.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Genre : Humor/Parody/Adventure/Friendship/Bahasa tidak baku/Curse words

Warn : T rate/OOC/Typo(s)/Chara death

Inspiration from Suikoden II

Story by DarkGrinSmile2

.

.

108 SHINOBI

CHAPTER 3

We Are Leader Of Mercenary Ninjas

-108-

Esok paginya...

.

"BANGUN NARUTO. INI SUDAH PAGI! AYO BANGUN, BANGUN!"

Seorang gadis berambut coklat kelihatan kesal, karena dia sudah berteriak-teriak sejak 10 menit yang lalu untuk membangunkan Naruto tapi pemuda itu tetap tak mau membuka matanya. Lebih parahnya suara dengkuran Naruto malah terdengar lebih keras dari suara si pemanggil itu sendiri.

"Ya, Tuhan! Kenapa aku harus kebagian peran untuk membangunkan bocah beruk yang tidurnya macem kebo begini, sih?" gadis itu tampak meratapi nasibnya kenapa bisa mendapat peran sesial ini.

"Hoaaamzz... " Pada akhirnya pemuda yang hampir saja membuat seorang gadis menangis itu terbangun juga.

"E-eh? Matsuri?!" Naruto terkaget-kaget melihat Matsuri yang ternyata (dan kok bisa?) terserap ke dalam kamui.

"Naruto. Di sini anggap saja kita tidak saling kenal!" balas gadis itu cepat dan Naruto langsung kembali ingat pada perkataan Asuma sebelumnya. Pemuda itu mengangguk mengerti.

"Di sini gue jadi salah satu mercenary ninjas kepercayaan Asuma dan Kakashi." Matsuri menjelaskan sedikit mengenai perannya di dalam permainan alur cerita di dimensi lain itu.

"Ini adalah tugas pertamaku berperan di dalam alur ini. Selamat makan, Naruto!" Matsuri meletakkan semangkuk ramen berukuran besar di hadapan pemuda pirang itu.

"Uwaaaah. Ini 'kan ramen kesukaan gue! Kebetulan banget gue emang lagi laper berat!" Naruto langsung ngiler bikin Matsuri jijik seketika liat itu air liur ampe netes dan masuk ke dalam kuah ramen.

"Udah cepetan dimakan. Gue mau pergi dulu dan bakalan balik 20 menit lagi!" Matsuri buru-buru ngacir melarikan diri dari Naruto.


Kyaro Town

.

Di Kyaro town pagi-pagi udah keliatan rame banget sama sekumpulan penduduk yang lagi ngerumunin Orochimaru yang lagi berkoar-koar di atas panggung dadakan buatannya sendiri (dia lagi berkoar-koar di atas bangku).

"KITA HARUS BALAS DENDAM!"

"HIDUP!"

"TURUNKAN MERCENARY NINJAS!"

"TURUN!"

"HIDUP ELITE NINJAS!"

"HIDUP!"

"TURUNKAN ASUMA DAN KAKASHI!"

"TURUN!"

Orochimaru berorasi layaknya seorang politikus ulung dan memulai jurus hasutannya ke para penduduk kota Kyaro agar mereka terhasut dan mendukung rencananya untuk menyerang para mercenary ninjas dan memperluas wilayah kekuasaan. Tapi orasinya harus berhenti sesaat ketika seorang nenek dateng dan ngomel-ngomelin Orochimaru.

"Turun, turun! Ada juga elo yang turun! Balikin bangku gue!" sang nenek-nenek pemberani itu langsung narik bangku yang masih dipake Orochimaru buat berdiri.

Bledugh!

Tak ayal pangeran (hoek!) pecinta ular itu jatoh kejengkang dengan tidak elitnya.

"Pffft... " Semua orang yang ada di sana (termasuk para jendral) harus bisa nahan ketawa mati-matian di depan Orochimaru.

"Pantesan gue cariin ini bangku kemana-mana gak ketemu, taunya dicomot mahkluk gak jelas macem elo... " Si nenek jalan ninggalin TKP sambil bawa-bawa itu bangku plus misuh-misuh lantaran kesel bangkunya diambil sama Orochimaru tanpa permisi.

"Kalo ada yang berani ketawa atau senyum dikit aja... Krek!" Orochimaru melotot masang tampang angker sambil pamerin gerakan tangan memotong leher.

"Glekh... " Spontan semua yang ada di situ nelen ludah berjamaah.

"Baiklah para Jendralku! Ayo kita pergi dan balaskan dendam kita pada mercenary ninjas!" Orochimaru melanjutkan orasinya meski itu pantat berasa nyut-nyutan.

"KAKAK TUNGGU!" nongol sesosok mahkluk berambut panjang teriak manggil Orochimaru dengan suara yang nge-bass abis. Sontak semuanya nengok ke arah si pemanggil.

"Pffft... !" terjadi aksi tahan tawa bagian kedua.

