hanya terdengar suara jangkrik. Melihat Sasuke yang diam dan kemungkinan sudah tertidur. Akhirnya Naruto memilih untuk ikut tidur.

"Selamat malam, Sasuke," ucapnya sambil menarik selimut.

Tapi baru satu detik matanya terpejam ia kembali terbangun. Seekor mahkluk berambut steel masuk tanpa diundang ke dalam tenda mereka sambil teriak-teriak pake toa.

"BANGUN, BANGUN, BANGUN!" teriak mahkluk yang baru masuk itu.

"Jangan bilang ini udah pagi!?" tanya Naruto dengan feel gak enak. "Paginya bisa ditunda dulu, gak? Gue belom puas tidur, nih! Baru satu detik merem masa disuruh melek lagi?" Naruto malah curcol lantaran dia yang kebanyakan ngomong dan gak bisa tidur tadi.

"Ini belom pagi, masih jam 11 malem." Naruto langsung menghela napas lega karena ternyata masih malam dan artinya dia bisa bebas tidur sepuasnya sampe pagi. "Tapi ini gawat, kita diserang!" oke, pernyataan Mizuki yang selanjutnya sukses besar membuat Naruto melompat dari tempat tidur dan guling-guling jatoh lantaran dia keserimpet sama selimutnya sendiri.

GEDEBUGH!

Naruto sukses nyosor tanah dengan tidak elit. Sasuke dan Mizuki langsung sweatdropped dan diam-diam merasa tak yakin kalau mereka akan selamat dari dunia yang sekarang sedang mereka jalankan.

"Adu... Aduduh... " Naruto merintih kesakitan. Baru aja naskahnya dimulai tapi kepalanya sudah tiga kali menjadi korban. Lama-lama otaknya yang berkapasitas minim itu bisa menjadi semakin minus.

"Ki-kita diserang sama siapa, guru Mizuki?" tanya naruto disela-sela ringisannya.

"Kita diserang oleh mercenary ninjas!" jawab Mizuki dengan muka yang dibuat-buat sok tegang.

"APAAAH? KITA DISERANG?" Naruto heboh seketika. "Baiklah, ayo kita lawan mereka! Mereka gak tahu apa, kalau gue Naruto si calon Hokage ada di sini? mana mereka, sini kalo berani!" Naruto menepuk dada dengan bangga.

"Cih... " Mizuki berdecih. Kalau bukan karena alur cerita mungkin saat ini dia udah nempeleng kepala besar Naruto.

"Kalau begitu, gue bakalan langsung pake Rasengan! Teknik 1000 bayang!" Naruto menggunakan jurus teknik bayangan.

Pof!

Seekor bunshin dirinya keluar dan siap melakukan pengumpulan cakra untuk mengeluarkan Rasengan andalan miliknya. Namun ada sesuatu hal yang aneh terjadi.

"Lho, kok? Ada apa ini? kenapa jurus rasengan gue gak mau keluar?" Naruto menatap horror ke arah cakra yang ada di tangannya malah menghilang.

"Kalau gak salah kita gak bisa pakai jurus ninja sembarangan, deh. Di sini kemampuan kita dibatasi dan gak semua ilmu ninja kita bisa dipakai. Semuanya disesuaikan sama alur cerita," terang Sasuke yang sebenarnya tadi lupa bilang ke Naruto soal aturan di dalam naskah.

"Hiks... Apalah artinya diriku tanpa rasengan... " Naruto sukses pundung di pojokan tenda.

"Kabar baiknya gue juga gak bisa pake jurus sharingan. Nanti, seiring alur cerita kekuatan kita bakalan balik lagi, jadi lo tenang aja." Sasuke memutar kedua bola matanya melihat betapa lebaynya Naruto, gak inget kalau reaksinya sendiri waktu tahu gak bisa memakai sharingan lebih parah dari Naruto. Dia bahkan teriak petok-petok persis ayam saking kehabisannya kata-kata. Intinya, itu aib dan dia gak mau kalau reaksinya itu diketahui orang lain.

"Udah, Nar. Cepetan bangun! Kita harus pergi dari sini!"

"Woi, kalian berdua cepetan pergi sebelum pasukan itu datang kemari! Kalo lo berdua mati, kita semua bakalan terjebak di dunia ini selamanya. Makanya buruan!" Mizuki mendesak kedua mantan muridnya untuk buru-buru minggat. Kalau sampai mereka berdua tertangkap maka cerita akan berakhir dan itu sama saja membahayakan dirinya juga.

"Terus kita kabur kemana?" Naruto garuk-garuk ala beruk (maklum dia melakukan pertarungan sama Obito udah 7 hari 7 malam tanpa mandi dan efeknya sekarang gatal-gatal).

"Kabur ke arah kanan, oke? Ingat, kalian gak boleh mati di sini." Mizuki yang biasanya selalu bernapsu untuk membunuh Naruto, sekarang tampak baik dan bijaksana (Mizuki : gue terpaksa keles!).

"Najis! Ngapain lo mewek?" Sasuke langsung jaga jarak dan melempar pandangan ilfeel ke arah Naruto yang mendadak meler.

"Baru kali ini gue liat guru Mizuki sebaik itu sama gue. Daku terhura, eh terharu!" jawab Naruto jujur sambil nangis bak air terjun.

"Nangisnya entaran aja. Kita harus cepat pergi dari sini." Sasuke bergegas keluar tenda. Naruto akhirnya ikut nyusul daripada dia di dalem tenda terus ketangkep? Masa game over sebelum perjalanan dimulai?

.

.

Naruto dan Sasuke celingukan saat melihat suasana base camp yang kacau balau dan kobaran api di mana-mana. Lebih buruk dari itu banyak mayat para prajurit ninja. Suasana menjadi mencekat dan menakutkan. Semuanay terjadi dalam sekejap.

"A-apa yang terjadi... ? Kenapa semua jadi begini?" melihat keadaan yang seperti itu membuat Naruto merasa menyesal karena disaat yang dibutuhkan dia malah tidak bisa menggunakan kekuatan ninjanya.

"Sudahlah, Naruto. Ayo kita pergi." Sasuke untuk pertama kalinya tidak banyak protes pada Naruto. Karena dia juga dapat merasakan perasaan Naruto saat ini.

"Ayo kita pergi... " Naruto tumben-tumbenan kalem.

"Oi, Nar! Jangan jalan lewat situ!" Sasuke narik kerah baju Naruto yang baru mau jalan ke arah kanan sesuai dari petunjuk Mizuki.

"Lha, kenapa? Guru Mizuki nyuruh kita buat lari lewat sana 'kan?" Naruto menatap cengo.

"Otak lo tetep lemot, ya? Mercenary ninjas pasti datangnya dari arah sana karena di sini cuma ada satu jalan. Jadi dengan kata lain, kalau kita lari lewat sana, kita bakalan ketangkep!" Sasuke dengan bangga memamerkan analisanya yang jenius.

"Jadi, ayamku? Maksudnya gimana?" tapi tetep aja si Naruto gak mudeng. Emang dasarnya otak dia lemot.

'Ini anak dodolnya tetep kebangetan meski udah gue jelasin panjang kali lebar kali tinggi sama dengan luas!' batin Sasuke lebay sampe bawa-bawa rumus matekmatika yang pernah dia hapal waktu bocah.

"Kita lewat sini!" Sasuke langsung menyeret Naruto ke arah yang berlainan.

Kedua pemuda itu akhirnya melarikan diri melalui jalur kiri. Naruto meskipun tak mengerti tapi dia dengan setia mengikuti Sasuke. Di ujung jalan keduanya malah melihat sosok yang sangat mereka kenal dan masih menjadi momok yang menakutkan bagi mereka.

"Apa kau sudah melaksanakan tugasmu, Mizuki?" tanya sosok berambut panjang berkulit pucat yang tak lain adalah Orochimaru kepada Mizuki. Ia tampak tegas dan beribawa kali ini.

"Semuanya sudah dihabisi. Tak ada satu pun yang tersisa," lapor Mizuki dengan bangga karena baru kali ini dia dapat melaksanakan tugasnya dengan benar.

"Sumpeh? Ciyus? Miapah? Kok gak sisasin satu buat ekeh?" baiklah luntur sudah wibawa Orochimaru yang mendadak jadi ngondek ala waria perempatan jalan.

"Sumpeh ampe tumpeh-tumpeh, cyiiin!" bales Mizuki yang ketularan ngondek. Naruto dan Sasuke yang lagi ngintip dari satu-satunya semak di tempat itu jadi merinding sendiri ngeliat kelakuan dua waria dadakan itu.

"Baguslah. Berarti tinggal satu rencana lagi, yaitu menyebarkan berita kalau pelaku dari semua serangan ini adalah mercenary ninjas. Dengan begitu para elite ninjas pasti tak akan tinggal diam dan pasti akan menuntut pembalasan dendam." Orochimaru berubah jadi tegas lagi sambil menyeringai licik.

"Rencana Tuan untuk melakukan perang pasti akan berhasil." Mizuki ikut-ikutan menyeringai.

"Ja-jadi... Jadi selama ini kalian berdua banci?" Naruto keluar dari tempat persembunyiannya.