Gimana mereka gak nahan ketawa? Pasalnya sosok yang nongol itu adalah Itachi yang lagi lari-lari sambil memakai pakaian khas putri kerajaan! Bisa kebayang gimana anehnya dia? Rambut panjang yang biasanya diikat itu sekarang digerai dan dia teriak manggil Orochimaru dengan sebutan 'Kakak; plus masang muka poker face.

"Demi Tuhan kalau saat ini gua bawa kamera bakalan gua foto, trus hasilnya gue jual di ebay!" celetuk Kakuzu yang sifat matrenya keluar.

"Berani melakukannya itu namanya lo udah gak sayang nyawa," balas Itachi langsung ngirim deathglare ke Kakuzu.

"Daripada mikirin omongan Kakuzu, mendingan lo ke sini deh, Itachi. Sini-sini kemari, dekat sama Kakak!" Orochimaru senyum-senyum mesum, dan Itachi bersumpah dalam hati kalau bukan karena peran yang harus dia jalani, detik ini juga dia ingin mengirim Orochimaru ke dunia lain.

Dengan ragu-ragu Itachi jalan mendekati Orochimaru. Entah kenapa rasanya bagaikan berjalan menuju ke neraka. Setiap langkah mendekati Orochimaru seperti dekat dengan tiang gantungan.

"Ada apa Adikku tersayang? Apa kamu mau ikut dengan Kakak?" tanya Orochimaru sambil nyolek-nyolek dagu Itachi.

'Sabar Itachi, sabar!' frase-frase itu terus dikumandangkannya di dalam hati biar dia gak lepas kendali dan men-tsukuyomi si Orochimaru.

"Mengenai penyerangan itu. Gue gak setuju! Kita baru aja berdamai sama mercenary ninjas, masa mau mulai perang lagi? Selain itu, ini adalah tanah kelahiran mereka bukan tempat kita!" sambil menahan urat-urat kesabaran Itachi berusaha menjalankan perannya sebagai seorang tuan putri sekaligus adik dari Orochimaru dan anak Sarutobi.

"Gua juga sependapat sama Itachi. Kalau perang bakalan ngeluarin banyak biaya! Biaya makan, alat-alat tempur, obat-obatan dan lain-lain!" samber Kakuzu cepet sambil ngitung dikalkulator yang entah gimana caranya bisa dia dapatkan.

"Jadi lo semua berani ngelawan keputusan gue?" Orochimaru merasa gak seneng keputusannya diganggu gugat orang lain.

"Gak!" bales yang lainnya kompak.

"Dasar somplak! Ternyata gue sama sekali gak punya pengikut yang setia... Hiks... " Orochimaru pundungan sambil ngorek tanah.

"Pokoknya suka gak suka kalian harus suka! Kita akan menyerang mercenary ninjas dan mendapatkan Sasuke!" teriaknya menggebu-gebu. Peduli setan dengan para jendral yang gak setia. Dia di sini berkuasa dan mau tak mau para jendral durhakanya juga pastinya bakalan nurutin semua perintahnya.

"Oi, oi. Kenapa harus bawa-bawa Sasuke segala?" protes Itachi gak terima kenapa si mahkluk uler itu ngincer adiknya segala.

"Kalau gak bisa dapet Sasuke gak apa-apa juga, sih. Gue masih bisa dapetin Sasori." Orochimaru beralih melirik Sasori yang keliatannya masih anteng. Gak lama si uler mengirimkan kedipan cinta. Sasori yang baru nyadar langsung merinding dapet sinyal cinta beracun itu.

"Ayo kita cari Sasuke! Apa pun yang terjadi kita harus mendapatkannya!" sambar Sasori yang jadi ikut menggebu-gebu kayak Orochimaru.

"Kenapa lo jadi ikutan semangat, Sas?" Itachi sweatdrop liat tingkah Sasori yang tadinya anteng langsung berubah panik dadakan.

"Masalahnya sekarang keperjakaan gue dipertaruhkan di sini! jadi gue bakalan dukung si Orochimaru buat dapetin Sasuke, daripada gue yang harus jadi gantinya!" ungkap Sasori terus terang.

'Pantesan... ' Batin Itachi baru ngeh sama alasan Sasori.

"Ayo kita pergi Jendral-Jendralku!"


Mercenary fortress

.

Sekarang Naruto sedang berada di dalam sebuah gudang penyimpanan barang bersama dengan Matsuri. Wajah pemuda itu terlihat pucat.

"Kagak salah? Gue harus beresin tempat yang mirip kayak kapal pecah yang mirip kayak tragedi titanic ini?!" Naruto mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan yang tiap sudutnya berantakan, gak ada rapih-rapihnya.

"Suka gak suka, mau gak mau, lo harus menjalani takdir lo di alur cerita ini, Naruto!" jawab Matsuri sekenanya.