"Bukan itu Naruto!" Sasuke mengirim tatapan cinta (baca : deathglare) ke Naruto.

"UWAAA SASUKEEE~~ " Orochimaru yang ngeliat Sasuke langsung berubah OOC abis. Sasuke reflek mundur ke belakang.

"Tahan dulu, Tuan Orochimaru!" Mizuki menahan si ulet keket yang mau nerjang Sasuke.

"Sasuke, ekeh kangen! Kembalilah padaku sayang, aku rindu!"

"Lo pasti menderita berat, ya selama sama si Orochimaru?" Naruto jadi ngerasa ngeri sendiri liat kelakuan Orochimaru. Gak kebayang deh, apa aja yang udah dialami Sasuke waktu tinggal bareng sama si pedopil macem Orochimaru.

"Najis lo! Ogah banget gue! Tiap malem gue gak pernah bisa tidur tenang gara-gara lo gangguin gue mulu!" Sasuke nolak mentah-mentah ajakan Orochimaru. "Ayo, Nar kita cabut dari sini!" lagi, Sasuke nyeret Naruto tanpa persetujuan si pirang lebih dahulu.

Keduanya berlari menerobos Orochimaru dan Mizuki serta beberapa pasukan ninja yang ada di sana. Mereka terus berlari tanpa arah tujuan yang jelas.

"Mizuki, loe jangan diem aje! Cepetan kejar sebelum kita kehilangan Sasuke!" dari belakang terdengar suara Orochimaru yang memberi perintah pada Mizuki. Kayaknya itu mahkluk ngebet banget buat dapetin Sasuke.

.

.

Naruto dan Sasuke terus belari sampai pada akhirnya mereka menemukan jalan buntu. Tak ada lagi tempat bagi mereka untuk lari. Di sekitar mereka hanya terdapat bebatuan curam yang tak mungkin juga mereka panjat. Sasuke kemudian berjalan ke arah tebing sambil melongok ke arah bawah.

"Kayaknya kita gak punya pilihan lain kalau mau lolos dari tempat ini... " Mendengar pernyataan Sasuke, Naruto langsung menelan ludah. Yang benar saja, mereka harus lompat dari tebing setinggi itu? Kalau dia masih memiliki kekuatan cakra yang sama seperti dulu, itu bukanlah masalah. Tapi sekarang masalahnya berbeda dan dia tak yakin akan selamat.

"Kok, gue malah ngerasa gak yakin, ya... " balas Naruto yang gak biasa-biasanya jadi pesimis begitu.

"Chance untuk survive 50 banding 50. Tapi itu masih jauh lebih baik daripada ketangkep di sini sama si Orochimaru." Sasuke langsung begidik ngeri sendiri.

Sasuke mengeluarkan Kusanagi yang (untungnya) sempat dia bawa tadi. Pemuda itu menorehkan sebuah garis silang pada sebuah batu di tempat itu.

"Naruto. Berjanjilah kalau semua ini berakhir kita akan bertemu lagi di sini," ucap Sasuke dan kali ini suasananya serius. Sasuke menyerahkan kusanagi ke tangan Naruto.

"Heh. Itu pasti. Gue janji!" Naruto melengkapi torehan tanda silang yang dibuat Sasuke dan membuat sebuah tanda X pada batu tersebut.

Batu : Kurang ajar! Muka ane mulus gini dinistai! Eh, tapi gak apa-apa deh. Akhirnya gue punya tanda lahir juga! Berarti gue beda dari batu-batu lain bahahahahah.

Batu-batu lain langsung sweatdropped berjamaah.

Naruto dan Sasuke sama-sama berdiri pada tepian tebing tersebut. Sesaat keduanya saling berpandangan dalam diam. Keduanya mengangguk bersamaan dan...

BYUUUR!

Kedua pemuda itu melompat dan tercebur ke dalam sungai yang berada di bawah tebing tersebut. Bagaimana nasib keduanya setelah ini?

TBC


A/N : Hmm bahasa di sini mungkin lebih ke bahasa sehari-hari pada percakapannya. Seperti Naruto yang memakai bahasa "Gue-elo" ke sesama teman tapi tentunya akan sopan pada tokoh yang jauh lebih tua.

Di sini Mizuki jadi Captain Rowd (Suikoden II). Tokoh ini berambisi akan kekuasaan dan suka cari muka.

Sementara Orochimaru jadi Luca Blight. Tokoh yang haus kekuasaan, darah, perang dan berambisi untuk menghabisi semua mercenary army (ninjas). Cuma kayanya di sini tujuan Orochimaru saya bikin agak menyimpang dari yang seharusnya :v