"Pokoknya tempat ini harus udah bersih sebelum siang. Nanti gue dateng lagi kemari buat ngecek! Selamat bersenang-senang!" Matsuri melenggang keluar dengan santai.

"Gue rasa si Matsuri sengaja deh, nyuruh gue beres-beres gudang yang isinya abnormal gini! Liat aja. Segala mesin jait sampe pengeriting rambut ada di sini!" rutuknya sambil ngacung-ngacungin hair dryer yang dia temukan di gudang tersebut.

"Tapi bodo dah! Biar kata gue jadi pembokat tapi nanti gue pasti jadi cinderella huahahahaha!" Naruto tertawa nista sambil ngebayangin dirinya jadi cinderella dan gantian dia yang nyuruh-nyuruh Matsuri.

"Tuh 'kan bener! Gudang ini berhantu!" celetuk seorang prajurit kepada temannya ketika lewat di depan gudang tersebut.

"Serem gue. Kita pergi buruan, yuk!" bales temennya.

Akhirnya kedua prajurit malang yang sukses salah paham itu ngibrit secepat kilat dari tempat itu sebelum mereka ngeliat penampakan. Konon katanya, setelah mendengar suara setan, maka gak lama setelah itu setannya bakalan nunjukin wujudnya. Daripada ketemu setan pemilik suara cempreng tadi mendingan mereka buru-buru kabur 'kan?

-108-

3 jam kemudian...

.

Naruto sekarang lagi tepar sambil ngos-ngosan gara-gara beresin gudang yang isinya ngalahin kapal pecah sekali pun. Gak lama Matsuri dateng, masuk ke dalam gudang.

"Naruto, bangun lo! Jangan tidur dulu. Masih ada tugas yang mesti lo kerjain, nih!"

Matsuri sebenernya gak tega juga liat Naruto yang kayaknya udah kecapean banget. Tapi apa boleh buat? Dia harus menjalankan perannya dengan baik dan harus mampu bertindak tegas.

"Hah? Masih ada lagi?" Naruto yang baru bangun langsung tepar lagi pas denger kalau masih ada kerjaan lain yang harus dia lakukan.

"Jangan pingsan dulu Naruto!" Matsuri langsung narik-narik tangan Naruto supaya pemuda itu bangun dan gak jadi pingsan. "Nanti gue janji bakalan ngasih mie ramen jumbo spesial dua mangkuk!" Naruto sukses melek berubah jadi seger buger ala hamburger begitu denger Matsuri mau kasih dia bonus ramen jumbo dua porsi.

"Kalau begitu baiklaaaaah! Tugas apa pun akan gue jalanin! Katakan saja apa itu dan bakalan langsung gue kerjain!" semangat Naruto kembali terbakar berkat mie ramen dua porsi yang dijanjikan Matsuri.

"Kalau begitu... " Matsuri menyerahkan segenggam (?) kain pel lusuh dan ember ke Naruto, "tolong bersihin markas ini, ya?" Matsuri senyum dengan muka tanpa dosa.

'Gila aja dia! Markas ini 'kan luas banget! Tapi gak apa-apa deh. Semua ini demi ramen tercinta, apa pun bakal gue lakuin.' Kalo bukan karena hasutan mie ramen, si Naruto gak bakalan mau deh disuruh ngepel seisi markas yang gedenya gak tanggung-tanggung itu.

Di tempat yang berbeda Sasuke keliatan lagi seneng banget. Gimana gak seneng? Dia lagi bercanda sama Moegi plus anak-anak kecil lain. Yah, Sasuke keliatan deh dulunya MKKB (masa kecil kurang bahagia). Anak-anak kecil lagi pada main, dia ikutan nimbrung. Intinya ini anak lagi berbahagia di atas penderitaan Naruto nan jauh di sana.

Gimana kelanjutan alur cerita mereka berdua? Sampai kapan Naruto jadi pembokat di markas Asuma dan Kakashi? Apa Orochimaru bisa menemukan Sasuke?

TBC


A/N : Itachi di sini saya jadikan sebagai seorang putri adiknya Orochimaru. Peran aslinya adalah tokoh Jillia blight. Berhubung ini parody humor maka saya memutuskan Itachi memerankan peran Jillia berkat kemiripan rambut mereka.

Matsuri memerankan tokoh Pohl yang merupakan salah satu prajurit yang deket sama tokoh utama ( dalam cerita ini si Naruto).

Sasori di sini menjadi Klaus (bukan santa kalus ye). Dia merupakan salah satu orang kepercayaan raja Sarutobi (Agares) dan termasuk orang yang sangat setia pada Sarutobi serta menentang rencana sang pangeran Orochimaru.

Chiyo juga akan mengambil peran di sini sebagai Jendral kepercayaan Sarutobi.

Kakuzu memerankan tokoh Solon Jhee yang agak tamak tapi setia (nih ye).